KATA PENGANTAR. Berbagai masukan dan saran perbaikan akan menjadi sangat penting agar laporan ini menjadi lebih baik.

Teks penuh

(1)
(2)

KATA PENGANTAR

Sesuai dengan Surat Edaran (SE) Menteri Negara PAN dan RB-RI No. 10/2010, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dan unit kerja dibawahnya secara berjenjang wajib menyusun Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) dan penyusunan LAKIP mengacu kepada PermenPan dan RB Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Sebagai bentuk pertanggungjawaban

pelaksanaan tugas tahun 2012, maka disusunlah “Laporan Akuntabilitas

Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Direktorat Budidaya Aneka Kacang

dan Umbi”.

LAKIP berisikan antara lain perencanaan kinerja, pengukuran kinerja, pelaporan kinerja, evaluasi kinerja dan capaian kinerja Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi Tahun 2012.

Berbagai masukan dan saran perbaikan akan menjadi sangat penting agar laporan ini menjadi lebih baik.

Demikian, semoga laporan ini dapat menjadi acuan dalam pelaksanaan kegiatan selanjutnya.

Jakarta, Januari 2013 Direktur

DR. Ir. Maman Suherman, MM Nip. 19600908 198703 1 003

(3)

IKHTISAR EKSEKUTIF

Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi mempunyai tugas untuk meningkatkan produksi komoditi kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu, ubijalar dan pangan alternatif seperti talas, garut, ganyong, gembili, kimpul, koro pedang; memenuhi kebutuhan pangan dan gizi masyarakat sekaligus meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani; mengupayakan pengembangan sistem dan usaha agribisnis aneka kacang dan umbi yang berdaya saing, berkerakyatan, berkelanjutan dan terdesentralisasi serta mendukung diversifikasi pangan.

Kriteria ukuran keberhasilan indikator kinerja untuk Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi Tahun 2012 tergolong Berhasil dan Sangat Berhasil. Indikator kinerja kegiatan yang tergolong berhasil yaitu realisasi SL-PTT Kedelai 93,54%; pengembangan kedelai model 95,22%; pengembangan kacang tanah 100% dan pengembangan ubijalar 100%, sedangkan pengembangan ubikayu 120% tergolong sangat berhasil.

Kriteria ukuran keberhasilan peningkatan jumlah produksi aneka kacang dan umbi tahun 2012 tergolong Cukup Berhasil, Berhasil dan Sangat Berhasil. Indikator kinerja peningkatan jumlah produksi aneka kacang dan umbi tahun 2012 yang tergolong cukup berhasil yaitu realisasi produksi kedelai 783.158 ton (78,32%) dari target 1.000.000 ton, produksi kacang tanah 709.063 ton (64,46%) dari target 1.100.000 ton dan produksi kacang hijau 295.904 ton (75,87%) dari target 390.000 ton. Produksi ubikayu 22.677.866 ton (90,71%) dari target 25.000.000 ton tergolong berhasil sedangkan produksi ubijalar 2.438.076 ton (106%) dari target 2.300.000 ton tergolong sangat berhasil.

Realisasi kegiatan APBN Sektoral (018) TA. 2012 Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi mencapai Rp. 163.695.768.770,- (93,30%) dari alokasi dana sebesar Rp. 175.443.480.000,-. Realisasi Keuangan/DIPA TA. 2012 Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi dalam melaksanakan pembinaan/kegiatan melalui program peningkatan ketahanan pangan tahun 2012 mencapai Rp.6.145.395.187,- (91,80%) dari alokasi dana sebesar Rp.6.694.450.000,-. Untuk realisasi keuangan/DIPA TA. 2012 Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi (dana Tugas Pembantuan/TP dan Dekon) melalui program pengelolaan

(4)

produksi tanaman aneka kacang dan umbi mendapatkan alokasi dana sebesar Rp.168.749.030.000,- dengan realisasi tahun 2012 sebesar Rp. 157.550.373.582,- (93,36%).

Upaya yang telah dilakukan Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi dalam mengatasi permasalahan antara lain : a) Melakukan koordinasi dengan produsen benih dalam penyediaan benih yang lebih efisien agar tidak terjadi keterlambatan pengiriman, b) Pemantapan alokasi Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) agar tidak terjadi realokasi, c) Memantapkan persiapan pelaksanaan SL-PTT di tingkat kelompok tani, Dinas Pertanian Kabupaten, Provinsi, Pusat dan stakeholder yang terkait, d) Meningkatkan peran penyuluh di tingkat petani agar mempercepat adopsi teknologi, e) Penetapan harga dasar kedelai di tingkat petani untuk menarik minat petani menanam kedelai, f) Menjalin dan meningkatkan koordinasi yang lebih serasi, sinergis dan berkesinambungan dengan instansi terkait termasuk dengan perusahaan industri/perbankan khususnya dalam penyediaan sumber modal usaha tani dan pemasaran hasil, g) Meningkatkan pembinaan, bimbingan dan monitoring terhadap upaya-upaya efisiensi usahatani dan peningkatan produktivitas/produksi aneka kacang dan umbi, khususnya pada

daerah-daerah sentra produksi dalam upaya peningkatan daya saing dan h) Konsistensi daerah untuk melaporkan pelaksanaan kegiatan secara rutin.

(5)

DAFTAR ISI

Hal. KATA PENGANTAR ... i IKHTISAR EKSEKUTIF ... ii DAFTAR ISI ... iv DAFTAR TABEL ... v BAB I. PENDAHULUAN ... 1 1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Kedudukan, Tugas, Fungsi dan Kewenangan ... 2

1.3 Susunan Organisasi dan Tata Kerja ... 3

1.4 Sumberdaya Manusia ... 5

1.5 Dukungan Anggaran ... 5

BAB II. PERENCANAAN DAN PENETAPAN KINERJA ... 7

2.1 Rencana Strategik 2010 – 2014 ... 7

2.1.1 Visi ... 7

2.1.2 Misi ... 7

2.1.3 Tujuan dan Sasaran ... 8

2.1.4 Arah Kebijakan ... 9

2.1.5 Program dan Kegiatan ... 10

2.2 Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Tahun 2012 ... 10

2.3 Penetapan Kinerja (PK) Tahun 2012 ... 11

BAB III. AKUNTABILITAS KINERJA ... 12

3.1 Kriteria Ukuran Keberhasilan Pencapaian Sasaran ... 12

3.2 Pencapaian Sasaran Strategis ... 14

3.3 Evaluasi dan Analisis Capaian Kinerja ... 17

3.4 Akuntabilitas Keuangan ... 20

3.5 Hambatan dan Kendala ... 22

3.6 Upaya dan Tindak lanjut ... 23

BAB IV. PENUTUP ... 24 LAMPIRAN

(6)

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Kriteria Ukuran Indikator Kinerja Direktorat Budidaya Aneka

Kacang dan Umbi Tahun 2012 ………. 12

Tabel 2. Sasaran Luas Tanam, Luas Panen, Produktivitas dan Produksi

kedelai Tahun 2012 – 2014 ……… 13

Tabel 3. Kriteria Ukuran Indikator Kinerja Peningkatan Jumlah Produksi

Aneka Kacang dan Umbi Tahun 2012 ……….. 14

Tabel 4. Capaian Produksi Komoditas Aneka Kacang dan Umbi Tahun

2012 Terhadap Tahun 2011 dan Sasaran 2012 ………. 14

(7)
(8)
(9)

BAB I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Komoditas aneka kacang dan umbi merupakan komoditi tanaman pangan yang penting di Indonesia yang dimanfaatkan untuk bahan pangan, pakan, bahan baku industri dan substitusi bahan bakar (bio-ethanol). Pengembangan budidaya aneka kacang dan umbi harus terpadu dengan

sistem agribisnis yang mendukung kegiatan on farm, subsistem hulu, hilir

dan subsistem penunjang lainnya agar produksi usahatani yang dihasilkan dapat berdaya saing tinggi dan berkelanjutan. Dengan demikian dapat meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan petani.

Melalui program pengelolaan produksi tanaman aneka kacang dan umbi tahun 2012 sasaran strategis yang hendak dicapai oleh Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi adalah mendorong peningkatan produktivitas melalui pelaksanaan Sekolah Lapang (SL). Kegiatan yang

dilakukan ditujukan untuk mencapai sasaran secara umum, yaitu a) tersosialisasinya paket teknologi dan penerapan teknologi peningkatan

produktivitas dan produksi spesifik lokasi; b) meningkatnya produksi yang dapat memenuhi kebutuhan pangan dan gizi masyarakat serta sekaligus mengurangi impor dan mendorong terjadinya ekspor; c) terpenuhinya bahan baku berbasis komoditas aneka kacang dan umbi untuk industri kecil, menengah dan besar; d) berkembangnya sistem usaha agribisnis yang ditunjukkan dengan sebagian areal tanaman aneka kacang dan umbi telah menjalin kemitraan dengan swasta/pihak industri yang memanfaatkan bahan baku dari aneka kacang dan umbi; e) tercapainya sasaran luas panen, produktivitas dan produksi serta menurunnya impor; f) meningkatnya lapangan kerja/tertampungnya tenaga kerja di wilayah pedesaan yang dapat mengurangi urbanisasi dari desa ke kota; dan g) usahatani aneka kacang dan umbi berperan dalam terciptanya perekonomian di pedesaan yang kuat dalam rangka mendukung pembangunan ekonomi nasional.

Komoditas aneka kacang dan umbi (kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubikayu, ubijalar dan pangan alternatif) selain berperan untuk memenuhi kebutuhan pokok karbohidrat, protein dan lemak juga dapat

(10)

dijadikan sebagai sumber utama substitusi beras atau sebagai tanaman diversifikasi pangan, dan dapat dimanfaatkan juga sebagai bahan baku industri bio-etanol.

Tantangan yang dihadapi komoditi aneka kacang dan umbi dalam mencapai sasaran antara lain; a) meningkatnya kebutuhan pangan dalam negeri sejalan dengan pertambahan jumlah penduduk; b) terjadinya stagnasi

inovasi dan adopsi teknologi; c) meningkatnya alih fungsi lahan; d) terjadinya perubahan iklim secara ekstrim; e) meningkatnya daya saing

dan perubahan selera konsumsi; dan f) belum adanya kebijakan harga Harga Pembelian Petani/HPP khususnya kedelai dan jaminan pasar.

1.2. Kedudukan, Tugas, Fungsi dan Kewenangan

Bersasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor

61/Permentan/OT.140/10/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pertanian. Kedudukan unit kerja Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi sebagai salah satu eselon II lingkup Direktorat Jenderal Tanaman Pangan. Tugas Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi adalah melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma standar, prosedur, dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang budidaya aneka kacang dan umbi. Fungsi Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi adalah :

a. Penyiapan perumusan kebijakan, bidang budidaya kedelai, ubikayu,

aneka kacang dan umbi;

b. Pelaksanaan kebijakan, bidang budidaya kedelai, ubikayu, aneka kacang

dan umbi;

c. Penyusunan norma, prosedur, dan kriteria, di bidang budidaya kedelai,

ubikayu, aneka kacang dan umbi;

d. Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang budidaya kedelai,

ubikayu, aneka kacang dan umbi; dan

e. Pelaksanaan urusan tata usaha Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan

(11)

1.3. Susunan Organisasi dan Tata Kerja

Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi merupakan salah satu Unit Eselon II dari Direktorat Jenderal Tanaman Pangan mempunyai struktur organisasi sesuai dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Tanaman Pangan No. 28/HK.310/C/5/2011 tanggal 23 Mei 2011 terdiri dari 4 (empat) Sub Direktorat, 8 (delapan) Seksi dan 1 (satu) Sub Bagian dengan urutan sebagai berikut (struktur organisasi pada Lampiran 1).

1.3.1 Sub Direktorat Kedelai

Sub Direktorat Kedelai mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma standar, prosedur, dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bidang budidaya kedelai.

Sub Direktorat Kedelai menyelenggarakan fungsi :

a. penyiapan penyusunan kebijakan di bidang intensifikasi dan pengembangan budidaya kedelai;

b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang intensifikasi dan pengembangan budidaya kedelai;

c. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang intensifikasi dan pengembangan budidaya kedelai; dan d. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang

intensifikasi dan pengembangan budidaya kedelai.

1.3.2 Sub Direktorat Aneka Kacang

Sub Direktorat Aneka Kacang mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi bidang budidaya aneka kacang.

Sub Direktorat Aneka Kacang menyelenggarakan fungsi :

a. penyiapan penyusunan kebijakan di bidang intensifikasi dan pengembangan budidaya aneka kacang;

(12)

b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang intensifikasi dan pengembangan budidaya aneka kacang;

c. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang intensifikasi dan pengembangan budidaya aneka kacang; dan

d. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang intensifikasi dan pengembangan budidaya aneka kacang.

1.3.3 Sub Direktorat Ubikayu

Sub Direktorat Ubikayu mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan danpelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang budidaya ubikayu.

Sub Direktorat Ubikayu menyelenggarakan fungsi:

a. penyiapan penyusunan kebijakan di bidang intensifikasi dan pengembangan budidaya ubikayu;

b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang intensifikasi dan pengembangan budidaya ubikayu;

c. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang intensifikasi dan pengembangan budidaya ubikayu; dan d. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang

intensifikasi dan pengembangan budidaya ubikayu.

1.3.4 Sub Direktorat Aneka Umbi

Sub Direktorat Aneka Umbi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang budidaya aneka umbi.

Subdirektorat Aneka Umbi menyelenggarakan fungsi:

a. penyiapan penyusunan kebijakan di bidang intensifikasi dan pengembangan budidaya aneka umbi;

(13)

b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang intensifikasi dan pengembangan budidaya aneka umbi;

c. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang intensifikasi dan pengembangan budidaya aneka umbi; dan d. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang

intensifikasi dan pengembangan budidaya aneka umbi.

1.3.5 Sub Bagian Tata Usaha

Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian, keuangan, perlengkapan, rumah tangga, surat menyurat dan kearsipan Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi.

1.4. Sumberdaya Manusia

Pegawai Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi sampai dengan kondisi bulan Desember 2012 berjumlah 60 orang, terdiri dari golongan IV sejumlah 8 orang, golongan III sejumlah 36 orang, golongan II sejumlah 13 orang dan golongan I sejumlah 3 orang dan dibantu tenaga kontrak sejumlah 2 orang di Subbag Tata Usaha. Penyebaran pegawai negeri sipil per unit kerja dikemukakan pada Lampiran 2.

1.5. Dukungan Anggaran

Dalam mewujudkan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan tahun 2012 Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi (termasuk dana Tugas

Pembantuan dan Dekonsentrasi) mendapatkan alokasi dana

Rp. 175.443.480.000,-. Dari dana yang tersedia realisasi sampai akhir tahun 2012 sebesar Rp. 163.695.768.770,- (93,30%), realisasi kegiatan APBN Sektoral (018) TA. 2012 terinci pada lampiran 3.

Pagu awal sebesar Rp. 175.749.000.000,- direvisi menjadi Rp. 175.443.480.000,- perubahan pada satker pusat semula Rp. 7 Milyar

(14)

a. Realisasi Keuangan/DIPA TA. 2012 Satker Pusat

Pada tahun 2012 Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi dalam melaksanakan pembinaan/kegiatan melalui program peningkatan

ketahanan pangan mendapatkan alokasi dana sebesar

Rp.6.694.450.000,- dengan realisasi sebesar Rp.6.145.395.187,-

(91,80%), rincian pengeluaran sub kegiatan dapat dilihat pada

Lampiran 3.

b. Realisasi Keuangan/DIPA TA. 2012 Satker Daerah

Pada tahun 2012 Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi (dana Tugas Pembantuan/TP dan Dekon) melalui program pengelolaan produksi tanaman aneka kacang dan umbi mendapatkan alokasi dana sebesar Rp. 168.749.030.000,-. Kondisi sampai akhir tahun 2012 terealisasi sebesar Rp. 157.550.373.582,- (93,36%), rincian pengeluaran sub kegiatan dapat dilihat pada Lampiran 3.

(15)

BAB II. PERENCANAAN DAN PENETAPAN KINERJA

2.1. Rencana Strategik 2010 – 2014 2.1.1. Visi

Visi merupakan kondisi ideal tentang hasil kerja yang ingin diwujudkan oleh Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi pada masa yang akan datang, yang akan dijadikan dasar dalam menyusun rencana strategik tahun 2010 -2014. Visi Direktorat Budidaya Aneka

Kacang dan Umbi adalah “Terwujudnya pengembangan

budidaya aneka kacang dan umbi untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat”.

2.1.2. Misi

Berdasarkan visi yang telah ditetapkan, dirumuskan misi-misi sebagai berikut :

1. Meningkatkan percepatan alih teknologi budidaya aneka kacang dan umbi.

2. Mengoptimalkan penggunaan lahan dan mengkoordinasikan penyiapan lahan untuk komoditas aneka kacang dan umbi.

3. Mendorong terciptanya iklim usaha yang kondusif didalam melaksanakan budidaya aneka kacang dan umbi.

4. Membantu koordinasi perencanaan penyediaan permodalan, pengadaan sarana produksi dan tata niaga aneka kacang dan umbi.

5. Mengkoordinasikan seluruh subsistem agribisnis terkait dalam agribisnis aneka kacang dan umbi.

Disamping visi dan misi, norma pengelolaan organisasi harus mencerminkan karakter dan budaya seluruh aparat yang kreatif dan kerjasama yang kompak dengan menjunjung tinggi semangat kebersamaan. Makna dan karakter budaya kerja tersebut adalah bahwa setiap pekerjaan dan tugas akan dapat dilaksanakan oleh

(16)

seluruh staf secara tepat, cermat dan cepat serta memberikan kinerja dengan kualitas pelayanan yang prima.

2.1.3. Tujuan dan Sasaran

Pada dasarnya peningkatan produksi dengan cara peningkatan produktivitas dan perluasan areal tanam komoditas aneka kacang dan umbi merupakan upaya menjamin terpenuhinya kebutuhan untuk bahan pangan, pakan dan industri. Dalam upaya peningkatan produksi tersebut, maka Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi merumuskan tujuan yaitu :

1. Meningkatkan produksi komoditas aneka kacang dan umbi guna memenuhi kebutuhan pangan dan gizi masyarakat sekaligus meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.

2. Mengurangi impor untuk menghemat devisa negara dan mendorong terjadinya ekspor komoditas aneka kacang dan umbi. 3. Memenuhi bahan baku industri kecil, menengah dan besar

sekaligus mengurangi ketergantungan bahan baku dari luar negeri atau impor.

4. Mendukung diversifikasi pangan, substitusi pangan karbohidrat non beras dan protein non daging, telur dan ikan.

5. Menumbuhkembangkan sistem dan usaha agribisnis aneka kacang dan umbi yang berdaya saing, berkerakyatan, berkelanjutan dan terdesentralisasi.

6. Meningkatkan lapangan kerja di wilayah pedesaan, sekaligus membantu mengurangi urbanisasi dari desa ke kota.

7. Mendorong kegiatan perekonomian dipedesaan dan mendukung pembangunan ekonomi nasional.

(17)

Berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan tersebut, maka sasaran yang hendak dicapai oleh Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi adalah :

1. Tersosialisasinya paket teknologi dan penerapan teknologi peningkatan produktivitas dan produksi spesifik lokasi.

2. Meningkatnya produksi yang dapat memenuhi kebutuhan pangan dan gizi masyarakat serta sekaligus mengurangi impor dan mendorong terjadinya ekspor.

3. Terpenuhinya bahan baku berbasis komoditas aneka kacang dan umbi untuk industri kecil, menengah dan besar.

4. Berkembangnya sistem usaha agribisnis yang ditunjukkan dengan sebagian areal tanaman aneka kacang dan umbi telah menjalin kemitraan dengan swasta/pihak industri yang memanfaatkan bahan baku dari aneka kacang dan umbi.

5. Tercapainya sasaran luas panen, produktivitas dan produksi serta menurunnya impor.

6. Meningkatnya lapangan kerja/tertampungnya tenaga kerja di wilayah pedesaan yang dapat mengurangi urbanisasi dari desa ke kota.

7. Usahatani aneka kacang dan umbi berperan dalam terciptanya perekonomian dipedesaan yang kuat dalam rangka mendukung pembangunan ekonomi nasional.

2.1.4. Arah Kebijakan

Arah kebijakan peningkatan produksi komoditas aneka kacang dan umbi tahun 2012 adalah :

a. Meningkatkan produksi kedelai menuju swasembada tahun 2014

b. Meningkatkan produksi kacang tanah, kacang hijau, ubikayu dan

ubijalar serta mengembangkan komoditi akabi lainnya

c. Mengembangkan agribisnis akabi dengan menumbuhkembangkan

peran swasta, koperasi dan BUMN

(18)

e. Meningkatkan sumber permodalan yang mudah diakses petani

f. Merevitalisasi tata niaga yang kondusif bagi petani

2.1.5. Program dan Kegiatan

Program prioritas Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi Tahun 2012 adalah pengelolaan produksi tanaman aneka kacang dan umbi.

Kegiatan yang dilaksanakan untuk pencapaian program sasaran produksi adalah sebagai berikut :

a. SL-PTT kedelai seluas 350.000 ha

b. Pengembangan kedelai Model seluas 2.094 ha

c. Pengembangan kacang tanah seluas 100 ha

d. Pengembangan ubikayu seluas 300 ha

e. Pengembangan ubijalar seluas 850 ha

f. Pertemuan koordinasi stakeholder 35 kali

g. Pembinaan, pengawalan, monitoring dan evaluasi pada 222

satker.

2.2. Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Tahun 2012

Rencana Kinerja Tahunan Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi Tahun 2012 adalah :

a. Mewujudkan pencapaian produksi secara berkelanjutan dalam rangka

penyediaan kebutuhan nasional dengan peningkatan jumlah produksi kedelai sebesar 1.900.000 ton biji kering, produksi kacang tanah 1.100.000 ton biji kering, produksi kacang hijau 390.000 ton biji kering, produksi ubikayu 25.000.000 ton umbi basah dan produksi ubijalar 2.300.000 ton umbi basah.

b. Mendorong peningkatan produktivitas melalui pelaksanaan Sekolah

Lapangan (SL) melalui :

 Luas SL-PTT Kedelai meningkatkan produktivitas rerata 1-2 kuintal/ha,

melalui SL-PTT Kedelai 350.000 ha dan Pengembangan Kedelai Model 2.094 ha.

(19)

 Luas pengembangan aneka kacang dan umbi lainnya, melalui Pengembangan Kacang Tanah 100 ha, Pengembangan Ubikayu 300 ha dan Pengembangan Ubijalar 850 ha.

2.3. Penetapan Kinerja (PK) Tahun 2012

Penetapan Kinerja Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi Tahun Anggaran 2012 dengan program/kegiatan prioritas pengelolaan produksi aneka kacang dan umbi. Sasaran strategis yang akan dicapai adalah mendorong peningkatan produktivitas melalui pelaksanaan Sekolah Lapang (SL).

Indikator kinerja yang akan dicapai adalah :

1. Luas SL-PTT Kedelai meningkatkan produktivitas rerata 1-2 ku/ha,

melalui SL-PTT Kedelai 350.000 ha, Pengembangan Kedelai Model 2.094 ha.

2. Luas pengembangan aneka kacang dan umbi lainnya, melalui

Pengembangan Kacang Tanah 100 ha, Pengembangan Ubikayu 300 ha, Pengembangan Ubijalar 850 ha, dan Ubinan SL-PTT Kedelai 3.500 Ha.

3. Pengembangan, pembinaan dan pengawalan

Setelah dilakukan revisi Penetapan Kinerja, Indikator Kinerja yang akan dicapai adalah sebagai berikut :

1. Luas SL-PTT Kedelai meningkatkan produktivitas rerata 1-2 kuintal/ha,

melalui SL-PTT Kedelai 350.000 ha, Pengembangan Kedelai Model 2.094 ha.

2. Luas pengembangan aneka kacang dan umbi lainnya, melalui

Pengembangan Kacang Tanah 100 ha, Pengembangan Ubikayu 300 ha dan Pengembangan Ubijalar 850 ha.

Pernyataan Penetapan Kinerja Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dan Pernyataan Penetapan Kinerja Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi Tahun 2012 pada Lampiran 4.

(20)

BAB III. AKUNTABILITAS KINERJA

Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah merupakan suatu rangkaian yang terdiri dari perencanaan kinerja, pengukuran kinerja, pelaporan kinerja, evaluasidan pemanfaatan informasi kinerja. Akuntabilitas kinerja suatu instansi dinilai untuk menentukan tingkat keberhasilan atas target yang telah ditetapkan.

Perencanaan kinerja terdiri dari rencana strategis, rencana kinerja tahunan dan penetapan kinerja. Pengukuran kinerja mengevaluasi dan menganalisa rencana dan realisasi, dengan instrumen indikator kinerja. Pelaporan kinerja dibuat dalam bentuk Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP). Evaluasi dan pemanfaatan informasi kinerja dilakukan untuk menilai akuntabilitas kinerja dan memberikan saran perbaikan untuk peningkatan kinerja dan penguatan akuntabilitas instansi pemerintah.

3.1 Kriteria Ukuran Keberhasilan Pencapaian Sasaran

Kriteria ukuran keberhasilan pencapaian sasaran tahun 2012 ditetapkan

berdasarkan penilaian melalui metode scoring, yaitu: (1) sangat berhasil

(capaian > 100%), (2) berhasil (capaian 80% - 100%), (3) cukup berhasil (capaian 60% - 79%), dan (4) kurang berhasil (capaian < 60%) terhadap sasaran yang telah ditetapkan.

Kriteria ukuran keberhasilan indikator kinerja untuk Direktorat Budidaya

Aneka Kacang dan Umbi Tahun 2012 tergolong Berhasil dan Sangat

Berhasil, secara rinci dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1. Kriteria Ukuran Indikator Kinerja Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi Tahun 2012

Target

Ha Ha %

1 SL-PTT Kedelai 350.000 327.396 93,54 Berhasil

2 Pengembangan Kedelai Model 2.094 1.994 95,22 Berhasil

3 Pengembangan Kacang Tanah 100 100 100,00 Berhasil

4 Pengembangan Ubikayu 300 360 120,00 Sangat Berhasil

5 Pengembangan Ubijalar 850 850 100,00 Berhasil

Realisasi Kegiatan

No Kriteria

(21)

Indikator kinerja pada program peningkatan jumlah produksi komoditas aneka kacang dan umbi pada Tahun 2012 untuk kedelai sebesar 1.000.000 ton, kacang tanah 1.100.000 ton, kacang hijau 390.000 ton, ubikayu 25.000.000 ton dan ubijalar 2.300.000 ton.

Sasaran produksi kedelai tahun 2012 semula 1.900.000 ton, direvisi menjadi 1.000.000 ton, secara rinci dapat dilihat pada Tabel 2. Perubahan sasaran dilakukan dengan dasar pertimbangan sebagai berikut :

 Penetapan sasaran produksi daerah selalu lebih rendah dari sasaran

pusat.

 Hasil rapat kerja nasional dengan daerah pada tanggal 29 Agustus 2012,

disepakati bahwa kesanggupan daerah untuk sasaran produksi kedelai tahun 2012 sebesar 1.000.000 ton.

 Hasil rapat dengan Dinas Pertanian seluruh Indonesia di Yogjakarta,

dihasilkan kesepakatan produksi kedelai tahun 2013 sebesar 1.500.000 ton.

 Hasil Rapat Pimpinan (Rapim) tanggal 12 September 2012 dan hasil

konsultasi dengan Staf Ahli Menteri Pertanian, serta mempertimbangkan masukan dari berbagai sumber, perubahan roadmap perlu dilakukan, meliputi perubahan sasaran areal tanam, luas panen, produktivitas dan produksi, sehingga target yang ditetapkan dapat tercapai sesuai kondisi di tingkat lapangan.

Tabel 2. Sasaran Luas Tanam, Luas Panen, Produktivitas dan Produksi kedelai Tahun 2012 – 2014

KEDELAI

NO URAIAN

2012 2013 2014 2012 2013 2014

1 LUAS TANAM (HA) 1,312,000 1,538,000 1,830,000 756,000 1,018,500 1,618,000

2 LUAS PANEN (HA) 1,250,000 1,465,000 1,742,000 718,200 970,000 1,541,000

3 PRODUKTIVITAS (KU/HA) 15.20 15.36 15.50 13.92 15.46 17.52

4 PRODUKSI (TON) 1,900,000 2,250,000 2,700,000 1,000,000 1,500,000 2,700,000

TAHUN

ROADMAP AWAL (1) REVISI

Kriteria ukuran keberhasilan peningkatan jumlah produksi aneka kacang

dan umbi tahun 2012 tergolong Cukup Berhasil, Berhasil dan Sangat

(22)

Tabel 3. Kriteria Ukuran Indikator Kinerja Peningkatan Jumlah Produksi Aneka Kacang dan Umbi Tahun 2012

Target

Ton Ton %

1 Kedelai 1.000.000 783.158 78,32 Cukup Berhasil

2 Kacang Tanah 1.100.000 709.063 64,46 Cukup Berhasil

3 Kacang Hijau 390.000 295.904 75,87 Cukup Berhasil

4 Ubikayu 25.000.000 22.677.866 90,71 Berhasil

5 Ubijalar 2.300.000 2.438.076 106,00 Sangat Berhasil

No Produksi Realisasi Kriteria Ukuran

3.2 Pencapaian Sasaran Strategis

Capaian kinerja dari sasaran strategis Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi Tahun 2012 (sesuai data Angka Ramalan II BPS tahun 2012) adalah sebagai berikut :

1. Capaian produksi yang dicapai pada tahun 2012 untuk Kedelai sebesar

783.158 ton (78,32%) dari sasaran 1.000.000 ton biji kering, Kacang Tanah sebesar 709.063 ton (64,46%) dari sasaran 1.100.000 ton biji kering, Kacang Hijau sebesar 295.904 ton (75,87%) dari sasaran 390.000 ton biji kering, Ubikayu sebesar 22.677.866 ton (90,71%) dari sasaran 25.000.000 ton umbi basah dan Ubijalar sebesar 2.438.076 ton (105,84%) dari sasaran 2.300.000 ton umbi basah (terinci pada Lampiran 5).

Jika dibanding dengan tahun sebelumnya (Tahun 2011), hasil yang dicapai untuk Kedelai sebesar 92,00%, Kacang Tanah 102,57%, Kacang Hijau 86,69%, Ubikayu 94,32% dan Ubijalar 111,02%. Secara rinci dapat dilihat pada Tabel 4.

Tabel 4. Capaian Produksi Komoditas Aneka Kacang dan Umbi Tahun 2012 Terhadap Tahun 2011 dan Sasaran 2012

No ATAP 2011 Sasaran 2012 ARAM II 2012 % Capaian Thd ATAP % Capaian Thd Sasaran 1 851.286 1.000.000 783.158 92,00 78,32 2 691.289 1.100.000 709.063 102,57 64,46 3 341.342 390.000 295.904 86,69 75,87 4 24.044.025 25.000.000 22.677.866 94,32 90,71 5 2.196.033 2.300.000 2.438.076 111,02 106,00 Komoditi Kedelai Kacang Tanah Kacang Hijau Ubikayu Ubijalar

(23)

2. Luas areal pembinaan penerapan budidaya aneka kacang dan umbi melalui SL-PTT dan pengembangan tahun 2012 antara lain sebagai berikut :

a. Realisasi areal pelaksanaan Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman

Terpadu (SL-PTT) Kedelai tercapai seluas 327.396 ha (93,54%) dari sasaran 350.000 ha (Lampiran 6).

b. Realisasi pelaksanaan pengembangan kedelai model seluas 1.994 ha

(95,22%) dari sasaran 2.094 ha (Lampiran 7).

c. Realisasi pelaksanaan pengembangan kacang tanah seluas 100 ha

(100%) dari sasaran 100 ha (Lampiran 8).

d. Realisasi pelaksanaan pengembangan ubikayu seluas 360 ha (120%)

dari sasaran 300 ha (Lampiran 9).

e. Realisasi pelaksanaan pengembangan ubijalar seluas 850 ha (100%)

dari sasaran 850 ha (Lampiran 10).

3. Kegiatan yang telah dilaksanakan untuk pencapaian program sasaran

produksi tahun 2012 adalah sebagai berikut :

a. Tersedianya 1 (satu) Laporan Rancangan Pengembangan Budidaya

Aneka Kacang dan Umbi.

b. Tersedianya 4 (empat) Buku Pedoman Pelaksanaan Pengembangan

Budidaya Aneka Kacang dan Umbi, yaitu :

1. Pedoman Teknis Pengelolaan Produksi Kedelai Tahun 2012.

2. Pedoman Teknis Pengelolaan Produksi Kacang Tanah, Kacang

Hijau dan Aneka Kacang Tahun 2012.

3. Pedoman Teknis Pengelolaan Produksi Ubikayu Tahun 2012

4. Pedoman Teknis Pengelolaan Produksi Ubijalar dan Aneka Umbi

Tahun 2012

c. Tersedianya 4 (empat) Laporan Pelaksanaan Sekolah Lapangan

Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT)/ Pengembangan Budidaya Aneka Kacang dan Umbi, yaitu :

1. Bimbingan dan Pengawalan SL-PTT Kedelai dan Pengembangan

Kedelai.

(24)

3. Bimbingan dan Pengawalan Budidaya Ubikayu.

4. Bimbingan dan Pengembangan Budidaya Ubijalar.

d. Tersedianya 15 (Lima Belas) Laporan Pengelolaan Produksi Aneka

Kacang dan Umbi, yaitu :

1. Pembinaan dan Bimbingan Pengembangan Aneka Kacang dan

Umbi.

2. Pengawalan Pengembangan Kedelai melalui PAT (Perluasan Areal

Tanam).

3. Pembinaan dan Bimbingan Peningkatan Produktivitas Kacang

Tanah.

4. Bimbingan dan Pembinaan Peningkatan Produktivitas Aneka

Kacang.

5. Bimbingan dan Monitoring Peningkatan Produktivitas dan Produksi

Ubikayu.

6. Sosialisasi Pengembangan Ubikayu.

7. Sosialisasi dan Monitoring Pengembangan Ubijalar dan Aneka

Umbi.

8. Bimbingan dan Pembinaan Peningkatan Produktivitas Aneka Umbi.

9. Gerakan Pencanangan Tanam/Panen Kedelai.

10. Penilaian dan Penghargaan Kelompok Tani Kedelai.

11. Identifikasi dan Sosialisasi Pengelolaan Budidaya yang baik.

12. Koordinasi Pengembangan Agribisnis Kedelai.

13. Pertemuan Koordinasi Regional V Wilayah Timur (Papua, Papua

Barat, Maluku, Maluku Utara, NTT, NTB).

14. Pertemuan Koordinasi Pengembangan Agribisnis Aneka Kacang

dan Umbi.

15. Koordinasi dan Sosialisasi Pengembangan Kedelai Melalui PAT

(Perluasan Areal Tanam).

e. Tersedianya 3 (tiga) Laporan Evaluasi Kegiatan Pengembangan Aneka

Kacang dan Umbi, yaitu :

1. Laporan Bulanan

2. Laporan Tahunan

(25)

f. Tersedianya 3 (tiga) Laporan Administrasi Ketatausahaan, yaitu :

1. Laporan Keuangan Direktorat Budidaya Aneka kacang dan Umbi.

2. Pembinaaan dan Pengembangan Ketatausahaan

3. Pengembangan Pusat Data dan Informasi Aneka Kacang dan

Umbi.

g. Tersedianya Kendaraan Bermotor sebanyak 2 (dua) unit motor

h. Tersedianya Perangkat Pengolah Data dan Komunikasi (Komputer/PC,

Printer Desjet Color, Printer Laserjet, Laptop, dan Flash modem).

i. Tersedianya Peralatan dan Fasilitas Perkantoran.

3.3 Evaluasi dan Analisis Capaian Kinerja

a. Capaian produksi yang dicapai berdasarkan ARAM II 2012 BPS untuk

kedelai sebesar 783.158 ton (78,32%) dari sasaran 1.000.000 ton biji kering, kacang tanah sebesar 709.063 ton (64,46%) dari sasaran 1.100.000 ton biji kering, kacang hijau sebesar 295.904 ton (75,87%) dari sasaran 390.000 ton biji kering, ubikayu sebesar 22.677.866 ton (90,71%) dari sasaran 25.000.000 ton umbi basah dan ubijalar sebesar 2.438.076 ton (105,84%) dari sasaran 2.300.000 ton umbi basah (Lampiran 5).

Rendahnya capaian produksi kedelai tahun 2012 disebabkan antara lain : a) menurunnya luas pertanaman dan luas panen kedelai karena

persaingan lahan dengan komoditi lainnya, b) belum adanya kebijakan harga yang memadai, kurangnya pemberlakuan biaya tarif masuk dan tidak adanya jaminan pemasaran serta penerapan teknologi belum

optimal yang menyebabkan rendahnya produktivitas kedelai, dan c) kurangnya ketersediaan benih bermutu.

Belum tercapainya produksi kacang tanah tahun 2012 disebabkan antara lain : a) penerapan teknologi belum optimal yang menyebabkan rendahnya produktivitas kacang tanah, dan b) belum adanya kebijakan harga yang memadai dan tidak adanya jaminan pemasaran.

Rendahnya capaian produksi kacang hijau tahun 2012 disebabkan antara lain : a) menurunnya luas pertanaman dan luas panen kacang hijau karena persaingan lahan dengan komoditi lain, dan b) belum adanya

(26)

kebijakan harga yang memadai dan tidak adanya jaminan pemasaran dan penerapan teknologi belum optimal yang menyebabkan rendahnya produktivitas kacang hijau.

Tidak tercapainya sasaran ubikayu adalah a) sasaran luas tanam tidak tercapai karena beralih ke komoditi perkebunan dan kayu-kayuan, b) penerapan budidaya belum sesuai rekomendasi menyebabkan produksi tidak sesuai potensi hasil, c) adanya serangan OPT Utama pada ubikayu yang terkena seluas 1.369 ha sehingga produksi menurun, d) luas puso ubikayu seluas 12.016 ha sehingga menurunnya produksi, e) lemahnya tataniaga ubikayu menyebabkan posisi tawar petani rendah sehingga menurunkan minat petani untuk menanam ubikayu.

Tercapainya produksi ubijalar melebihi sasaran produksi adalah a) meningkatnya produktivitas ubijalar dikarenakan adanya bantuan alat

pasca panen sehingga memperkecil kehilangan hasil, b) kecilnya serangan OPT sehingga produksi ubijalar dapat mencapai hasil yang optimal, c) peralihan penggunaan varietas unggul nasional dari varietas lokal, d) kondisi iklim/cuaca yang tidak menentu, mengakibatkan petani memilih tanam ubijalar dibanding komoditi padi, jagung dan kedelai yang mempunyai resiko kegagalan tinggi, dan e) harga dan permintaan pasar saat ini menguntungkan.

b. Capaian produksi tahun 2012 jika dibanding dengan tahun sebelumnya

(tahun 2011), hasil yang dicapai untuk kedelai mencapai 92,00%; Kacang Tanah 102,57%; Kacang Hijau 86,69%; Ubikayu 94,32% dan Ubijalar 111,02%. Komoditas yang produksinya tahun 2012 melebihi angka tahun 2011 adalah kacang tanah dan ubijalar.

c. Luas areal pembinaan penerapan budidaya aneka kacang dan umbi

melalui SL-PTT dan pengembangan tahun 2012 antara lain sebagai berikut :

 Realisasi areal pelaksanaan Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman

Terpadu (SL-PTT) Kedelai tercapai seluas 327.396 ha (93,54%) dari sasaran 350.000 ha di 28 provinsi pada 190 kabupaten.

(27)

Masih rendahnya realisasi disebabkan : a) adanya mundur tanam disebabkan keadaan iklim yang tidak mendukung, b) masih banyak pelaksana kegiatan ditingkat yang belum dilaporkan.

Capaian produktivitas SL-PTT kedelai tahun 2012 belum mencapai target, namun meningkat jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 0,58 ku/ha (4,26%), secara rinci dapat dilihat pada Tabel 5.

Tabel 5. Capaian Produktivitas SL-PTT Kedelai Tahun 2012

Target % Sebelumnya % 1 Kedelai 13,63 16,00 14,21 (1,79) (11,19) 0,58 4,26 No SL-PTT Provitas Sebelum

SL (Ku/ha)

Peningkatan Provitas SL 2012 terhadap Target Provitas SL 2012 (ku/ha) Realisasi Provitas SL Th 2012 (ku/ha)

Varietas dominan yang digunakan adalah varietas Willis, Anjasmoro, Gorobogan dan Baluran.

 Realisasi pelaksanaan pengembangan kedelai model seluas 1.994 ha

(95,22%) dari sasaran 2.094 ha di 11 provinsi pada 29 kabupaten. Dari 29 kabupaten pelaksana kegiatan, Kabupaten Indramayu seluas 100 ha tidak melaksanakan dikarenakan kondisi hujan yang tidak bisa diprediksi.

 Realisasi pelaksanaan pengembangan kacang tanah seluas 100 ha

(100%) dari sasaran 100 ha di Provinsi Maluku Utara pada Kabupaten Halmahera Selatan dan Halmahera Tengah masing-masing 50 ha.

 Realisasi pelaksanaan pengembangan ubikayu seluas 360 ha (120%)

dari sasaran 300 ha. Kegiatan ini dilakukan di Provinsi Nusa Tenggara Timur pada 4 Kabupaten (Belu, Timor Tengah Selatan, Manggarai Barat, dan Flores Timur). Realisasi tanam melebihi sasaran, karena adanya selisih harga pembelian bibit yang dimanfaatkan untuk perluasan areal pertanaman.

 Realisasi pelaksanaan pengembangan ubijalar seluas 850 ha (100%)

dari sasaran 850 ha di 2 provinsi (Papua dan Papua Barat) pada 9 kabupaten (Jayawijaya, Merauke, Nabire, Keerom, Sorong, Manokwari, Teluk Bintuni, Teluk Wondama dan Sorong Selatan).

(28)

d. Kegiatan Non SL-PTT kedelai merupakan kegiatan SL-PTT yang benihnya

menggunakan benih Cadangan Benih Nasional (CBN). Realisasi tanam

pelaksanaan kegiatan Non SL-PTT mencapai 29.670 ha, realisasi panen 555 ha dan produksi 900 ton dengan produktivitas 16,21 ku/ha, masih rendahnya realisasi pelaksanaan dikarenakan pendropingan benih terlambat berakibat jadwal pertanaman mundur ke musim tanam

berikutnya. Secara rinci pada Lampiran 11.

3.4 Akuntabilitas Keuangan

Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi Tahun 2012 mendapatkan alokasi dana sebesar Rp. 175.443.480.000,-. Realisasi sampai akhir Desember tahun 2012 sebesar Rp. 163.695.768.770,- (93,30%). Realisasi kegiatan APBN Sektoral (018) TA. 2012 Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi pada lampiran 3.

a. Akuntabilitas keuangan kegiatan pengelolaan produksi tanaman pangan

aneka kacang dan umbi, dengan realisasi anggaran pada kegiatan :

 Realisasi kegiatan SL-PTT kedelai sebesar Rp. 128.666.505.000,-

(93,54%) dari total anggaran sebesar Rp. 137.550.000.000,-

 Realisasi kegiatan ubinan kedelai sebesar Rp. 510.779.000,- (81,08%)

dari total anggaran sebesar Rp. 630.000.000,-

 Realisasi kegiatan pengembangan kedelai model sebesar

Rp.6.506.530.000,- (94,73%) dari total anggaran Rp. 6.868.320.000,-

 Realisasi kegiatan pengembangan kacang tanah sebesar

Rp.292.950.000,- (100%) dari total anggaran Rp. 292.950.000,-

 Realisasi kegiatan pengembangan ubikayu sebesar

Rp.3.064.500.000,- (100%) dari total anggaran Rp. 3.064.500.000,-

 Realisasi kegiatan pengembangan ubijalar sebesar Rp.6.642.750.000,-

(100%) dari total anggaran Rp. 6.642.750.000,-

 Realisasi kegiatan pertemuan koordinasi stakeholder non kedelai

sebesar Rp.2.207.717.000,- (93,95%) dari total anggaran Rp.2.350.000.000,- (terinci pada Lampiran 12)

 Realisasi kegiatan pembinaan, pengawalan, monev komoditas aneka

kacang dan umbi sebesar Rp. 15.804.038.000,- (87,58%) dari total anggaran Rp. 18.044.960.000,-

(29)

b. Akuntabilitas keuangan kegiatan pengelolaan produksi tanaman pangan aneka kacang dan umbi, dengan realisasi anggaran pada program :

 Rancangan Pengembangan Budidaya Aneka Kacang dan Umbi total

anggaran Rp. 388.875.000,- realisasi sebesar Rp. 327.818.200,- (84,30%)

 Pedoman Pelaksanaan Pengembangan Budidaya Aneka Kacang dan

Umbi total anggaran Rp. 130.900.000,- realisasi sebesar Rp. 127.850.000 (97,67%)

 Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) Komoditas

Aneka Kacang dan Umbi total anggaran Rp. 138.180.000.000,-, realisasi sebesar Rp. 129.177.284.200,- (93,48%)

 Pengembangan Budidaya Aneka Kacang dan Umbi total anggaran Rp.

16.868.520.000,- realisasi sebesar Rp. 16.506.730.000,- (97,86%)

 Laporan Pelaksanaan Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu

(SL-PTT)/ Pengembangan Budidaya Aneka Kacang dan Umbi total anggaran Rp. 12.086.827.000,- realisasi sebesar Rp. 10.351.563.220,- (85,64%)

 Laporan Pengelolaan Produksi Aneka Kacang dan Umbi total anggaran

Rp. 6.074.398.000,- realisasi sebesar Rp. 5.608.277.900,- (92,33%)

 Laporan Evaluasi Kegiatan pengembangan Aneka Kacang dan Umbi

total anggaran Rp. 415.960.000,- realisasi sebesar Rp. 409.674.700,- (98,49%)

 Laporan Administrasi Ketatausahaan total anggaran Rp. 386.000.000,-

realisasi sebesar Rp. 321.281.550,- (83,23%)

 Kendaraan Bermotor total anggaran Rp. 39.000.000, realisasi sebesar

Rp. 25.860.000 (66,31%)

 Perangkat Pengolah Data dan Komunikasi total anggaran sebesar

Rp. 467.000.000,- realisasi Rp. 465.265.000,- (99,63%)

 Peralatan dan Fasilitas Perkantoran total anggaran Rp. 406.000.000,

(30)

3.5 Hambatan dan Kendala

Permasalahan dan upaya yang dihadapi oleh Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi dalam melaksanakan kegiatan pembangunan pengelolaan aneka kacang dan umbi antara lain :

Aspek Produksi :

1. Pengalihan sistem kontrak Bantuan Langsung Benih Unggul/BLBU

menyebabkan keterlambatan pengiriman benih untuk SL-PTT sehingga tidak sesuai dengan jadwal tanam.

2. Keterlambatan revisi anggaran untuk realokasi SL-PTT

3. Pelaksanaan SL-PTT mengalami banyak kendala secara teknis maupun

non teknis diantaranya kualitas benih yang dikirim rendah.

4. Adopsi teknologi di tingkat petani belum optimal dikarenakan

keterbatasan modal usaha dan terbatasnya pengetahuan petani sehingga capaian produktivitas tingkat petani masih lebih rendah dari potensi hasilnya.

5. Adanya persaingan dengan komoditi lain yang memberikan nilai insentif

yang lebih tinggi serta adanya alih fungsi ke komoditi lain.

6. Harga penjualan kedelai di tingkat petani belum memberikan insentif

yang berarti bagi petani

7. Kemitraan belum berkembang dan rendahnya penggunaan teknologi

alsintan, sehingga berpengaruh terhadap efisiensi usahatani.

8. Kurangnya sosialisasi dan penyuluhan kepada petani/kelompok tani

mengenai teknologi yang akan diterapkan.

9. Terbatasnya penangkar benih sehingga penggunaan benih unggul

bermutu masih rendah yang mengakibatkan produksi belum mencapai potensi hasil.

10.Pelaporan dari daerah sering terlambat bahkan ada beberapa daerah

yang tidak melaporkan pelaksanaan kegiatan.

Aspek ketatausahaan :

1. Kekurangan jumlah Sumber Daya Manusia/SDM, terutama pada operator

komputer, pengetik, pramu utus dan tenaga kebersihan.

2. Kendaraan operasional sudah tidak layak pakai dan mengalami kerusakan

(31)

3. Diperlukan perbaikan sarana dan prasarana penunjang seperti daya listrik dan air bersih.

3.6 Upaya dan Tindak Lanjut

Upaya pemecahan masalah yang telah dilakukan guna mengurangi resiko yang terjadi, yaitu :

Aspek Produksi :

1. Melakukan koordinasi dengan produsen benih dalam penyediaan benih

yang lebih efisien agar tidak terjadi keterlambatan pengiriman.

2. Pemantapan alokasi Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) agar tidak terjadi

realokasi

3. Memantapkan persiapan pelaksanaan SL-PTT di tingkat kelompok tani,

Dinas Pertanian Kabupaten, Provinsi, Pusat dan stakeholder yang terkait.

4. Meningkatkan peran penyuluh di tingkat petani agar mempercepat adopsi

teknologi.

5. Penetapan harga dasar kedelai di tingkat petani untuk menarik minat

petani menanam kedelai

6. Menjalin dan meningkatkan koordinasi yang lebih serasi, sinergis dan

berkesinambungan dengan instansi terkait termasuk dengan perusahaan industri/perbankan khususnya dalam penyediaan sumber modal usaha tani dan pemasaran hasil.

7. Meningkatkan pembinaan, bimbingan dan monitoring terhadap

upaya-upaya efisiensi usahatani dan peningkatan produktivitas/produksi aneka kacang dan umbi, khususnya pada daerah-daerah sentra produksi dalam upaya peningkatan daya saing.

8. Konsistensi daerah untuk melaporkan pelaksanaan kegiatan secara rutin.

Aspek Ketatausahaan :

1. Penambahan sarana kerja berupa komputer dan meningkatkan kapasitas

komputer sesuai perkembangan teknologi,

2. Penggantian pendingin ruangan (AC) yang tidak layak pakai.

3. Penambahan kendaraan operasional dalam menunjang kelancaran kerja

Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi.

4. Mengoptimalkan pengoperasian mesin diesel

5. Mengoptimalkan pengoperasian mesin fotocopy.

(32)

BAB IV. PENUTUP

Kinerja Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi pada tahun 2012 mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan untuk mendorong peningkatan produktivitas melalui pelaksanaan Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT).

Kriteria ukuran keberhasilan indikator kinerja untuk Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi Tahun 2012 tergolong Berhasil dan Sangat Berhasil. Indikator kinerja kegiatan yang tergolong berhasil yaitu realisasi SL-PTT Kedelai 93,54%; pengembangan kedelai model 95,22%; pengembangan kacang tanah 100% dan pengembangan ubijalar 100%, sedangkan pengembangan ubikayu 120% tergolong sangat berhasil.

Kriteria ukuran keberhasilan peningkatan jumlah produksi aneka kacang dan umbi tahun 2012 tergolong Cukup Berhasil, Berhasil dan Sangat Berhasil. Indikator kinerja peningkatan jumlah produksi aneka kacang dan umbi tahun 2012 yang tergolong cukup berhasil yaitu realisasi produksi kedelai 78,32%; kacang tanah 64,46%; kacang hijau 75,87%. Realisasi produksi ubikayu 90,71% tergolong berhasil sedangkan produksi ubijalar 106% tergolong sangat berhasil.

Realisasi kegiatan APBN Sektoral (018) TA. 2012 Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi mencapai 93,30%. Realisasi Keuangan/DIPA TA. 2012 Satker Pusat 91,80% dan Satker Daerah (dana Tugas Pembantuan/TP dan Dekon) mencapai 93,36%.

Dari hasil evaluasi dan analisis capaian kinerja Direktorat Budidaya Aneka kacang dan Umbi Tahun 2012 yang tergolong berhasil, di tahun mendatang perlu kerja keras guna meningkatkan kinerja dengan program dan strategi yang lebih terfokus.

(33)
(34)

Lampiran 1

STRUKTUR ORGANISASI

(35)

Lampiran 2

1 Direktur 1 - - - 1

2 Subdit Kedelai - 1 7 - 3 - 11

3 Subdit Aneka Kacang - 2 7 1 1 - 11

4 Subdit Ubi Kayu 1 2 4 1 1 - 9

5 Subdit Aneka Umbi - 3 5 - 2 1 11

6 Subbag Tata Usaha - 2 3 3 7 2 17

7 Sekretaris - - - 0

JUMLAH 2 10 26 5 14 3 60

SLTA SLTP /

SD

Penyebaran SDM Berdasarkan Tingkat Pendidikan Tahun 2012

DIREKTORAT BUDIDAYA ANEKA KACANG DAN UMBI

No Unit Kerja

Tingkat Pendidikan

Jumlah

S3 S2 S1 Sarjana

(36)

Ke gi at an / Su b Ke gi at an /U ra ia n Pa gu In di ka to r O ut pu t A ng ga ra n (R p. 0 00 ,-) 17 5. 44 3. 48 0 16 3. 69 5. 76 9 93 ,3 0 1 SL -PT T Ke de la i (1 0 ha /k lp ) 13 7. 55 0. 00 0 12 8. 66 6. 50 5 93 ,5 4 SL -PT T Ke de la i (1 0 ha /k lp ) Ha 35 0. 00 0 32 7. 39 6 93 ,5 4 190 Ka b 2 U bi na n 63 0. 00 0 51 0. 77 9 81 ,0 8 U bi na n Ha 3. 50 0 190 Ka b *) 3 Pe ng em ba ng an Ke de la i M od el 6. 86 8. 32 0 6. 50 6. 53 0 94 ,7 3 Pe ng em ba ng an Ke de la i M od el Ha 2. 09 4 1. 99 4 95 ,2 2 29 Ka b 4 Pe ng em ba ng an Kc . T an ah (M al ut ) 29 2. 95 0 29 2. 95 0 10 0, 00 Pe ng em ba ng an Kc . T an ah (M al uk u U ta ra ) Ha 100 100 10 0, 00 2 Ka b F ul l Pa ke t 5 Pe ng em ba ng an U bi ka yu (N T T ) 3. 06 4. 50 0 3. 06 4. 50 0 10 0, 00 Pe ng em ba ng an U bi ka yu (N T T ) Ha 300 360 12 0, 00 4 Ka b F ul l Pa ke t 6 Pe ng em ba ng an U bi ja la r 6. 64 2. 75 0 6. 64 2. 75 0 10 0, 00 Pe ng em ba ng an U bi ja la r Ha 850 850 10 0, 00 9 Ka b (Pa pu a da n Pa pu a Ba ra t) F ul l Pa ke t 7 Pe rt em ua n Ko ord in as i St ak eh ol de r 2. 35 0. 00 0 2. 20 7. 71 7 93 ,9 5 Pe rt em ua n Ko ord in as i St ea kh ol de r (3 5 ka li) Ka li 35 34 97 ,1 4 25 pro v (N on Ke de la i (2 k al i) 8 Pe m bi na an , Pe ng aw al an , M on ev Ko m od ita s A ka bi 18 .0 44 .9 60 15 .8 04 .0 38 87 ,5 8 Pe m bi na an , Pe ng aw al an , M on ev Ko m od ita s A ka bi Bu la n 12 12 10 0, 00 222 Sa tk er Pro vi ns i d an Ka bu pa te n 11 .3 50 .5 10 9. 65 8. 64 2 85 ,0 9 Pu sa t 6. 69 4. 45 0 6. 14 5. 39 5 91 ,8 0 Ju m la h 17 5. 44 3. 48 0 16 3. 69 5. 76 9 93 ,3 0 A N EK A K A C A N G D A N U M B I U ra ia n Sa tu an T arg et V ol um e % PE N G EL O L A A N PR O D U K SI T A N A M A N PA N G A N No R ea lis as i A ng ga ra n *) In di ka to r O ut pu t R ea lis as i Lo ka si Ke te ra ng an (R p. 0 00 ,-) % La mpira n 3 R E A LI S A S I K E G IA T A N A P B N S E K TORAL ( 0 1 8 ) TA . 2 0 1 2 DIR E K TORAT JE ND E R A L TA NA M A N P A NG A N (P o sis i Lapo ran T an gga l 2 1 Januari 2 0 1 3 ) te ra nga n : Dana P agu Aw al R p.1 75 .7 49 .0 00 .0 00 ; a da re vis i m en ja di R p. 17 5. 44 3.4 50 .0 00 pe ruba ha n pa da sa tk er pusa t da ri R p.7 Milia r m en ja di R p.6 ,6 94 Milia r *) Ke gia ta n ubinan S L-PT T Ke de la i m erupa ka n t an ggu ngj aw ab Se kr et aria t D itj en T an am an P an ga n se su ai re vi si P K

(37)

% S IS A D A N A % 521211 Be la nj a Ba ha n 95 3. 57 4. 00 0 81 8. 43 7. 20 0 85 ,8 3 13 5. 13 6. 80 0 14 ,1 7 521213 H on or y an g T er ka it de ng an O ut pu t Ke gia ta n 14 .7 50 .0 00 14 .7 50 .0 00 10 0, 00 521219 Be la nj a Ba ra ng N on O pe ra sio na l L ain ny a 86 4. 18 0. 00 0 72 6. 79 7. 00 0 84 ,1 0 13 7. 38 3. 00 0 15 ,9 0 522141 Be la nj a S ew a 59 .2 00 .0 00 57 .4 75 .0 00 97 ,0 9 1. 72 5. 00 0 2, 91 522151 40 .8 00 .0 00 40 .0 50 .0 00 98 ,1 6 75 0. 00 0 1, 84 524119 Be la nj a Pe rj ala na n La in ny a (D N ) 3. 87 2. 94 6. 00 0 3. 64 5. 53 1. 98 7 94 ,1 3 22 7. 41 4. 01 3 5, 87 532111 Be la nj a M od al Pe ra la ta n da n M es in 83 9. 00 0. 00 0 79 8. 36 9. 00 0 95 ,1 6 40 .6 31 .0 00 4, 84 532111 Be la nj a M od al La in ny a 50 .0 00 .0 00 43 .9 85 .0 00 87 ,9 7 6. 01 5. 00 0 12 ,0 3 6. 69 4. 45 0. 00 0 6. 14 5. 39 5. 18 7 91 ,8 0 54 9. 05 4. 81 3 8, 20 Be la nj a Ja sa L ain ny a Ju m la h T ot al A ng ga ra n N O K O D E K EG IA TA N / S U B K EG IA TA N J EN IS B EL A N JA / R IN C IA N B EL A N JA J U M LA H D A N A (R P ) R EA LI S A S I (R P ) La mpi ra n 3 – a R E K A P ITUL A S I K E G IA T A N T A H UN 2 0 1 2 DIR E K TORAT B UD IDAYA A NE K A K A C A NG DAN UMBI P er : 1 1 Januari 2 0 1 3

(38)

P a gu R e a li sa si % (1 ) (2 ) (3 ) (4 ) (5 ) (6 ) (7 ) (8 ) (9 ) R an ca ng an P en ge m ba ng an B ud id ay a A ne ka k ac an g da n U m bi 38 8. 87 5. 00 0 32 7. 81 8. 20 0 84 ,3 0 - S L-P TT K ed el ai 35 0. 00 0 ha 32 7. 39 6 ha 93 ,5 4 P ed om an P el ak sa na an P en ge m ba ng an b ud id ay a an ek a ka ca ng d an u m bi 13 0. 90 0. 00 0 12 7. 85 0. 00 0 97 ,6 7 - P en ge m ba ng an K ed el ai M od el 2. 09 4 ha 1. 99 4 ha 95 ,2 2 S LP TT K om od ita s an ek a ka ca ng d an u m bi 13 8. 18 0. 00 0. 00 0 12 9. 17 7. 28 4. 20 0 93 ,4 8 - P en ge m ba ng an K ac an g Ta na h 100 ha 100 ha 10 0, 00 P en ge m ba ng an b ud id ay a an ek a ka ca ng d an u m bi 16 .8 68 .5 20 .0 00 16 .5 06 .7 30 .0 00 97 ,8 6 - P en ge m ba ng an U bi ka yu 300 ha 360 ha 12 0, 00 12 .0 86 .8 27 .0 00 10 .3 51 .5 63 .2 20 85 ,6 4 - P en ge m ba ng an U bi ja la r 850 ha 850 ha 10 0, 00 La po ra n P en ge lo la an P ro du ks i a ne ka k ac an g da n um bi 6. 07 4. 39 8. 00 0 5. 60 8. 27 7. 90 0 92 ,3 3 La po ra n ev al ua si k eg ia ta n pe ng em ba ng an a ne ka 41 5. 96 0. 00 0 40 9. 67 4. 70 0 98 ,4 9 La po ra n ad m in is tr as i k et at au sa ha an 38 6. 00 0. 00 0 32 1. 28 1. 55 0 83 ,2 3 K en da ra an b er m ot or 39 .0 00 .0 00 25 .8 60 .0 00 66 ,3 1 P er an gk at P en go la h D at a D an K om un ik as i 46 7. 00 0. 00 0 46 5. 26 5. 00 0 99 ,6 3 P er al at an D an Fa si lit as P er ka nt or an 40 6. 00 0. 00 0 37 4. 16 4. 00 0 92 ,1 6 To ta l 17 5. 44 3. 48 0. 00 0 16 3. 69 5. 76 8. 77 0 93 ,3 0 M en do ro ng p en in gk at an pr od uk tiv ita s m el al ui pe la ks an aa n S ek ol ah L ap an ga n (S L) - Lu as a re al p em bi na an p en er ap an b ud id ay a ta na m an a ne ka k ac an g da n um bi m el al ui S L-P TT da n pe ng em ba ng an La po ra n pe la ks an aa n S LP TT / P en ge m ba ng an bu di da ya a ne ka k ac an g da n um bi S a sa ra n S tr a te gi s Ind ik a tor K ine rj a Ta rge t R e a li sa si % P rog ra m A ng ga ra n La mpira n 3 – b P E NG U K UR A N K INE R JA DIR E K TORAT B UD IDAYA A NE K A K A C A NG DAN UMBI TA H UN 2 0 1 2

(39)
(40)
(41)
(42)
(43)
(44)
(45)

No U ra ia n A T A P 2 0 1 1 Sa s a ra n 2012 A R A M I I 2012 % C a pa ia n Th d A TA P % C a pa ia n Thd S a sa ra n (1 ) (2 ) (3 ) (4 ) (5 ) A b s o lu t % * A b s o lu t % 1. a. L u a s Pa n e n (H a ) 6 2 2 .2 5 4 7 1 8 .2 0 0 5 7 0 .4 9 5 (5 1 .7 5 9 ) (8 ,3 2 ) 9 1 ,6 8 (1 4 7 .7 0 5 ) (2 0 ,5 7 ) 7 9 ,4 3 b. Pr o d u k ti v ita s (K u /H a ) 1 3 ,6 8 1 3 ,9 2 1 3 ,7 3 0 ,0 5 0 ,3 4 1 0 0 ,3 4 (0 ,1 9 ) (1 ,3 8 ) 9 8 ,6 2 c. Pr o d u k s i (T o n B K ) 8 5 1 .2 8 6 1 .0 0 0 .0 0 0 7 8 3 .1 5 8 (6 8 .1 2 8 ) (8 ,0 0 ) 9 2 ,0 0 (2 1 6 .8 4 2 ) (2 1 ,6 8 ) 7 8 ,3 2 2. a. L u a s Pa n e n (H a ) 5 3 9 .4 5 9 7 8 5 .7 0 0 5 6 1 .9 6 0 2 2 .5 0 1 4 ,1 7 1 0 4 ,1 7 (2 2 3 .7 4 0 ) (2 8 ,4 8 ) 7 1 ,5 2 b. Pr o d u k ti v ita s (K u /H a ) 1 2 ,8 1 1 4 ,0 0 1 2 ,6 2 (0 ,1 9 ) (1 ,4 8 ) 9 8 ,5 2 (1 ,3 8 ) (9 ,8 6 ) 9 0 ,1 4 c. Pr o d u k s i (T o n B K ) 6 9 1 .2 8 9 1 .1 0 0 .0 0 0 7 0 9 .0 6 3 1 7 .7 7 4 2 ,5 7 1 0 2 ,5 7 (3 9 0 .9 3 7 ) (3 5 ,5 4 ) 6 4 ,4 6 3. a. L u a s Pa n e n (H a ) 2 9 7 .3 1 4 3 2 5 .5 0 0 2 5 4 .1 0 1 (4 3 .2 1 3 ) (1 4 ,5 3 ) 8 5 ,4 7 (7 1 .3 9 9 ) (2 1 ,9 4 ) 7 8 ,0 6 b. Pr o d u k ti v ita s (K u /H a ) 1 1 ,4 8 1 1 ,9 8 1 1 ,6 5 0 ,1 7 1 ,4 8 1 0 1 ,4 8 (0 ,3 3 ) (2 ,7 5 ) 9 7 ,2 5 c. Pr o d u k s i (T o n B K ) 3 4 1 .3 4 2 3 9 0 .0 0 0 2 9 5 .9 0 4 (4 5 .4 3 8 ) (1 3 ,3 1 ) 8 6 ,6 9 (9 4 .0 9 6 ) (2 4 ,1 3 ) 7 5 ,8 7 4. a. L u a s Pa n e n (H a ) 1 .1 8 4 .6 9 6 1 .2 3 5 .7 8 8 1 .1 1 6 .8 0 2 (6 7 .8 9 4 ) (5 ,7 3 ) 9 4 ,2 7 (1 1 8 .9 8 6 ) (9 ,6 3 ) 9 0 ,3 7 b. Pr o d u k ti v ita s (K u /H a ) 2 0 2 ,9 6 2 0 2 ,3 0 2 0 3 ,0 6 0 ,1 0 0 ,0 5 1 0 0 ,0 5 0 ,7 6 0 ,3 8 1 0 0 ,3 8 c. Pr o d u k s i (T o n U B ) 2 4 .0 4 4 .0 2 5 2 5 .0 0 0 .0 0 0 2 2 .6 7 7 .8 6 6 (1 .3 6 6 .1 5 9 ) (5 ,6 8 ) 9 4 ,3 2 (2 .3 2 2 .1 3 4 ) (9 ,2 9 ) 9 0 ,7 1 5. a. L u a s Pa n e n (H a ) 1 7 8 .1 2 1 1 8 6 .3 0 0 1 8 0 .5 8 5 2 .4 6 4 1 ,3 8 1 0 1 ,3 8 (5 .7 1 5 ) (3 ,0 7 ) 9 6 ,9 3 b. Pr o d u k ti v ita s (K u /H a ) 1 2 3 ,2 9 1 2 3 ,6 5 1 3 5 ,0 1 1 1 ,7 2 9 ,5 1 1 0 9 ,5 1 1 1 ,3 6 9 ,1 9 1 0 9 ,1 9 c. Pr o d u k s i (T o n U B ) 2 .1 9 6 .0 3 3 2 .3 0 0 .0 0 0 2 .4 3 8 .0 7 6 2 4 2 .0 4 3 1 1 ,0 2 1 1 1 ,0 2 1 3 8 .0 7 6 6 ,0 0 1 0 6 ,0 0 La mp ir an 5 C ap ai an Lu as P an e n , P ro d u kt ivi ta s d an P ro d u ks i A n e ka K aca n g d an U m b i T ah u n 2 0 1 2 Pe n in g k a ta n (5 ) : (3 ) Pe n c a p a ia n (5 ) : (4 ) K e d e la i K a c a n g T a n a h K a c a n g H ij a u U b ik a yu U b ij a la r La mpira n 5 C apa ian Luas P anen , P ro duktivita s dan P ro duks i A n eka K ac ang dan Um bi Tahu n 20 1 2

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :