• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

ept

No. 101/05/6172/Th. XI, 2 Mei 2017

P

ERKEMBANGAN

I

NDEKS

H

ARGA

K

ONSUMEN

/I

NFLASI

KOTA SINGKAWANG BULAN APRIL 2017 SEBESAR 0,23 PERSEN

Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan salah satu indikator ekonomi yang sering digunakan untuk mengukur tingkat perubahan harga (deflasi/inflasi) di tingkat konsumen, khususnya di daerah perkotaan. Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket komoditas yang dikonsumsi oleh rumah tangga. Di Indonesia, tingkat inflasi diukur dari persentase perubahan IHK dan diumumkan ke publik setiap awal bulan (hari kerja pertama) oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Mulai April 2014, pengukuran inflasi di Indonesia menggunakan IHK tahun dasar 2012=100. Ada beberapa perubahan yang mendasar dalam penghitungan IHK baru (2012=100) dibandingkan IHK lama (2007=100), khususnya mengenai cakupan kota, paket komoditas, dan diagram timbang. Perubahan tersebut didasarkan pada Survei Biaya Hidup (SBH) 2012 yang

BPS KOTA SINGKAWANG

Pada bulan April 2017 terjadi inflasi sebesar 0,23 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 128,13. Dua kota di Provinsi Kalimantan Barat, yaitu Kota Pontianak dan Kota Singkawang sama-sama mengalami inflasi. Di bulan April ini, Kota Pontianak mengalami inflasi sebesar 0,28 persen dengan IHK sebesar 137,77.

Inflasi bulan ini terjadi karena kenaikan indeks pada 2 (dua) jenis kelompok pengeluaran dan penurunan indeks pada 5 (lima) jenis kelompok pengeluaran. Kelompok yang mengalami kenaikan indeks adalah kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 1,56 persen; dan kelompok sandang sebesar 0,03 persen. Kelompok yang mengalami penurunan indeks adalah kelompok bahan makanan sebesar 0,49 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,01 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,15 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,02 persen; dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,26 persen.

Laju inflasi tahun kalender April 2017 sebesar 2,06 persen.

Inflasi ”Year on Year” (April 2017 terhadap April 2016) Kota Singkawang sebesar 4,46 persen.

Dari 82 kota Se-Indonesia, inflasi Kota Singkawang menempati rangking ke-33.

(2)

Berita Resmi Statistik Kota Singkawang No. 101/05/6172/Th. XI, 2 Mei 2017 2

dilaksanakan oleh BPS, yang merupakan salah satu bahan dasar utama dalam penghitungan IHK. Hasil SBH 2012 sekaligus mencerminkan adanya perubahan pola konsumsi masyarakat dibandingkan dengan hasil SBH sebelumnya.

SBH 2012 dilaksanakan di 82 kota, yang terdiri dari 33 ibukota provinsi dan 49 kota besar lainnya. Dari 82 kota tersebut, 66 kota merupakan cakupan kota SBH lama dan 16 merupakan kota baru. Survei ini hanya dilakukan di daerah perkotaan (urban area) dengan total sampel seIndonesia sebanyak 13.608 Blok Sensus dan total sampel rumahtangga sebanyak 136.080. SBH 2012 dilaksanakan secara triwulanan selama tahun 2012 sehingga setiap triwulan terdapat 34.020 sampel rumahtangga.

Dari tujuh kelompok pengeluaran yang tercakup dalam IHK Kota Singkawang, terjadi kenaikan indeks pada 2 (dua) jenis kelompok pengeluaran dan penurunan indeks pada 5 (lima) jenis kelompok pengeluaran. Kelompok yang mengalami kenaikan indeks adalah kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 1,56 persen; dan kelompok sandang sebesar 0,03 persen. Kelompok yang mengalami penurunan indeks adalah kelompok bahan makanan sebesar 0,49 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,01 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,15 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,02 persen; dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,26 persen.

Kenaikan harga beberapa komoditi yang memberikan sumbangan inflasi Kota Singkawang antara lain tarif listrik, udang basah, daging ayam ras, jam dinding, bawang putih, cumi-cumi, tarif pulsa ponsel, besi beton, bedak, ayam hidup, kerisi, garam, mie kering instan, teri, seng, pir, bensin, paku, biscuit, lobak, semangka, keramik, terong panjang, piring, pengharum/pelembut cucian, udang kering (ebi), alas bedak, kacang hijau, pembersih lantai, pembasmi nyamuk spray, dan lain-lain.

Kelompok komoditas yang memberikan andil/sumbangan inflasi pada April 2017 di Kota Singkawang, yaitu kelompok bahan makanan sebesar -0,1290 persen; kelompok makanan jadi, minuman dan tembakau sebesar -0,0011 persen; kelompok perumahan, listrik, air, gas, dan bahan bakar sebesar 0,4090 persen; kelompok sandang sebesar 0,0015 persen; kelompok kesehatan sebesar -0,0084 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar -0,0014 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar -0,0367 persen.

(3)

Tabel 1

Laju Inflasi Kota Singkawang Bulan April 2017, Tahun Kalender 2017 dan Inflasi Tahun ke Tahun Menurut Kelompok Pengeluaran

(Tahun Dasar 2012 = 100) (persen)

Kelompok Pengeluaran IHK Maret 2017 IHK April 2017 Inflasi April 2017*) Laju Inflasi Tahun Kalender 2017**) Inflasi Tahun ke Tahun ***) (1) (2) (3) (4) (5) (6) U M U M / T O T A L 127,83 128,13 0,23 2,06 4,46 1 Bahan Makanan 131,41 130,77 -0,49 0,99 0,51 2 Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau

127,49 127,48 -0,01 0,94 4,21

3 Perumahan, Air, Listrik,

Gas,dan Bahan Bakar 129,86 131,89 1,56 5,29 7,86 4 Sandang 114,81 114,84 0,03 0,79 2,23 5 Kesehatan 131,98 131,78 -0,15 0,80 9,68 6 Pendidikan, Rekreasi,

dan Olah Raga 130,11 130,08 -0,02 -0,10 4,70 7 Transpor, Komunikasi,

dan Jasa Keuangan 121,43 121,12 -0,26 1,41 4,98 Keterangan:

*) Persentase perubahan IHK bulan April 2017 terhadap IHK bulan sebelumnya. **) Persentase perubahan IHK bulan April 2017 terhadap IHK bulan Desember 2016. ***) Persentase perubahan IHK April 2017 terhadap IHK April 2016.

Tabel 2

Andil Kelompok Pengeluaran terhadap Inflasi Kota Singkawang Bulan April 2017 (persen)

Kelompok Pengeluaran Andil Inflasi

(1) (2)

U M U M / T O T A L 0,2339

1 Bahan Makanan -0,1290

2 Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau

-0,0011 3 Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar

0,4090 4 Sandang

0,0015 5 Kesehatan

-0,0084 6 Pendidikan, Rekreasi, dan Olah Raga

-0,0014 7 Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan

(4)

Berita Resmi Statistik Kota Singkawang No. 101/05/6172/Th. XI, 2 Mei 2017 4 persen 1,65 1,65 1,65 -0,1290 0,4090 0,0015 -0,0084 -0,0014 -0,0367 -0,0011 (0,20) (0,10) 0,00 0,10 0,20 0,30 0,40 0,50 Bhn. M ak Mak. J adi Perum ahan Sanda ng Keseh atan Pendid ikan Transp or Sumbangan Inflasi -0,19 0,77 0,78 -0,75 -0,40 0,05 0,83 1,76 0,19 0,23 0,64 -0,13 0,41 -1 -0,75 -0,5 -0,25 0 0,25 0,5 0,75 1 1,25 1,5 1,75 2 2,25 2,5 Apr'1 6

Mei'16 Jun'16 Jul'16 Ags'1 6 Sep'16 Okt'1 6 Nov'1 6 Des'1 6 Jan'17 Feb'17 Mar'17 Apr'1 7

Inflasi

Gambar 1

Sumbangan Inflasi Kelompok Pengeluaran Kota Singkawang Bulan April 2017

Gambar 2.

Perkembangan Inflasi Kota Singkawang Bulan April 2016 sampai dengan Bulan April 2017

persen

kelompok

bulan persen

(5)

URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN 1. Bahan Makanan

IHK kelompok bahan makanan pada bulan April 2017 mengalami penurunan sebesar 0,49 persen disebabkan oleh beberapa komoditi seperti cabai rawit, cabai hijau, kacang panjang, jeruk, pisang, kol putih/kubis, wortel, sawi putuh, anggur, cabai merah, oyong/gambas, buncis, bawang merah, kepiting/rajungan, telur ayam ras, dan lain-lain.

Dari sebelas sub kelompok bahan makanan, 4 (empat) mengalami kenaikan indeks, 6 (enam) mengalami penurunan indeks, dan 1 (satu) cenderung tidak mengalami perubahan. Dari 4 (empat) sub kelompok yang mengalami penurunan indeks, penurunan paling besar terjadi pada sub kelompok bumbu-bumbuan, yaitu sebesar 11,71 persen.

Kelompok bahan makanan ini memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,1290 persen. Sumbangan deflasi komoditi pada kelompok ini antara lain cabai rawit sebesar 0,1976 persen; jeruk sebesar 0,0982 persen; sawi hijau sebesar 0,038 persen; kacang panjang sebesar 0,0353 persen; telur ayam ras sebesar 0,0351 persen; dan lain-lain.

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau

Kelompok ini mengalami penurunan indeks sebesar 0,01 persen yang disebabkan oleh penurunan indeks pada sub kelompok minuman tidak beralkohol. Sub kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks terbesar adalah sub kelompok makanan jadi sebesar 0,03 persen.

Kelompok ini memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,0011 persen. Komoditi yang memberikan sumbangan deflasi pada kelompok ini, antara lain gula pasir sebesar 0,0033 persen.

3. Perumahan, Air, Gas,dan Bahan Bakar

Kelompok ini pada bulan Februari 2017 mengalami kenaikan indeks sebesar 1,56 persen yang disebabkan adanya kenaikan indeks pada 4 (empat) sub kelompok pengeluaran dan penurunan indeks pada 1 (satu) sub kelompok pengeluaran. Sub kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks terbesar adalah sub kelompok bahan bakar, penerangan, dan air sebesar 4,62 persen.

Kelompok ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,4090 persen. Komoditi pada kelompok ini yang memberikan sumbangan inflasi, antara lain tarif listrik sebesar 0,3317 persen; jam dinding sebesar 0,0738 persen; besi beton sebesar 0,0146 persen; dan lain-lain.

(6)

Berita Resmi Statistik Kota Singkawang No. 101/05/6172/Th. XI, 2 Mei 2017 6

4. Sandang

Indeks Harga Konsumen pada kelompok sandang mengalami kenaikan indeks sebesar 0,03 persen. Kenaikan indeks terjadi pada 3 (tiga) sub kelompok yaitu sub kelompok sandang laki-laki, sandang wanita dan barang pribadi dan sandang lain. Sementara itu, sub kelompok sandang anak-anak mengalami penurunan indeks.

Kelompok ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0015 persen. Komoditi yang memberikan sumbangan inflasi pada kelompok ini antara lain kerudung/jilbab sebesar 0,0009 persen; seragam sekolah sebesar 0,0008 persen; dan lain-lain.

5. Kesehatan

Kelompok ini mengalami penurunan indeks sebesar 0,15 persen dari bulan sebelumnya. Penurunan indeks terjadi pada 2 (dua) sub kelompok pengeluaran dan 2 (dua) sub kelompok pengeluaran mengalami kenaikan indeks. Penurunan indeks terbesar terjadi pada sub kelompok perawatan jasmani dan kosmetik sebesar 0,34 persen.

Kelompok ini memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,0084 persen. Komoditi yang memberikan sumbangan deflasi, antara lain yaitu parfum sebesar 0,009 persen; shampoo sebesar 0,0073 persen; vitamin sebesar 0,0031 persen; dan lain-lain.

6. Pendidikan, Rekreasi,dan Olah Raga

Kelompok ini pada bulan April 2017 mengalami penurunan indeks sebesar 0,02 persen. Terdapat 1 (satu) sub kelompok yang mengalami kenaikan indeks, 1 (satu) sub kelompok mengalami penurunan indeks dan 3 (tiga) sub kelompok yang cenderung tidak mengalami perubahan. Sub kelompok yang mengalami penurunan indeks adalah sub kelompok perlengkapan/peralatan pendidikan dan rekreasi.

Kelompok ini memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,0014 persen. Komoditi yang memberikan sumbangan deflasi adalah laptop sebesar 0,0016 persen.

7. Transpor , Komunikasi, dan Jasa Keuangan

Kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan pada bulan April 2017 mengalami penurunan indeks sebesar 0,26 persen dari bulan sebelumnya. Terjadi kenaikan indeks pada 2 (dua) sub kelompok pengeluaran; 1 (satu) sub kelompok mengalami penurunan indeks dan 1 (satu) sub kelompok cenderung tidak mengalami pengeluaran.

Kelompok ini memberikan sumbangan deflasi sebesar -0,0367 persen. Komoditi yang memberikan sumbangan deflasi antara lain angkutan udara sebesar 0,0600 persen.

(7)

INFLASI TAHUNAN

Laju inflasi tahun kalender (April) 2017 sebesar 2,06 persen. Besarnya laju inflasi ”year on year” untuk April 2017 terhadap April 2016 sebesar 4,46 persen.

Tabel 3

Inflasi Bulanan, Tahun kalender, Year on Year, Tahun 2015 – 2017 (persen)

Inflasi 2015 2016 2017

1. April 0,08 -0,19 0,23

2. April (tahun kalender) 1,34 0,23 2,06

3. April terhadap April (year on year) (tahun n) (tahun n-1) 8,25 2,86 4,46 Gambar 3

Perbandingan Inflasi Tahun Kalender (April) 2015–2017

Gambar 4

Perbandingan Inflasi Year On Year, 2015–2017

PERBANDINGAN INFLASI ANTAR KOTA

1,34 0,23 2,06 0,00 0,50 1,00 1,50 2,00 2015 2016 2017 persen April 8,25 2,86 4,46 0,00 1,00 2,00 3,00 4,00 5,00 6,00 7,00 8,00 9,00 10,00 2015 2016 2017 persen April

(8)

Berita Resmi Statistik Kota Singkawang No. 101/05/6172/Th. XI, 2 Mei 2017 8 0,93 0,33 0,23 0,28 -0,08 0,21 0,27 0,29 0,12 -0,2 -0,1 0 0,1 0,2 0,3 0,4 0,5 0,6 0,7 0,8 0,9 1 PONT IANA K SAM ARIN DA TARA KAN SING KAW ANG BALIK PAPA N SAM PIT PALA NGKA RAYA BANJ ARM ASIN TANJ UNG PAND AN PERBANDINGAN INFLASI ANTAR KOTA

Pada April 2017, dari 82 kota IHK, 53 kota mengalami inflasi dan 29 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Pangkal Pinang sebesar 1,02 dengan IHK sebesar 136,08 dan inflasi terendah terjadi di Kota Cilacap sebesar 0,01 dengan IHK sebesar 130,60. Deflasi tertinggi terjadi di Kota Singaraja sebesar 1,08 dengan IHK sebesar 136,83 dan deflasi terendah terjadi di Kota DKI Jakarta sebesar 0,02 dengan IHK sebesar 127,97.

PERBANDINGAN INFLASI ANTAR KOTA DI PULAU KALIMANTAN

Pada Februari 2017, dari 8 (delapan) kota IHK di pulau Kalimantan, tercatat bahwa 7 (tujuh) kota mengalami inflasi dan 1 (satu) kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Banjarmasin sebesar 0,33 persen dengan IHK sebesar 128,16 dan inflasi terendah (deflasi) terjadi di Kota Balikpapan, yaitu sebesar 0,08 persen dengan IHK sebesar 132,51. Sebagai pembanding, kota terdekat dengan Pulau Kalimantan yaitu Kota Tanjung Pandan juga mengalami inflasi sebesar 0,93 persen dengan IHK sebesar 153,36.

Gambar 5.

Perbandingan Inflasi Antar Kota di Pulau Kalimantan Bulan April 2017

persen

(9)

Tabel 4.

Indeks Harga Konsumen Kota Singkawang April 2017, Perubahannya serta Sumbangan Inflasi ( 2012 = 100)

Kelompok/Sub Kelompok

Indeks Maret

Indeks

April Perubahannya Sumbangan

2017 2017 (%) Inflasi

(1) (3) (3) (4) (5)

UMUM 127,83 128,13 0,23 0,2339

1. BAHAN MAKANAN 131,41 130,77 -0,49 -0,1290

A. Padi-padian, Umbi-umbian, dan Hasilnya 127,31 127,02 -0,23 -0,0129 b. Daging dan Hasil-hasilnya 102,91 106,22 3,22 0,0852 c. Ikan Segar 150,38 157,88 4,99 0,3110 d. Ikan Diawetkan 130,50 131,58 0,83 0,0062 e. Telur, Susu, dan Hasil-hasilnya 116,86 115,4 -1,25 -0,0350 f. Sayur-sayuran 142,99 135,41 -5,30 -0,1434 g. Kacang-kacangan 112,83 113,05 0,19 0,0013 h. Buah-buahan 156,99 145,81 -7,12 -0,1461 i. Bumbu-bumbuan 156,58 138,24 -11,71 -0,1919 j. Lemak dan Minyak 106,41 106,04 -0,35 -0,0034 k. Bahan Makanan Lainnya 142,19 142,19 0,00 0,0000

2. MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK, DAN TEMBAKAU 127,49 127,48 -0,01 -0,0011

a. Makanan Jadi 119,75 119,78 0,03 0,0022 b. Minuman Tidak Beralkohol 118,54 118,4 -0,12 -0,0033 c. Tembakau dan Minuman Beralkohol 145,43 145,43 0,00 0,0000

3. PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS, DAN BAHAN BAKAR 129,86 131,89 1,56 0,4090

a. Biaya Tempat Tinggal 123,92 123,96 0,03 0,0049 b. Bahan Bakar, Penerangan, dan Air 148,42 155,27 4,62 0,3320 c. Perlengkapan Rumahtangga 125,52 129,5 3,17 0,0760 d. Penyelenggaraan Rumahtangga 122,97 122,77 -0,16 -0,0039 4. SANDANG 114,81 114,84 0,03 0,0015 a. Sandang Laki-Laki 120,49 120,54 0,04 0,0008 b. Sandang Wanita 117,91 117,94 0,03 0,0003 c. Sandang Anak-Anak 106,48 106,45 -0,03 -0,0005 d. Barang Pribadi dan Sandang Lain 111,45 111,58 0,12 0,0009

5. KESEHATAN 131,98 131,78 -0,15 -0,0084

a. Jasa Kesehatan 125,43 125,43 0,00 0,0000 b. Obat-obatan 133,26 133,03 -0,17 -0,0017 c. Jasa Perawatan Jasmani 142,85 142,85 0,00 0,0000 d. Perawatan Jasmani dan Kosmetik 138,26 137,79 -0,34 -0,0067

6. PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAHRAGA 130,11 130,08 -0,02 -0,0014

a. Jasa Pendidikan 141,19 141,19 0,00 0,0000 b. Kursus-kursus/Pelatihan 112,97 112,97 0,00 0,0000 c. Perlengkapan/Peralatan Pendidikan 108,91 108,67 -0,22 -0,0016 d. Rekreasi 120,12 120,14 0,02 0,0002 e. Olahraga 123,97 123,97 0,00 0,0000

7. TRANSPOR, KOMUNIKASI DAN JASA KEUANGAN 121,43 121,12 -0,26 -0,0367

a. Transpor 127,62 126,8 -0,64 -0,0573 b. Komunikasi dan Pengiriman 109,15 109,79 0,59 0,0197 c. Sarana dan Penunjang Transpor 119,07 119,14 0,06 0,0009 d. Jasa Keuangan 113,37 113,37 0,00 0,0000

(10)

Berita Resmi Statistik Kota Singkawang No. 101/05/6172/Th. XI, 2 Mei 2017 10

Tabel 5.

Indeks Harga Konsumen dan Inflasi 82 Kota Bulan April 2017 (Tahun 2012 = 100)

No Kota Indeks Februari 2017 Inflasi Februari 2017 No Kota Indeks Februari 2017 Inflasi Februari 2017 (1) (2) (3) (4) (1) (2) (3) (4)

1 PANGKAL PINANG 136,08 1,02 23 KUPANG 129,57 0,29 2 TANJUNG PANDAN 135,36 0,93 24 SAMARINDA 131,06 0,29 3 JAYAPURA 129,97 0,73 25 PEKANBARU 129,89 0,28 4 BULUKUMBA 133,18 0,63 26 YOGYAKARTA 125,46 0,28 5 JAMBI 126,88 0,59 27 JEMBER 124,78 0,28 6 WATAMPONE 123,52 0,58 28 PONTIANAK 137,77 0,28 7 TASIKMALAYA 126,42 0,55 29 TARAKAN 138,51 0,27 8 BATAM 127,47 0,48 30 SIBOLGA 130,91 0,25 9 BANYUWANGI 124,08 0,48 31 CILEGON 133,77 0,25 10 PALU 130,06 0,46 32 SURABAYA 128,40 0,23 11 MADIUN 125,94 0,45 33 SINGKAWANG 128,13 0,23 12 PROBOLINGGO 124,85 0,44 34 DEPOK 126,47 0,22 13 SERANG 135,67 0,41 35 SEMARANG 126,63 0,22 14 CIREBON 123,04 0,40 36 PALOPO 125,83 0,22 15 BIMA 129,71 0,39 37 PADANGSIDIMPUAN 126,34 0,21 16 KEDIRI 124,88 0,38 38 PALANGKARAYA 125,49 0,21 17 SUKABUMI 127,34 0,37 39 LUBUKLINGGAU 125,39 0,20 18 BUNGO 126,69 0,36 40 TEGAL 124,18 0,19 19 TERNATE 131,19 0,36 41 TUAL 143,06 0,16 20 MALANG 128,83 0,35 42 SUMENEP 124,62 0,14 21 BANJARMASIN 128,16 0,33 43 SURAKARTA 124,39 0,12 22 MAKASSAR 129,12 0,33 44 SAMPIT 129,83 0,12

(11)

11 Berita Resmi Statistik Kota Singkawang No. 101/05/6172/Th. XI, 2 Mei 2017

Tabel 5 (Lanjutan).

Indeks Harga Konsumen dan Inflasi 82 Kota Bulan April 2017 (Tahun 2012 = 100)

No Kota Indeks Februari 2017 Inflasi Februari 2017 No Kota Indeks Februari 2017 Inflasi Februari 2017 (1) (2) (3) (4) (1) (2) (3) (4) 45 BANDUNG 126,48 0,10 67 BUKITTINGGI 126,08 -0,18 46 BEKASI 124,65 0,08 68 DUMAI 130,57 -0,21 47 BOGOR 128,41 0,07 69 BANDAR LAMPUNG 128,78 -0,21 48 DENPASAR 125,44 0,07 70 TANJUNG PINANG 126,83 -0,26 49 MAMUJU 127,31 0,06 71 SORONG 128,26 -0,26 50 KUDUS 134,22 0,05 72 MANOKWARI 121,47 -0,29 51 PARE-PARE 122,90 0,05 73 BENGKULU 136,55 -0,30 52 TEMBILAHAN 131,29 0,02 74 PADANG 133,62 -0,31 53 CILACAP 130,60 0,01 75 MERAUKE 135,10 -0,42 54 DKI JAKARTA 127,97 -0,02 76 MEULABOH 127,29 -0,52 55 MANADO 128,77 -0,02 77 MEDAN 131,63 -0,53 56 PURWOKERTO 125,17 -0,04 78 TANJUNG 128,29 -0,65 57 TANGERANG 135,03 -0,04 79 BAU-BAU 128,42 -0,67 58 MATARAM 125,81 -0,06 80 LHOKSEUMAWE 121,70 -0,68 59 PALEMBANG 125,51 -0,08 81 AMBON 125,71 -0,76 60 BALIKPAPAN 132,51 -0,08 82 SINGARAJA 136,83 -1,08 61 BANDA ACEH 120,20 -0,10 62 GORONTALO 123,64 -0,12 63 KENDARI 122,90 -0,13 64 PEMATANG SIANTAR 132,81 -0,17 65 METRO 134,78 -0,17 66 MAUMERE 121,80 -0,17

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dari penelitian yang dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, susu kacang tanah, susu kacang hijau dan susu kacang kedelai dapat digunakan sebagai bahan baku dalam fermentasi kefir; kadar asam

Ya Allah Bapa di dalam Yesus Kristus, Tuhan kami, yang telah lahir di Betlehem.. Kami puji namaMu yang kudus, karena Engkau telah melawat

Saya memandang bahwa naskah skripsi tersebut sudah dapat diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Walisongo untuk diujikan dalam

Penyusunan laporan ini selain untuk menginformasikan mengenai proses dan hasil pencapaian tujuan serta sasaran, jua menjelaskan tingkat keberhasilan atau kegagalan

[r]

Metode muhawarah adalah metode yang melakukan kegiatan bercakap-cakap dengan menggunakan bahasa Arab yang diwajibkan pesantren kepada para santri selama mereka tinggal di

1) Modernisasi pesantren bagi Abdurrahman Wahid adalah proses dinamisasi: penggalakan nilai-nilai hidup positif tradisi-tradisi pesantren dan penggunaan nilai-nilai baru