PERTEMUAN I
-
PENGERTIAN
- DIGITAL VS ANALOG
- KOMUNIKASI DATA SERIAL - KOMUNIKASI DATA PARALEL
Pengertian
Komunikasi Data:
Penggabungan antara dunia komunikasi dan
komputer,
Komunikasi umum antar manusia (baik dengan
bantuan alat maupun langsung)
Komunikasi data antar komputer atau perangkat
Pengertian
Komunikasi di mana informasi yang dikirimkan
(source) adalah data,
Data adalah semua informasi yang berbentuk digital
(bit 0 dan 1).
Transmisi suara (analog) dapat juga dijadikan
transmisi data jika informasi suara tersebut diubah
(dikodekan) menjadi bentuk digital
Digital vs Analog
Keuntungan
Cepat
• Kekurangan
Ketika sebuah komputer berkomunikasi dengan komputer
lain maka mereka saling mempertukarkan bit-bit informasi yang dikirimkan melalui suatu medium transmisi
Hal ini bisa dilakukan dengan relatif mudah bila mereka
berada di alam ruangan atau gedung yang sama
Jika jarak antar mereka semakin jauh maka diperlukan
sebuah jaringan telekomunikasi yang menyediakan kanal komunikasi end-to-end
Komunikasi data antar komputer dapat dilakukan dengan
beberapa cara dan beberapa diantaranya akan kita bahas saat ini
Digital vs Analog
Komunikasi data serial
Jika hanya ada satu kanal komunikasi yang tersedia
sedangkan kita harus mengirimkan data yang terdiri dari lebih dari satu bit maka kita bisa mengirimkan data secara serial
Pada komunikasi data serial, bit-bit yang menyusun words
(sekumpulan bit-bit data) dikirimkan satu per satu ke kanal komunikasi
Komunikasi data serial cocok untuk komunikasi jarak
jauh
Data dikodekan sedemikian hingga informasi timing
diterima bersama data dan hanya satu kanal yang
diperlukan
Kita akan pelajari nanti cara melakukan hal ini
Pada komunikasi jarak dekat, bisa digunakan kanal
tambahan untuk sinyal clock
Komunikasi data serial
Komunikasi data paralel
Kadang-kadang komputer perlu berkomunikasi dengan
misalnya sebuah printer yang berada di dalam ruangan yang sama
Pada kasus ini kita bisa menggunakan komunikasi paralel Sebuah kabel yang terdiri dari beberapa kawat digunakan
untuk melakukan komunikasi paralel
Bit-bit data yang menyusun words dapat dikirimkan secara
bersamaan secara paralel pada masing-masing kawat
Transmisi data paralel lebih cepat daripada transmisi data
serial tapi biasanya hanya digunakan untuk komunikasi jarak dekat
Komunikasi data paralel
Komunikasi paralel tidak cocok untuk transmisi jarak
jauh karena:
Memerlukan banyak kawat atau kanal Memerlukan sinyal timing tambahan
Terminal komunikasi data disebut data terminal equipment
(DTE) sedangkan perangkat yang merupakan ujung
(terminates/terminasi) kanal transmisi yang akan melalui jaringan disebut data circuitterminating equipment (DCE)
Contoh DCE adalah modem
Banyak tersedia standard interface antara DTE dan DCE
Yang umum dipakai adalah yang dibuat oleh ITU-T dan Electronic
Industries Association (EIA)
Salah satu interface yang biasa digunakan dan dibuat oleh
ITU-T adalah V.24/V.28 yang sama dengan standard RS-232-C yang dibuat EIA
Pada transmisi data jarak jauh kita dapat
menggunakan transmisi data serial secara asinkron
(asynchronous) maupun sinkron (synchronous)
Transmisi data serial jarak jauh mengharuskan
informasi timing dikirimkan ke penerima
bersama-sama dengan data agar tidak perlu memakai satu
saluran khusus untuk clock
PERTEMUAN II
TRANSMISI ASINKRON SINKRON • BIT STUFFING • STANDAR KOMDATTransmisi Asinkron
Pada transmisi asinkron, setiap kali transmisi
dilakukan data yang dikirimkan berjumlah sedikit
Biasanya jumlah bit yang dikirimkan setiap kali
transmisi dilakukan adalah sebanyak 8 bit yang
merupakan satu karakter ASCII (American Standard
Code for Information Interchange)
Di awal setiap satu blok data yang terdiri dari 8 bit
disertakan sebuah
start bit
Start bit
merupakan indikasi bagi penerima untuk
Start bit ditandai dengan terjadinya perubahan level tegangan dari
kondisi idle
Data rate harus ditentukan dulu sebelum transmisi dilakukan agar
penerima dapat menerima bit-bit data dengan tepat
Jumlah bit data: 7-8 bit (termasuk bit parity)
Setelah data selesai dikirimkan, satu atau lebih stop bits dikirimkan
sebagi tanda pengiriman data sudah selesai
Setelah stop bits selesai dikirimkan, kondisi kanal harus sama dengan
kondisi idle
Skema pendeteksian kesalahan pada transmisi asinkron dapat
menggunakan parity Idle stage
Start bit ditandai dengan perubahan level
Ada dua macam teknik parity:
Even parity (parity genap) Odd parity (parity ganjil)
Pada even parity, jumlah bit ‘1’ pada blok data (termasuk parity) harus
genap
Pada odd parity, jumlah bit ‘1’ pada blok data (termasuk parity) harus
ganjil
Agar pendeteksian kesalahan dapat dilakukan dengan benar, pengirim
dan penerima harus bersepakat untuk menggunakan teknik parity yang sama
Misalnya pengirim dan penerima sepakat untuk menggunakan teknik
parity genap: apabila penerima menerima data yang jumlah bit ‘1’-nya ganjil maka penerima dapat menyimpulkan bahwa telah terjadi
Transmisi Sinkron
Untuk mengirimkan informasi yang jauh lebih banyak digunakan
teknik transmisi sinkron
Informasi disusun dalam bentuk frame-frame informasi Setiap frame diawali oleh deretan bit start-of-frame
Setiap frame dapat terdiri dari lebih 1.000 bytes informasi
Setiap frame mengandung error control words dan suatu deretan
end-of-frame
Penerima menggunakan bagian error control dari frame untuk
mendeteksi error
Metoda pendeteksian error yang paling banyak digunakan adalah
cyclic redundancy check (CRC)
CRC merupakan teknik yang lebih andal daripada parity
Jika terjadi error, pengirim akan mengirimkan ulang frame yang error
Pada umumnya, penerima akan mengirimkan acknowledgment (ACK) untuk setiap frame
bebas error yang diterimanya.
Sebaliknya jika error terjadi penerima tidak akan mengirimkan ACK. ACK yang tidak
diterima pengirim merupakan indikasi bagi pengirim untuk melalkukan retransmisi
Banyak metoda transmisi asinkron merupakan
protokol “bit-oriented” yang artinya blok-blok data
tidak dibagi-bagi kedalam byte-byte yang terpisah
karena banyak jenis informasi yang tidak dinyatakan
di dalam bytes seperti informasi grafis
Suatu
flags
yang berupa deretan bit
start-of-frame
dan
end-of-frame
digunakan untuk sinkronisasi frame
Flag-flag ini harus unique
Deretan data yang dikirimkan tidak boleh memiliki pola yang
sama dengan deretan flags
Untuk mencegah agar hal ini tidak terjadi, salah satu metoda agar
frame misalignment tidak terjadi adalah dengan menggunakan teknik bit stuffing atau zero insertion
Bit stuffing/zero insertion
Sebagai contoh, pada protokol high-level data link control
(HDLC) digunakan flag yang berupa deretan (01111110)
Perhatikan bahwa flag ini mengandung 6 buah bit 1 yang berurutan
Setelah flag start-of-frame deretan bit yang mengandung 6
bit ‘1’ berturut-turut tidak diperkenankan ada di dalam bagian data dari frame
Untuk menjamin agar hal di atas tidak terjadi maka di
akhir setiap deretan 5 bit ‘1’ yang berurutan disisipkan sebuah bit 0
Di penerima, setiap 0 yang mengikuti 5 bit ’1’ yang
berurutan dihilangkan
Jika ada bit ‘1’ yang mengikuti 5 bit ‘1’ berurutan maka frame
dinyatakan telah selesai (end-of-frame flag) Ibnu Muakhori, S.Kom - 0852 851 222 57
Transmisi sinkron mengharuskan
bahwa informasi timing bit disertakan
kedalam aliran data itu sendiri
menggunakan teknik
line
coding
Standard KomDat
Agar supaya sistem komunikasi data dapat berjalan
secara lancar dan global, maka perlu dibuat suatu
standar protocol yang dapat menjamin:
Kompatibilitas penuh antara dua
peralatan setara.
Bisa melayani banyak peralatan dengan
kemampuan berbeda-beda
Berlaku umum dan mudah untuk
Beragam komputer (h/w & s/w) Ingin berkomunikasi
People Analogy
Bade naon anjeun teh?
Romo ono maling…!
Kuch kuch ho ta hai…..
Tidak akan terjadi
percakapan yang
Supaya percakapan meaningful
English please…
Thank you very much… How are you ?
Nice to meet you….
Aturan penggunaan bahasa Inggris: protokol
Harus menggunakan
protokol yang disetujui bersama Supaya semua komputer dapat
PERTEMUAN III
PROTOKOL KOMUNIKASI KOMPUTER
OSI (OPEN SYSTEM INTERCONNECTION)
Protokol komunikasi komputer
Adalah :
Aturan-aturan dan perjanjian yang mengatur pertukaran
informasi antar komputer
mendefinisikan
• Syntax : susunan, format, dan pola bit serta bytes
• Semantics : Kendali sistem dan konteks informasi (pengertian yang dikandung oleh pola bit dan bytes)
Contoh: header frame Ethernet
10101010 ...
7bytes Syntax: 10101010...
Open System Interconnection (OSI)
Reference Model
Dikembangkan oleh International Organization for
Standardization (ISO) pada tahun 1984 (
ISO standard
7498-1)
Pada model referensi OSI, fungsi-fungsi protokol dibagi ke
dalam tujuh layer masing-masing layer mempunyai fungsi tertentu
Setiap layer adalah self-contained fungsi yang diberikan
ke setiap layer dapat diimplementasikan secara
independent dari layer yang lain Updating fungsi pada suatu layer tidak perlu mempertimbangkan layer lain
Pengaruh perubahan pada suatu layer dapat dirasakan oleh layer
yang lain
OSI memungkinkan interkoneksi komputer multisystem
7 Layer OSI
1.
Lapis Fisik (hubungan fisik)
2.
Link Data (lewat modem)
3.
Lapis Network (jaringan)
4.
Lapis Transport
5.
Lapis Session (perkenalan/basa-basi)
6.
Lapis Presentasi (format, encrytion)
OSI Layers
Application Application Presentation Presentation Session Session Transport Transport Network Network Data-Link Data-Link Physical Physical Data Segments Packets Frames Bits Data DataModel OSI dan komunikasi antar sistem
Physical Application Presentation Session Transport Network Data Link Physical Application Presentation Session Transport Network Data Link Prosesaplikasi Proses aplikasi
Sistem A Sistem B
Physical Network Data Link
Intermediate node (repeater, bridge, router) Peer-to-peer communications
Aplikasi 7 Layer OSI
Application Part (AP)Transaction Capabilities (TCAP) Data User Part (DUP) Signalling Connection Control Part ISDN User Part (ISUP) Telephone User Part (TUP) Message Transfer Part (MTP) Network Function Link Function
Data Link Function
3 2 1 4 1 Physical Data Link Network Transport Session Presentation Application 2 3 4 5 6 7
Host Layers vs. Media Layers
Application Presentation Session Transport Network Data-Link PhysicalHost Layers
Menjamin pengiriman data secara akurat antarperangkat
Application Presentation
Session Transport
Host Layers vs. Media Layers
Application Presentation Session Transport Network Data-Link PhysicalMedia Layers
Mengontrol pengiriman pesan secara fisikmelalui jaringan
Network Data-Link
Aplikasi
Sebagai interface user ke
lingkungan OSI.
User biasa berinteraksi melalui
suatu program aplikasi
(software)
Contoh pelayanan atau
protokolnya:
e-mail (pop3, smtp)
file transfer (ftp)
browsing (http)
Application Presentation Session Transport Network Data-Link PhysicalApplication Layer
Layer OSI yang paling “dekat” dengan
end user
Menyediakan aplikasi bagi user untuk mengakses
jaringan
End-to-end
Data unit: data
Contoh protokol application layer:
Telnet, FTP, SMTP (TCP/IP suit)
OSI Common Management Information Protocol
(CMIP)
Internet (TCP/IP) protocol stack
Network interface Application http,ftp,snmp Transport TCP, UDP IP application transport network link physicalTCP/IP & OSI
Dalam terminologi model referensi OSI, TCP/IP
protocol suite
meliputi network
dan transport layers
Physical Application Presentation Session Transport Network Data Link 1 2 7 6 5 4 3 Network inteface Application Transport IP 1 3 4 2 TCP/IP OSI
Presentasi
Untuk mengemas data dari sisi
aplikasi sehingga mudah untuk lapisan sesi mengirimkannya atau sebaliknya,
Berfungsi untuk mengatasi
perbedaan format data,
kompresi, dan enkripsi data
Contoh pelayanan atau
protokolnya:
ASCII, JPEG, MPEG, Quick
Time, MPEG, TIFF, PICT, MIDI, dan EBCDIC.
Application Presentation Session Transport Network Data-Link Physical
Sesi
Berfungsi untuk mengontrol
komunikasi antar aplikasi,
membangun, memelihara dan mengakhiri sesi antar aplikasi.
Contoh pelayanan atau
protokolnya:
XWINDOWS, SQL, RPC,
NETBEUI, Apple Talk Session Protocol (ASP), dan Digital Network Architecture Session Control Program (DNASCP)
Penggunaan lapis sesi akan
menyebabkan proses pertukaran data dilakukan secara bertahap tidak sekaligus Application Presentation Session Transport Network Data-Link Physical
Transport
Berfungsi untuk transfer data
yang handal, bertanggung jawab
atas keutuhan data dalam
transmisi data dalam melakukan
hubungan pertukaran data
antara kedua belah fihak
Paketisasi :
panjang paket
banyaknya paket,
penyusunannya
kapan paket-paket tersebut
dikirimkan
Application Presentation Session Transport Network Data-Link PhysicalPaket TCP
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Source port Destination port Sequence number Acknowledge numberHeader length Reserved UR G AC K PSH RST SEQ FIN
Windows
Checksum Urgent pointer
Options
Padding
User data = besarnya tidak ditentukan
Connection oriented Reliable
Jaringan
Untuk meneruskan paket-paket
dari satu node ke node yang
lain dalam jaringan komputer
Fungsi utama :
Pengalamatan
Memilih jalan (routing)
Contoh Protokol
IP
ICMP
Application Presentation Session Transport Network Data-Link PhysicalInternet Protocol
Protokol paling populer dijagat raya
Kelebihan:
Mempunyai alamat sedunia/global (tidak ada alamat yang sama,
unik)
Mendukung banyak aplikasi (protokol lapis 7: FTP, HTTP, SNMP,
dll)
De facto standar protokol lapis 3
Ada 2 jenis IP : IP standar atau IP versi 4 (sejak 1970) dan IPv6
(mulai 199x)
IPv4: 32 bit ≈ 4G alamat
IPv6: 128 bit ≈ 256G
41 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
Priority (0-7) low high high “1”
Version Header length Precedence D T R unused
Total length
Identification
D M Fragment offset
Time to live (seconds) Protocol
Header checksum
Source IP address (4 Byte) Destination IP address (4 Byte)
Option (0 word atau lebih)
Data
64 kB
Karakteristik Kelas A Kelas B Kelas C
Bit pertama 0 10 110
Panjang NetID 8 bit 16 bit 24 bit
Panjang HostID 24 bit 16 bit 8 bit
Byte pertama 0 – 127 128 – 191 192 – 223 Jumlah network 126 kelas A (0 dan 127
dicadangkan)
16.384 kelas B 2.097.152 kelas C
Jumlah host IP 16.777.214 IP address pada tiap kelas A
65.532 IP address pada tiap kelas B
254 IP address pada tiap kelas C
Karakteristik Kelas D Kelas E
4 Bit pertama 1110 1111
Bit multicast 28 bit
-Byte Inisial 224 – 247 248 – 255
Bit cadangan - 28 bit
Jumlah 268.435.455 kelas D 268.435.455 kelas E
Deskripsi Digunakan untuk multicast dicadangkan utk keperluan
eksperimental
Datalink
Menyajikan format data untuk
lapis fisik / pembentukan
frame,
pengendalian kesalahan (Error
Control)
Pengendalian arus data (flow
control)
Application Presentation Session Transport Network Data-Link PhysicalLapis fisik
Pertukaran data secara fisik
terjadi pada lapis fisik,
Deretan bit pembentuk data
di ubah menjadi sinyal-sinyal
listrik yang akan melewati
media transmisi,
Diperlukan sinyal yang cocok
untuk lewat di media
transmisi tertentu.
Dikenal tiga macam media
transmisi yaitu :
kabel logam,
kabel optik dan
gelombang radio
Application Presentation Session Transport Network Data-Link PhysicalPhysical Layer
Mendefiniskan spesifikasi elektrik dan mekanik perangkat
komunikasi data
Misalnya penentuan level tegangan yang digunakan untuk
mengirimkan informasi, bentuk konektor dan jumlah pin yang digunakan, spesifikasi kabel dsb.
Pembentukan dan pemutusan koneksi ke medium
transmisi
Komunikasi full-duplex atau half-duplex, prosedur untuk memulai
dan menghentikan transmisi
Pembentukan sinyal untuk ditransmisikan ke medium
transmisi
Line coding, modulasi dsb.,
Data unit: bit
Contoh : RS232C
RS 232 Specs
Konektor RS232
- Suatu Jaringan yang menghubungkan komputer yang berada di dalam suatu gedung atau kampus
- High speed - Bersifat private
Ethernet
1976 : Ethernet dikembangkan oleh Xerox
Palo Alto Research Center (termasuk Bob Metcalfe (yang kemudian mendirikan
3Com))
1980: Spesifikasi Ethernet 10Mbps oleh DEC, Intel, and Xerox (DIX
Ethernet/Ethernet II)
1985: Diadopsi IEEE pada standard IEEE
802.3 (dengan sedikit perubahan pada format frame)
1995: “Fast Ethernet” 100 Mbps
distandardkan dalam IEEE 802.3u (sudah digunakan secara luas sebelumnya)
1998: IEEE mengeluarkan standard
“Gigabit Ethernet” 1Gbps
1999: Dikembangkan 10Gbps ethernet
Ethernet Hardware Address
Ethernet hardware address merupakan identitas suatu kartu jaringan (Network Interface Card (NIC))
Identitas ini harus unique, artinya tidak boleh ada NIC yang identitasnya (hardware addressnya) sama Identitas suatu NIC disertakan ketika kartu itu dibuat dipabrik
Ethernet hardware address dinyatakan oleh suatu bilangan yang terdiri dari 48 bits
Biasanya dinyatakan oleh 12 digit hexadecimal (0-9, plus A-F, huruf kapital) Cara penulisan :
123456789ABC 123456-789ABC
Recommended: 12:34:56:78:9A:BC
6 digit pertama (di sebelah kiri) menunjukkan vendor ethernet network interface [Organizationally Unique
Identifier (OUI) assigned by IEEE]
6 digit berikutnya (sebelah kanan) menunjukkan serial number interface dari vendor yang bersangkutan
Beberapa list identifikasi vendor ethernet interface card :
00000C Cisco 00000E Fujitsu 080020 Sun
Contoh : sebuah NIC yang Ethernet address-nya 08:00:20:00:70:DF dibuat oleh Sun Microsystems
hub
10Base2 - Thin Ethernet
10Base5 - Thick Ethernet
10BaseT-Twisted pair server
repeater
repeater
10Base5 - Thick Ethernet
Ethernet Topology
50 ohm terminator
AUI cables
Twisted Pair Wiring
HUB
STRAIGHT-THRU CABLE
Koneksi PC to PC menggunakan Cross over cable
Koneksi PC hub/switch menggunakan Straight-thru cable
Wiring Pattern
Ujung kabel 568A+ Ujung kabel 568A = straight-thru
Ujung kabel 568B+ Ujung kabel 568B = straight-thru
Membuat konstruksi kabel UTP sendiri
Minimal tools yang diperlukan
Modular Plug Crimp Tool
- Untuk memasang konektor RJ-45 ke kabel UTP
- Bisa untuk memotong kabel UTP
Diagonal Cutters
- Lebih enak untuk memotong kabel UTP
Memotong dan mengupas kabel UTP
Memasukkan kabel ke konektor
Repeater
- Menghubungkan dua segmen LAN yang setipe
- Memperkuat sinyal dari satu segmen ke segmen yang lain
- Noise dan collision ikut disebarkan (tdk dapat memecah collision domain) - Tidak mengerti format paket
Bridge
Perangkat layer 2
Menghubungkan dua segmen LAN (bisa berbeda tipe) Mem-forward frame bila perlu
Dapat mengenal alamat hardware dan melakukan filtering terhadapnya
Noise dan collision tidak ikut disebarkan (tidak diforward)
Broadcast/multicast traffic diforward ke seluruh port
Memungkinkan transmisi beberapa frame secara independent
Bisa memecah collision domain tetapi tidak dapat memecah broadcast
domain
Ethernet bridge
Switch
Mampu mengenali frame (perangkat layer 2)
Mengenali alamat
Hanya mem-forward jika diperlukan
Memungkinkan lebih dari satu pasang komputer berkomunikasi
Perbedaan antara hub dan switch
Hub: shared media access Switch: selective access
Gateway
X.25
X.25 lahir atas dorongan kebutuhan transfer informasi dalam bentuk
data dalam jaringan publik
PSTN sebagai jaringan telekomunikasi yang telah lebih dahulu lahir,
kurang efisien untuk digunakan bagi transfer data serta kecepatan transfer yang dapat diakomodasi rendah
X.25 dipublikasikan pertama kali sebagai X.25 Recommendation oleh
CCITT (Comité Consultatif International Télégraphique et
Téléphonique)/(International Consultative Committee for Telegraphy and Telephony) pada tahun 1974 sebagai draft pertama (the "Gray Book"). Direvisi pada tahun 1976,1978,1980, dan 1984 dengan
dipublikasikannya Rekomendasi "Red Book“
Hingga tahun 1988, X.25 telah direvisi dan dipublikasikan kembali X.25 dikenal sebagai standard interface untuk wide area packet
Perangkat X.25
Ada tiga katagori perangkat jaringan X.25
Data terminal equipment (DTE)
Data circuit-terminating equipment (DCE) Packet switching exchange (PSE)
DTE : end system yang berkomunikasi melalui jaringan X.25.
Biasanya berupa terminal, personal computers, atau network hosts, dan terletak di lokasi pelanggan (subscribers premises)
DCE : perangkat komunikasi seperti modem. Menyediakan
interface antara perangkat DTE dengan PSE dan pada umumnya terletak di penyedia jaringan
PSE : adalah switches yang membentuk jaringan. Mentransfer
data dari satu DTE ke DTE yang lain melalui jaringan X.25 PSN.
Hubungan antar tiga jenis perangkat jaringan X.25
Packet Assembler/Disassembler (PAD)
Perangkat yang juga sering digunakan pada jaringan X.25 Digunakan bila suatu perangkat DTE tidak dapat
mengimplementasikan protokol X.25. Misalnya suatu character-mode terminal
PAD terletak antara perangkat DTE dengan DCE PAD melakukan tiga fungsi berikut :
Buffering : menyimpan sementara data yang dikirimkan ke atau dari
perangkat DTE
Packet assembly : menyusun data ke dalam bentuk paket dan
mengirimkannya ke perangkat DCE (termasuk menambahkan header X.25)
Packet disassembly : membongkar paket menjadi data untuk
dikirimkan ke DTE (termasuk menghilangkan header X.25 Ibnu Muakhori, S.Kom - 0852 851 222 57
Prinsip kerja PAD ketika menerima paket dari WAN X.25
Ada dua macam virtual circuit yang terdapat pada X.25 yaitu
switched virtual circuit dan permanent virtual circuit.
Switched virtual circuits (SVC) merupakan koneksi temporer .
SVC harus dibentuk, dipertahankan, dan diputuskan oleh kedua DTE yang berkomunikasi (call-by-call based)
Permanent virtual circuits (PVC) merupakan koneksi yang
dibentuk secara permanen sehingga DTE dapat mengirimkan data kapan saja karena sesi selalu aktif (serupa dengan leased lines)
In X.25 networks, the VC information is called the logical
channel identifier (LCI) and is included in the packet header
Frame relay
Teknologi
packet switching
Connection-oriented
Mendefinisikan interface antara perangkat user
dengan perangkat jaringan
Tidak mendefinisikan operasi (ruting) di dalam
jaringan (diserahkan ke vendor)
Scalable – kecepatan implementasi dapat dilakukan
mulai 56 kbps sampai T1 (1.544 Mbps) atau bahkan T3
(45 Mbps)
Frame Relay Virtual Circuits
The VC information is called
a data link control identifier (DLCI) and is included in the frame header
Ada dua macam virtual
circuit
• Switched Virtual Circuits
(SVCs)
• Permanent Virtual Circuits
(PVCs)
PVC
• Koneksi statis antar end
system
• Serupa dengan leased lines,
only :
– Store and forward – Variable delays