• Tidak ada hasil yang ditemukan

Paper Media dan Politik dalam Pemilu 201

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Paper Media dan Politik dalam Pemilu 201"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Paper Media dan Politik dalam Pemilu 2014

Tugas Remid Sistem Politik Indonesia (dosen pengampu : Fajar Junaedi)

Disusun oleh : Dedek Eka Putri Wulandari (20040530241)

“Media dan Politik dalam Pemilu 2014”

Pemilu merupakan peoses pemilihan wakil rakyat dan presiden yang dilakukan lima tahun sekali di Indonesia. Pemilu sering diibaratkan sebagai pesta demokrasi, dimana semua kalaangan masyarakat yang sudah memiliki hak pilih memilih wakil mereka dengan harapan nantinya mereka akan menyuarakan aspirasi rakyat. Banyak cara yang dilakukan para kandidat capres dan caleg untuk mempromosikan diri mereka, mulai dari turun langsung bersentuhan dengan masyarakat, melalui media beriklan baik iklan lini atas, lini bawah, media luar ruang bahkan unconvensional media pun mereka lakukan. Untuk menghasilkan pencitraan yang baik dihadapan public para capres dan caleg tidak segan-segan menyewa jasa konsultan manajemen kampanye untuk membuat scenario kampanye mereka.

Media massa sangat mempengaruhi keberhasilan seorang capres dan caleg. Dennis McQuail dalam Junaedi. Fajar,Komunikasi Politik : Teori Aplikasi dan Strategi di Indonesia, 2013 menyatakan “bahwa dalam kaitannya dengan politik, media massa merupakan elemen esensial dalam proses demokrasi politik sekaligus perangkat untuk menjalankan kekuasaan”. Media bukan hanya menyampaikan pesan-pesan dari organissasi politik, dengan meliputi kegiatan aktor politik atau mengutip pernyataan dari pada politisi, namun media juga memberikan penilaian, komentar, dan editorial atas segala aktifitas organisasi politik (Junaedi. Fajar, Komunikasi Politik : Teori Aplikasi dan Strategi di Indonesia, 2013). Komunikasi yang dilakukan media dalam pesta demokrasi lima tahunan ini berjalan dua arah dan dapat diibaratkan sebagai dua sisi mata uang. Disatu sisi media sangat munguntukan para caleg dan capres yang sedang berkampanye untuk membangun citra diri dihadapan rakyat. Tapi disatu sisi, media juga dapat menjatuhan citra dan wibawa para caleg dan cawapres tersebut. Contoh, fenomena Jokowi yang lagi booming. Dengan gencar media memberitakan citra diri Jokowi sebagai sosok yang akan membawa Indonesia ke gerbang kemakmuran bahkan ada yang dengan jelas menyebut Jokowi sebagai Satrio Piningit, titisan Soekarno bahkan ada yang menyebut Jokowi sebagai imam Mahdi (www.yahoo.com, diakses 15 mei 2014), aktifitas Jokowi, kegemarannya blusukan dan mendekatkan diri secara langsung dengan rakyat sampai menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar seketika seusai PDI-P (partai yang mengusung pencapresan Jokowi) mengumumkan Jokowi sebagai kandidat capres. Tapi disatu sisi, media juga memberitakan tentang bagaimana sekelompok massa yang mengatas namakan kelompok-kelompok tertentu menolak pencapresan Jokowi dan berimbas kepada tidak tercapainya target jumlah suara yang diperolehan partai yang menaunginya sampai melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar.

(2)

publik, TvOne (stasiun Tv yang dipimpin oleh Abu Rizal Bakrie) tambah gencar memberitakan kebaikan Ical (sapaan Abu Rizal Bakrie) dengan program-program yang sudah dilakukannya untuk masyarakat. Yang paling mencolok dan berlebihan dalam pemanfaatan kuasa atas media adalah Capres dan Cawapres dari partai hanura, yaitu Wiranto dan Hari Tanusudibyo (pemilik MNC group) dari iklan pencitraan diri dengan konsep reality show sampai iklan yang berdurasi sekitar beberapa menit dengan konsep dan scenario seperti sinetron mereka lakukan dalam pembangunan citra diri. Sepertinya mereka lupa kalau rakyat tidak menyukai sesuatu yang berlebihan karena dapat membuat masyarakat bosan (sumber, www.yahoo.com). Sama halnya ketika metro Tv secara live dan khusus menyiarkan pidato ketua umum partai nasdem, Surya Paloh dalam rangka kampanye. Tidak hanya dimedia lini atas saja para caleg dan capres berkampanye tetapi dimedia social pun tim sukses mereka pun gencar mengkampanyekan jago-jago mereka. Contoh iklan kampanye caleg yang menggunakan unkonvensional media pun marak, seperti caleg dari PDI-P DAPIL Pakualaman yang menggunakan pertigaan lampu merah pakualaman untuk beriklan dengan cara memblok satu tembok dengan warna khas PDI-P dengan patung sang caleg yang diberi sound yang dapat menarik perhatian khalayak pengguna jalan. Ada yang menarik pada pemilu 2014 ini, yaitu sangat berpengaruhnya hasil survey dari lembaga survey. Tidak dapat dipungkiri efek jokowi yang sempat membuat rupiah menguat salah satunya ada andil dari survey-survey yang dilakukan oleh lembaga survey yang ada di Indonesia sebagai media pencatat kuantitas dari seorang caleg ataupun capres yang sedang bertarung. Tetapi ini sangat ampuh dalam mempengaruhi opini publik. Karena psikologis masyarakat Indonesia masih mementingkan kuantitas dari pada kualitas.

(3)

berpengaruh dalam sistem perpolitikan diIndonesia, siapa yang menguasai media dia yang menguasai publik. Media seharusnya independen dalam hal pemberitaan dan juga mengedepankan fungsi edukasi social politik.

Sekarang banyak stasiun-stasiun televisi yang menyajikan program acara debat antar anggota partai politik, misalnya memperdebatkan bagaimana kebijakan anda dan partai anda dalam menangani permasalaha X ? dan nanti para anggota partai yang ikut berdebat tadi saling beradu wacana, teori dan opini yang ujung-ujungnya hanya menjadi debat kusir tanpa ada solusi hanya emosi dan sang presenter yang berfungsi sebagai moderator atau penengah malah menjadi kompor yang membuat debat tersebut semakin memancing kerusuhan. Ini salah satu contoh kecacatan media pertelevisian kita dalam menjalankan salah satu fungsinyasebagai edukasi sistem politik kepada masyarakat.

Pada pesta politik 2014 ini, semakin banyak fenomena black campaign yang dilakukan sekelompok orang yang menamakan diri golongan putih yang pesimis terhadap kinerja pemerintahan yang akan datang akibat trauma dengan kinerja pemerintahan sebelumnya. Kepesimisan segelintir kelompok-kelompok tersebut sedikit banyak juga dipengaruhi oleh media massa. Mereka melihat dan merasakan kenyataan yang ada dikehidupan mereka, mereka belajar tentang social ekonomi dan politik dari buku-buku yang ada, mereka gusar ketika melihat pemberitaan media yang semakin hari-semakin menyesatkan publik dengan acara-acaranya. Sehingga mereka menghimpun kekuatan dan keberanian untuk menunjukan kekhawatiran mereka tentang sistem yang tidak kunjung berpihak kepada rakyat. Black campaign tidak hanya dilakukan oleh kelompok golongan putih saja, para tim sukses caleg dan capres juga menghalalkan cara ini tetapi berbeda dengan golongan putih yang memberontak terhadap sistem yang ada, black campaign yang dilakukan oleh para timsukses ini lebih kepada pesan yang menjatuhkan lawan politik caleg ataupun capres lawannya dengan menyebarkan video liburan sang capres bersama artis X seperti yang dialami capres dari Golkar Abu Rizal Bakri sekaligus pimpinan TV One dan Viva com.

Iklan politik yang dikemas melalui strategi periklanan modern mulai berkembang pesat sejak tahun 1950-an, tepatnya ketika pemilihan presiden Amerika Serikat (Junaedi. Fajar, Komunikasi Politik : Teori Aplikasi dan Strategi di Indonesia, 2013). Di Indonesia, iklan politik mulai dikenal ketika era zaman penjajahan. Seiring perkembangan jaman, bentuk iklan-iklan politik juga mengalami perubahan-perubahan. Salah contoh dari iklan politik selain dari iklan kampanye para peserta pemilu adalah iklan-iklan yang dipasang oleh gerakan penekan seperti kelompok Antitank yang ada di jogja, kelompok ini banyak menyuarakan isu-isu politik seperti kematian aktivis HAM Munir dan wartawan Udin yang belum tuntas sampai sekarang. Selain iklan dari kelompok penekan ada juga iklan-iklan program atau juga prestasi yang dibuat oleh instansi-instansi pemerintahan dengan memajang foto pejabat terkait sebagai bentuk dari power yang dimiliki oleh pejabat yang bersangkutan.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan t-hitung hasilnya adalah 5,234 dan dengan nilai signifikansi sebesar 0,000, karena nilai signifikansi < 0,05 dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan

Meminta Pemerintah secara berjenjang, di tingkat Pusat melalui Kementerian Kesehatan dan Komite Penanggulangan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi, di tingkat daerah

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa gel ekstrak etanol rimpang jahe merah (Zingiber officinale Rosc. rubrum) menunjukkan

orang yang bertanggung jawab terhadap bagaimana suku cadang di distribusikan dan bisa sampai ke tangan pengecer, pelanggan dan konsumen. Bagian operasional juga

Dari penelitian yang saya lakukan pada penggunaan kontrasepsi pil kadar pHnya lebih tinggi dibandingkan dengan pengguna kontrasepsi hormonal suntik dan implan hal ini diakibatkan

Kejadian hipoglikemia tidak ditemukan pada penelitian ini, hal ini dapat disebabkan oleh sampel yang digunakan adalah pasien dengan kriteria ASA 1 dan 2 tanpa kelainan metabolik

Implementasi tahun ke-2 proyek PHK-PKPD Fakultas Kedokteran UMI resminya dimulai bulan Januari 2012 tetapi karena masalah revisi TOR yang baru mulai dilakukan pada bulan

Ijan Poltak Sinambela (2006:5) mengartikan pelayanan publik sebagai pemberian layanan (melayani) keperluan orang atau masyarakat yang mempunyai kepentingan pada organisasi itu