• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penetapan Kadar Silika Pada Batu Granit Dengan Metode Gravimetri

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Penetapan Kadar Silika Pada Batu Granit Dengan Metode Gravimetri"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang

Silika adalah senyawa kimia dengan rumus molekul SiO2 (silicon dioxsida)

yang dapat diperoleh dari silika mineral, nabati dan sintesis kristal. Silika

mineral adalah senyawa yang banyak ditemui dalam bahan tambang/galian yang berupa mineral seperti pasir kuarsa, granit, dan fledsfar yang mengandung

kristal-kristal silika (SiO2

Pada umumnya silika adalah dalam bentuk amorf terhidrat, namun

bila pembakaran berlangsung terus - menerus pada suhu diatas 650°C maka tingkat kristalinitasnya akan cenderung naik dengan terbentuknya fasa

) (Bragmann and Goncalves, 2006).

Selain terbentuk secara alami, silika dengan struktur kristal tridimit dapat diperoleh dengan cara memanaskan pasir kuarsa pada suhu 870°C dan bila

pemanasan dilakukan pada suhu 1470°C dapat diperoleh silika dengan struktur kristobalit. Silika juga dapat dibentuk dengan mereaksikan silicon dengan

oksigen atau udara pada suhu tinggi (Iler, 1979).

Silika nabati dapat ditemui pada sekam padi dan tongkol jagung. Silika nabati yang umumnya digunakan saat ini adalah silika sekam padi Dalam

mendapatkan silika dari sekam padi dapat dilakukan menggunakan metode ekstraksi alkalis dan metode pengabuan. Silika yang diperoleh melalui metode

ekstraksi alkalis adalah berupa larutan sol dimana silika pada fase larutan adalah fase amorf atau mudah reaktif. Sedangkan pada metode pengabuan, sekampadi dibakar pada suhu diatas 200°C selama 1 jam untuk mendapatkan arang sekam

padi yang berwarna hitam (Haslinawati, 2011).

(2)

quartz, crystobalite, dan tridymite. Bentuk struktur quartz, crystobalite, dan

tridymite yang merupakan jenis Kristal utama silika memiliki stabilitas dan kerapatan yang berbeda Struktur Kristal quartz, crystobalite, dan tridymite

memiliki nilai densitas masing-masing sebesar 2,65×10

3

kg/m

3

, 2,27×10

3

kg/m

3

, dan 2,23×10

3

kg/m

3

1.2Tujuan

(Smallma nand Bishop, 2000).

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar silika pada

batu granit yang diperiksa dengan menggunakan metode gravimetri.

1.3Manfaat

Manfaat yang diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai sumber informasi

untuk mengetahui kadar silika pada suatu batu granit.

Referensi

Dokumen terkait

ANALISA PENGARUH FRAKSI MASSA DENGAN PENGUAT PASIR SILIKA (SiO 2 ) TERHADAP KEKERASAN DAN DENSITASNYA.. PADA KOMPOSIT ALUMINIUM MENGGUNAKAN METODE STIR

Berdasarkan dari berbagai alasan seperti yang telah dijelaskan di atas, maka dalam penelitian ini dilakukan sintesis silika gel teraktivasi dari silika pasir kuarsa yang

Dari sembilan jenis bahan galian mineral non logam yang terdapat di wilayah Kabupaten Aceh Selatan ini, beberapa bahan galian seperti pasir kuarsa, granit, batugamping, dan

Dari sembilan jenis bahan galian mineral non logam yang terdapat di wilayah Kabupaten Aceh Selatan ini, beberapa bahan galian seperti pasir kuarsa, granit, batugamping, dan

Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk mengoptimasikan pemurnian dari senyawa silika (SiO2) dalam pasir kuarsa Desa Pasir Putih Kecamatan Pamona Selatan

Berdasarkan hasil uji ketiga sampel pasir pantai dengan menggunakan XRF dapat diketahui bahwa pasir pantai Purus Kota Padang memiliki senyawa silika yang paling

Hasil analisis kimia pada batuan granit di bagian timur Pulau Singkep dan sedimen permukaan dasar laut yang didominasi mineral kuarsa (pasir kuarsa) menunjukkan hasil sebagaimana

menggunakan 3 kategori pasir yang berbeda pada umur 7, 14, 21, 28 hari menunjukkan adanya hubungan antara besarnya kandungan senyawa SiO 2 dalam pasir terhadap