• Tidak ada hasil yang ditemukan

ABSTRAK Analisis Pengaruh Pendanaan dari

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "ABSTRAK Analisis Pengaruh Pendanaan dari"

Copied!
50
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

Analisis Pengaruh Pendanaan dari Luar Perusahaan dan Modal Sendiri Terhadap Tingkat Profitabilitas Pada Perusahaan Property and Real Estate

yang Go Public Di Bursa Efek Indonesia Oleh :

Doni Budi Saputra

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh pendanaan dari luar perusahaan, dan modal sendiri terhadap tingkat profitabilitas. Dalam penelitian ini sampel yang digunakan adalah perusahaan property and real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) 2006-2010. Sampel yang digunakan penelitian ini sebanyak 22 perusahaan. Sampel diambil dengan menggunakan metode purposive sampling. Metode analisis yang digunakan adalah model analisis regresi linear berganda yang dilakukan dengan bantuan program komputer SPSS versi 17 for windows.

Berdasarkan hasil pengujian secara bersama-sama diperoleh hasil bahwa variabel independen yaitu Current Liabilities (CL), Long Term Liabilities (LTL), dan

Shareholder Equity (SE), berpengaruh terhadap tingkat profitabilitas dengan tingkat signifikansi 0,055. Secara individual CL berpengaruh terhadap tingkat

profitabilitas dengan tingkat signifikansi 0,011, LTL tidak berpengaruh terhadap tingkat profitabilitas dengan tingkat signifikansi 0.654, serta SE berpengaruh terhadap tingkat profitabilitas dengan tingkat signifikansi 0,02 dengan signifikansi

alpha yang telah di tetapkan yaitu sebesar 5%.

(2)

ABSTRACT

Effect Analysis of Foreign Funding of the Company and Equity Levels Of Profitability In Property and Real Estate Companies that Go Public In

Indonesia Stock Exchange By:

Doni Budi Saputra S.

The purpose of this study was to determine whether there is influence from outside the company's financing, and equity capital to the level of profitability. In this study the samples used are the property and real estate companies listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI) from 2006 to 2010. The samples used this study as many as 22 companies. Samples were taken using a purposive sampling method. The analytical method used is multiple linear regression analysis model conducted with the help of a computer program SPSS version 17 for windows. Based on test results jointly obtained results that the independent variables are Current Liabilities (CL), Long Term Liabilities (LTL), and Shareholder Equity (SE), affect the level of profitability with a significance level of 0.055. CL

individually affect the level of profitability with a significance level of 0.011, LTL has no effect on the level of profitability with a significance level of 0654, as well as the SE effect on the level of profitability with a significance level of 0.02 with alpha significance that has been in charge in the amount of 5%.

(3)

ANALISIS PENGARUH PENDANAAN DARI LUAR PERUSAHAAN DAN MODAL SENDIRI TERHADAP TINGKAT PROFITABILITAS PADA PERUSAHAAN PROPERTY AND REAL ESTATE YANG GO PUBLIC DI

BURSA EFEK INDONESIA (Skripsi)

Oleh :

Nama : DONI BUDI SAPUTRA

NPM : 0541031133

Jurusan : AKUNTANSI

Pembimbing I : Agrianti Komalasari, S.E., M.Si., Akt Pembimbing II : Ninuk D. Kesumaningrum, S.E., M.Sc., Akt

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS LAMPUNG

(4)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Persaingan ekonomi yang ketat, membuat manajemen perusahaan untuk menampilkan kinerja terbaik, agar tidak mengalami ketepurukan, karena baik buruknya kinerja perusahaan akan berdampak terhadap nilai pasar dan juga mempengaruhi minat investor untuk menanam atau menarik investasinya dari perusahaan. Aktivitas perusahaan berkembang mulai dari fungsi yang

memfokuskan pada bagaimana cara memperoleh dana sampai kepada fungsi pengguna dana. Perolehan dana dan pemanfaatan dana dalam proses aktivitas perusahaan bertujuan untuk pencapaian laba perusahaan.

Pasar modal merupakan tempat sarana perusahaan untuk meningkatkan kebutuhan dana perusahaan. Dana diperoleh dari pemilik perusahaan maupun dari utang. Dana yang di terima oleh perusahaan untuk membeli aktiva untuk memproduksi barang atau jasa, membeli bahan-bahan untuk kepentingan produksi dan

(5)

Pencapaian kesuksesan perusahaan dalam memperoleh laba di pengaruhi juga dengan faktor fungsi keuangan yang dikelola dengan oleh pihak manajer keuangan. Fungsi keuangan merupakan salah satu fungsi penting dalam perusahaan.

Dengan berkembangnya teknologi dan makin banyaknya perusahaan-perusahaan yang go public, maka faktor produksi modal mempunyai arti yang sangat penting. Kekurangan modal akan kesulitan bagi perusahaan untuk melakukan kegiatannya. modal yang berlebihan juga dapat menimbulkan kerugian perusahaan, karena menunjukkan adanya sejumlah dana yang tidak produktif sehingga dapat mengurangkan laba perusahaan.

Dalam Riyanto (2004) untuk pemenuhan kebutuhan dana perusahaan diperlukan modal, modal tersebut dapat berasal dari modal sendiri dan dana dari luar

perusahaan. Modal sendiri dapat terdiri dari modal saham, cadangan, serta keuntungan, sedangkan pendanaan dari luar perusahaan berasal dari pinjaman jangka pendek (hutang jangka pendek) dan pinjaman jangka panjang (hutang jangka panjang).

Pendanaan dari luar perusahaan merupakan unsur yang penting dalam

(6)

juga apakah setelah mendapatkan pinjaman, perusahaan mampu menciptakan laba yang lebih besar dan tetap efisien.

La Masidonda (2001) mengemukakan bahwa perusahaan yang lebih besar akan lebih mudah memperoleh pinjaman dibandingkan perusahaan kecil. Pernyataan ini menjelaskan bahwa aktivitas perusahaan yang selalu berkembang dengan baik dan menghasilkan yang bagus memudahkan perusahaan ini mendapat pinjaman sehingga perusahaan dengan mudah mendapatkan pinjaman dari kreditur untuk menanamkan modalnya.

Penelitian serupa mengenai pengaruh pendanaan dari luar perusahaan dan modal sendiri terhadap tingkat profitabilitas pernah dilakukan oleh Kojanah (2006), namun terdapat perbedaan dalam sampel dan tahun periode yang diteliti sedikit, sedangkan pada penelitian ini penulis lebih menggunakan lebih banyak, periode laporan keuangan dan sampel yang berbeda dapat diharapkan akan menghasilkan satu kesimpulan penelitian yang lebih baik.

Berdasarkan uraian di atas, dan pentingnya pendanaan dari luar perusahaan dan modal sendiri dalam kegiatan operasi perusahaan, maka penulis tertarik

mengajukan judul “Analisis Pengaruh Pendanaan dari Luar Perusahaan dan Modal Sendiri Terhadap Tingkat Profitabilitas Pada Perusahaan Property and Real Estate yang Go Public di Bursa Efek Indonesia”.

1.2 Perumusan Masalah

(7)

1. Bagaimana pengaruh pendanaan dari luar perusahaan terhadap tingkat profitabilitas pada perusahaan Property and Real Estate yang Go Public di Bursa Efek Indonesia?

2. Bagaimana pengaruh pendanaan dari modal sendiri terhadap tingkat profitabilitas pada perusahaan Property and Real Estate yang Go Public di Bursa Efek Indonesia?

1.3 Batasan Masalah

Untuk mendapatkan alur pembahasan yang baik dan terarah sehingga tujuan penelitian dapat tercapai, maka ruang lingkup penelitian dibatasi seebagai berikut:

a. Perusahaan yang menjadi objek penelitian adalah perusahaan property and real estate yang go public.

b. Laporan keuangan yang digunakan adalah laporan keuangan tahun 2006, 2007, 2008, 2009, dan 2010.

c. Pendanaan yang di maksud adalah pendanaan dari luar perusahaan atau pendanaan dari pihak ketiga (hutang jangka pendek dan hutang jangka panjang) dan modal sendiri.

1.4 Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai falam penelitian ini adalah :

1. Untuk mengetahui bukti empiris pendanaan dari luar perusahaan

(8)

perusahaan Property and Real Estate yang Go Public di Bursa Efek Indonesia?

2. Untuk mengetahu bukti empiris pendanaan dari modal sendiri mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tingkat profitabilitas pada perusahaan

Property and Real Estate yang Go Public di Bursa Efek Indonesia?

1.5 Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah:

1. Menambah pengetahuan mengenai pengaruh pendanaan dari luar perusahaan dan modal sendiri terhadap tingkat profitabilitas.

(9)

BAB II

KERANGKA PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS

2.1 Laporan Keuangan

Kondisi keuangan suatu perusahan dapat diketahui dengan melihat dan

menganalisis dari laporan keuangan tahunan perusahaan yang bersangkutan. Pada dasarnya laporan keuangan yang disusun dan disajikan untuk semua pihak, merupakan suatu alat komunikasi untuk menggambarkan dan

mengkomunikasikan informasi tentang keuangan dan kegiatan tahunan suatu perusahaan kepada semua pihak yang berkepentingan.

2.1.1 Pengertian Laporan Keuangan

Pengertian laporan keuangan sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No.1 Revisi 2009 dalam kerangka dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan, yaitu:

(10)

catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan. Disamping itu juga termasuk skedul dan informasi tambahan yang berkaitan dengan laporan tersebut, misalnya informasi keuangan segmen industri dan geografis serta pengungkapan pengaruh perubahan harga.

2.1.2 Tujuan Laporan Keuangan

Tujuan laporan keuangan yang tercantum dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No.1 Revisi 2009 adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pengguna laporan keuangan dalam pengambilan keputusan ekonomi.

2.1.3 Komponen Laporan Keuangan

Menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No.1 Revisi 2009 Laporan keuangan yang lengkap terdiri dari unsur-unsur berikut ini:

1. Neraca (Balance Sheet)

Neraca merupakan laporan keuangan yang menggambarkan posisi keuangan perusahaan pada suatu waktu tertentu yang terdiri dari aktiva, kewajiban, dan ekuitas.

2. Laporan Laba Rugi (Income Statement)

(11)

3. Laporan Perubahan Ekuitas

Laporan perubahan ekuitas merupakan laporan yang menyajikan peningkatan dan penurunan aktiva bersih atau kekayaan selama periode bersangkutan berdasarkan prinsip pengukuran tertentu yang dianut dan harus diungkapkan dalam laporan keuangan.

4. Laporan Arus Kas

Laporan arus kas beguna untuk meneliti kecermatan dari transaksi arus kas masa depan yang telah dibuat sebelumnya, dan dalam menentukan hubungan antara profitabilitas dan arus kas bersih serta dampak perubahan harga yang

diklasifikasikan menurut aktivitas operasi, dan pendanaa. Selain itu informasi arus kas histori sering digunakan sebagai indikator dari jumlah, waktu, dan kepastian arus kas masa depan.

5. Catatan Atas Laporan Keuangan

Catatan Atas Laporan Keuangan meliputi penjelasan naratif atau rincian jumlah yang tertera dalam neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas dan laporan perubahan ekuitas serta informasi tambahan seperti kewajiban kontijensi dan komitmen. Catatan atas laporan keuangan juga mencangkup informasi yang diharuskan dan dianjurkan untuk diungkapkan dalam PSAK serta pengungkapan lain yang diperlukan untuk menghasilkan laporan keuangan secara wajar.

2.1.4 Analisa Laporan Keuangan

(12)

perusahaan yang berbeda atau mungkin dalam perusahaan yang sama pada periode waktu yang berlainan. Kinerja keuangan perusahaan dapat diartikan sebagai prestasi yang telah diwujudkan melalui kerja yang telah dilakukan secara maksimal yang dituangkan dalam suatu laporan laba rugi, neraca, dan laporan perubahan modal yang dapat digunakan sebagai alat ukur untuk mengetahui kinerja keuangan perusahaan pada periode tertentu.

Hanafi dan Halim dalam pradana (2007), membagi rasio keuangan menjadi lima kelompok. Pembagian rasio keuangan tersebut karena terdapat perbedaan tujuan dan harapan yang ingin dicapai oleh pihak internal (manajemen) dengan pihak eksternal, dalam hal ini adalah investor. Kelima analisis rasio tersebut secara umum untuk mengetahui gambaran prospek dan resiko yang akan dihadapi perusahaan di masa mendatang. Kelima faktor tersebut akan mempengaruhi ekspektasi investor terhadap perusahaan di masa mendatang. Lima kelompok rasio keuangan tersebut adalah :

1.) Rasio likuiditas, merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek tepat pada waktunya. Likuiditas perusahaan ditunjukkan oleh besar kecilnya aktiva lancar, yaitu aktiva yang mudah diubah menjadi kas yang meliputi kas, surat berharga, piutang, dan persediaan.

(13)

rasio aktivitas dengan standar industri, maka dapat diketahui tingkat efisiensi perusahaan dalam industri.

3.) Rasio Solvabilitas, merupakan rasio yang mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka panjangnya. Rasio ini mengukur likuiditas perusahaan untuk jangka panjang, sehingga rasio ini berfokus pada sisi kanan neraca. Apabila total hutang lebih besar daripada total aset, maka perusahaan dikatakan tidak solvabel. Ada beberapa macam rasio solvabilitas, antara lain rasio total hutang terhadap total aset, rasio

timeinterest earned, dan rasio fixed charges coverage.

4.) Rasio profitabilitas, merupakan rasio yang menunjukkan seberapa besar kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba. Bagi investor jangka panjang, rasio profitabilitas dapat digunakan untuk melihat keuntungan yang benar-benar akan diterima dalam bentuk deviden. Rasio ini akan dibahas tersendiri, karena merupakan bagian dari penelitian.

5.) Rasio pasar, merupakan rasio yang membandingkan harga pasar terhadap nilai buku. Sudut pandang rasio ini lebih banyak dilihat berdasarkan sudut pandang investor atau calon investor, meskipun pihak manajemen juga berkepentingan terhadap rasio ini. Ada beberapa macam rasio pasar, antara lain PER (Price Earning Ratio), dividend yield, dan pembayaran dividen (dividend payout).

2.1.5 Pecking order theory

(14)

memaksimumkan kesejahteraan pemegang saham. Perusahaan berusaha menerbitkan sekuritas pertama dari internal fund, retained earning, kemudian utang berisiko rendah dan terakhir ekuitas (Myers dalam Darminto dan adler, 2008). Pecking order theory memprediksi bahwa pendanaan utang eksternal didasarkan pada defisit pendanaan internal.

a) Perusahaan lebih memilih untuk menggunakan sumber dana dari dalam atau pendanaan internal daripada pendanaan eksternal. Dana internal tersebut diperoleh dari laba ditahan yang dihasilkan dari kegiatan operasional perusahaan.

b) Jika pendanaan eksternal diperlukan, maka perusahaan akan memilih pertama kali mulai dari sekuritas yang paling aman, yaitu hutang yang paling rendah risikonya, turun ke hutang yang lebih berisiko, sekuritas

hybrid seperti obligasi konversi, saham preferen, dan yang terakhir saham biasa.

c) Terdapat kebijakan dividen yang konstan, yaitu perusahaan akan menetapkan jumlah pembayaran dividen yang konstan, tidak terpengaruh seberapa besarnya perusahaan tersebut untung atau rugi.

d) Untuk mengantisipasi kekurangan persediaan kas karena adanya kebijakan dividen yang konstan dan fluktuasi dari tingkat keuntungan, serta kesempatan bertumbuh, maka perusahaan akan mengambil portofolio

investasi yang lancar tersedia.

(15)

kebutuhan investasi. Pecking order theory ini dapat menjelaskan mengapa perusahaan yang mempunyai tingkat keuntungan yang tinggi justru mempunyai tingkat hutang yang kecil.

Model pecking order theory memfokuskan pada motivasi manajer korporat, bukan pada prinsip-prinsip penilaian pasar modal. Pecking order theory

mencerminkan persoalan yang diciptakan oleh asimetrik informasi. Kalau bisa memperoleh sumber dana yang diperlukan tanpa memperoleh sorotan dan publisitas publik sebagai akibat penerbitan saham baru. Dasar pemikirannya didasarkan pada penjelasan berikut ini Myers (dalam Mutaminah, 2003) :

a) Para manajer mengetahui lebih banyak tentang perusahaan daripada investor luar, namun mereka enggan untuk menerbitkan saham ketika percaya saham mereka adalah undervalued.

b) Investor memahami bahwa para manajer mengetahui lebih banyak dan mereka mencoba menerbitkan sesuai waktu yang tepat.

c) Para manajer menginterpresentasikan keputusan untuk menerbitkan ekuitas sebagai bad news, dan perusahaan dapat menerbitkan ekuitas hanya pada harga discount.

d) Perusahaan yang bekerja berdasarkan filosofi pecking order theory dan membutuhkan ekuitas eksternal kemungkinan tidak akan memanfaatkan kesempatan bertumbuh yang baik, karena saham tidak dapat dijual pada “Fair Price”.

(16)

2.2 Profitabilitas

2.2.1 Pengertian

Profitabilitas menurut Munawir (2004) mengemukakan bahwa: “Profitabilitas (Profitability) adalah kemampuan suatu perusahaaan dalam memperoleh laba.” Definisi lain mengenai profitabilitas menurut Sartono (2001) berpendapat: Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba dalam hubungannya dengan penjualan total aktiva maupun modal sendiri.Berdasarkan dari definis tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa profitabilitas adalah

kemampuan suatu perusahaan untuk memperoleh laba yang merupakan hasil akhir bersih dari serangkaiam kebijakan dan keputusan yang diambil perusahaan dalam suatu periode tertentu yang mencerminkan efektifitas manajemen.

2.2.2 Pengukuran Profitabilitas

Dalam kesempatan ini akan di uraikan untuk mengukur profitabilitas suatu perusahaan digunakan rasio-rasio profitabilitas. Menurut Sofyan Syafri Harahap (2007) rasio profitabilitas mencangkup :

1. Return on Asset, digunakan untuk menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba dan efisiensi secara keseluruhan.

2. Return on Equity, digunakan untuk menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memperoleh hasil atas modal.

(17)

4. Net Profit Margin (NPM), digunakan untuk mengukur kemampuann laba yang di capai

5. Gross Profit Margin (GPM) digunakan untuk mengukur kemampuan

manajemen dalam meminimalisasi harga pokok penjualan dengan penjualan yang dilakukan perusahaan.

Namun dalam penelitian ini hanya menggunakan Return on Investment (ROI), karena ini dianggap dapat mewakili tingkat profitabilitas suatu perusahaan. Semakin besar ROI maka semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai dan semakin besar pula posisi tersebut dari segi penggunaan aset.

2.3 Hutang Jangka Pendek

Hutang jangka pendek (Current Liabilities), yaitu kewajiban perusahan yang pelunasannya atau pembayarannya akan dilakukan dalam jangka pendek (satu tahun sejak tanggal neraca) dengan menggunakan aktiva lancar yang dimiliki perusahaan. (Munawir, 2004)

Hutang jangka pendek terdiri dari :

1. Hutang dagang, adalah hutang yang timbul karena adanya pembelian barang secara kredit.

(18)

3. Hutang pajak berlaku untuk perusahaan yang bersangkutan maupun pajak pendapatan karyawan yang belum disetorkan ke kas negara.

4. Biaya Yang Masih harus Dibayar, adalah biaya-biaya yang sudah terjadi tetapi belum dilakukan pembayarannya.

5. Hutang jangka panjang yang segera jatuh tempo adalah sebagian (seluruh) hutang jangka panjang yang sudah menjadi hutang jangka pendek, karena harus segera dilakukan.

6. Penghasilan yang diterima dimuka (Defered Revenue), adalah penerimaan uang yang untuk penjualan barang/jasa yang belum direalisir.

Fransiska (2009), yang meneliti pengaruh pendanaan dari luar perusahaan dan modal sendiri terhadap tingkat profitabilitas pada perusahaan food and beverage tahun 2003-2006, menemukan hutang jangka pendek tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat profitabilitas. Sehingga dana yang di peroleh dari hutang jangka pendek tidak akan meningkatkan laba.

Mengacu hal tersebut maka dapat disimpulkan hipotesis pertama:

H1 : Hutang jangka pendek berpengaruh terhadap tingkat Profitabilitas.

2.4 Hutang Jangka Panjang

(19)

1. Pinjaman Obligasi

Pinjaman obligasi adalah pinjaman uang untuk jangka waktu yang panjang, dimana debitur mengeluarkan surat pengakuan utang yang mempunyai nominal tertentu:

- Obligasi Biasa (Bonds)

Obligasi biasa adalah obligasi yang bunganya tetap dibayar oleh debitur dalam waktu tertentu dengan tidak memandang apakah debitur

memperoleh keuntungan atau tidak. Biasanya bunga obligasi dibayar dua kali setiap tahunnya.

- Obligasi Pendapatan (Income Bonds)

Income bonds adalah jenis obligasi dimana pembayaran bunganya hanya dilakukan pada waktu debitur atau perusahaan yang mengeluarkan surat obligasi tersebut mendapatkan keuntungan.

- Obligasi Yang Dapat Ditukarkan (Convertible Bonds)

Convertible Bonds adalah obligasi yang memberikan kesempatan kepada pemegang surat obligasi tersebut untuk suatu saat tertentu menukarkannya pada saham dari perusahaan yang bersangkutan.

2. Pinjaman Hipotik

(20)

supaya bila pihak tidak memenuhi kewajibannya, barang itu dapat dijual dan diberi hasil penjualan tersebut dapat digunakan untuk menutupi kewajibannya.

Kojanah (2006), yang meneliti pengaruh pendanaan dari luar perusahaan dan modal sendiri terhadap tingkat profitabilitas pada perusahaan food and beverage

tahun 2002-2004, menemukan hutang jangka pendek tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat profitabilitas. Dengan demikian dana yang di peroleh dari hutang jangka pendek tidak akan meningkatkan laba.

Mengacu hal tersebut maka dapat disimpulkan hipotesis kedua:

H2 : Hutang jangka panjang berpengaruh terhadap tingkat Profitabilitas.

2.5 Modal

1. Pengertian Modal

Modal adalah merupakan hak atau bagian yang dimiliki oleh pemilik perusahaan yang ditujukan dalam pos modal (modal saham), surplus dan laba yang ditahan. (Munawir, 2004)

2. Modal Sendiri

(21)

macam bentuknya, menurut bentuk hukum dari perusahaan yang berbentuk perusahaan terbatas terdiri dari

A. Modal Saham

Saham sering diartikan sebagai: Tanda penyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan (Fakhruddin dan Hadianto, 2001). Suatu surat berharga yang menunjukkan adanya kepemilikan seseorang atau badan hukum terhadap perusahaan penerbit saham (Darmadji dan Fakhruddin, 2001)

B. Jenis-Jenis Saham

Berdasarkan hak kepemilikannya, maka saham dapat dibagi 2 jenis (Fakhruddin dan Hadianto, 2001), yaitu:

a. Saham Biasa (common stocks)

Merupakan saham yang menetapkan pemiliknya paling yunior dalam hal pembagian deviden dan hak atas kekayaan perusahaan apabila perusahaan tersebut dilikuidasi. Saham biasa ini merupakan saham yang paling banyak dikenal dan diperdagangkan di pasar.

b. Saham Preferen (preferred stocks)

Saham ini mempunyai karakteristik gabungan antara obligasi dan saham biasa karena bisa menghasilkan pendapatan tetap, tetapi juga mendatangkan hasil seperti yang dikehendaki investor. Ada dua hal penyebab saham preferen serupa dengan saham biasa yaitu mewakili kepemilikan ekuitas dan

(22)

dan membayar deviden. Perbedaan saham preferen dengan obligasi terletak pada tiga hal yaitu klaim atas laba dan aktiva, deviden tetap selama masa berlaku dari saham, mewakili hak tebus dan dapat ditukar dengan saham biasa.

C. Laba Ditahan

Laba ditahan adalah milik para pemegang saham yang disetorkan kembali kepada perusahaan, maka laba yang tidak dibagi merupakan “pinjaman” dari pemegang saham.

D. Laba (Rugi) Masa Berjalan

Setiap masa berjalan, perusahaan memperoleh keuntungan (menderita rugi). Keuntungan itu merupakan selisih antara hasil penjualan yang diperoleh selama waktu tertentu, misalnya satu tahun, dengan seluruh biaya dan pengeluaran selama masa yang sama. Sebelum dibagikan kepada para pemegang saham, keuntungan sesudah pajak masih tertahan diperusahaan dan dapat dipergunakan sebagai sumber dana. Sisa laba tahun berjalan yang tidak dijadikan deviden ditambahkan pada saldo kumulatif laba yang ditahan. Apabila perusahaan mendapatkan keuntungan, jumlah modal sendiri perusahaan akan lebih besar dari tahun sebelumnya.

Beberapa ciri dari modal sendiri dijelaskan oleh Curt Sanding yang di kutip oleh Bambang Riyanto (2001):

(23)

2. Modal yang dengan kekuasaannya dapat mempengaruhi politik perusahaan.

3. Modal yang mempunyai hak atas laba sesudah pembayaran bunga kepada modal asing.

4. Modal yang digunakan didalam perusahaan untuk waktu yang tidak terbatas atau tidak tertentu lamanya.

5. Modal yang menjadi jaminan dan haknya adalah sesudah modal asing di dalam likuidasi.

Fransiska (2009), yang meneliti pengaruh pendanaan dari luar perusahaan dan modal sendiri terhadap tingkat profitabilitas pada perusahaan food and beverage tahun 2003-2006., menemukan bahwa modal sendiri berpengaruh signifikan terhadap tingkat profitabilitas. Dengan demikian modal sendiri yang dimiliki pemegang saham akan meningkatkan laba perusahaannya.

Dengan mengacu hal tersebut dapat disimpulkan hipotesis ketiga:

(24)

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Jenis dan Sumber Data

Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa laporan tahunan perusahaan masing-masing perusahaan yang termasuk dalam sampel tahun 2006 sampai 2010. Data mengenai perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia diperoleh dari

Indonesian Capital Market Directory (ICMD), sedangkan data berupa laporan tahunan diperoleh melalui akses internet pada masing-masing website perusahaan atau pada www.idx.co.id , maupun dari sumber lain yang mendukung serta dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

3.2. Populasi dan Sampel

(25)

No Penjelasan Jumlah 1 Sampel yang dipilih adalah perusahaan property and

real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2006-2010.

45

2 Perusahaan property and real estate yang mempunyai

Return on Investment (ROI) benilai negatif.

(23)

Sehingga dari penjelasan tersebut hanya diperoleh sampel sebanyak 22 perusahaan Property and Real Estate yang mempunyai Return on Investment

(ROI) bernilai positif berturut-turut dari tahun 2006 sampai tahun 2010.

Tabel 1. Perusahaan Property and Real Estate yang mempunyai ROI bernilai positif

No. Nama Perusahaan Kode

1 PT. Alam Sutera Reality Tbk. asri 2 PT. Bakrieland Development Tbk. elty 3 PT. Bekasi Asri Pemula Tbk. bapa 4 PT. Bumi Serpong Damai Tbk. bsde 5 PT. Ciputra Development Tbk. ctra

6 PT. Ciputra Surya Tbk. ctrs

7 PT. Cowell Development Tbk. cowl 8 PT. Duta Anggada Realty Tbk. dart

9 PT. Duta Pertiwi Tbk. duti

10

PT. Gowa Makassar Tourism Developmnet

Tbk. gmtd

(26)

12 PT. Jaya Real Property Tbk. jrpt 13 PT. Lamicitra Nusantara Tbk. lami

14 PT. Lippo Cikarang Tbk. lpck

15 PT. Pelita Sejahtera Abadi Tbk. psab 16 PT. Pembangunan Jaya Ancol Tbk. pjaa 17 PT. Perdana Gapura Indah Tbk. gpra 18 PT. Pudjiadi & Sons Tbk. pnse 19 PT. Pudjiadi Prestige Tbk. pudp 20 PT. Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk. rbms 21 PT. Summarecon Agung Tbk. smra 22 PT. Suryainti Permata Tbk. siip

3.3 Variabel Penelitian dan Pengukuran Variabel 1. Variabel Tidak Bebas (Dependen Variabel)

Dalam penelitian ini, variabel dependen diambil dari tingkat profitabilitas perusahaan. Penelitian ini akan dilakukan perbandingan antara tingkat

profitabilitas untuk melihat bagaimana pengaruh pendanaan dari luar perusahaan (hutang jangka pendek dan hutang jangka panjang) dan modal sendiri.

Tingkat profitabilitas perusahaan dinyatakan dalam Return on Investment (ROI) yang diperoleh rumus :

ROI = Earning After Tax (EAT) Total Aktiva

(27)

Variabel independen yaitu variabel yang tidak dipengaruhi oleh variabel lainnya. Variabel independen dalam penelitian ini adalah, hutang jangka pendek (Current Liabilities), hutang jangka panjang (Long Term Liabilities) dan modal sendiri (Shareholder’s Equity) dari tahun ke tahun.

a. Hutang jangka pendek

Hutang jangka pendek sebagai variabel CL (current liabilities), dimana dalam variabel ini aktiva lancar dapat dapat membayar kewajiban lancarnya. (Harahap, 2007)

Untuk menganalisis pengaruh hutang jangka pendek dengan profitabilitas maka rasio yang akan mewakilinya adalah :

Current Ratio = Aktiva Lancar Hutang lancar

b. Hutang jangka panjang

Hutang jangka pendek sebagai variabel LTL (long term liabilities), Untuk menganalisis pengaruh hutang jangka panjang dengan profitabilitas maka rasio yang akan mewakilinya adalah :

Debt to EquityRatio= Total Hutang Modal (Harahap, 2007)

(28)

Modal Sendiri sebagai variabel SE (shareholder’s equity), Untuk menganalisis pengaruh modal sendiri dengan profitabilitas maka rasio yang akan mewakili modal sendiri adalah :

Primary Ratio = Equity Capital Total Aktiva (Harahap, 2007)

3.4 Alat Analisis

Alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda untuk melihat pengaruh beberapa variabel independen dinyatakan dengan notasi X, terhadap variabel dependen dinyatakan dengan notasi Y, berdasarkan perkembangan secara proporsional. Model alat analisis ini dirumuskan sebagai berikut:

Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + e

Keterangan : Y = Return on Investment

a = Konstanta

b1-b3 = Koefisien Regresi X1 = Current Liabilities X2 = Long Term Liabilities X3 = Shareholder’s Equity

e = Error

(29)

Uji asumsi klasik harus dilakukan dalam penelitian ini, untuk menguji apakah data memenuhi asumsi klasik. Hal ini untuk menghindari terjadinya estimasi yang bias mengingat tidak pada semua data dapat diterapkan regresi. Pengujian yang

dilakukan adalah uji Normalitas, uji Multikolinieritas, uji Heteroskedastisitas, dan uji Autokorelasi.

a. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan menguji apakah dalam metode regresi, variabel terikat

dan variabel bebas keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak, (Ghozali, 2007). Model regresi yang baik adalah data yang berdistribusi normal atau mendekati normal. Dalam penelitian ini untuk mendeteksi apakah data berdistribusi normal atau tidak mengunakan analisis statistik non-parametrik One-SampleKolmogorov-Smirnov. Jika pada hasil uji Kolmogorov-Smirnov

menunjukkan p-value lebih besar dari 0,05, maka data berdistribusi normal dan sebaliknya, jika p-value lebih kecil dari 0,05, maka data tersebut berdistribusi tidak normal.

b. Uji Multikolineraritas

(30)

menguji adanya multikolinearitas dapat dilakukan dengan menganalisis korelasi antar variabel dan perhitungan nilai tolerance serta variance inflation factor (VIF). Multikolinearitas terjadi jika nilai tolerance lebih kecil dari 0,1 yang berarti tidak ada korelasi antar variabel independen yang nilainya lebih dari 95%. Dan nilai VIF lebih besar dari 10, apabila VIF kurang dari 10 dapat dikatakan bahwa variabel independen yang digunakan dalam model adalah dapat dipercaya dan objektif.

c. Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi

terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda disebut

heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas, (Ghozali, 2007). Untuk mendeteksi ada tidaknya heteroskedastisitas dilakukan dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik scatterplot antar SRESID dan ZPRED dimana sumbu Y adalah Y yang telah diprediksi, dan sumbu X adalah residual (Y prediksi – Y sesungguhnya) yang telah di-studentized. Dasar analisisnya adalah:

1) Jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar kemudian menyempit) akan

(31)

2) Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik penyebaran di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka terjadi homokedastisitas.

d. Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam satu model regresi ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode saat ini (t) dengan kesalahan pada periode sebelumnya (t-1). Model regresi yang baik adalah regresi yang bebas dari autokorelasi, (Ghozali, 2007).

Uji autokorelasi dapat dilakukan dengan cara uji Durbin-Watson (DW test). Pengambilan keputusan ada tidaknya autokorelasi adalah sebagai berikut:

1. Bila nilai DW terletak antara batas atas (du) dan (4-du), maka koefisien autokorelasi sama dengan nol berarti tidak ada autokorelasi.

2. Bila nilai DW lebih rendah dari pada batas bawah (dls), maka koefisien autokorelasi lebih dari nol berarti ada autokorelasi positif.

3. Bila nilai DW lebih dari pada (4-dl), maka koefisien autokorelasi lebih kecil dari nol berarti ada autokorelasi negatif.

(32)

Gambar 3.1

Kerangka Pemikiran

Hutang Jangka Pendek

(X1)

Modal sendiri (X3) Hutang Jangka

Panjang (X2)

Tingkat

Profitabilitas

(Y) H1

H2

(33)

BAB IV

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

4.1 Statistik Deskriptif

Perusahaan yang dijadikan objek dalam penelitian ini adalah perusahaan Property and Real Estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Laporan Keuangan yang digunakan adalah laporan keuangan tahunan perusahaan yang telah di audit diperoleh dari www.idx.co.id.

Dalam penelitian ini penulis melakukan pemilihan sampel dari populasi yang ada. Sampel yang digunakan adalah 22 perusahaan yang dipilih melalui metode

purposive judgement sampling. Informasi akuntansi yang digunakan adalah informasi laporan keuangan yang telah diaudit per 31 Desember selama periode, yaitu tahun 2006 sampai 2010.

Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Current

Liabilities, Long Term Liabilities dan Shareholder’s Equity perusahan. Sedangkan variabel dependen yang digunakan adalah Return On Investment.

Data yang diperoleh terlebih dahulu diolah dengan menggunakan Microsoft Excel untuk mengetahui besarnya perubahan rasio keuangan perusahaan dari tahun 2006 sampai 2010. Data-data tersebut telah dihitung dengan program Microsoft Excel sebelum dilakukan analisis dengan bantuan SPSS versi 17.0 sehingga diperoleh perubahan masing-masing variabel.

Analisis statistik deskriptif bertujuan untuk menjelaskan nilai rata-rata (mean) dan standar deviasi perbandingan antara variabel-variabel independen, yaitu pengaruh

Current Liabilities (CL), pengaruh Long Term Liabilities (LTL), pengaruh

(34)

Statistik deskriptif dari data penelitian ini ditunjukkan dalam tabel berikut ini: Tabel 4.1 Hasil Pengujian Statistik Deskriptif

Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean

Std. Deviation

ROI 110 .03 13.44 3.7600 3.20149

CL 110 .11 21.09 2.3287 3.08118

LTL 110 .05 183.74 2.8989 17.43145

SE 110 .00 .95 .4779 .19008

Sumber : lampiran output spss

Berdasarkan tabel Descriptive Statistics diatas dapat dilihat bahwa variabel dependen, yaitu ROI pada sektor property and real estate memiliki rata-rata sebesar 3,7600 dengan deviasi standar 3,20149. Sedangkan variabel indepeden, yaitu variabel Current Liabilities (CL) memiliki rata-rata sebesar 2,3287 dengan deviasi standar sebesar 3,08118, variabel Long Term Liabilities memiliki rata-rata sebesar 2,8989 dengan deviasi standar sebesar 17,43145, variabel Shareholder’s Equity memiliki rata-rata sebesar 0,4779 dengan deviasi standar sebesar 0,19008.

4.2 Pengujian Asumsi Klasik

Model regresi dapat dikatakan menghasilkan estimator yang baik apabila

memenuhi asumsi-asumsi yang sangat berpengaruh pada pola perubahan variabel dependen, yaitu sebagai berikut:

1. Kenormalan Data

(35)

4. Tidak terjadi multikolineritas.

Berikut ini adalah penjelasan mengenai uji asumsi klasik yang telah dilakukan dalam penelitiam ini:

1. Uji Normalitas

Untuk pengujian normalitas data dilakukan dengan alat uji one-sample

Kolmogorov-Smirnov. Data dikatakan berdistribusi normal jika memiliki

nilai signifikansi lebih dari 5%.

Tabel 4.2.1 Pengujian Normalitas

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 110

Normal Parametersa,,b Mean .0000000

Std. Deviation 3.01850874

Most Extreme Differences Absolute .128

Positive .128

Negative -.071

Kolmogorov-Smirnov Z 1.341

Asymp. Sig. (2-tailed) .055

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

(36)

Dari hasil pengolahan data, diperoleh variabel CL, LTL, SE dan ROI secara keseluruhan dengan signifikansi 0,055. Ini Menunjukkan data ini berdistribusi normal karena nilai signifikansi lebih besar dari 0,05. Dengan demikian data dapat dilanjutkan dengan uji asumsi klasik lainnya. Untuk lebih jelasnya, berikut turut dilampirkan grafik histogram dan p-plot data yang terdistribusi normal.

Gambar 1.1

Sumber : Output SPSS

Dari grafik histogram di atas, dapat disimpulkan bahwa distribusi data mendekati normal, karena grafik histogram menunjukkan garis diagonal yang tidak menceng (skewnes) baik ke kiri maupun ke kanan. Berikut hasil uji normalitas dengan menggunakan grafik p-plot :

(37)

Sumber : Output SPSS

Grafik p-plot menunjukkan titik-titik menyebar disekitar garis diagonal, serta penyebarannya mengikuti garis diagonal. Kondisi demikian menunjukkan bahwa data penelitian terdistribusi secara normal.

2. Uji Autokorelasi

Untuk menguji ada tidaknya autokorelasi, peneliti menggunakan uji Durbin-Watson menurut Santoso (2000). Hasil pengujian autokorelasi adalah sebagai berikut :

Tabel 4.2.2 Durbin-Watson

Model Summaryb

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the

Estimate Durbin-Watson

1 .333a .111 .086 3.06093 2.278

a. Predictors: (Constant), SE, LTL, CL

b. Dependent Variable: ROI

(38)

Hasil uji autokorelasi di atas menunjukkan nilai statistik Durbin-Watson (DW) sebesar 2,278.

Interpretasi Hasil Autokolerasi

Nilai DW Keterangan

DW<10 Ada korelasi

1,10 < DW < 1,54 Tidak ada kesimpulan 1,55 < DW < 2,56 Tidak ada autokorelasi 2,57 < DW < 2,90 Tidak ada kesimpulan

DW > 2,90 Tidak ada autokorelasi

Sumber : Santoso (2000)

Pada tabel Durbin-Watson didapat nilai DW terletak antara 1,55 < 2,278< 2,56 maka koefisien autokorelasi tidak ada autokorelasi.

3. Uji Multikolinearitas

Uji multikolinieritas dilakukan untuk melihat adanya keterkaitan antara variabel independen, atau dengan kata lain setiap variabel independen dijelaskan oleh variabel independen lainnya. Untuk melihat apakah ada kolinieritas dalam penelitian ini, maka akan dilihat dari nilai variance inflation factor (VIF).

Menurut Ghozali batas nilai VIF yang diperkenankan adalah maksimal sebesar 10. Dengan demikian nilai VIF yang lebih besar dari 10 menunjukkan adanya

kolinieritas yang tinggi. Nilai VIF dapat dilihat dalam tabel dibawah ini:

(39)

Coefficientsa

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) 1.679 .850 1.974 .051

CL -.279 .108 -.269 -2.590 .011 .778 1.286

LTL -.008 .018 -.043 -.449 .654 .919 1.088

SE 5.765 1.815 .342 3.177 .002 .722 1.384

a. Dependent Variable: ROI

Dari data tersebut dapat diketahui bahwa nilai VIF dari

masing-masing variabel independen memiliki nilai kurang dari 10, yaitu

untuk variabel CL sebesar 1,286, LTL sebesar 1,088, SE sebesar

1,384. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada

penelitian ini tidak terdapat multikolinearitas.

4. Uji Heterokedastisitas

Heterokedastisitas adalah ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Pengujian asumsi ini dilakukan dengan ketentuan bahwa titik-titik yang tersebar pada scatterplot regresi tersebar secara acak baik di atas maupun di bawah angka 0 pada sumbu Y. Berikut adalah grafik scatterplot

untuk menganalisis apakah terjadi heterokedastisitas atau tidak, dengan mengamati penyebaran titik-titik pada gambar :

(40)

Sumber : Ouput SPSS

Dari grafik scatterplot terlihat bahwa titik-titik menyebar secara acak serta tersebar baik di atas maupun di bawah angka 0 pada sumbu Y. Hal ini dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heterokedastisitas pada model regresi. berdasarkan masukan variabel ROI.

4.3 Pengujian Regresi

Pengujian terhadap model dilakukan dengan menggunakan uji bersama–sama untuk konsep konvensional, dan menggunakan uji parsial untuk uji konsep value bassed, dimana hasil signifikansi harus di bawah tingkat signifikansi alpha yang telah ditetapkan yaitu sebesar 5%. Hasil pengujian model regresi dapat dilihat pada tabel ANOVA sebagaiberikut:

(41)

ANOVAb

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 124.058 3 41.353 4.414 .006a

Residual 993.142 106 9.369

Total 1117.200 109

a. Predictors: (Constant), SE, LTL, CL

b. Dependent Variable: ROI

Sumber: Output SPSS

Dari uji ANOVA (Analysis of Varians) atau uji F, menunjukkan bahwa nilai F hitung sebesar 4,414 sedangkan F tabel sebesar 2,69 dengan df pembilang = 3, df penyebut = 106 dan taraf signifikansi α = 0,05, sehingga F hitung > F tabel, dengan tingkat signifikansi 0,006 < 0,05 sehingga model dapat digunakan untuk memprediksi ROI. Artinya terdapat pengaruh antara variabel independen Current Liabilities (CL), dan Long Term Liablities (LTL), Shareholder Equity (SE), secara bersama-sama terhadap variabel dependen Return On Investment (ROI).

4.4 Pengujian Hipotesis

Pengujian ini dilakukan dengan melakukan uji signifikansi. Uji signifikansi variabel independen terhadap variabel dependen dilakukan dengan menggunakan uji bersama-sama maupun parsial . Dan variabel independen dikatakan

mempunyai pengaruh terhadap variabel dependen apabila Pvalue dari masing-masing variabel independen di bawah angka 0,05. Hasil pengujian hipotesis menggunakan metode regresi linier berganda disajikan pada tabel di bawah ini :

(42)

Coefficientsa

B Std. Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) 1.679 .850 1.974 .051

CL -.279 .108 -.269 -2.590 .011 .778 1.286

LTL -.008 .018 -.043 -.449 .654 .919 1.088

SE 5.765 1.815 .342 3.177 .002 .722 1.384

a. Dependent Variable: ROI Sumber: Ouput SPSS

Pada tabel tersebut dapat dilihat hubungan antara CL, LTL dan SE terhadap ROI dalam bentuk faktor model yaitu:

ROI = 1,679 -0,279 CL -0,008 LTL + 5,765 SE + ε

Dari persamaan di atas dapat dilihat bahwa CL mempunyai sensitivitas sebesar -0,279 artinya jika CL berubah misalnya sebesar 1%, maka dengan menganggap variabel lainnya tetap, CL akan mengalami penurunan sebesar -0,279; LTL mempunyai sensitivitas sebesar -0,008 artinya jika LTL berubah misalnya sebesar 1%, maka dengan menganggap variabel lainnya tetap, LTL akan mengalami penurunan sebesar -0,008 dan SE mempunyai sensitivitas sebesar 5,765 artinya jika SE berubah misalnya sebesar 1%, maka dengan menganggap variabel lainnya tetap, SE akan meningkat sebesar 5,765 . Model regresi ini mempunyai konstanta sebesar 1,679 hal ini berarti apabila CL, LTL, dan SE mempunyai nilai 0 (nol), maka ROI akan menjadi 1,679.

(43)

Tabel 4.2.6 Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2)

a. Predictors: (Constant), SE, LTL, CL

b. Dependent Variable: ROI Sumber : Output SPSS

Berdasarkan tabel 4.2.6 diatas, dapat dilihat nilai adjusted R2 yang diperoleh dari pengujian regresi yang dilakukan sebesar 0,086. Hal ini menunjukkan bahwa 8,6% keragaman variasi Profitabilitas (ROI) mampu dijelaskan oleh variabel Hutang Jangka Pendek (CL), Hutang Jangka Panjang (LTL) dan Modal Sendiri (SE) dan sisanya 91,4% dijelaskan oleh variabel lain diluar model penelitian ini.

4.5 Hasil Analisis

A. Hipotesis 1 (H1): Pengaruh Hutang Jangka Pendek (Current Liabilities) terhadap Tingkat Profitabilitas.

(44)

dan adler, 2008) dimana pendanaan dari luar diperlukan, maka perusahaan akan memilih pertama kali mulai dari sekuritas yang paling aman, yaitu hutang yang paling rendah resikonya, dimana salah satunya hutang jangka pendek, karena perusahaan yang mampu melunasi hutang jangka pendeknya, maka akan menarik investor untuk memberikan pinjaman kepada perusahaan untuk meningkatkan kegiatan operasional perusahaan dan menaikkan laba yang diharapkan

perusahaan.

B. Hipotesis 2 (H2) : Pengaruh Hutang Jangka Panjang (Long Term Liabilities) terhadap Tingkat Profitabilitas.

Berdasarkan hasil pengujian hipotesis bahwa tingkat signifikansi LTL sebesar 0,654. Karena tingkat signifikasi menunjukkan nilai di atas 0,05 tidak terdapat pengaruh LTL terhadap tingkat profitabilitas. Hasil penelitian ini senada yang di kemukakan oleh Kojanah (2006) dan Fransiska (2009) mengenai analisis

pengaruh pendanaan dari luar perusahaan dan modal sendiri terhadap tingkat profitabilitas pada perusahaan food and beverage. Dimana hutang jangka panjang tidak berpengaruh terhadap tingkat profitabilitas perusahaan. Penelitian ini

mendukung pecking order theory (Myers dalam Darminto dan adler,

(45)

1. Tingkat profitabilitas suatu perusahaan tidak hanya di pengaruhi oleh pendanaan dari luar peusahaan (LTL), jadi ada kemungkinan manajer menggunakan faktor yang lain untuk mempengaruhi profitabilitas perrusahaan.

2. Mungkin disebabkan karena kondisi ekonomi pada penelitian kurang baik, selain kondisi perekonomian Indonesia yang baru saja bangkit dari

keterpurukan dan belum pulihnya dari krisis ekonomi global, dan kenaikan harga minyak dunia sampai sekarang. Sehingga manajer cenderung mengatur pendanaan dari hutang jangka panjang dengan pertimbangan atas kondisi ekonomi khususnya dalam pertimbangan bunga dalam peminjaman.

C. Hipotesis 3 (H3): Pengaruh Modal Sendiri (Shareholder’s Equity) terhadap Tingkat Profitabilitas.

Berdasarkan hasil pengujian hipotesis bahwa tingkat signifikansi Modal sebesar 0,02. Karena tingkat signifikasi menunjukkan nilai di bawah 0,05 terdapat

(46)
(47)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN

Berdasarkan analisis dan pembahasan yang telah dilakukan mengenai pengaruh pendanaan dari luar perusahaan (hutang jangka pendek dan hutang jangka panjang), modal sendiri terhadap tingkat profitabilitas perusahaan Property and Real Estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Secara Parsial, pendanaan yang berasal dari hutang jangka pendek dan modal sendiri mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tingkat profitabilitas. Sedangkan pendanaan yang berasal dari hutang jangka panjang tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tingkat profitabilitas.

2. Secara simultan (bersama-sama) pendanaan yang berasal dari luar

perusahaan (hutang jangka pendek dan hutang jangka panjang) dan modal sendiri mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tingkat

profitabilitas.

(48)

Penelitian ini mempunyai keterbatasan-keterbatasan yang dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi peneliti berikutnya agar mendapatkan hasil yang lebih baik lagi.

1. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari laporan tahunan yang berupa data sekunder.

2. Jumlah sampel perusahaan hanya terbatas pada 22 perusahaan yang terdaftar di BEI dengan periode penelitian selama 5 tahun berturut-turut yakni tahun 2006-2010.

C. Saran

Berdasarkan hasil analisis pembahasan serta beberapa kesimpulan dan

keterbatasan pada penelitian ini, adapun saran-saran yang dapat diberikan melalui hasil penelitian ini agar dapat mandapatkan hasil yang lebih baik, yaitu :

1. Penelitian selanjutnya diharapkan untuk menambahkan periode penelitian dengan harapan bias mendapatkan hasil yang lebih reliable sehingga dapat digunakan untuk analisa jangka panjang.

(49)

DAFTAR PUSTAKA

Aminatuzzahra. 2010. Analisis Pengaruh Current Ratio, Debt To Equity Ratio, Total Asset Turnover, Net Profit Margin Terhadap ROE. Skripsi. Fakultas Ekonomi. Universitas Diponegoro.

Arief, Bramantyo. 2011. Analisis Pengujian Teori Pecking Order Melalui Keterkaitan Profitabilitas, Struktur Aset, Ukuran Perusahaan dan Kesempatan Bertumbuh Terhadap Financial Leverage Periode 2006-2009 (Studi Kasus Pada Emiten Syariah di JII). Skripsi. Fakultas Ekonomi.Universitas Diponegoro.

Ghozali, Imam dan Anis Chariri. 2007. Teori Akuntansi. Edisi Tiga. Semarang. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Harahap, Sofyan Syafri. 2007. Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Khendy, 2009. Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Investasi Aktiva Tetap Pada Perusahaan Manufaktur Yang Go Public. Skripsi. Fakultas Ekonomi. Universitas Sumatera Utara.

Kojanah, 2006. Analisis Pengaruh Modal Asing dan Modal Sendiri Terhadap Tingkat Profitabilitas Pada Perusahaan Manufaktur (Food and

Beverage) di Bursa Efek Jakarta. Skripsi. Fakultas Ekonomi. Universitas Lampung.

Munawir, S. 2004. Analisa Laporan Keuangan. Liberty. Jakarta

Purnomo, Andri Priyo. 2008. Pengaruh Non Perfoming Loan Terhadap Kinerja Keuangan Berdasarkan Rasio Likuiditas, Rasio Solvabilitas, Dan Rasio Profitabilitas Pada PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk. Tesis. Fakultas Ekonomi. Universitas Gunadarma.

Riyanto, Bambang. 2004. Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan. Yayasan Penerbit Gajah Mada

Sitanggang, Fransiska. 2009. Analisis Pengaruh Pendanaan Dari Luar

Perusahaan Dan Modal Sendiri Terhadap Tingkat Profitabilitas Pada Perusahaan Food And Beverage Yang Go Public Di Bursa Efek Indonesia. Skripsi. Universitas Lampung.

(50)

Universitas Lampung.2008. Format Karya Ilmiah Universitas Lampung. Edisi Revisi ke-3. Universitas Lampung

www.idx.co.id. Diakses tanggal 15-20 Desember 2011. 19.00 WIB

Gambar

Tabel 1. Perusahaan Property and Real Estate yang mempunyai ROI bernilai  positif
Gambar 3.1 Kerangka Pemikiran Hutang Jangka Pendek (X 1 ) Modal sendiri (X 3 ) Hutang JangkaPanjang(X2) Tingkat Profitabilitas(Y)H1H2H3
Tabel 4.2.1 Pengujian Normalitas
Grafik p-plot menunjukkan titik-titik menyebar disekitar garis diagonal, serta  penyebarannya mengikuti garis diagonal
+5

Referensi

Dokumen terkait

Dengan ini menyatakan dengan sesungguhnya bahwa kami sanggup; untuk membuang air limbah yang dihasilkan dari kegiatan pabrik/usaha kami melalui saluran yang telah

Proses kerja transformator telah menjadi tinjauan yang penting dalam suatu instalasi listrik, pemakaian transformator dalam suatu instalasi listrik menjadi

Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian bunyi murottal Al- Qur’an dan musik klasik dengan intensitas bunyi 80 dB terhadap tekanan darah

Dalam mendesain pakaian yang akan diluncurkan oleh Sandiwara Store, desain musik atau film yang akan diluncurkan oleh Sandiwara Store akan lebih mudah

Telah layak mengikuti ujian Proyek Akhir pada Progaram Studi Teknik Mesin Universitas Muria

dana pinjaman. Modal sendiri adalah sumber dana yang berasal dari pemilik perusahaan. Sedangkan sumber dana pinjaman adalah sumber dana yang berasal dari luar

Untuk meningkatkan kegairahan bekerja dan menjamin hari tua diselenggarakan usaha peningkatan kesejahteraan pegawai. Peningkatan kesejahteraan tersebut harus diusahakan

Sub kepegawaian bagian pensiun merupakan sub bagian yang tugas dan tanggung jawabnya adalah untuk mengurus masalah pegawai yang ingin mengajukan pensiun pegawai