• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sistem Penghitung Pengunjung Perpustakaa .

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Sistem Penghitung Pengunjung Perpustakaa ."

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

SISTEM PENGHITUNG PENGUNJUNG PERPUSTAKAAN, ARSIP DAN DOKUMENTASI KABUPATEN PACITAN BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA8535

Agung Wibowo, Bambang Eka Purnama, Lies Yulianto

[email protected]

Abstract : This application intent to account incoming visitor amount in ruangan library,Aarsip and

pacitan's regency Documentation. This research constitute data design research that acquired of yielding design examination bases measurement and watch. This series intent to know hardware's scheme form, This calculating series working bases program already be inserted into controlling series that utilizes IC ATMega8535. Censor provedes with this series Ultrasonic and LCD where Ultrasonic's censor is utilized as reader and LCD is utilized as penampil, so gets to be concluded that this tool corresponded to that is plotted. Tips of attempt result is if there is ingoing person just concurrently get to detect one and censor has to be assembled on door middle because can detect short person and high.

Key word : Counter, Ultrasonic SRF05's censor, Mikrokontroler ATMega8535

Abstrak : Aplikasi ini bertujuan untuk menghitung jumlah pengunjung yang masuk dalam ruangan

Perpustakaan,Aarsip dan Dokumentasi kabupaten pacitan. Penelitian ini merupakan penelitian desain data yang diperoleh dari hasil pengujian rancangan berdasarkan pengukuran dan pengamatan. Rangkaian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk perancangan hardware, Rangkaian penghitung ini bekerja berdasarkan program yang telah dimasukkan kedalam rangkaian pengontrol yang menggunakan IC ATMega8535. Rangkaian ini dilengkapi dengan sensor Ultrasonic dan LCD dimana sensor Ultrasonic digunakan sebagai pembaca dan LCD digunakan sebagai penampil, sehingga dapat disimpulkan bahwa alat ini telah sesuai dengan yang direncanakan. Saran dari hasil percobaan adalah apabila ada orang yang masuk secara bersamaan hanya dapat mendeteksi satu dan sensor harus dipasang pada pertengahan pintu karena bisa mendeteksi orang pendek dan tinggi.

Kata kunci : Penghitung, Sensor Ultrasonic SRF05, Mikrokontroler ATMega8535

1.1 Latar Belakang Masalah

Perpustakaan, arsip dan dokumentasi Kabupaten Pacitan merupakan pelayanan bahan pustaka dan tempat belajar seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang, status sosial, agama, suku, pendidikan dan sebagainya. Membina dan mendidik masyarakat guna meningkatkan pengetahuan dan memanfaatkan bahan pustaka dengan baik agar mendapatkan informasi yang sesuai dengan kebutuhan. Perpustakaan umum memberikan pengarahan dan pendidikan tentang tujuan dan manfaat perpustakaan bagi masyarakat. Di samping itu perpustakaan umum juga berperan guna mengembangkan kebiasaan membaca serta belajar mandiri masyarakat.

Untuk menunjang mutu dan kualitas perpustakaan, arsip dan dokumentasi Kabupaten Pacitan yang melayani masyarakat di bidang pendidikan, sistem yang diberikan untuk pelayanan harus cepat dan secara otomatis. Misalnya, sistem pengolahan data jumlah pengunjung perpustakaan yang selama ini digunakan. Sebagai tindak lanjut mengembangkan sarana pelayanan manajemen di instansi khususnya perpustakaan, arsip dan dokumentasi Kabupaten Pacitan, perlu diadakan pengolahan data pengunjung yang memadai. Untuk mengetahui berapa banyaknya pengunjung

yang beraktifitas di perpustakaan setiap harinya, tanpa harus melihat di dalam buku absen pengunjung. Maka akan dengan mudah untuk menentukan pengelolaan yang lebih baik terhadap manajemen perpustakaan tersebut. maka perlu adanya alat yang dapat menghitung pengunjung yang masuk ke ruang perpustakaan secara otomatis.

1.2 Rumusan Masalah:

1. Sistem yang digunakan di perpustakaan, arsip dan dokumentasi kabupaten Pacitan. dalam proses rekap data jumlah pengunjung masih bersifat konvensional setiap tahunny bahkan setiap bulan sekali. 2. Bagaimana merancang dan membuat

rangkaian hardware yang meliputi rangkaian minimum mikrokontroler, rangkaian sensor, rangkaian penampil dapat difungsikan sebagai penghitung pengunjung ke perpustakaan.

1.3 Batasan Masalah

(2)

menggunakan LCD dan. Penyusunan program yang digunakan adalah Bahasa Bascom AVR dan Delphi 7.0 untuk mengendalikan sistem yang 2. Menghasilkan rangkaian software dan

hardware yang meliputi rangkaian minimum mikrokontroler, rangkaian sensor, rangkaian penampil menggunakan LCD dan tampilan antar muka pada komputer, yang digunakan sebagai alat penghitung pengunjung ke Perpustakaan yang dapat diaplikasikan untuk meringankan beban kerja manusia.

1.5 Manfaat

Dapat mempermudah proses penghitungan jumlah pengunjung perpustakaan, arsip dan dokumentasi Kabupaten Pacitan dengan dibuatnya sistem penghitung secara otomatis berbasis mikrokontroler ATMega8535.

2.1 Arsitektur Mikrokontroler ATMega8535

Mikrokontroller AVR memiliki arsitektur RISC 8 Bit, sehingga semua instruksi dikemas dalam kode 16-bit (16-bits word) dan sebagian besar instruksi dieksekusi dalam satu siklus instruksi clock. Dan ini sangat membedakan sekali dengan instruksi MCS-51 (Berarsitektur CISC) yang membutuhkan siklus 12 clock. RISC adalah Reduced Instruction Set Computing sedangkan CISC adalah Complex Instruction Set Computing.

AVR dikelompokkan kedalam 4 kelas, yaitu ATtiny, keluarga AT90Sxx, keluarga ATMega, dan keluarga AT86RFxx. Dari kesemua kelas yang membedakan satu sama lain adalah ukuran onboard memori, on-board peripheral dan fungsinya. Dari segi arsitektur dan instruksi yang digunakan mereka bisa dikatakan hampir sama. (Winarto: 2008)

2.2 Arsitektur ATMega8535

1. Saluran IO sebanyak 32 buah, yaitu

9. Port SPI (Serial Pheriperal Interface). 10. EEPROM on board sebanyak 512 byte

11. Komparator analog.

12. Port USART (Universal Shynchronous

Ashynchronous Receiver Transmitter). AVR menjalankan sebuah instruksi tunggal dalam bagi memori program dipisahkan dengan memori data. Memori program diakses dengan single-level pipelining, di mana ketika sebuah instruksi dijalankan, instruksi lain berikutnya akan di-prefetch dari memori program.

Dalam I/O lines terdapat empat port, yaitu Port A, Port B, Port C, dan Port D yang masing-masing mempunyai 8 pin I/O. Deskripsi masing-masing port:

1. Port A (PA7-PA0) merupakan port yang digunakan sebagai input ADC (Analog to Digital Converter). jika ADC tidak digunakan maka port A merupakan 8-bit port I/O dua arah. Pada Port A terdapat internal Pull-up resistor. Ketika pin di port A disetti low “0” maka arus akan mengalir jika resistor pull-up internal diaktifkan.

2. Port B (PB7-PB0) merupakan 8-bit port I/O dua arah. Pada PortB terdapat internal Pull-up resistor. Ketika pin di port B port C disetting low “0” maka arus akan mengalir jika resistor pull-up internal diaktifkan.

4. Port D (PD7-PD0) merupakan 8-bit port I/O dua arah. Pada Port D terdapat internal Pull-up resistor. Ketika pin di port D disetting low “0” maka arus akan mengalir jika resistor pull-up internal diaktifkan.

2.3 Liquid Crystal Display (LCD)

(3)

tersebut.(Gamayel.Rizal, 2007).

2.4 Sensor Ultrasonic SRF05

Sensor jarak ultrasonik SRF05 adalah sensor 40 KHz produksi parallax yang banyak digunakan untuk aplikasi atau kontes robot cerdas. SRF05 merupakan langkah evolusi dari SRF04, dan telah dirancang untuk meningkatkan fleksibilitas, jangkauan meningkat, dan untuk mengurangi biaya lebih jauh. Dengan demikian, SRF05 adalah sepenuhnya kompatibel dengan SRF04. Rentang ini meningkat dari 3 meter sampai 4 meter. Sebuah modus operasi baru (mengikat pin modus ke tanah) memungkinkan SRF05 untuk menggunakan satu pin untuk kedua memicu dan echo, sehingga menghemat pin yang berharga pada controller. Ketika pin modus dibiarkan tidak terhubung, SRF05 beroperasi dengan pemicu terpisah dan pin gema, seperti SRF04. SRF05 termasuk penundaan kecil sebelum pulsa gema untuk memberikan pengendali lambat seperti Basic Stamp dan waktu Picaxe untuk mengeksekusi pulsa mereka dalam perintah.

Mode ini menggunakan memicu terpisah dan pin gema, dan merupakan modus yang paling sederhana untuk digunakan. Contoh kode Semua untuk SRF04 akan bekerja untuk SRF05 dalam mode ini. Untuk menggunakan mode ini, hanya meninggalkan pin modus berhubungan SRF05 memiliki internal pull up resistor pada pin ini.

2.5 Kajian Pustaka

Denis Tri Wibowo (2012) dalam jurnalnya yang berjudul Perancangan Sistem Deteksi Gerak Dengan Sinar Leser Menggunakan Mikrokontroler 8 Pada Laboratorium Komputer Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan PGRI Pacitan dipaparkan bahwa rangkaian sistem deteksi penyusup dengan sinar laser yang menggunakan penguat op-amp sebagai penguat sensor. Yang bertujuan untuk mendeteksi adanya gerakan penyusup di laboratorium komputer, dengan beberapa perangkat yang bekerja secara otomatis. Dari hasil sistem detek gerak dengan sinar leser tersebut laboratorium komputer sekolah tinggi keguruan dan ilmu pendidikan PGRI pacitan tersebut akan lebih terjamin keamanannya dari penyusup atau pencurian.

Menurut Yatna Supriyatna (2009) di dalam Konferensi Nasional Sistem dan Informatika yang berjudul Desain Dan Implementasi Handheld Sebagai Alat Pengambilan Data Pada KWH Meter Dengan Komunikasi Wireless RF Berbasis Mikrokontroler dijelaskan bahwa Proses pencatatan dilakukan pada jarak tertentu dengan menggunakan suatu alat yang akan dibawa oleh petugas. Sistem ini terdiri dari dua perangkat, yang pertama perangkat dipasang pada sisi KWH meter sebagai penghitung pemakaian daya

selama sebulan. Perangkat yang kedua adalah handheld yang mampu mencatat data KWH meter di rumah pelanggan. Antara perangkat yang dipasang pada KWH meter dan handheld yang digunakan harus mampu mendukung jarak yang cukup jauh. Oleh karena itu, dipilih komunikasi menggunakan media wireless dengan frekuensi operasi tertentu (radio frequency). Dari hasil Desain Dan Implementasi Handheld Sebagai Alat Pengambilan Data Pada KWH Meter Dengan Komunikasi Wireless RF Berbasis Mikrokontroler tersebut sebagai alat untuk mempermudah petugas dalam proses penghitungan pemakai daya selama sebulan yang dapat bekerja secara otomatis dari jarak jauh.

Asrofi (2012) dalam jurnalnya yang berjudul Rancang Bangun Alat Kontrol Otomatisasi Pendingin Komputer Berbasis Mikrokontroler ATMega8L dijelaskan bahwa Alat kontrol ini dalam operasionalnya didukung oleh peralatan yang dapat meningkatatkan efisiensi pemakaian energi listrik dan mengurangi sebagian tanggung jawab dalam memelihara serta merawat computer. Dengan kualitas dan keandalan yang tinggi namun dengan biaya operasional yg relatif murah, yaitu dengan memanfaatkan rangkaian alat Mikrokontroler ATMega8L sebagai kendali otomatis alat ,IC LM35 sebagai sensor pendeteksi suhu dan kontrol relay sebagai pengganti saklar otomatis. Dari hasil Rancang Bangun Alat Kontrol Otomatisasi Pendingin Komputer Berbasis Mikrokontroler ATMega8L tersebut dapat menjaga kualitas komputer yang digunakan terlalu lama dari suhu panas.

Mujiman (2008) di dalam jurnalnya yang berjudul Pintu Otomatis Berpengunci Waktu Berbasis Mikrokontroler AT89C51 dipaparkan bahwa Teknologi Mikrokontroler yang cerdas namun cukup praktis untuk digunakan sebagai sistem pengontrolan dengan melihat kelebihan dari mikrokotroler tersebut untuk mengotomatisasi sebuah pintu. yang dulunya dibuka dan tutup secara manual dapat di mungkinkan untuk di otomatisasi sehingga dapat mempermudah berbagai kegiatan- kegiatan manusia secara spesfik adalah sistem pintu otomatis berpengunci waktu. Dari hasil Pintu otomatis berpengunci waktu tersebut dapat mempermudah pemilik rumah untuk menjaga keamanan.

(4)

sebuah sistem yang memberikan sebuah solusi agar proses penghitungan jumlah pengunjung dapat bekerja secara otomatis. Oleh karena itu penulis mengambil Judul Sistem Penghitung Pengunjung Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Pacitan Berbasis Mikrokontroler ATMega8535.

3.1 Analisis Masalah

Menurut kepala kantor Perpustakaan Umum Kabupaten Pacitan beberapa masalah yang ada diantaranya adalah proses penghitungan jumlah pengunjung yang masih menggunakan cara rekap data setiap bulannya, agar bisa mengetahui jumlah pengunjung yang masuk pada perpustakaan tersebut.

Proses penghitungan jumlah pengunjung yang masih menggunakan cara rekap data banyak memakan waktu jadi tidak efisien. Maka dari itu masalah yang ada peneliti ingin mengembangkan menjadi sistem yang otomatis dan secara terkomputer yang dapat dilihat secara langsung jumlah pengunjung yang masuk ke ruang perpustakaan.

3.2 Kerangka Masalah

Gambar 3.1 Kerangka Masalah

3.3 Komponen Yang Digunakan Tabel 3.1 Komponen yang digunakan

3.4 Diagram Blok Alat

Secara garis besar blok rangkaian Penghitung jumlah pengunjung ruang perpustakaan berbasis mikrokontroler ATMega8535 ditunjukkan pada gambar berikut ini:

Gambar 3.2 Diagram Blok Alat

Keterangan gambar diagram blok alat: 1. Mikrokontroler ATMega8535.

(5)

semuanya terhubung ke mikrokontroler.

2. Sensor Ultrasonic. Sensor Ultrasonic merupakan sensor jarak yang akan mengukur jarak antara sensor dengan dinding di-depannya, ketika ada orang yang lewat pada pintu masuk, maka akan memotong jalu sensor-dinding, sehingga jarak menjadi kurang dari ukuran sebenarnya, pada kondisi demikian maka counter akan menghitung dan inputan untuk mikrokontroler.

3. LCD. LCD digunakan sebagai human machine interface untuk menampilkan hasil dari perhitungan jumlah pengunjung.

4. Komputer. Komputer sebagai media untuk menampilkan hasil dari penghitung jumlah pengunjung, selain itu komputer juga berfungsi untuk rekam data.

3.5.1 Sistem Minimum Mikrokontroler ATmega8535

Gambar 3.3 Rangkaian Minimum Mikrokontroler

3.5.1 Rangkaian LCD

Gambar 3.4 Rangkaian LCD

3.5.3 Rangkaian Sensor Ultrasonic

Gambar 3.5 Rangkain Sensor Ultrasonic

3.5.4 Sekema Rangkaian Keseluruhan

Gambar 3.6 Sekema Rangkaian Keseluruhan

3.5.5 Perancangan Perangkat Lunak

Perancangan dan pembuatan perangkat lunak, terdiri dari dua buah source code, yaitu

source code program untuk mikrokontroler

(6)

Gambar 3.7 Desain Perangkat Lunak

3.5.6 Perancangan Program Mikrokontroler

Gambar 3.8 Diagram Alir Program Pada

Mikrokontroler

3.5.7 Perancangan Program Aplikasi Komputer

Gambar 3.9 Diagram Alir Program Pada

Aplikasi Komputer

3.5.8 Desain Antar Muka Pada Komputer

Gambar 3.10 Desain Aplikasi Komputer

2.1 Implementasi

Tahap implementasi dilaksanakan setelah tahap perancangan sistem. Tahap implementasi merupakan tahap meletakkan sistem agar siap untuk dioperasikan dan dapat dipandang sebagai usaha untuk mewujudkan sistem yang telah dirancang.

4.1.1 Prototype Simulasi Penghitung

Pengunjung

Dari hasil analisis perancangan perangkat keras yang telah dilakukan sebelumnya, diimplementasikan dalam suatu alat pada prototype simulasi penghitung pengunjung. Yang terdiri dari rangkaian minimum mikrokontroler, lcd, sensor, serial komunikasi yang sudah saling terhubung menjadi satu untuk dapat bekerja sesuai yang diinginkan.

Gambar 4.1 Prototype Simulasi Penghitung

(7)

4.1.2 Aplikasi Antarmuka

Gambar 4.2 Aplikasi Komputer

4.2 Uji Coba Fungsi Sistem

Uji coba merupakan peroses akhir setelah tahap implementasi. Pengujian fungsi sistem dilakukan untuk memeriksa kekompakam antar komponen sistem dan sub sistemnya dengan tujuan utamanya adalah untuk memastikan elemen-elemen sistem berfungsi sesuai dengan yang diharapkan. Pengujian sistem juga termasuk pengujian program secara menyeluruh. Kumpulan program yang telah terintegerasikan perlu diuji coba atau tes untuk melihat apakah sebuah program dapat menerima dengan baik, memproses dan memberikan keluaran program yang baik pula. Dan penulis memberikan bimbingan kepada staf arsip dan dokumentasi dalam mengoprasiakan sistem penghitung pengunjung, penulis juga memberikan lembar kuisioner kepada dan karyawan, kantor perpustakaan, arsip dan dokumentasi kabupaten pacitan .

4.2.1 Penerapan Sistem

Uji coba sistem pada komputer atau laptop, dilakukan guna untuk mencoba apakah sistem berjalan sesuai dengan perencanaan.

Gambar 4.3 Uji Coba Personal

Tabel 4.1 Uji Coba Personal

4.2.2 Uji Coba Sistem Terhadap Admin

Uji coba terhadap calon pengguna di perpustakaan, arsip dan dokumentasi kabupaten pacitan, dilakukan guna untuk mencoba apakah sistem informasi berjalan sesuai dengan perencanaan. Pengujian alat dapat dilihat pada gambar-gambar berikut:

Gambar 4.4 Uji coba Sistem Terhadap Admin

(8)

Gambar 4.5 Ujicoba alat dengan satu objek yang

melintas

LCD akan menampilkan nilai satu dan setiap objek yang melintas di depan sensor makan akan menambahkan nilai satu.

Gambar 4.5 Tampilan pada LCD

Pada tampilan aplikasi komputer akan menampilkan nilai satu jadi kondisi tampilan output LCD dengan aplikasi destop hasilnya sama, maka proses ujicoba yang pertama berjalan sesuai dengan yang di harapkan.

Gambar 4.7 Tampilan Pada Aplikasi Komputer

Pada ujicoba alat ini yang kedua sensor diberi dua buah penghalang yang secara bersamaan melintas di depan sensor dengan mengunakan bolpoin, makan sensor hanya dapat mendeteksi satu, karena waktu tunda sensor membaca objek yang melintas terlalu cepat maka counter hanya dapat menghitung nilai satu.

Gambar 4.8 uji coba alat dengan dua objek

melintas bersamaan

Pada LCD akan menampilkan nilai satu setiap objek yang melintas di depan sensor.

Gambar 4.9 Tampilan Pada LCD

Pada tampilan aplikasi destop akan menampilkan nilai satu jadi proses uji coba yang kedua masih kurang sesuai dengan yang di harapkan.

Gambar 4.10 Tampilan Pada Aplikasi Komputer

(9)

Gambar 4.11 mikrokontroler berdiri sendiri

Kemudian ingin kita hubungkan dengan aplikasi pada komputer, dalam keadaan belum menampilkan nilai seperti gambar tampilan aplikasi komputer di bawah ini.

Gambar 4.12 Tampilan Pada Aplikasi Komputer

Pada aplikasi komputer telah dihubungkan dengan mikrokontroler kemudian ada objek yang melintasi atau memotong jarak sensor maka akan menghasilkan satu jadi nilai akan bertambah satu.

Gambar 4.13 Mikrokontroler Dihubungkan

Dengan Aplikasi Komputer

Gambar 4.14 Tampilan Pada LCD

Maka aplikasi pada komputer akan menyesuaikan hasil dari nilai cacah pada mikrokontroler.

Gambar 4.15 Tampilan Pada Aplikasi Komputer

5.1 Keterbatasan Penelitian

Bahwa sistem penghitung pengunjung perpustakaan, arsip dan dokumentasi Kabupaten Pacitan ini tidak dapat mendeteksi objek (orang) yang lewat secara bersamaan.

5.2 Kesimpulan

1. Sistem penghitung pengunjung ini dapat digunakan untuk menghitung dan menyimpan data pengunjung pada perpustakaan, arsip dan dokumentasi Kabupaten Pacitan.

2. Sistem penghitung pengunjung ini agar bias mendeteksi orang tinggi dan pendek maka sensor dipasang pada pertengahan pintu.

5.3 Saran

1. Alat ini dapat dimodifikasi sehingga lebih bagus dan proses kerja lebih cepat.

2. Program yang ada dapat dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Ardi Winoto. Mikrokontroler AVR

ATmega8/32/16/8535 dan Pemograman dengan Bahasa C pada WinAVR,

Informatika, Bandung 2008

[2] Budiharto, Widodo. Elektronika Digital dan

Mikroprosesor, Yogyakarta 2005

[3] Denis Tri priyono, 2012 perancangan

(10)

Indonesian Jurnal on Computer Science Speed (IJCSS) 13 FTI UNSA Vol 9 No 3.

[4] Mujiman, 2008 Pintu Otomatis Berpengunci

Waktu Berbasis Mikrokontroler AT89C51,

Indonesia Jurnal Teknologi, Vol. 1, No. 1.

[5] Pitowarno, Endra. Robotika: Desain,

Kontrol dan Kecerdasan, Buatan,

Yogyakarta 2006

[6] Rizal, Gamayel. Pengertian Elektronik

Digital Liquid Cristal Display,Bandung 2007

[7] Wardhana, Lingga. Belajar Sendiri

Mikrokontroler AVR Seri ATMega8535 Simulasi, Hadware, dan Aplikasi, Yogyakarta

2006

[8] Yatna Supriyatna, 2009 Desain Dan Implementasi Handheld Sebagai Alat Pengambilan Data Pada KWH Meter Dengan Komunikasi Wireless RF Berbasis Mikrokontroler, Konferensi Nasional Sistem

dan Informatika 2009; Bali, November 14, 2009

[9] Syahrul. Panduan Praktikum Sistem Mikroprosesor, Panduan Praktikum,

Bandung 2009

[10] Wardhana, Lingga. Belajar Sendiri

Mikrokontroler AVR Seri ATMega8535 Simulasi, Hadware, dan Aplikasi, Yogyakarta

2006

[11] Jatmiko, Nugroho Agung Prabowo,

Aplikasi Penjadwalan Lonceng Elektronis Berbasis Kendali Komputer, Indonesian

Jurnal on Computer Science - Speed 9

Volume 7 No 2 – Agustus 2010, ISSN 1979

– 9330

[12] Bambang Eka Purnama, Pemanfaatan

Global Positioning System Untuk Pelacakan Objek Bergerak, Indonesian Jurnal on

Computer Science - Speed 10 Vol 8 No 1 – Februari 2011, ISSN 1979 – 9330

[13] Bambang Eka Purnama (2006), Perancangan Sistem Perangkat Keras dan Perangkat Lunak Pengendali Komputer Jarak Jauh Menggunakan Sinar Infra Merah, Seminar Nasional

Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI), UII Yogyakarta

[14] Asrofi, Bambang Eka Purnama (2013), Rancang Bangun Alat Kontrol Otomatis Pendingin Komputer Berbasis Mikrokontroler ATMEGA8L, Indonesian Jurnal on Networking and Security (IJNS) - ijns.org, IJNS Volume 2 No 2 – April 2013 - ISSN: 2302-5700

[15] Eko Waskito, Ramadian Agus Triyono (2013), Miniatur Otomatisasi Bel Listrik Dan Pintu Gerbang Sekolah Menggunakan Mikrokontroler Atmega8l, Indonesian Jurnal on Computer Science - Speed (IJCSS) 15 FTI UNSA Vol 10 No 1 – Februari 2012 - ijcss.unsa.ac.id, ISSN : 1979-9330

[16] Denis Tri Priyono, Sukadi, Perancangan Sistem Deteksi Gerak Dengan Sinar Laser Menggunakan Mikrokontroler Atmega 8 Pada Laboratorium Komputer Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan PGRI Pacitan, (IJCSS) 14 - Indonesian Jurnal on

Computer Science Speed - FTI UNSA Vol 9 No 3 – Desember 2012 - ijcss.unsa.ac.id,

ISSN 1979 – 9330

Gambar

Gambar 3.2  Diagram Blok Alat
Gambar 3.6  Sekema Rangkaian Keseluruhan
Gambar 3.7  Desain Perangkat Lunak
Gambar 4.4  Uji coba Sistem Terhadap Admin
+3

Referensi

Dokumen terkait

Pembuatan dan Pengujian Converter Tekanan ke Massa merupakan suatu rangkaian elektronik berbasis mikrokontroler dengan tampilan display LCD dan menggunakan sensor tekanan

Sedangkan bagian elektronik yang terdiri dari motor-motor DC, mikrokontroler, user button, penampil LCD dan sensor-sensor, berfungsi mengatur pergerakan dari robot

Perancangan sistem kendali PID untuk kecepatan motor DC berbasis mikrokontroler ATMega16 meliputi rangkaian sistem minimum mikrokontroler ATMega16 sebagai unit

Perangkat keras (Hardware) Sistem Proteksi Daya Listrik Berbasis Mikrokontroler ATmega 16 dengan Sensor Arus erdiri dari rangkaian power supply , rangkaian sensor

Dalam pengujian secara parsial dilakukan beberapa pengujian untuk rangkaian sistem minimum mikrokontroler, PWM mikrokontroler, sensor pendeteksi jarak, sensor

Blok diagram rangkaian sistem pengendali motor stepper untuk deteksi jumlah obyek dengan menggunakan komputer pribadi terdiri dari sensor cahaya, rangkaian antar

Perancangan dan pembuatan perangkap tikus elektronik terdiri dari perancangan hardware yang meliputi rangkaian sensor, mikrokontroler, relay driver motor DC dan

Prinsip kerja dari alat penghitung pengunjung ke perpustakan dengan microcontroler AT 89S51 dengan penampil LCD adalah setiap mahasiswa yang masuk ke ruang