• Tidak ada hasil yang ditemukan

AKUNTABILITAS POLITIK EVALUASI PUBLIK AT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "AKUNTABILITAS POLITIK EVALUASI PUBLIK AT"

Copied!
48
0
0

Teks penuh

(1)

AKUNTABILITAS POLITIK:

EVALUASI PUBLIK ATAS PEMERINTAHAN

SBY BOEDIONO

SBY-BOEDIONO

Temuan Survei Nasional

(2)

Latar Belakang

† Demok asi seca a p insip meng tamakan pe an sent al p blik ata mas a akat

Latar Belakang

† Demokrasi secara prinsip mengutamakan peran sentral publik atau masyarakat dalam proses politik. Oleh karena itu, pemerintahan yang demokratis adalah pemerintahan yang mengakomodasi partisipasi publik dalam setiap proses pembuatan kebijakan.

† Dalam leksikon ilmu politik, pertautan antara publik dan pemerintah diberi label fungsi representasi. Namun, proses pembuatan kebijakan publik (atau absennya

sebuah kebijakan publik) untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang muncul dalam masyarakat adalah sebuah mata rantai panjang yang melibatkan berbagai institusi politik, mulai dari partai politik, parlemen, menteri atau kabinet hingga presiden.

† Dalam praktiknya, konsep representasi itu bisa dipilah dan diberi label yang

berlainan yang kerap dipertukarkan Responsiveness adalah situasi dimana publik berlainan yang kerap dipertukarkan. Responsiveness adalah situasi dimana publik memberikan sinyal tentang pilihan politiknya dan partai politik memberikan

tanggapan berupa paket kebijakan. Mandat adalah situasi dimana publik memberikan dukungan mayoritas ke sebuah paket kebijakan untuk dieksekusi oleh pemenang pemilu. Ada pun akuntabilitas adalah situasi dimana publik mengevaluasi proses

p p p g p

implementasi kebijakan itu serta menuntut pertanggungjawaban pemerintah.

Survei Nasional (Ags_10)

(3)

Latar Belakang

† Dengan kata lain dimensi ep esentasi politik mencak p h b ngan anta a

Latar Belakang

† Dengan kata lain, dimensi representasi politik mencakup hubungan antara

masyarakat dengan partai, antara partai dengan parlemen dan pemerintah, dan antara pemerintah dengan masyarakat.

† Setiap lembaga itu tentu bisa dan boleh merumuskan kriterianya sendiri untuk p g y mengukur derajat keberhasilan kinerjanya. Namun pada akhirnya evaluasi publik adalah cara penting untuk mengukur tingkat keberhasilan (atau kegagalan)

pemerintah karena publiklah yang akan dikenai dampak sebuah kebijakan. Isu akuntabilitas karena itu menjadi isu penting di pemerintahan yang demokratis.

† Pertanyaannya, bagaimanakan penilaian publik atas kinerja lembaga-lembaga pemerintahan selama ini? Lebih spesifik lagi, bagaimana mereka mengevaluasi kinerja presiden dan wakil presiden yang memegang peran utama dalam

pemerintahan? Bagaimanakah evaluasi mereka atas upaya penanganan pemerintah pemerintahan? Bagaimanakah evaluasi mereka atas upaya penanganan pemerintah terhadap isu-isu mutakhir?

† Sejauh mana faktor-faktor demografis mempengaruhi penilaian publik atas kinerja pemerintah? Sama pentingnya, benarkan evaluasi publik tersebut dipengaruhi sikap

i hi k ? D k h ik d l i k b d k partisanship mereka? Dan, apakah sikap dan evaluasi mereka membawa dampak elektoral?

Survei Nasional (Ags_10)

(4)

Pengukuran

Pengukuran

†

Studi ini memfokuskan pada aspek akuntabilitas, yakni evaluasi publik

atas tiga lembaga: pemerintah secara umum, presiden, dan wakil

presiden Ketiga tiganya adalah lembaga terpenting dalam proses

presiden. Ketiga-tiganya adalah lembaga terpenting dalam proses

pengambilan dan eksekusi kebijakan publik.

†

Pengukuran dilakukan dalam dua tingkatan. Pertama, studi ini melacak

penilaian publik kinerja pemerintah secara umum pada sektor-sektor

penilaian publik kinerja pemerintah secara umum pada sektor sektor

utama kehidupan publik tanpa mengaitkannya dengan isu yang spesifik.

Kedua, secara khusus, studi ini melacak penilaian publik atas kinerja

pemerintah dalam menangani dua masalah mutakhir: kasus ledakan

tabung kompor gas dan kebijakan tarif dasar listrik (TDL)

tabung kompor gas dan kebijakan tarif dasar listrik (TDL).

†

Untuk mengidentifikasi apakah faktor-faktor demografis membawa

pengaruh dalam proses evaluasi tersebut, studi ini melakukan tabulasi

silang antara faktor-faktor tersebut dengan penilaian mereka atas kinerja

silang antara faktor faktor tersebut dengan penilaian mereka atas kinerja

pemerintah, presiden, dan wakil presiden.

Survei Nasional (Ags_10)

(5)

Pengukuran

Pengukuran

†

Faktor partisanship umumnya juga dianggap sebagai faktor penting yang

mewarnai kecenderungan evaluatif publik terhadap kinerja pemerintah.

Mereka yang menjadi pendukung partai pemerintah umumnya memiliki

Mereka yang menjadi pendukung partai pemerintah umumnya memiliki

predisposisi positif terhadap kinerja pemerintah. Untuk mengidentifikasi

pengaruh sikap partisan ini, pilihan partai diperlakukan sebagai variabel

kontrol atas evaluasi publik.

†

Secara teoritik, evaluasi publik atas kinerja pemerintah yang bersifat

retrospektif ini akan membawa dampak elektoral. Untuk mengukur

dampak elektoral, data tentang pilihan publik atas partai politik juga digali

dan disajikan.

Survei Nasional (Ags_10)

(6)

D t

Data

†

Data utama yang digunakan dalam studi ini adalah data survei yang

dilakukan pada Agustus, 2010. Untuk melacak kecenderungan antar

waktu, data-data survei LSI sebelumnya juga dimanfaatkan.

†

Survei ini dibiayai oleh Yayasan Pengembangan Demokrasi Indonesia

(YPDI), yang menaungi Lembaga Survei Indonesia (LSI).

Survei Nasional (Ags_10)

(7)

M t d l

i

Metodologi

P

l

i

i i i

d l h

l

h

I d

i

h k

Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak

pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun

atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

Sampel: Sampel asal sebanyak 1 850 dipilih dengan teknik multistage

Sampel: Sampel asal sebanyak 1.850 dipilih dengan teknik multistage

random sampling. Jumlah sampel akhir yang dapat dianalisis, dengan

response rate (berhasil diobservasi) sekitar 99% (berarti sangat baik)

adalah 1.829 responden. Berdasar jumlah sampel ini, diperkirakan margin

of error sebesar +/ 2 8% pada tingkat kepercayaan 95%

of error sebesar +/-2.8% pada tingkat kepercayaan 95%.

Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang

telah dilatih. Satu pewawancara bertugas untuk satu desa/kelurahan yang

terdiri hanya dari 10 responden

terdiri hanya dari 10 responden

Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar

20%

dari total

sampel

oleh

supervisor dengan

kembali

mendatangi

responden terpilih (spot check). Dalam quality control tidak ditemukan

kesalahan berarti.

Waktu wawancara lapangan Agustus 2010.

Survei Nasional (Ags_10)

(8)

Prosedur Multistage Random

Prosedur Multistage Random

Sampling dalam pemilihan sampel

†

Stratifikasi 1 = populasi dikelompokan menurut provinsi,

dan masing-masing provinsi diberi kuota sesuai dengan

total pemilih di masing-masing provinsi.

o a pe

d

as g

as g p o

s

†

Stratifikasi 2: populasi dikelompokan menurut jenis

kelamin: 50% laki-laki, dan 50% perempuan.

†

Stratifikasi 3: populasi dikelompokan ke dalam kategori

yang tinggal di pedesaan (desa, 60%) dan perkotaan

(kelurahan, 40%).

(

,

)

Survei Nasional (Ags_10)

(9)

Lanjutan…

†

Cluster 1: Di masing-masing provinsi ditentukan jumlah

pemilih sesuai dengan populasi pemilih masing-masing

provinsi. Atas dasar ini, dipilih

desa dan kelurahan

secara random sebagai primary sampling unit. Berapa

desa atau kelurahan? Tergantung jumlah pemilih di

masing-masing provinsi. Ditetapkan untuk setiap desa

di ilih 10

ilih (5 l ki l ki d

5

)

dipilih 10 pemilih (5 laki-laki, dan 5 perempuan) secara

random. Bila di Jawa Barat prosentase pemilih 17%, dan

di NTB 2%, maka kalau di Jabar dipilih 17 desa/kelurahan,

di NTB dipilih hanya 2 desa/kelurahan dst

di NTB dipilih hanya 2 desa/kelurahan, dst.

†

Cluster 2: Di masing-masing desa terpilih, kemudian

didaftar populasi

p p

RT atau yang setingkat

y

g

g

. Kemudian

dipilih secara random 5 RT dengan ketentuan di

masing-masing RT akan dipilih secara random dua Keluarga.

Survei Nasional (Ags_10)

(10)

Lanjutan…

†

Cluster 3: Di masing-masing RT terpilih, populasi

keluarga

didaftar, kemudian dipilih secara random 2

keluarga.

†

Di masing-masing keluarga terpilih, kemudian didaftar

seluruh anggota keluarga yang punya hak pilih laki-laki

atau perempuan, dan kemudian dipilih secara random

k

d

d

d

k

siapa yang akan menjadi responden di antara mereka.

†

Bila pada keluarga pertama yang dipilih adalah

responden perempuan, maka pada keluarga berikutnya

p

p

p

,

p

g

y

harus laki-laki.

Survei Nasional (Ags_10)

(11)

Fl

h t ik

l

Flowchat penarikan sampel

Populasi desa/kelurahan tingkat Nasional

Desa/kelurahan di tingkat

Provinsi dipilih secara random dengan jumlah proporsional

Ds 1 Ds n

Prov 1

Ds 1 … Ds m

Prov k

Ds 1 … Ds n

RT1 RT2 RT3 …. RT5 Di setiap desa/kelurahan dipilih sebanyak 5 RT dengan cara random

Di masing-masing RT/Lingkungan dipilih secara random dua KK KK1 KK2

Di KK terpilih dipilih secara random Satu orang yang punya hak pilih laki-laki/perempuan

Laki-laki Perempuan

Survei Nasional (Ags_10)

(12)
(13)

PROFILE DEMOGRAFI RESPONDEN

PROFILE DEMOGRAFI RESPONDEN

KATEGORI LSI BPS KATEGORI LSI BPS

Laki-laki 50.0 50.0 Islam 87.4 88.2

AGAMA GENDER

Perempuan 50.0 50.0 Katolik/Protestan 8.8 8.9

Lainnya 3.8 2.9

Pedesaan 60.5 59.4

Perkotaa 39.5 40.6 Jawa 43.5 41.6

Sunda 16 7 15 4

ETNIS DESA-KOTA

Sunda 16.7 15.4

Melayu 5.1 3.4

Madura 3.8 3.4

Bugis 2.9 2.5

Betawi 1.8 2.5

Minang 2.9 2.7

Lainnya 23.2 28.5

Survei Nasional (Ags_10)

(14)

PROFILE DEMOGRAFI RESPONDEN

PROFILE DEMOGRAFI RESPONDEN

KATEGORI LSI BPS KATEGORI LSI BPS

KATEGORI LSI BPS KATEGORI LSI BPS

NAD 2.0 2.0 BALI 1.5 1.5

SUMATERA UTARA 5.8 5.8 NTB 2.0 2.0

SUMATERA BARAT 2.1 2.1 NTT 2.0 2.0

PROVINSI PROVINSI

SUMATERA BARAT 2.1 2.1 NTT 2.0 2.0

RIAU 2.2 2.2 KALIMANTAN BARAT 1.9 1.9

JAMBI 1.3 1.3 KALIMANTAN TENGAH 0.9 0.9

SUMATERA SELATAN 3.3 3.3 KALIMANTAN SELATAN 1.5 1.5

BENGKULU 0.8 0.8 KALIMANTAN TIMUR 1.4 1.4

LAMPUNG 3.3 3.3 SULAWESI UTARA 1.0 1.0

BANGKA BELITUNG 0.5 0.5 SULAWESI TENGAH 1.1 1.1

KEPULAUAN RIAU 0.6 0.6 SELAWESI SELATAN 3.4 3.4

DKI JAKARTA 3.3 3.3 SULAWESI TENGGARA 0.9 0.9

JAWA BARAT 17 2 17 2 GORONTALO 0 4 0 4

JAWA BARAT 17.2 17.2 GORONTALO 0.4 0.4

JAWA TENGAH 14.8 14.8 SULAWESI BARAT 0.5 0.5

DI YOGYAKARTA 1.5 1.5 MALUKU 0.6 0.6

JAWA TIMUR 16.4 16.4 MALUKU UTARA 0.5 0.5

BANTEN 4.1 4.1 PAPUA 1.4 1.2

IRJABAR - 0.3

Survei Nasional (Ags_10)

(15)

Kondisi Indonesia

S

U

Secara Umum

(16)

Kondisi politik

Kondisi politik

secara nasional sekarang (%)

P

Akhi T h

5 0

2009

Per Akhir Tahun

2008

2010

32 37 37 34 39 29 28

38 39 37

37 34 35 27 40 29 34 28

27 29 29 29

37 30

34 34 35

37 40 31 39 3 0 4 0

B a ik S e da ng 20 26 28 27 23 21 19 17 17 23 15 23 13 15 17 27

24 23 25

22 2 0

S e da ng B uruk T ida k t a hu

11 8

13 7

10 9 9 10 9

8 8 11 9 0 10 A p ri l' 0 4 Se p '0 4 Se p ' 0 5 Se p '0 6 Se p '0 7 Se p '0 8 O k t' 0 8 D e s '0 8 F e b '0 9 Ma r' 0 9 A p r' 0 9 J u l' 0 9 J a n '1 0 Ma r' 1 0 A u g '1 0 .

Survei Nasional (Ags_10)

(17)

Keadaan keamanan dan ketertiban

Keadaan keamanan dan ketertiban

secara nasional sekarang (%)

2008

59 69 67 59 59 59 60 7 0

8 0

2009

2010

Per Akhir Tahun

2008

52

59

55 59 59 55

58

59 57 57 60

55 5 0

6 0

B a ik S d

28 26

15

23 23 22 22 27

20 13

20 15

24 25

30 31 29

26

14 18 2 0

3 0

4 0 S e da ng

B uruk T ida k t a hu 15

10 10 10 9 13

15

6

3 2 4 3 5 4 5 6 2 2 5 3 3

14

11 10 12 10

0 10 2 0 Se p ' 0 5 Se p '0 6 Se p '0 7 Se p '0 8 O k t' 0 8 D e s '0 8 F e b '0 9 Ma r' 0 9 A p r' 0 9 Me i' 0 9 J u l' 0 9 J a n '1 0 Ma r' 1 0 A u g '1 0

Survei Nasional (Ags_10)

(18)

Kondisi penegakan hukum

Kondisi penegakan hukum

secara nasional sekarang (%)

2009

2010

P

Akhi T h

59 61 59

6 0

7 0

2008

2009

2010

Per Akhir Tahun

41 49 54 37 43 43 46 41 48 46 37 4 0 5 0

B a ik S e da ng 37

35 34

30

23 24 25 26 22

20 30 32 32 29 37 30 26 28 34 33 31 22 18 23 18 22 2 0 3 0

S e da ng B uruk T ida k t a hu

14 14 15

10 11

15 11

6 6 7 7 8 7 7 5 5 5 5 9 5 6

18 18 14 0 10 Se p ' 0 5 Se p '0 6 Se p '0 7 Se p '0 8 O k t' 0 8 D e s '0 8 F e b '0 9 Ma r' 0 9 A p r' 0 9 Me i' 0 9 J u n '0 9 J u l' 0 9 J a n '1 0 Ma r' 1 0 A u g '1 0

Survei Nasional (Ags_10)

(19)

Kondisi ekonomi nasional sekarang

7 0

Kondisi ekonomi nasional sekarang

dibanding tahun lalu (%)

51 52 56 53

50 4 9

58

5 0 6 0 7 0

Le bih ba ik S a m a Le bih buruk T ida k t a hu

2 9 3 3

2 8

3 1 3 1 3 2

3 8 3 9 4 2

3 3

4 0 3 9

2 9 3 3

3 1 3 1 3 0 3 5 4 3 3 8 4 2 3 2 4 5 4 9 4 4 4 0 3 7

3 1 3 0 3 1

3 4 3 1

2 9

3 7 3 6 3 8 3 5

3 2 2 8 4 1 2 9 3 2 4 7 3 7 3 0 4 0

2 3 2 3

2 8 2 7 2 4

17 2 5 2 4

2 2 2 3 2 2 2 5

2 2

19 2 1 2 6

2 4 2 5 2 5 2 6 2 6 2 3 2 3 2 2 2 7

2 1 2 1 18

2 1 2 4

7

10

7 8 7 8 7

2 2 2 4 2 6 2 4 15 2 8 10 2 0 0

5 5 5 7 5 7 6 5 5 4 6

8

4 5 6 6

7

5 5 6 4 4 5

8 7 2 0 e p ' 0 3 k t '0 4 e s ' 0 4 p r '0 5 u n ' 0 5 p t '0 5 e s ' 0 5 p t '0 6 e s ' 0 6 p r '0 7 u n ' 0 7 e p ' 0 7 e s ' 0 7 p r '0 8 u n ' 0 8 e p ' 0 8 k t '0 8 e s ' 0 8 b ' 0 9 ar '0 9 p r' 0 9 M e i' 0 9 u n '0 9 J u l' 0 9 o v '0 9 a n '1 0 ar '1 0 u g '1 0 S

e Ok

D e A p J u S e p D e S e p D e A p J u S e D e A p J u S

e Ok

D

e

F

e M A M Ju J No Ja M Au

.

Survei Nasional (Ags_10)

(20)

Paralel antara

persepsi ekonomi

Paralel antara

persepsi ekonomi

nasional

dengan

tingkat inflasi

(%)

17 70 18 47 53 50 49 58 17 15 12 50 60 12 14 16 persepsi kondisi 41 28 29 37 32 47 43 38 42 32 45 44 40 37

31 30 31

34 8 7 9 9 11 12 12 11 9 8 7 30 40 8 10 12 ekonomi nasional: sekarang lebih buruk dari tahun lalu

28 29 27

21 21 18

21 24 6 6 6

7

7 6 6

7 7 7

6 4 3 2 4 3 6 10 20 4 6

tahun lalu Inflasi Tahunan (sumber: BPS)

2 0 10 e p   '0 3 kt   '0 4 e s   '0 4 p r   '0 5 u n   '0 5 p t   '0 5 e s   '0 5 p t   '0 6 e s   '0 6 p r   '0 7 u n   '0 7 e p   '0 7 e s   '0 7 p r   '0 8 u n   '0 8 e p   '0 8 kt   '0 8 e s   '0 8 e b   '0 9 M a r' 0 9 A p r' 0 9 M e i' 0 9 u n '0 9 Ju l' 0 9 o v '0 9 a n '1 0 M a r' 1 0 Ju l' 1 0 0 2

Secara umum, persepsi terhadap kondisi ekonomi berkorelasi dengan tingkat inflasi. Ketika Inflasi tinggi, yang merasa ekonomi buruk juga cenderung tinggi, begitupun sebaliknya.

S

e O De Ap Ju

S

e

p

 

D Sep De Ap Ju Se De Ap Ju Se O De Fe M A M Ju J N J M J

Survei Nasional (Ags_10)

(21)

TEMUAN

†

Penilaian masyarakat atas berbagai kondisi kehidupan nasional cukup

†

Penilaian masyarakat atas berbagai kondisi kehidupan nasional cukup

bervariasi. Dalam bidang politik, misalnya, penilaian yang mengatakan bahwa

kondisi politik dalam keadaan baik sebesar 28%, meningkat dari yang

sebelumnya sebesar 26%. Sebaliknya, yang menilai bahwa kondisi politik

buruk sebesar 23%, penurunan yang agak besar dari sebelumnya yang

b

34%

sebesar 34%.

†

Kelompok masyarakat yang menilai bahwa kondisi keamanan dan ketertiban

dalam keadaan baik jumlahnya menurun, dari 59% ke 55%. Pada saat yang

sama, mereka yang menilai bahwa kondisi keamanan dan ketertiban dalam

sama, mereka yang menilai bahwa kondisi keamanan dan ketertiban dalam

situasi buruk juga menurun.

†

Temuan lain menunjukkan bahwa masyarakat yang menilai bahwa kondisi

penegakan hukum dalam keadaan baik jumlahnya menurun, dari 43% ke

35% Namun pada saat yang sama mereka yang menilai bahwa kondisi

35%. Namun pada saat yang sama mereka yang menilai bahwa kondisi

penegakan hukum jumlahnya juga menurun dari 32% ke 29%.

†

Sementara untuk kondisi ekonomi, masyarakat yang menilai bahwa kondisi

ekonomi lebih baik dari sebelumnya jumlahnya menurun cukup besar, dari

y j

y

p

,

39% ke 29%. Dan sebaliknya, yang menilai bahwa bahwa kondisi ekonomi

sekarang lebih buruk jumlahnya meningkat pesat, sebesar 11%. Pernilaian

publik atas baik-buruknya kondisi ekonomi nampaknya paralel dengan

naik-turunnya inflasi di tingkat nasional.

Survei Nasional (Ags_10)

(22)
(23)

Kepuasan atas Upaya Pemerintah

Kepuasan atas Upaya Pemerintah

Menangani Ledakan Tabung Gas

• Apakah Ibu/Bapak pernah mendengar atau membaca berita tentangp / p p g g ledakan tabung gasg g

yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia akhir-akhir ini? …(%)

• Jika pernah, apakah Ibui/Bapak sejauh ini sangat puas, cukup puas, kurang puas, atau tidak puas sama sekali terhadap upaya pemerintah dalam menanggulangi masalah ledakan tabung gas tersebut? …(%)

Tidak h

59.8

76.9

pernah, 9

“Jika pernah”

18.4

Ya, pernah,

1.0

17.4 17.1

4.7

Ya, pernah, 91

Sangat puas

Cukup Puas

Kurang puas

Tidak puas sama sekali

Tidak tahu/tidak

jawab

Survei Nasional (Ags_10)

(24)

Kepuasan atas Upaya Pemerintah

Menanggulangi Ledakan Tabung Gas

Menanggulangi Ledakan Tabung Gas

Menurut Sosio-Demografi

P Tid k TT/TJ Puas Tidak puas TT/TJ

Pedesaan 20.4 73.6 6.1 Perkotaan 15.7 81.4 2.9 <=SD 22 9 70 4 6 7

DESA-KOTA

PENDIDIKAN

<=SD 22.9 70.4 6.7 SLTP 17.8 77.1 5.1 SLTA 13.0 84.8 2.2 KULIAH 11.1 87.8 1.0 SUMATERA 18 8 77 5 3 7

WILAYAH

SUMATERA 18.8 77.5 3.7 JAWA+BALI 17.9 77.6 4.5 KALIMANTAN 13.8 82.4 3.8 SULAWESI 29.1 64.5 6.4 INDONESIA TIMUR 14.4 74.9 10.7

PEMILIH PARTAI

Demokrat 17.9 79.1 3.0 PDIP 18.9 77.5 3.6 Golkar 27.3 69.6 3.2 PKB 26.0 70.4 3.6 PKS 7.0 91.8 1.3 PAN 10.3 87.0 2.7 PPP 23.7 67.8 8.5 Gerindra 14.4 85.6 0.0 Hanura 24.1 75.9 0.0 Lainnya 23.0 77.0 0.0

Survei Nasional (Ags_10)

(25)

Sikap terhadap Kenaikan

Sikap terhadap Kenaikan

Tarif Dasar Listrik (TDL)

Apakah Ibu/Bapak keberatan atau tidak keberatan dengan kenaikan harga listrik (Tarif Dasar Listrik atau TDL)? …(%)

65.7

75 100

14.3

3 8 16.2

25 50

3.8

0

Tidak keberatan asalkan pelayanan

memuaskan

Tidak keberatan jika diterapkan pada masyarakat yang

Keberatan dengan alasan apa pun

Tidak tahu/tidak jawab

mampu

Survei Nasional (Ags_10)

(26)

Sikap terhadap Kenaikan

Tidak keberatan Tidak keberatan jika

diterapkan pada Keberatan dengan

Sikap terhadap Kenaikan

Tarif Dasar Listrik (TDL)

asalkan pelayanan memuaskan

diterapkan pada kelompok masyarakat

yang mampu

Keberatan dengan

alasan apa pun Tidak tahu/tidak jawab

Pedesaan 16.9 14.9 62.7 5.5

Perkotaan 15.2 13.4 70.3 1.1

DESA-KOTA

<=SD 14.4 12.4 67.9 5.4

SLTP 12.2 18.5 66.5 2.8

SLTA 20.7 13.5 64.0 1.8

KULIAH 23.1 20.0 55.0 1.9

PENDIDIKAN

SUMATERA 18.7 16.3 56.4 8.6

JAWA+BALI 14.2 11.3 72.6 1.9

KALIMANTAN 16.9 22.1 59.3 1.7

SULAWESI 23.1 14.8 58.4 3.7

INDONESIA TIMUR 17 9 27 8 48 2 6 1

WILAYAH

INDONESIA TIMUR 17.9 27.8 48.2 6.1

Demokrat 18.7 19.2 57.6 4.4

PDIP 16.6 8.3 72.8 2.3

Golkar 19.2 16.1 62.6 2.2

PKB 13.5 12.8 70.6 3.1

PEMILIH PARTAI

PKS 17.5 12.4 65.9 4.2

PAN 13.6 8.4 72.8 5.2

PPP 19.9 8.5 70.5 1.1

Gerindra 12.4 7.4 76.6 3.7

Hanura 10.4 14.5 75.1 0.0

L i 15 0 19 5 59 9 5 6

Lainnya 15.0 19.5 59.9 5.6

Survei Nasional (Ags_10)

(27)

Setuju atau Tidak Setuju dengan: “Kenaikan TDL

Pemerintah menaikkan TDL bagi kelompokmasyarakat yang dinilai mampu dengan

j

j

g

untuk membantu Masy. yang Belum Mampu”

Pemerintah menaikkan TDL bagi kelompokmasyarakat yang dinilai mampu, dengan alasan untuk membantu kelompok masyarakat yang belum mampu atau belum mendapatkan listrik. Apakah Ibu/Bapak setuju dengan alasan pemerintah tersebut?

…(%)

75 100

55.1

31.4

25 50

1.5 5.8

6.2

0 25

Sangat setuju Setuju Tidak setuju Sangat tidak

t j

Tidak tahu/tidak

j b

setuju jawab

Survei Nasional (Ags_10)

(28)

Setuju atau Tidak Setuju dengan: “Kenaikan TDL

untuk membantu Masy yang Belum Mampu”

S t j Tid k S t j TT/TJ

untuk membantu Masy. yang Belum Mampu”

Menurut Sosio-Demografi

Setuju Tidak Setuju TT/TJ

Pedesaan 63.7 29.3 7.0 Perkotaan 57.8 38.3 3.9 <=SD 58 8 32 1 9 1

DESA-KOTA

PENDIDIKAN

<=SD 58.8 32.1 9.1 SLTP 67.2 30.2 2.6 SLTA 59.4 38.0 2.7 KULIAH 69.5 29.5 1.0 SUMATERA 61 9 30 6 7 6

WILAYAH

SUMATERA 61.9 30.6 7.6 JAWA+BALI 58.3 36.8 4.9 KALIMANTAN 74.4 19.0 6.6 SULAWESI 69.9 24.0 6.0 INDONESIA TIMUR 66.6 27.3 6.1

PEMILIH PARTAI

Demokrat 68.0 26.8 5.1 PDIP 63.0 33.1 4.0 Golkar 69.1 24.3 6.6 PKB 53.7 44.0 2.3 PKS 61.1 37.6 1.3

PEMILIH PARTAI

PAN 59.7 33.0 7.3 PPP 45.5 48.2 6.3 Gerindra 63.2 36.8 0.0 Hanura 49.4 44.1 6.5 Lainnya 70.6 27.0 2.4

Survei Nasional (Ags_10)

(29)

T

Temuan

†

Isu atau peristiwa ledakan tabung kompor gas yang kerap muncul di

media massa nampaknya banyak diketahui oleh masyarakat. Proporsi

dari mereka yang mengetahui peristiwa itu sangat besar: 91%.

Artinya 9 dari sepuluh orang tahu akan peristiwa tersebut

Artinya, 9 dari sepuluh orang tahu akan peristiwa tersebut.

†

Dari mereka yang tahu kabar tersebut, mayoritas menilai bahwa

mereka kurang puas atau tidak puas sama sekali dengan cara

penanganan masalah ledakan tabung gas. Persentase kedua kategori

penanganan masalah ledakan tabung gas. Persentase kedua kategori

ini mendekati 77%. Artinya, dari 10 orang yang mengetahui peristiwa

ledakan tabung gas ini, kurang lebih 8 orang merasa kurang atau tidak

puas dengan penanganan pemerintah.

†

Proporsi mereka yang kurang puas atau tidak puas itu di atas 70%

untuk masing-masing kategori tingkat pendidikan. Namun di sana juga

terlihat bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan, semakin besar

proporsi mereka yang kurang atau tidak puas sama sekali dengan

proporsi mereka yang kurang atau tidak puas sama sekali dengan

respon pemerintah dalam menangani masalah ledakan tabung gas.

Survei Nasional (Ags_10)

(30)

T

Temuan

† Secara umum, sikap partisanship tidak mewarnai evaluasi masyarakat atas cara penanganan pemerintah terhadap musibah ledakan tabung kompor gas. Tidak peduli pilihan partainya, mayoritas mereka (di masing-masing partai) kurang puas atau tidak puas sama sekali dengan pemerintah.

† Yang menarik, proporsi pemilih Partai Demokrat (79,1%) yang kurang puas atau tidak puas sama sekali justru lebih tinggi dari proporsi pemilih PDIP yang

memberikan penilaian sama (77,5%). Dukungan politik mereka terhadap partai utama yang berada di pemerintahan tidak mengurangi penilaian negatif mereka utama yang berada di pemerintahan tidak mengurangi penilaian negatif mereka terhadap pemerintah dalam penanganan ledakan tabung kompor gas.

Sebaliknya, pemilih partai oposisi (PDIP) tidak lebih galak dibandingkan dengan pemilih Partai Demokrat.

† Temuan menarik lainnya proporsi pemilih PKS yang merasa kurang puas atau

† Temuan menarik lainnya, proporsi pemilih PKS yang merasa kurang puas atau tidak puas sama sekali terhadap cara penanganan pemerintah adalah yang paling tinggi (91,8%), sementara pemilih Golkar proporsinya paling rendah (69,6%). Variasi ini nampaknya lebih bisa diterangkan oleh faktor pendidikan dan asal daerah ketimbang faktor partai atau sikap partisanship.g p p p p

Survei Nasional (Ags_10)

(31)

T

Temuan

†

Evaluasi masyarakat terhadap kebijakan tarif dasar listrik (TDL)

terlihat tidak stabil. Ketika ditanyakan apakah mereka setuju terhadap

kenaikan TDL, mayoritas menjawab tidak setuju dengan alasan apapun

(65 7%) – meskipun dalam pilihan tersedia jawaban bahwa itu

(65,7%) – meskipun dalam pilihan tersedia jawaban bahwa itu

diterapkan pada kelompok yang mampu. Namun ketika rumusan

pertanyaan diubah dengan

wording

“dengan alasan untuk membantu

kelompok masyarakat yang belum mampu”, sebanyak 61,3%

menyatakan bahwa mereka sangat setuju atau setuju

menyatakan bahwa mereka sangat setuju atau setuju.

†

Mirip dengan isu ledakan tabung kompor gas, sikap partisanship tidak

menjelaskan variasi penilaian masyarakat atas kebijakan TDL. Namun,

nampaknya faktor kedaerahan lebih bisa menjelaskan variasi penilaian

nampaknya faktor kedaerahan lebih bisa menjelaskan variasi penilaian

tersebut.

Survei Nasional (Ags_10)

(32)
(33)

Kepuasan terhadap Kinerja

Kepuasan terhadap Kinerja

SBY & Boediono

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono telah dilantik pada tanggal 20 Oktober 2009 yang lalu. Secara umum, sejauh ini seberapa puas Ibu/Bapak dengan kerja presiden Susilo Bambang Yudhoyono

dan Wakil Presiden Boediono?…%)

100

53 66

50 75

PUAS

TIDAK PUAS

32

40

25

50 TIDAK PUAS

Tidak tahu/tidak jawab

2 7

0

SBY BOEDIONO

Yang merasa puas dengan SBY 66%, Boediono 53%.

Puas = Sangat + Cukup Puas

Tidak Puas = Kurang + Tidak Puas sama sekali

Survei Nasional (Ags_10)

33

(34)

Puas

dengan kinerja Presiden &

Wakil Presiden (%)

Menurut Pendidikan Responden

100

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono telah dilantik pada tanggal 20 Oktober 2009 yang lalu. Secara umum, sejauh ini seberapa puas Ibu/Bapak dengan kerja presiden Susilo Bambang Yudhoyono

dan Wakil Presiden Boediono?…%)

65

61 62

58 68

75 100

61 58

50

47 50

50 SBY Boediono

0 25

<= SD SLTP SLTA KULIAH

<= SD SLTP SLTA KULIAH

Kepuasan terhadap kinerja SBY dan Boediono pada kalangan terpelajar

Cenderung lebih rendahdibandingkan pada kalangan kurang terpelajar.

Survei Nasional (Ags_10)

(35)

Puas

dengan kinerja Presiden &

Wakil Presiden (%)

Menurut Wilayah

100

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono telah dilantik pada tanggal 20 Oktober 2009 yang lalu. Secara umum, sejauh ini seberapa puas Ibu/Bapak dengan kerja presiden Susilo Bambang Yudhoyono

dan Wakil Presiden Boediono?…%)

60 59

67

83

56 60

70 76

75 100

56

51

39

25 50

SBY Boediono

0

SUMATERA JAWA BALI KALIMANTAN SULAWESI INDONESIA TIMUR TIMUR

Kepuasan terhadap kinerja SBY dan Boediono paling rendah di wilayah Jawa-Bali dan Kalimantan.

Survei Nasional (Ags_10)

(36)

Puas

dengan kinerja Presiden &

Wakil Presiden (%)

Menurut Desa-Kota

100

Secara umum, apakah sejauh ini Ibu/Bapak sangat puas, cukup puas, kurang puas, atau tidak puas sama sekali dengan kerja Presiden Susilo Bambang Yudhoyono? … (%)

60 58

69

75 100

60 58

47

50 SBY Boediono

0 25

Desa Kota

Desa Kota

Kepuasan terhadap kinerja SBY dan Boediono di Kota lebih rendah dibanding di desa.

Survei Nasional (Ags_10)

(37)

Trend Evaluasi atas Kinerja Presiden:

Puas

dengan kinerja

Presiden

&

Puas

dengan kinerja

Presiden

&

Wakil Presiden

(%)

80

71 7074

80 80 79 85 75 70 80 90 100 69 65 71 63

56 56 5558 67

6467 54

50

55 565853 54 45

56 63

69 70 70 65 66 77 64 59 65 58 53 54

63 61 62

56 55 58 56 59 58 60 65 63 4951 45 53 50 60 70 45 52 53 50 54

49 50 49 51 51 48 39 49 55 20 30 40 50 SBY JK Boediono 0 10 20 0 4 0 4 0 5 0 5 0

5 05

0

6 06

0

6

0

6 06

0

6

0

7 07

0

7

0

7

0

7 07

0 8 0 8 0 8 0

8 08

0

9 09

0

9

0

9

0

9 09

0

9

1

0 10

1

0

Boediono

2005

2004 2006 2007 2008 2009 2010

No v '0 D e s '0 0 M a r' 0 Ju n '0 S e p t' 0 D e s ' 0 Ja n ' 0 M a r' 0 Ju n '0 S e p '0 No v ' 0 D e s '0 F e b ' 0 M a r' 0 M e i' 0 Ju n '0 S e p '0 D e s '0 M a r' 0 Ju n '0 S e p '0 O k t' 0 D e s '0 F e b '0 M a r' 0 A p r' 0 M e i' 0 Ju n '0 Ju l' 0 No v '0 Ja n '1 M a r' A u g '1 • .

Survei Nasional (Ags_10)

(38)

TEMUAN

† Dalam satu tahun terakhir, sejak Juli 2009 sampai dengan Agustus 2010, proporsi masyarakat yang puas dengan kinerja presiden, Yudhoyono, terus menurun. Bulan Juli 2009 mencatat rekor tertinggi kepuasan masyarakat atas kinerja presiden yakni 85%, dan sejak itu menurun pada bulan November 2009 menjadi 75%, menurun lagi pada bulan Januari 2010 ke 70%, dan pada bulan Maret 2010 menjadi 65%, dan sedikit menaik (1%) pada bulan Agustus 2010.

† Sementara evaluasi atau tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja wakil presiden Boediono bersifat fluktuatif Pada bulan November 2009 tingkat presiden, Boediono, bersifat fluktuatif. Pada bulan November 2009 tingkat kepuasan masyarakat berada pada level 49% dan naik pada bulan Januari 2010 ke 51%, kemudian menurun ke tingkat 45% sebelum akhirnya menaik pada bulan Agustus 2010 di tingkat 53%.

† Faktor Pendidikan nampaknya sedikit berpengaruh terhadap tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja presiden. Secara umum, semakin tinggi tingkat pendidikan semakin rendah tingkat kepuasan mereka terhadap kinerja presiden.

† Selain itu tingkat kepuasan terhadap kinerja presiden lebih banyak ditemui di

† Selain itu, tingkat kepuasan terhadap kinerja presiden lebih banyak ditemui di pedesaan dan wilayah Sumatra serta Indonesia bagian Timur.

Survei Nasional (Ags_10)

(39)
(40)

Partai yang Dipilih

Partai yang Dipilih

Jika Pemilu Diadakan Sekarang

40 45 50

26.6

22 3

25 30 35 40

14.9

12.3

22.3

10 15 20 25

5.6 5.3

3.7 3.1

2.1 1.2 2.8

0 5 10

Demokrat PDIP Golkar PKS PKB PPP PAN Gerindra Hanura Lainnya Tidak

j b/ h i

jawab/rahasia

Jika Pemilu diadakan sekarang, Demokrat mendapat suara terbanyak.

Survei Nasional (Ags_10)

(41)

Trend Suara Partai (3 teratas)

Trend Suara Partai (3 teratas)

32 32

29

27

30 35

PD

21

27 27

20 25

PD

Golkar

14

11 11

14

11

12

14

12

11

13

15

10 15

Golkar

PDIP

9

5

PDIP

0

Apr'09 (kpu) Jan'10 Feb'10 Mar'10 Apr'10 Ags'10

Survei Nasional (Ags_10)

(42)

Trend Suara Partai (lainnya)

Trend Suara Partai (lainnya)

8 8

7 8 9

PKS

5.6

5 6

5 5 5 5 5

5

5 6 7

PPP

PAN

3

4

3 3

4 4

3

4

3 3 3 3

4 4

3

3

4 PKB

Hanura

2

1 1 1 1 1

1 1 1

2.1

1

2 Gerindra

0

Apr'09 (kpu) Jan'10 Feb'10 Mar'10 Apr'10 Ags'10

Survei Nasional (Ags_10)

(43)

T

Temuan

†

Selama bulan Januari sampai dengan bulan Februari 2010, Partai

Demokrat mencatat rekor dukungan tertinggi dari masyarakat pemilih

pada level 32%. Pada periode enam bulan setelahnya, dukungan

terhadap Partai Demokrat terus menurun dan stabil pada tiga bulan

terhadap Partai Demokrat terus menurun, dan stabil pada tiga bulan

terakhir di level 27%.

†

Sebaliknya, Partai Golkar dan PDIP mengalami peningkatan dalam tiga

bulan terakhir. Golkar meningkat dari 11% ke 12%, sementara PDIP

bulan terakhir. Golkar meningkat dari 11% ke 12%, sementara PDIP

naik relatif besar sejak mengalami penurunan tajam di bulan April

2010 ke 9%, dan menjadi 15% di bulan Agustus.

†

Partai-partai lainnya (PAN, PPP, PKB, Gerindra dan Hanura) tidak

p

y (

,

,

,

)

mengalami fluktuasi yang tajam kecuali PKS selama enam bulan

terakhir.

Survei Nasional (Ags_10)

(44)
(45)

KESIMPULAN

† Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah tampaknya bercampur. Kelompok masyarakat yang menilai kondisi kehidupan masyarakat pemerintah lebih baik dari saat sebelumnya sedikit meningkat atau stabil pada sektor kehidupan politik. Sementara pada sektor kehidupan lainnya, yakni kondisi keamanan dan ketertiban, penegakan hukum, dan kondisi ekonomi, proporsi yang mengatakan lebih baik menurun.

† Evaluasi masyarakat atas kinerja pemerintah dalam merespon masalah-masalah mutakhir cenderung negatif Mayoritas masyarakat merasa kurang puas atau mutakhir cenderung negatif. Mayoritas masyarakat merasa kurang puas atau tidak puas sama sekali terhadap cara penangan pemerintah terhadap musibah ledakan tabung kompor gas. Sementara, untuk kebijakan kenaikan tarif daftar listrik (TDL), mayoritas dari mereka terlihat mendua: Tidak mendukung kebijakan itu dengan alasan apapun, namun ketika formulasi pertanyaan diubah “untuk membantu mereka yangb tak mampu” mereka mendukung.

† Sikap partisanship dari masyarakat tidaklah berpengaruh atas evaluasi mereka terhadap cara penanganan pemerintah terhadap dua isu mutakhir yang populer di masyarakat yakni ledakan tabung kompor gas dan TDL Pilihan partai (partai di masyarakat, yakni ledakan tabung kompor gas dan TDL. Pilihan partai (partai pendukung pemerintah maupun partai oposisi) tidak menentukan variasi kepuasan atau ketidakpuasan terhadap kinerja pemerintah.

Survei Nasional (Ags_10)

(46)

KESIMPULAN

† Prediktor yang lebih baik yang menentukan level kepuasan atau ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah adalah tingkat pendidikan dan wilayah dimana mereka tinggal

dimana mereka tinggal.

† Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja presiden menurun dalam satu tahun terakhir, dan stabil pada tiga bulan terakhir di level 65-66%. Sementara tingkat kepuasan terhadap wakil presiden terlihat fluktuatif, menaik, menurun, dan kemudian menaik lagi pada tiga bulan terakhir.

† Faktor yang menentukan variasi tingkat kepuasan masyarakat terhadap presiden adalah tingkat pendidikan dan wilayah tempat tinggal.

† Evaluasi masyarakat terhadap kinerja pemerintah, presiden, dan wakil presiden nampak membawa pengaruh atas dukungan elektoral yang diberikan pemilih.

† Pergeseran dukungan elektoral bisa diidentifikasi pada tiga partai besar: Partai Demokrat, Partai Golkar dan PDIP. Bagaimana kita menafsirkan penurunan Demokrat, Partai Golkar dan PDIP. Bagaimana kita menafsirkan penurunan dukungan suara terhadap Partai Demokrat dan pada saat yang sama terjadi kenaikan dukungan suara terjadi pada Partai Golkar dan PDIP?

Survei Nasional (Ags_10)

(47)

KESIMPULAN

† Salah satu jawaban yang mungkin adalah posisi masing-masing parti terhadap pemerintah. Partai Demokrat adalah partai pendukung pemerintah, sementara PDIP berada dim luar pemerintahan sebagai partai oposisi. Namun penjelasan ini terkesan lemah, sebab kenaikan suara PDIP terjadi bukan pada masa ketika PDIP menegaskan posisinya sebagai partai oposisi dan menunjukkan sikapnya secara tegas berseberangan dengan pemerintah sebagaimana kasus kebijakan penalangan Bank Century. Maka, penafsiran lain yang bisa diajukan adalah ketidakpuasan masyarakat atas kinerja pemerintah, terutama cara penanganan pemerintah atas masalah mutakhir Kenaikan suara PDIP nampaknya adalah pemerintah atas masalah mutakhir. Kenaikan suara PDIP nampaknya adalah ekses dari kinerja pemerintah, bukan bersumber dari posisi PDIP sebagai partai oposisi. Hal ini sejajar dengan pergerakan dukungan partai oposisi lainnya, yakni Gerindra dan Hanura. Secara umum dukungan terhadap kedua partai ini kecil, dan sedikit menaik pada periode yang sama dengan PDIP.p p y g g

Survei Nasional (Ags_10)

(48)

Jl. Lembang Terusan D-57, Menteng - Jakarta Pusat 10310 Telp. (021) 391 9582, Fax (021) 391 9528

Referensi

Dokumen terkait

RANCANG BANGUN APLIKASI PELAYANAN CUSTOMER PADA SENGKALING FOOD

b) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria. c) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1961 tentang Pencabutan Hak Atas Tanah Dan

 Sebagian lainnya lebih dari tiga perempat dari 4,8 milyar orang, hidup dalam keadaan yang sangat kurang beruntung, mereka mungkin memiliki rumah yang kecil atau tidak sama

13 Hal inilah yang menimbulkan pertanyaan apakah dengan adanya penyebaran himbauan pesan melalui sarana iklan layanan masyarakat dan disiarkan melalui media televisi ini

Pada aspek menajemen, fungsi pengawasan ini dapat diartikan sebagai suatu kegiatan pemantauan kepada pelaksanaan sebuah kegiatan yang mana apakah pelaksanaan dari

Menyusui ketepatan waktu saja tidak cukup, tak jarang kegagalan dalam menyusui salah satu diantaranya adalah karena kurang atau sama sekali tidak mempunyai pengalaman dan

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dibahas sebelumnya maka fokus penelitian ini adalah bagaimana peran budaya organisasi dalam pencapaian komunikasi

Sewa rahim yaitu menggunakan rahim wanita lain untuk mengandungkan benih wanita (ovum) yang telah disenyawakan dengan benih lelaki (sperma) (pasangan suami isteri), dan janin