• Tidak ada hasil yang ditemukan

modul belajar fabel binatang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "modul belajar fabel binatang"

Copied!
35
0
0

Teks penuh

(1)

A. Berkenalan dengan Fabel

Pernahkah kamu membaca fabel? Judul fabel apa yang pernah kamu baca? Tuliskan judul judul fabel yang pernah kamu baca pada kolom dibawah ini

Hewan apakah yang jadi tokohnya? diantara fabel yang pernah kamu baca fabel manakah yang paling kamu senangi? Dari judul fabel yang telah kamu baca, pernahkan kamu membayangkan menjadi penulis fabel? bagaimana jika fabel yang kamu tulis dibaca/dikenal banyak orang? Banyak hal yang kamu raskan dan ingin kamu lakukan bukan? Nah sekarang tuangkan ide-ide yang muncul dalam pikiranmu pada kolom berikut ini!

Menarik bukan? Kamu dapat bermain analogi menjadi yang kam inginkan. Dalam

mempelajari sesuatu kamu juga dapat memahaminya dengan menggunakan analogi-analogi sederhana. Seperti yang akan kita perlajari dalam kegiatan belajar ini.

Tujuan Pemebelajaran

Setelah mempelajari kegiatan belajar 1, siswa diharpakan:

1. Memahami pengertian fabel 2. Memahami unsur-unsur

pembangunan fabel 3. Memahami struktur fabel

1. Kancil dan Buaya

2. ……… 3. ……… 4. ………

5. ………

1. Saya ingin menciptakan fabel yang luar biasa

2. ……… 3. ……… 4. ………

5. ………

(2)

Fabel atau cerita binatang merupakan salah satu jenis dongeng yang mengisahkan tentang kehidupan binatang berwatakkan seperti manusia. Hal yang membedakan adalah tokohnya, yaitu binatang. Fabel sering juga disebut cerita moral. Teks cerita fabel tidak hanya mengisahkan kehidupan manusia dengan segala karakternya. Karakter binatang binatang dalam fabel ada yang baik dan ada yang tidak baik, ada yang mempunyai sifat jujur, pintar,dan suka menolong. Ada juga yang berkarakter angkuh, pelit, licik, sombong, dan ingin menang sendiri.

Pada kegiatan belajar ini kamu akan belajar mengenai unsur pembangunan fabel. Agar kamu mempunyai gambaran mengenai fabel , perhatikan penggalan fabel “anjing dan burung bangau” berikut ini

Apa yang kamu tangkap dari penggalan fabel tersebut? Ya, ada tokoh dan latar bukan? ataukah masih ada lagi yang lainnya? Untuk memahami lebih lanjut seperti apa dan bagaimana fabel itu, mari kita gunakan analogi sederhana. Misalnya bagaimana jika fabel itu sebuah mobil? Bagaimana pendapatmu? tuliskan pendapatmu pada kolom berikut ini

2. Unsur unsur Fabel

Suatu hari seekor anjing pergi mencari makanan ke sebuah danau, disana terkadang terdapat beberapa makanan terkadang pula tidak sama sekali ada makanan untuk sang anjing. Sang anjing menggunakan penciuman, mata dan telingannya untuk mencari makanan hingga ketika dia berjalan sang anjing mencium bau anyir lalu dia mengikuti arah bau itu dan sampailah dia tepat dimana bau itu berasal namun dia tidak menemukan ikan itu di tanah maupun dekat air danau. Ketika dia melihat ke atas ternyata seekor bangau bertengger di sebuah pohon, paruhnya yang besar sedang memegang ikan di paruhnya. Burung bangau itu bukanlah burung yang sering dilihat oleh sang anjing.

Sang anjing tersenyum bahagia karena dia telah menemukan makanan, meskipun makanan itu dipegang oleh seekor burung bangau yang besar

(3)

Setelah kamu mengisi kolom tersebut, apakah semua yang ada dalam kolom tersebut dapat dikatakan sebagai komponen mobil? Ya, mobil terbentuk dari komponen komponenyang dirangkai menjadi satu sehingga terciptalah sebuah mobil. Setiap komponen dalam mobil memiliki fungsi masing-masing. Sama halnya dengan mobil, fabel juga memiliki komponen-komponen pembangun. Komponen tersebut akan dinamakan unsur pembangun. Mari kita mengenal unsur-unsur pembangun tersebut!

1. Tema

Bagaimana jika tema itu seperti jenis mobil? Apa yang ada di dalam pikiranmu? Mobil memiliki beragam jenis seperti mobil penumpang, mobil barang, keluarga, sport, sedan, dan sebagainya. Bagaimana kita mengenali suatu jenis mobil tertentu? Untuk dapat mengenali suatu jenis mobil, hal-hal apa yang perlu kamu perhatikan? Tuliskan pendapatmu pada kolom berikut ini!

Jawaban yang telah kamu tulis, merupakan hal-hal yang harus dicermati dalam mengenali jenis mobil. Dari jawaban tersebut, kamu akan dapat menentukan jenis suatu mobil. Apakah itu mobil sport atau jenis mobil yang lainnya. Bagaimana dengan fabel? Tema fabel juga dapat diketahui melalui isi keseluruhan cerpen dan masalah yang sering dibicarakan dalam cerpen.

Dengan demikian, kamu akan dapat mengenali tema fabel yang kamu baca. Tema pada fabel biasanya mengusung tentang hubungan sosial . Tema merupakan makna yang terkandung dalam cerita. Oleh karena itu, untuk mencari tema sebuah fabel kamu harus mengetahui dan memahami keseluruhan isi cerita terlebih dahulu.

Agar kamu lebih jelas, perhatikan fabel berikut ini!

1. Dilihat dari bentuk mobil.

2. ……… ………

3. ……… ………

4. ……… ………

(4)

Anjing dan Kelinci

Pagi yang cerah, beberapa kelinci berlarian sedang asyik bermain petak umpet. Salah satu dari mereka bersembunyi dibalik pagar kebun. Saat bersembunyi adik kelinci tergiur dengan wortel segar yang ada dihadapannya, ternyata dibalik pagar itu ada kebun wortel. Karena perut yang sudah lapar. Kelinci mengambil 1 wortel dan memakannya dengan lahap.

"Kress kreuus" Suaranya terdengar oleh seekor anjing yang sedangmenjaga kebun itu sambil mengendap-endap ke sumber suara.

Saat itu kakak kelinci sedang mencari adik kelinci. Dengan cepat anjing menggonggong memergokinya. adik Kelinci yang sedang asyik bersembunyi dan makan wortel itu terkejut langsung lari terbirit-birit. Belum jauh berlari, kakak kelinci menghentikan adik kelinci dan bertanya

"Kenapa kamu bersembunyi dikebun dan memakan yang bukan milikmu?"

"Aku lapar dan tidak tahu kalau mengambil wortel itu tidak boleh," jawabnya sambil mengatur nafas.

“Ayo kita kembali ke kebun sekarang, untuk meminta maaf". Ajaknya sambil menarik tangan, sementara adik kelinci masih

ketakutan.

Sesampainya di kebun dan menemui anjing tersebut, kakak kelinci memberanikan diri

"Tuan anjing, kami datang kemari untuk meminta maaf atas kejadian tadi.

“Maafkan adik saya".

"Iya tuan maafkan saya telah memakan wortel tanpa izin" kata adik kelinci.

(5)

Nah dari fabel tersebut, dapat kita kenali tema yang diangkat bukan? Ayo tulis jawaban mu pada kolom berikut!

2. Latar / Setting

Pada unsur pembangun fabel ini, mari kita bermain analogi kembali. Kali ini kita akan menganalogikan fabel seperti kehidupan nyata. Dalam dunia nyata pasti terdapat kapan dan dimana suatu peristiwa terjadi setiap harinya. Begitu juga dengan cerita fiksi seperti cerpen yang juga memiliki latar/setting. Latar/setting merupakan salah satu unsur pembangun fabelyang merujuk pada tempat, waktu, dan lingkungan sosial terjadinya peristiwa di dalam sebuah fabel . Latar dibedakan menjadi tiga yaitu:

a. Latar tempat

Mungkin kamu sering menjumpai pertanyaan “Di mana peristiwa tersebut terjadi?” seperti dalam latihan soal. Untuk menjawabnya, maka kamu harus mencari latar tempat dari fabel yang dimaksudkan. Latar tempat merujuk pada tempat atau lokasi terjadinya peristiwa yang diceritakan dalam sebuah fabel. Latar tempat dapat berupa tempat dengan nama tertentu, inisial, atau tempat tertentu tanpa nama yang jelas. Latar tempat dalam sebuah fabel terkadang lebih dari satu tempat, tergantung jalan ceritanya. Contoh latar tempat yaitu dirumah, disungai, dihutan dan lain lain

……… ……….

Kotak Info

Fabel biasanya menggunakan latar

(6)

b. Latar waktu

Dalam fabel, pastilah terdapat informasi kapan peristiwa itu terjadi. Kapan waktu terjadinya peristiwa dalam fabel itulah yang disebut dengan latar waktu. Contoh latar waktu yaitu siang hari, kemarin dan lain lain.

c. Latar Suasana

Latar suasana berhubungan suasana yang diceritakan dalam fabel. Contoh dari latar sosial yaitu gembira, sedih dan lain lain

Agar kamu lebih memahami tentang latar dalam fabel, perhatikan penggalan fabel “semut dan belalang” berikut ini!

Dari penggalan tersebut, kamu dapat melihat ada latar waktu, latar tempat dan latar sosial. Ayo tulis jawabanmu pada tabel berikut!

No. Latar Bukti pada Teks

1. Latar Tempat 1)

Di tengah hutan, hiduplah seekor semut yang sangat rajin. Setiap hari semut kecil ini selalu berusaha mengumpulkan makanan dan menyimpannya di dalam lumbung. Teriknya matahari dan derasnya air hujan, tidak menyurutkan semangat sang semut untuk mengumpulkan makanan.

Dengan bersusah payah, sang semut bekerja keras untuk membawa makanan demi makanan yang berhasil dikumpulkannya untuk disimpan di dalam lumbung rumahnya.

Pada suatu hari, ketika sang semut sedang berusaha membawa makanannya untuk di simpan di lumbung, sang semut bertemu dengan seekor belalang yang sedang asyik berjemur sambil bermalas-malasan di depan rumahnya.

“Hai mut.. apa yang sedang kamu lakukan?” tanya belalang. “Aku sedang mengumpulkan makanan untuk kusimpan di lumbung” sahut sang semut. Belalang tertawa

(7)

2) merupakan hewan atau binatang yang menjadi pelaku peristiwa. Tokoh-tokoh yang terdapat dalam fabel dapat dibedakan menjadi beberapa jenis. Mari kita pelajari beberapa jenis tokoh dalam cerita.

a. Tokoh dilihat dari tingkat pentingnya dalam sebuah cerita dibedakan menjadi 2 yaitu:

1). Tokoh utama

Tokoh yang penting dan ditampilkan terus menerus sehingga terasa mendominasi sebagian besar cerita.

2). Tokoh tambahan

Tokoh yang hanya dimunculkan sekali atau beberapa kali dalam cerita, dan mungkin dalam porsi penceritaan yang relatif pendek

b. Dilihat dari fungsi penampilan tokoh dibedakan menjadi: 1). Tokoh Protagonis

Tokoh protagonis adalah tokoh yang kita kagumi. Tokoh yang menampilkan sesuatu sesuai dengan pandangan kita, harapan-harapan kita sebagai pembaca.

2). Tokoh Antagonis

Tokoh penyebab terjadinya konflik dan ketegangan yang dialami oleh tokoh protagonis.

Selain tokoh, terdapat pula istilah penokohan atau sering pula disebut perwatakan yakni pelukisan gambaran yang jelas tentang tokoh yang ditampilkan dalam sebuah cerita. Pengarang dapat melukiskan atau menggambarkan tokoh dalam ceritanya dengan dua teknik.

a. Teknik analitik

Pelukisan tokoh dengan teknik ini adalah pengarang langsung memberikan deskripsi, uraian, atau penjelasan. Pengarang menghadirkan tokoh langsung disertai deskripsinya seperti sifat, tingkah laku, atau ciri fisiknya.

(8)

Teknik pelukisan tokoh ini berbanding terbalik dengan teknik sebelumnya. Pada teknik dramatik atau sering juga disebut teknik dramatis, pelukisan tokoh secara tidak langsung. Pengarang membiarkan tokoh dalam cerita menunjukkan dirinya sendiri melalui aktivitas yang dilakukan atau peristiwa yang terjadi. Teknik ini menuntut pembaca dapat menyimpulkan sendiri watak atau karakter sang tokoh.

Agar kamu lebih memahami tentang tokoh dan penokohan dalam fabel, perhatikan penggalan fabel “Si Monyet yang Nakal” berikut ini!

Di sebuah hutan, tinggallah seekor monyet yang sangat

“Biar saja, memangnyatidak boleh.terserah saya, dong!” akhirnya monyet pemilik makanan itu mengalah kemudian monyet itu pulang dan menceritakan sikap Moli kepada warga di hutan. Monyet itu juga menasehati warga hutan agar tidak berteman dengan Moli dan menjauhi Moli yang nakal.

Sejak saat itu Moli merasa kesepian karena tidak ada satu hewan pun yang mau berteman dengannya. Beberapa hari kemudian Moli bergegas pergi meninggalkan hutan. Ia berharap dapat memperoleh teman di daerah lain. Sepanjang jalan Moli sangat murung. Hingga akhirnya ia bertemu dengan seekor burung. Burung itu sangat heran meilat kemurungan Moli.

“Hai, teman. Mengapa wajahmu sangat murung?” sapa burung itu.

“Saya pergi dari huta. Karena semua hewan di huta selalu menganggapku jahil dan suka menang sendiri!” jawab Moli.

(9)

Dari penggalan fabel tersebut, ada dua tokoh yaitu monyet dan burung. Nah menurut kamu bagaimana watak dari kedua tokoh tersebut? Teknik apa yang digunakan pengarang dalam menggambarkan kedua tokoh tersebut? Tulis jawabanmu pada tabel!

No

. Tokoh Teknik pelukisan yangdigunakan Bukti dalam teks 1

2

4. Amanat

Mari kita beralih ke salah satu bagian unsur pembangun yang sangat menonjol pada fabel. Bagaimana jika kamu menjadi seorang anak yang sedang dinasihati oleh orang tua? Kanapa kamu dinasehati? Bagaimana pendapatmu mengenai hal itu? Tuliskan pendapatmu pada kolom berikut ini!

Berbagai kemungkinan dapat terjadi, bukan? Setiap peristiwa yang kita alami pasti memiliki hikmah yang dapat dipetik. Nasihat orang tua bisa saja merupakan hikmah yang dapat kita petik agar di masa mendatang, kesalahan yang kita buat tidak terulang kembali. Sekarang bagaimana jika peristiwa atau kejadian itu terjadi di dalam fabel? Bagaimana nasihat tersebut disampaikan? Siapa yang menyampaikan nasihat itu?

Nasihat juga dapat disampaikan melalui fabel. Nasihat disampaikan melalui peristiwa yang terjadi di dalam fabel itu sendiri. Nasihat yang terdapat dalam cerita dapat disebut dengan amanat, hikmah, atau pesan moral. Amanat dapat disampaikan secara tersurat atau tersirat. Tentu kamu masih mengingatnya dengan baik, bukan? Pembaca harus dapat menyimpulkan atau mengambil hikmah dari cerita yang dibacanya. Agar lebih mudah dalam memahami, mari kita simak fabel berikut ini! 1. Aku melakukan kesalahan

2. Orang tua kecewa padaku

3. ……… 4. ………

(10)

Rubah dan Kambing

Di suatu malam yang gelap, adalah waktu yang biasa bagi Rubah untuk berjalan-jalan di sekitar hutan belantara. Malangnya, tepat malam itu rubah terjatuh ke dalam sumur yang cukup dalam. Berbagai cara dilakukan rubah untuk dapat mengeluarkan dirinya dari sumur itu seperti melompat, memanjat, bahkan meminta tolong dengan berteriak.

Sayangnya, usaha tersebut tidak ada yang berhasil. Dengan tidak adanya jalan keluar bagi si rubah, pada akhirnya ia harus menerima bermalam di dalam sumur dan menunggu pertolongan esok hari.

Esok paginya, seekor kambing melewati sumur yang dihuni rubah semalaman. Kambing yang polos tertarik untuk melihat kedalam sumur dan alangkah terkejutnya kambing melihat rubah ada di dalam sumur yang dalam itu. Kambing pun bertanya kepada rubah, “Maaf rubah, apa yang kau lakukan di dalam sumur?”

“Aku turun ke sumur ini karena sedang haus, ternyata air yang ada dalam sumur ini adalah air terbaik yang pernah ada, kalau kau ingin mencoba merasakannya turunlah kesini”, jawab rubah dengan niat liciknya.

Dengan polosnya dan tanpa pikir panjang, kambing turun ke dalam sumur dan meminum air sebanyak-banyaknya. Namun setelah kenyang, justru kambing panik karena tidak bisa keluar dari dalam sumur tersebut. Akal licik rubah kembali muncul dan berkata,

“Kambing, aku punya ide. Cobalah berdiri dengan kaki belakangmu dan antar aku keluar setelah itu aku akan membantumu dari atas”.

Kambing pun tidak berpikir lagi dan segera menuruti ide rubah yang sebenarnya justru mencelakainya. Dia membantu rubah keluar dengan kakinya, sementara rubah malah berkata,

“Andaikan saja kau cerdas, kau tidak akan masuk ke tempat tanpa berpikir cara keluar dari tempat itu”.

(11)

Fabel tersebut memeberikan pelajaran kepada kita, bukan? Setelah membaca fabel “Rubah dan Kambing” amanat apa yang dapat kalian ambil? Tulis jawabanmu pada kolom dibawah ini

Pada kegiatan belajar ini kamu akan belajar mengenai struktur fabel. Tahukah kamu apa saja struktur fabel? Mari kita beranalogi kembali. Pernahkah kamu melihat sebuah bunga? Bagian bagian mendasari terbentuknya sebuah bunga? coba sekarang kamu tuliskan secara bagian bagian tersebut pada kolom berikut ini!

Setelah kamu mengisi kolom tersebut, apakah semua yang ada pada kolom tersebut merupakan bagian bagian bunga? Sama halnya dengan Fabel. Fabel juga memiliki struktur yang membuat terbentuknya sebuah fabel. Struktur tersebut terdiri dari empat bagian sebagai berikut.

a. Orientasi

Bagian awal dari suatu cerita yang berisi pengenalan tokoh, latar tempat dan waktu

b. Komplikasi

1. ……… 2. ……… 3. ……… 4. ……… 5. ………

3. Struktur Fabel

1. Benang sari

2. ……… ………

3. ……… ………

4. ……… ………

5. ………

Koda Resolusi

(12)

Bagian yang dimana tokoh (biasanya tokoh utama) menemui suatu permasalahan yang kompleks dan menjadi puncak masalah dalam cerita tersebut. Bagian ini juga bisa disebut inti dari cerita.

c. Resolusi

Bagian yang dimana si tokoh yang ada mampu menyelesaikan atau memiliki solusi atas masalah yang dihadapinya..

d. Koda

Bagian terakhir fabel yang berisi perubahan yang terjadi pada tokoh dan pelajaran yang dapat dipetik dari cerita tersebut.

Sudah jelas bukan, mengenai bagian dari struktuf fabel? nah agar lebih memahami tentang struktur fabel, perhatikan contoh berikut ini ya! sebelumnya mari kita baca terlebih dahulu fabel “Semut dan Jangkrik” berikut ini!

Orientasi

Pada suatu hari, di sebuah kerajaan Lebah yang tenteram dan damai. Seorang raja yang adil dan bijaksana bertitah

Komplikasi

"Wahai rakyatku, besok adalah pesta panen raya. Kalian diwajibkan untuk mengumpulkan madu satu sendok saja dari setiap tempayan madu di rumah kalian," titah sang raja.

Mendengar perintah raja, rakyat lebah pun langsung pulang ke rumah masing-masing untuk mengambil sesendok madu. Sesampai di rumah, disaat bapak lebah akan mengambil sesendok madu, ibu lebah menahan

"Pak, madu itu untuk persediaan makan kita, sapa ibu lebah. "Tapi bu, raja kita kan hanya meminta satu sendok saja bukannya satu tempayan," jawab bapak lebah.

"Nanti kita harus membawa apa ke tempat pengumpulan madu?" tanya bapak lebah.

"Bagaimana kalau madu itu kita ganti dengan sesendok air? Pasti tidak akan ada yang tahu," usul ibu lebah. Akhirnya bapak lebah mengikuti usulan ibu lebah.

Walau sempat ragu dan takut terlihat. Dengan hati-hati bapak lebah membawa sesendok air itu ke tempat pengumpulan, sebuah tempayan besar di depan istana. Lebah-lebah lainpun berduyun-duyun mengumpulkan sesendok madu.

Setelah semua rakyat menyumbangkan madunya, Sang raja langsung memerintahkan prajurit untuk menyimpan tempayan besar tersebut di dalam ruang penyimpanan.

Keesokan harinya menjelang pesta perayaan dimulai, Sang raja bersabda,

(13)
(14)

Agar menambah pemahaman kamu terhadap materi yang telah diuraikan, kerjakan latihan 1 berikut ini!

1. Apa yang kamu ketahui tentang fabel? Jelaskan menurut pemahamanmu! Jawab :

……… ……… ………

2. Apakah kamu suka membaca fabel? Hal menarik apa yang kamu suka dari fabel? Jawab :

……… ……… ………

3. Manfaat apa yang dapat kamu ambil setelah membaca fabel? Jawab :

……… ……… ………

Rangkuman

Fabel adalah cerita tentang kehidupan binatang yang berprilaku menyerupai manusia

Unsur fabel yaitu tokoh, penokohan, latar tema dan amanat

Struktur pembangun fabel yaitu orientasi, komplikasi, resolusi dan koda

Mari Berlatih!

(15)

4. Coba uraikan apa yang kamu ketahui tentang tokoh? Jawab :

……… ……… ………

5. Jelaskan teknik pelukisan tokoh yang kamu ketahui? Jawab :

……… ……… ………

Bacalah fabel berikut untuk mengerjakan soal nomor 6 sampai 10

Semut dan Belalang Pemalas

Di musim panas yang hangat dan cerah sedikit menggoda Belalang untuk memainkan biola kesayangan sambil bernyanyi dan menari. Hampir setiap harinya itulah yang dilakukan belalang. Ia tidak terpikir untuk melakukan aktifitas lainnya seperti bekerja atau bersiap untuk mengumpulkan bekal musim dingin.

Sedikit pun tidak pernah terlintas dalam benak belalang bahwa musim panas yang sedang dinikmatinya sekarang sudah akan berakhir. Musim panas yang membuatnya ceria sudah akan berganti ke musim dingin, dimana hujan akan turun dengan lebat disertai suhu udara yang sangat rendah.

“Berhentilah memikirkan hal yang tidak penting semut, mari kita bernyanyi dan bersenang-senang, ayolah nikmati hidup kita”, Sanggah belalang.

Belalang pun masih dengan kebiasaannya untuk bersenang-senang tanpa memikirkan apapun.

Tidak disangka musim panas berakhir jauh lebih cepat dari pada biasanya. Belalang yang terbiasa gembira lantas panik bukan main. Ia tidak memiliki persediaan makanan yang cukup ditambah rumahnya yang rusak dan tidak layak huni karena diterjang badai.

(16)

6. Apakah tema yang terkadung pada fabel tersebut? Jawab :

……… ……… ………

7. Jelaskan disertai bukti, tokoh dan watak dalam fabel tersebut! Jawab :

……… ……… ………

8. Jelaskan disertai bukti, latar yang terdapat dalam fabel tersebut Jawab :

……… ……… ………

9. Amanat apa yang kamu dapat dari penggalan fabel tersebut? Jawab :

……… ……… ………

10. Tentukanlah struktur fabel (orientasi, kompliksai, resolusi dan koda beserta alasanmu! Jawab:

Bagian Fabel Bukti dalam teks

(17)

Komplikasi

Resolusi

Koda

B.

Berapresiasi

dan Berkreasi,

Siapa Takut?

Tujuan Pemebelajaran

Setelah mempelajari kegiatan belajar 2, siswa diharpakan:

(18)

Pernahkah kamu mengapresiasi sebuah karya sastra? Jika iya, kamu pasti tahu apa itu apresiasi dan kegiatan apa yang kamu lakukan? Untuk memahami lebih lanjut apa itu apresiasi, mari kita gunakan analogi sederhana. Misalnya bagaimana jika apresiasi karya sastra itu adalah sebuah kado spesial yang diberikan oleh sahabatmu? Bagaimana kamu memperlakukan kado tersebut? Tuliskan pendapatmu pada kolom berikut ini

Nah begitu pula degan apresiasi karya sastra. Kamu harus memperlakukan karya sastra dengan baik sama halnya dengan kado spesialmu. Dalam kegiatan belajar ini, kamu akan belajar mengenai apresiasi karya sastra yaitu fabel. Apresiasi sastra adalah serangkaian kegiatan bermain dengan sastra sebagai tumbuh pemahaman, penghargaan, kepekaan pikiran kritis dan kepekaan perasaan yang baik terhadap karya satsra. Banyak hal yang dapat kamu lakukan dengan mengapresiasi salah satunya membaca fabel hasil karyamu didepan kelas dan menelaah bagian bagian dari fabel (tema, tokoh, penokohan,amanat) yang sudah dipelajari pada kegiatan belajar 1. Menyenangkan bukan?

Bagaimana jika kamu menjadi seorang penulis fabel? Fabel serperti apa yang akan kamu buat? Coba sekarang kamu tuliskan pendapatmu pada kolom dibawah ini!

Jawaban-jawaban yang kamu tulis pada kolom tersebut, mungkin saja dapat terjadi dalam fabel, namun dapat pula tidak terjadi. Nah, pada kegiatan belajar ini, kamu akan belajar menulis fabel. Namun sebelum menulis fabel ada beberapa langkah langkah yang harus kamu ketahui.

1. Mengapresiasi fabel

1. Membawanya setiap hari.

2. ……… 3. ……… 4. ………

5. ………

2. Mengkreasikan Fabel

1. Saya akan membuat cerita berakhir bahagia 2. Saya akan menghilangkan tokoh antangonis

3. ……… 4. ………

(19)

1. Tentukanlah Ide atau Tema

Sebelum kamu membuat fabel, kamu harus menentukan temanya terlebuh dahulu. Tema merupakan suatu gagasan atau pokok pikiran. Tema dan judul harus saling berkaitan. Biasanya tema fabel itu mengangkat tentang kehidupan sosial, misalnya saling menerima kekurangan satu sama lain atau sabar menghadapi cobaan. Bagaimana? Masih bingung menentukan tema? Ayo bermain analogi. Pernahkah kamu membayagkan dirimu menjadi sebuah mesin mobil atau sebuah computer? Bagaimana jika mesin mobil atau computer itu rusak? Mesin mobil dan computer pasti akan ditinggalkan oleh pemiliknya bukan dan menggantinya dengan yang baru? Bagaimana jika pemilik mesin mobil atau computer adalah sahabatmu? Apa yang kamu rasakan ketika kehilangan sahabatmu? Nah sekarang apa kamu sudah mendapatkan sebuah tema baru? Silahkan tema fabelmu pada kolom dibawah ini.

2. Tentukan Tokoh dan Wataknya

Jika kamu sudah menentukan tema yang akan kamu ambil, langkah selanjutnya adalah menentukan tokoh. Tokoh dalam sebuah fabel itu adalah binatang yang memiliki watak seperti manusia. Adakah binatang yang kamu sukai? Menurut kamu, apakah biantang yang kamu sukai cocok untuk menggambarkan tema yang kamu buat? Mari kita tentukan tokoh berdasarkan contoh tema yang dibuat sebelumnya yaitu sabar mengadapi cobaan. Tokohnya adalah lima ekor landak yang bernama landa, landi, landu, landed an lando . Nah bagaimana dengan tokoh fabelmu?

Setelah menentukan tokoh, tentukanlah wataknya. Kita ambil dari tokoh yang sudah dibuat sebelumnya. Landi adalah seekor landak yang paling tua, bertubuh paling besar dan memiliki sifat yang bijaksana. Landi adalah seekor landak muda, bertubuh biasa biasa saja tidak kecil dan tidak gendut dan memiliki sikap suka terburu buru. Landu adalah seekor landak yang tempramen, ambisius dan tidak suak disaingi. Lande adalah seekor landak yang selalu melakukan pertimbangan atas segala hal yang dilakukan. Lando adalah seekor landak yang suka bercanda, memiliki selera humor yang tinggi dan sangat sulit bersikap serius dan focus.

Kamu juga dapat menentukan watak tokoh berdasarkan pola dasar yang sudah melekat pada hewan tersebut. Misalnya:

 serigala: ketidakjujuran, kelicikan, keserakahan, ketamakan  Keledai: kedunguan

 Rubah: cerdik dan penuh tipu daya  Singa: kekuatan, keberanian  Semut: rajin

Bagaimana dengan watak dari tokoh mu? Tulis tokoh dan watak tokoh yang kamu buat pada kolom dibawah ini.

(20)

3. Mengembangkan strukur teks fabel

Masih ingatkah kamu apa saja struktur fabel? Pada bagian awal kita sudah membahas bagian struktur fabel. Struktur fabel terdiri dari orientasi, komplikasi, resolusi dan koda. Nah sekarang mari kita mengembangkan struktur fabel berdasarkan tema. karakter dan penokohan yang telah kita buat sebelumnya.

Struktur Fabel Kerangka penceritaan

Orientasi

Cerita diawali dengan memperkenalkan tokoh dan latar. Tokoh yang bernama Landa adalah landak yang paling tua, tubuhnya paling besar dan sangat bijak dalam mengambil keputusan. Landa adalah pemimpin di komunitas para landak. Sebuah komunitas yang memiliki anggota hingga puluhan. Teman dekat Landa adalah Landi, Landu, Lande dan Lando

Komplikasi

Permasalahan muncul saat tiba musim salju. Banyak binatang yang mati karena kedinginan, namun ada beberapa yang bertahan hidup karena melakukan beberapa trik mengusir rasa dingin yang teramat sangat. Para landak merasa kebingungan karena solusi untuk bisa mengusir dingin seperti binatang lain belum ditemukan. Mereka dihadapkan pada pilihan yang teramat berat, mati kedinginan atau saling berdekatan akan tetapi masing-masing landak saling melukai karena duri-duri yang ada pada tubuh mereka. memerintahkan agar mengabaikan rasa sakit yang muncul karena tusukan-tusukan duri dari teman-temannya. Karena itu masih lebih ringan ketimbang harus sekarat mati kedinginan.

(21)

“siapa yang tidak mau menerima kekurangan temannya maka ia tidak akan pernah mendapatkan kelebihannya.”

Nah bagaimana menurutmu? Silahkan kamu membuatnya, tentu dengan tema, karakter dan watak yang telah kamu buat sebelumnya! Selamat mengerjakan!

Struktur Fabel Kerangka Penceritaan Orientasi

Komplikasi

Resolusi

Koda

4. Mengembangkan Latar/Setting

Pada bagian awal kita sudah tentang latar/ setting. Masih ingat apa itu latar? Latar merupakan keterangan yang menyebutkan waktu, ruang dan suasana terjadinya peristiwa pada sebuah karya sastra. Latar dibedakan menjadi 3 jenis yaitu latar tempat, latar waktu dan latar suasana. Latar yang dipilih harus dapat mendukung karakter-karakter dan hubungan tertentu antar karakternya. Nah , sekarang waktunya kita mengembangkan latar berdasarkan struktur cerita yang telak kamu buat sebelumya. Latar tempat yang akan digunakan adalah di sebuah hutan. Latar waktu terjadi yaitu pada musim dingin pagi, siang dan malam hari. Bagaimana dengan latarmu? Tulis jawabanmu pada kolom dibawah ini

(22)

5. Mengembangkan Dialog dan Mulai Berkreasi

Setelah menentukan tema, menentukan tokoh dan penokohan, mengembangkan struktur fabel dan mengembangkan latar atau setting selanjutnya adalah mengambangkan dialog antar tokoh dan mulailah untuk menulis fabel. Dialog adalah komponen kunci dalam menyampaikan sifat-sifat dan sudut pandang suatu karakter. Sehingga, dapat mendeskripsikan sifat-sifat karakter secara tersurat, gunakan dialog untuk mengilustrasikan sifat-sifat itu. Misalnya sifat dari landu yang tempramen, landa yang bijaksana dan lando yang suka bercanda dapat dimasukan kedalam dialog: “Bagaimana ini kita semua bisa mati kedinginan” kata landu “ sabar dulu mari kita sama sama memikirkan caranya” kata landa menenagkan “bagaimana jika kita pindah hutan saja yang tidak ada musim dinginnya” kata lando sambil tertawa. Nah bagaimana denganmu? Sekarang saatnya kamu menulis fabel berdasarkan langkah-langkah yang telah kita lakukan sebelumnya. Selamat mengerjakan! Tetap Semangat!

(23)

Untuk menambah pengetahuan kamu mengenai apresiasi dan mengkreasi sebuah fabel, kerjakanlah latihan berikut ini.

Rangkuman

Apresiasi adalah serangkaian kegiatan bermain dengan arya sastra untuk menumbuhkan pemahaman, penghargaan, kepekaan kritis, dan kepekaan terhadap karya sastra.

Langkah langkah sebelum mengkreasi/mencipta karya sastra adalah menentukan ide/ tema, menentukan tokoh dan watak, mengembangkan struktur teks fabel, mengembangkan latar/setting, mengembangkan dialog dan mulai berkreasi

Mari berapresiasi dan Berkreasi!

Latihan 1

Kepompong dan Semut

pada suatu hari yang cerah ada seekor semut berjalan-jalan di taman. Ia sangat bahagia karena bisa berjalan-jalan melihat taman yang indah. Sang semut berkeliling taman sambil menyapa binatang-binatang yang berada di taman itu.

(24)

Sang semut selalu membanggakan dirinya yang bisa pergi ke tempat ia suka. Bahkan, sang semut kuat mengangkat beban yang lebih besar dari tubuhnya. Sang semut merasa bahwa dirinya adalah binatang yang paling hebat. Si kepompong hanya diam saja mendengar ejekan tersebut.

Pada suatu pagi sang semut kembali berjalan ke taman itu. Karena hujan, di mana-mana terdapat genangan lumpur. Lumpur yang licin membuat semut tergelincir ke dalam lumpur. Ia terjatuh ke dalam lumpur. Sang semut hampir tenggelam dalam genangan itu. Semut berteriak sekencang mungkin untuk meminta bantuan.

“Tolong, bantu aku! Aku mau tenggelam, tolong..., tolong....!”

Untunglah saat itu ada seekor kupu-kupu yang terbang melintas. Kemudian, kupu-kupu menjulurkan sebuah ranting ke arah semut.

“Semut, peganglah erat-erat ranting itu! Nanti aku akan mengangkat ranting itu”.

Kemudian, sang semut berterima kasih kepada kupu-kupu karena kupu-kupu telah menyelamatkan nyawanya. Ia memuji kupu-kupu sebagai binatang yang hebat dan terpuji.

Mendengar pujian itu, kupu-kupu berkata kepada semut. “Aku adalah kepompong yang pernah diejek,” kata si kupu-kupu.

(25)

1. Menurutmu apakah masalah yang muncul dalam fabel Kupu-Kupu Berhati Mulia tersebut?

Jawab :

……… ……… ………

2. Apakah yang dirasakan oleh para tokoh dalam fabel Kupu-Kupu Berhati Mulia? Jawab :

……… ……… ………

3. Sebutkan contoh kebaikan dan kejelekan yang dari sifat tokoh talam fabel tersebut? Jawab :

……… ……… ………

4. Coba kamu sebutkan satu kebaikan dan satu keburukan yang ada dilingkunganmu? Bagaimanakah kamu menyikapinya?

Jawab :

……… ……… ………

5. Lanjutkan cerita fabel berikut ini sesuai dengan imajinasimu!

(26)

6. Berdasarkan cerita fabel yang telak kamu buat pada nomor 5 amaant apa yang dapat kamu ambil?

Jawab :

(27)

Kamu tentu telah mengerjakan latihan satu pada kegiatan belajar 1 sebelumnya bukan? Nah apakah kamu sudah memahami tentang fabel? Untuk lebih menambah pemahaman kamu dalam mengapresiasi dan mengkreasi fabel, bacalah fabel “Rubah kecil yang tidak sabar” berikut ini dengan seksama

Latihan 2

Pada zaman dahulu, di sebuah hutan tinggallah seekor Rubah kecil bersama ayahnya. Karena anaknya terlalu kecil, ayahnya selalu membawakan makanan untuknya. Pada suatu hari, ayah Rubah kecil itu mengajaknya ikut untuk berburu. Namun, ia tidak mau di temani oleh ayahnya. Ia ingin berburu seorang diri. Sang ayah melarangnya, karena Rubah kecil tersebut belum siap berburu sendiri tanpa sang ayah.

‘’Anakku, kau belum siap untuk berburu sendiri. Masih banyak yang harus kau pelajari dan jangan pernah pergi berburu sendiri. Ingat itu!’’ kata ayah Rubah kecil.

Rubah kecil hanya diam. Namun, keesokkan harinya pada saat ayahnya tidur. Rubah kecil perhi keluar rumah untuk berburu. Ia pun berhasil pulang membawa seekor Ayam Jantan yang gemuk. Ia pun segera membangunkan ayahnya.

”Ayah, lihatlah apa yang aku tangkap. Aku bisa berburu sendiri tanpa di temani ayah”. Kata Rubah kecil senang.

“Kau masih sangat kecil anakku! Dan tidak baik berburu pada siang hari”. Kata sang ayah.

Namun, Rubah kecil sama sekali tidak menuruti peringatan ayahnya. Setiap hari, ia berburu dan berhasil memburu banyak Ayam, Kalkum, dan Bebek sehingga banyak sekali Petani yang ingin menangkapnya.

(28)

Namun, Rubah kecil sangat bingung karena melihat sang ayah hanya diam saja dan tidak bergerak. Padahal di sana ada Kalkun besar yang sangat mudah untuk di tangkap. Tapi ayahnya masih diam dan tidak segera menangkapnya. Rubah kecil berpikir bahwa ayahnya sudah kehilangan kemampuan berburunya dan berniat untuk membantu ayahnya menangkap Kalkun besar tersebut.

Rubah kecil langsung berlari dengan sangat cepat akan menangkap Kalkun tersebut. namun, tiba-tiba saja Rubah kecil terjebak oleh sebuah perangkap. Ia sangat terkejut karena masuk kedalam perangkap tersebut. ia pun menahan rasa sakit dan menangis.

Sang ayah pun sangat terkejut melihat anaknya terperangkap dalam jebakan dan kesakitan. Ia pun segera berlari untuk menolong Rubah kecil anaknya. Akhirnya, Rubah kecil pun dapat terlepas dari jebakkan dan segera di bawa pulang oleh sang ayah. Tubuhnya di penuhi dengan luka-luka. Ayahnya segera mengobati luka tersebut. rubah kecil hanya menahan rasa sakitnya dan menangis tersedu-sedu.

“Anakku, itulah mengapa kau harus banyak belajar sebelum berburu sendirian. Kau harus tahu, kalau Kalkun yang kau lihat tadi hanya sebuah umpan dari perangkap tersebut, kedepannya jangan berburu sendirian tanpa ayah. Karena kau masih kecil dan kau masih tanggung jawabku untuk mencarikan makanan”. Kata sang ayah menjelaskan.

(29)

Setelah membaca fabel tersebut, bagaimana perasaanmu? Bagaimana pendapat mu mengenai fabel tersebut apa yang kamu bayangkan? Nah, sekarang kamu diminta untuk menganalisis fabel “Rubah kecil yang tidak sabar” dan mejawab pertanyaan berikut ini!

1. Analisislah fabel “Rubah kecil yang tidak sabar” dengan mengisi kolom berikut ini!

No. PembangunUnsur Bukti dalam Teks 1. Tema

2. Tokoh dan penokohan

3. Latar

4. Amanat

2. Bagaimana jika kamu menjadi Rubah dalam cerita tersebut? apa yang akan kamu lakukan?

Jawab :

……… ……… ………

3. Manurutmu pada zaman sekarang masih adakah anak yang tidak menuruti kata orang tua? Tunjukaan dan berikan contohnya?

(30)

……… ……… ………

4. Jalaskan menurut pemahamanmu konflik yang terjadi antara ayah rubah dan rubah kecil?

Jawab :

……… ……… ………

5. Jika kamu jadi pengarang fabel “Rubah kecil yang tidak sabar.” menurutmu bagaimana jalan ceritanya? Tuliskan menurut imajinasimu pada kolom dibawah ini

(31)

Kamu telah mengerjakan latihan 1 dan 2 dengan mengapresiasi fabel yaitu melakukan analisis terhadap fabel, berarti kamu sudah cukup memahami materi yang disampaikan. Pada latihan 3 ini, kamu akan diajak untuk mencipta sebuah fabel, Namun sebelum itu, kamu diminta untuk membaca fabel berikut ini!

Latihan 3

Seekor tupai muda keluar dari sarangnya. Ia mencari biji-bijian untuk makan siang. Beberapa tupai sudah selesai mengambil buah serta biji-bijian dari berbagai tempat. Hanya satu Tupai muda yang masih bermalas-malasan melakukannya. Ia tidak senang harus bersusah payah lompat dari satu pohon ke pohon lainnya. Dia lebih suka bermain sendiri dan mengusili tupai lain dari atas pohon. Tupai lainnya sering memperingatkannya agar tidak mengusili yang lain. Namun, Tupai muda tidak memerdulikannya.

Suatu hari, tupai bertemu dengan keluarga kelinci yang baru pindah tempat. Liangnya tepat berada di bawah sarang Tupai muda. Dari atas pohon, Tupai muda menyapa keluarga baru itu. Ia

melambai-lambaikan tangannya penuh semangat.

“Pak Kelinci, Bu Kelinci, bagaimana liang kalian? Apakah nyaman untuk ditinggali?” tanya Tupai muda ramah.

Pak Kelinci dan Ibu Kelinci mendongak ke atas pohon. Dalam hati mereka berpikir. “Alangkah baik hatinya si Tupai muda ini.”

“Sangat nyaman dan aman untuk ditinggali. Terlebih lagi, karena kami mendapatkan tetangga baru sepertimu.” jawab Pak Kelinci dengan penuh kelembutan

Tupai muda tersenyum senang. Ia merasa gembira, karena keluarga kelinci nampak begitu lugu. Mereka pasti akan mudah untuk dijahili. Tupai muda turun ke bawah menghampiri keluarga kelinci.

“Pak Kelinci yang baik, kamu sudah menganggapku sahabatmu. Maka, aku akan mengatakan sebuah rahasia kepadamu.”

Pak Kelinci dan Ibu Kelinci mendengarkan dengan sangat serius. “Setiap pagi keluarlah dari sarang untuk mencari biji-bijian, kemudian

(32)

“Untuk apa wahai Tupai sahabat baruku?” tanya Pak Kelinci kebingungan.

“Agar burung elang tidak memangsamu. Biji-bijian itu nanti sebagai upetimu kepada kawanan elang yang tinggal di atas bukit itu,” kilah Tupai licik.

“Terima kasih wahai Tupai. Rahasiamu telah membuat kami sekeluarga selamat,” ucap Ibu Kelinci senang dan penuh rasa syukur.

Keesokan harinya Tupai muda keluar dari sarangnya untuk mengumpulkan biji-bijian dari pohon. Alangkah terkejutnya saat ia melihat banyak biji-bijian di bawah pohonnya. Matanya pun berkaca-kaca tak percaya. Tupai muda turun dengan hati senang.

“Bodoh benar keluarga kelinci itu, percaya saja apa yang aku katakan,” kata Tupai dalam hati.

Diam-diam Tupai muda menyelinap dengan gesit ke bawah. Ia mengambil satu per satu biji-bijian untuk dibawa ke sarangnya. Hari ini dia tidak perlu repot-repot mencari makan untuk perutnya yang sedang kelaparan.

Hari berikutnya Tupai bergegas keluar dari sarangnya. Hal pertama yang dilakukan adalah mengecek biji-bijian yang dikumpulkan keluarga kelinci. Ternyata, biji-bijian itu tidak ada di bawah pohon. Pak Kelinci curiga bahwa kata-kata Tupai hanya isapan jempol belaka. Maka, Tupai pun menyusun sebuah rencana untuk membuat keluarga kelinci percaya akan ucapannya. Tupai berlari gesit ke dalam liang pak kelinci.

“Elang! Ada elang kelaparan di atas! Dia mengamuk! Jangan keluar sarang dulu,” teriak Tupai muda. Keluarga kelinci panik mendengar teriakan si Tupai.

“Mengapa elang mengamuk?” tanya Pak Kelinci ketakutan. “Karena kalian tidak memberinya biji-bijian. Makanya dia mengamuk”,

dusta Tupai muda.

(33)

Setelah membaca teks fabel tersebut, bagaimana perasaanmu? Bagaimana pendapatmu mengenai fabel tersebut? Amanant apa yang dapat kamu ambil? Pada latihan 3 ini, kamu akan diajak untuk mencipta sebuah fabel baru berdasarkan ide yang telah kamu dapat setelah membaca fabel “Tupai Pembohong”. Nah sekarang apakah kamu mendapatkan sebuah ide baru untuk membuat fabel? Jika sudah, kamu dapat membuat sebuah fabel pada kolom yang telah disediakan.

“Apa yang kamu lakukan Pak Kelinci?” tanya Tupai dewasa.

“Aku sedang mengumpulkan biji-bijian untuk para elang,” kata Pak Kelinci.

“Untuk apa para elang membutuhkan biji-bijian itu?” “Agar keluargaku tidak dimangsanya.”

“Apa kamu itu bodoh! Elang pemakan daging, bukan biji-bijian,” Tupai dewasa prihatin sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

Tupai dewasa meninggalkan pak kelinci sendiri. Pak Kelinci bengong, tidak menyangka bahwa ia telah ditipu oleh Tupai muda. Maka, keesokan paginya Pak Kelinci tidak lagi mengumpulkan biji-bijian seperti yang diminta Tupai muda.

Seperti yang ditebaknya, Tupai muda pasti sebentar lagi akan menyelinap masuk ke dalam liangnya. Kemudian si Tupai muda akan mengatakan bahwa seekor elang sedang mengamuk di luar. Keluarga kelinci tidak mengatakan apapun. Mereka hanya mengusir Tupai muda agar keluar dari sarang mereka secepatnya. Tupai muda keluar dengan hati kecewa.

(34)

Jika belum mari kita mulai mencari ide itu. Mulailah dengan analogi sederhana, bagaimana perasaanmu jika menjadi kelinci yang dibohongi oleh tupai? Apa yang akan kamu lakukan terhadap tupai? Dapatkah kamu membayangkannya? Imajinasi yang muncul dapat kamu curahkan dengan menuliskannya menjadi sebuah cerita fabel yang baru, bukan?

Kamu boleh mengambil tokoh yang ada di dalam fabel tersebut. Misalnya tupai, kelinci, atau burung elang. Tokoh tersebut kamu kembangkan sendiri menjadi sebuah fabel hasil kreasimu. Mudah dan menyenangkan, bukan?

Tuliskan kegiatan kreasimu dengan menuliskan karya fabel baru yang telah kamu buat pada kolom berikut ini!

(35)

Referensi

Dokumen terkait

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah (1) ntuk menganalisis persepsi nasabah dalam memperoleh kredit usaha agribisnis pada Bank Konvensional dan Bank Syariah, (2)

Mampu mengumpulkan data subyektif dan data obyektif pada yang diberikan asuhan kebidanan komprehensif pada kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas dan masa

Perancangan meliputi beberapa tahapan, diantarnya rancangan desain alternatif (sketsa). Dari beberapa sketsa tersebut dipilih beberapa sketsa yang terbaik dijadikan sebagai

Dalam tugas akhir ini telah dilakukan simulasi 3 variasi perubahan tempertur AC terhadap kondisi udara dan perpindahan panas yang terjadi pada suatu ruangan. Dari

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan perpustakaan keliling yang dilakukan oleh Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kulon Progo dan

Model Halsey, Oswin, Henderson dan Chung- Pfost berturut-turut adalah model matematik yang dapat dipergunakan untuk kegiatan sorpsi isotermi lada hitam, sedangkan untuk

Kepuasan masyarakat terhadap website KPU (Komisi Pemilihan Umum) Jatim merupakan hal penting demi terwujudnya E-Government yang baik Penelitian ini bertujuan untuk

Menurut beliau, LKMM yang disyaratkan tidak harus berasal dari FISIP, sertifi kat itu dapat pula berasal dari fakultas lain.. Senat sebagai pihak yang membuat peraturan