• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMBELAJARAN DRUMBAND SEBAGAI EKSTRAKURIKULER DI SD NEGERI 173197 RAHUTBOSI KECAMATAN.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PEMBELAJARAN DRUMBAND SEBAGAI EKSTRAKURIKULER DI SD NEGERI 173197 RAHUTBOSI KECAMATAN."

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

PEMBELAJARAN DRUMBAND SEBAGAIEKSTRAKURIKULER

DI SD NEGERI 173197 RAHUTBOSI

KECAMATAN PANGARIBUAN

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat - Syarat Memperoleh Gelar

Sarjana Pendidikan

Oleh :

JULIANA SIHOMBING

NIM 081222510058

JURUSAN SENDRATASIK

FAKULTAS BAHASA DAN SENI

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

▸ Baca selengkapnya: download program ekstrakurikuler sd

(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)

iii

1. Pengertian Pembelajaran ... 14

2. Pembelajaran Musik ... 19

3. Pengertian Drumband ... 24

4. Pengertian Ekstrakurikuler ... 31

(8)

iv

E. Teknik Analisis Data ... 41

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Pembelajaran Drumband sebagai Ekstrakurikuler di SD Negeri 173197 RahutBosi Kecamatan Pangaribuan ... 43

1. Perlengkapan Musik Drumband ... 45

2. Metode Pembelajaran Drumband ... 47

3. Tahapan Pembelajaran Drumband ... 48

B. Tujuan dan Manfaat Pembelajaran Ekstrakurikuler Drumband di SD Negeri 173197 RahutBosi Kecamatan Pangaribuan ... 53

C. Materi dalam Pembelajaran Ekstrakurikuler Drumband di SD Negeri 173197 RahutBosi... 54

D. Hasil dalam Pembelajaran Ekstrakurikuler Drumband di SD Negeri 173197 RahutBosi ... ... 62

E. Kendala pada Pembelajaran Drumband sebagai Ekstrakurikuler di SD Negeri 173197 RahutBosi ... ... 63

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan ... 64

B. Saran ... ... 66

DAFTAR PUSTAKA

...

(9)

1

BAB I PENDAHULUAN

A.Latar Belakang Masalah

Pada dasanya pendidikan adalah upaya untuk mempersiapkan peserta

didik agar mampu hidup dengan baik dalam masyarakat, mampu meningkatkan

dan mengembangkan kualitas hidupnya. Pendidikan merupakan proses belajar

mengajar, dan pembelajaran merupakan bagian internal dari karakter pendidikan

modern untuk merangsang kreativitas, intelektual dan daya analisis para peserta

didik.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong

upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses

belajar. Persaingan akan semakin ketat bukan hanya dalam bidang teknologi, akan

tetapi dalam setiap aspek kehidupan dituntut pengembangan diri yang benar-benar

baik agar siap menghadapi persaingan nasional dan internasional, yang menuntut

sumber daya manusia yang handal untuk menguasai ilmu pengetahuan, teknologi

dan budaya.

Belajar adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi pada diri

seseorang dalam hidupnya. Proses belajar terjadi karena adanya interaksi

seseorang dengan lingkungannya. Aktivitas belajar sesungguhnya bersumber dari

dalam diri peserta didik, dan guru berkewajiban menyediakan lingkungan yang

(10)

2

Pembelajaran memiliki pengertian tersendiri bagi orang-orang yang

mengalaminya. Pembelajaran bukan merupakan kata yang asing di dunia

pendidikan, terutama kepada para pengajar/pendidik, siswa maupun mahasiswa.

Melalui pembelajaran, diharapkan terjadi perubahan perilaku pada peserta didik

dalam proses kegiatan belajar dengan menggunakan strategi dan metode tertentu.

Pembelajaran bisa terjadi dimana saja, dan kapan saja tidak dibatasi oleh jarak,

ruang dan waktu, salah satunya yaitu di Sekolah. Pembelajaran yang dilakukan di

Sekolah yaitu pembelajaran matematika, kimia, fisika, biologi, bahasa indonesia,

bahasa inggris dan salah satunya pembelajaran seni budaya.

Tujuan pembelajaran mengacu pada kompetensi yang diharapkan dapat

dimiliki peserta didik setelah mengikuti suatu pembelajaran. Dan yang menjadi

kunci dalam rangka menentukan tujuan pembelajaran adalah kebutuhan siswa,

mata pelajaran, dan guru itu sendiri. Berdasarkan kebutuhan siswa dapat

ditetapkan apa yang hendak dicapai, dan dikembangkan dan diapresiasi.

Berdasarkan mata pelajaran yang ada dalam petunjuk kurikulum dapat ditentukan

hasil-hasil pendidikan yang diinginkan. Guru sendiri adalah sumber utama tujuan

bagi para siswa, dan dia harus mampu menulis dan memilih tujuan-tujuan

pendidikan yang bermakna, dan dapat terukur. Proses pembelajaran dalam arti

yang luas merupakan jantungnya dari pendidikan untuk mengembangkan

kemampuan, membangun watak dan peradaban bangsa yang bermartabat dalam

rangka pencerdasan kehidupan bangsa.

Keberhasilan pembelajaran secara keseluruhan sangat tergantung pada

(11)

3

hakikatnya merupakan bagian tak terpisahkan, yakni perencanaan, prediksi dan

proyeksi tentang apa yang akan dilakukan pada saat kegiatan pembelajaran.

Secara garis besar dapat dikemukakan bahwa materi pembelajaran adalah

pengetahuan, keterampilan dan sikap yang harus dimiliki peserta didik. Materi

pembelajaran dipilih seoptimal mungkin untuk membantu peserta didik dalam

mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar.

Pendidikan Seni Budaya dan Keterampilan diberikan di semua tingkat

pendidikan formal mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah

Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Dalam pendidikan Seni

Budaya yang dipelajari adalah seni rupa, seni tari, dan seni musik, dan seni teater.

Hal ini berdasarkan pada keunikan perannya yang tak mampu diemban oleh mata

pelajaran lain. Keunikan tersebut terletak pada pemberian pengalaman estetik

dalam bentuk kegiatan berekspresi/berkreasi dan berapresiasi melalui

pendekatan”belajar dengan seni”, “dan belajar tentang seni”. Yang dimaksud

belajar dengan seni yaitu belajar dengan menerapkannya dalam kehidupan

sehari-hari, misalnya bernyanyi,bermain alat musik dan lain sebagainya sedangkan yang

dimaksud belajar tentang seni yaitu kita mempelajari ilmunya, misalnya apa itu

seni, cabang-cabang seni dan lain sebagainya.

Pendidikan Seni Budaya memiliki sifat multi lingual, multi dimensioanal,

dan multi kultural. Multi lingual bermakna pengembangan kemampuan

mengekspresikan diri secara kreatif dengan berbagai cara dan media seni seperti

media rupa, bunyi, gerak, peran, dan berbagai paduannya. Multi dimensioanal

(12)

4

pemahaman, analisis, evaluasi), apresiasi dan kreasi dengan cara memadukan

secara harmonis unsur estetika, logika, dan etika. Sifat multi kultural mengandung

makna pendidikan seni menumbuhkan atau melahirkan kesadaran dan

kemampuan apresiasi terhadap beragam budaya nusantara dan mancanegara.

Di antara keempat bidang seni yang ditawarkan yaitu seni musik, seni

rupa, seni tari, seni teater, minimal diajarkan satu bidang seni sesuai dengan

kemampuan sumber daya manusia serta fasilitas yang tersedia, salah satunya seni

musik. Seni musik mencakup kemampuan untuk menguasai olah vokal,

memainkan alat musik, dan apresiasi karya seni.

Musik adalah seni yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Musik

dapat memberikan pengaruh besar terhadap kemampuan berfikir manusia yang

dapat diwujudkan ke dalam bentuk pembelajaran. Pembelajaran Seni Musik

merupakan suatu proses pembelajaran yang dilakukan dengan pengenalan notasi,

alat-alat musik, cara memainkannya serta mengekspresikannya melalui alat musik

tersebut, sehingga berfungsi untuk sekedar menyalurkan hobby atau bakat.

Pengembangan potensi siswa tentunya tidak hanya dapat dikembangkan

melalui pendidikan intrakurikuler, pendidikan intrakurikuler telah dikembangkan

secara maksimal dengan berbagai pembaharuan kurikulum, harapan kedepannya

adalah proses pendidikan berjalan secara efektif, serta memiliki kemampuan

untuk mengembangkan kreativitas dan imajinasinya. Namun pendidikan

ekstrakurikuler memiliki peranan yang besar pula, yaitu pada pendidikan

kemandirian, kedisiplinan dan keterampilan serta pengembangan diri juga bisa

(13)

5

intrakurikuler yaitu pembelajaran yang berlangsung dalam PBM yaitu proses

belajar mengajar sedangkan kegiatan ekstrakurikuler merupakan kegiatan

tambahan pelajaran yang dilakukan disekolah diluar jam pelajaran.

Dalam program kegiatan sekolah SD Negeri 173197 Rahut Bosi diadakan

kegiatan ekstrakurikuler mata pelajaran matematika, Bahasa Inggris serta dalam

bidang seni yaitu pembelajaran drumband, namun di sekolah tersebut kekurangan

tenaga pengajar dan fasilitas kurang memadai sehingga ekstrakurikuler

matematika, Bahasa Inggris jarang dilaksanakan dan yang paling dikembangkan

di sekolah tersebut adalah ekstrakurikuler drumband. Tujuan diadakannya

kegiatan pembelajaran drumband ini agar dapat mengembangkan bakat yang

dimiliki masing-masing siswa dan memperkenalkan pada masyarakat tentang

drumband tersebut.

Dalam pembelajaran drumband ini dibimbing oleh beberapa guru namun

guru dari sekolah lain juga ikut berpartisipasi untuk membimbing pembelajaran

drumband tersebut. Ekstrakurikuler drumband tersebut merupakan hal baru di

Kecamatan Pangaribuan khususnya di Desa Rahut Bosi karena dengan munculnya

pembelajaran drumband tersebut menjadi daya tarik bagi siswa-siswi dan

masyarakat. SD Negeri 173197 Rahut Bosi merupakan satu-satunya SD yang

memiliki drumband di Kecamatan Pangaribuan karena drumband tersebut

merupakan pemberian dari anak rantau yang telah sukses di perantauan.

Drumband menurut arti katanya adalah gabungan alat musik jenis drum

dan alat musik tiup maupun alat musik perkusi yang bernada yang dimainkan

(14)

6

tersebut belum dapat disebut drumband bila cara memainkannya tidak dibarengi

dengan gerakan langkah kaki melangkah, berjalan maupun berpindah. Dari

kelompok drum band dapat berkembang kesatuan yang lebih besar selain unsur

instrumen musik perkusi dan instrumen tiup yaitu dengan ditambahkannya Color

Guard (CG) yang merupakan salah satu unsur pendukung yang ikut menentukan

penilaian dalam suatu perlombaan drum band. Selain itu ada pula unsur

pendukung lainnya seperti Gitapati dan mayoret.

Drumband merupakan suatu kelompok orkes barisan musik yang lebih

banyak memainkan alat musik pukul seperti snare drum, bass drum, toms, atau

bellyra. Dalam drumband biasanya jumlah perkusi lebih dominan dan banyak

misalnya snare drum dan yang membawakan melody adalah bellyra, sedangkan

dalam komposisi alat musik tiup biasanya trompet, trombone, mellophone dan

sisanya memakai panika dan rekorder.

Berdasarkan pengamatan peneliti, pembelajaran ekstrakurikuler drumband

di SD Negeri 173197 Rahut Bosi Kecamatan Pangaribuan telah berlangsung

sekitar dua tahun yang lalu, mereka telah mengikuti perlombaan drumband

tingkat SD dan meraih juara III se Tapanuli Utara. Dalam pemilihan materi

pembelajaran drumband pihak sekolah telah banyak mempelajari berbagai macam

lagu-lagu menjelang hari-hari besar nasional dan keagamaan misalnya lagu

Indonesia Raya, 17 Agustus, Pada Kaki SalibMu dan lain-lain.

Kegiatan ekstrakurikuler tersebut berlangsung dua kali seminggu setelah

pulang sekolah. Dilihat dari kondisi desa tersebut bahwa masyarakat disana

(15)

7

tomtom, cymbals, dan alat pukul lainnya, terutama dalam memainkannya dan

membaca notasi.

Dalam hal pencapaian prestasi, kegiatan ekstrakurikuler ini mengukir

sesuatu yang cukup gemilang, Namun pihak sekolah masih optimis kegiatan

ekstrakurikuler ini dapat berkembang dan menambah prestasi yang lebih baik dari

sebelumnya. Hal ini tentunya akan terwujud apabila tercipta kerjasama antara

pengajar atau pelatih dengan siswa yang mengikuti ekstrakurikuler dan juga

dukungan orangtua peserta didik.

Ekstrakurikuler drumband masih kurang berkembang di Sekolah-sekolah

Dasar yang terdapat di Kecamatan Pangaribuan sementara para siswa memiliki

antusias yang tinggi untuk mempelajarinya. Sehubungan dengan hal tersebut

peneliti merasa tertarik untuk mengetahui dan melakukan penelitian kegiatan

ekstrakurikuler untuk mendeskripsikan “Pembelajaran Drumband Sebagai

Ekstrakurikuler di SD Negeri 173197 Rahut Bosi Kecamatan Pangaribuan”.

B. Identifikasi Masalah

Identifikasi masalah pada umumnya mendeteksi, melacak, menjelaskan

aspek permasalahan yang mucul dan berkaitan dari judul penelitian atau dengan

masalah atau variabel yang akan diteliti. Hal ini sesuai dengan pendapat Ali

(2002:49) yang menyatakan bahwa :

(16)

8

Tujuan identifikasi masalah adalah agar penelitian yang dilakukan menjadi

terarah serta cakupan masalah yang dibahas tidak terlalu luas.

Adapun identifikasi masalah dalam penelitian ini sebagai berikut :

1. Mengapa pembelajaran drumband dijadikan sebagai suatu kegiatan

ekstrakurikuler?

2. Apa tujuan pembelajaran drumband dalam ekstrakurikuler di SD Negeri

173197 Rahut Bosi?

3. Bagaimana bahan atau materi yang disajikan dalam pembelajaran drumband

dalam ekstrakurikuler di SD Negeri 173197 Rahut Bosi?

4. Bagaimana respon orangtua siswa terhadap pembelajaran drumband dalam

ekstrakurikuler di SD Negeri 173197 Rahut Bosi?

5. Bagaimana hasil pembelajaran drumband dalam ekstrakurikuler di SD Negeri

173197 Rahut Bosi?

6. Apa yang menjadi kendala dalam pembelajaran drumband dalam

ekstrakurikuler di SD Negeri 173197 Rahut Bosi?

7. Apa yang mendasari terbentuknya kegiatan ekstrakurikuler drumband di SD

Negeri Rahut Bosi?

C. Pembatasan Masalah

Mengingat luasnya cakupan-cakupan masalah dan untuk mempersingkat

cakupan, keterbatasan waktu, dana, kemampuan peneliti, maka peneliti

mengadakan batasan masalah untuk memudahkan penulis dalam memecahkan

(17)

9

Menurut pendapat Sumadi (2000:15) mengatakan bahwa:

“Dari masalah-masalah tersebut perlu dipilih salah satu, yaitu mana yang paling layak dan sesuai untuk diteliti. Jika yang ditemukan sekiranya hanya satu masalah, masalah tersebut juga harus dipertimbangkan layak dan tidaknya untuk diteliti.”

Maka disimpulkan dari pendapat tersebut bahwa pembatasan masalah ialah

usaha untuk menetapkan batasan dari masalah penelitian yang akan diteliti untuk

membatasi pembahasan agar topik menjadi terfokus, dan menjaga agar

pembahasan tidak melebar, maka peneliti membatasi masalah penelitian ini

sebagai berikut:

1. Mengapa pembelajaran drumband dijadikan sebagai suatu kegiatan

ekstrakurikuler?

2. Apa tujuan pembelajaran drumband dalam ekstrakurikuler di SD Negeri

173197 Rahut Bosi?

3. Bagaimana bahan atau materi yang disajikan dalam pembelajaran drumband

dalam ekstrakurikuler di SD Negeri 173197 Rahut Bosi?

4. Bagaimana hasil pembelajaran drumband dalam ekstrakurikuler di SD Negeri

173197 Rahut Bosi?

5. Apa yang menjadi kendala dalam pembelajaran drumband dalam

(18)

10

D. Rumusan Masalah

Rumusan masalah adalah suatu titik fokus dari sebuah penelitian yang

hendak dilakukan, mengingat sebuah penelitian merupakan upaya untuk

menemukan jawaban pertanyaan, maka dari itu perlu dirumuskan dengan baik,

sehingga dapat mendukung untuk menemukan jawaban pertanyaan.

Dari uraian diatas hal ini sejalan dengan pendapat Maryeni (2005:14) yang

mengatakan bahwa:

“Rumusan masalah merupakan jabaran detail fokus penelitian yang akan digarap. Rumusan masalah menjadi semacam kontak bagi peneliti karena penelitian merupakan upaya untuk menemukan jawaban pertanyaan sebagaimana terpapar pada rumusan masalahnya. Rumusan masalah juga bisa disikapi sebagai jabaran fokus penelitian akan senantiasa berfokus pada butir-butir masalah sebagaimana telah dirumuskan”.

Berdasarkan pendapat tersebut serta uraian yang terdapat pada latar

belakang masalah, identifikasi masalah, dan pembatasan masalah, maka

permasalahan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: ”Bagaimana

Pembelajaran Drumband dalam Ekstrakurikuler di SD Negeri 173197 Rahut

Bosi?”.

E. Tujuan Penelitian

Menurut pendapat Riduwan (2010:6) mengatakan bahwa tujuan penelitian

merupakan keinginan-keinginan peneliti atas hasil penelitian dengan

mengetengahkan indikator-indikator apa yang hendak ditemukan dalam

(19)

11

Setiap kegiatan senantiasa beorientasi pada tujuan, salah satu keberhasilan

sebuah penelitian adalah tercapainya tujuan penelitian. Tanpa adanya tujuan yang

jelas maka arah kegiatan yang dilakukan tidak terarah karena tidak tahu apa yang

ingin dicapai oleh kegiatan tersebut. Maka tujuan penelitian ini adalah:

1. Untuk mengetahui pembelajaran drumband dibuat sebagai ekstrakurikuler di

SD Negeri 173197 Rahut Bosi.

2. Untuk mengetahui tujuan pembelajaran drumband dalam ekstrakurikuler di

SD Negeri 173197 Rahut Bosi.

3. Untuk mengetahui bahan atau materi yang disajikan dalam pembelajaran

drumband dalam ekstrakurikuler di SD Negeri 173197 Rahut Bosi.

4. Untuk mengetahui hasil pembelajaran drumband dalam ekstrakurikuler di

SD Negeri 173197 Rahut Bosi.

5. Untuk mengetahui menjadi kendala dalam pembelajaran drumband dalam

ekstrakurikuler di SD Negeri 173197 Rahut Bosi.

F. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian merupakan kegunaan dari penelitian yang dapat

dijadikan sumber informasi dalam mengembangkan kegiatan penelitian

selanjutnya dalam kegiatan ekstrakurikuler drumband di sekolah.

Beberapa manfaat penelitian yang diambil dari kegiatan penelitian ini,

(20)

12

1. Sebagai bahan informasi pada SD Negeri 173197 Rahut Bosi tentang

pembelajaran drumband dalam ekstrakurikuler di SD Negeri 173197 Rahut

Bosi.

2. Menambah wawasan peneliti dalam menuangkan gagasan maupun ide ke

dalam suatu karya tulis.

3. Sebagai bahan acuan, referensi atau perbandingan bagi peneliti berikutnya

yang berniat melakukan penelitian.

(21)

65

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di SD Negeri 173197

RahutBosi Kecamatan Pangaribuan maka penulis dapat menarik kesimpulan

bahwa:

1. Minat siswa terhadap kegiatan ekstrakurikuler drumband sangat baik, dan

proses ekstrakurikuler drumband berjalan dengan baik dan telah

memperoleh prestasi yang baik juga, walupun dalam hal tenaga pengajar

cukup kurang tetapi semangat siswa dan pengajar serta pihak sekolah

untuk berlatih sangat tinggi dan selalu berusaha memberikan yang terbaik

dalam setiap penampilan mereka. Melalui kegiatan esktrakurikuler

drumband, siswa-siswi lebih merasa percaya diri, serta memiliki

kemampuan yang cukup dibanggakan, sehingga mereka tidak takut lagi

atau merasa malu untuk tampil dimuka umum.

2. Tujuan pokok pembelajaran ekstrakurikuler drumband adalah untuk

menggali dan menyalurkan bakat dan minat siswa dalam seni musik serta

(22)

66

3. Materi pengajaran pada kegiatan ekstrakurikuler drumband ini adalah lagu

Indonesia Raya, Hari Merdeka, happy birthday, Rambadia, soleram, Pada

Kaki SalibMu atau lagu-lagu yang sesuai dengan kebutuhan mereka jika

mereka akan tampil dalam acara-acara besar misalnya ulang tahun tapanuli

utara dan lain sebagainya.

4. Hasil pembelajaran ekstrakurikuler drumband menunjukkan bahwa

kemampuan memainkan alat-alat musik drumband dapat dikatakan baik,

namun sebagian masih ada yang belum bisa menyesuaikan tempo,

ketepatan not para siswa semangat untuk tetap berlatih untuk lebih bagus

lagi.

5. Kendala yang dihadapi pada pembelajaran ekstrakurikuler drumband

adalah kurangnya instrumen alat-alat musik drumband karena sebagian

rusak untuk menunjang proses pembelajaran ekstrakurikuler yang efektif

dan efisien, kurangnya tenaga pelatih yang benar-benar berkompeten

dibidang musik , kurangnya waktu pertemuan untuk pembelajaran

drumband serta kurangnya fasilitas yang disedikan untuk mendukung

(23)

67

B. Saran

Berdasarkan beberapa kesimpulan diatas, penulis mengajukan beberapa

saran diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Diperlukan adanya penambahan tenaga pengajar pada esktrakurikuler

drumband ini, guna memaksimumkan proses pembelajaran agar dapat

berjalan dengan lebih baik lagi.

2. Perlunya adanya penambahan jadwal latihan pada ekstrakurikuler

drumband ini. Hal ini dilakukan agar dapat tampil lebih baik dan lebih

maksimal lagi kedepannya.

3. Pelatih harus selalu memberikan arahan atau motivasi ketika proses baris

berbaris berlangsung agar siswa tidak kesulitan dalam hal baris berbaris.

4. Diharapkan agar lebih aktif lagi dalam mengikuti pementasan serta perlom

baan- perlombaan, guna menambah pengetahuan dibidang drumband serta

dapat dikenal di kalangan masyarakat umum

5. Diperlukan adanya variasi dalam teknik pengajaran. Sehingga para siswa

tidak akan merasa bosan pada waktu mengikuti proses pembelajaran.

6. Diharapkan agar lebih memperkaya lagu-lagu yang akan dinyanyikan,

sehingga dapat menambah wawasan serta menghindari kebosanan siswa

didalam pembelajaran.

7. Agar pihak sekolah menambah ruangan khusus untuk latihan sekaligus

(24)

DAFTAR PUSTAKA

Ali , Muhammad. 2002. Prosedur Kependidikan dan Strategi. Bandung: Angkasa.

A. Benny. 2009. Model Desain Pembelajaran. Jakarta. Dian Rakyat.

Banoe, Pono. 2003. Kamus Musik. Yogyakarta : Kanisius

Depdikbub. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

H. Abu achamadi. 2001. Metodologi Penelitian. Jakarta. Bina Angkasa.

Hadeli. 2006. Metode Penelitian Kependidikan. Padang: Quantum Teaching.

Hamalik, Oemar. 2009. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara

Hurd, Michael. 1979. The Oxford Illustrated Dictionary of Music. Wellington: Oxford University Press

Maryeni 2005. Metode Penelitian Kebudayaan. Jakarta: Bumi Aksara.

Marbun, Verawati. 2010. Pembelajaran Ekstrakurikuler Seni Musik SMP Luar Biasa

Yapentra Tanjung Morawa Medan Tahun Ajaran 2009/2010. Medan : Skripsi

untuk mendapatkan gelar sarjana pendidikan Unimed.

Miles, B. Matthew dan Huberman, A. Michael. 2005. Analisis Data Kualitatif.

Jakarta : UI-PRESS

Riduwan. 2010. Belajar Mudah Penelitian Untuk Guru, Karyawan Dan Peneliti Pemula. Cetakan Keenam. Bandung: CV Alfabeta.

Riana, Zaiful Manullang. 2006. Kembangkan Bakat Lewat Ekstrakurikuler. Medan : Harian Waspada.

Surakhmad, Winarto. 1992. Pengantar Penelitian Ilmiah. Bandung : Tarsito.

Sugyono. 2002. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta

(25)

Sarwono, Jonathan. 2006. Metode Penelitian Kuantitatif Dan Kualitatif. Yogyakarta: Graha Ilmu

Sinaga, Rismawaty. 2008. Minat Siawa Pada Pembelajaran Musik Angklung di SMK Pariwisata Shandy Putara Medan. Medan : skripsi untuk mendapatkan gelar sarjana pendidikan Unimed.

Soeharto, M. 1992. Kamus Musik. Jakarta: Gramedia Widiasarana Medan.

Kamus Saku Ilmiah Populer. 2010. Jakarta : Gama

Sumber: drumband/

http://pengertiandrumband-chiki.blogspot.com/

(Sumber: http://Wikipedia

(http://edukasi.kompasiana.com/2010/10/29/unsur-unsur-musik-iirama-dan-melodi.).

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran ekstrakurikuler yang digunakan dalam pembelajaran ekstrakurikuler ansambel musik di kelas V SD Negeri 12

Tujuan pembelajaran ekstrakurikuler drum band di Sekolah Dasar Negeri No 104208 Kecamatan Percut Sei Tuan adalah untuk menambah motivasi siswa dalam belajar serta

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keterampilan sepakbola peserta ekstrakurikuler SD Negeri Kandangan 2 Kecamatan Seyegan Kabupaten Sleman, bahwa kategori baik sekali

Saran yang penulis ajukan adalah Guru Penjasorkes hendaknya lebih mengetahui akan pelaksanaan ekstrakurikuler olahraga di SD Negeri Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal, selain

Peneliti mencoba menggunakan solfegio pada ekstrakurikuler drumband, dengan cara memberikan latihan pendengaran ritme dan melodi (audio) dan membaca ritme dan

drumband yang dilaksanakan, hambatan yang dihadapi dalam pelatihan serta manfaat yang diperoleh dalam pelatihan drumband yang dilaksanakan di SD-IT Muhammadiyah Ciepete..

Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan kemampuan push stroke peserta ekstrakurikuler tenis meja SD Negeri 4 SD Negeri 5 dan SD Kanisius Kecamatan Wates Kulon

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Perencanaan pembelajaran EBI melalui kebijakan pembelajaran Ekstrakurikuler Bahasa Inggris EBI yang dimiliki SD Negeri Timuran Yogyakarta telah memenuhi