Minggu ke-2
Amalia Ula Hazhiyah, S.T., M.Sc.
KESELAMATAN KERJA
Karakteristik Kegiatan Proyek Konstruksi
Bersifat sangat kompleks
Bersifat sangat kompleks
Melibatkan banyak tenaga
kerja
Melibatkan banyak tenaga
kerja
Masa kerja ter- batas
Masa kerja ter- batas
Intensitas kerja yang tinggi
Intensitas kerja yang tinggi
Menggunakan perala- tan kerja beragam dan berpotensi ba-
haya
Menggunakan perala- tan kerja beragam dan berpotensi ba-
haya
Siklus Kegiatan Konstruksi
Pra Konstruksi
Pra Konstruksi Konstruksi Konstruksi Pasca Kon- struksi Pasca Kon-
struksi
Operasional
Operasional Pem-
bongkaran Pem-
bongkaran
Pihak-pihak dalam K3
Tahap perancangan
Tahap perancangan Tahap pelaksanaanTahap pelaksanaan Tahap pengop- erasian Tahap pengop-
erasian
Owne r Owne r
Konsultan Konsultan
Kontrak- tor Kontrak- Pengelola tor
Pengelola
Keterlibatan para pihak dalam konstruksi
Sasaran K3 Sasaran K3
Untuk men- jamin dan meningkatka
n keamanan dari anca- man resiko
bahaya Untuk men-
jamin dan meningkatka
n keamanan dari anca- man resiko
bahaya
Life safety Property
safety Enviromen-
tal safety Life safety
Property safety Enviromen-
tal safety
dibutuhkan Sistem Manajemen Konstruksi yang Terintegrasi
Sang at Ko mple ks!!!
Dasar-dasar hukum K3
PENYELENGGARAAN K3 KONSTRUKSI
UU No. 1/1970 (Keselamatan Kerja) UU No. 20/1992 (Kelistrikan) UU No. 23/1992 (Kesehatan) UU No. 18/1999 (Jasa Konstruksi) UU No. 28/2002 (Bangunan
Gedung)
UU No. 13/2003 (Ketenagaker- jaan)
• Permenaker No.01/MEN/1980 (K3 Konstruksi Bangunan)
• Permenaker No.05/1996 (SMK3)
• Inst Menaker No.02/1992 (Pemeriksaan Unit Organisasi K3)
• SK Dirjen PPK
No.20DJPPK/VI/2004
(Ahli K3) • SKB MENAKER DAN MEN PU No. 174/MEN/1986 & No.174/MEN/1986
• KEP.MEN. KIMPRASWIL No.384/KPTS/M/2004 (Pedoman Teknis K3 pada tempat kegiatan konstruksi bendungan)
• SE. MEN.PU No. 03/SE/M/2005
• SE. MEN.PU No. UM.03.01-Mn/451
• SE. MEN.PU No.08/SE/M/2004 (Penerapan K3)
• SE. MENTERI PU No. 08/SK/M/2005 tgl 13 Maret 2006
• Permen PU No. 09/PRT/M/2008 ttg Pedoman SMK3 Konst. Bid. PU (1 Juli 2008)
KEPPRES 80/2000
Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang telah dirubah beberapa kali (terakhir Perubahan ke IV Perpres 8/2006
Basic Theory
• H.W. Heinrich, 1928
• UU No. 1 Tahun 1970
• UU No. 13 Tahun 2003
• Permen No. 1 Tahun 1980
• Perda
• Dll.
H. W. Heinrich
• Basic theory of behavior-based safety.
• Workplace accidents mainly caused by unsafe act.
• Encouraged employers to control haza rds, not merely focus on worker behavi ors.
• Emphasized the physical hazards of w
orkplace safety.
UU No. 1 Tahun 1970
• Undang-undang Tentang Keselamatan Kerja.
• Ruang lingkup, syarat-syarat keselamatan kerja, pengawasan, dan pembinaa n.
• Mengatur hak dan kewajiban pekerja dan pengurus.
UU No. 13 Tahun 2003
• Undang-undang Tentang Ketenagakerjaan.
• Perencanaan tenaga kerja, pelatihan kerja, penempatan tenaga kerja, pengg unaan tenaga kerja asing,
Permen No. 1 Tahun 1980
• Tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Konstruksi Bangunan.
Pengaruh Kondisi Fisik
Work Schedule
Job Stress
Jex and Beehr, 1991
Job Stress
Proses terjadinya stres kerja
Kecelakaan (Accidents)
Faktor-faktor yang mempengaruhi kecelakaan kerja
Faktor Individu
Faktor Organisasi
Penggunaan Alkohol dan Miras dalam bekerja Trauma insiden hidup Merokok
Karakteristik individu
Seleksi Karyawan Design Peralatan Absensi dan Turnover
Pelatihan Keselamatan Komitmen Manajemen Keselamatan
Work Accidents Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Kecelakaan Dalam Bekerja
Burnout
Suatu pernyataan psikologis yang sulit bahwa seorang pekerja akan memiliki pengalaman s etelah bekerja dalam periode waktu tertentu. Burnout mengakibatkan kelelahan emosional d an penurunan motivasi kerja pada pekerja.
Beban Kerja Berat Kontrol Rendah Ambiguitas Peran
Konflik Peran
Burnout
Absen Ketidakpuasan
Gejala Sakit Performansi Buruk
Turnover Komponen Burnout
Reduced Personal Accomplishment Depersonalization Emotional Exhaustion
Job stressors Job Strain
Permasalahan K3
Alasan-alasan K3 sering diabaikan di Indonesia:
Rendahnya kesadaran masyarakat akan masalah
keselamatan dan kese- hatan kerja konstruksi Rendahnya kesadaran masyarakat akan masalah
keselamatan dan kese- hatan kerja konstruksi
Pemahaman dan ketaatan terhadap ketentuan K3
masih kurang
Pemahaman dan ketaatan terhadap ketentuan K3
masih kurang
Kelalaian pelaksana dan lemahnya pengawasan Kelalaian pelaksana dan
lemahnya pengawasan
Rendahnya tingkat pene- gakan hukum oleh pemer-
intah
Rendahnya tingkat pene- gakan hukum oleh pemer-
intah
Masih adanya anggapan bahwa program K3 hanya
akan menjadi tambahan beban biaya perusahaan Masih adanya anggapan bahwa program K3 hanya
akan menjadi tambahan beban biaya perusahaan
Tidak dilibatkannya tenaga ahli/tenaga trampil
di bidang konstruksi maupun ahli K3 dalam pelaksanaan konstruksi
Tidak dilibatkannya tenaga ahli/tenaga trampil
di bidang konstruksi maupun ahli K3 dalam pelaksanaan konstruksi
Belum adanya komitmen dari manajemen puncak di
setiap
kegiatan/pelaksanaan konstruksi, sehingga SMK3
konstruksi tidak diterap- kan dengan sepenuhnya Belum adanya komitmen dari manajemen puncak di
setiap
kegiatan/pelaksanaan konstruksi, sehingga SMK3
konstruksi tidak diterap- kan dengan sepenuhnya