Technical View & Key Calls

Download (0)

Teks penuh

(1)

Mohon Perhatikan Disclaimer Di Akhir Publikasi Ini

Robert Stacy McCain—Idle minds are the devil’s Research and Development department.

Macro Wrap

Realisasi Anggaran Kartu Prakerja Hampir Tembus Rp20 Triliun

Meski di awal sempat disorot karena banyaknya konflik kepentingan, penyerapan anggaran kartu prakerja mulai menunjukkan kinerja yang positif. Kementerian Keuangan per 6 November 2020 menunjukkan realisasi kartu prakerja Rp19,87 triliun dan menjangkau 5,59 juta peserta. Pemerintah terus melakukan monitoring dan evaluasi untuk peningkatan manfaat program. (Bisnis.co.id) Penyerapan Sektor Kesehatan Masih Rendah

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menjelaskan, data dari Kementerian Perekonomian per 12 Oktober bahwa anggaran kesehatan yang telah terealisasi mencapai sebesar 30% atau Rp 25,94 triliun dari total pagu sebesar Rp 87,55 triliun. Ia juga mengatakan, jumlah insentif tenaga kesehatan menurut data dari Kementerian Kesehatan per 9 November telah terealisasikan hingga Rp 3,93 triliun dari total pagu Rp 5,90 triliun. penyerapan dana sektor kesehatan tersebut tentu mempertimbangkan banyak aspek dan penuh kehati- hatian sehingga penyerapannya dapat lebih baik lagi. (Kontan.co.id)

Mendag: Perundingan Perdagangan Telah Rampung, RCEP Segera Ditekan

Per September 2020, Investasi Sektor Industri Rp201,9 Triliun

Technical View & Key Calls

IHSG. Support: 5500 / 5395-5400, Resistance: 5613.

LSIP

Buy on Break, Entry Level: 1040; Target: 1085 / 1150-1170; Stoploss : 1020.

UNTR

Buy on Break, Entry Level: 21550-21600; Target: 22400-22600 / 24000-24200;

Stoploss : 21200.

Market Wrap

DJIA (-0.08%), S&P500 (+0.77%), Stoxx600 (+1.07%), DAX (+0.40%) Indeks saham AS ditutup beragam pada Rabu (11/11), dengan kenaikkan pada saham sektor teknologi dan Nasdaq Composite yang telah diuntungkan dari tren work from home. Jumlah kasus COVID-19 yang melonjak di AS menjadi fokus di Wall Street. Investor mempertimbangkan efek melonjaknya kasus Covid-19 dan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat di beberapa negara bagian, sep- erti penambahan jam malam. Pandemi sekarang telah melampaui puncak sebe- lumnya di musim semi. AS mencetak rekor untuk rawat inap di 17 negara bagi- an, AS memiliki penghitungan kasus tertinggi di dunia pada 10,3 juta dari 51,5 juta secara global, serta jumlah kematian tertinggi pada 239.695 atau sekitar seperlima dari total global.

Pada akhir perdagangan hari Rabu (11/11), IHSG ditutup menguat 0.86% ke level 5.509.5 Penutupan perdagangan diikuti aksi beli bersih investor asing sebe- sar Rp 1.5 triliun. Secara sektoral pergerakan IHSG ditopang oleh sector infra- struktur (3.93%) dan aneka industri (3.35%). Adapun saham-saham big cap yang menjadi penopang indeks yaitu TLKM (7.69%), BBRI (3.00%), dan ASII (4.35%). Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS melemah -0.19% di level Rp14,085/USD.

JCI Statistic

Daily Foreign Net Flow (IDR Bn)

JCI Performance Source: Bloomberg, HP

Source: Bloomberg, HP Economic Indicators

GDP Growth 3Q20 YoY (%) -3.49 GDP Nominal 3Q20 (IDR Tn) 3,894.7 CPI Oct. 2020 YoY (%) 1.44 Trade Bal. Sep 2020 (USD Bn) 2.06 BI 7-day RR Rate Oct. (%) 4.00 M2 August 2020 (IDR Tn) 6,726.1 Third Party Fund Aug YoY (%) 11.64 Banking Loan Aug. YoY (%) 1.04 Reserves September (USD Bn) 135.15

Last Spot 5,509.51

1D change (%) 0.86 1M change (%) 8.18 1Y change (%) (10.86)

52W High 6,348.53

52W Low 3,911.72

Volume (bn) 16.51

Value (bn) 15,220.40

PER (TTM) 11.55

PBV (TTM) 1.79

ROE (TTM) 11.44

GIDN10YR Index 6.30

Industry and Sector

Stock News

ASSA (-0.96%) Incar Pendanaan Rp 450 miliar, Akan Menggelar Rights Issue

PGAS (+2.55%) Pembangunan Jargas Sudah Mencapai 90% di Oktober 2020

HEAL (+0.61%) Pendapatan dan Laba Tumbuh Pada 9M20

TOWR (-2.49%) Targetkan Tambah 7 Ribu Km Serat Optik

(2)

Mohon Perhatikan Disclaimer Di Akhir Publikasi Ini Comparative Table

Stock Key Calls — UNTR

Overview

Buy on Break UNTR ketika berhasil menembus MA20 / 21550, sehingga berpotensi bergerak ke utara menuju MA50 sekaligus Upper Triangle (blue) @ 22400-22600, disusul Target selanjutnya yaitu Re-

sistance previous High 24000-24200.

Rekomendasi

Buy on Break, Entry Level: 21550-21600; Target:

22400-22600 / 24000-24200; Stoploss : 21200.

Stock Key Calls — LQ45

Overview

LQ45 terlihat semangat menuju Upper Channel (blue) di sekitar 916, meski sebelumnya LQ45 harus mampu melewati Gap di angka 887 dan 912 yang menunggu untuk ditutup. Sedangkan level Previous High 852 dan Gap di 9Nov lalu di level 848 menjadi Support terdek-

at.

Rekomendasi

Hold, Support: 852-848; Resistance : 887 / 912 / 916.

Technical View & Key Calls Stock Key Calls — LSIP

Overview

Buy on Break LSIP ketika mampu bergerak di atas Resistance 1035, atau Average Up ketika LSIP ber- hasil menembus 1050, dan membuka peluang men- guat menuju Resistance previous High 1085. Target kedua terletak pada Upper Wedge (blue) di seputaran

1150-1170.

Rekomendasi

Buy on Break, Entry Level: 1040; Target: 1085 / 1150-1170; Stoploss : 1020.

Source: Bloomberg, HP

Indices Last Price 1D% 1M% 3M% Commodities Last Price 1D% 1M% 3M%

Dow Jones 29397.63 -0.08% 1.94% 5.08% Bloomberg Commodity 74.00 0.05% 1.68% 5.31%

S&P 500 3572.66 0.77% 1.09% 5.69% Nymex Oil 41.55 0.24% 5.38% -2.62%

DAX 13216.18 0.40% 0.59% 1.21% Brent Crude 43.80 0.44% 2.22% -1.57%

Nikkei 225 25349.60 1.78% 7.60% 10.97% CPO Rotterdam

Kospi 2479.37 -0.26% 3.15% 1.93% CPO Malaysia 3494.00 1.45% 15.70% 23.90%

Hang Seng 26226.98 -0.28% 6.40% 3.89% Soybean CBT 1,143.25 0.44% 7.30% 30.21%

Straits Times 2713.28 0.31% 6.30% 5.86% Rubber Tocom 245.00 1.24% 10.16% 48.94%

Shanghai 3342.20 -0.53% -0.48% 0.69% Nickel Spot 15,929.50 0.45% 4.93% 11.42%

S&P/ASX 200 6450.20 0.01% 5.19% 5.19% Nickel Inventory 239400.00 0.05% 1.41% 1.49%

IHSG 5509.51 0.86% 8.18% 5.27% Tin Spot 18,202.33 -0.42% -0.40% 2.77%

LQ-45 880.02 1.86% 13.21% 6.64% Tin Inventory 4320.00 -2.15% -19.85% 5.49%

EIDO 21.62 -0.55% 17.76% 14.03% Newcastle Coal 62.30 0.00% 8.54% 24.85%

Vix Index 23.45 -5.44% -6.20% -2.41% Gold 1864.80 -0.05% -3.01% -2.66%

Currency Last Price 1D% 1M% 3M% Bond Yield 14700 0% 1% -2%

USD-IDR 14085.00 -0.19% 4.37% 4.22% US 10 Year 0.95 -2.20% 23.28% 41.37%

EUR-USD 1.18 0.02% -0.29% -0.04% ID 10 Year 6.30 0.18% -8.90% -7.15%

USD-JPY 105.44 -0.01% -0.10% 1.39% ID 30 Year 7.38 0.24% -0.95% -0.28%

(3)

Mohon Perhatikan Disclaimer Di Akhir Publikasi Ini Industry and Sector

Mendag: Perundingan Perdagangan Telah Rampung, RCEP Segera Ditekan

Perundingan Perjanjian Kerja sama Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) telah berhasil diselesaikan, memakan waktu yang panjang selama 8 tahun. RCEP ini akan memberikan efek serta signal yang positif kepada pelaku usaha, mengingat RCEP memiliki pangsa pasar 29,6% penduduk dunia dan 29% PDB dunia. Bahkan menurutnya, kegiatan bisnis pun akan terkonsentrasi di Asia. FDI di RCEP mencapai 29,3% dar FDI dunia. Selanjutnya, Indonesia juga bisa langsung memanfaat- kan RCEP untuk memasuki global supply chain dan meningkatkan partisipasi dalam global value chain. (Kontan.co.id) Per September 2020, Investasi Sektor Industri Rp201,9 Triliun

Kementerian Perindustrian mencatat sepanjang Januari-September 2020, sektor industri menggelontorkan dananya Rp201,9 triliun atau berkontribusi 33 persen dari total nilai investasi nasional Rp611,6 triliun. Nilai tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sekitar Rp147,3 triliun. subsektor yang memberikan sumbangsih terbesar pada devisa selama Januari-September 2020, yakni investasi dari industri logam, mesin dan elektronik Rp77,8 triliun. (Bisnis.com)

Stocks News

ASSA (-0.96%) Incar Pendanaan Rp 450 miliar, Akan Menggelar Rights Issue

Berencana merilis obligasi konversi melalui skema penambahan modal dengan rights issue sebanyak 600 juta saham. Aksi korporasi tersebut sebagai salah satu upaya memperkuat capex tahun 2021.ASSA berpotensi meraup pendanaan Rp 450 miliar dari hajatan publik tersebut. (Kontan.co.id)

Comment

Aksi korporasi ini digunakan dalam rangka mengembangkan bisnis dan anak usaha. Namun di sisi lain dapat menimbulkan efek dilusi pada kepemilikan saham. (ASSA, N/A P/EFY20F, N/A PBV20F) (HPS Research)

PGAS (+2.55%) Pembangunan Jargas Sudah Mencapai 90% di Oktober 2020

Pembangunan jaringan pipa gas (jargas) oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) di Oktober 2020 sudah mencapai 90%

dari target pembangunan. Target pembangunan jargas sebanyak 127.384 sambungan rumah tangga (SR). Saat ini gas pipa yang disediakan PGAS ialah merupakan jenis gas metana berbobot jenis ringan dengan risiko yang minim. PGAS memastikan jika proyek jargas telah selesai nantinya dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan kegiatan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). (cnbcindonesia.com)

HEAL (+0.61%) Pendapatan dan Laba Tumbuh Pada 9M20

 PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) membukukan pendapatan sebesar Rp2,9 triliun pada 9M20, atau tumbuh 7.3% dari pendapatan tahun sebelumnya Rp2,7 triliun.

 Pertumbuhan pendapatan HEAL pada 9M20 terutama ditopang oleh segmen rawat inap yang naik 12,5% YoY mencapai Rp1,8 triliun. Sedangkan segmen rawat jalan turun 1,0% YoY menjadi Rp1,0 triliun.

 Kunjungan pasien rawat jalan turun dari 4,5 juta menjadi 3,4 juta pada 9M20, dimana 60% diantaranya merupakan pasien JKN, naik dari tahun sebelumnya 55%.

 Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat 24,6% YoY dari Rp210,1 miliar menjadi Rp261,7 miliar.

TOWR (-2.49%) Targetkan Tambah 7 Ribu Km Serat Optik

Wakil Direktur Utama PT Sarana Menara Nusantara (TOWR), Adam Gifari optimistis, pertumbuhan industri telekomunikasi terus menjanjikan ditopang semakin meningkatnya kebutuhan internet dimasa pandemi. Saat ini TOWR berhasil mencatat peningkatan penyewaan menara dan serat optik dengan market share menara mencapai 22%. Selain itu, guna meningkat- kan cakupan layanan, TOWR menargetkan menambahkan fiber optik sepanjang 7,000 KM menjadi 47,000 KM di tahun 2020.

(Cnbcindonesia.com) Comment

Target ekspansi fiber optic yang didukung oleh permintaan sewa menara masih akan menjadi pendorong utama pendapatan perusahaan beberapa tahun kedepan. Hal ini, seiring dengan kebutuhan teknologi jaringan yang semakin tinggi dan sangat bergantung pada fiber optic tersebut. (TOWR, 18.5x P/EFY20F, 4.7x PBV20F) (HPS Research)

(4)

Mohon Perhatikan Disclaimer Di Akhir Publikasi Ini Economic Calendar

Date Country Event

Survey Actual Prior Revised 11/11/2020 10:00 ID Bloomberg Nov. Indonesia Economic Survey

(Table)

11/11/2020 15:02 CH Money Supply M0 YoY Oct 0.107 0.104 0.111 --

11/11/2020 15:02 CH Money Supply M1 YoY Oct 0.082 0.091 0.081 --

11/11/2020 15:02 CH Money Supply M2 YoY Oct 0.109 0.105 0.109 --

11/11/2020 15:02 CH New Yuan Loans CNY Oct 775.0b 689.8b 1900.0b 1895.7b 11/11/2020 15:02 CH Aggregate Financing CNY Oct 1400.0b 1420.0b 3480.0b 3477.2b

11/11/2020 19:00 US MBA Mortgage Applications 6-Nov -- -0.005 0.038 --

11/12/2020 16:00 EC ECB Publishes Economic Bulletin

11/12/2020 17:00 EC Industrial Production SA MoM Sep 0.006 -- 0.007 --

11/12/2020 17:00 EC Industrial Production WDA YoY Sep -0.058 -- -0.072 --

11/12/2020 20:30 US CPI MoM Oct 0.001 -- 0.002 --

11/12/2020 20:30 US CPI Ex Food and Energy MoM Oct 0.002 -- 0.002 --

11/12/2020 20:30 US CPI YoY Oct 0.013 -- 0.014 --

11/12/2020 20:30 US CPI Ex Food and Energy YoY Oct 0.017 -- 0.017 --

11/12/2020 20:30 US CPI Index NSA Oct 260.475 -- 260.28 --

11/12/2020 20:30 US CPI Core Index SA Oct 269.59 -- 269.264 --

11/12/2020 20:30 US Real Avg Hourly Earning YoY Oct -- -- 0.033 0.032

11/12/2020 20:30 US Real Avg Weekly Earnings YoY Oct -- -- 0.041 0.044

Oil Price Bloomberg Commodity Index

Daily Sector Performance IDR Currency

Source: Bloomberg, HP Source: Bloomberg, HP

Source: Bloomberg, HP Source: Bloomberg, HP

Charts

Corporate Action

Code Type OS:NS Rp Cum Ex Record Pay Trade

ASII Cash Dividend 27.00 6-Oct-20 7-Oct-20 8-Oct-20 27-Oct-20

UNTR Cash Dividend 171.00 6-Oct-20 7-Oct-20 8-Oct-20 20-Oct-20

AALI Cash Dividend 42.00 7-Oct-20 8-Oct-20 9-Oct-20 19-Oct-20

(5)

Mohon Perhatikan Disclaimer Di Akhir Publikasi Ini

DISCLAIMER: Laporan ini diterbitkan oleh PT Henan Putihrai Sekuritas, anggota Bursa Efek Indonesia (BEI) yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Laporan ini dan akses el- ektronik apa pun di dalamnya dibatasi dan dimaksudkan hanya untuk klien, entitas terkait, dan digunakan oleh penerima yang dialamatkan oleh PT Henan Putihrai Sekuritas.

Laporan ini dapat berisi informasi rahasia dan/atau hak khusus secara hukum. Laporan ini tidak direproduksi, disalin, atau disediakan untuk pihak lain. Dalam keadaan apa pun laporan ini tidak dianggap sebagai penawaran penjualan atau permintaan pembelian efek. Setiap rekomendasi di laporan ini mungkin tidak tepat untuk semua investor. Dalam mempertim- bangkan setiap jenis investasi, Anda harus membuat penilaian mandiri dan mencari nasihat keuangan dan hukum yang profesional. Meskipun informasi dalam dokumen ini diperoleh dari sumber yang dapat dipercaya, keakuratan dan kelengkapannya tidak dapat dijamin. PT He- nan Putihrai Sekuritas secara khusus menyangkal semua kewajiban atas kerugian langsung atau tidak langsung, konsekuensi atas hilangnya keuntungan yang ditimbulkan oleh Anda atau pihak ketiga, yang mungkin timbul dari ketergantungan pada laporan ini atau atas faktor keandalan, akurasi, kelengkapan atau ketepatan waktu.

Jika Anda bukan penerima yang dituju atau telah menerima informasi ini secara tidak senga- ja, harap segera memberitahukan kepada kami. Jika Anda bukan penerima yang dituju, se- tiap penggunaan, ketergantungan pada, referensi, pengungkapan, perubahan atau penyali- nan dan/atau distribusi informasi yang terkandung untuk tujuan apa pun sangat dilarang dan mungkin melanggar hukum. PT Henan Putihrai Sekuritas tidak akan bertanggung jawab atas setiap kehilangan dan/atau kerusakan yang disebabkan oleh virus yang ditransmisikan oleh laporan ini atau lampirannya, atau untuk pengiriman informasi secara tepat dan lengkap, atau untuk setiap keterlambatan dalam penerimaannya. Seluruh hak cipta dimiliki oleh PT Henan Putihrai Sekuritas. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi nomor (+62 21) 520 6464.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Related subjects :