• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III KEHIDUPAN PENGUNGSI BURU PASCA KONFLIK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III KEHIDUPAN PENGUNGSI BURU PASCA KONFLIK"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

KEHIDUPAN PENGUNGSI BURU PASCA KONFLIK

1. Kondisi Umum

a. Latar Belakang Jemaat

Jemaat ini terbentuk secara alami akibat dampak tragedi kemanusiaan yang melanda bumi Maluku 19 Januari 1999, dimana semua orang kristen dari Jemaat- Jemaat Klasis Buru Utara harus meninggalkan pulau buru dan menyatu bersama dengan saudara-saudara seiman di kota dan pulau Ambon sebagai pengungsi dilokasi pengungsian Halong Inn. Selanjutnya berdasarkan upaya- upaya yang dilakukan oleh berbagai pihak serta atas izin Pemerintah Provinsi Maluku dan Keluarga besar Simauw maka Umat yang mengungsi dapat menempati lokasi yang yang sekarang dinamakan Lembah Agro hingga saat ini.

Pengungsi yang pada dasarnya beragama Kristen ini kemudian dilembagakan sebagai jemaat definitif di Klasis GPM Pulau Ambon pada tanggal 7 Maret 2009, dan dinamakan sebagai Jemaat GPM Fajar Pengharapan. Sebagai Jemaat yang baru, jemaat mereka menjalani begitu banyak pergumulan. Keadaan geografis dan batas wilayah pelayanan Jemaat Fajar Pengharapan merupakan menjadi bagian pergumulan yang sangat serius karena hingga saat ini Jemaat sementara bermukim pada lahan pinjam pakai dan belum memiliki status secara jelas. Hal ini telah berlangsung selama kurang lebih 10 tahun dimulai sejak 17 Juni 2002 hingga saat ini. Di lain sisi, Jemaat ini hak-hak pengungsi dari sebagian besar warga jemaat yang mengungsi dari Klasis Buru Utara sampai saat ini belum juga diperoleh.

(2)

b. Keadaan Geografis dan Batas Wilayah Pelayanan

Wilayah teritorial pelayanan Jemaat GPM Fajar Pengharapan secara administratif berada di Negeri Passo Kecamatan Teluk Ambon Baguala Kota Ambon Provinsi Maluku, dengan batas –batas Wilayah pelayanan sebagai berikut :

Sebelah Utara dengan : Sektor Zaitun Jemaat GPM Passo Sebelah Selatan dengan : Areal Penggunaan Lain (APL) Sebelah Timur dengan : Sektor Kalvari Jemaat GPM Passo Sebelah Barat dengan : Sektor Zaitun Jemaat GPM Passo

batas-batas wilayah pelayanan tersebut secara jelas dapat terlihat pada Gambar 1.

Berikut ini

Gambar 5. Peta Wilayah Pelayanan Jemaat GPM Fajar Pengharapan Lembah Agro

(3)

1.3. Jumlah Jiwa.

Jemaat merupakan basis Pelayanan dan Pembangunan Gereja Protestan Maluku. Berdasarkan hasil registrasi terhadap warga Jemaat GPM Fajar Pengharapan sampai dengan bulan Januari 2012, data keberadaan jemaat disajikan melalui Tabel 1 di bawah ini .

Tabel. 4. Keberadaan Jemaat

No Sektor

Uni t

K a t e g o r i U s i a (Tahun) Jumlah

Jiwa

0-3 4-6 7-9 10-12 13-15 16-45 46-59 60-85 >86

L P L P L P L P L P L P L P L P L P

1. Bethesda

1 5 3 1 2 0 5 5 1 4 4 27 25 10 10 5 4 0 1 112

2 2 3 3 4 1 5 4 4 3 0 31 23 5 10 7 7 0 0 112

3 2 2 1 1 2 1 1 1 7 8 19 17 7 8 3 2 0 0 82

4 8 1 4 3 3 6 4 3 5 2 31 33 4 9 5 5 1 0 127

5 1 1 4 0 0 1 1 1 0 2 13 8 1 2 3 2 0 0 40

JUMLAH 18 10 13 10 6 18 15 10 19 16 121 106 27 39 23 20 1 1 473

2. Bukit Sion

1 3 2 6 4 3 3 1 8 6 2 34 29 11 9 6 3 0 0 130

2 4 6 3 3 6 3 3 6 5 5 27 39 5 4 2 4 0 0 125

3 5 6 8 2 6 4 4 6 4 7 42 38 8 8 1 3 0 0 152

4 3 6 5 8 4 1 5 9 3 5 42 51 12 12 5 7 0 0 178

JUMLAH 15 20 22 17 19 11 13 29 18 19 145 157 36 33 14 17 0 0 585

JUMLAH TOTAL 33 30 35 27 25 29 28 39 37 35 266 263 63 72 37 37 1 1 1.058

Sumber: Data Jemaat Tahun 2012

Data pada tabel 1. menunjukan bahwa Jemaat GPM Fajar Pengharapan Memiliki jumlah warga jemaat sebanyak 1.085 jiwa terdiri dari warga jemaat laki-laki 525 orang (49,60 %) dan warga jemaat perempuan 533 orang (50,40%), yang terdistribusi pada 2 (dua) Sektor pelayanan yaitu : Sektor Bethesda 473 Jiwa (44,70 %) terdiri dari laki-laki 243 orang (46 %) dari total laki-laki jemaat, dan perempuan 230 orang (43 %) dari total perempuan jemaat, serta Sektor Bukit Sion

(4)

585 Jiwa (55,30 %) terdiri dari laki-laki sebanyak 282 orang (54 %) dari total laki-laki jemaat dan perempuan 303 orang (57%) dari total perempuan jemaat.

Dengan demikian Rata-rata jumlah anggota jemaat dalam setiap Unit Pelayanan sebanyak 117 jiwa, dan rata-rata jumlah anggota jemaat ditingkat sektor sebanyak 529 jiwa.

Selain itu dari tabel tersebut terlihat jelas bahwa jemaat Fajar Pengharapan memiliki anggota jemaat dengan kategori usia sebagai berikut : Kategori 0 – 3 Tahun (Batita) 63 orang (6 %), Kategori 4 – 6 Tahun 62 orang (6 %), Kategori 7 – 9 Tahun 54 orang (5 %), Kategori 10 – 12 Tahun 67 orang (6 %), Kategori 13 – 15 Tahun 72 Orang (7 %), Kategori 16 – 45 Tahun 529 orang (50%), Kategori 46 – 59 Tahun 135 orang (13%), Kategori 60 – 85 Tahun 74 orang (7%) dan Kategori > 86 Tahun 2 orang (0,18%).

Dengan demikian anggota jamaat GPM Fajar Pengharapan didominasi oleh anggota jemaat usia Produktif, yaitu usia 16 – 45 Tahun.

1. Deskripsi Kondisi Fisik, Sosial, Psikologi, Dan Spiritual

Keberadaan kehidupan Jemaat Lembah Agro1 dapat ditinjau melalui empat aspek penting yakni kondisi fisik, sosial, psikologi dan spiritual. Masing-masing aspek tersebut menjelaskan keberadaan Jemaat Lembah Agro dari sudut pandang yang berbeda, mulai dari yang dapat diukur secara numerik hingga yang hanya dapat diukur melalui pengamatan langsung.

Data yang digunakan untuk menjelaskan kondisi jemaat Lembah Agro yakni data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui penelitian lapangan dengan menggunakan kuisioner sebagai instrument penelitian.

1 Sebutan Jemaat Lembah Agro dipakai untuk menyebutkan keseluruhan komunitas pengungsi.

(5)

Sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen data jemaat dan buku-buku panduan. Subjek utama penelitian ini adalah warga Jemaat Lembah Agro yang selanjutnya akan disebut sebagai responden. Responden yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah 60 orang yang dipilih secara acak dari tiap unit pelayanan jemaat GPM Fajar Pengharapan Lembah Agro.

2.1 Kondisi Fisik

Kondisi fisik jemaat Lembah Agro dapat dijelaskan melalui tiga aspek yakni kondisi pangan, papan (lingkungan fisik) masyarakat dan pelayanan medis jemaat.

1. Kondisi Pangan

Kuantitas dan kualitas makanan yang dikonsumsi mempengaruhi kondisi kesehatan manusia. Semakin baik kualitas makanan maka kondisi kesehatan manuisa pun semakin baik. Terutama bila dikonsumsi dengan porsi yang cukup.

Untuk dapat menjelaskan kondisi pangan para pengungsi, maka setiap responden diajukan beberapa pernyataan yang menyatakan bahwa kualitas makanan yang selama ini dikonsumsi pengungsi cukup baik dan dalam porsi yang mencukupi. Berikut adalah gambaran rata-rata presentase pilihan alternatif responden terhadap pernyataan tersebut.

(6)

Gambar 5. Pie Chart Presentase Pilihan Alternatif Jawaban Responden terhadap Pernyataan-pernyataan tentang Kondisi Pangan Jemaat

Dari gambar diatas, terlihat bahwa 12% responden menjawab sangat setuju, 3%

menjawab setuju, 52% menjawab kurang setuju dan sisanya 33% menjawab tidak setuju. Jadi dapat disimpulkan bahwa, terdapat sekitar 85% jemaat menganggap bahwa kuantitas dan kualitas makanan yang mereka terima selama berada berada ditempat pengungsian memiliki kuantitas dan kualitas makanan yang baik.

Sedangkan 15% jemaat menganggap bahwa kuantitas atau kulitas atau bahkan kuantitas dan kualitasnya sudah cukup baik untuk dikonsumsi.

2. Kondisi Papan (Lingkungan Fisik)

Manusia pada dasarnya membutuhkan tempat tinggal untuk menetap, sekaligus menginginkan untuk hidup dalam lingkungan yang bersih dan nyaman.

Sama halnya dengan kehidupan masyarakat pengungsi buru di lembah Agro.

Pengungsi Buru di lembah Agro merupakan pengungsi yang tidak ,mendapatkan bantuan dari Pemerintah. Oleh karena itu pengungsi Buru harus berupaya sendiri untuk membangun rumah di kawasan baru di lembah Agro. Atas perjuangan yang panjang, pengungsi Lembah Agro selanjutnya dapat membangun rumah mereka masing-masing dibantu oleh yayasan Rinamakana Ambon yang dimiliki oleh

12% 3%

52%

33%

Presentase Pilihan Alternatif Jawaban Responden Terhadap Pernyataan yang Menyatakan Bahwa Kuantitas dan Kualitas

Makanan Baik

Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju

(7)

Suster Franscesco Moens. Karena bantuan yang diberikan tidak banyak, maka rumah-rumah yang dibangun pun seadanya, disesuaikan dengan bantuan yang ada.

Gambar 6. Sumur Suster Franscesco Moem

Gambar ini adalah salah satu bantuan dari Suster Francesco Moems dalam upaya memberikan kebutuhan air bagi pengungsi Buru di Lembah Agro. Sumur ini sekaligus sebagai tanda lahirnya pemukiman baru bagi pengungsi Buru yang kemudian dinamakan Lembah Agro atau Lembah Pengharapan

Kondisi rumah dan lingkungan jemaat dapat dideskripsikan sebagai berikut.

Ukuran rumahnya hanya 5x6 m, serta jarak dari satu rumah ke rumah yang lain kurang lebih 1 meter. Terdapat dua kamar ukuran kecil, dan satu ruang tamu ukuran kecil, dan dapur ukuran kecil pula. Selanjutnya depan rumah berbatasan langsung dengan jalan.

(8)

Gambar 7. Kondisi Rumah

Gambar di atas menunjukan kondisi rumah pengungsi Buru. Dimana, terlihat jelas jarak dari satu rumah ke rumah yang lain saling berdekatan dan terlihat tidak tertata secara baik. Kondisi rumah seperti ini berdampak pada intraksi sosial, kenyamanan, seksualitas antar suami istri, dan lingkungan yang tidak sehat.

3. Pelayanan Medis

Kesehatan warga sangat ditunjang oleh Rumah Sakit Otto Kuyk dan Puskesmas yang berada di Negeri Passo. Warga dapat menggunakan jasa pelayanan kesehatan pada Rumah Sakit dan puskesmas melalui dokter dan tenaga medis yang tersedia di sana. Selain itu pula di tengah-tengah jemaat terdapat 1 (satu) buah Puskesdes yang sekaligus menjadi Posyandu.

Untuk memberikan pertolongan pertama bagi warga jemaat yang mengalami sakit secara tiba-tiba di dalam jemaat, maka 11 orang tenaga medis yang berada di jemaat selalu bertindak dengan kemampuan yang ada dalam memberikan pertolongan.

Jenis Penyakit yang selalu diderita oleh warga jemaat adalah infeksi pernapasan (ISPA), malaria dan diare. Hal ini dikarenakan pemukiman yang begitu padat sehingga sanitasi perlu menjadi perhatian. Selain itu, sirkulasi udara

(9)

sangat berpengaruh terhadap kesehatan warga jemaat, sehingga perlu adanya kepedulian terhadap kesehatan dan kelestarian lingkungan2.

c. Kondisi Sosial

Kondisi sosial Jemaat Lembah Agro meliputi beberapa hal yaitu identitas status sosial, kondisi pekerjaan, tingkat pendidikan, tingkat penghasilan, kondisi pergaulan/kegiatan kemasyarakatan dan kondisi keberadaan penyandan masalah sosial.

1. Identitas status sosial

Konflik sosial yang terjadi di Maluku terutama di pulau Buru merupakan realitas sejarah yang berkarakter kekerasan dan penderitaan. Konflik sosial mengakibatkan berubahnya kondisi dan tatanan masyarakat yang hidup berdamai dan berdampingan menjadi masyarakat yang saling bermusuhan dan membinasakan. Persahabatan berubah menjadi saling curiga dan saling mempersalahkan. Rumah-rumah penduduk, fasilitas umum dan tempat ibadah musnah terbakar. Konflik sosial ini menjadikan manusia terusir dan menjadi orang asing dinegeri orang. Hidup dalam kondisi hunian dalam pengungsian berubah menjadi berdesak-desakan dan memprihatinkan.

Konflik sosial mengakibatkan terjadinya perubahan sosial terhadap kehidupan masyarakat pengungsi Buru. Idealnya, kerusuhan sosial dapat diterima sebagai suatu perubahan sosial bagi jemaat Buru. Sekalipun ada yang dapat menerima konflik sosial sebagai sebuah kesempatan.

Warga Jemaat GPM Fajar Pengharapan terdiri atas berbagai komunitas masyararakat dan berasal dari berbagai latar belakang suku dan budaya serta adat

2 Hasil wawancara dengan T.N (Petugas kesehatan Otokuik sekaligus warga jemaat Lembah Agro) pada tanggal 12 April 2012, pukul 18.40 WIT

(10)

istiadat yang beragam. Hal ini berkaitan erat dengan karakteristik warga jemaat yang ada. Menurut data evaluasi jemaat, kondisi pelayanan Jemaat telah bergeser dari waktu ke waktu telah memasuki dimensi baru, akibat dari perkembangan pembangunan yang terjadi disekitar kehidupan berjamaat dan juga kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, menjadi tantangan tersendiri yang harus disesuaikan.

Dari hasil pengamatan selama 1,5 bulan dan hasil konfirmasi wawancara dengan Majelis Jemaat. Masalah judi, miras, seks bebas, dan kenakalan merupakan realita dalam jemaat. Seperti apa yang dikatakan oleh ketua Pemuda GPM Ranting Fajar Pengharapan, menurut M.A “katong pung jamaat ini dari mulai ada di lembah agro sampe sakarang ni, beta Cuma urus dong pung masalah-masalah bakalai sa. Sampe pigi di kator polisi par segala waktu”. 3M.A pun dengan tegas memberi pernyataan bahwa masalah-masalah seperti disebutkan di atas telah menjadi penyakit masyarakat dan merasuki sendi-sendi ketahanan umat, khususnya generasi muda, dan menjadi ancaman serius di masyarakat Lembah Agro. Selanjutnya hal ini juga dipahami B.T (Sekertaris Majelis Jemaat GPM Fajar Pengharapan) yang menyatakan bahwa perilaku ini muncul karena pola pembinaan keluarga yang mulai cenderung menggunakan pendekatan yang materialistis. Banyak orang tua yang lebih sibuk dengan tanggung jawab pekerjaaan, mengedepankan pola-pola konsumeristis, sehingga mengbaikan pembinaan keluarga sebagai basis pembinaan Iman Kristiani.4

3 Hasil Wawancara dengan M.A, tanggal 6 April 2012, Jam 20:30 WIT

4 Hasil Wawancara dengan B.T, tanggal 7 April 20012, Jam 17:25 WIT

(11)

2. Kondisi pekerjaan

Ada atu tidak adanya pekerjaan serta relasi dengan rekan-rekan kerja dapat mempengaruhi kehidupan sosial seseorang. Data berikut dapat menjelaskan kondisi pekerjaan jemaat di Lembah Agro,

Tabel. 5. Pekerjaan Pokok/Mata Pencaharian Hidup Warga Jemaat

no Sector unit

p e k e r j a a n u t a m a

PNS TNI Polri Peg.

swasta Wira- swast a

Buruh.

b/

Tukang

Petani Ojek Supir Pensiuna

n lain-lain

1 Bethesda

1 7 1 1 5 3 4 13 3 2 4 0

2 9 0 0 9 3 5 0 2 0 9 3

3 8 0 2 4 6 8 1 3 4 3 14

4 12 1 5 1 12 6 1 2 3 5 4

5 2 0 0 0 0 1 6 1 0 0 7

J U M L A H 38 2 8 19 24 24 21 11 9 21 28

2 Bukit Sion

1 6 0 6 3 18 5 11 2 1 2 10

2 1 2 0 3 11 3 3 3 4 3 7

3 3 0 2 4 6 8 1 3 4 3 14

4 12 0 5 1 12 6 1 2 3 5 4

J U M L A H 22 2 13 11 47 22 16 10 12 13 35

T O T A L 60 4 21 30 71 46 37 21 21 34 63

Sumber : Data Jemaat Tahun 2012

Dari distribusi pekerjaan warga jemaat seperti tergambar dalam Tabel 5, menunjukkan bahwa warga jemaat GPM Fajar Pengharapan terdistribusi dalam 11 jenis pekerjaan dengan persente sebagai berikut : Wiraswasta 71 orang (6,71%), Pekerjaan Serabutan 63 orang (5,95%), Pegawai Negeri Sipil 60 orang (5,67%), Buruh Bangunan/Tukang 46 orang (4,37%), Petani 37 orang (3,49%), Pensiunan 34 orang (3,21%), Pegawai swasta 30 orang (2,83%), Tukang Ojek 21 orang (1,98%), sopir mobil 21 orang (1,98%), polisi 21 orang (1,98%), dan TNI 4 orang (0,37%).

(12)

3. Tingkat Pendidikan Jemaat

Pendidikan merupakan aspek penting dalam menentukan perkembangan pembangunan jemaat. Ketersediaan pendidikan, ketrampilan dan pengetahuan warga jemaat Fajar Pengharapan disajikan dalam table.6 berikut :

Table 6. Tingkat Tamatan Pendidikan terakhir Jemaat Lembah Agro

No Sektor Unit

Tamatan / Ijazah Terakhir

SD SMP SMA SMK Perguruan Tinggi

D1-D4 S1 S2 S3

1 Bethesda

1 21 21 31 10 4 3 1 0

2 20 11 29 10 8 10 0 0

3 9 4 22 3 5 4 0 0

4 14 16 34 2 8 2 0 0

5 10 5 4 1 1 2 0 0

J U M L A H 74 57 120 26 26 21 1 0

2 Bukit Sion

1 20 12 30 2 9 5 0 0

2 9 9 29 9 2 5 2 0

3 15 16 40 7 5 3 0 0

4 15 25 53 8 6 8 1 0

J U M L A H 59 62 152 26 22 21 3 0

T O T A L 133 119 272 52 48 42 4 0

Sumber : Data Jemaat Tahun 2012

Berdasarkan database jemaat tahun 2012, ditemukan sebanyak 668 anggota jemaat yang memiliki tingkat pendidikan akhir yang bervariasi mulai dari Tingkat Sekolah Dasar (SD) sampai Perguruan Tinggi Strata 2 (S2).

(13)

Table 7. Jenjang Pendidikan yang Sementara Ditempuh

Dari data tersebut di atas terlihat bahwa warga jemaat yang sementara mengikuti pendidikan berjumlah 340 orang (32,13 %) terdiri dari Jenjang PAUD/TK 31 orang (2,93%), SD 116 orang (10,96%), SMP 59 orang (5,48 %), SMA 58 orang (5,48%), SMK 10 orang (0,94%), Diploma 1 orang (0,09%), Strata 1 (S1) 61 orang (5,76%), dan S2 4 orang (0,37%)

4. Tingkat Penghasilan Jemaat

Gambaran umum tetang tingkat penghasilan jemaat Lembah Agro disajikan secara lengkap dan terperinci dalam tabel 8 berikut :

No Sektor Unit

Jenjang Pendidikan Yang Sedang Ditempuh PAUD

(PG+TK) SD SMP SMA SMK Perguruan Tinggi

D1-D4 S1 S2 S3

1 Bethesda

1 0 10 5 8 2 0 6 0 0

2 5 12 4 3 1 0 8 2 0

3 1 5 7 6 3 0 6 0 0

4 3 16 8 4 0 0 7 0 0

5 1 3 2 1 1 0 1 0 0

J U M L A H 10 46 26 22 7 0 28 2 0

2 Bukit Sion

1 2 18 7 8 1 0 7 0 0

2 5 12 4 3 1 0 8 2 0

3 10 19 11 12 0 0 6 0 0

4 4 21 11 13 1 1 12 0 0

J U M L A H 21 70 33 36 3 1 33 2 0

T O T A L 31 116 59 58 10 1 61 4 0

Sumber : Data Jemaat Tahun 2012

(14)

Table 8. Total Pendapatan per Bulan (Rp) jemaat Lembah Agro Menurut Sektor dan Unit Pelayanan Jemaat

No Sektor Unit Total Pendapatan Perbulan (Rp. Dalam Ribuan)

< 100 300-500 600-1 jt 1,5-2 jt 2,5-4 jt > 5 jt

1

Bethesda

1 0 10 8 7 4 0

2 3 6 9 4 5 3

3 0 7 2 4 6 1

4 2 6 9 12 6 0

5 0 1 3 4 1 1

Jumlah 5 30 31 31 22 5

2 Bukit Sion

1 0 4 14 4 5 5

2 2 7 9 9 4 0

3 4 17 7 10 2 0

4 0 18 9 7 6 1

Jumlah 6 46 39 30 17 6

JUMLAH TOTAL 11 76 70 61 39 11

Sumber : Data Jemaat Tahun 2012

Data tersebut di atas menunjukan bahwa 268 KK di jemaat Fajar Pengharapan memiliki Tingkat pendapatan yang berfariasai sebagai berikut :

11 KK (4,10%) berpendapatan perbulan < Rp.100.000,-

76 KK (28,35%) ber pendapatan perbulan Rp. 300.000 – 500.000,- 70 KK (26,11%) berpendapatan perbulan Rp. 600.000 – 1.000.000,- , 61 KK (22,76%), berpendapatan perbulan Rp. 1.500.000 - 2.000.000,- 39 KK (14,55%), berpendapatan perbulan Rp. 2.500.000 – 4.000.000,- 11 KK (4,10%), berpendapatan perbulan > Rp. 5.000.000,-

5. Kondisi Pergaulan/ Kegiatan Kemasyarakatan

Kondisi pergaulan/ kegiatan kemasyarakatan jemaat Lembah Agro dijelaskan melalui data hasil penelitian dilapangan berikut ini. Pernyataan-pernyataan pada kuisioner diajukan untuk mengetahui relasi responden dengan orang lain yang berbeda agama, suku dan status sosialnya. Hasil penelitian tersebut disajikan dalam pie chart berikut.

(15)

Gambar 8. Pie Chart Presentase Pilihan Alternatif Jawaban Responden terhadap Pernyataan-pernyataan yang Berhubungan dengan Kondisi Pergaulan dan

Kegiatan Kemasyarakatan Jemaat

Berdasarkan Gambar.8 diatas terlihat bahwa 17% jemaat menjawab sangat setuju dan 34% jemaat menjawab setuju untuk pertanyaan yang bersifat positif perihal keterlibatan dalam pergaulan/ kegiatan kemasyarakatan. Sedangkan 34% jemaat menjawab kurang setuju dan sisanya 17% jemaat menjawab tidak setuju untuk pertanyaan yang sama. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa 51% Jemaat tidak begitu tertarik untuk berelasi dan bergaul dengan orang lain.

6. Keberadaan Penyandang Masalah Sosial

Kondisi keberadaan jemaat Lembah Agro yang memiliki masalah sosial dijelaskan oleh data jemaat berikut ini.

17%

34% 32%

17%

Presentase Jawaban Responden untuk Pertanyaan yang Bersifat Positif

Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju

(16)

Tabel 9. Data Keadaan Penyandang Masalah Sosial

No Sektor Unit

K o n d i s i P M S Cacat Fisik Cacat Mental

Janda Duda Yatim / Piatu

Pr Lk Pr Lk

1 Bethesda

1 - - - - 3 3 3

2 - 1 - 1 4 3 5

3 - - - - 1 0 1

4 - - - - 8 1 -

5 - - - - - - -

2 Bukit Sion

1 - - - - - 1 -

2 - - - - 3 2 5

3 - - - - 1 0 6

4 - - - - 4 1 15

T O T A L - 1 - 1 24 11 35

Sumber : Data Jemaat Tahun 2012

Data pada tabel. menunjukan bahwa penyandang masalah sosial yang menonjol di jemaat GPM Fajar Pengharapan adalah warga Jemaat dengan status yatim/Piatu yaitu 35 orang (3,30 %), status Janda 24 orang (2%) dan status Duda 11 orang (1 %), Sedangkan yang mengalami cacat fisik 1 orang (0,09 %) dan cacat mental 1 orang (0,09 %).

2.3 Kondisi Psikis

Kondisi psikis Jemaat Lembah Agro dapat dijelaskan melalui beberapa hal yaitu fungsi kognitif, harga diri, identitas, motivasional, tingkah laku dan emosional jemaat.

1. Fungsi Kognitif

Fungsi kognitif memampukan manusia utnuk berpikir, berpandangan dan menafsirkan sebuah situasi. Hasil pemikiran, pandangan dan penafsiran inilah yang selanjutnya akan menentukan tindakan manusia tersebut.

(17)

Berikut akan disajikan data hasil penelitian terhadap respoden yang dapat menjelaskan tentang cara mereka berpikir, berpandangan dan menafsirkan keberdaan pasca konflik.

Gambar 9. Pie Chart Presentase Pilihan Alternatif Jawaban Responden terhadap Pernyataan-pernyataan yang Berhubungan dengan Kondisi Fungsi Kognitif

Jemaat

Dari gambar terlihat bahwa 32% responden menjawab sangat setuju, 23%

menjawab setuju, 24% menjawab kurang setuju dan sisanya 21% menjawab tidak setuju. Artinya, hanya sekitar 55% responden dapat memahami dan menerima perbedaan dalam masyarakat serta bersedia untuk memaknai konflik sosial yang telah mereka alami (32% Sangat Setuju dan 23% Setuju). Sedangkan sisanya sebesar 45% responden masih terjebak dalam pengalaman pahit konflik sehingga belum bisa memaknainya. Mereka tidak sepakat bahwa perbedaan dalam masyarakat adalah sebuah anugrah. Mungkin juga dari 45% responden ini, ada yang bisa menerima perbedaan, tetapi masih belum bisa memaknai konflik.

2. Harga diri

Setiap orang harus mampu menghargai diri sendiri sebelum mengharapkan orang untuk menghargai dirinya. Hal ini tidak berarti menganggap orang lain

32%

23%

24%

21%

Presentase Pilihan Alternatif Jawaban Responden Terhadap Pernyataan Tentang Kemauan Untuk

Menerima Perbedaan dan Memaknai Konflik

Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju

(18)

lebih rendah tetapi sungguh-sungguh menerima keberadaan diri sendiri sebagai ciptaan Allah yang berpotensi.

Berikut akan disajikan data yang dapat menjelaskan sejauh mana jemaat Lembah Agro mampu menghargai diri mereka sendiri sebagai ciptaan yang berpotensi. Data ini disajikan berdasarkan pilihan alternatif jawaban responden terhadap pernyataan-pernyataan yang bersifat menghargai diri sendiri.

Gambar 10. Pie Chart Presentase Pilihan Alternatif Jawaban Responden terhadap Pernyataan-pernyataan yang Berhubungan dengan Kondisi Harga Diri Jemaat Dari gambar diatas terlihat bahwa sebesar 48% responden menjawab sangat setuju, 42% menjawab setuju, 3% menjawab kurang setuju dan sisanya 7%

menjawab tidak setuju. Dengan kata lain, terdapat sekitar 90% responden menyatakan bahwa mereka mampu menghargai diri mereka sendiri (48% Sangat Setuju dan 42% Setuju). Sedangkan sisanya sekitar 10% responden masih berada dalam kondisi kurangpercaya diri dengan apa yang mereka miliki.

3. Identitas

Identitas berhubungan dengan kemampuan manusia untuk mencapai suatu pengertian yang jelas mengenai dirinya sendiri sehingga ia dapat menerima batas- batas dirinya sendiri dan menentukan peranannya ditengah-tengah suatu komunitas.

48%

42%

3% 7%

Presentase Jawaban Responden Terhadap Pernyataan yang Bersifat Menghargai Diri Sendiri

Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju

(19)

Melalui penelitaan terhadap kondisi psikis jemaat Lembah Agro ini, akan digambarkan pula sejauh mana responden memahami identitasnya ditengah- tengah dunia ini berdasarkan presentase pilihan alternative jawaban responden terhadap pernyataann-pernyataan yang bersifat memahami keunikan diri.

Gambar 11. Pie Chart Presentase Pilihan Alternatif Jawaban Responden terhadap Pernyataan-pernyataan yang Berhubungan dengan Kondisi Identitas Diri Jemaat Dari gambar diatas terlihat bahwa sekitar 20% responden menjawab sangat setuju, 40% responden menjawab setuju, 18% responden menjawab kurang setuju dan sisanya 20% responden menjawab tidak setuju. Jelas terlihat bahwa sekitar 60%

responden (20% Sangat Setuju, 40% Setuju) dapat mengenali diri sendiri, memahami kekurangan dan kelebihan yang dimilikinya serta mampu menempatkan diri dengan benar dalam komunitas warga jemaat Lembah Agro.

Sedangkan sisanya sebesar 40% responden belum mampu untuk mengenali diri sendiri secara benar.

4. Fungsi Motivasional

Fungsi ini memampukan seseorang untuk menimbulkan kemauan, keinginan, kehendak dan motivasi untuk melakukan hal-hal yang menguntungkan dan tidak menguntungkan bagi lingkungannya

20%

18% 40%

22%

Presentase Pilihan Alternative Jawaban Responden Terhadap Pernyataann yang Bersifat Memahami

Keunikan Diri

Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju

(20)

Berikut adalah gambaran keberadaan responden berdasarkan pilihan alternative jawaban terhadap pernyataan-pernyataan yang menunjukkan bahwa mereka mampu memaknai masa lampau (konflik), optimis menjalani hari ini dan mampu menatap masa depan dengan pengharapan pasti.

Gambar 12. Pie Chart Presentase Pilihan Alternatif Jawaban Responden terhadap Pernyataan-pernyataan yang Berhubungan dengan Kondisi Motivasi Jemaat Dari gambar diatas terlihat bahwa 30% responden menjawab sangat setuju, 55%

responden menjawab setuju, 14% responden menjawab kurang setuju dan sisanya hanya 1% responden menjawab tidak setuju. Jadi, dapat dikatakan bahwa, terdapat sekitar 85% jemaat memiliki semangat optimis untuk menjadikan masa lalu (pengalaman konflik) sebagai sesuatu yang berguna untuk membangun masa depan yang lebih baik. Sedangkan sisanya, 15% jemaat dengan alasan tertentu tidak merasa termotivasi dengan masa lalu (konflik sosial).

5. Tingkah laku

Tingkah laku merupakan akibat dari interaksi antara fungsi kognitif dan emisional seseorang. Tingkah laku jemaat Lembah Agro bisa saja mengalami perubahan dari ceria menjadi pemurung jika mereka belum mampu memaknai dengan baik konflik sosial yang terjadi di Maluku dan bereaksi positif terhadap kondisi keberadaan mereka saat ini.

30%

55%

14%

1%

Presentase Pilihan Alternative Jawaban Responden

Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju

(21)

Berikut adalah gambaran keberadaan responden berdasarkan pilihan alternative jawaban terhadap pernyataan-pernyataan tentang perilaku negatiif pasca konflik.

Gambar 13. Pie Chart Presentase Pilihan Alternatif Jawaban Responden terhadap Pernyataan-pernyataan tentang Kondisi Perilaku Negatif Jemaat

Dari gambar diatas terlihat bahwa sekitar 27% responden menjawab sangat setuju, 26% responden menjawab setuju, 19% responden menjawab kurang setuju dan sisanya 28% responden menjawab tidak setuju. Jadi, terdapat sekitar 53% jemaat yang sering berkelakuan negative di tempat pengungsian pasca terjadinya konflik sosial di Maluku. Sisanya, sekitar 47% jemat tetap berperilaku baik.

6. Fungsi Emotif

Emosi memungkinkan seseorang untuk berperasaan terhadap situasi yang ia hadapi dan biasanya dipengaruhi oleh pola pikir orang itu sendiri. Fungsi emotif bukan fungsi yang negative, namun dapat menjadi sumber persoalan bila kita memiliki kecenderungan untuk cepat bereaksi secara emosional.

Berikut akan disajikan data tentang pilihan alternative jawaban responden terhadap pernyataan kecendrungan mereka untuk cepat bereaksi secara emosional.

27%

19% 26%

28%

Presentase Pilihan Alternative Jawaban Responden Terhadap Pernyataann Tentang Perilaku Negatif

Pasca Konflik

Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju

(22)

Gambar 14. Pie Chart Presentase Pilihan Alternatif Jawaban Responden terhadap Pernyataan-pernyataan tentang Kondisi Fungsi Emotif Jemaat

Dari gambar diatas terlihat bahwa sekitar 35% responden menjawab sangat setuju, 45% responden menjawab setuju, 15% responden menjawab kurang setuju dan sisanya 5% responden menjawab tidak setuju. Jadi, dapat dikatakan bahwa, terdapat sekitar 80% jemaat memiliki kecenderungan untuk cepat emosi bila berhadapan dengan masalah. Sedangkan sisanya, yakni 20% jemaat tidak memiliki kecenderungan untuk cepat emosi dalam menghadapi masalah.

2.4 Kondisi Spiritual

Kondisi spiritual Jemaat Lembah Agro digambarkan oleh tiga poin penting yaitu pemeliharaan, panggilan hidup dan rasa syukur.

1. Pemeliharaan

Pemeliharaan disini berhubungan dengan keyakinan jemaat akan adanya kuasa pemeliharaan Allah. Hal ini menjadi poin penting untuk diperhatikan jemaat Lembah Agro baru saja menghadi konflik sosial yang mampu membuat mereka mempertanyakan keberadaan dan kuasa pemeliharaan Allah.

Setelah melakukan penelitian dilapangan, diperoleh data tentang presentase pilihan alternative jawaban responden terhadap pernyatan yang menyatakan

35%

45%

15%

5%

Presentase Pilihan Alternative Jawaban Responden Terhadap Pernyataan tentang Kecenderungan Cepat

Emosi Dalam Menghadapi Masalah

Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju

(23)

bahwa mereka (jemaat Lembah Agro) tetap percaya bahwa Allah masih memelihara dan akan tetap memlihara kehidupan mereka. Berikut adalah presentase jawaban responden:

Gambar 15. Pie Chart Presentase Pilihan Alternatif Jawaban Responden terhadap Pernyataan-pernyataan tentang Pemeliharaan Allah bagi Jemaat

Dari gambar diatas terlihat bahwa sekitar 80% responden menjawab sangat setuju, 18% responden menjawab setuju dan sisanya 2% responden menjawab kurang setuju. Sedangkan presentase responden yang menjawab tidak setuju adalah 0%

atau dengan kata lain tidak ada responden yang memilih alternative pilihan jawaban ini. Jadi, dapat dikatakan bahwa, 98% jemaat Lembah Agro masih percaya bahwa Allah masih memelihara mereka melewati konflik sosial yang mereka hadapi dan akan tetap memelihara kehidupan mereka seterusnya.

Sedangkan sisanya, hanya 2% jemaat yang tidak berpendapat bahwa Allah memelihara mereka, terutama saat terjadinya konflik sosial di Maluku

2. Panggilan hidup

Setiap manusia harus mengerti peranannya didunia ini. Demikian juga dengan jemaat Lembah Agro. setiap anggota jemaat ini harus bisa memahami apa yang menjadi panggilan hidup mereka. Berikut adalah data presentase pilihan

80%

18%

2% 0%

Presentase Pilihan Alternative Jawaban Responden Terhadap Pernyataan tentang Keyakinan bahwa

Allah Masih dan Akan Tetap Memelihara

Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju

(24)

alternative jawaban responden terhadap pernyataan tentang pemahaman akan peran dan panggilan hidupnya ditengah-tengah jemaat.

Gambar 16. Pie Chart Presentase Pilihan Alternatif Jawaban Responden terhadap Pernyataan-pernyataan tentang Pemahaman Panggilan Hidup Jemaat Dari gambar diatas terlihat bahwa sekitar 80% responden menjawab sangat setuju dan sisanya 20% responden menjawab setuju. Sedangkan presentase responden yang menjawab kurang setuju dan tidak setuju adalah 0% atau dengan kata lain tidak ada responden yang memilih alternative pilihan jawaban ini. Jadi, dapat disimpulkan bahwa 100% jemaat atau keseluruhan jemaat dapat memahami akan peran dan panggilannya didalam jemaat.

3. Rasa syukur

Rasa syukur adalah tentang ungkapan bahagia dan rasa terima kasih manusia kepada Tuhan atas apa yang keluarga, kesehatan, kehidupan bahkan hal-hal negatif yang ada dalam hidup.

Berikut adalah data presentase pilihan alternative jawaban responden terhadap pernyataan tentang ungkapan syukur responden akan kehidupan yang masih mereka miliki hingga saat ini.

20%

80%

0% 0%

Presentase Pilihan Alternative Jawaban Responden Terhadap Pernyataan tentang Pemahaman akan

Peran dan Panggilan Hidup dalam Jemaat

Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju

(25)

Gambar 17. Pie Chart Presentase Pilihan Alternatif Jawaban Responden terhadap Pernyataan-pernyataan tentang Ungkapan Syukur Jemaat

Dari gambar diatas terlihat bahwa sekitar 90% responden menjawab sangat setuju dan sisanya 10% responden menjawab setuju. Sedangkan presentase responden yang menjawab kurang setuju dan tidak setuju adalah 0% atau dengan kata lain tidak ada responden yang memilih alternative pilihan jawaban ini. Jadi, dapat disimpulkan bahwa 100% jemaat atau keseluruhan jemaat tetap bersyukur untuk kehidupan yang mereka miliki saat ini.

4. Kondisi Pelayanan Jemaat

Keadaan Sektor dan unit pelayanan merupakan hal yang sangat strategis terkait dengan efektifitas pelayanan dalam jemaat. Dalam menjalankan pelayanan secara teroganisir di Jemaat GPM Fajar Pengharapan maka wilayah pelayanan Jemaat GPM Fajar Pengharapan ditata menjadi dua wilayah yang disebut sektor yaitu : Sektor Bethesda yang tebagi menjadi 5 unit pelayanan, dan Sektor Bukit Sion yang tebagi menjadi 4 unit pelayanan dan secara terinci dapat dilihat pada Tabel 4. Berikut ini :

90%

10%

0% 0%

Presentase Pilihan Alternative Jawaban Responden Terhadap Pernyataan tentang Ungkapan Syukur

Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju

(26)

Tabel. 10. Jumlah Kepala Keluarga, Jiwa dan Status Sakramental

Distribusi warga jemaat menurut sektor terlihat jelas pada tabel 4 di atas, bahwa warga jemaat di setiap sektor berbeda-beda baik jumlah KK maupun jumlah Jiwa. Nampak bahwa Sektor Bethesda walaupun memiliki 5 unit pelayanan namun hanya memiliki 124 KK (47 %) dengan jumlah Jiwa 473 jiwa (44,70 %) sedangkan Sektor Bukit Sion terbagi menjadi 4 unit pelayanan namun memiliki jumlah KK lebih banyak dari sektor Bethesda yaitu 144 (54 %) dengan jumlah jiwa 585 (55,30 %).

Data pada tabel tersebut juga menunjukan bahwa dari 1,058 warga jemaat, yang telah dibaptis 1.001 orang (95 %) sedangkan yang belum dibatis 57 orang (5 %) yaitu pada sektor Bethesda 19 orang (2%) dan sektor Bukit Sion 38 orang (3 %). Sedangkan Anggota sidi gereja dalam jemaat 664 orang (63 %) dan yang berstatus telah menikah sebanyak 451 orang.

NO SEKTOR UNIT PELAYANAN

JUMLAH KK

JUMLAH JIWA

STATUS SAKRAMENTAL BAPTIS SIDI NIKAH

1 Bethesda

Unit 1 29 112 111 76 46

Unit 2 30 112 105 82 43

Unit 3 20 82 80 50 35

Unit 4 35 127 120 84 58

Unit 5 10 40 38 25 20

JUMLAH SEKTOR BETHESDA 124 473 454 317 202

2 Bukit Sion

Unit 1 32 130 124 84 63

Unit 2 31 125 113 71 51

Unit 3 40 152 142 88 71

Unit 4 41 178 168 104 64

JUMLAH SEKTOR BUKIT

SION 144 585 547 347 249

T O T A L 268 1.058 1.001 664 451

Sumber : Data Jemaat Tahun 2012

(27)

Kondisi pelayanan di tingkat sektor dikoordinasi pengurus sektor dan dibantu oleh masing-masing majelis pendamping pada setiap unit pada sektor tersebut, dimana masing-masing unit didampingi oleh 2 orang majelis. Pengurus sektor ditentukan berdasarkan pemilihan sehingga dapat mengarahkan pelayanan ditingkat sektor. Potensi jemaat yang cukup banyak tersebar di tingkat sektor tidak berbanding lurus dengan keikutsertaan jemaat dalam setiap kegiatan pelayanan di tingkat sektor, sehingga terkesan adalah permasalahan kurangnya partisipasi anggota jemaat pada kegiatan ibadah unit pelayanan.

Permasalahan utama pelayanan di tingkat unit adalah masih kurangnya partisipasi anggota unit dalam mengikuti ibadah, dominasi kehadiran dalam peribadatan lebih banyak oleh ibu-ibu dan anak-anak. Dinamika kerjasama pengurus unit belum berjalan baik. Pelayanan masih diartikan oleh sebagian warga jemaat sebagai hal biasa-biasa saja, bahkan cenderung tidak mengalami perubahan menuju pada kehidupan warga jemaat yang menjadikan ibadah adalah hidup dan bagian sentral dalam membangun keluarga. Di samping itu faktor pekerjaan dan kesibukan serta metode – metode yang dipergunakan (PA, Diskusi, dan Meditasi) sering dijadikan sebagai alasan untuk tidak aktif mengikuti ibadah.5

Wadah pelayanan perempuan dan pelayanan laki-laki, serta AMGPM juga mengalami kendala yang hampir sama dari waktu ke waktu, dimana kehadiran sangat terbatas dalam kegiatan peribadahan, terutama kehadiran dalam ibadah wadah pelayanan laki-laki.

3. Kesimpulan

5 Hasil pengamatan selama 1,5 bulan, dimana peneliti diberikan tanggung jawab untuk memimpin setiap ibadah-ibadah di dalam jemaat. Mulai dari ibadah sektor, ibadah unit, ibadah wadah pelayanan perempuan, ibadah wadah pelayanan laki-laki, organisasi pemuda, dan ibadah Minggu.

(28)

Kehidupan pengungsi di jemaat Lemba Agro pasca konflik mengalami beberapa masalah. Hal ini dapat dilihat dari kondisi fisik, kehidupan sosial, dan psikologi, dan spiritual. Masalah-masalah yang dilihat paling dominan dari empat kategori di atas adalah masalah status kepemilikan tanah, masalah tidak mendapat bantuan dari pemerintah, masalah kondisi rumah dan lingkungan, masalah relasi diantara pengungsi dan di lingkungan sekitar yang cendrung tidak harmonis, dan masalah pengalaman trauma yang masih dirasakan serta masalah minimnya kesadaran pengungsi untuk ada dalam persekutuan.

Kenyataan-keyataan yang dialami oleh pengungsi di jemaat lemba Agro dilihat sangat fariatif, di mana dari satu aspek ke aspek lainnya saling mempengaruhi. masalah-masalah yang saling terkait ini kemudian mempengaruhi perasaan, pola pikir, dan tingkah laku mereka dalam hidup setiap hari. Kenyataan- kenyataan ini menjadikan masyarakat pengungsi hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Kenyataan-kenyataan seperti ini selalu akan berjalan seiring dengan waktu, dan tanpa mereka sadari bisa berakibat pada pertumbuhan kehidupan setiap individu secara khusus, masyarakat dan jemaat secara umum.

Di sisi lain, kehidupan spiritual jemaat Lembah Agro menjadi semakin baik pasca konflik. Konflik sosial itu justru membawa mereka lebih dekat dan bergantung pada Tuhan.

Gambar

Gambar 5. Peta  Wilayah  Pelayanan Jemaat GPM  Fajar Pengharapan Lembah Agro
Gambar 5. Pie Chart Presentase Pilihan Alternatif Jawaban Responden terhadap  Pernyataan-pernyataan tentang Kondisi Pangan Jemaat
Gambar 6. Sumur Suster Franscesco Moem
Gambar 7. Kondisi Rumah
+7

Referensi

Dokumen terkait

Pemahaman tersebut akhirnya membuat informan memiliki sebuah tujuan yang mereka perjuangkan selama berkecimpung dalam organisasi, yaitu melayani Tuhan dengan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU), dan Dana Alokasi Khusus

Sebaliknya, di perdesaan Jawa lain yang hanya menggunakan sistem produksi pertanian relatif subsisten (pada usahatani padi) ternyata proses perubahan penguasaan sumberdaya

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tanpa proses persiapan permukaan, lapisan WC-Co thermal spray tidak dapat melekat dengan baik pada logam dasarnya.. Analisa struktur

Untuk memenuhi kebutuhan kelompok Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) produktif, lembaga pengelola wakaf uang dapat melakukan pemberdayaan dengan mem- berikan bantuan modal

Sutajaya &amp; Gunamantha (2014) melaporkan bahwa melalui pemberdayaan pedagang kuliner mengakibatkan: (a) munculnya semangat baru bagi pedagang kuliner yang sebelumnya sempat

Penelitian tentang analisis perlakuan Pajak Penghasilan Pasal 23 atas jasa outsourcing pada PT XYZ bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis penghitungan,

Data-data tersebut akan digabungkan menjadi satu dengan bobot penilaian yang telah diperoleh melalui penilaian atau survei yang dilakukan kepada para pakar.Tujuan