• Tidak ada hasil yang ditemukan

SISTEM PENGENDALIAN INVENTORY TURNOVER DENGAN PENDEKATAN MAQASHID SYARIAH (Studi pada PT Al Faqih Putra Risjaya di Kabupaten Bone)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "SISTEM PENGENDALIAN INVENTORY TURNOVER DENGAN PENDEKATAN MAQASHID SYARIAH (Studi pada PT Al Faqih Putra Risjaya di Kabupaten Bone)"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

AL-IQTISHAD: JURNAL EKONOMI Vol. 13, No. 2, Juli - Desember Tahun 2021

P-ISSN 2585-4633 E-ISSN 2808-0955

27 SISTEM PENGENDALIAN INVENTORY TURNOVER DENGAN

PENDEKATAN MAQASHID SYARIAH

(Studi pada PT Al Faqih Putra Risjaya di Kabupaten Bone)

Andi Gusriana Fatimah

Mahasiswa FEBI Institut Agama Islam Negeri Bone E-mail : [email protected]

Munawarah

Institut Agama Islam Negeri Bone E-mail : [email protected]

Abstract

This research aimns to find out about inventory turnover control system and implementation of Maqashid Sharia in the furniture business at PT Al Faqih Putra Risjaya. As for inventory turnover control system is the process of regulating and monitoring policies in determining the level of inventory that must be maintained by the company, and maqashid sharia means the unity of principles, words and actions based on achieving the pleasure of Allah SWT. The type used in this research is field research, that is research conducted directly by collecting information in the form of data from interviews, observations, and documentation. The results of this research indicate that the inventory turnover control system applied by PT Al Faqih Putra Risjaya is still natural and simple, that is procuring raw material inventories based on company conditions and previous experience. PT Al Faqih Putra Risjaya also applies the safety stock method and also the economic order quantity method, namely purchasing raw materials in large quantities to minimize inventory shortages due to natural conditions such as the rainy season which affects the delay in the distribution of raw materials. In terms of inventory turnover, PT Al Faqih Putra Risjaya is also doing well. This can be seen from the sales results that continue to increase from 2018-2020.

And overall, there has been an application of maqashid sharia in the furniture business at PT Al Faqih Putra Risjaya. This can be seen through the fulfillment of 5 aspects of maqashid sharia at PT Al Faqih Putra Risjaya, that are: 1) protecting religion, 2) protecting of soul, 3) protecting the mind, 4) protecting offspring, and 5) protecting the property.

Keywords : Inventory Turnover Control System, and Maqashid Sharia.

PENDAHULUAN

Dalam usaha produksi, persediaan adalah salah satu hal yang paling mempengaruhi operasional perusahaan. Sama halnya dengan PT Al Faqih Putra Risjaya yang merupakan salah satu industri mebel di Kabupaten Bone. Dalam operasional perusahaan, PT Al Faqih Putra Risjaya sangat memperhatikan ketersediaan bahan baku atau persediaan. Perusahaan selalu mengupayakan agar persediaan bahan bakunya cukup untuk memenuhi kebutuhan dan permintaan. Karena dengan adanya persediaan yang cukup, maka aktivitas

(2)

AL-IQTISHAD: JURNAL EKONOMI Vol. 13, No. 2, Juli - Desember Tahun 2021

P-ISSN 2585-4633 E-ISSN 2808-0955

28 produksi menjadi lancar. Dan jika kegiatan produksi lancar, maka semakin banyak produk yang dapat dijual. Dengan kata lain, semakin besar penjualan akan meningkatkan jumlah persediaan yang dibutuhkan, demikian pula sebaliknya.

Untuk memperlancar operasional perusahaan, maka pengendalian terhadap persediaan perlu diterapkan dalam setiap usaha. Sistem pengendalian terhadap persediaan sangat diperlukan untuk mengontrol keberadaan persediaan guna menunjang proses produksi, begitupun dengan perputaran persediaan yang juga sangat mempengaruhi pendapatan atau keuntungan perusahaan. Tetapi terkadang beberapa dari pelaku bisnis kurang cermat dalam mengendalikan persediaan perusahaannya dimana terlalu banyak menanamkan modal dalam persediaan, akibatnya terlalu banyak dana yang menganggur atau tidak produktif dan perputaran persediaan di perusahaannya juga tidak lancar.

Sehingga perusahaan mengalami kerugian karena laba yang diperoleh kurang akibat persediaan tidak berputar atau terjual. Padahal keberadaan persediaan memiliki nilai strategis bagi perusahaan yaitu sekitar 25% atau lebih dari investasi yang ditanamkan dalam modal usaha berupa persediaan. Oleh karena itu, modal yang ditanamkan dalam persediaan harus selalu berputar atau dengan kata lain persediaan yang dimiliki oleh perusahaan harus terjual agar perputaran persediaan bisa efektif dan roda perusahaan berjalan dengan lancar.

Namun, di lapangan banyak ditemukan usaha yang sulit berkembang karena keterbatasan kemampuan dan pengetahuan serta perusahaan tidak menerapkan sistem pengendalian terhadap perputaran persediaan yang baik di perusahaannya.

TINJAUAN LITERATUR

A. Manajemen Persediaan dan Pengendalian Persediaan

Sistem pengendalian persediaan adalah serangkaian kebijaksanaan dan pengendalian yang memonitor tingkat persediaan dan menentukan tingkat persediaan yang harus dijaga, kapan persediaan harus diisi, dan berapa besar pesanan yang harus dilakukan. Sistem ini bertujuan menetapkan dan menjamin tersedianya sumber daya yang tepat, dalam kuantitas dan pada waktu yang tepat. Sistem dan model persediaan bisa dikatakan bertujuan untuk meminimumkan biaya total melalui penentuan apa, berapa dan kapan pesanan dilakukan secara optimal (Lahu dan Jacky S.B. Sumarauw, 2017: 4177).

Adapun hal yang perlu dilakukan dalam mengendalikan persediaan agar tidak terjadi kekurangan atau kelebihan adalah: (Kasmir, 2017: 264)

1. Persediaan dasar harus ada sebagai penyeimbang dari barang yang masuk ataupun keluar dari perusahaan.

(3)

AL-IQTISHAD: JURNAL EKONOMI Vol. 13, No. 2, Juli - Desember Tahun 2021

P-ISSN 2585-4633 E-ISSN 2808-0955

29 2. Perusahaan harus memiliki persediaan pengaman (safety stock). Hal itu sangat penting dalam mengatasi hal yang tidak terduga. Sehingga harus ada persediaan pengaman (safety stock) agar kebutuhan dan permintaan dapat dipenuhi setiap saat.

3. Selain itu juga perusahaan harus memiliki persediaan untuk antisipasi, yaitu tambahan persediaan untuk mengantisipasi pertumbuhan persediaan di masa yang akan datang.

B. Inventory Turnover (Perputaran Persediaan)

Adapun definisi perputaran persediaan menurut beberapa ahli, diantaranya : (Gunawan dan Lauw Tjun Tjun, 2014: 212)

1. Menurut Warren Buffett, dkk, perputaran-persediaan (inventoryyturnover) adalah alat untuk mengukur hubungan antara volume produk yang dijual dengan ukuran stok yang disimpan selama jangka waktu tertentu.

2. Menurut James C. Van Horne, perputaran persediaan adalah korelasi antara biaya produk yang ditawarkan dengan stok normal yang menunjukkan seberapa cepat stok atau/persediaan dapat terjual.

Salah satu faktor yang mempengaruhi perputaran persediaan menggabungkan tingkat kesepakatan dalam hal ini penjualan, kualitas khusus dan ukuran serta ketangguhan hasil akhir. Tingkat-perputaran persediaan (Inventory Turnover) secara langsung mempengaruhi besar kecilnya modal yang dimasukkan sumber daya ke dalam persediaan. Semakin turnover persediaan, semakin singkat waktu yang digunakan untuk memasukkan sumber daya ke dalam persediaan atau dengan kata lain semakin singkat waktu investasi modal dalam persediaan, sehingga untuk memenuhi volume transaksi tertentu memerlukan ukuran modal yang lebih sederhana daripada perputaran yang rendah. Tingkat perputaran-persediaan menunjukkan kesempatan produk dan stok dijual atau dibeli kembali. Semakin baik perputaran terhadap persediaan, semakin sedikit kemungkinan bahaya yang disebabkan oleh penurunan nilai atau perubahan selera pembeli dan juga dapat menghemat untuk biaya tambahan lainnya (Sembiring dan Muhammad Rizal, 2011: 50).

C. Maqashid Syariah

Secara etimologi, maqashid syariah terdiri atas dua kata, yaitu maqashid dan syariah. Maqashid adalah bentuk jamak dari maqshud yang berarti kesengajaan atau tujuan. Adapun syariah artinya jalan menuju air, atau bisa dikatakan dengan jalan menuju ke arah sumber kehidupan. Sedangkan secara istilah maqashid syariah adalah ketetapan Allah SWT untuk menjadikan maslahah pada manusia (Mukri, 2012: 3).

(4)

AL-IQTISHAD: JURNAL EKONOMI Vol. 13, No. 2, Juli - Desember Tahun 2021

P-ISSN 2585-4633 E-ISSN 2808-0955

30 Adapun kemaslahatan terbagi dalam 5 aspek kehidupan manusia. Kelima aspek tersebut adalah sebagai berikut: (Jauhar, 2013: 3-5)

1. Memelihara Agama (hifdzu din)

Sebagai seorang muslim, kita dituntut untuk merealisasikan tauhid dalam kehidupan kita sehari-hari, karena tauhid merupakan ajaran dasar Islam yang diatasnya dibangun syariat-syariat agama. Tauhid itu sendiri merupakan keyakinan bahwa seluruh aktivitas manusia termasuk aktivitas ekonominya diawasi oleh Allah SWT dan akan dipertanggungjawabkan kelak di akhirat.

Sebagaimana Allah berfirman dalam QS. Al-Infithar/82: 10-12

Terjemahan : “Padahal Sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu) (10), yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu) (11), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan (12)”. QS. Al-Infithar/82: 10-12.

Berhubungan dengan aktivitas ekonomi, bentuk perwujudan sikap tauhid tersebut dalam kehidupan sehari-hari yaitu melakukan perdagangan atau jual beli yang sesuai dengan nila-nilai ekonomi islam. Karena ajaran dasar dalam agama Islam berkaitan erat dengan hasil produksi atau produk yang dihasilkan dalam aktivitas tersebut yang harus sesuai dengan syariat agama.

2. Memelihara Jiwa (hifdzu nafs)

Islam mengatur dan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia, terutama hak untuk hidup. Oleh karena itu, kita sesama manusia hendaknya menjalin hubungan atau silaturahmi yang baik. Agar tidak terjadi kesalahpahaman, tindak kriminal seperti kekerasan, pembunuhan, pencurian dan lain sebagainya yang dapat merugikan orang lain. Islam juga sangat memuliakan, memelihara, menjaga, serta menghindarkan dari sumber kerusakan terhadap jiwa manusia. Sehingga untuk dapat menjalin silaturahmi, maka setiap muslim dituntut untuk berperilaku, berkomunikasi secara sopan dan islami. Adapun dalam kehidupan sehari- hari, manusia harus saling menghormati, menghargai serta harus mampu menjaga amanah yang diberikan. Sehingga secara keseluruhan, bentuk perindungan terhadap jiwa yang perlu dilakukan manusia dalam segala aktivitas kehidupan sehari-harinya adalah menjaga ukhuwah atau hubungan, berpegang teguh terhadap kedisiplinan, konsisten dengan perjanjian dan amanah atau jujur dalam menjalankan kegiatan perdagangan.

3. Memelihara Akal (hifdzu „aql)

(5)

AL-IQTISHAD: JURNAL EKONOMI Vol. 13, No. 2, Juli - Desember Tahun 2021

P-ISSN 2585-4633 E-ISSN 2808-0955

31 Sebagai umat beragama, kita dianjurkan senantiasa menjaga akal kita agar tetap sehat dan sesuai dengan segala aturan yang ada. Adapun bentuk dari pemeliharaan akal yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari yaitu melakukan pekerjaan yang digemari atau sesuai dengan kemampuan, bekerja dengan profesional, menjadi seorang visioner yang berwawasan luas dan selalu mengedepankan prestasi dan produktifitas, serta berani untuk terus mengeksplor hal-hal baru.

4. Memelihara Harta atau Modal (hifdzu mal)

Berkaitan dengan aktivitas ekonomi khususnya dalam perdagangan, Islam mengajarkan agar pelaku ekonomi mengedepankan keadilan dan nilai- nilai islami, maka setiap orang tersebut tidak boleh berlaku seenaknya dalam kegiatan usahanya. Salah satunya adalah dengan mengharamkan ihtikar. Islam mengajarkan kepada umatnya agar harta yang dimiliki dimanfaatkan sebaik-baiknya dan harta yang belum produktif segera diputar. Pada dasarnya, diharamkannya ihtikar adalah karena ihtikar membahayakan kepentingan masyarakat umum karena masyarakat umum tidak lagi mendapatkan produk dan barang yang dibutuhkan oleh mereka.

Sehigga praktik ini bertentangan dengan transaksi bisnis yang harus mengikuti kaidah supply dan demand (permintaan dan penawaran) secara natural dan alami.

5. Memelihara Keturunan (hifdzu nashab)

Apabila kelima aspek maqashid syariah di atas dapat terwujud, maka akan tercapai suatu kehidupan yang mulia dan sejahtera di dunia juga akhirat.

Tercukupinya kebutuhan masyarakat akan memberikan dampak yang disebut dengan maslahah, karena kelima hal tersebut merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi oleh masing-masing individu dalam masyarakat.

HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN

PT Al Faqih Putra Risjaya adalah perusahaan industri yang bergerak dibidang produksi mebel dan jual beli kayu. Usaha mebel dan jual beli kayu yang didirikan sejak tahun 2009 ini terletak di Jalan Stadion La Patau, Kelurahan Macege, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone. Pada tahun didirikannya yakni di tahun 2009, usaha ini awalnya hanya berbentuk UD (Usaha Dagang) yang pada saat itu diberi nama UD Aimobilla. Kemudian di tahun 2011 perusahaan beralih menjadi CV (Commanditaire Vennootschap) yang pada saat itu bernama CV Putra Hendra.

Usaha ini memanfaatkan sumber daya alam hayati berupa kayu untuk kemudian diolah menjadi papan, perabotan rumah tangga, atau untuk

(6)

AL-IQTISHAD: JURNAL EKONOMI Vol. 13, No. 2, Juli - Desember Tahun 2021

P-ISSN 2585-4633 E-ISSN 2808-0955

32 membangun rumah, dan benda-benda lainnya yang terbuat dari kayu.

Perusahaan yang dirintis oleh Bapak Hendra Risjaya beserta adiknya Hendri Risjaya awalnya didirikan atas dasar kebutuhan pribadi yang ditunjang dengan ketersediaan bahan baku yaitu kayu, disamping banyaknya permintaan yang berasal dari lingkungan keluarga. Hingga kemudian usaha ini dikenal luas sehingga permintaan pun turut meningkat. Adapun untuk modal pendirian usaha ini diketahui sebanyak Rp. 50.000.000 yang berasal dari dana pribadi atau modal milik sendiri.

Dari tahun ke tahun, PT Al Faqih Putra Risjaya mengalami perkembangan yang cukup pesat. Hingga akhirnya di tahun 2020, perusahaan ini resmi menjadi PT (Perseroan Terbatas). PT Al Faqih Putra Risjaya ini bukan hanya usaha yang bergerak dalam usaha mebel atau jual beli kayu saja, melainkan perusahaan ini memiliki bidang usaha lainnya yakni jual beli properti dalam hal ini perumahan/BTN.

A. Sistem Pengendalian Perputaran Persediaan (Inventory Turnover) pada PT Al Faqih Putra Risjaya

Persediaan menjadi salah satu hal vital dalam perusahaan yang juga membutuhkan pengendalian atau controlling. Karena persediaan sangat erat kaitannya dengan bahan baku yang ada pada sebuah perusahaan. Dimana khususnya pada usaha produksi terdapat berbagai jenis persediaan yang dimiliki.

Berdasarkan hasil wawancara dengan Wakil Direktur PT Al Faqih Putra Risjaya, diketahui bahwa ada 3 jenis persediaan yang dimiliki perusahaan yaitu bahan mentah dalam hal ini kayu, kemudian barang setengah jadi seperti papan, balok, bantalan dan semua barang lainnya yang telah melalui beberapa tahap namun belum selesai diolah menjadi barang jadi, dan yang terakhir adalah barang jadi atau siap pakai yaitu produk mebel atau furniture seperti kursi, meja, dll. Selain itu, usaha ini tidak hanya terbatas pada jual beli kayu saja tetapi juga menerima pesanan untuk produk furniture, rangka bangunan rumah, kusen, bahkan menerima kontrak dengan proyek-proyek besar seperti kerjasama dalam pembangunan perumahan/BTN maupun pembangunan sekolah-sekolah.

Jadi, persediaan yang dimiliki dan menjadi produk yang diperjualbelikan di usaha mebel PT Al Faqih Putra Risjaya diantaranya:

1. Bahan baku mentah yaitu kayu

2. Barang setengah jadi seperti papan, balok, bantalan, dll

3. Barang jadi seperti jendela, pintu, meja, kursi, lemari, papan tulis, dll.

Adapun harga dari masing-masing barang persediaan tersebut bersifat tidak pasti, karena pada dasarnya harga dari produk tergantung dari kualitas

(7)

AL-IQTISHAD: JURNAL EKONOMI Vol. 13, No. 2, Juli - Desember Tahun 2021

P-ISSN 2585-4633 E-ISSN 2808-0955

33 kayu yang digunakan. Karena di PT Al Faqih Putra Risjaya terdapat 3 tingkatan/grade dari setiap jenis kayu yang dapat dipilih atau digunakan untuk kemudian diolah sesuai dengan permintaan klien/konsumen.

Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak PT Al Faqih Putra Risjaya diketahui bahwa harga bervariasi tersebut dikarenakan kualitas dari masing- masing jenis kayu yang berbeda. Dimana semakin tinggi harga dari kayu menunjukkan kualitas dan ketahanan dari kayu tersebut. Namun pada umumnya, jati putih adalah jenis kayu yang paling sering atau banyak diminati oleh konsumen karena memiliki kualitas yang diatas rata-rata dengan harga yang cukup terjangkau. Tetapi disamping itu juga beberapa dari pelanggan banyak yang memilih kayu jenis bayam yang mahal karena kualitasnya yang juga dijamin dan tingkat ketahanannya tinggi.

Pada dasarnya, sebagai produsen memang sangat penting untuk menyediakan barang dan menjualnya sesuai dengan kualitas yang sebenarnya.

Hal itu karena dapat mempengaruhi kepercayaan konsumen, dan tentunya akan berimbas terhadap citra perusahaan. Selain penyampaian yang jujur kepada konsumen, hal yang juga berpengaruh adalah ketersediaan bahan baku. Karena tidak adanya kepastian tentang waktu pemesanan dari konsumen, maka produsen sangat perlu untuk memperhatikan ketersediaan bahan bakunya demi kelancaran proses produksi.

Untuk dapat merealisasikan persediaan yang cukup pada sebuah usaha, maka perlu adanya pengendalian/controlling secara berkala. Pengendalian terhadap persediaan akan mengarahkan pada penentuan seberapa besar jumlah bahan baku yang harus ada dan disimpan di gudang untuk nantinya digunakan dalam memenuhi kebutuhan di waktu mendatang. Namun terkadang, kuantitas bahan baku yang di produksi perusahaan berubah-ubah setiap harinya.

Perubahan kuantitas bahan baku itu menyebabkan perusahaan juga mengalami ketidakpastian dalam hal pengadaan jumlah bahan baku.

Berdasarkan hasil wawancara dengan Direktur Utama PT Al Faqih Putra Risjaya diketahui bahwa upaya yang dilakukan perusahaan dalam meminimalisir terjadinya kekurangan persediaan yaitu dengan mengupayakan adanya persediaan pengaman yang disimpan di gudang untuk setiap bulannya sebanyak 30 kubik. Keberadaan persediaan pengaman tersebut tidak lain sebagai bagian antisipasi dari PT Al Faqih Putra Risjaya dalam mencegah terjadinya kekurangan persediaan saat kondisi permintaan sedang tidak pasti atau jika sewaktu-waktu terdapat pesanan dari konsumen secara mendadak.

Adapun untuk sistem pengendalian yang diterapkan oleh PT Al Faqih Putra Risjaya sangat sederhana yaitu dalam mengadakan persediaan berdasarkan pada pengalaman sebelumnya dengan memperhatikan kemungkinan lainnya.

(8)

AL-IQTISHAD: JURNAL EKONOMI Vol. 13, No. 2, Juli - Desember Tahun 2021

P-ISSN 2585-4633 E-ISSN 2808-0955

34 Dan dengan mempertimbangkan beberapa aspek tententu seperti faktor lokasi, kondisi alam atau musim maka terkadang perusahaan melakukan pengadaan persediaan dalam jumlah yang besar.

Jika berbicara tentang pengadaan persediaan, maka tidak lepas pula dari tingkat perputaran persediaan (inventory turnover), dimana perputaran persediaan itu sebagai pengukur kinerja operasional perusahaan yaitu menilai sejauh mana dana yang ditanam dalam persediaan itu berputar. Untuk dapat mengetahui atau mengukur tingkat perputaran persediaan (inventory turnover) di sebuah perusahaan juga dapat diketahui dengan melihat tingkat penjualan.

Semakin tinggi hasil penjualan berarti semakin baik perputaran persediaan di perusahaan dan begitupun sebaliknya, semakin rendah hasil penjualan menunjukkan bahwa perputaran persediaan di perusahaan tersebut kurang baik.

Adapun hasil penjualan PT Al Faqih Putra Risjaya : Tabel 1.3

Hasil Penjualan PT Al Faqih Putra Risjaya Tahun 2018-2020

Sumber : PT Al Faqih Putra Risjaya & Data diolah

Dari tabel diatas, dapat diketahui bahwa penjualan PT Al Faqih Putra Risjaya dari tahun 2018-2020 terus mengalami peningkatan. Adapun untuk melihat perbedaan atau selisih penjualan dari tahun ke tahun maka digunakan perhitungan persentase kenaikan yaitu (tahun dasar - tahun sebelumnya) ÷ tahun dasar × 100%. Dan dari hasil perhitungan persentase peningkatan penjualan menunjukkan bahwa peningkatan dari tahun 2018 ke 2019 relatif kecil dengan persentase peningkatan hanya sebesar 0,75%. Berbeda dengan peningkatan dari tahun 2019 ke 2020 yang cukup signifikan, terbukti dengan persentase peningkatan yang mencapai 30%.

B. Penerapan Maqashid Syariah pada usaha mebel di PT Al Faqih Putra Risjaya

Tah un

Hasil Penjualan (Rp)

Persentase Peningkatan

Hasil Penjualan

2018 927.035.000 -

2019 934.000.000 0,75%

2020 1.346.259.000 30%

(9)

AL-IQTISHAD: JURNAL EKONOMI Vol. 13, No. 2, Juli - Desember Tahun 2021

P-ISSN 2585-4633 E-ISSN 2808-0955

35 Adapun penerapan aspek-aspek maqashid syariah di PT Al Faqih Putra Risjaya dalam menjalankan kegiatan ekonomi dalam hal ini usaha mebel meliputi :

1. Memelihara Agama (hifdzu din)

Salah satu bentuk pemeliharaan agama (hifdzu din) yang dilakukan PT Al Faqih Putra Risjaya terlihat melalui: Usaha Terhindar dari Jenis Produksi yang Diharamkan Syariat Islam. Implementasi dari nilai ini dapat diukur dengan melihat bahwa PT Al Faqih Putra Risjaya adalah sebuah industri yang bergerak di bidang usaha produksi yaitu mebel dan jual beli kayu. Dimana aktivitas dalam PT Al Faqih Putra Risjaya tidak mengandung unsur haram baik dari segi bahan baku atau persediaan maupun cara kerja serta operasionalnya.

2. Memelihara Jiwa (hifdzu nafs)

Adapun bentuk pemeliharaan jiwa (hifdzu nafs) yang dilakukan PT Al Faqih Putra Risjaya antara lain:

a. Menjalin Ukhuwah atau Silaturahmi yang Baik

Implementasi dari nilai ini terlihat pada upaya yang dilakukan oleh PT Al Faqih Putra Risjaya dengan tetap menjaga hubungan atau relasi dengan pelaku usaha-usaha lainnya.

Berdasarkan hasil wawancara dengan Direktur Utama perusahaan diketahui bahwa PT Al Faqih Putra Risjaya mengedepankan hubungan atau ukhuwah, yaitu dengan tetap menjalin relasi dengan pelaku usaha yang lain dan tidak pernah merasa tersaingi dengan keberadaan usaha lain. Dan PT Al Faqih Putra Risjaya selalu bekerja dengan optimal agar bisa mendapatkan hasil yang tentunya juga optimal.

b. Disiplin Dalam Bekerja

Implementasi dari nilai ini terlihat dari penerapan sistem kerja pada PT Al Faqih Putra Risjaya yang sangat memperhatikan aspek ketepatan waktu.

Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Tukang, diketahui bahwa PT Al Faqih Putra Risjaya sangat mengedapankan kedisiplinan dalam menjalankan aktivitas perusahaan baik itu terhadap karyawan dan semua yang berkaitan dengan aktivitas operasional perusahaan. Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menjaga kepercayaan konsumen terhadap perusahaan dan membuat konsumen puas sehingga bisa bertahan.

c. Jujur dan Amanah dalam Menjalankan Usaha

(10)

AL-IQTISHAD: JURNAL EKONOMI Vol. 13, No. 2, Juli - Desember Tahun 2021

P-ISSN 2585-4633 E-ISSN 2808-0955

36 Implementasi dari nilai ini terlihat dari penyampaian informasi terkait harga yang dilakukan oleh pihak PT Al Faqih Putra Risjaya.

Hal itu memang sangat penting dalam menjalankan usaha sebagai bentuk perwujudan nilai islamiyah.

Berdasarkan hasil wawancara dengan Wakil Direktur, terbukti bahwa PT Al Faqih Putra Risjaya menerapkan nilai-nilai kejujuran dalam menjalankan usaha, salah satunya dari segi bahan baku. PT Al Faqih Putra Risjaya juga tidak menetapkan harga jual yang sangat tinggi demi memperoleh keuntungan yang banyak, melainkan harga yang sesuai dengan kualitas yang dijual. Selain itu, dapat diketahui pula bahwa PT Al Faqih Putra Risjaya juga selalu profesional dalam menjalin hubungan ataupun kerjasama dengan setiap konsumennnya. Karena selalu berusaha dalam memenuhi setiap permintaan konsumen dan bekerja berdasarkan keinginan dan permintaan konsumen sebagaimana dalam janji atau kontrak. Dalam hal ini PT Al Faqih Putra Risjaya berusaha untuk selalu amanah terhadap konsumen baik dari segi waktu pengerjaan maupun dari bahan baku dan produknya.

3. Memelihara Akal (hifdzu ‘aql)

Salah satu bentuk pemeliharaan akal (hifdzu „aql) yang dilakukan PT Al Faqih Putra Risjaya terwujud melalui:

a. Berwawasan Jangka Panjang

Hal ini terlihat melalui fakta bahwa PT Al Faqih Putra Risjaya yang terus berupaya dalam melebarkan sayap usahanya. Hal itu terbukti dengan status usaha yang sekarang ini sudah menjadi PT (Perseroan Terbatas). Pencapaian itu dapat dikategorikan baik melihat usia dari usaha ini yang baru sekitar ± 10 tahun berjalan sudah mampu berkembang dengan pesat hingga kemudian bisa menjadi usaha yang berbentuk PT seperti sekarang. Selain itu, PT Al Faqih Putra Risjaya tidak hanya bergerak dalam 1 bidang usaha saja yakni usaha mebel dan jual beli kayu, melainkan juga memiliki usaha di bidang properti yaitu perumahan/BTN. Melalui upaya yang dilakukan itu tentunya menjadi harapan besar bagi PT Al Faqih Putra Risjaya untuk mengembangkan lagi usahanya untuk keuntungan dalam jangka panjang.

b. Mengedepankan Prestasi dan Produktivitasnya

Implementasi dari nilai ini terlihat dari sistem yang diterapkan PT Al Faqih Putra Risjaya dalam mempekerjakan karyawan

(11)

AL-IQTISHAD: JURNAL EKONOMI Vol. 13, No. 2, Juli - Desember Tahun 2021

P-ISSN 2585-4633 E-ISSN 2808-0955

37 berdasarkan pada bidang atau keahlian yang dimilikinya yaitu keahlian yang berhubungan dengan pekerjaan pada usaha mebel.

Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Operator Somel, terbukti bahwa PT Al Faqih Putra Risjaya mengedepankan aspek kemampuan serta keahlian yang dimiliki oleh karyawannya dalam bekerja dan menyelesaikan pekerjaan. Hal tersebut dilakukan karena dengan kemampuan dan keahlian yang dimiliki oleh masing-masing karyawan maka pekerjaan akan dapat terselesaikan dengan efektif dan efisien.

4. Memelihara Harta atau modal (hifdzu mal)

Salah satu bentuk pemeliharaan terhadap harta (hifdzu mal) yang dilakukan PT Al Faqih Putra Risjaya terwujud melalui:

a. Menghindari Penimbunan (Ikhtikar)

Dalam aktivitas usahanya, PT Al Faqih Putra Risjaya dapat dikatakan bebas dari unsur ikhtikar atau menimbun, karena dapat dilihat bahwa persediaan bahan baku maupun produk yang ada di PT Al Faqih Putra Risjaya selalu terjual dan tidak pernah disimpan untuk dijadikan persediaan yang ditimbun. Persediaan yang ada dan disimpan itu hanya sebatas sebagai stock yang disiapkan untuk diolah dalam proses produksi. Dan untuk safety stock yang miliki adalah sebagai persediaan pengaman bagi perusahaan untuk bisa memenuhi permintaan konsumen yang tidak menentu atau yang sifatnya mendadak.

b. Mengedepankan Keadilan

Implementasi dari nilai ini terlihat dari PT Al Faqih Putra Risjaya yang berlaku adil kepada seluruh karyawan dan tidak terkecuali kepada konsumen tanpa membeda-bedakan. Berdasarkan hasil wawancara dengan Wakil Direktur, dapat diketahui bahwa PT Al Faqih Putra Risjaya sangat mengedepankan nilai-nilai keadilan dalam menjalankan usaha. Khususnya adil dalam memberikan upah/gaji kepada karyawan maupun tukang yang didasarkan pada pekerjaan dan tingkat kesulitan pekerjaan yang dilakukan tersebut.

Bahkan PT Al Faqih Putra Risjaya sangat mengapresiasi setiap karyawan/tukang yang mampu bekerja sesuai target atau yang bekerja hingga lembur.

c. Pembayaran Upah yang Layak dan Tepat Waktu

Berdasarkan hasil wawancara dengan Wakil Direktur, terbukti jika PT Al Faqih Putra Risjaya memberikan gaji/upah yang layak dan tepat waktu kepada karyawan. Bahkan juga dapat dilihat bahwa

(12)

AL-IQTISHAD: JURNAL EKONOMI Vol. 13, No. 2, Juli - Desember Tahun 2021

P-ISSN 2585-4633 E-ISSN 2808-0955

38 terdapat nilai ta‟awun yaitu tolong-menolong yang dilakukan oleh PT Al Faqih Putra Risjaya. Hal itu tergambar melalui kebijakan dari PT Al Faqih Putra Risjaya yang memberi gaji/upah dengan menyesuaikan kondisi karyawan/tukang dengan tetap mempertimbangkan beberapa aspek.

5. Memelihara Keturunan (hifdzu nashab)

Jika dikaitkan dengan sistem pengendalian inventory turnover dan operasional perusahaan di PT Al Faqih Putra Risjaya, maka bentuk terhadap pemeliharaan keturunan ini terwujud dengan terjaganya empat aspek diatas. Sehingga hasil dari kegiatan atau operasi perusahaan baik dari segi produk dan hasil atau keuntungan yang diperoleh perusahaan, yang jika dijamin halal maka akan berdampak baik bagi keluarga maupun keturunan yang dinafkahi melalui penghasilan dari usaha ini. Karena melalui usaha ini juga, semua pihak yang bekerja dan terkait dengan usaha baik pemilik maupun karyawan di perusahaan dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dari segi materiil.

PENUTUP

Sistem yang diterapkan PT Al Faqih Putra Risjaya masih bersifat alami dan sederhana yaitu melakukan pengadaan persediaan bahan baku berdasarkan pada kondisi perusahaan. Selain itu, PT Al Faqih Putra Risjaya menerapkan metode safety stock (persediaan pengaman) dan metode economic order quantity yaitu melakukan pembelian bahan baku dalam jumlah yang besar sebagai upaya dalam meminimalisir terjadinya deadstock atau masalah tidak dapat memenuhi permintaan.

Adapun untuk perputaran persediaan (inventory turnover) di PT Al Faqih Putra Risjaya sudah baik. Hal itu terbukti dengan terus meningkatnya hasil penjualan di setiap tahunnya. Khususnya pada 3 tahun terakhir ini yakni dari tahun 2018-2020. Dimana persentase peningkatan dari tahun 2018-2019 sebesar 0,75%. Adapun di tahun 2019-2020 menunjukkan peningkatan yang signifikan yaitu sebesar 30%. Dan secara keseluruhan, sudah terdapat penerapan maqashid syariah pada usaha yang dijalankan oleh PT Al Faqih Putra Risjaya. Hal itu dapat dilihat melalui terpenuhinya 5 aspek maqashid syariah di PT Al Faqih Putra Risjaya yaitu adanya:

1) perlindungan terhadap agama, 2) perlindungan terhadap jiwa, 3) perlindungan terhadap akal, 4) perlindungan terhadap keturunan, dan 5) perlindungan terhadap harta.

(13)

AL-IQTISHAD: JURNAL EKONOMI Vol. 13, No. 2, Juli - Desember Tahun 2021

P-ISSN 2585-4633 E-ISSN 2808-0955

39 DAFTAR PUSTAKA

Gunawan, Cathelia Christianty dan Lauw Tjun Tjun. “Pengaruh Perputaran Persediaan (Inventory Turnover) dan Perputaran Piutang (Receivables Turnover) Terhadap Gross Profit Margin Perusahaan : Studi Empiris pada Industri Konsumsi yang Listing di Bursa Efek Indonesia Periode 2010-2013”.

Jurnal Akuntansi, Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi, Universitas Kristen Maranatha, Vol. 6 No. 2, November, 2014.

Jauhar, Ahmad Al-Mursi Husain. Maqashid Syariah. Jakarta: Amzah, 2013.

Kasmir, Pengantar Manajemen Keuangan (Ed. Kedua, Cet. 6; Jakarta: Kencana, 2017.

Kementerian Agama RI Al-Quran dan Terjemahnya, (Quran In Word Ver.13, Created by Mohamad Taufiq).

Lahu, Enggar Paskhalis dan Jacky S.B. Sumarauw. “Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Guna Meminimalkan Biaya Persediaan Pada Dunkin Donuts Manado”. Jurnal, Vol. 5 No. 3, 2017.

Mukri, Moh. Aplikasi Konsep Maslahah al-Gazali pada Isu-isu Hukum Islam Kontemporer di Indonesia. Yogyakarta: Idea Press Yogyakarta, 2012.

Sembiring, Hermansyah dan Muhammad Rizal. Buku Pintar Manajemen Keuangan. Bandung: Citapustaka Media Perintis, 2011.

Referensi

Dokumen terkait

• 95% of all industries and traders that export timber products, a total of 1794 companies • The Ministry of Environment and Forestry and Indonesia’s Multi-stakeholder Forestry

Keluarga Berencana yang selanjutnya disingkat KB adalah upaya mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan mengatur kehamilan, melalui promosi, perlindungan, dan

Ternyata, tidak hanya pemerintah yang telah berperan dalam pembangunan, tetapi juga masyarakat sudah bahu-membahu untuk mencapai kemakmuran.. Ternyata, tidak hanya pemerintah

daerah terhadap kualitas laporan keuangan pada SKPD dinas dan badan.

Jika mahasiswa belum mengambil atau tidak lulus pada matakuliah Genetika Molekuler Mikroba maka dia perlu mengambil matakuliah Rekayasa Genetika, sehingga

 Siswa membuat satu soal tentang Perbandingan Vektor dengan Titik Bagi di Dalam atau di Luar untuk Menentukan Vektor Posisi di R 3 ke dalam kertas kemudian dikumpulkan

[r]

Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Suharto dan Suryoko 2016 dengan judul “Pengaruh Gaya Hidup, Suasana Toko Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Pembelian Pada Giggle