LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI BIDANG PENGELASAN
LSP LAS
BUKU SKEMA SERTIFIKASI
EDISI 2020
APRROVED BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI
BNSP
CONTACT SEKRETARIAT:
HENDRIANTO
EMAIL [email protected]. TELP/WA: +62 813-1084-2247
SOHO BUSSINESS CENTER/OFFICE BUILDING. Jl. MT Haryono. Kav. 2-3, West Tebet, South Jakarta City, Jakarta 12810 PANCORAN. https://bit.ly/2DiZx9r
Website: http://lsp-las-api.com/
DAFTAR SKEMA LSP LAS
1 Skema _Fillet Welder 2 Skema_Plate Welder 3 Skema_Pipe Welder 4 Skema_Group Leader 5 Skema_Welding Foreman 6 Skema_WI Basic
7 Skema_WI Standart
8 Skema_WI Comprehensive 9 Skema_Welding Practitioner 10 Skema_WI Instructor
11 Skema_Welding Specialist
12 Skema_Welding Technologist
13 Skema_Welding Engineer
FLOW UJI KOMPETENSI LSP LAS
CONTACT SEKRETARIAT:
HENDRIANTO
EMAIL [email protected]. TELP/WA: +62 813-1084-2247
SOHO BUSSINESS CENTER/OFFICE BUILDING. Jl. MT Haryono. Kav. 2-3, West Tebet, South Jakarta City, Jakarta 12810 PANCORAN. https://bit.ly/2DiZx9r
Website: http://lsp-las-api.com/
1 SKEMA _FILLET WELDER
Skema sertifikasi kualifikasi KKNI jenjang II
Lembaga Sertifikasi ProfesiLas-2019 1
1. LATAR BELAKANG
1.1. Untuk memenuhi ketentuan perundangan dan kebijakan Kementrian ketenagakerjaan yang menyatakan bahwa Juru Las (Welder) yang bekerja pada sub bidang pengelasan harus kompeten dan bersertifikat.
1.2. Untuk memenuhi kebutuhan industri akan tenaga juru las yang kompeten sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh akreditasi serta persyaratan dalam melaksanakan proses pengelasan yang benar.
1.3. Untuk memenuhi kebutuhan bagi lembaga dan perseorangan untuk memperoleh pengakuan kompetensi Juru Las pada Jenjang Kualifikasi II Sub Bidang Pengelasan .
2. RUANG LINGKUP SKEMA SERTIFIKASI
2.1 Lingkup pengguna luaran Sertifikasi kompetensi ini adalah lembaga sertifikasi profesi baik yang diselenggarakan oleh Pemerintah maupun masyarakat .
2.2 Lingkup unit kompetensi yang diujikan pada skema sertifikasi meliputi unit kompetensi yang di persyaratkan sesuai dengan unit kompetensi yang ditetapkan pada jenjang Kualifikasi II Sub Bidang Pengelasan.
3. TUJUAN SERTIFIKASI
3.1. Untuk memastikan dan memelihara kompetensi Tenaga Kerja Juru Las
Jabatan Fillet Welder
Sub Bidang Pengelasan Kualifikasi II .3.2. Sebagai acuan bagi assesor dan LSP LAS dalam proses dan pelaksanaan sertifikasi Kompetensi kerja.
4. ACUAN NORMATIF
4.1. Undang Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan ,
4.2. Peraturan Pemerintah No.31 Tahun 2006 Tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional;
4.3. Peraturan Presiden No.8 tahun 2012 Tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia;
4.4. Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 98 Tahun 2018 Tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Kategori Industri Pengolahan Golongan Pokok Industri Logam Dasar Bidang Jasa Pembuatan Barang-barang dari Logam Subbidang Pengelasan
4.5. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.3 Tahun 2016 Tentang Tata Cara Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia;
4.6. Peraturan Menteri Dalam Negeri No.2 Tahun 2013 Tentang Pedoman Pengembangan Sistem Pendidikan dan Pelatihan Berbasis Kompetensi Di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah.
4.7. Kepmenaker Nomor 21 Tahun 2014 tentang Pedoman Penerapan KKNI
4.8. Peraturan BNSP Nomor 4 Pedoman 210 Tahun 2014 tentang Pengembangan Skema Sertifikasi Kompetensi Kerja .
4.9. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2018 tentang Badan Nasional Sertifikasi Profesi
Skema sertifikasi kualifikasi KKNI jenjang II
Lembaga Sertifikasi ProfesiLas-2019 2
5. KEMASAN / PAKET KOMPETENSI
5.1. Jenis Kemasan : Kualifikasi /Okupasi / Klaster . . 5.2. Nama Skema : Kualifikasi II Bidang Pengelasan 5.3. Jabatan :
Fillet Welder
5.4. Rincian Unit Kompetensi atau Uraian tugas
DAFTAR UNIT KOMPETENSI KOMPETENSI INTI
1. C.24LAS01.001.01 Melaksanakan Persiapan Tempat Kerja KOMPETENSI PILIHAN
1. C.24LAS01.026.01 Memperbaiki Hasil Pengelasan
2. C.24LAS01.028.01 Membuat Sambungan Las Fillet Sesuai WPS untuk Pengelasan Pelat ke Pelat, Pipa ke Pipa, dan Pelat ke Pipa sesuai dengan Proses Las yang Digunakan
6. PERSYARATAN DASAR PEMOHON SERTIFIKASI
6.1.1. Minimal pendidikan SD dan/ atau yang setara pada bidang keahlian pengelasan dan/atau memiliki sertifikat pelatihan Bidang Pengelasan Fillet atau yang setara, atau ..
6.1.2. Tenaga Kerja dengan memiliki pengalaman kerja minimal 1 (satu) Tahun dibidang pengelasan pada industri, atau
6.1.3. Tenaga Kerja berpengalaman minimal 2 ( dua ) tahun di bidang pengelasan pada kelompok usaha mandiri.
7. HAK PEMOHON SERTIFIKASI DAN KEWAJIBAN PEMEGANG SERTIFIKAT 7.1. Hak Pemohon
7.1.1 Pemohon berhak mendapatkan informasi / penjelasan terkait pelaksanaan dan proses sertifikasi dari LSP antara lain :
a. Besaran Biaya sertifikasi , b. Tata cara pendaftaran ,
c. Penjelasan pengisian formulir APL. 01 dan APL. 02 d. Skema sertifikasi ,
e. Tempat pelaksanaan sertifikasi , f. dsb nya .
7.1.2 Pemohon yang direkomendasikan kompeten dalam asesmen kompetensi berhak memperoleh sertifikat kompetensi.
Skema sertifikasi kualifikasi KKNI jenjang II
Lembaga Sertifikasi ProfesiLas-2019 3
7.1.3 Pemohon berhak mengajukan banding , bila keputusan yang ditetapkan oleh LSP dalam proses sertifikasi tidak sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang telah disepakati antara pemohon dan LSP sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang ditetapkan oleh LSP .
7.2. Kewajiban Pemegang Sertifikat
7.2.1 Menggunakan sertifikat kompetensi sesuai dengan bidang kompetensinya.
7.2.2 Menginformasikan dan memberikan laporan kegiatan pekerjaan sesuai dengan kepemilikan sertifikatnya kepada LSP , dalam bentuk laporan kegiatan dan atau log book atau dokumen sejenisnya sebagai bagian dari pemeliharaan kompetensinya atau sebagai bahan surveilen dari LSP .
7.2.3 Menjaga nama baik profesi dan LSP ..
8. BIAYA SERTIFIKASI.
8.1 Untuk mengikuti assesmen kompetensi / sertifikasi awal , kepada setiap pemohon yang telah dinyatakan memenuhi persyaratan untuk skema ini dikenakan biaya sebesar Rp. 1.000.000,-
( satu juta rupiah )
8.2 Khusus peserta dari lembaga peletihan dikenakan biaya sebesar Rp. 750.000,- (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah)
8.3 Untuk mengikuti sertifikasi ulang ( perpanjangan sertifikat ) peserta dikenakan biaya sebesar Rp.
750.000,- ( tujuh ratus lima puluh ribu rupiah)
8.4 Biaya asesmen tersebut diatas pada poin 8.1, 8,2 dan 8.3 belum termasuk biaya akomodasi dan transportasi asesor kompetensi
9. PROSES SERTIFIKASI 9.1. Persyaratan Pendaftaran
9.1.1. Pengisian formulir pendaftaran ( formulir APL -01 ) dan data peserta asesmen
Pemohon mengisi formulir pendaftaran untuk mengikuti assesmen kompetensi kepada LSP dengan menggunakan formulir pendaftaran ( FR. APL-01 ) yang dilengkapi bukti bukti pendukung sebagaimana di tetapkan pada klausul 6 antara lain :
a. Phaspoto ukuran 3x4 cm ( berwarna darah merah )
b. Foto copy KTP yang masih berlaku / foto kopi Nomor Induk Kependudukan ( NIK ) c. Foto copy ijazah terakhir ,
d. Foto copy sertifikat pelatihan kerja ,
e. Foto copy bukti pengalaman kerja ( untuk syarat bagi tenaga kerja berpengalaman ) f. Surat pernyataan bersedia mengikuti prosedur sertifikasi yang di tetapkan oleh LSP 9.1.2 Pengisian formulir assesmen mandiri ( FR. APL .02 )
a. Peserta mengisi formulir assesmen mandiri ( FR. APL.02 ) sesuai dengan pilihan skema sertifikasi yang menyatakan bahwa untuk setiap unit kompetensi / elemen kompetensi yang tercantum dalam Formulir APL. 02 ,peserta menyatakan kompeten
dengan memberi tanda “√” pada kolom K/BK daftar kompetensi / elemen kompetensi yang menyatakan bahwa
b. Peserta telah menyatakan kompeten pada setiap kompetensi/elemen kompetensi yang tercantum dalam form APL. 02 untuk jenis skema yang diikutinya :
c. Untuk setiap pernyataan yang diakui kompeten oleh peserta , peserta perlu melampirkan copy bukti bukti yang relevan sebagai bukti pendukungnya .
d. Bukti pendukung yang dilampirkan pada APL. 02 , pada saat dilakukan assesmen / pra assesmen oleh Assesor kompetensi peserta harus dapat menunjukan dokumen aslinya
Skema sertifikasi kualifikasi KKNI jenjang II
Lembaga Sertifikasi ProfesiLas-2019 4
9.2. Proses Asesmen
9.2.1. LSP Las menunjuk dan menugaskan asesor kompetensi sesuai dengan bidangnya untuk melaksanakan asesmen
9.2.2. LSP Las menetapkan perangkat assesmen yang sesuai dengan skema yang diujikan dan Tempat Uji kompetensi yang telah dilakukan verifikasi oleh LSP .
9.2.3. Assesor kompetensi melaksanakan proses assesmen sesuai dengan tahapan sebagaimana tercantum dalam SOP Pelaksanaan assesmen Kompetensi yang ditetapkan oleh LSP .
9.2.4. Assesor kompetensi yang di tugaskan untuk melaksanakan assesmen dengan mengedepankan prinsip obyektif , adil dan independen kepada sertiap peserta assesmen yang menjadi tanggung jawabnya .
9.2.5. Assesor kompetensi mendokumentasikan seluruh pelaksanaan assesmen secara seksama dan teliti kedalam formulir rekaman assesmen yang telah di sediakan oleh LSP
9.2.6. Assesor merekomendasikan hasil assesmen untuk setiap peserta yang dilakukan assemen 9.2.7. Rekomendasi assesor dapat berupa “ Kompeten “ bila asesor telah melakukan assesmen
melalui pengumpulan seluruh bukti bukti yang diperlukan , menilai dan mengambil kesimpulan bahwa peserta assemen dinyatakan telah memenuhi kriteria Valid . akurat ,terkini dan memadai ( VATM ) , dan assesor kompetensi merekomendasikan belum kompeten “ BK “ bila peserta assesmen dinilai oleh assesor belum memenuhi kriteria bukti yang valid,akurat ,terkini dan memadai ( VATM) . Bagi peserta yang dinyatakan belum kompeten ( BK ) peserta direkomendasikan untuk mengikuti proses selanjutnya .
9.3. Proses Uji Kompetensi
9.3.1 Assesor melaksanakan koordinasi dengan LSP untuk persiapan dan pelaksanaan uji kompetensi , antara lain metoda uji yang akan dilakukan , tempat uji kompetensi yang akan digunakan , perangkat assesmen / MUK yang akan digunakan , dll yang pendukung yang diperlukan dalam pelaksanaan uji kompetensi .
9.3.2 Asesor kompetensi mengecek kesiapan pelaksanaan uji kompetensi berdasar pada perangkat asesmen yang telah disiapkan sesuai dengan skema sertifikasi kompetensi dan metode asesmen yang telah disetujui asesi. Kesiapan pelaksanaan uji kompetensi mencakup perangkat asesmen, sarana dan prasarana, bahan, staf pendukung yang dibutuhkan untuk pelaksanaan uji kompetensi.
9.3.3 Asesor kompetensi melaksanakan uji kompetensi sesuai dengan metode yang telah disepakati., dan asesor kompetensi melakukan perekaman pengumpulan bukti hasil uji kompetensi yang dilaksanakan oleh asesi sesuai tahapan yang dilakukan
9.3.4 Asesor kompetensi mendiskusikan hasil uji kompetensi berdasarkan rekaman pengumpulan bukti dengan asesi untuk memperoleh umpan balik dari asesi, serta menyampaikan hasil uji kompetensi kepada assesi dalam bentuk rekomendasi sementara hasil uji kompetensi . 9.3.5 Asesor kompetensi menyampaikan laporan berikut seluruh rekaman hasil uji kompetensi
kepada LSP , untuk digunakan sebagai bahan / informasi pengambilan keputusan oleh LSP .
9.4. Keputusan Sertifikasi
9.4.1. LSP menunjuk personil pengambil keputusan yang bertindak sebagai pengambil keputusan se-kurang2 nya sebanyak 3( tiga ) orang ,
9.4.2. Personil pengambil keputusan sertifikasi adalah personil yang tidak terlibat dalam proses sertifikasi / sebagai assesor kompetensi ,
Skema sertifikasi kualifikasi KKNI jenjang II
Lembaga Sertifikasi ProfesiLas-2019 5 9.4.3. Bahan yang digunakan / di bahas dalam pengambilan keputusan sertifikasi adalah
seluruh informasi/rekaman oleh assesor dan atau penyelia yang di tugaskan oleh LSP selama proses sertifikasi,
9.4.4. Pengambilan keputusan sertifikasi dituangkan dalam bentuk notulen/risalah dan atau berita acara pengambilan keputusan sertifikasi ,
9.4.5. Hasil pengambilan keputusan di tetapkan oleh Ketua LSP ,sebagai hasil keputusan akhir pengambilan keputusan sertifikasi pada setiap akhir periode dan atau tahapan proses sertifikasi 9.4.6. Keputusan sertifikasi bersifat final dan mengikat ,terkecuali apabila terdapat banding dari
peserta masih dapat ditinjau ulang setelah proses banding dilakukan sesuai ketentuan proses banding .
9.4.7. Hasil keputusan sertifikasi diumumkan kepada pihak terkait untuk pemberitahuan hasil sertifikasi yang dilakukan oleh LSP .
9.4.8. LSP Las menerbitkan sertifikat kompetensi dalam bentuk surat dan/atau kartu, yang ditandatangani dan disahkan oleh personil yang ditunjuk LSP Las.
9.4.9. Sertifikat kompetensi yang diterbitkan oleh LSPLas minimum memuat informasi berikut : a. nama pemegang sertifikat;
b. nomor / tanda pengenal yang unik;
c. nama lembaga yang menerbitkan sertifikat
d. nama bidang kompetensi sesuai skema sertifikasi, e. daftar unit kompetensi sesuai skema sertifikasi ,
f. tanggal efektif terbitnya sertifikat dan tanggal berakhirnya masa berlaku sertifikat.
g. cap/ penanda / stempel LSP
h. tanda tangan personil LSP yang di tugaskan oleh LSP sesuai dengan spesimen penandatangan yang disampaikan kepada dan disetujui oleh BNSP .
9.4.10. Blanko Sertifikat kompetensi LSP Las adalah menggunakan blanko sertifikat yang ditetapkan sesuai pedoman BNSP, yang dirancang untuk mengurangi risiko pemalsuan
9.5 Pembekuan dan Pencabutan Sertifikat
9.5.1. Pembekuan Sertifikat Kompetensi dilakukan bila :
a. Pemegang sertifikat melaporkan bahwa sertifikat hilang atau rusak ,
b. Pemegang sertifikat kedapatan memalsukan , mengganti atau merubah bentuk dan tulisan yang tercantum dalam sertifikat asli yang di keluarkan oleh LSP , c. Pemegang sertifikat dilaporkan oleh masyarakat telah menyalah gunakan
penggunaan sertifikat yang di keluarkan oleh LSP , d. Sertifikat telah habis masa berlakunya ,
9.5.2 Pencabutan Sertifikat :
a. Pemegang sertifikat tidak menindaklanjuti laporan kehilangan atau kerusakan ,terhadap sertifikatnya yang dilaporkan kepada LSP untuk dimintakan pengganti dan atau pembaruannya ,
b. Pemegang sertifikat tidak memberikan klarifikasi yang dapat membuktikan bahwa laporan masyarakat terkait penyalah gunaaan sertifikat tidak benar , dan pembuktian tersebut dapat ditrima oleh LSP ,
c. Pemegang sertifikat tidak mengajukan perpanjangan masa berlaku sertifikat melalui proses sertifikasi ulang .
Skema sertifikasi kualifikasi KKNI jenjang II
Lembaga Sertifikasi ProfesiLas-2019 6
9.6 Proses Sertifikasi Ulang
9.6.1. LSP Las memberikan pelayanan sertifikasi ulang dalam rangka perpanjangan masa berlaku sertifikat kompetensi yang tercantum dalam sertifikat telah habis masa berlakunya (expired date) 9.6.2. LSP Las melayani sertifikasi ulang kepada setiap pemegang sertifikat kompetensi yang
dikeluarkan oleh LSP Las pada skema sertifikasi yang sama dan atau sertifikat kompetensi yang di keluarkan oleh LSP lain sepanjang skema sertifikasi nya sama dan atau dinyatakan setara setelah melalui proses penilaian terhadap isi unit kompetensi yang tercantum dalam sertifikat kompetensi nya .,
9.6.3. Proses sertifikasi ulang dilakukan dengan mengikuti proses yang ditetapkan sebagaimana dilakukan dalam pelaksanaan proses sertifikasi awal ( poin 9..2 ) , dan atau melalui metoda penilaian lain yang sesuai untuk ppengumpulan dan penilaian bukti untuk memastikan kompetensi peserta sertifikasi ulang terpenuhi krteria VATM ,
9.6.4. Kegiatan sertifikasi ulang yang ditetapkan LSP Las menjamin bahwa dalam memastikan terpeliharanya kompetensi pemegang sertifikat dilakukan melalui asesmen yang tidak memihak.
9.6.5. Sertifikasi ulang yang ditetapkan LSP Las disesuaikan dengan skema sertifikasi, minimum mempertimbangkan beberapa hal sebagai berikut:
a. asesmen di tempat kerja;
b. pengembangan profesional;
c. wawancara terstruktur;
d. konfirmasi kinerja yang memuaskan secara konsisten dan catatan pengalaman kerja;
e. uji kompetensi;
f. pemeriksaan kemampuan fisik terkait tuntutan kompetensi.
9.6.6 Apabila yang bersangkutan pada saat sertifikasi ulang sudah/masih bekerja dan dapat membuktikan dengan bukti yang valid, asli terkini dan memadai, maka sertifikasi ulang dapat dilakukan melalui verifikasi portofolio yang dimilki asesi/peserta.
9.7 Penggunaan Sertifikasi .
9.7.1. LSP Las mensyaratkan pemegang sertifikat kompetensi untuk menanda- tangani perjanjian penggunaan sertifikat dengan LSP dengan pertimbangan sebagai berikut:
a. untuk mematuhi ketentuan yang ditetapkan oleh LSP ,
b. menggunakan serifikat sesuai dengan ruang lingkup sertifikasi yang telah tertera dalam sertifikat yang diberikan .
c. tidak menggunakan sertifikat untuk hal hal yang dapat menyesatlkan misalnya digunakan untuk melakukan kegiatan yang tidak sesuai norma dan ketentuan yang berlaku , mal praktek dan atau penipuan yang dapat merugikan pihak lain
d. menghentikan penggunaan apabila sertifikat dalam kondisi dibekukan atau dicabut, oleh LSP , untuk kondiisi yang demikian peserta bersedia mengembalikan sertifikat yang diterbitkan LSP kepada LSP Las ;.
Skema sertifikasi kualifikasi KKNI jenjang II
Lembaga Sertifikasi ProfesiLas-2019 7
9.8 Banding
9.8.1. LSP Las menerima, memproses dan melakukan kajian, serta membuat keputusan terhadap banding yang di sampaikan oleh pemohon Banding .
9.8.2. Banding dari pemohon Banding diterima dan diproses oleh LSP untuk hal yang berkaitan dengan proses sertifikasi , dalam hal tertentu banding yang diajukan oleh pemohon Banding , tidak berkaitan dari bermuatan isi diluar proses sertifikasi yang dilakukan oleh LSP, maka LSP Las berhak untuk tidak melayani dan atau tidak menanggapi proses banding yang diajukan oleh pemohon Banding . 9.8.3. LSP Las , untuk penangan Banding yang diajukan oleh pemohon banding akan membentuk Tim
Banding yang keanggotaannya terdiri dari personil yang independen dan tidak terkait dengan per masalahan yang terkait dari substansi materi yang diajukan oleh pemohon Banding .
9.8.4. LSP Las segera memproses Banding yang diajukan oleh pemohon Banding , dilakukan dengan prinsip obyektif dan tidak memihak dan dilakukan dalam kurun waktu 14 ( empat belas ) hari kerja kalender terhitung sejak diterima surat pengajuan Banding oleh LSP , yang disampaikan oleh pemohon Banding .
9.8.5. LSP Las akan menyampaikan hasil keputusan Banding kepada pemohon Banding selambat lambat nya 20 ( dua puluh ) hari kerja kalender sejak diterimanya surat banding oleh LSP dari pemohon Banding .
9.8.6. Keputusan Banding bersifat mengikat baik bagi pemohon Banding maupun LSP Las sebagai pihak yang menerima Banding ..
2 SKEMA_PLATE WELDER
Skema sertifikasi kualifikasi KKNI Jenjang II
Lembaga Sertifikasi ProfesiLas-2019 1
1. LATAR BELAKANG
1.1. Untuk memenuhi ketentuan perundangan dan kebijakan Kementrian ketenagakerjaan yang menyatakan bahwa Juru Las (Welder) yang bekerja pada sub bidang pengelasan harus kompeten dan bersertifikat.
1.2. Untuk memenuhi kebutuhan industri akan tenaga juru las yang kompeten sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh akreditasi serta persyaratan dalam melaksanakan proses pengelasan yang benar.
1.3. Untuk memenuhi kebutuhan bagi lembaga dan perseorangan untuk memperoleh pengakuan kompetensi Juru Las pada Jenjang Kualifikasi II Sub Bidang Pengelasan .
2. RUANG LINGKUP SKEMA SERTIFIKASI
2.1 Lingkup pengguna luaran Sertifikasi kompetensi ini adalah lembaga sertifikasi profesi baik yang diselenggarakan oleh Pemerintah maupun masyarakat .
2.2 Lingkup unit kompetensi yang diujikan pada skema sertifikasi meliputi unit kompetensi yang di persyaratkan sesuai dengan unit kompetensi yang ditetapkan pada jenjang Kualifikasi II Sub Bidang Pengelasan.
3. TUJUAN SERTIFIKASI
3.1. Untuk memastikan dan memelihara kompetensi Tenaga Kerja Juru Las Jabatan Plate Welder Sub Bidang Pengelasan Kualifikasi II .
3.2. Sebagai acuan bagi assesor dan LSP LAS dalam proses dan pelaksanaan sertifikasi Kompetensi kerja.
4. ACUAN NORMATIF
4.1. Undang Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan ,
4.2. Peraturan Pemerintah No.31 Tahun 2006 Tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional;
4.3. Peraturan Presiden No.8 tahun 2012 Tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia;
4.4. Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 98 Tahun 2018 Tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Kategori Industri Pengolahan Golongan Pokok Industri Logam Dasar Bidang Jasa Pembuatan Barang-barang dari Logam Subbidang Pengelasan
4.5. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.3 Tahun 2016 Tentang Tata Cara Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia;
4.6. Peraturan Menteri Dalam Negeri No.2 Tahun 2013 Tentang Pedoman Pengembangan Sistem Pendidikan dan Pelatihan Berbasis Kompetensi Di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah.
4.7. Kepmenaker Nomor 21 Tahun 2014 tentang Pedoman Penerapan KKNI
4.8. Peraturan BNSP Nomor 4 Pedoman 210 Tahun 2014 tentang Pengembangan Skema Sertifikasi Kompetensi Kerja .
4.9. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2018 tentang Badan Nasional Sertifikasi Profesi
Skema sertifikasi kualifikasi KKNI Jenjang II
Lembaga Sertifikasi ProfesiLas-2019 2
5. KEMASAN / PAKET KOMPETENSI
5.1. Jenis Kemasan : Kualifikasi /Okupasi / Klaster . . 5.2. Nama Skema : Kualifikasi II Bidang Pengelasan 5.3. Jabatan :
Plate Welder
5.4. Rincian Unit Kompetensi atau Uraian tugas
DAFTAR UNIT KOMPETENSI KOMPETENSI INTI
1. C.24LAS01.001.01 Melaksanakan Persiapan Tempat Kerja KOMPETENSI PILIHAN
1. C.24LAS01.026.01 Memperbaiki Hasil Pengelasan
2. C.24LAS01.029.01 Membuat Sambungan Las Kampuh (Groove) sesuai WPS untuk Pengelasan Pelat ke Pelat dan sesuai dengan Proses Las yang Digunakan
6. PERSYARATAN DASAR PEMOHON SERTIFIKASI
6.1.1. Minimal pendidikan SD dan/ atau yang setara pada bidang keahlian pengelasan dan/atau memiliki sertifikat pelatihan Bidang Pengelasan Plate atau yang setara, atau ..
6.1.2. Tenaga Kerja dengan memiliki pengalaman kerja minimal 1 (satu) Tahun dibidang pengelasan pada industri, atau
6.1.3. Tenaga Kerja berpengalaman minimal 2 ( dua ) tahun di bidang pengelasan pada kelompok usaha mandiri.
7. HAK PEMOHON SERTIFIKASI DAN KEWAJIBAN PEMEGANG SERTIFIKAT 7.1. Hak Pemohon
7.1.1 Pemohon berhak mendapatkan informasi / penjelasan terkait pelaksanaan dan proses sertifikasi dari LSP antara lain :
a. Besaran Biaya sertifikasi , b. Tata cara pendaftaran ,
c. Penjelasan pengisian formulir APL. 01 dan APL. 02 d. Skema sertifikasi ,
e. Tempat pelaksanaan sertifikasi , f. dsb nya .
7.1.2 Pemohon yang direkomendasikan kompeten dalam asesmen kompetensi berhak memperoleh sertifikat kompetensi.
7.1.3 Pemohon berhak mengajukan banding , bila keputusan yang ditetapkan oleh LSP dalam proses sertifikasi tidak sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang telah disepakati antara pemohon dan LSP sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang ditetapkan oleh LSP .
Skema sertifikasi kualifikasi KKNI Jenjang II
Lembaga Sertifikasi ProfesiLas-2019 3
7.2. Kewajiban Pemegang Sertifikat
7.2.1 Menggunakan sertifikat kompetensi sesuai dengan bidang kompetensinya.
7.2.2 Menginformasikan dan memberikan laporan kegiatan pekerjaan sesuai dengan kepemilikan sertifikatnya kepada LSP , dalam bentuk laporan kegiatan dan atau log book atau dokumen sejenisnya sebagai bagian dari pemeliharaan kompetensinya atau sebagai bahan surveilen dari LSP .
7.2.3 Menjaga nama baik profesi dan LSP ..
8. BIAYA SERTIFIKASI.
8.1 Untuk mengikuti assesmen kompetensi / sertifikasi awal , kepada setiap pemohon yang telah dinyatakan memenuhi persyaratan untuk skema ini dikenakan biaya sebesar Rp. 1.000.000,-
( satu juta rupiah )
8.2 Khusus peserta dari lembaga peletihan dikenakan biaya sebesar Rp. 750.000,- (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah)
8.3 Untuk mengikuti sertifikasi ulang ( perpanjangan sertifikat ) peserta dikenakan biaya sebesar Rp.
750.000,- ( tujuh ratus lima puluh ribu rupiah)
8.4 Biaya asesmen tersebut diatas pada poin 8.1, 8,2 dan 8.3 belum termasuk biaya akomodasi dan transportasi asesor kompetensi
9. PROSES SERTIFIKASI 9.1. Persyaratan Pendaftaran
9.1.1. Pengisian formulir pendaftaran ( formulir APL -01 ) dan data peserta asesmen
Pemohon mengisi formulir pendaftaran untuk mengikuti assesmen kompetensi kepada LSP dengan menggunakan formulir pendaftaran ( FR. APL-01 ) yang dilengkapi bukti bukti pendukung sebagaimana di tetapkan pada klausul 6 antara lain :
a. Phaspoto ukuran 3x4 cm ( berwarna darah merah )
b. Foto copy KTP yang masih berlaku / foto kopi Nomor Induk Kependudukan ( NIK ) c. Foto copy ijazah terakhir ,
d. Foto copy sertifikat pelatihan kerja ,
e. Foto copy bukti pengalaman kerja ( untuk syarat bagi tenaga kerja berpengalaman ) f. Surat pernyataan bersedia mengikuti prosedur sertifikasi yang di tetapkan oleh LSP 9.1.2 Pengisian formulir assesmen mandiri ( FR. APL .02 )
a. Peserta mengisi formulir assesmen mandiri ( FR. APL.02 ) sesuai dengan pilihan skema sertifikasi yang menyatakan bahwa untuk setiap unit kompetensi / elemen kompetensi yang tercantum dalam Formulir APL. 02 ,peserta menyatakan kompeten
dengan memberi tanda “√” pada kolom K/BK daftar kompetensi / elemen kompetensi yang menyatakan bahwa
b. Peserta telah menyatakan kompeten pada setiap kompetensi/elemen kompetensi yang tercantum dalam form APL. 02 untuk jenis skema yang diikutinya :
c. Untuk setiap pernyataan yang diakui kompeten oleh peserta , peserta perlu melampirkan copy bukti bukti yang relevan sebagai bukti pendukungnya .
d. Bukti pendukung yang dilampirkan pada APL. 02 , pada saat dilakukan assesmen / pra assesmen oleh Assesor kompetensi peserta harus dapat menunjukan dokumen aslinya
9.2. Proses Asesmen
Skema sertifikasi kualifikasi KKNI Jenjang II
Lembaga Sertifikasi ProfesiLas-2019 4
9.2.1. LSP Las menunjuk dan menugaskan asesor kompetensi sesuai dengan bidangnya untuk melaksanakan asesmen
9.2.2. LSP Las menetapkan perangkat assesmen yang sesuai dengan skema yang diujikan dan Tempat Uji kompetensi yang telah dilakukan verifikasi oleh LSP .
9.2.3. Assesor kompetensi melaksanakan proses assesmen sesuai dengan tahapan sebagaimana tercantum dalam SOP Pelaksanaan assesmen Kompetensi yang ditetapkan oleh LSP .
9.2.4. Assesor kompetensi yang di tugaskan untuk melaksanakan assesmen dengan mengedepankan prinsip obyektif , adil dan independen kepada sertiap peserta assesmen yang menjadi tanggung jawabnya .
9.2.5. Assesor kompetensi mendokumentasikan seluruh pelaksanaan assesmen secara seksama dan teliti kedalam formulir rekaman assesmen yang telah di sediakan oleh LSP
9.2.6. Assesor merekomendasikan hasil assesmen untuk setiap peserta yang dilakukan assemen 9.2.7. Rekomendasi assesor dapat berupa “ Kompeten “ bila asesor telah melakukan assesmen
melalui pengumpulan seluruh bukti bukti yang diperlukan , menilai dan mengambil kesimpulan bahwa peserta assemen dinyatakan telah memenuhi kriteria Valid . akurat ,terkini dan memadai ( VATM ) , dan assesor kompetensi merekomendasikan belum kompeten “ BK “ bila peserta assesmen dinilai oleh assesor belum memenuhi kriteria bukti yang valid,akurat ,terkini dan memadai ( VATM) . Bagi peserta yang dinyatakan belum kompeten ( BK ) peserta direkomendasikan untuk mengikuti proses selanjutnya .
9.3. Proses Uji Kompetensi
9.3.1 Assesor melaksanakan koordinasi dengan LSP untuk persiapan dan pelaksanaan uji kompetensi , antara lain metoda uji yang akan dilakukan , tempat uji kompetensi yang akan digunakan , perangkat assesmen / MUK yang akan digunakan , dll yang pendukung yang diperlukan dalam pelaksanaan uji kompetensi .
9.3.2 Asesor kompetensi mengecek kesiapan pelaksanaan uji kompetensi berdasar pada perangkat asesmen yang telah disiapkan sesuai dengan skema sertifikasi kompetensi dan metode asesmen yang telah disetujui asesi. Kesiapan pelaksanaan uji kompetensi mencakup perangkat asesmen, sarana dan prasarana, bahan, staf pendukung yang dibutuhkan untuk pelaksanaan uji kompetensi.
9.3.3 Asesor kompetensi melaksanakan uji kompetensi sesuai dengan metode yang telah disepakati., dan asesor kompetensi melakukan perekaman pengumpulan bukti hasil uji kompetensi yang dilaksanakan oleh asesi sesuai tahapan yang dilakukan
9.3.4 Asesor kompetensi mendiskusikan hasil uji kompetensi berdasarkan rekaman pengumpulan bukti dengan asesi untuk memperoleh umpan balik dari asesi, serta menyampaikan hasil uji kompetensi kepada assesi dalam bentuk rekomendasi sementara hasil uji kompetensi . 9.3.5 Asesor kompetensi menyampaikan laporan berikut seluruh rekaman hasil uji kompetensi
kepada LSP , untuk digunakan sebagai bahan / informasi pengambilan keputusan oleh LSP .
9.4. Keputusan Sertifikasi
9.4.1. LSP menunjuk personil pengambil keputusan yang bertindak sebagai pengambil keputusan se-kurang2 nya sebanyak 3( tiga ) orang ,
9.4.2. Personil pengambil keputusan sertifikasi adalah personil yang tidak terlibat dalam proses sertifikasi / sebagai assesor kompetensi ,
9.4.3. Bahan yang digunakan / di bahas dalam pengambilan keputusan sertifikasi adalah seluruh informasi/rekaman oleh assesor dan atau penyelia yang di tugaskan oleh LSP selama proses sertifikasi,
9.4.4. Pengambilan keputusan sertifikasi dituangkan dalam bentuk notulen/risalah dan atau berita acara pengambilan keputusan sertifikasi ,
Skema sertifikasi kualifikasi KKNI Jenjang II
Lembaga Sertifikasi ProfesiLas-2019 5 9.4.5. Hasil pengambilan keputusan di tetapkan oleh Ketua LSP ,sebagai hasil keputusan akhir
pengambilan keputusan sertifikasi pada setiap akhir periode dan atau tahapan proses sertifikasi 9.4.6. Keputusan sertifikasi bersifat final dan mengikat ,terkecuali apabila terdapat banding dari
peserta masih dapat ditinjau ulang setelah proses banding dilakukan sesuai ketentuan proses banding .
9.4.7. Hasil keputusan sertifikasi diumumkan kepada pihak terkait untuk pemberitahuan hasil sertifikasi yang dilakukan oleh LSP .
9.4.8. LSP Las menerbitkan sertifikat kompetensi dalam bentuk surat dan/atau kartu, yang ditandatangani dan disahkan oleh personil yang ditunjuk LSP Las.
9.4.9. Sertifikat kompetensi yang diterbitkan oleh LSPLas minimum memuat informasi berikut : a. nama pemegang sertifikat;
b. nomor / tanda pengenal yang unik;
c. nama lembaga yang menerbitkan sertifikat
d. nama bidang kompetensi sesuai skema sertifikasi, e. daftar unit kompetensi sesuai skema sertifikasi ,
f. tanggal efektif terbitnya sertifikat dan tanggal berakhirnya masa berlaku sertifikat.
g. cap/ penanda / stempel LSP
h. tanda tangan personil LSP yang di tugaskan oleh LSP sesuai dengan spesimen penandatangan yang disampaikan kepada dan disetujui oleh BNSP .
9.4.10. Blanko Sertifikat kompetensi LSP Las adalah menggunakan blanko sertifikat yang ditetapkan sesuai pedoman BNSP, yang dirancang untuk mengurangi risiko pemalsuan
9.5 Pembekuan dan Pencabutan Sertifikat
9.5.1. Pembekuan Sertifikat Kompetensi dilakukan bila :
a. Pemegang sertifikat melaporkan bahwa sertifikat hilang atau rusak ,
b. Pemegang sertifikat kedapatan memalsukan , mengganti atau merubah bentuk dan tulisan yang tercantum dalam sertifikat asli yang di keluarkan oleh LSP , c. Pemegang sertifikat dilaporkan oleh masyarakat telah menyalah gunakan
penggunaan sertifikat yang di keluarkan oleh LSP , d. Sertifikat telah habis masa berlakunya ,
9.5.2 Pencabutan Sertifikat :
a. Pemegang sertifikat tidak menindaklanjuti laporan kehilangan atau kerusakan ,terhadap sertifikatnya yang dilaporkan kepada LSP untuk dimintakan pengganti dan atau pembaruannya ,
b. Pemegang sertifikat tidak memberikan klarifikasi yang dapat membuktikan bahwa laporan masyarakat terkait penyalah gunaaan sertifikat tidak benar , dan pembuktian tersebut dapat ditrima oleh LSP ,
c. Pemegang sertifikat tidak mengajukan perpanjangan masa berlaku sertifikat melalui proses sertifikasi ulang .
9.6 Proses Sertifikasi Ulang
9.6.1. LSP Las memberikan pelayanan sertifikasi ulang dalam rangka perpanjangan masa berlaku sertifikat kompetensi yang tercantum dalam sertifikat telah habis masa berlakunya (expired date)
Skema sertifikasi kualifikasi KKNI Jenjang II
Lembaga Sertifikasi ProfesiLas-2019 6
9.6.2. LSP Las melayani sertifikasi ulang kepada setiap pemegang sertifikat kompetensi yang dikeluarkan oleh LSP Las pada skema sertifikasi yang sama dan atau sertifikat kompetensi yang di keluarkan oleh LSP lain sepanjang skema sertifikasi nya sama dan atau dinyatakan setara setelah melalui proses penilaian terhadap isi unit kompetensi yang tercantum dalam sertifikat kompetensi nya .,
9.6.3. Proses sertifikasi ulang dilakukan dengan mengikuti proses yang ditetapkan sebagaimana dilakukan dalam pelaksanaan proses sertifikasi awal ( poin 9..2 ) , dan atau melalui metoda penilaian lain yang sesuai untuk ppengumpulan dan penilaian bukti untuk memastikan kompetensi peserta sertifikasi ulang terpenuhi krteria VATM ,
9.6.4. Kegiatan sertifikasi ulang yang ditetapkan LSP Las menjamin bahwa dalam memastikan terpeliharanya kompetensi pemegang sertifikat dilakukan melalui asesmen yang tidak memihak.
9.6.5. Sertifikasi ulang yang ditetapkan LSP Las disesuaikan dengan skema sertifikasi, minimum mempertimbangkan beberapa hal sebagai berikut:
a. asesmen di tempat kerja;
b. pengembangan profesional;
c. wawancara terstruktur;
d. konfirmasi kinerja yang memuaskan secara konsisten dan catatan pengalaman kerja;
e. uji kompetensi;
f. pemeriksaan kemampuan fisik terkait tuntutan kompetensi.
9.6.6 Apabila yang bersangkutan pada saat sertifikasi ulang sudah/masih bekerja dan dapat membuktikan dengan bukti yang valid, asli terkini dan memadai, maka sertifikasi ulang dapat dilakukan melalui verifikasi portofolio yang dimilki asesi/peserta.
9.7 Penggunaan Sertifikasi .
9.7.1. LSP Las mensyaratkan pemegang sertifikat kompetensi untuk menanda- tangani perjanjian penggunaan sertifikat dengan LSP dengan pertimbangan sebagai berikut:
a. untuk mematuhi ketentuan yang ditetapkan oleh LSP ,
b. menggunakan serifikat sesuai dengan ruang lingkup sertifikasi yang telah tertera dalam sertifikat yang diberikan .
c. tidak menggunakan sertifikat untuk hal hal yang dapat menyesatlkan misalnya digunakan untuk melakukan kegiatan yang tidak sesuai norma dan ketentuan yang berlaku , mal praktek dan atau penipuan yang dapat merugikan pihak lain
d. menghentikan penggunaan apabila sertifikat dalam kondisi dibekukan atau dicabut, oleh LSP , untuk kondiisi yang demikian peserta bersedia mengembalikan sertifikat yang diterbitkan LSP kepada LSP Las ;.
9.8 Banding
Skema sertifikasi kualifikasi KKNI Jenjang II
Lembaga Sertifikasi ProfesiLas-2019 7
9.8.1. LSP Las menerima, memproses dan melakukan kajian, serta membuat keputusan terhadap banding yang di sampaikan oleh pemohon Banding .
9.8.2. Banding dari pemohon Banding diterima dan diproses oleh LSP untuk hal yang berkaitan dengan proses sertifikasi , dalam hal tertentu banding yang diajukan oleh pemohon Banding , tidak berkaitan dari bermuatan isi diluar proses sertifikasi yang dilakukan oleh LSP, maka LSP Las berhak untuk tidak melayani dan atau tidak menanggapi proses banding yang diajukan oleh pemohon Banding . 9.8.3. LSP Las , untuk penangan Banding yang diajukan oleh pemohon banding akan membentuk Tim
Banding yang keanggotaannya terdiri dari personil yang independen dan tidak terkait dengan per masalahan yang terkait dari substansi materi yang diajukan oleh pemohon Banding .
9.8.4. LSP Las segera memproses Banding yang diajukan oleh pemohon Banding , dilakukan dengan prinsip obyektif dan tidak memihak dan dilakukan dalam kurun waktu 14 ( empat belas ) hari kerja kalender terhitung sejak diterima surat pengajuan Banding oleh LSP , yang disampaikan oleh pemohon Banding .
9.8.5. LSP Las akan menyampaikan hasil keputusan Banding kepada pemohon Banding selambat lambat nya 20 ( dua puluh ) hari kerja kalender sejak diterimanya surat banding oleh LSP dari pemohon Banding .
9.8.6. Keputusan Banding bersifat mengikat baik bagi pemohon Banding maupun LSP Las sebagai pihak yang menerima Banding ..
3 SKEMA_PIPE WELDER
Skema sertifikasi kualifikasi KKNI jenjang III
Lembaga Sertifikasi ProfesiLas-2019 1
1. LATAR BELAKANG
1.1. Untuk memenuhi ketentuan perundangan dan kebijakan Kementrian ketenagakerjaan yang menyatakan bahwa Juru Las (Welder) yang bekerja pada sub bidang pengelasan harus kompeten dan bersertifikat.
1.2. Untuk memenuhi kebutuhan industri akan tenaga juru las yang kompeten sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh akreditasi serta persyaratan dalam melaksanakan proses pengelasan yang benar.
1.3. Untuk memenuhi kebutuhan bagi lembaga dan perseorangan untuk memperoleh pengakuan kompetensi Juru Las pada Jenjang Kualifikasi III Sub Bidang Pengelasan .
2. RUANG LINGKUP SKEMA SERTIFIKASI
2.1 Lingkup pengguna luaran Sertifikasi kompetensi ini adalah lembaga sertifikasi profesi baik yang diselenggarakan oleh Pemerintah maupun masyarakat .
2.2 Lingkup unit kompetensi yang diujikan pada skema sertifikasi meliputi unit kompetensi yang di persyaratkan sesuai dengan unit kompetensi yang ditetapkan pada jenjang Kualifikasi III Sub Bidang Pengelasan.
3. TUJUAN SERTIFIKASI
3.1. Untuk memastikan dan memelihara kompetensi Tenaga Kerja Juru Las
Jabatan Pipe Welder
Sub Bidang Pengelasan Kualifikasi III .3.2. Sebagai acuan bagi assesor dan LSP LAS dalam proses dan pelaksanaan sertifikasi Kompetensi kerja.
4. ACUAN NORMATIF
4.1. Undang Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan ,
4.2. Peraturan Pemerintah No.31 Tahun 2006 Tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional;
4.3. Peraturan Presiden No.8 tahun 2012 Tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia;
4.4. Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 98 Tahun 2018 Tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Kategori Industri Pengolahan Golongan Pokok Industri Logam Dasar Bidang Jasa Pembuatan Barang-barang dari Logam Subbidang Pengelasan
4.5. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.3 Tahun 2016 Tentang Tata Cara Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia;
4.6. Peraturan Menteri Dalam Negeri No.2 Tahun 2013 Tentang Pedoman Pengembangan Sistem Pendidikan dan Pelatihan Berbasis Kompetensi Di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah.
4.7. Kepmenaker Nomor 21 Tahun 2014 tentang Pedoman Penerapan KKNI
4.8. Peraturan BNSP Nomor 4 Pedoman 210 Tahun 2014 tentang Pengembangan Skema Sertifikasi Kompetensi Kerja .
4.9. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2018 tentang Badan Nasional Sertifikasi Profesi
5. KEMASAN / PAKET KOMPETENSI
Skema sertifikasi kualifikasi KKNI jenjang III
Lembaga Sertifikasi ProfesiLas-2019 2
5.1. Jenis Kemasan : Kualifikasi /Okupasi / Klaster . . 5.2. Nama Skema : Kualifikasi III Bidang Pengelasan 5.3. Jabatan : Pipe Welder
5.4. Rincian Unit Kompetensi atau Uraian tugas
DAFTAR UNIT KOMPETENSI KOMPETENSI INTI
1. C.24LAS01.001.01 Melaksanakan Persiapan Tempat Kerja KOMPETENSI PILIHAN
1. C.24LAS01.002.01 Melakukan Peran Serta (Contribute) pada Sistem Mutu
2. C.24LAS01.026.01 Memperbaiki Hasil Pengelasan
3. C.24LAS01.030.01 Membuat Sambungan Las Kampuh (Groove)
sesuai WPS untuk Pengelasan Pipa ke Pipa dan sesuai dengan Proses Las yang Digunakan 4. C.24LAS01.031.01 Melakukan Inspeksi Visual Pengelasan
6. PERSYARATAN DASAR PEMOHON SERTIFIKASI
6.1.1. Minimal pendidikan SLTP dan/ atau yang setara pada bidang keahlian pengelasan dan/atau memiliki sertifikat pelatihan Bidang Pengelasan Pipa atau yang setara, atau ..
6.1.2. Tenaga Kerja dengan memiliki pengalaman kerja minimal 2 (dua) Tahun dibidang pengelasan pada industri, atau
6.1.3. Tenaga Kerja berpengalaman minimal 3 ( dua ) tahun di bidang pengelasan pada kelompok usaha mandiri.
7. HAK PEMOHON SERTIFIKASI DAN KEWAJIBAN PEMEGANG SERTIFIKAT 7.1. Hak Pemohon
7.1.1 Pemohon berhak mendapatkan informasi / penjelasan terkait pelaksanaan dan proses sertifikasi dari LSP antara lain :
a. Besaran Biaya sertifikasi , b. Tata cara pendaftaran ,
c. Penjelasan pengisian formulir APL. 01 dan APL. 02 d. Skema sertifikasi ,
e. Tempat pelaksanaan sertifikasi , f. dsb nya .
Skema sertifikasi kualifikasi KKNI jenjang III
Lembaga Sertifikasi ProfesiLas-2019 3
7.1.2 Pemohon yang direkomendasikan kompeten dalam asesmen kompetensi berhak memperoleh sertifikat kompetensi.
7.1.3 Pemohon berhak mengajukan banding , bila keputusan yang ditetapkan oleh LSP dalam proses sertifikasi tidak sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang telah disepakati antara pemohon dan LSP sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang ditetapkan oleh LSP .
7.2. Kewajiban Pemegang Sertifikat
7.2.1 Menggunakan sertifikat kompetensi sesuai dengan bidang kompetensinya.
7.2.2 Menginformasikan dan memberikan laporan kegiatan pekerjaan sesuai dengan kepemilikan sertifikatnya kepada LSP , dalam bentuk laporan kegiatan dan atau log book atau dokumen sejenisnya sebagai bagian dari pemeliharaan kompetensinya atau sebagai bahan surveilen dari LSP .
7.2.3 Menjaga nama baik profesi dan LSP ..
8. BIAYA SERTIFIKASI.
8.1 Untuk mengikuti assesmen kompetensi / sertifikasi awal , kepada setiap pemohon yang telah dinyatakan memenuhi persyaratan untuk skema ini dikenakan biaya sebesar Rp. 1.250.000,-
( satu juta dua ratus lima puluh ribu rupiah )
8.2 Khusus peserta dari lembaga peletihan dikenakan biaya sebesar Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah) 8.3 Untuk mengikuti sertifikasi ulang ( perpanjangan sertifikat ) peserta dikenakan biaya sebesar Rp.
1.000.000,- ( satu juta rupiah)
8.4 Biaya asesmen tersebut diatas pada poin 8.1, 8,2 dan 8.3 belum termasuk biaya akomodasi dan transportasi asesor kompetensi
9. PROSES SERTIFIKASI 9.1. Persyaratan Pendaftaran
9.1.1. Pengisian formulir pendaftaran ( formulir APL -01 ) dan data peserta asesmen
Pemohon mengisi formulir pendaftaran untuk mengikuti assesmen kompetensi kepada LSP dengan menggunakan formulir pendaftaran ( FR. APL-01 ) yang dilengkapi bukti bukti pendukung sebagaimana di tetapkan pada klausul 6 antara lain :
a. Phaspoto ukuran 3x4 cm ( berwarna darah merah )
b. Foto copy KTP yang masih berlaku / foto kopi Nomor Induk Kependudukan ( NIK ) c. Foto copy ijazah terakhir ,
d. Foto copy sertifikat pelatihan kerja ,
e. Foto copy bukti pengalaman kerja ( untuk syarat bagi tenaga kerja berpengalaman ) f. Surat pernyataan bersedia mengikuti prosedur sertifikasi yang di tetapkan oleh LSP 9.1.2 Pengisian formulir assesmen mandiri ( FR. APL .02 )
a. Peserta mengisi formulir assesmen mandiri ( FR. APL.02 ) sesuai dengan pilihan skema sertifikasi yang menyatakan bahwa untuk setiap unit kompetensi / elemen kompetensi yang tercantum dalam Formulir APL. 02 ,peserta menyatakan kompeten
dengan memberi tanda “√” pada kolom K/BK daftar kompetensi / elemen kompetensi yang menyatakan bahwa
b. Peserta telah menyatakan kompeten pada setiap kompetensi/elemen kompetensi yang tercantum dalam form APL. 02 untuk jenis skema yang diikutinya :
c. Untuk setiap pernyataan yang diakui kompeten oleh peserta , peserta perlu melampirkan copy bukti bukti yang relevan sebagai bukti pendukungnya .
d. Bukti pendukung yang dilampirkan pada APL. 02 , pada saat dilakukan assesmen / pra assesmen oleh Assesor kompetensi peserta harus dapat menunjukan dokumen aslinya
Skema sertifikasi kualifikasi KKNI jenjang III
Lembaga Sertifikasi ProfesiLas-2019 4
9.2. Proses Asesmen
9.2.1. LSP Las menunjuk dan menugaskan asesor kompetensi sesuai dengan bidangnya untuk melaksanakan asesmen
9.2.2. LSP Las menetapkan perangkat assesmen yang sesuai dengan skema yang diujikan dan Tempat Uji kompetensi yang telah dilakukan verifikasi oleh LSP .
9.2.3. Assesor kompetensi melaksanakan proses assesmen sesuai dengan tahapan sebagaimana tercantum dalam SOP Pelaksanaan assesmen Kompetensi yang ditetapkan oleh LSP .
9.2.4. Assesor kompetensi yang di tugaskan untuk melaksanakan assesmen dengan mengedepankan prinsip obyektif , adil dan independen kepada sertiap peserta assesmen yang menjadi tanggung jawabnya .
9.2.5. Assesor kompetensi mendokumentasikan seluruh pelaksanaan assesmen secara seksama dan teliti kedalam formulir rekaman assesmen yang telah di sediakan oleh LSP
9.2.6. Assesor merekomendasikan hasil assesmen untuk setiap peserta yang dilakukan assemen 9.2.7. Rekomendasi assesor dapat berupa “ Kompeten “ bila asesor telah melakukan assesmen
melalui pengumpulan seluruh bukti bukti yang diperlukan , menilai dan mengambil kesimpulan bahwa peserta assemen dinyatakan telah memenuhi kriteria Valid . akurat ,terkini dan memadai ( VATM ) , dan assesor kompetensi merekomendasikan belum kompeten “ BK “ bila peserta assesmen dinilai oleh assesor belum memenuhi kriteria bukti yang valid,akurat ,terkini dan memadai ( VATM) . Bagi peserta yang dinyatakan belum kompeten ( BK ) peserta direkomendasikan untuk mengikuti proses selanjutnya .
9.3. Proses Uji Kompetensi
9.3.1 Assesor melaksanakan koordinasi dengan LSP untuk persiapan dan pelaksanaan uji kompetensi , antara lain metoda uji yang akan dilakukan , tempat uji kompetensi yang akan digunakan , perangkat assesmen / MUK yang akan digunakan , dll yang pendukung yang diperlukan dalam pelaksanaan uji kompetensi .
9.3.2 Asesor kompetensi mengecek kesiapan pelaksanaan uji kompetensi berdasar pada perangkat asesmen yang telah disiapkan sesuai dengan skema sertifikasi kompetensi dan metode asesmen yang telah disetujui asesi. Kesiapan pelaksanaan uji kompetensi mencakup perangkat asesmen, sarana dan prasarana, bahan, staf pendukung yang dibutuhkan untuk pelaksanaan uji kompetensi.
9.3.3 Asesor kompetensi melaksanakan uji kompetensi sesuai dengan metode yang telah disepakati., dan asesor kompetensi melakukan perekaman pengumpulan bukti hasil uji kompetensi yang dilaksanakan oleh asesi sesuai tahapan yang dilakukan
9.3.4 Asesor kompetensi mendiskusikan hasil uji kompetensi berdasarkan rekaman pengumpulan bukti dengan asesi untuk memperoleh umpan balik dari asesi, serta menyampaikan hasil uji kompetensi kepada assesi dalam bentuk rekomendasi sementara hasil uji kompetensi . 9.3.5 Asesor kompetensi menyampaikan laporan berikut seluruh rekaman hasil uji kompetensi
kepada LSP , untuk digunakan sebagai bahan / informasi pengambilan keputusan oleh LSP .
9.4. Keputusan Sertifikasi
9.4.1. LSP menunjuk personil pengambil keputusan yang bertindak sebagai pengambil keputusan se-kurang2 nya sebanyak 3( tiga ) orang ,
9.4.2. Personil pengambil keputusan sertifikasi adalah personil yang tidak terlibat dalam proses sertifikasi / sebagai assesor kompetensi ,
9.4.3. Bahan yang digunakan / di bahas dalam pengambilan keputusan sertifikasi adalah seluruh informasi/rekaman oleh assesor dan atau penyelia yang di tugaskan oleh LSP selama proses sertifikasi,
Skema sertifikasi kualifikasi KKNI jenjang III
Lembaga Sertifikasi ProfesiLas-2019 5 9.4.4. Pengambilan keputusan sertifikasi dituangkan dalam bentuk notulen/risalah dan atau berita acara
pengambilan keputusan sertifikasi ,
9.4.5. Hasil pengambilan keputusan di tetapkan oleh Ketua LSP ,sebagai hasil keputusan akhir pengambilan keputusan sertifikasi pada setiap akhir periode dan atau tahapan proses sertifikasi 9.4.6. Keputusan sertifikasi bersifat final dan mengikat ,terkecuali apabila terdapat banding dari
peserta masih dapat ditinjau ulang setelah proses banding dilakukan sesuai ketentuan proses banding .
9.4.7. Hasil keputusan sertifikasi diumumkan kepada pihak terkait untuk pemberitahuan hasil sertifikasi yang dilakukan oleh LSP .
9.4.8. LSP Las menerbitkan sertifikat kompetensi dalam bentuk surat dan/atau kartu, yang ditandatangani dan disahkan oleh personil yang ditunjuk LSP Las.
9.4.9. Sertifikat kompetensi yang diterbitkan oleh LSPLas minimum memuat informasi berikut : a. nama pemegang sertifikat;
b. nomor / tanda pengenal yang unik;
c. nama lembaga yang menerbitkan sertifikat
d. nama bidang kompetensi sesuai skema sertifikasi, e. daftar unit kompetensi sesuai skema sertifikasi ,
f. tanggal efektif terbitnya sertifikat dan tanggal berakhirnya masa berlaku sertifikat.
g. cap/ penanda / stempel LSP
h. tanda tangan personil LSP yang di tugaskan oleh LSP sesuai dengan spesimen penandatangan yang disampaikan kepada dan disetujui oleh BNSP .
9.4.10. Blanko Sertifikat kompetensi LSP Las adalah menggunakan blanko sertifikat yang ditetapkan sesuai pedoman BNSP, yang dirancang untuk mengurangi risiko pemalsuan
9.5 Pembekuan dan Pencabutan Sertifikat
9.5.1. Pembekuan Sertifikat Kompetensi dilakukan bila :
a. Pemegang sertifikat melaporkan bahwa sertifikat hilang atau rusak ,
b. Pemegang sertifikat kedapatan memalsukan , mengganti atau merubah bentuk dan tulisan yang tercantum dalam sertifikat asli yang di keluarkan oleh LSP , c. Pemegang sertifikat dilaporkan oleh masyarakat telah menyalah gunakan
penggunaan sertifikat yang di keluarkan oleh LSP , d. Sertifikat telah habis masa berlakunya ,
9.5.2 Pencabutan Sertifikat :
a. Pemegang sertifikat tidak menindaklanjuti laporan kehilangan atau kerusakan ,terhadap sertifikatnya yang dilaporkan kepada LSP untuk dimintakan pengganti dan atau pembaruannya ,
b. Pemegang sertifikat tidak memberikan klarifikasi yang dapat membuktikan bahwa laporan masyarakat terkait penyalah gunaaan sertifikat tidak benar , dan pembuktian tersebut dapat ditrima oleh LSP ,
c. Pemegang sertifikat tidak mengajukan perpanjangan masa berlaku sertifikat melalui proses sertifikasi ulang .
Skema sertifikasi kualifikasi KKNI jenjang III
Lembaga Sertifikasi ProfesiLas-2019 6
9.6 Proses Sertifikasi Ulang
9.6.1. LSP Las memberikan pelayanan sertifikasi ulang dalam rangka perpanjangan masa berlaku sertifikat kompetensi yang tercantum dalam sertifikat telah habis masa berlakunya (expired date) 9.6.2. LSP Las melayani sertifikasi ulang kepada setiap pemegang sertifikat kompetensi yang
dikeluarkan oleh LSP Las pada skema sertifikasi yang sama dan atau sertifikat kompetensi yang di keluarkan oleh LSP lain sepanjang skema sertifikasi nya sama dan atau dinyatakan setara setelah melalui proses penilaian terhadap isi unit kompetensi yang tercantum dalam sertifikat kompetensi nya .,
9.6.3. Proses sertifikasi ulang dilakukan dengan mengikuti proses yang ditetapkan sebagaimana dilakukan dalam pelaksanaan proses sertifikasi awal ( poin 9..2 ) , dan atau melalui metoda penilaian lain yang sesuai untuk ppengumpulan dan penilaian bukti untuk memastikan kompetensi peserta sertifikasi ulang terpenuhi krteria VATM ,
9.6.4. Kegiatan sertifikasi ulang yang ditetapkan LSP Las menjamin bahwa dalam memastikan terpeliharanya kompetensi pemegang sertifikat dilakukan melalui asesmen yang tidak memihak.
9.6.5. Sertifikasi ulang yang ditetapkan LSP Las disesuaikan dengan skema sertifikasi, minimum mempertimbangkan beberapa hal sebagai berikut:
a. asesmen di tempat kerja;
b. pengembangan profesional;
c. wawancara terstruktur;
d. konfirmasi kinerja yang memuaskan secara konsisten dan catatan pengalaman kerja;
e. uji kompetensi;
f. pemeriksaan kemampuan fisik terkait tuntutan kompetensi.
9.6.6 Apabila yang bersangkutan pada saat sertifikasi ulang sudah/masih bekerja dan dapat membuktikan dengan bukti yang valid, asli terkini dan memadai, maka sertifikasi ulang dapat dilakukan melalui verifikasi portofolio yang dimilki asesi/peserta.
9.7 Penggunaan Sertifikasi .
9.7.1. LSP Las mensyaratkan pemegang sertifikat kompetensi untuk menanda- tangani perjanjian penggunaan sertifikat dengan LSP dengan pertimbangan sebagai berikut:
a. untuk mematuhi ketentuan yang ditetapkan oleh LSP ,
b. menggunakan serifikat sesuai dengan ruang lingkup sertifikasi yang telah tertera dalam sertifikat yang diberikan .
c. tidak menggunakan sertifikat untuk hal hal yang dapat menyesatlkan misalnya digunakan untuk melakukan kegiatan yang tidak sesuai norma dan ketentuan yang berlaku , mal praktek dan atau penipuan yang dapat merugikan pihak lain
d. menghentikan penggunaan apabila sertifikat dalam kondisi dibekukan atau dicabut, oleh LSP , untuk kondiisi yang demikian peserta bersedia mengembalikan sertifikat yang diterbitkan LSP kepada LSP Las ;.
Skema sertifikasi kualifikasi KKNI jenjang III
Lembaga Sertifikasi ProfesiLas-2019 7
9.8 Banding
9.8.1. LSP Las menerima, memproses dan melakukan kajian, serta membuat keputusan terhadap banding yang di sampaikan oleh pemohon Banding .
9.8.2. Banding dari pemohon Banding diterima dan diproses oleh LSP untuk hal yang berkaitan dengan proses sertifikasi , dalam hal tertentu banding yang diajukan oleh pemohon Banding , tidak berkaitan dari bermuatan isi diluar proses sertifikasi yang dilakukan oleh LSP, maka LSP Las berhak untuk tidak melayani dan atau tidak menanggapi proses banding yang diajukan oleh pemohon Banding . 9.8.3. LSP Las , untuk penangan Banding yang diajukan oleh pemohon banding akan membentuk Tim
Banding yang keanggotaannya terdiri dari personil yang independen dan tidak terkait dengan per masalahan yang terkait dari substansi materi yang diajukan oleh pemohon Banding .
9.8.4. LSP Las segera memproses Banding yang diajukan oleh pemohon Banding , dilakukan dengan prinsip obyektif dan tidak memihak dan dilakukan dalam kurun waktu 14 ( empat belas ) hari kerja kalender terhitung sejak diterima surat pengajuan Banding oleh LSP , yang disampaikan oleh pemohon Banding .
9.8.5. LSP Las akan menyampaikan hasil keputusan Banding kepada pemohon Banding selambat lambat nya 20 ( dua puluh ) hari kerja kalender sejak diterimanya surat banding oleh LSP dari pemohon Banding .
9.8.6. Keputusan Banding bersifat mengikat baik bagi pemohon Banding maupun LSP Las sebagai pihak yang menerima Banding ..
4 SKEMA_GROUP LEADER
Skema sertifikasi kualifikasi KKNI jenjang III
Lembaga Sertifikasi ProfesiLas-2019 1
1. LATAR BELAKANG
1.1. Untuk memenuhi ketentuan perundangan dan kebijakan Kementrian ketenagakerjaan yang menyatakan bahwa Group Leader yang bekerja pada sub bidang pengelasan harus kompeten dan bersertifikat.
1.2. Untuk memenuhi kebutuhan industri akan tenaga Group Leader yang kompeten sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh akreditasi serta persyaratan dalam melaksanakan tugas sebagai Leader yang benar.
1.3. Untuk memenuhi kebutuhan bagi lembaga dan perseorangan untuk memperoleh pengakuan kompetensi Group Leader pada Jenjang Kualifikasi III Sub Bidang Pengelasan .
2. RUANG LINGKUP SKEMA SERTIFIKASI
2.1 Lingkup pengguna luaran Sertifikasi kompetensi ini adalah lembaga sertifikasi profesi baik yang diselenggarakan oleh Pemerintah maupun masyarakat .
2.2 Lingkup unit kompetensi yang diujikan pada skema sertifikasi meliputi unit kompetensi yang di persyaratkan sesuai dengan unit kompetensi yang ditetapkan pada jenjang Kualifikasi III Sub Bidang Pengelasan.
3. TUJUAN SERTIFIKASI
3.1. Untuk memastikan dan memelihara kompetensi Tenaga Kerja pada
Jabatan
Group Leader Sub Bidang Pengelasan Kualifikasi III .3.2. Sebagai acuan bagi assesor dan LSP LAS dalam proses dan pelaksanaan sertifikasi Kompetensi kerja.
4. ACUAN NORMATIF
4.1. Undang Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan ,
4.2. Peraturan Pemerintah No.31 Tahun 2006 Tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional;
4.3. Peraturan Presiden No.8 tahun 2012 Tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia;
4.4. Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 98 Tahun 2018 Tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Kategori Industri Pengolahan Golongan Pokok Industri Logam Dasar Bidang Jasa Pembuatan Barang-barang dari Logam Subbidang Pengelasan
4.5. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.3 Tahun 2016 Tentang Tata Cara Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia;
4.6. Peraturan Menteri Dalam Negeri No.2 Tahun 2013 Tentang Pedoman Pengembangan Sistem Pendidikan dan Pelatihan Berbasis Kompetensi Di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah.
4.7. Kepmenaker Nomor 21 Tahun 2014 tentang Pedoman Penerapan KKNI
4.8. Peraturan BNSP Nomor 4 Pedoman 210 Tahun 2014 tentang Pengembangan Skema Sertifikasi Kompetensi Kerja .
4.9. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2018 tentang Badan Nasional Sertifikasi Profesi
5. KEMASAN / PAKET KOMPETENSI
Skema sertifikasi kualifikasi KKNI jenjang III
Lembaga Sertifikasi ProfesiLas-2019 2
5.1. Jenis Kemasan : Kualifikasi /Okupasi / Klaster . . 5.2. Nama Skema : Kualifikasi III Bidang Pengelasan 5.3. Jabatan : Group Leader
5.4. Rincian Unit Kompetensi atau Uraian tugas
DAFTAR UNIT KOMPETENSI KOMPETENSI INTI
1. C.24LAS01.001.01 Melaksanakan Persiapan Tempat Kerja KOMPETENSI PILIHAN
1. C.24LAS01.002.01 Melakukan Peran Serta (Contribute) pada Sistem Mutu
2. C.24LAS01.021.01 Memimpin Tim Kerja Keci 3. C.24LAS01.026.01 Memperbaiki Hasil Pengelasan
4. C.24LAS01.031.01 Melakukan Inspeksi Visual Pengelasan
6. PERSYARATAN DASAR PEMOHON SERTIFIKASI
6.1.1. Minimal pendidikan SLTP dan/ atau yang setara pada bidang keahlian Leader dan/atau memiliki sertifikat pelatihan Bidang Group Leader atau yang setara, atau ..
6.1.2. Tenaga Kerja dengan memiliki pengalaman kerja minimal 2 (dua) Tahun dibidang Leader pada industri, atau
6.1.3. Tenaga Kerja berpengalaman minimal 3 ( dua ) tahun di bidang Leader pada kelompok usaha mandiri.
7. HAK PEMOHON SERTIFIKASI DAN KEWAJIBAN PEMEGANG SERTIFIKAT 7.1. Hak Pemohon
7.1.1 Pemohon berhak mendapatkan informasi / penjelasan terkait pelaksanaan dan proses sertifikasi dari LSP antara lain :
a. Besaran Biaya sertifikasi , b. Tata cara pendaftaran ,
c. Penjelasan pengisian formulir APL. 01 dan APL. 02 d. Skema sertifikasi ,
e. Tempat pelaksanaan sertifikasi , f. dsb nya .
7.1.2 Pemohon yang direkomendasikan kompeten dalam asesmen kompetensi berhak memperoleh sertifikat kompetensi.
7.1.3 Pemohon berhak mengajukan banding , bila keputusan yang ditetapkan oleh LSP dalam proses sertifikasi tidak sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang telah disepakati antara pemohon dan LSP sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang ditetapkan oleh LSP .
Skema sertifikasi kualifikasi KKNI jenjang III
Lembaga Sertifikasi ProfesiLas-2019 3
7.2. Kewajiban Pemegang Sertifikat
7.2.1 Menggunakan sertifikat kompetensi sesuai dengan bidang kompetensinya.
7.2.2 Menginformasikan dan memberikan laporan kegiatan pekerjaan sesuai dengan kepemilikan sertifikatnya kepada LSP , dalam bentuk laporan kegiatan dan atau log book atau dokumen sejenisnya sebagai bagian dari pemeliharaan kompetensinya atau sebagai bahan surveilen dari LSP .
7.2.3 Menjaga nama baik profesi dan LSP ..
8. BIAYA SERTIFIKASI.
8.1 Untuk mengikuti assesmen kompetensi / sertifikasi awal , kepada setiap pemohon yang telah dinyatakan memenuhi persyaratan untuk skema ini dikenakan biaya sebesar Rp. 1.250.000,-
( satu juta dua ratus lima puluh ribu rupiah )
8.2 Khusus peserta dari lembaga peletihan dikenakan biaya sebesar Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah) 8.3 Untuk mengikuti sertifikasi ulang ( perpanjangan sertifikat ) peserta dikenakan biaya sebesar Rp.
1.000.000,- ( satu juta rupiah)
8.4 Biaya asesmen tersebut diatas pada poin 8.1, 8,2 dan 8.3 belum termasuk biaya akomodasi dan transportasi asesor kompetensi
9. PROSES SERTIFIKASI 9.1. Persyaratan Pendaftaran
9.1.1. Pengisian formulir pendaftaran ( formulir APL -01 ) dan data peserta asesmen
Pemohon mengisi formulir pendaftaran untuk mengikuti assesmen kompetensi kepada LSP dengan menggunakan formulir pendaftaran ( FR. APL-01 ) yang dilengkapi bukti bukti pendukung sebagaimana di tetapkan pada klausul 6 antara lain :
a. Phaspoto ukuran 3x4 cm ( berwarna darah merah )
b. Foto copy KTP yang masih berlaku / foto kopi Nomor Induk Kependudukan ( NIK ) c. Foto copy ijazah terakhir ,
d. Foto copy sertifikat pelatihan kerja ,
e. Foto copy bukti pengalaman kerja ( untuk syarat bagi tenaga kerja berpengalaman ) f. Surat pernyataan bersedia mengikuti prosedur sertifikasi yang di tetapkan oleh LSP 9.1.2 Pengisian formulir assesmen mandiri ( FR. APL .02 )
a. Peserta mengisi formulir assesmen mandiri ( FR. APL.02 ) sesuai dengan pilihan skema sertifikasi yang menyatakan bahwa untuk setiap unit kompetensi / elemen kompetensi yang tercantum dalam Formulir APL. 02 ,peserta menyatakan kompeten
dengan memberi tanda “√” pada kolom K/BK daftar kompetensi / elemen kompetensi yang menyatakan bahwa
b. Peserta telah menyatakan kompeten pada setiap kompetensi/elemen kompetensi yang tercantum dalam form APL. 02 untuk jenis skema yang diikutinya :
c. Untuk setiap pernyataan yang diakui kompeten oleh peserta , peserta perlu melampirkan copy bukti bukti yang relevan sebagai bukti pendukungnya .
d. Bukti pendukung yang dilampirkan pada APL. 02 , pada saat dilakukan assesmen / pra assesmen oleh Assesor kompetensi peserta harus dapat menunjukan dokumen aslinya
9.2. Proses Asesmen
Skema sertifikasi kualifikasi KKNI jenjang III
Lembaga Sertifikasi ProfesiLas-2019 4
9.2.1. LSP Las menunjuk dan menugaskan asesor kompetensi sesuai dengan bidangnya untuk melaksanakan asesmen
9.2.2. LSP Las menetapkan perangkat assesmen yang sesuai dengan skema yang diujikan dan Tempat Uji kompetensi yang telah dilakukan verifikasi oleh LSP .
9.2.3. Assesor kompetensi melaksanakan proses assesmen sesuai dengan tahapan sebagaimana tercantum dalam SOP Pelaksanaan assesmen Kompetensi yang ditetapkan oleh LSP .
9.2.4. Assesor kompetensi yang di tugaskan untuk melaksanakan assesmen dengan mengedepankan prinsip obyektif , adil dan independen kepada sertiap peserta assesmen yang menjadi tanggung jawabnya .
9.2.5. Assesor kompetensi mendokumentasikan seluruh pelaksanaan assesmen secara seksama dan teliti kedalam formulir rekaman assesmen yang telah di sediakan oleh LSP
9.2.6. Assesor merekomendasikan hasil assesmen untuk setiap peserta yang dilakukan assemen 9.2.7. Rekomendasi assesor dapat berupa “ Kompeten “ bila asesor telah melakukan assesmen
melalui pengumpulan seluruh bukti bukti yang diperlukan , menilai dan mengambil kesimpulan bahwa peserta assemen dinyatakan telah memenuhi kriteria Valid . akurat ,terkini dan memadai ( VATM ) , dan assesor kompetensi merekomendasikan belum kompeten “ BK “ bila peserta assesmen dinilai oleh assesor belum memenuhi kriteria bukti yang valid,akurat ,terkini dan memadai ( VATM) . Bagi peserta yang dinyatakan belum kompeten ( BK ) peserta direkomendasikan untuk mengikuti proses selanjutnya .
9.3. Proses Uji Kompetensi
9.3.1 Assesor melaksanakan koordinasi dengan LSP untuk persiapan dan pelaksanaan uji kompetensi , antara lain metoda uji yang akan dilakukan , tempat uji kompetensi yang akan digunakan , perangkat assesmen / MUK yang akan digunakan , dll yang pendukung yang diperlukan dalam pelaksanaan uji kompetensi .
9.3.2 Asesor kompetensi mengecek kesiapan pelaksanaan uji kompetensi berdasar pada perangkat asesmen yang telah disiapkan sesuai dengan skema sertifikasi kompetensi dan metode asesmen yang telah disetujui asesi. Kesiapan pelaksanaan uji kompetensi mencakup perangkat asesmen, sarana dan prasarana, bahan, staf pendukung yang dibutuhkan untuk pelaksanaan uji kompetensi.
9.3.3 Asesor kompetensi melaksanakan uji kompetensi sesuai dengan metode yang telah disepakati., dan asesor kompetensi melakukan perekaman pengumpulan bukti hasil uji kompetensi yang dilaksanakan oleh asesi sesuai tahapan yang dilakukan
9.3.4 Asesor kompetensi mendiskusikan hasil uji kompetensi berdasarkan rekaman pengumpulan bukti dengan asesi untuk memperoleh umpan balik dari asesi, serta menyampaikan hasil uji kompetensi kepada assesi dalam bentuk rekomendasi sementara hasil uji kompetensi . 9.3.5 Asesor kompetensi menyampaikan laporan berikut seluruh rekaman hasil uji kompetensi
kepada LSP , untuk digunakan sebagai bahan / informasi pengambilan keputusan oleh LSP .
9.4. Keputusan Sertifikasi
9.4.1. LSP menunjuk personil pengambil keputusan yang bertindak sebagai pengambil keputusan se-kurang2 nya sebanyak 3( tiga ) orang ,
9.4.2. Personil pengambil keputusan sertifikasi adalah personil yang tidak terlibat dalam proses sertifikasi / sebagai assesor kompetensi ,
9.4.3. Bahan yang digunakan / di bahas dalam pengambilan keputusan sertifikasi adalah seluruh informasi/rekaman oleh assesor dan atau penyelia yang di tugaskan oleh LSP selama proses sertifikasi,
9.4.4. Pengambilan keputusan sertifikasi dituangkan dalam bentuk notulen/risalah dan atau berita acara pengambilan keputusan sertifikasi ,