RPJM NAGARI SUPAYANG Th. 2020-2026
Pemerintahan Kabupaten Solok 28
BAB IV
ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN
4.1 ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN
4.1.1 Agenda Pembangunan Menciptakan Manajemen Pemerintahan yang profesional dengan pola pelayanan Tut Wuri Handayani
4.1.1.1 Pelayanan Umum Pemerintahan
Dengan diberlakukannya Perda Proponsi Sumatera Barat Nomor 9 tahun 2000 tentang ketentuan pokok Pemerintahan Nagari dan Peraturan daerah Kabupaten Solok Nomor 31 tahun 2001 tentang Pemerintahan Nagari yang di kaitkan dengan UU Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan daerah maka Nagari sebagai bentuk Pemerintahan terendah mempunyai wewenang yang lebih besar dalam mengatur dan melaksanakan program pembangunannya, termasuk dalam bidang hukum dan Pemerintahan.
4.1.1.2 Hukum
Dalam rangka penyelenggaraan yang berorientasi pada kepentingan rakyat, Nagari diperkenankan untuk membuat Peraturan perundang-undangan sendiri yang dikenal dengan perna (Peraturan Nagari). Perna sebagai payung hukum dalam ruang lingkup Nagari berfungsi untuk mengatur agar pembangunan dapat berjalan dengan baik dan terciptanya keamanan serta ketertiban dalam masyarakat. Selain Hukum formal, Nagari sebagai kesatuan masyarakat hukum adat di minang kabau, juga menghormati dan mengakui keberadaan hukum adat yang berlaku dimasyarakat.
Apalagi masyarakat minangkabau pada umumnya dan masyarkat Nagari Supayang pada khususnya masih kuat
RPJM NAGARI SUPAYANG Th. 2020-2026
Pemerintahan Kabupaten Solok 29
memegang adat istiadat dengan falsafah adat basandi syara’
syar’ basandi kitabullah. Pada kenyataan sudah menjadi hal yang umum, bahwa hukum adat sering lebih efektif menyelesaikan perkara atau sengketa yang terjadi dalam dinamika masyarakat. Walaupun hukum adat yang dijumpai masih belum tertulis, untuk itu harus ada upaya untuk memberi payung hukum terhadap berlakunya hukum adat.
Dikaitkan dengan kondisi sosial masyarakat Supayang yang berada dalam masa transisi dari kehidupan berNagari yang sarat dengan aturan adat nuansa kekeluargaan menuju kehidupan perkotaan yang lebih komplek dengan komunitas yang lebih heterogen, daoat disimpulkan bahwa kondisi ini sangat rawan untuk terjadinya konflik/sengketa. Untuk itu diperlukan aturan hukum yang tegas, aparatur penegak hukum yang berwibawa dan terutama sekali tingginya kesadaran hukum masyarakat dengan partisipasi dalam penegakkan hukum namun hal yang paling mendasar diantara semuanya itu adalah adanya pembinaan moral yang berkelanjutan bedasarkan pada nilai-nilai agama, sesuai prinsip menciptakan kehidupan berNagari yang dijiwai adat basandi syara’ syara’ basandi kitabullah guna mengimbangi sekaligus memfilter segala bentuk penyakit yang dapat timbul dalam masyarakat.
Masalah:
1. Peraturan Nagari (perna) relatif kurang tersosialisasi dengan baik kepada masyarakat
2. Belum semua permasalahan daerah tertampung dalam Peraturan Nagari
3. Belum efektifnya pengawasan terhadap pelaksanaan Peraturan Nagari, terutama menyangkut lembaga Nagari yang melaksanakan fungsi penegakan hukum
RPJM NAGARI SUPAYANG Th. 2020-2026
Pemerintahan Kabupaten Solok 30
4. masih rendahnya tingkat partisipasi masyarakat dalam pembentukan produk hukum Nagari.
Sasaran:
Sasaran yang akan dilakukan dalam tahun 2020-2026 adalah terciptanya sistem hukum Nagari yang adil, konsekuen, tidak diskriminatif serta tidak bertentangan dengan Peraturan dan perundangan yang lebih tinggi dalam upaya memulihkan kembali supremasi hukum dalam penyelenggaraan Pemerintah, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan umum masyarakat.
Indikator:
1. Keluarnya sejumlah Peraturan Nagari yang mengatur permasalahan di Nagari dan menjamin terlaksananya program pembangunan.
2. Terlaksananya program pembangunan yang direncanakan secara bertahap dan berkesinambungan
3. Semakin tersosialisasinya Peraturan Nagari (Perna) dikalangan masyarakat
4. Telah adanya payung hukum bagi hukum adat berupa buek salingka jorong dan adat salingka Nagari.
5. Tingginya tingkat partisipasi masyarakat dalam penegakan supremasi hukum.
Arah kebijakan:
1. Meningkatkan koordinasi antara Pemerintah Nagari dan BPRN dalam menjaring aspirasi masyarakat dalam menerbitkan perna yang mengakibatkan konsekuensi hukum dan mengakomodasi kepentingan semua pihak.
RPJM NAGARI SUPAYANG Th. 2020-2026
Pemerintahan Kabupaten Solok 31
2. Mensosialisasikan Perna dengan efektif dan efisien, sehingga masyarakat lebih tahu akan hak dan kewajibannya
Program:
1. Pengkajian terhadap Peraturan Nagari yang telah ada dan yang perlu diterbitkan dengan melibatkan masyarakat dan instansi terkait.
2. Pengsosialisasian Rancangan Peraturan Nagari secara luas untuk pengujian materi hukum sebelum ditetapkan sebagai Peraturan Nagari.
3. Pengsosialisasian pelaksanaan Peraturan Nagari yang telah ada kepada masyarakat.
4. Pemberdayaan lembaga penegakan hukum yang ada di Nagari dalam rangka meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.
5. Pemberdayaan hukum adat dengan memberikannya payung hukum dalam bentuk Perna.
4.1.1.3 Aparatur Pemerintah
Tujuan utama penyelenggaraan otonomi daerah meningkatkan pelayanan publik dalam melaksanakan Pemerintahan, kemasyarakatan dan pembangunan. Dalam rangka menjawab tantangan tersebut diatas, maka kelembagaan Pemerintah Nagari pada dasarnya dapat bersifat dinamis dalam mengikuti perkembangan kehidupan bermasyarakat. Pelayanan prima dan berkinerja tinggi yang diharapkan masyarakat sampai saat ini belum lagi mencapai titik yang optimal.
RPJM NAGARI SUPAYANG Th. 2020-2026
Pemerintahan Kabupaten Solok 32
Masalah:
1. Masih belum berfungsi sepenuhnya kelembagaan Nagari yang ada.
2. Masih kurang terarahnya koordinasi antara lembaga yang ada di Nagari.
3. Belum memadainya kualitas SDM dan manajemen aparatur Pemerintah Nagari yang berakibat rendahnya etos kerja.
4. Rendahnya kesadaran akan fungsinya sebagai pelayan kepentingan masyarakat
5. Masih rendahnya tingkat kesejahteraan aparatur Pemerintah Nagari.
6. Masih kurang memadainya sarana dan prasarana pelayanan publik yang ada.
7. Masih rendahnya tingkat partisipasi anak Nagari (termasuk perantau) dalam mendukung pembangunan Nagari.
Sasaran:
Terbentuknya aparatur Pemerintah yang profesional, proporsional, rational, beriman dan bertaqwa.
Indikator:
1. Meningkatnya pelayanan yang lebih prima terhadap masyarakat luas
2. Meningkatnya citra aparatur Pemerintahan Nagari yang lebih baik dimata masyarakat
3. Terbuka dan terbinanya hubungan dan komunikasi yang baik kepada semua komponen lembaga masyarakat dalam Pemerintahan Nagari
RPJM NAGARI SUPAYANG Th. 2020-2026
Pemerintahan Kabupaten Solok 33
4. Adanya peningkatan kesejahteraan aparatur Pemerintahan Nagari
5. Tercukupinya sarana dan prasarana pelayanan publik di Nagari
6. Meningkatnya partisipasi anak Nagari (termasuk perantau) dalam pembangunan Nagari.
Arah Kebijakan:
1. Meningkatkan motivasi dan kinerja aparatur Pemerintah dengan orientasi bahwa aparatur Pemerintah Nagari adalah pelayan masyarakat
2. Meningkatkan kualitas penyelenggaraan administrasi Nagari melalui penataan kembali fungsi-fungsi kelembagaan, peningkatan efektifitas dan efisiensi lembaga.
3. Meningkatkan kapasitas sumber daya aparatur Pemerintah Nagari.
4. Meningkatkan kesejahteraan aparatur Pemerintah Nagari.
5. Menjalin sistem komunikasi dan koordinasi yang baik antara Pemerintah Nagari, masyarakat dan perantau dalam pembangunan Nagari yang bersifat partisipatif
Program:
1. Penataan dan peningkatan kapasitas kelembagaan Nagari.
2. Pengelolaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur Pemerintah Nagari.
3. Peningkatan kesadaran aparatur Pemerintah dalam menjalankan tugas dan fungsinya
4. Peningkatan peran serta seluruh komponen masyarakat (termasuk perantau) dalam pembangunan Nagari
5. Peningkatan kesejahteraan aparatur Pemerintahan Nagari
RPJM NAGARI SUPAYANG Th. 2020-2026
Pemerintahan Kabupaten Solok 34
6. Peningkatan kualitas pelayanan publik yang berpegang pada prinsip cepat, pasti, mudah, murah, patut dan adil
4.1.1.4 Administrasi Umum Pemerintahan
Sebagai unit organisasi Pemerintah terendah, Pemerintah Nagari merupakan ujung tombak dalam penyelenggaraan Pemerintah dan pelayanan kepada masyarakat. Disamping tugas dan kewenangannya untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri, Pemerintah Nagari juga mempunyai kewajiban melayani kepentingan Pemerintah diatasnya. Sehingga untuk menjamin agar penyelenggaraan Pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan tertib dan lancar sangat dibutuhkan sekali ketertiban administrasi Nagari.
Kurang terkoordinasinya sistem administrasi dan komunikasi antara instansi Pemerintah yang terkait mengakibatkan kurang optimalnya pelayanan kepada masyarakat.
Masalah
1. Panjangnya prosedur administrasi dalam pelayanan publik terhadap masyarakat.
2. Tidak terkoordinirnya antara instansi Pemerintah dalam pelayanan administrasi terhadap masyarakat.
3. Terlampau lamanya waktu dalam administrasi Pemerintahan.
4. Masih banyaknya pungutan tidak resmi yang terjadi dalam sistem administrasi Pemerintahan.
RPJM NAGARI SUPAYANG Th. 2020-2026
Pemerintahan Kabupaten Solok 35
Sasaran:
Terwujudnya administrasi umum Pemerintahan yang efisien, efektif, mudah dan murah dalam pelayanannya kepada masyarakat.
Indikator:
1. Semakin ringkas dan praktisnya jalur adminstrasi umum Pemerintahan dalam melayani masyarakat
2. Terkoordinir dengan baiknya antar instansi Pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
3. Berkurangnya pungutan tidak resmi dalam administrasi Pemerintahan.
Arah Kebijakan:
Mengembangkan dan memperbaharui sistem administrasi umum Pemerintahan yang layak, efisien, praktis, murah dan mudah terhadap semua lapisan masyarakat.
Program:
1. Pengembangan dan pembaharuan sistem administrasi umum Pemerintahan.
2. Penataan dan peningkatan kapasitas kelembagaan dan ketatalaksanaan Pemerintahan daerah
3. Penataan dan peningkatan kapasitas kelembagaan dan ketatalaksanaan Pemerintahan Desa/Kelurahan.
4. Peningkatan sarana dan prasarana desa/kelurahan.
5. Pengkoordinasian antar instansi Pemerintah yang terkait sehubungan dengan administrasi umum Pemerintah.
6. Program sanksi dan hukuman yang setimpal bagi oknum Pemerintah yang memberlakukan pungutan diluar ketentuan.
RPJM NAGARI SUPAYANG Th. 2020-2026
Pemerintahan Kabupaten Solok 36
4.1.1.5 Perencanaan Pembangunan Nagari
Masyarakat dewasa ini semakin kritis kepada Pemerintah dalam menjalankan roda Pemerintahannya.
Masyarakat tidak akan ragu lagi untuk menyuarakan aspirasinya jika program pembangunan tidak selaras dengan kepentingannya. Hal ini semakin didukung dengan iklim yang kondusif dalam sistem menyampaikan aspirasi. Oleh karena itu Pemerintah Nagari harus peka dan responsif dalam menjalankan roda pembangunan. Kondisi ini haruslah dimulai dari Fungsi perencanaan pembangunan Nagari, perencanaan pembangunan sebagai titik tolak pembangunan harus mencakup berbagai aspirasi stakeholders Pemerintah Nagari Supayang.
Kondisi ini sebenarnya telah diayomi oleh LPMN melalui sistem bottom up, berbagai tingkatan wilayah perencanaan, yang dimulai dari musawarah jorong, musawarah Nagari dan diskusi di tingkat Kecamatan telah dijalankan. Tetapi karena partisipasi masyarakat yang masih kurang, tidak terkoordinirnya antar masarakat dengan lembaga yang ada dalam perencanaan, dan berbagai kendala teknis yang ditemui oleh LPMN membuat citra seolah-olah perencanaan pembangunan diberbagai Fungsi berjalan secara partial.
Padahal perencanaan pembangunan harus terpadu dan berkelanjutan dari berbagai Fungsi/kelambagaan. LPMN harus dapat menyikapi kondisi ini, sebagai mediator dalam perencanaan pembangunan seyogyanya dapat mengkoordinir, mengakomodir berbagai Fungsi pembangunan yang mencakup hajat hidup orang banyak
RPJM NAGARI SUPAYANG Th. 2020-2026
Pemerintahan Kabupaten Solok 37
Masalah:
1. Rendahnya tingkat partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan Nagari
2. Kurangnya terkoordinir antar Lembaga di Pemerintah Nagari dalam perencanaan pembangunan
3. Terbatasnya tenaga perencana yang profesional dalam Fungsi perencanaan pembangunan Nagari
Sasaran:
Terwujudnya sistem perencanaan pembangunan Nagari yang terpadu dan berkelanjutan dengan melibatkan dan mengakomodasi aspirasi stake holders masarakat Nagari.
Indikator:
1. Terkoordinirnya antar lembaga Nagari dalam perencanaan pembangunan Nagari.
2. Bertambah dan meningkatnnya kualitas tenaga perencanaan pembangunan Nagari.
3. Seiramanya perencanaan pembangunan antara Nagari dan Pemeintah yang lebih tinggi.
Arah Kebijakan:
1. Meningkatkan koordinasi antar lembaga dilingkungan Pemerintah Nagari dalam perencanaan pembangunan Nagari.
2. Meningkatkan kualitas dan kuantitas tenaga perencana pembangunan Nagari yang profesional.
RPJM NAGARI SUPAYANG Th. 2020-2026
Pemerintahan Kabupaten Solok 38
Program:
1. Peningkatan koordinasi antar lembaga dilingkungan Pemerintah Nagari dalam perencanaan pembangunan Nagari.
2. Perencanaan pengembangan kawasan strategis dan cepat tumbuh.
3. Perencanaan pengembangan kawasan tertinggal.
4. Perencanaan pengembangan kawasan perbatasan 5. Perencanaan keterkaitan pembangunan antar jorong.
6. Perencanaan pengembangan kawasan ibukota Nagari . 7. Peningkatan SDM tenaga perencana pembangunan Nagari
yang baik.
4.1.1.6 Ketertiban dan Keamanan
Timbulnya rasa aman dan terciptanya ketertiban dimasyarakat adalah syarat mutlak dalam pembangunan, karena walaupun perencanaan pembangunan sangat bagus tetapi tidak ditopang oleh ketentraman dan ketertiban akan menimbulkan keraguan dihati masyarakat dan penanam modal. Supayang mempunyai rasa aman dan ketentraman yang relatif cukup baik, walaupun ada gangguan rasa aman dan tertib tetapi tidak tergolong masalah serius. Hal ini harus dapat dimanfaatkan secara optimal bagi Pemerintah dan masyarakat Supayang.
Masalah:
1. Supremasi hukum yang belum tegak sempurna.
2. Kurangnya ketahuan dan disiplin masyarakat terhadap perna.
3. Kebutuhan dasar masyarakat yang belum terpenuhi.
RPJM NAGARI SUPAYANG Th. 2020-2026
Pemerintahan Kabupaten Solok 39
4. Kenakalan remaja.
5. Pengaruh perjudian, minuman keras dan narkoba.
Sasaran:
Berkembang dan meningkatnya sistem keamanan dan perlindungan masyarakat yang kondusif demi terciptanya ketertiban umum.
Indikator:
1. Meningkatnya kesadaran masyarakat tentang produk hukum Nagari dan sumber-sumber gangguan keamanan dan ketertiban.
2. Terwujudnya suasana yang aman, tertib dan teratur.
3. Meningkatnya kemampuan masyarakat secara mandiri untuk menjaga lingkungannya dari berbagai keamanan dan ketertiban.
4. Meningkatnya partisipasi aktif parik paga Nagari sebagai lembaga untuk perlindungan masyarakat.
5. Meningkatnya peran serta pemuka agama, tokoh masyarakat, lembaga adat dalam mencegah timbulnya gangguan kamtibmas.
Arah Kebijakan:
1. Meningkatkan kesiagaan aparatur Pemerintah Nagari dan masyarakat dalam menghadapi setiap akibat kejadian bencana dan kerusuhan sosial dengan menjalin koordinasi dengan pihak keamanan ( muspika ) untuk menciptakan masyarakat yang aman, tertib, dan tenteram.
2. Meningkatkan peran serta aktif Lembaga Parik Paga Nagari dalam menjaga Kantibmas.
RPJM NAGARI SUPAYANG Th. 2020-2026
Pemerintahan Kabupaten Solok 40
3. Meningkatkan peran masyarakat dalam menciptakan suasana aman dan tertib.
4. Meminimalkan sumber-sumber gangguan keamanan.
Program:
1. Pembinaan dan penyuluhan tentang kesadaran hukum kepada masyarakat dalam dinamika kehidupan masyarakat.
2. Pengembangan strategi keamanan dan ketertiban.
3. Pemberdayaan potensi keamanan.
4. Pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.
5. Pencegahan dan pemberantasan perjudian, minuman keras dan penyalahgunaan/peredaran narkoba.
6. Peningkatan SDM Parik Paga Nagari untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat.
7. Pemenuhan kelengkapan sarana dan prasarana pendukung kegiatan satkorlak Pemerintah Nagari untuk mengefektifkan penanggulangan bencana dengan mengaktifkan Pos Ronda.
8. Peningkatan peranserta pemuka agama, tokoh masyarakat, lembaga adat untuk membina dan menyelesaikan kasus-kasus gangguan kamtibmas.
4.1.1.7 Perlindungan Sosial
Mutu dan kualitas manusia secara sederhana dapat didefenisikan sebagai nilai intrisik yang ada dalam diri manusia yang dapat didayagunakan dalam proses kehidupan dalam menghasilkan barang ataupun jasa sehingga bernilai produktif.
Pertumbuhan ekonomi dan pengembangan serta penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi harus didukung oleh peningkatan produktivitas dan efisiensi serta sumber
RPJM NAGARI SUPAYANG Th. 2020-2026
Pemerintahan Kabupaten Solok 41
daya manusia yang berkualitas melalui pendidikan dan latihan, penataan sistem kelembagaan. Dalam penyelenggaraannya harus senantiasa berpedoman pada nilai agama, budaya bangsa serta memperhatikan keterbatasan sumber daya.
4.1.1.8 Pemuda dan Olahraga
Pemuda merupakan pelopor perubahan dan penggerak pembangunan. Pengaruh atas ketangguhan dan kecakapan pemuda berpartisipasi dalam pergerakan pertumbuhan pembangunan bangsa sangat menentukan apakah bangsa tersebut mengalami kemajuan atau kemunduran. Beberapa hal yang mampu menjadi perekat dalam pembinaan hubungan yang kuat dikalangan pemuda adalah sikap sportifitas melakui kemampuan berorganisasi dan olahraga.
Dengan organisasi mereka mampu menjadi manusia produktif dan mandiri sedangkan dengan olahraga mampu meningkatkan rasa persatuan dan kerjasama diantara mereka sehingga terujudnya generasi yang berproduktif sehat jasmani dan rohani.
Dalam kegiatan organisasi pemuda yang ada di Nagari Supayang saat ini masih tersentralisasi pada masing-masing umpuak atau pun jorong. Untuk tingkat Nagari kesatuan pemuda Nagari secara umum belum dapat terorganisir dengan baik. Dengan keadaan yang ada, baru sebahagian kecil dari mereka yang terlibat altif dalam pembangunan Nagari. Hal ini didasari kenyataan bahwa pemuda belum sepenuhnya memahami peran penting serta kontribusi yang dapat mereka berikan dalam pembangunan Nagari. Dan ini merupalan asset besar bagi pembangunan Nagari. Untuk itu perlu adanya upaya untuk menggugah kesadaran dan
RPJM NAGARI SUPAYANG Th. 2020-2026
Pemerintahan Kabupaten Solok 42
kepedulian mereka akan kehidupan bermasyarakat. Peran serta Ninik Mamak dan Pemerintahan sangat penting dalam mengarahkan dan membina mereka.
Untuk bidang keolahragaan, minat pemuda untuk mengembangkan bakat mereka cukup baik, terlihat banyaknya kegiatan olahraga yang ada di masing-masing jorong sudah berjalan cukup baik walaupun hanya memanfaatkan sarana dan prasaran yang seadanya.
Mengingat fungsi olahraga bukan saja terbatas saran untuk menggali potensi, minat dan bakat tapi juga berfungsi sebagai latihan peningkatan sportifitas diri dan kelompok.
Masalah
1. Masih kurangnya kesadaran para pemuda akan peran sertanya dalam pembangunan Nagari.
2. Rendahnya semangat kerja dan kreativitas untuk menghasilkan karya-karya produktif yang berguna bagi masyarakat.
3. Kurangnya kecakapan hidup dalam menghadapi persaingan yang ketat.
4. Masih belum terbinanya organisasi pemuda di Kanagrian Supayang dengan baik
5. Belum terlihatnya jiwa kepemimpinan yang ditampilakn dalam berorganisasi.
6. Masih tingginya ego sektoral dan kurangnya rasa persatuan antar pemuda di tingkat Nagari.
7. Belum optimalnya pembinaan dan perberdayaan olahraga masyarakat Nagari
8. Prasarana dan sarana olahraga yang kurang memadai serta rendahnya penghargaan bagi pemuda yang berprestasi.
RPJM NAGARI SUPAYANG Th. 2020-2026
Pemerintahan Kabupaten Solok 43
Sasaran
Terwujudnya pemuda berkualitas secara mental dan spritual, mempunyai sikap optimis, kreatif dan mandiri sehingga bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungan sekitarnya.
Indikator
1. Tergalangnya sikap persahabatan, tolong menolong dan gotong royong dikalangan pemuda/I Nagari dan lahirnya sikap peduli sesama serta sifat kepemimpinan.
2. Tumbuhnya kesadaran generasi muda akan peran sertanya dalam pembangunan Nagari.
3. Terorganisirnya dengan baik organisasi–organisasi pemuda di Nagari Supayang yang bersifat definitif dan produktif.
4. Terciptanya persatuan dan kerjasama semua organisasi pemuda yang ada dalam bimbingan Nagari.
5. Terciptanya lapangan kerja baru atas prakarsa organisasi pemuda.
6. Tingginya minat masyarakat untuk berolahraga dengan tersedianya sarana dan prasarana ynag dibutuhkan ditingkat jorong.
7. Tumbuh rasa bangga sebagai putra Nagari.
Arah Kebijakan
1. Memberdayakan organisasi kepemudaan yang ada di Nagari
2. Meningkatkan pertisipasi generasi muda dalam berorganisasi
3. Meningkatkan Kwalitas kepemimpinan pemuda sebagai kader bangsa yang beriman, bertaqwa, patriotis, demoktartis dan tanggap terhadap aspirasi rakyat
RPJM NAGARI SUPAYANG Th. 2020-2026
Pemerintahan Kabupaten Solok 44
4. Membudayakan dan memasyarakatkan olahraga
5. Memandu bakat, pembibitan dan meningkatkan olahraga
Program
1. Pengembangan kempuan dan potensi pemuda dalam kegiatan kreatif, inovatif dan produktif baik dibidang keorganisasian, olahraga dan wirausaha
2. Pembinaan berkelanjutan dalam rangka meningkatkan partisipasi dan menggugah kesadaran pemuda dalam pembangunan dan menjadikannya pemuda yang mandiri dan bekepribadian
3. Peningkatan kwalitas kelembagaan dan pemberdayaan organisasi kepemudaan di tingkat Nagari dan jorong
4. Peningkatan kerjasama antar pemuda ditingkat Nagari dan jorong
5. Pemasyarakatan olahraga dengan meningkatkan sarana dan prasarana
4.1.1.9 Perempuan
Perempuan adalah tiang negara maka baik atau buruknya sebuah negara sangat tergantung kualitas wanitanya dalam sejarahnya perempuan di minang kabau mendapat tempat yang sangat terhormat dalam masyarakat adat yang dikenal dengan bundo kanduang, hal ini didasarkan adanya peran serta dan tanggung jawab yang dimilikinya dalam RT maupun dalam masyarakat dikarenakan potensinya yang cukup potensial maka sudah sewajarnya kaum perempuan mempunyai kesempatan yang sama untuk berperan serta dalam proses pembangunan sesuai dengan kodratnya
RPJM NAGARI SUPAYANG Th. 2020-2026
Pemerintahan Kabupaten Solok 45
Salah satu kegiatan yang dilaksanakan Nagari dalam rangka pemberdayaan potensi perempuan ini adalah melalui program PKK yang menitik beratkan pada peningkatan kapasitas ilmu dan keterampilan. Dalam pelaksanaannya dibentuklan 4 kelompok kerja ( Pokja) yang bergerak di berbagai bidang yaitu :
1. Pokja I Bidang penghayatan dan pengemalan pancasila dan gotong royong
2. Pokja II Pendidikan, keterampilan dan pengembangan hidup berkoperasi
3. Pokja III pangan, sandang dan tata laksana rumah tangga
4. Pokja IV kesehatan, kelestarian lingkungan hidup dan perencanaan sehat
Dalam perjalanannya TP-PKK Nagari Supayang sudah menunjukkan hasil yang cukup memuaskan diantaranya dengan didapatnya beberapa penghargaan dari lomba PKK Kabupaten Solok pada tahun 2004, namun kedepan hal ini tentu perlu lebih ditingkatkan lagi, terutama sekali agar program yang diangkat tidak hanya bersifat ceremonial tapi dapat lebih menyentuh kepada tiap masyarakat yaitu kegiatan yang produktif.
Masalah
1. Masih kurangnya kesadaran perempuan di Nagari untuk terlibat dalam proses pembangunan dan aktifitas kelembagaan
2. Masih belum terkelolanya secara berkelanjutan berbagai usaha pemberdayaan dan peningkatan peran perempuan
RPJM NAGARI SUPAYANG Th. 2020-2026
Pemerintahan Kabupaten Solok 46
Sasaran
Terwujudnya kesempatan yang sama bagi perempuan unuk berperan serta dalam setiap aktifitas pembangunan Nagari
Indikator
1. Menurunnya persentase perempuan yang berpendidikan rendah
2. Terwujudnya pelaksanaan pemberdayaan perempuan melalui berbagai kegiatan yang menjadiklan mandiri tanpa mengabaikan kodrat dan tanggung jawab sebagai perempuan (bundo kanduang)
3. Terbukanya peluang yang lebih besar bagi perempuan untuk berkiprah dalam keluarga dan masyarakat.
Arah Kebijakan
1. Membardayakan organisasi / kelembagaan perempuan yang ada seperti PKK dan bundo kanduang dalam peningkatan peran perempuan
2. Memberi peluang yang lebih besar bagi kaum perempuan dalam seluruh tahapan dan proses pembangunan sesuai dengan kodratnya.
Program
1. Peningkatan kapasitas ilmu pengetahuan dan keterampilan perempuan melalui kegiatan formal / informal oleh lembaga yang ada
2. Peningkatan kualitas hidup dan perlindungan perempuan 3. Peningkatan dan pemberdayaan prempuan dalam hal
kesehatan dan KB
RPJM NAGARI SUPAYANG Th. 2020-2026
Pemerintahan Kabupaten Solok 47
4.1.2 Agenda kedua membangun SDM, berpendidikan, religius, modren untuk mewujudkan Nagari yang Mandiri.
4.1.2.1 Pendidikan
Tantangan masa depan semakin nyata dalam kehidupan global, dimana dituntut Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki kualitas tinggi (unggul), untuk mampu bersaing dalam lingkungan nasional dan internasional.
Dengan berobahnya dunia secara cepat, dan iklim globalisasi, dimana dunia tanpa batas dan manusia dituntut berkemampuan tinggi dalam Iptek, dan berakhlak mulia dan berbudi luhur untuk mengimbangi dampak Globalisasi.
Untuk mencapai hal itu dapat dicapai dengan meningkatkan mutu pendidikan, dan diberlakukannya Manajemen Pendidikan Berbasis Sekolah (MPBS) dimana unsur pengelola pendidikan mulai dari sekolah, masyarakat, lingkungan, unsur dinas pendidikan beserta Pemerintahan, pada bidang masing-masing secara bersama-sama mempunyai tekad untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Masalah
1. Tujuan jangka panjang tidak kelihatan, boleh dikata bejalan tanpa tujuan.
2. Belum adanya komitmen bersama dari semua unsur untuk mengelola pendidikan di Nagari.
3. Belum seiringnya kemajuan zaman dengan pengetahuan guru-guru sehingga KBM kelihatan ketinggalan dan kurang bervariasinya dengan kompetitor sekolah yang lain, akhirnya tingkat pengetahuan yang diterima siswa rendah dari SMA yang lain
RPJM NAGARI SUPAYANG Th. 2020-2026
Pemerintahan Kabupaten Solok 48
4. Kurangnya dana yang tersedia baik dari Pemerintah, atau dari masyarakat, baik karena kurangnya allokasi dana dari Pemerintah, atau kurang nya dana dari DIDU, karena prestasi dan nilai jual sekolah rendah, serta keadaan ekonomi orang tua yang belum memadai, perlu diambil penghematan dimana dana yang tersedia diperguanakan secara effisien dan effektif untuk peningkan mutu pendidikan.
5. Dalam proses pembelajaran siswa menerima informasi dari guru secara pasif bersifat abstrak dan sangat teoritis, diharapkan kedepan siswa dapat terlibat secara aktif melalui kerja kelompok atau diskusi.
6. Belum adanya pembinaan dan pelatihan yang berkelanjutan pada Pengawas, Kepala Sekolah dan Guru terhadap kurikulum KBK dengan pendekatan PAKEM.
Sasaran
1. Meningkatnya angka prestasi kumulatif
2. Terwujudnya organisasi sekolah yang harmonis.
3. Terwujudnya manajemen berbasis sekolah atau manajemen berbasis masyarakat
4. Meningkatnya prestasi sekolah yang dihasilkan sesudah proses pembelajaran dan manajemen disekolah
5. Pelaksanaan program peningkatan mutu sekolah adalah untuk memberikan dorongan peserta didik untuk belajar dengan giat sesuai dengan kemampuan dan bagi yang memiliki bakat khusus, kemampuan dan kecerdasan tinggi untuk dikembangkan secara optimal, agar peserta didik yang menamatkan pendidikannya memiliki :
a. Landasan agama yang kokoh , beriman, dan bertaqwa.
b. Jiwa cinta tanah air.
RPJM NAGARI SUPAYANG Th. 2020-2026
Pemerintahan Kabupaten Solok 49
c. Jiwa disiplin dan Kemampuan yang tinggi.
d. Wawasan yang luas dalam bidang ilmu dan teknologi e. Pengetahuan dasar yang kuat untuk melanjutan
kejenjang pendidikan yang lebih tinggi.
f. Keterampilan berbahasa Indonesia yang baik dan benar.
g. Kegemaran membaca dan kemampuan meneliti.
h. Komitmen dalam melaksanakan tugas.
i. Rata-rata nilai ujian akhir minimal 7 untuk kelas unggul sedangkan yang berkemampuan dibawah itu minimal akan mendapat nilai rata-rata 6 .
j. Dapat diterima pada perguruan tinggi Negeri .
k. Pada tahun ke sepuluh diharapkan menjadi sekolah SMA bertaraf Internasional.
Indikator :
1. Terwujudnya sekolah yang berprestasi, kompetitif, unggul, dan madani
2. Tersedianya kelas sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan anak didik
a. Sesuainya kurikulum pengajaran dengan kemampuan anak didik, dimana akan dipisahkan dengan adanya kelas unggul, dan kelas remedial.
b. Sesuainya kurikulum pengajaran dengan kebutuhan anak didik, pada kelas 3 SLTA sesuai dengan kebutuhan, untuk melanjutkan ke peguruan tinggi, diberi pengayaan untuk itu, sedangkan yang tidak akan melanjutkan diberi bekal life skil untuk menhadapi pasar kerja.
c. Terciptanya indikator dari Pengawas, Kepala Sekolah, Guru, Komite Sekolah dan Dewan Kelas yang berprestasi.
RPJM NAGARI SUPAYANG Th. 2020-2026
Pemerintahan Kabupaten Solok 50
Arah Kebijakan :
1. Melaksanakan program perubahan budaya menerima menjadi melayani bagi semua jajaran pendidikan, masyarakat dan Pemerintah kepada anak didik.
2. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara aktif kreatif, efektif dan menyenangkan sehingga setiap siswa berkembang secara optimal, sesuai dengan potensi yang dimiliki.
3. Menanamkan dasar-dasar agama yang kuat kepada siswa, sehingga setiap siswa memiliki bekal iman, taqwa dan kearifan dalam setiap bertindak.
4. Menekankan budaya disiplin dalam segala kegiatan anak didik sehingga setiap anak didik mampu membentuk kepribadian yang berdisiplin tinggi dalam dirinya
5. Mendorong dan membantu setiap siswa untuk mengenali potensi dirinya, sehingga dapat dikembangkan secara optimal, dan menerapkan pola manajemen berbasis sekolah dengan melibatkan seluruh warga sekolah, masyarakat dan penentu kebijakan sekolah.
6. Meningkatkan peran aktif masyarakat untuk memberi pelayanan pendidikan yang relevan, bermutu, dan berwawasan keadilan di Sekolah-sekolah.
7. Menyalurkan aspirasi dan kontribusi masyarakat yang beragam secara demokratis dalam rangka peningkatan mutu, pemerataan dan efesiensi pengelolaan pendidikan di Sekolah-sekolah.
8. Mendorong terciptanya lingkungan dan suasana belajar yang kondusif serta terciptanya manajemen partisipasi melibatkan seluruh warga sekolah.
RPJM NAGARI SUPAYANG Th. 2020-2026
Pemerintahan Kabupaten Solok 51
9. Membuat Terobosan terarah dan terkendali untuk mengejar ketinggalan
Program :
1. Pelaksanaan pembelajaran dan bimbingan secara aktif kreatif, efektif dan menyenangkan sehingga setiap siswa berkembang secara optimal, sesuai dengan potensi yang dimiliki
2. Penanaman dasar-dasar agama yang kuat kepada siswa sehingga setiap siswa memiliki bekal iman, taqwa dan kearifan dalam setiap bertindak.
3. Peningkatan peran aktif masyarakat untuk memberi pelayanan pendidikan yang relevan, bermutu, dan berwawasan keadilan di sekolah-sekolah.
4. Penciptaan lingkungan dan suasana belajar yang kondusif serta terciptanya manajemen partisipasi melibatkan seluruh warga sekolah.
5. Pengintegrasian mata pelajaran dari Sekolah Dasar sampai dengan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas.
6. Membangun pendidikan skill yang dibutuhkan dalam masanyarakat dan angkatan kerja.
4.1.2.2 Agama
Penduduk Nagari Supayang 100% beragama Islam.
Pemahaman dan pengamalan ajaran agama cukup tinggi,di- setiap jorong terdapat masjid dan mushalla sebagai pusat ibadat dan kegiatan lainya, disamping itu ada kelompok- kelompok majlis ta’lim yang mengadakan kajian tentang Islam. Pengkajian Islam secara konferhensif diadakan Dialog Islam untuk membuka cakrawala berfikir yang selama ini tertutup dan dan membenarkan pendapatnya sendiri dan
RPJM NAGARI SUPAYANG Th. 2020-2026
Pemerintahan Kabupaten Solok 52
taqlid secara membabi buta, tetapi suasana kehidupan dalam menjalankan sari’at agama cukup berjalan dengan baik. Tak ada keributan karena masalah perbedaan menjalankan syari’at agama.
Masalah :
Perlunya pembangunan agama melalui peningkatan kualitas pelayanan, pemahaman dan pengamalan norma agama merupakan salah satu agenda meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sasaran :
Terwujudnya kehidupan beragama yang rukun damai dan harmonis dengan didukung oleh tersedianya sarana dan prasarana agama serta meningkatnya pemberdayaan lembaga keagamaan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat
Indikator :
1. Meningkatnya kualitas keimanan dan ketaqwaan masyarakat
2. Berdayanya lembaga-lembaga keagamaan baik Pemerintah maupun non Pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat
3. Meningkatnya kualitas sarana dan prasarana pendidikan agama, tersedianya guru dan buku-buku pelajaran agama yang bermutu
Arah Kebijakan :
1. Menyelenggarakan pendidikan keagamaan yang berkelanjutan dengan memberikan kemudahan untuk semua lapisan masyarakat mengikuti dan menerimanya.
RPJM NAGARI SUPAYANG Th. 2020-2026
Pemerintahan Kabupaten Solok 53
2. Meningkatkan sarana dan prasarana kehidupan beragama 3. Memberdayakan lembaga-lembaga keagamaan dan
kegiatan kepemudaan untuk peningkatan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan keagamaan
4. Memantapkan fungsi dan peran serta agama dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat
5. Meningkatkan pelayanan dan mutu pendidikan agama dengan cara membangun sarana dan prasarana serta peningkatan mutu guru atau lembaga pendidikan keagamaan.
Program :
1. Peningkatan kualitas pengajaran dan pendidikan agama 2. Pembinaan lembaga keagamaan dan kemasyarakatan 3. Peningkatan pemahaman, penghayatan, pengamalan dan
pengembangan nilai-nilai keagamaan
4. Peningkatan pelayanan kehidupan beragama
5. Program pengembangan lembaga-lembaga agama keagamaan dan lembaga pendidikan keagamaan
4.1.2.3 Adat dan Budaya
Perkembangan masyarakat yang sangat cepat akibat dari globalisasi dan pesatnya kemajuian teknologi komunikasi dan informasi, menyebabkan tata nilai adat dan budaya suatu masyarakat berubah pula dengan cepat, baik positif atau negatif. Nagari Supayang yang dahulunya merupakan pusat adat Budi Caniago diluhak Agam juga mengalami hal demikian. Masyarakat Supayang sebagai masyarakat yang dinamis dapat menerima perubahan, tetapi kadang-kadang perubahan itu tak terkendali sehingga nilai-nilai luhur adat
RPJM NAGARI SUPAYANG Th. 2020-2026
Pemerintahan Kabupaten Solok 54
basandi syarak, syarak basandi kitabullah juga ikut tergilas perubahan itu.
Masalah :
1. Pemahaman akan filosofi adat semakin berkurang ditengah – tengah masyarakat
2. Kurang berfungsinya para pemangku adat dan Lembaga- lembaga adat
3. Tidak ada referensi yang kongkrit untuk pengambilan hukum adat
4. Adanya anggapan bahwa adat itu tak diperlukan lagi
5. Masih adanya praktek praktek adat yang bertentangan dengan ajaran Islam
Sasaran :
Berkembangnya penerapan nilai-nilai adat yang kokoh, budaya yang luhur, dapat menerima perubahan yang positif yang difilteri oleh noleh ajaran syariat Islam.
Indikator :
1. Meningkatnya pemahaman terhadap adat
2. Pemangku adat berfungsi sesuai kedudukan masing- masing
3. Tertulis buek salingka jorong dan adat Salingka Nagari 4. Adanya apresiasi terhadap adat
5. Tidak dijumpailagi praktek-praktek adat yang bertentangan dengan ajaran Islam
Arahkan kebijakan :
1. Meningkatkan anggapan bahwa adat dan budaya itu sangat diperlukan untuk menata kehidupan masyarakat.
RPJM NAGARI SUPAYANG Th. 2020-2026
Pemerintahan Kabupaten Solok 55
2. Menanamkan rasa bangga sebagai masyarakat yang berbudaya dan beradat
3. Mengaktualisasikan nilai – nilai adat dan budaya sesuai tuntutan zaman
Program :
1. Peningkatan pemahaman adat
2. Peningkatan rasa tanggung jawab akan tugas dan fungsi masing-masing lembaga dan pemangku adat
3. Penyiapan tulisan tentang adat Salingka Nagari
4. Penelitian terhadap praktek-praktek adat yang berlaku ditengah masyarakat
4.1.2.4 Kesehatan
Pembangunan kesehatan merupakan salah satu bagian terpadu dalam pembangunan Sumber Daya Manusia.
Memahami pentingnya peran pembangunan kesehatan maka Pemerintah mencanangkan Program Indonesia Sehat 2019.
Pencanangan program ini dimaksudkan untuk memotivasi tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk hidup sehat dengan cara meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui upaya pelayanan kesehatan secara mudah, merata, dan terjangkau oleh masyarakat. Untuk keberhasilan pencapaian program ini di tingkat Nagari diperlukan peran serta dari semua pihak, tidak hanya pihak lembaga kesehatan (puskesmas) tapi juga dari masyarakat dan Pemerintah Nagari.
Secara umum ada 2 peran Pemerintah Nagari dalam pembangunan di bidang kesehatan. Pemerintah Nagari dapat berperan sebagai koordinator dalam menetapkan setiap kebijakan dan strategi pelaksanaan pembangunan kesehatan
RPJM NAGARI SUPAYANG Th. 2020-2026
Pemerintahan Kabupaten Solok 56
di Nagari. Hal ini dapat dilakukan melalui pengumpulan dan mengevaluasi data mengenai tingkat kesehatan masyarakat di Nagari dengan berkoordinasi dengan lembaga kesehatan yang ada (puskesmas). Sementara itu dilain pihak Pemerintah Nagari juga dapat berperan sebagai fasilitator dalam mempercepat akselerasi pembangunan kesehatan dengan memberdayakan kelompok sosial masyarakat yang ada guna perbaikan lingkungan dan budaya masyarakat.
Tingginya derajat kesehatan masyarakat berbanding lurus dengan tingkat kesadaran masyarakat dan ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan yang berkualitas. Secara umum Nagari Supayang telah memiliki sarana kesehatan berupa 1 buah puskesmas, 1 buah puskesmas pembantu, 3 buah polindes,16 buah posyandu, dan 5 buah Sekolah Dasar sasaran UKS (Usaha Kesehatan Sekolah). Namun sejumlah sarana kesehatan tersebut belum ditunjang dengan peralatan dan tenaga kesehatan yang memadai. Sementara untuk tingkat partisipasi masyarakat terhadap program kesehatan terlihat masih kurang. Dari data posyandu tercatat baru sekitar 60 % balita yang datang untuk ditimbang setiap bulannya.
Permasalahan
1. Sarana dan prasarana pelayanan kesehatan yang terdapat di Nagari Supayang masih belum mencukupi dan memadai sehingga mempengaruhi pelayanan kesehatan yang diberikan.
2. Masih rendahnya kesadaran dan partisipasi masyarakat akan program kesehatan baik pribadi maupun lingkungan.
RPJM NAGARI SUPAYANG Th. 2020-2026
Pemerintahan Kabupaten Solok 57
3. Masih belum optimalnya pemberdayaan dan pembinaan lembaga/ institusi kesehatan yang ada (posyandu, polindes, UKS).
4. Masih belum memadainya sarana kesehatan lingkungan yang ada.
Sasaran
Nagari Supayang Sehat 2026
Indikator
1. Tercukupi dan memadainya sarana dan prasarana kesehatan yang ada di Nagari.
2. Tingginya motivasi dan kesadaran masyarakat Nagari akan kesehatan.
3. Terlaksananya pembinaan kesehatan secara berkelanjutan.
Kebijakan
1. Pemerintah Nagari sebagai koordinator dalam menetapkan setiap kebijakan dan strategi pelaksanaan pembangunan kesehatan di Nagari dengan berkoordinasi dengan lembaga kesehatan yang ada di Nagarib(puskesmas, posyandu, dll).
2. Pemerintah Nagari memfasilitasi upaya percepatan pembangunan kesehatan Nagari dengan memberdayakan kelompok sosial masyarakat yang ada guna perbaikan lingkungan dan pengawasan kesehatan masyarakat.
Program
1. Pemberdayaan lembaga dan institusi kesehatan yang ada dan pembinaan secara berkelanjutan.
RPJM NAGARI SUPAYANG Th. 2020-2026
Pemerintahan Kabupaten Solok 58
2. Memotivasi masyarakat untuk berperan serta dalam program kesehatan.
3. Mempromosikan upaya pelayanan melalui wadah organisasi masyarakat yang ada di Nagari.
4. Pembentukan kelompok sosial masyarakat dalam pengawasan kesehatan.
4.1.3 Agenda ketiga mewujudkan Nagari sebagai Pusat Produksi dan Motor Ekonomi
4.1.3.1 Ekonomi
4.1.3.1.1 Wilayah Pertumbuhan Pertanian
Pembangunan sistem agribisnis merupakan pembangunan yang mengintegrasikan pembangunan sektor pertanian dengan pembangunan industri dan jasa terkait dalam cluster industri yang mencakup lima subsistem yaitu agribisnis hulu, usaha tani, pengolahan, pemasaran dan jasa.
Pembangunan ini diarahkan untuk mendayagunakan keunggulan komperatif pertanian Nagari Supayang menjadi keunggulan bersaing yang dapat memberikan kesejahteraan kepada masyarakat tani yang berkelanjutan serta tidak rentan terhadap gejolak perekonomian.
Nagari Supayang memiliki asset yang sangat besar untuk dikembangkan dalam bidang Pertanian. Baik itu dalam bidang sumber daya alam maupun Sumber daya manusainya. Namun kenyataan dilapangan perekonomian masyarakat yang lebih banyak bermata pencahariannya bertani sangat rendah dimana produksi pertanian yang didapatkankan belum memberikan hasil yang optimal jika dibandingkan dengan luas lahan yang dimanfaatkan, terlihat dari tabel ….., tabel ……, tabel …….. Disisi lain penerapan teknologi tepat guna di bidang pertanian relatif masih rendah
RPJM NAGARI SUPAYANG Th. 2020-2026
Pemerintahan Kabupaten Solok 59
dimana masih didominasi oleh pengelolaan pertanian secara tradisional, beitu juga pengolahan hasil pertanian yang tidak memperhatikan tingkat kwalitas yang menyebabkan mutu dari hasil pertanian menjadi rendah. Untuk mejadikan pertanian Nagari Supayang menjadi stabil dan kuat maka segala potensi yang ada harus lebih dioptimalkan agar masyarakat dapat mengambil keuntungan/ kesejahteraan yang optimal.
Dari gambaran yang telah di jabarkan pada BAB II sebelumnya, dengan mengandalkan lahan yang luas dan subur, terletak pada ketinggian yang secara umum sesuai untuk pengembangan pertanian saerta peluang pasar yang terbuka, maka pemanfaatan lahan yang saat ini terbilang cukup banyak yang belum tergarap disebabkan oleh terabaikannya lahan pisang rakyat yang terkena penyakit, sangat baik diarahkan pada tanaman Palawija dan hortikultura lain yang memungkinkan dibudidayakan tanpa mengesampingkan Tanaman Pisang yang merupakan komoditi unggulan Nagari Supayang dulunya, serta peningkatan produksi tanaman padi.
4.1.3.1.2 Wilayah Pertumbuhan perternakan
Nagari Supayang terletak di Kecamatan Payung Sekaki Kabupaten Solok, dengan luas wilayah ... km², dan jumlah penduduk ... jiwa yang terdiri dari ... kepala keluarga. Dari jumlah penduduk tersebut, yang bermata pencaharian di sub sektor peternakan (sapi) hanya ...
kepala keluarga (... %) dan yang tergabung dalam kelompok tani ternak, hanya ... kepala keluarga (... % ) dari jumlah kepala keluarga, dimana yang ... % nya masih berusaha sendiri-sendiri.
RPJM NAGARI SUPAYANG Th. 2020-2026
Pemerintahan Kabupaten Solok 60
Kelompok tani ternak di Nagari Supayang berjumlah ... kelompok, yaitu kelompok ..., ... dan ...
yang bergerak di bidang Sapi Bibit.
Populasi ternak sapi di Nagari Supayang berjumlah ... ekor, ... ekor merupakan induk produktif (... %).
Seperti yang dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel
Jumlah sapi, kerbau dan kambing di Nagari Supayang
No Komoditi Tahun
2018 2019
1. Sapi 2. Kerbau 3. Kambing
Sumber : KCD Peperla Kec. Payung Sekaki
Selanjutnya jenis ternak yang juga dipelihara sebagian masyarakat Nagari Supayang adalah ternak unggas, seperti ayam, itik dan puyuh. Seperti terlihat pada tabel berikut.
Tabel
Jumlah ternak unggas di Nagari Supayang
No Tahun Jenis Unggas
Ayam Itik Puyuh
1. 2018 2. 2019
Sumber : KCD Peperla Kec. Payung Sekaki
Laju pertumbuhan pada sub sektor peternakan di Nagari Supayang tersebut mengindikasikan bahwa perkembangan aktifitas masyarakat yang berusaha pada sub sektor peternakan cukup baik, sehingga diperoleh nilai tambah yang cenderung cukup baik juga.
RPJM NAGARI SUPAYANG Th. 2020-2026
Pemerintahan Kabupaten Solok 61
Untuk melengkapi ketersediaan pakan ternak, di Nagari Supayang telah dilakukan penanaman rumput unggul dengan jenis gajah dan raja (King grass) seluas lk. ... Ha. Di samping rumput juga didukung oleh hasil limbah pertanian seperti jerami padi, dengan pruduksi rata-rata ... ribu ton per tahun. Sedangkan jerami ubi jalar ... ribu ton per tahun ( Penyuluh Pertabunhut Kec. Payung Sekaki ).
Masalah :
1. Masalah Non Teknis :
a. Rendahnya kepemilikan ternak di tingkat peternak (...
ekor)
b. Rendahnya jumlah KK peternak dibandingkan dengan jumlah penduduk (... % )
c. Usaha ternak sapi masih merupakan usaha sampingan (tradisional) dalam artian sebagai tabungan
d. Usaha ternak masih banyak bersifat individu, hanya sedikit yang tergabung dalam kelompok ternak
e. Asumsi dan perilaku peternak terhadap bantuan Pemerintah masih paradigma lama
f. Lemahnya management kelompok
g. Banyaknya terjadi penjualan ternak yang disebabkan rendahnya harga jual hasil komoditi pertanian.
2. Masalah Teknis :
a. Minimnya sarana prasarana dan permodalan dalam pengembangan usaha ternak masyarakat
b. Rendahnya pengetahuan peternak di bidang pengembangan usaha ternak
c. Banyaknya muncul kasus reproduksi pada sapi betina produktif
RPJM NAGARI SUPAYANG Th. 2020-2026
Pemerintahan Kabupaten Solok 62
d. Penanganan masalah teknis usaha ternak masih bersifat individu
e. Menurunnya populasi ternak di Nagari Supayang
f. Infrastruktur pada daerah peternakan relatif belum memadai.
Sasaran :
1. Meningkatnya kepemilikan ternak dari ... ekor per KK menjadi ... ekor per KK (khusus induk produktif)
2. Memantapkan wadah/kelembagaan peternak (kelompok) sesuai dengan fungsinya sebagai wadah organisasi, wahana kerjasama, unit produksi dan unit usaha agribisnis
3. Pencegahan penyakit menular melalui vaksinasi dan pemberian mineral
4. Meningkatnya pendapatan asli Nagari dengan mengoptimalkan fungsi pasar ternak sebagai tempat pemasaran ternak
5. Meningkatnya SDM peternak dalam memeneg usaha ternak secara profesional
6. Meningkatnya pemanfaatan lahan terlantar dengan difersifikasi usaha tani ternak
7. Meningkatnya kuantitas/kualitas hasil ternak secara berkesinambungan.
Indikator :
1. Kepemilikan ternak per kepala keluarga meningkat hingga ... %
2. Kelembagaan peternak (kelompok) berkembang sesuai dengan peran dan fungsinya
RPJM NAGARI SUPAYANG Th. 2020-2026
Pemerintahan Kabupaten Solok 63
3. Populasi ternak meningkat secara signifikan dengan meningkatnya angka kelahiran sapi pertahun
4. Ditetapkannya Kecamatan Payung Sekaki khususnya Nagari Supayang sebagai Kawasan Sentra Peternakan 5. Meningkatnya pengetahuan dan skill peternak
6. Munculnya kelompok tani ternak mandiri
7. Meningkatnya modal peternak dalam usahanya
Arah kebijakan :
1. Bagi peternak yang berhasil dan berkembang dalam usaha ternaknya, diberikan bantuan pengembangan usaha minimal ... ekor induk sapi produktif senilai Rp.
...,- per kepala keluarga, dengan syarat telah memiliki ternak sapi minimal ... ekor
2. Melakukan prosedur penyaluran dan pembayaran pinjaman melalui Bank, dimana bunga yang dibebankan kepada si peminjam (anggota kelompok) dibagi sesuai dengan ketentuan yang diperbuat dengan Bank yang bersangkutan
3. Mengarahkan bantuan penguatan modal kelompok kepada pola usaha agribisnis, dengan membuka unit-unit usaha kelompok
4. Menjalin hubungan kerjasama dengan Dinas, Lembaga Penelitian dan Perguruan Tinggi
5. Membentuk sentra-sentra produksi peternakan
6. Menetapkan kawasan peternakan di dalam tata ruang 7. Memanfaatkan secara optimal SDA yang ada dengan tetap
memperhatikan konservasi lingkungan.
RPJM NAGARI SUPAYANG Th. 2020-2026
Pemerintahan Kabupaten Solok 64
Program :
1. Memunculkan jorong Rumah Gadang sebagai lumbung ternak Nagari
Pemberdayaan Kelompok
Mengembangkan usaha pemasaran hasil kelompok seperti penjualan anak sapi melalui show room ternak, dengan bantuan dana sebesar Rp. ...,- per kelompok
Usaha pengolahan kotoran ternak (kompos) sebesar Rp.
... juta
Pemberdayaan Peternak
Pelatihan Kewirausahaan dan metode Sekolah Lapang (SL)
Bantuan modal usaha untuk anggota kelompok sebesar Rp...,- per anggota (KK peternak)
Penelitian/pengembangan teknologi tentang Pengendalian Penyakit Ternak dan Inseminasi Buatan (IB) serta pemanfaatan limbah tani ternak
2. Membantu dan memfasilitasi kelompok dalam memperoleh kredit/modal dalam pengembangan usaha
3. Pengembangan ternak sapi potong antara lain melalui intensifikasi ternak potong, pembinaan mutu, inseminasi mutu, pengadaan bibit ternak, redistribusi ternak, pengembangan kawasan sentra agribisnis sapi potong dan penggemukan sapi
4. Pembentukan sentra pembinaan dan pengembangan peternakan di sentra produksi peternakan dengan melibatkan semua pihak
5. Perbaikan sistim dokumentasi dan informasi peternakan 6. Mendorong berdirinya industri pengolahan hasil dan pakan
peternakan di sekitar sentra peternakan
RPJM NAGARI SUPAYANG Th. 2020-2026
Pemerintahan Kabupaten Solok 65
7. Penambahan tenaga ahli di fungsi peternakan.
4.1.3.1.3 Wilayah Pertumbuhan perdagangan
Nagari Supayang telah menjadi Penyumbang sentra perdagangan selama ... tahun sejak berdirinya pasar nagari supayang. kedudukannya yang strategis di segitiga emas menyebabkan pasar ini menjadi pasar tumpuan utama pedagang dalam dan luar daerah. Fungsi perdagangan ini memainkan peranan yang sangar penting dalam meningkatkan perekonomian daerah dan secara horizontal terhadap peningkatan kesejahteraan masyrakat.
Realitasnya penguasaan masyarakat Supayang dalam perdagangan di Supayang sendiri masih sangat minoritas. Ini menunjukkan masyarakat belum berperan aktif dalam perdagangan dan masih sebatas sebagai petani dan perternak. Dimana masyarakat mendapatkan margin pemasaran yang sangat rendah dan sering fluktuatif. Untuk mengatasi masalah ini membutuhkan kesinergisan antara Pemerintah, para ekonom dan masyrakat dalam menjadikan Nagari Supayang yang mandiri dari segi perdagangan dengan menciptakan sentral perdagangan yang terkontrol, sistematik dan lebih berpihak kepada pedagang kecil serta mampu bersaing di pasar global.
Masalah
1. penguasaan perdagangan yang rendah bagi masyarakat 2. terlampau panjang rantai pemasaran produk ke tangan
konsumen akhir menyebabkan petani mendapat margin pasar rendah.
3. sistem pasar yang tidak sistematis dan kurangnya sarana dan prasarana
4. kualitas bahan baku yang rendah
RPJM NAGARI SUPAYANG Th. 2020-2026
Pemerintahan Kabupaten Solok 66
Sasaran
Terwujudnya sistem dan siklus perdagangan serta sarana dan prasarana yang baik yang dapat memberikan keuntungan bagi semua pihak khususnya kepada masyarakat.
Indikator
1. Terciptanya iklim perdagangan yang kondusif
2. meningkatnya volume perdagangan barang dan jasa di Supayang
3. terpangkasnya rantai dan pemasaran menjadi lebih efisien yang menguntungkan petani dan pedagang kecil.
4. adanya perbaikan sistem pengadaan sarana dan prasarana pasar yang lebih baik
5. peningkatan motivasi dan keterlibatan masyarakat dalam siklus perdagangan
6. berkembangnya agropolitan dengan pengolahan hasil-hasil pertanian
Arah Kebijakan
1. pembinaan dan pengembangan potensi SDM agar mampu bersaing di pasar global
2. keberpihakan kebijakan perdagangan yang pihak kepada masyarakat kecil
3. penataan kembali dan perbaikan insfrastruktuur dan kondisi yang menujang perdagangan di pasar supayang 4. pemutuusan rantai pemasaran yang panjang guna
mengurangi ketergantungan kepada pihak ketiga melalui pamanfaatan teknologi tepat guna dalam pengelolaaan hasil pertanian
RPJM NAGARI SUPAYANG Th. 2020-2026
Pemerintahan Kabupaten Solok 67
Program:
1. Program pembinaan pedagang kecil yang mampu meningkatkan daya saing produk dan jasa
2. pengaktifan dan peremajaan kembali lumbung pitih Nagari Supayang (LPN) sebagai lembaga keuangan syariah dan lembaga pembinaan dan pengembangan yang berkelanjutan bagi pedagang kecil.
3. program perbaikan sarana dan prasarana pasar baso dan reposisi los-los hingga membentuk lingkaran penyediaan kawasan parkir yang lebih kondusif
4. program perbaikan sistem pasar menjadi sistematik dan terkontrol serta menjadi sentral pemasaran yang mampi mengelola dan menfasilitasi pemasaran menjadi lebih efesien dan menguntungkan pedagang kecil
5. peningkatan dan pengembangan pasar lokal dan eksport 6. program perbaikan kualitas produk dengan standarisasi
nasional
7. program pengembangan agroindastri dan pemanfaatan teknologi tepat guna
8. pemberian bantuan dan dorongan aktif dari Pemerintah koppreindag dan keterlibatan aktif masyarakat dalan menjayakan stiap program.
4.1.3.1.4 Wilayah Pertumbuhan industri kecil dan menengah
Usaha kecil dan menengah (UKM) adalah merupakan ujung tombak bagi membangunkan perekonomian darah.
Gejolak ekonomi sesama kritis membuktikan UKM mampu tumbuh dan berkembang dengan baik ditengah sulitnya perekonomian. Kesinargisan potensi antara UKM dan
RPJM NAGARI SUPAYANG Th. 2020-2026
Pemerintahan Kabupaten Solok 68
agroindustri sangat dibutuhkan untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian.
Di Nagari Supayang terdapat ... UKM yang memberikan jasa produk dan jasa yang secara umum terdiri dari industri konveksi, industri kerajinan, industri makanan yang ... % telah menyediakan peluang kerja.
Perkembangan pertumbuhan UKM rata-rata sebanyak ...%
dari tahun 2018-2019. perkembangan ini menunjukkan potensi yang sangat besar untuk dikembangkan walaupun perkembangan ini perlahan-lahan karena SDM yang kurang trampil, kekurangan kreativitas dan teknologi dalam bersaing di pasar yang dinamis. Motivasi wirausaha UKM juga belum berkembang secara optimal menyebabkan perkembangan UKM masih berkonsep jangka pendek dan kurang tersistem dengan baik. Disamping itu UKM juga kekurangan modal untuk mengembangkan usaha mereka.
Masalah :
1. Sumber daya manusia yang kurang trampil dan sistem yang berorientasi jangka pendek
2. Produk kurang mempunyai nilai tambah (added value) untuk menghadapi pasar dinamis
3. kekurangan modal untuk mengembangkan usaha
Sasaran :
Meningkatkan dan mengembangkan profesionalisme, efesien dan produktifitas UKM yang memberikan nilai tambah untk meningkatkan daya saing sehingga tumbuh berkembang secara optimal dan berkelanjutan.
RPJM NAGARI SUPAYANG Th. 2020-2026
Pemerintahan Kabupaten Solok 69
Indikator :
1. Peningkatan motivasi wirausaha dan keterampilan manajemen usaha secara profesional
2. Mempunyai nilai tambah dengan peningkatan kreativitas dan etos kerja
3. Bertambahnya penyediaan peluas pekerjaan dari ukm 4. Meningkatnya penggunaan teknologi tepat guna dan
pengembangan pasar
Arah Kebijakan :
1. Menumbuh kembangkan UKM yang lebih profesiaonal dan berwawasan kewirausahaan yang mempi memberikan daya saing yang tinggi atas nilai kreatifitas produk dan jasa yang mempunyai nilai tambah di pasar global
2. UKM yang mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi penciptaan lapangan kerja dalam proses memanfaatkan potensi SDM dan SDA di daerah yang potensial
3. Menyatukan pembinaan dan pengembangan UKM dalam bentuk fisik dan non fisik dalam bentuk koperasi atau lembaga keuangan yang berkonsep good corporate govermence
Program :
1. Program pelatihan kewirausahaan ukm dan studi banding ke prusahaan yang sudah sukses
2. Pengaktifan kembali lumbung pitih Nagari Supayang (lpn) yang berkonsep good corporate govermence yang mampu memberikan pembinaan dan pengembangan ukm secara berkelanjutan
RPJM NAGARI SUPAYANG Th. 2020-2026
Pemerintahan Kabupaten Solok 70
3. Program peningkatan kualitas produk dan jasa melalui standarisasi nasional
4. Program pembinaan pengembangan industri perngolaan hasil pertanian dan pertenakan yang berbasis agroindustri melalui pemanfaatan teknologi tepat guna
5. Program pengembangan pemasaran produk ukm
6. Pemberian bantuan dan dorongan aktif dari Pemerintah, koppreindag dan keterlibatan aktifasi masyarakat dalam melaksanakan setiap program
4.1.3.2 Pembangunan sarana dan prasarana Pariwisata Sesuai dengan program pembangunan Nagari Supayang upaya pengembangan potensi pariwisata ini disamping melalui pengembangan dan pembenahan infra struktur yang ada terutama jalan dan fasilitas penunjang lainnya membuat Peraturan sebagai acuan pengelolaan objek wisata juga melalui peningkatan promosi wisata salah satunya melalui perencanaan sekenario perjalanan pariwisata terpadu dengan peta perjalanan wisata propinsi yang sudah ada dengan usaha tersebut diharapkan sektor pariwisata akan memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian dan penunjang PAN.
Masalah
1. Masih kurangnya perhatian Pemerintah dalam pengelolaan objek wisata
2. Belum optimalnya manajemen pengelolaan objek wisata 3. masih rendahnya SDM pengelola objek wisata
4. belum memadainya sarana dan prasarana pendukung untuk pariwisata
5. belum optimalnya promosi wisata
RPJM NAGARI SUPAYANG Th. 2020-2026
Pemerintahan Kabupaten Solok 71
6. belum adanya Peraturan yang jelas yang dapat dijadikan acuan dalam pengelolaan objek wisata
Sasaran
pengembangan peningkatan prasarana dan sarana pariwisata di Nagari Supayang secara optimal dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli Nagari tabek pajang sebagai perwujudan cita-cita Nagari mandiri kedepan
Indikator
1. kontribusi pariwisata terhadap PAN meningkat 2. meningkatnya kualitas SDM pengelola pariwisata 3. jumlah usaha pariwisata ikut meningkat
4. jumlah tenaga kerja yang terlibat aktivitas pariwisata meningkat
5. meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan yang berkunjung ke Nagari Supayang
Arah Kebijakan
1. Merencanakan pengembangan pariwisata secara bertahap dan terpadu
2. Memanfaatkan peta perjalanan wisata propinsi sumatera barat
Program
1. Penginventarisasian potensi-potensi pariwisata
2. Pengelolaan dan pengembangan segenap potensi pariwisata di nagari
3. Pembenahan manajemen pengelolaan industri pariwisata 4. Penyusunan peraturan nagari tentang kepariwisataan 5. Peningkatan promosi objek wisata
RPJM NAGARI SUPAYANG Th. 2020-2026
Pemerintahan Kabupaten Solok 72
6. Pembangunan sarana dan prasarana dan objek wisata dengan cara melakukan kerja sama dengan kelompok masyarakat adat di Nagari Supayang dan pihak lain yang terkait.
4.2 ARAH KEBIJAKAN KEUANGAN NAGARI
Pelaksanaan pembangunan suatu Nagari sangat dipengaruhi oleh ketersediaan Anggaran Pemerintah Nagari. Untuk kelancaran proses pembangunan tersebut maka disusunlah Anggaran Pendapatan dan Belanja Nagari (APBN) secara matang dan jelas dalam setiap tahun anggaran.
4.2.1 PENERIMAAN NAGARI
Merujuk kepada Undang-Undang No 25 tahun 1999 dan Undang-Undang No. 33 tahun 2004, dijelaskan bahwa sumber-sumber penerimaan nagari dapat berasal dari dana perimbangan, Pendapatan Asli Nagari (PAN) dan penerimaan lain-lain yang syah. Dana perimbangan dalam hal ini dapat berupa bagi hasil perolehan pajak daerah, Dana Alokasi Umum Nagari (DAUN), pembiayaan atas pelaksanaan tugas pembantuan, bantuan lain dari pemerintah provinsi atau pemerintah kabupaten dan bagi hasil penerimaan pemerintahan yang dipungut dan berasal dari nagari.
Sementara Pendapatan Asli Nagari dapat dihimpun melalui hasil kekayaan nagari, hasil badan usaha milik nagari, retribusi nagari, hasil swadaya masyarakat, gotong royong dan pungutan nagari. Sedangkan untuk penerimaan lain-lain diperoleh dari sumbangan pihak ketiga, pinjaman nagari, hasil kerjasama dengan pihak lain dan pendapatan lain yang syah. Diantara ketiga sumber penerimaan diatas, PAN (Pendapatan Asli Nagari) merupakan salah satu tolok ukur
RPJM NAGARI SUPAYANG Th. 2020-2026
Pemerintahan Kabupaten Solok 73
kemampuan nagari dalam menyelenggarakan dan mewujudkan otonomi, disamping juga merupakan cermin dari kemandirian nagari tersebut.
Tabel 4.2.1
Distribusi Penerimaan Nagari Supayang Tahun Anggaran 2018-2019
Jenis Penerimaan
Tahun
2018 2019
(Rp) (Rp)
1. PENDAPATAN ASLI NAGARI
5.580.667 4.000.000 2. PENDAPATAN TRANSFER
Dana Desa
Bagian dari hasil pajak dan Restribusi daerah
Alokasi Dana Desa
791.917.000 26.757.047 905.296.000
929.112.000 27.726.225 925.544.000
3. PENDAPATAN LAIN-LAIN - 1.056.701
Jumlah 1.729.550.714 1.887.438.926 Sumber : APB Nagari Supayang 2018/2019
Berdasarkan data dua tahun terakhir, terlihat bahwa realisasi penerimaan pemerintah kenagarian Supayang pada tahun 2018-2019 terjadi peningkatan. Peningkatan ini antara lain disebabkan peningkatan pendapatan transfer yaitu dana desa dan alokasi dana desa alokasi dana desa yang berasal dari Kabupaten Solok, sementara penerimaan yang berasal dari Pendapatan Asli Nagari mengalami sedikit penurunan.
Dari kontribusi PAN yang ada dapat disimpulkan bahwa tingkat kemandirian nagari ditinjau dari pengelolaan PAN tergolong relatif masih cukup rendah, padahal masih banyak sumber PAN yang potensial untuk dikembangkan terutama sekali dari pengelolaan objek wisata yang ada. Untuk itu diperlukan semacam aturan yang tegas mengenai pengelolaan kekayaan nagari dalam bentuk Peraturan Nagari.