• Tidak ada hasil yang ditemukan

1 LKjIP Sekretariat Daerah Tahun 2020 BAB I PENDAHULUAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "1 LKjIP Sekretariat Daerah Tahun 2020 BAB I PENDAHULUAN"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, dinyatakan bahwa azas-azas umum penyelenggaraan pemerintahan negara meliputi : Azas Kepastian Hukum, Azas Keterbukaan, Azas Proporsionalitas, Azas Profesionalitas, dan Azas Akuntabilitas. Azas akuntabilitas adalah setiap kegiatan dan hasil akhir dari kegiatan penyelenggara negara harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat atau rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sebagai tindak lanjut regulasi tersebut, telah diterbitkan Peraturan Presiden RI Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja, dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Mendasarkan pada regulasi tersebut di atas Bupati/Walikota berkewajiban menyusun Laporan Kinerja Instansi Pemerintah kabupaten/kota dan menyampaikannya kepada Gubernur, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, dan Menteri Dalam Negeri paling lambat 3 (tiga) bulan setelah tahun anggaran berakhir.

Laporan kinerja yang disusun secara periodik setiap akhir tahun anggaran tersebut merupakan media pertanggungjawaban dan sebagai perwujudan kewajiban pemerintah untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan dan/atau kegagalan pelaksanaan program dan kegiatan y ang telah diamanatkan para pemangku kepentingan dalam rangka mencapai visi dan misi organisasi secara terukur sesuai dengan sasaran dan target kinerja yang ditetapkan. Penyusunan kinerja juga dapat dijadikan sebagai alat kendali, instrumen penilaian kinerja dan mendorong terwujudnya good governance,

(3)

serta dalam perspektif yang lebih luas berfungsi sebagai media pertangunggjawaban kepada publik.

B. Gambaran Umum Organisasi

Struktur organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Sukoharjo mengacu pada Peraturan Bupati Sukoharjo Nomor 82 Tahun 2019 Tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, Serta Tata Kerja, Staf Tata Kerja, Staf Ahli Bupati, Sekretariat Daerah, Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Inspektorat Dan Kecamatan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Bupati Sukoharjo Nomor 82 Tahun 2020 Tentang Perubahan Atas Peraturan Bupati Sukoharjo 82 Tahun 2019 Tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas Dan Fungsi, Serta Tata Kerja, Staf Ahli Bupati, Sekretariat Daerah, Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Inspektorat Dan Kecamatan, sebagai berikut:

1. Kedudukan Sekretariat Daerah

Sekretariat Daerah merupakan unsur staf, yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah dan bertanggung jawab kepada Bupati.

2. Tugas Pokok Sekretariat Daerah

Sekretariat Daerah mempunyai tugas membantu Bupati dalam penyusunan kebijakan dan pengkoordinasian administratif terhadap pelaksanaan tugas perangkat daerah dan staf ahli serta pelayanan administratif.

3. Fungsi Sekretariat Daerah

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, Sekretariat Daerah mempunyai fungsi sebagai berikut:

a. perumusan penyusunan kebijakan daerah;

b. pelaksanaan koordinasi penyusunan kebijakan daerah;

c. penyelenggaraan kebijakan daerah;

d. pembinaan dan fasilitasi penyelenggaraan kebijakan daerah;

e. pelaksanaan koordinasi pelaksanaan tugas satuan kerja perangkat daerah;

f. pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kebijakan daerah;

g. pelayanan administratif dan pembinaan aparatur sipil Negara; dan

(4)

h. pelaksanaan fungsi kedinasan lain yang diberikan oleh Bupati terkait dengan tugas dan fungsinya.

4. Susunan Organisasi Sekretariat Daerah Sekretariat Daerah, terdiri dari:

a. Sekretaris Daerah;

b. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat selaku koordinator atas:

1) Bagian Pemerintahan terdiri dari:

a) Subbagian Administrasi Pemerintahan;

b) Subbagian Administrasi Kewilayahan; dan c) Subbagian Kerjasama dan Otonomi Daerah.

2) Bagian Kesejahteraan Rakyat terdiri dari:

a) Subbagian Bina Mental Spiritual;

b) Subbagian Kesejahteraan Sosial; dan c) Subbagian Kesejahteraan Masyarakat.

3) Bagian Hukum terdiri dari:

a) Subbagian Perundang-undangan;

b) Subbagian Bantuan Hukum; dan

c) Subbagian Dokumentasi dan Informasi.

c. Asisten Perekonomian dan Pembangunan selaku koordinator atas:

1) Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam terdiri dari:

a) Subbagian Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah dan Badan Layanan Umum Daerah;

b) Subbagian Perekonomian; dan c) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan.

2) Bagian Administrasi Pembangunan terdiri dari:

a) Subbagian Penyusunan Program;

b) Subbagian Pengendalian Program; dan c) Subbagian Evaluasi dan Pelaporan.

3) Bagian Pengadaan Barang dan Jasa terdiri dari:

a) Subbagian Pengelolaan Pengadaan Barang dan Jasa;

b) Subbagian pengelolaan Layanan Pengadaan Secara Elektronik;

dan

(5)

c) Subbagian Pembinaan dan Advokasi Pengadaan Barang dan Jasa.

d. Asisten Administrasi Umum selaku koordinator atas:

1) Bagian Umum terdiri dari:

a) Subbagian Tata Usaha Pimpinan, Staf Ahli dan Kepegawaian;

b) Subbagian Keuangan; dan

c) Subbagian Rumah Tangga dan Perlengkapan.

2) Bagian Organisasi terdiri dari:

a) Subbagian Kelembagaan dan Analisis Jabatan;

b) Subbagian Pelayanan Publik dan Tata Laksana; dan c) Subbagian Kinerja dan Reformasi Birokrasi.

3) Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan terdiri dari:

a) Subbagian Protokol;

b) Subbagian Komunikasi Pimpinan; dan c) Subbagian Dokumentasi Pimpinan.

C. Kondisi Aparatur Sipil Negara

Salah satu instrumen pokok dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Sekretariat Daerah dalam penyelenggaraan tugas dan funginya adalah aparatur sipil negara dengan kuantitas dan kualitas yang memadai. Jumlah PNS/CPNS Sekretariat Daerah Kabupaten Sukoharjo sebagai berikut:

Tabel 1.C.1

Jumlah PNS/CPNS Sekretariat Daerah Kabupaten Sukoharjo

Sumber: Bagian Umum Setda

Adapun Jumlah PNS/CPNS Sekretariat Daerah Kabupaten Sukoharjo berdasarkan pendidikan dapat dilihat pada tabel berikut:

NO NAMA BAGIAN GOL

IV/d GOL IV/c

GOL IV/b

GOL

IV/a III/d III/c III/b III/a II/d II/c II/b II/a I/d I/c I/b I/a JML THL CPNS KET

1 UMUM 0 0 0 3 2 4 5 5 10 2 2 3 1 0 0 0 37 22 2

CPNS s uda h ma s uk hi tunga n kol om

2 PEREKONOMIAN DAN SDA 0 0 1 3 3 3 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 11 2

3 ADM.PEMB 0 0 0 1 4 1 0 2 0 1 0 0 0 0 0 0 9 2

4 PROKOPIM 0 0 0 0 1 2 4 5 2 0 2 0 0 0 0 0 16 7

5 KESRA 0 0 0 3 3 1 2 2 0 1 0 0 0 0 0 0 12 1 1

CPNS s uda h ma s uk hi tunga n kol om

6 HUKUM 0 0 0 0 3 3 0 2 0 0 0 0 0 0 0 0 8 3 1

CPNS s uda h ma s uk hi tunga n kol om

7 PEMERINTAHAN 0 0 1 1 3 1 0 1 1 1 0 0 0 0 0 0 9

8 PBJ 0 0 2 0 1 3 5 2 0 0 0 0 0 0 0 0 13

9 ORGANISASI 0 0 1 0 2 2 3 6 0 0 0 0 0 0 0 0 14 5

CPNS s uda h ma s uk hi tunga n kol om

10 SETDA 0 2 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 3

0 2 6 11 22 20 20 25 13 5 4 3 1 0 0 0 132

(6)

Tabel 1.C.1

Jumlah PNS/CPNS Sekretariat Daerah Kabupaten Sukoharjo berdasarkan pendidikan

NO NAMA BAGIAN S2 S1 D4 D3 D2 D1 SMA SMP SD JML

1 UMUM 8 6 0 3 0 0 15 4 1 37

2 PEREKONOMIAN DAN SDA 4 5 0 1 0 0 1 0 0 11

3 ADM.PEMB 2 6 0 0 0 0 1 0 0 9

4 PROKOPIM 3 6 0 3 0 0 4 0 0 16

5 KESRA 6 4 0 1 0 0 1 0 0 12

6 HUKUM 1 7 0 0 0 0 0 0 0 8

7 PEMERINTAHAN 4 2 0 1 0 0 2 0 0 9

8 PBJ 3 7 0 3 0 0 0 0 0 13

9 ORGANISASI 4 7 0 1 0 0 2 0 0 14

10 SETDA 3 0 0 0 0 0 0 0 0 3

38 50 0 13 0 0 26 4 1 132

D. Isu Strategis Pembangunan Tahun 2020

Isu-isu strategis berdasarkan tugas dan fungsi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) adalah kondisi atau hal yang harus diperhatikan atau dikedepankan dalam perencanaan pembangunan karena dampaknya yang signifikan bagi (OPD) di masa datang. Suatu kondisi/kejadian yang menjadi isu strategis adalah keadaan yang apabila tidak diantisipasi, akan menimbulkan kerugian yang lebih besar atau sebaliknya, dalam hal tidak dimanfaatkan, akan menghilangkan peluang untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat dalam jangka panjang.

Informasi yang diperlukan dalam perumusan isu-isu strategis dapat disusun berdasarkan kondisi di Sekretariat Daerah Kabupaten Sukoharjo sebagai berikut:

a. Belum optimalnya pelaksanaan koordinasi dengan Perangkat Daerah/instansi lainnya;

b. Kurangnya Pemahaman unsur terkait (Dinas, Lembaga Teknis Daerah, Kecamatan) mengenai aturan dan kebijakan yang harus dilaksanakan;

c. Belum terpadunya penyelenggaraan reformasi birokrasi antar Perangkat Daerah yang mengawal reformasi birokrasi;

d. Sistem akuntabilitas kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah belum terlaksana dengan baik;

(7)

e. Lunturnya norma-norma sosial, kesopanan dan kesusilaan dan norma- norma agama dalam kehidupan bermasyarakat;

f. Kebijakan Pemerintah pusat yang tidak konsisten dan tidak proporsional dapat menimbulkan pengaruh terhadap kinerja Sekretariat Daerah;

g. Belum semua Perangkat Daerah menetapkan target pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan pedoman pelayanan publik dalam pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan kewenangan Perangkat Daerah, sehingga kinerja pelayanan publik belum dapat diukur dengan kriteria SPM;

h. Adanya ketidakmerataan beban kerja antar Perangkat Daerah;

i. Belum optimalnya peningkatan intensifikasi sumber-sumber pendapatan daerah sesuai peraturan perundangan yang baru, yang menjamin penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah serta pengelolaan aset daerah dan Sistem Informasi Manajemen (SIM);

j. Kurang optimalnya kemampuan dan profesionalisme aparatur pemerintah daerah dalam mewujudkan pelayanan prima kepada masyarakat dan dunia usaha, antara lain disebabkan terbatasnya prasarana dan sarana, kemampuan aparat dan anggaran yang terbatas;

k. Belum optimalnya kerjasama antar daerah dalam rangka peningkatan promosi daerah, penanaman modal, pengelolaan sumber daya alam.

Jumlah persetujuan (MOU) kerjasama antar daerah, baik dengan pemerintah daerah dan dunia usaha masih terbatas;

l. Belum optimalnya penyediaan prasarana dan sarana pelayanan di Perangkat Daerah dan pemerintah desa/kelurahan yang dapat meningkatkan kinerja pelayanan publik;

m. Belum optimalnya pemanfaatan persandian dalam menjamin komunikasi yang efektif antar lembaga pemerintah;

n. Kurangnya sarana dan prasarana kearsipan;

o. Kurangnya pengetahuan dan kesadaran Perangkat Daerah mengenai tata kelola kearsipan;

p. Peran lembaga hubungan masyarakat kurang optimal;

q. Kurang maksimalnya alat informasi yang modern dan canggih sehingga teknik penyajian informasi daerah tidak tercapai ke masyarakat;

r. Belum optimalnya dokumentasi informasi daerah yang bermutu dan tertata.

(8)

BAB II

PERENCANAAN KINERJA

A. Rencana Strategis

Rencana strategis merupakan hal yang sangat diperlukan oleh sebuah organisasi dalam menentukan arah dan tujuan yang akan dicapai. Rencana strategis juga akan memperjelas konsep organisasi dalam menentukan aktivitas agar tujuan dapat tercapai secara efektif dan efisien dengan mempertimbangkan seluruh potensi dan kemampuan yang ada secara integraldan komprehensif.

Demikian halnya dengan organisasi Pemerintah Daerah, maka keberadaan rencana strategis mutlak diperlukan dalam rangka pencapaian tujuan dan sasaran yang hendak dicapai.

Dalam konteks Sekretariat Daerah Kabupaten Sukoharjo, rencana strategis dimanifestasikan dalam bentuk dokumen Rencana Strategis (RENSTRA) Tahun 2016-2021. Rencana strategis dimaksud mencakup Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Strategi, Arah Kebijakan, Program, dan Kegiatan. Sedangkan uraian sasaran target kinerja yang akan dicapai dalam tahun 2020 beserta program pendukungnya diuraikan dalam dokumen Perjanjian Kinerja Sekretariat Daerah Kabupaten Sukoharjo Tahun 2020.

1. Visi dan Misi

Sekretariat Daerah Kabupaten Sukoharjo sebagai salah satu Satuan Kerja Perangkat Daerah dalam menjalankan tufas dan fungsinya mendukung mencapaian Visi Kabupaten Sukoharjo tahun 2016-2021 sebagai manivestasi visi H. Wardoyo Wijaya, SH., MH. (Bupati) dan Purwadi, SE., MM (Wakil Bupati) sebagai berikut :

“TERUS MEMBANGUN SUKOHARJO YANG LEBIH SEJAHTERA, MAJU DAN BERMARTABAT DIDUKUNG PEMERINTAHAN YANG PROFESIONAL”

Visi Pembangunan Kabupaten Sukoharjo ini diharapkan akan mewujudkan keinginan dan amanat masyarakat Kabupaten Sukoharjo. Visi Pembangunan Kabupaten Sukoharjo tersebut harus dapat diukur keberhasilannya dalam jangka waktu 5 (lima) tahun ke depan, makna yang terkandung dalam Visi tersebut dijabarkan sebagai berikut:

(9)

SEJAHTERA:

Mengandung makna dalam lima tahun ke depan akan terjadi semakin meningkatnya kesejahteraan masyarakat, yang diindikasikan dengan meningkatnya pendapatan perkapita penduduk yang berdampak pula pada menurunnya angka kemiskinan, serta peningkatan keterjangkauan pelayanan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar.

MAJU:

Mengandung Makna Kondisi pembangunan daerah yang dilandasi keinginan bersama untuk mewujudkan masa depan ekonomi, sosial dan lingkungan fisik yang lebih baik, didukung sumberdaya manusia yang unggul, profesional, berperadaban tinggi, berdaya saing, berakhlak mulia serta berwawasan ke depan;

BERMARTABAT:

Mengandung makna kondisi kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara yang bertumpu pada nilai-nilai budi pekerti dan budaya yang luhur, mengedepankan etika, moral, maupun norma agama masyarakat;

PROFESIONAL:

Mengandung Makna bahwa Penyelenggaraan Pemerintahan yang baik (Partisipatif, Akuntable, Transparan dan Efisien) dan bersih (bebas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme).

Untuk mewujudkan visi Kabupaten Sukoharjo, ditetapkan 5 (lima) misi sebagai berikut:

1. Memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif dan transparan;

2. Meningkatkan kualitas hidup manusia dan masyarakat;

3. Memperkuat kemandirian ekonomi daerah denggan menggerakkan sektor unggulan daerah;

4. Meningkatkan kualitas kehidupan beragama dan bermasyarakat;

5. Mewujudkan kondisi masyarakat yang tenteram, aman dan dinamis.

(10)

2. Tujuan dan Sasaran

Tujuan dan sasaran dirumuskan dalam rangka mencapai misi. Tujuan adalah pernyataan-pernyataan tentang hal yang perlu dilakukan untuk mencapai visi, melaksanakan misi dengan menjawab isu-isu strategis dan permasalahan pembangunan daerah. Sedangkan sasaran adalah hasil atau kondisi yang diharapkan dari suatu tujuan yang terukur formulasinya. Tujuan, Sasaran Strategis dan indikator sasaran Sekretariat Daerah Kabupaten Sukoharjo Tahun 2016-2021 tergambar dalam matrik sebagai berikut:

Tabel II.A.1

Matriks Tujuan, Sasaran dan Indikator Sasaran

NO TUJUAN SASARAN INDIKATOR SASARAN

1 1. Meningkatknya pembinaan, penataan dan pengkoordinasia n dalam

perumusan kebijakan dan penyelenggaraan pemerintahan dan perumusan, pembinaan produk-produk hukum daerah.

1. Meningkatnya akuntabilitas kinerja Pemerintah Daerah.

1. Prosentase PD yang menyusun dan menyampaikan LKPJ tepat waktu.

2. Nilai Evaluasi Akuntabilitas (SAKIP) Kabupaten.

3. Prosentase PD dengan Nilai AKIP- nya B.

2. Meningkatnya tata kelola/sistem penyelenggaraan pemerintahan kabupaten / kecamatan / kelurahan/desa.

1. Prosentase implementasi regulasi pemerintahan kecamatan,

kelurahan/desa.

2. Prosentase batas wilayah yang ditetapkan.

3. Prosentase tingkat pemenuhan pengisian IKK dalam Dokumen LPPD.

4. Nilai Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD).

3. Meningkatnya kualitas produk hukum dan informasi hukum daerah.

1. Prosentase dokumen Per-UU-an yang dipubliksikan dalam Sistem Dokumentasi Hukum.

2. Prosentase produk hukum yang sesuai dengan Peraturan Perundang- undangan yang lebih tinggi dan sesuai kepentingan umum.

3. Prosentase rancangan produk hukum daerah yang diselesaikan sesuai PROLEGDA.

4. Meningkatnya kualitas penanganan permasalahan

1. Prosentase penanganan permasalahan hukum yang diselesaikan.

(11)

NO TUJUAN SASARAN INDIKATOR SASARAN hukum dalam

penyelenggaraan pemerintahan.

2. Meningkatnya pembinaan dan pengkoordinasia n penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan di bidang organisasi, kehumasan dan protokol,

perlengkapan dan umum.

1. Meningkatnya Pelayanan kehumasan, publikasi dan dokumentasi keprotokolan pemerintah daerah.

1. Jumlah media publikasi dan informasi.

2. Prosentase kegiatan pemerintah daerah yang terdokumentasi.

3. Prosentase cakupan kegiatan keprotokoleran.

2. Meningkatnya kualitas pelayanan publik.

1. Indeks Kepuasan Masyarakat.

2. Prosentase PD yang memiliki inovasi dalam pelayanan publik.

3. Meningkatnya pelaksanaan Reformasi Birokrasi, penataan kelembagaan, ketatalaksanaan dan aparatur pemerintah daerah.

1. Jumlah PD yang diusulkan sebagai WBK dan WBBM

2. Nilai Indeks Reformasi Birokrasi.

3. Prosentase jabatan yang sudah memiliki standar kompetensi.

4. Meningkatnya penatausahaan keuangan, pengelolaan administrasi pengadaan

kebutuhan, analisa dan distribusi barang lingkup Setda serta pelayanan pimpinan dan rumah tangga.

1. Prosentase pengelolaan aset Setda yang sesuai dengan peraturan yang berlaku.

2. Prosentase pemenuhan sarana dan prasarana perkantoran sesuai kebutuhan.

3. Tingkat kepuasan aparatur terhadap ketersediaan barang penunjang administrasi perkantoran.

3. Meningkatnya pembinaan dan pengkoordinasia n penyusunan pedoman dan petunjuk teknis administrasi pembangunan.

1. Meningkatnya kajian/telaahan dan rumusan kebijakan teknis sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan pembangunan.

1. Jumlah pedoman Penataausahaan Pelaksanaan dan

Pertanggungjawaban APBD yang diterbitkan.

2. Prosentase jumlah program/kegiatan yang terlaksana tepat waktu.

2. Meningkatnya fasilitasi pelayanan

1. Prosentase pengadaan barang/jasa pemerintah yang efektif dan efisien.

(12)

NO TUJUAN SASARAN INDIKATOR SASARAN proses pengadaan

barang/jasa pemerintah.

2. Prosentase penghematan APBD melalui pengadaan barang/jasa secara elektronik.

2 1. Meningkatnya pembinaan, penataan dan pengkoordinasia n dalam

perumusan kebijakan dan penyelenggaraan pemerintahan dan perumusan, pembinaan urusan kesehatan, pendidikan dan kebudayaan serta

kepemudaan dan olahraga.

1. Meningkatnya pelestarian seni dan budaya daerah.

1. Prosentase kelompok seni dan budaya daerah.

2. Meningkatnya pembinaan dan pemasyarakatan olahraga.

1. Prosentase cabang olahraga berprestasi.

3 1. Meningkatnya pembinaan, penataan dan pengkoordinasia n dalam

perumusan kebijakan dan penyelenggaraan pemerintahan dan perumusan, pembinaan bidang

perekonomian.

1. Meningkatnya kajian/telaahan dan rumusan kebijakan di bidang

perekonomian.

1. Jumlah Dokumen pelaporan data dan informasi perekonomian serta

evaluasi pelaksanaan kegiatan di bidang perekonomian.

2. Meningkatnya pengawasan terhadap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

1. Jumlah BUMD yg sehat dan profitable.

4 1. Meningkatnya pembinaan, penataan dan pengkoordinasia n dalam

perumusan kebijakan dan penyelenggaraan pemerintahan dan perumusan,

1. Meningkatnya kuantitas dan kualitas kegiatan sosial dan keagamaan di masyarakat.

1. Prosentase kegiatan keagamaan di masyarakat.

(13)

NO TUJUAN SASARAN INDIKATOR SASARAN pembinaan

bidang sosial keagamaan.

5 1. Meningkatnya pembinaan, penataan dan pengkoordinasia n dalam

perumusan kebijakan dan penyelenggaraan pemerintahan bidang

keamanan dan ketertiban masyarakat.

1. Meningkatnya kondusifitas daerah.

1. Prosentase permasalahan/konflik yang terselesaikan.

B. Perjanjian Kinerja

Perjanjian Kinerja pada dasarnya adalah pernyataan komitmen pimpinan yang mempresentasikan tekad dan janji untuk mencapai kinerja yang jelas dan terukur dalam rentang waktu satu tahun berdasarkan tugas, fungsi, dan wewenang serta mempertimbangkan sumberdaya yang tersedia. Kinerja yang disepakati tidak dibatasi pada kinerja yang dihasilkan atas kegiatan tahun bersangkutan, tetapi termasuk kinerja (outcome) yang seharusnya terwujud akibat kegiatan tahun-tahun sebelumnya. Dengan demikian target kinerja yang diperjanjikan juga mencakup outcome yang dihasilkan dari kegiatan tahun-tahun sebelumnya, sehingga terwujud kesinambungan kinerja setiap tahunnya.

Tujuan disusunnya Perjanjian Kinerja adalah:

1. Sebagai wujud nyata komitmen antara penerima dan pemberi amanah untuk meningkatkan integritas, akuntabilitas, transparansi, dan kinerja Aparatur.

2. Menciptakan tolok ukur kinerja sebagai dasar evaluasi kinerja aparatur.

3. Sebagai dasar penilaian keberhasilan/kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran organisasi dan sebagai dasar pemberian penghargaan dan sanksi.

4. Sebagai dasar bagi pemberi amanah untuk melakukan monitoring, evaluasi dan supervisi atas perkembangan/kemajuan kinerja penerima amanah.

5. Sebagai dasar dalam penetapan sasaran kinerja pegawai.

Dalam rangka mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan dan akuntabel serta berorientasi pada hasil, Sekretariat Daerah Kabupaten Sukoharjo pada Tahun 2020 telah menetapkan Perjanjian Kinerja

(14)

untuk mewujudkan target kinerja sesuai lampiran perjanjian ini. Adapun Perjanjian Kinerja Pemerintah Kabupaten Sukoharjo Tahun 2020, adalah sebagaimana terlampir.

(15)

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

Akuntabilitas Kinerja merupakan perwujudan kewajiban suatu instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan/kegagalan pelaksanaan Program dan Kegiatan yang telah diamanatkan para pemangku kepentingan dalam rangka mencapai misi organisasi secara terukur dengan sasaran/target kinerja yang telah ditetapkan melalui laporan kinerja instansi pemerintah yang disusun secara periodik.

A. Pengukuran Kinerja

Dalam rangka menjamin adanya peningkatan dalam pelayanan publik dan meningkatkan akuntabilitas maka dilakukan Pengukuran Kinerja, sebagai salah satu fondasi utama dalam menerapkan manajemen kinerja dengan melakukan klarifikasi output dan outcome yang akan dan seharusnya dicapai untuk memudahkan terwujudnya organisasi yang akuntabel. Pengukuran kinerja dilakukan dengan membandingkan antara kinerja yang (seharusnya) terjadi dengan kinerja yang diharapkan.

Kerangka pengukuran kinerja di Pemerintah Kabupaten Sukoharjo dilakukan dengan mengacu ketentuan dalam Peraturan Presiden RI Nomor 29 Tahun 2014, Peraturan Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014, dan Keputusan Kepala LAN Nomor 239/IX/6/8/2003. Adapun pengukuran kinerja tersebut dengan rumus sebagai berikut:

1. Apabila semakin tinggi realisasi menunjukkan semakin tingginya atau semakin rendah realisasi menunjukkan semakin rendahnya kinerja, digunakan rumus:

Capaian Indikator Kinerja = Realisasi

x 100%

Target

2. Apabila semakin tinggi realisasi menunjukkan semakin rendahnya kinerja, digunakan rumus:

Capaian Indikator Kinerja = Target - (Realisasi-Target)

x 100%

Target

Sebagai dasar dalam melakukan evaluasi keberhasilan atas pencapaian tujuan dan sasaran organisasi sebagaimana yang telah ditetapkan pada perencanaan jangka menengah, maka setiap indikator kinerja sasaran akan dinilai dengan pengukuran sakla ordinal, sebagai berikut:

(16)

Tabel III.1

Skala Pengukuran Kinerja Laporan Kinerja Instansi Pemerintah

NO SKALA ORDINAL KATEGORI

1 Lebih dari 100% Sangat Baik

2 75 – 100% Baik

3 55 – 74 % Cukup

4 Kurang dari 55 % Kurang

B. Evaluasi dan Analisis Capaian Kinerja

Sesuai dengan Perjanjian Kinerja Pemerintah Sekretariat Daerah Kabupaten Sukoharjo Tahun 2020 dan Renstra Tahun 2016-2021, setidaknya terdapat 7 Tujuan dan 16 Sasaran Strategis yang harus diwujudkan pada tahun ini, yaitu:

1. Tujuan pertama: Meningkatknya pembinaan, penataan dan pengkoordinasian dalam perumusan kebijakan dan penyelenggaraan pemerintahan dan perumusan, pembinaan produk-produk hukum daerah. Dalam rangka mewujudkan tujuan tersebut ditetapkan 4 sasaran strategis, yaitu:

a. Sasaran 1.1. Meningkatnya akuntabilitas kinerja Pemerintah Daerah.

Untuk mengukur capaian kinerja pada sasaran 1.1, dimaksud maka dilakukan pengukuran kinerja sebagai berikut:

Tabel III.A.1.1.1

Capaian Kinerja Sasaran 1.1 Meningkatnya akuntabilitas kinerja Pemerintah Daerah.

No. Indikator Satuan

2018 2019 2020

Realisa si

% Capaian

Realisa si

%

Capaian Target Realisa si

% Capaian

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1.

Prosentase PD yang

menyusun dan menyampaikan LKPJ tepat waktu.

% 100 100% 100 100% 100 100 100%

2.

Nilai Evaluasi Akuntabilitas (SAKIP) Kabupaten.

Kategori CC

57,10 95,16% CC

57,84 96,4% B 64

B

60,07 93,86%

3.

.

Prosentase PD dengan Nilai AKIP-nya B.

% 6,67 6,67% 18,91 18,91% 43,58 43,58 43,58%

(17)

Berdasarkan hasil pengukuran kinerja sasaran 1.1, yaitu:

Meningkatnya akuntabilitas kinerja Pemerintah Daerah tabel di atas untuk indikator Prosentase PD yang menyusun dan menyampaikan LKPJ tepat waktu realisasinya 100 dengan capaian 100% pada tahun 2018, 2019, dan tahun 2020. Sedangkan indikator Nilai Evaluasi Akuntabilitas (SAKIP) Kabupaten pada tahun 2018 mendapat nilai 57,10 (CC) dengan capaian 95,16%. Nilai Evaluasi Akuntabilitas (SAKIP) Kabupaten mengalami kenaikan pada tahun 2019 yang mendapat nilai 57,84 (CC) dengan capaian 96,4%. Sedangkan pada tahun 2020, Nilai Evaluasi Akuntabilitas (SAKIP) Kabupaten mendapat nilai 60,07 (B) dengan capaian 93,86%.

Indikator Prosentase PD dengan Nilai AKIP-nya B pada tahun 2018, realisasinya 6,67 dengan capaian 6,67% dimana terdapat 2 Organisasi Perangkat Daerah yang Nilai AKIP-nya B. Pada tahun 2019 terdapat peningkatan dengan realisasi 18,91 dan capaian 18,91% dimana terdapat 7 Organisasi Perangkat Daerah yang Nilai AKIP-nya B. Sementara pada tahun 2020, prosentase PD dengan Nilai AKIP-nya B realisasinya 43,58 dengan capaian 43,58% dimana terdapat 17 Organisasi Perangkat Daerah yang Nilai AKIP-nya B.

b. Sasaran 1.2. Meningkatnya tata kelola/sistem penyelenggaraan pemerintahan kabupaten/kecamatan/kelurahan/desa.

Untuk mengukur capaian kinerja pada sasaran 1.2, dimaksud maka dilakukan pengukuran kinerja sebagai berikut:

Tabel III.A.1.2.1

Capaian Kinerja Sasaran 1.2 Meningkatnya tata kelola/sistem penyelenggaraan pemerintahan kabupaten/kecamatan/kelurahan/desa.

No. Indikator Satuan

2018 2019 2020

Realisa si

% Capaian

Realisa si

%

Capaian Target Realisa si

% Capaian

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1.

Prosentase implementasi regulasi pemerintahan kecamatan, kelurahan/desa.

% 100 100% 100 100% 100 100 100%

2.

Prosentase batas wilayah yang

ditetapkan.

% 100 100% 100 100% 100 100 100%

(18)

No. Indikator Satuan

2018 2019 2020

Realisa si

% Capaian

Realisa si

%

Capaian Target Realisa si

% Capaian

3.

.

Prosentase tingkat pemenuhan pengisian IKK dalam

Dokumen LPPD.

% 100 100% 100 100% 100 100 100%

4.

Nilai Laporan Penyelenggara an

Pemerintahan Daerah (LPPD).

Skor 3,261 104,09% - - - - -

Berdasarkan hasil pengukuran kinerja sasaran 1.2, yaitu:

Meningkatnya tata kelola/ sistem penyelenggaraan pemerintahan kabupaten/ kecamatan/ kelurahan/ desa, untuk indikator Prosentase implementasi regulasi pemerintahan kecamatan, kelurahan/desa memiliki realisasi 100 dengan capaian 100% pada tahun 2018, 2019 dan 2020.

Sedangkan indikator prosentase batas wilayah yang ditetapkan realisasinya 100 dengan capaian 100% dari tahun 2018 hingga tahun 2020.

Demikian pula dengan indikator prosentase tingkat pemenuhan pengisian IKK dalam Dokumen LPPD realisasinya 100 dengan capaian 100% dari tahun 2018 hingga tahun 2020. Indikator nilai Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) memperoleh skor 3,261 dengan capaian 104,09% pada tahun 2018, namun nilai LPPD untuk tahun 2019 dan tahun 2020 belum ada.

c. Sasaran 1.3. Meningkatnya kualitas produk hukum dan informasi hukum daerah.

Untuk mengukur capaian kinerja pada sasaran 1.3, dimaksud maka dilakukan pengukuran kinerja sebagai berikut:

(19)

Tabel III.A.1.3.1

Capaian Kinerja Sasaran 1.3. Meningkatnya kualitas produk hukum dan informasi hukum daerah.

No. Indikator Satuan

2018 2019 2020

Realisa si

% Capaian

Realisa si

%

Capaian Target Realisa si

% Capaian

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1.

Prosentase dokumen Per- UU-an yang dipubliksikan dalam Sistem Dokumentasi Hukum.

% 100 100% 100 100% 100 100 100%

2.

Prosentase produk hukum yang sesuai dengan

Peraturan Perundang- undangan yang lebih tinggi dan sesuai

kepentingan umum.

% 100 100% 100 100% 100 100 100%

3.

.

Prosentase rancangan produk hukum daerah yang diselesaikan sesuai PROLEGDA.

% 111,76 111,76% 92,86 92,86% 100 109,09 109,09%

Berdasarkan hasil pengukuran kinerja sasaran 1.3, yaitu:

Meningkatnya kualitas produk hukum dan informasi hukum daerah, untuk indikator prosentase dokumen Per-UU-an yang dipubliksikan dalam Sistem Dokumentasi Hukum realisasinya 100 dengan capaian 100% pada tahun 2018, 2019 dan 2020. Sedangkan untuk indikator prosentase produk hukum yang sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang lebih tinggi dan sesuai kepentingan umum realisasi dan capaiannya 100% pada tahun 2018, 2019 dan 2020.

Indikator prosentase rancangan produk hukum daerah yang diselesaikan sesuai PROLEGDA pada tahun 2018 realisasi dan capaiannya 111,76% dimana dari daftar Prolegda sebanyak 17 Perda ditetapkan 19 Perda. Pada tahun 2019, realisasi dan capaiannya 92,86% dari daftar Prolegda sebanyak 14 Perda ditetapkan 13 Perda. Sedangkan pada tahun 2020, indikator prosentase rancangan produk hukum daerah yang diselesaikan sesuai PROLEGDA realisasi dan capaiannya 109,09% dari daftar Prolegda sebanyak 11 Perda ditetapkan 12 Perda.

(20)

d. Sasaran 1.4. Meningkatnya kualitas penanganan permasalahan hukum dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Untuk mengukur capaian kinerja pada sasaran 1.4, dimaksud maka dilakukan pengukuran kinerja sebagai berikut:

Tabel III.A.1.4.1

Capaian Kinerja Sasaran 1.4. Meningkatnya kualitas penanganan permasalahan hukum dalam penyelenggaraan pemerintahan.

No. Indikator Satuan

2018 2019 2020

Realisa si

% Capaian

Realisa si

%

Capaian Target Realisa si

% Capaian

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1.

Prosentase penanganan permasalahan hukum yang diselesaikan.

% 250 250% 350 350% 100 250 250%

Berdasarkan hasil pengukuran kinerja sasaran 1.4, yaitu:

Meningkatnya kualitas penanganan permasalahan hukum dalam penyelenggaraan pemerintahan, untuk indikator prosentase penanganan permasalahan hukum yang diselesaikan realisasi dan capaiannya 250%.

Hal ini disebabkan perkara yang ditangani ada 5 (lima) perkara yaitu 3 (tiga) perkara lanjutan dan 2 (dua) perkara baru.

2. Tujuan kedua: Meningkatnya pembinaan dan pengkoordinasian penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan di bidang organisasi, kehumasan dan protokol, perlengkapan dan umum. Dalam rangka mewujudkan tujuan tersebut ditetapkan 5 sasaran strategis, yaitu:

a. Sasaran 2.1. Meningkatnya Pelayanan kehumasan, publikasi dan dokumentasi keprotokolan pemerintah daerah.

Untuk mengukur capaian kinerja pada sasaran 2.1, dimaksud maka dilakukan pengukuran kinerja sebagai berikut:

(21)

Tabel III.A.2.1.1

Capaian Kinerja Sasaran 2.1. Meningkatnya Pelayanan kehumasan, publikasi dan dokumentasi keprotokolan pemerintah daerah.

No. Indikator Satuan

2018 2019 2020

Realisa si

% Capaian

Realisa si

%

Capaian Target Realisa si

% Capaian

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1.

Jumlah media publikasi dan informasi.

Jenis 15 107,14% 15 107,14% 14 15 107,14%

2.

Prosentase kegiatan pemerintah daerah yang terdokumentasi.

% 100 100% 100 100% 100 100 100%

3.

.

Prosentase cakupan kegiatan keprotokoleran.

% 133,33 133,33% 133,33 133,33% 100 133,33 133,33%

Hasil pengukuran kinerja sasaran 2.1, yaitu: Meningkatnya pelayanan kehumasan, publikasi dan dokumentasi keprotokolan pemerintah daerah, berdasarkan tabel di atas untuk indikator jumlah media publikasi dan informasi mendapatkan realisasi 15 dengan capaian melebihi target sebesar 107,14% dari tahun 2018, 2019 dan 2020.

Sedangkan indikator prosentase kegiatan pemerintah daerah yang terdokumentasi realisasinya 100 dengan capaian 100% dari tahun 2018, 2019 dan 2020. Indikator prosentase cakupan kegiatan keprotokoleran realisasinya 133,33 dengan capaian melebihi target sebesar 133,33% dari tahun 2018, 2019 dan 2020.

b. Sasaran 2.2. Meningkatnya kualitas pelayanan publik.

Untuk mengukur capaian kinerja pada sasaran 2.2, dimaksud maka dilakukan pengukuran kinerja sebagai berikut:

Tabel III.A.2.2.1

Capaian Kinerja Sasaran 2.2. Meningkatnya kualitas pelayanan publik.

No. Indikator Satuan

2018 2019 2020

Realisa si

% Capaian

Realisa si

%

Capaian Target Realisa si

% Capaian

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1.

Indeks Kepuasan Masyarakat.

77,55 92,32% 79,65 93,71% 87 78,39 91,15%

2.

Prosentase PD yang memiliki inovasi dalam pelayanan publik.

Unit 1 100% 2 100% 3 100% 100%

(22)

Berdasarkan hasil pengukuran kinerja sasaran 2.2, yaitu:

Meningkatnya kualitas pelayanan publik, untuk indikator Indeks Kepuasan Masyarakat realisasinya pada tahun 2018, yaitu 77,55 dengan capaian 92,32%. Indikator Indeks Kepuasan Masyarakat mengalami kenaikan pada tahun 2019 untuk realisasinya menjadi 79,65 dengan capaian 93,71%. Namun pada tahun 2020, Indeks Kepuasan Masyarakat mengalami penurunan realisasi 78,39 dengan capaian 91,15%.

Sedangkan indikator prosentase PD yang memiliki inovasi dalam pelayanan publik pada tahun 2018 realisasinya 1 unit dengan capaian 100%. Pada tahun 2019, indikator prosentase PD yang memiliki inovasi dalam pelayanan publik realisasinya meningkat menjadi 2 unit dengan capaian 100%. Kemudian pada tahun 2020, indikator prosentase PD yang memiliki inovasi dalam pelayanan publik realisasinya kembali meningkat menjadi 3 unit dengan capaian 100%.

c. Sasaran 2.3. Meningkatnya pelaksanaan Reformasi Birokrasi, penataan kelembagaan, ketatalaksanaan dan aparatur pemerintah daerah.

Untuk mengukur capaian kinerja pada sasaran 2.3, dimaksud maka dilakukan pengukuran kinerja sebagai berikut:

Tabel III.A.2.3.1

Capaian Kinerja Sasaran 2.3. Meningkatnya pelaksanaan Reformasi Birokrasi, penataan kelembagaan, ketatalaksanaan dan aparatur pemerintah daerah.

No. Indikator Satuan

2018 2019 2020

Realisa si

% Capaian

Realisa si

%

Capaian Target Realisa si

% Capaian

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1.

Jumlah PD yang diusulkan sebagai WBK dan WBBM.

Unit - - - - - - -

2.

Nilai Indeks Reformasi Birokrasi.

54,83 84,35% 54,89 78,41% 75 56,02 74,69%

3.

.

Prosentase jabatan yang sudah memiliki standar

kompetensi.

% 90 100% 100 100% 100 100 100%

Berdasarkan hasil pengukuran kinerja sasaran 2.3, yaitu:

Meningkatnya pelaksanaan Reformasi Birokrasi, penataan kelembagaan, ketatalaksanaan dan aparatur pemerintah daerah, untuk indikator Indeks

(23)

Reformasi Birokrasi pada tahun 2018 realisasinya 54,83 dengan capaian 84,35%. Sedangkan indikator Indeks Reformasi Birokrasi pada tahun 2019 mengalami kenaikan pada realisasinya yaitu 54,89 dengan capaian 78,41%. Sementara pada tahun 2020, Indeks Reformasi Birokrasi mengalami kenaikan pada realisasinya yaitu 56,02 namun mengalami penurunan pada capaiannya yaitu 74,69%. Indikator prosentase jabatan yang sudah memiliki standar kompetensi pada tahun 2018 realisasinya 90 dengan capaian 100%. Demikian pada tahun 2019 dan 2020, indikator prosentase jabatan yang sudah memiliki standar kompetensi realisasinya 100 dengan capaian 100%.

d. Sasaran 2.4. Meningkatnya penatausahaan keuangan, pengelolaan administrasi pengadaan kebutuhan, analisa dan distribusi barang lingkup Setda serta pelayanan pimpinan dan rumah tangga.

Untuk mengukur capaian kinerja pada sasaran 2.4, dimaksud maka dilakukan pengukuran kinerja sebagai berikut:

Tabel III.A.2.4.1

Capaian Kinerja Sasaran 2.4. Meningkatnya penatausahaan keuangan, pengelolaan administrasi pengadaan kebutuhan, analisa dan distribusi barang

lingkup Setda serta pelayanan pimpinan dan rumah tangga.

No. Indikator Satuan

2018 2019 2020

Realisa si

% Capaian

Realisa si

%

Capaian Target Realisa si

% Capaian

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1.

Prosentase pengelolaan aset Setda yang sesuai dengan peraturan yang berlaku.

% 95 100% 95 100% 95 95 100%

2.

Prosentase pemenuhan sarana dan prasarana perkantoran sesuai kebutuhan.

% 100 100% 100 100% 100 100 100%

3.

.

Tingkat kepuasan aparatur terhadap ketersediaan barang penunjang administrasi perkantoran.

% 95 100% 95 100% 95 95 100%

(24)

Berdasarkan hasil pengukuran kinerja sasaran 2.4, yaitu:

Meningkatnya penatausahaan keuangan, pengelolaan administrasi pengadaan kebutuhan, analisa dan distribusi barang lingkup Setda serta pelayanan pimpinan dan rumah tangga, untuk indikator prosentase pengelolaan aset Setda yang sesuai dengan peraturan yang berlaku realisasinya 95 dengan capaian 100% pada tahun 2018, 2019, dan 2020.

Sedangkan untuk indikator prosentase pemenuhan sarana dan prasarana perkantoran sesuai kebutuhan realisasinya 100 dengan capaian 100%

pada tahun 2018, 2019 dan 2020. Indikator tingkat kepuasan aparatur terhadap ketersediaan barang penunjang administrasi perkantoran realisasinya 95 dengan capaian 100% pada tahun 2018, 2019, dan tahun 2020.

3. Tujuan ketiga: Meningkatnya pembinaan dan pengkoordinasian penyusunan pedoman dan petunjuk teknis administrasi pembangunan. Dalam rangka mewujudkan tujuan tersebut ditetapkan 2 sasaran strategis, yaitu:

a. Sasaran 3.1. Meningkatnya kajian/telaahan dan rumusan kebijakan teknis sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan pembangunan.

Untuk mengukur capaian kinerja pada sasaran 3.1, dimaksud maka dilakukan pengukuran kinerja sebagai berikut:

Tabel III.A.3.1.1

Capaian Kinerja Sasaran 3.1. Meningkatnya kajian/telaahan dan rumusan kebijakan teknis sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan pembangunan.

No. Indikator Satuan

2018 2019 2020

Realisa si

% Capaian

Realisa si

%

Capaian Target Realisa si

% Capaian

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1.

Jumlah pedoman Penataausahaa n Pelaksanaan dan

Pertanggungja waban APBD yang

diterbitkan.

Buku 1 100% 1 100% 1 1 100%

2.

Prosentase jumlah program/kegiat

an yang

terlaksana tepat waktu.

% 100 100% 100 100% 100 100 100%

(25)

Berdasarkan hasil pengukuran kinerja sasaran 3.1, yaitu:

Meningkatnya kajian/telaahan dan rumusan kebijakan teknis sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan pembangunan, untuk indikator jumlah pedoman Penataausahaan Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban APBD yang diterbitkan yang ditarget 1 dapat terealisasi 1 dengan capaian 100%

pada tahun 2018, 2019, dan 2020. Sedangkan indikator Prosentase jumlah program/kegiatan yang terlaksana tepat waktu realisasinya 100 dengan capaian 100% pada tahun 2018, 2019, dan 2020.

b. Sasaran 3.2. Meningkatnya fasilitasi pelayanan proses pengadaan barang/jasa pemerintah.

Untuk mengukur capaian kinerja pada sasaran 3.2, dimaksud maka dilakukan pengukuran kinerja sebagai berikut:

Tabel III.A.3.2.1

Capaian Kinerja Sasaran 3.2. Meningkatnya fasilitasi pelayanan proses pengadaan barang/jasa pemerintah.

No. Indikator Satuan

2018 2019 2020

Realisa si

% Capaian

Realisa si

%

Capaian Target Realisa si

% Capaian

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1.

Prosentase pengadaan barang/jasa pemerintah yang efektif dan efisien.

% 103,33 103,33% 105,33 105,33% 100 119,5 119,5%

2.

Prosentase penghematan APBD melalui pengadaan barang/jasa secara elektronik.

% 50 18,49 18,49%

Berdasarkan hasil pengukuran kinerja sasaran 3.2, yaitu:

Meningkatnya fasilitasi pelayanan proses pengadaan barang/jasa pemerintah, untuk indikator prosentase pengadaan barang/jasa pemerintah yang efektif dan efisien pada tahun 2018 realisasi dan capaiannya 103,33%. Kemudian pada tahun 2019 mengalami peningkatan realisasinya dan capaiannya menjadi 105,33%. Demikian pada tahun 2020, indikator prosentase pengadaan barang/jasa pemerintah yang efektif dan efisien realisasi dan capaiannya 119,5%.

Sedangkan indikator prosentase penghematan APBD melalui pengadaan

(26)

barang/jasa secara elektronik pada tahun 2020 realisasinya dan capaiannya 18,49% dari target 50%.

4. Tujuan keempat: Meningkatnya pembinaan, penataan dan pengkoordinasian dalam perumusan kebijakan dan penyelenggaraan pemerintahan dan perumusan, pembinaan urusan kesehatan, pendidikan dan kebudayaan serta kepemudaan dan olahraga. Dalam rangka mewujudkan tujuan tersebut ditetapkan 2 sasaran strategis, yaitu:

a. Sasaran 4.1. Meningkatnya pelestarian seni dan budaya daerah.

Untuk mengukur capaian kinerja pada sasaran 4.1, dimaksud maka dilakukan pengukuran kinerja sebagai berikut:

Tabel III.A.4.1.1

Capaian Kinerja Sasaran 4.1. Meningkatnya pelestarian seni dan budaya daerah.

No. Indikator Satuan

2018 2019 2020

Realisa si

% Capaian

Realisa si

%

Capaian Target Realisa si

% Capaian

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1.

Prosentase kelompok seni dan budaya daerah.

Kelompok 20 100% 20 100% 20 20 100%

Berdasarkan hasil pengukuran kinerja sasaran 4.1, yaitu:

Meningkatnya pelestarian seni dan budaya daerah, untuk indikator prosentase kelompok seni dan budaya daerah realisasinya 20 dengan capaian 100% pada tahun 2018, 2019 dan tahun 2020.

b. Sasaran 4.2. Meningkatnya pembinaan dan pemasyarakatan olahraga.

Untuk mengukur capaian kinerja pada sasaran 4.2, dimaksud maka dilakukan pengukuran kinerja sebagai berikut:

Tabel III.A.4.2.1

Capaian Kinerja Sasaran 4.2. Meningkatnya pembinaan dan pemasyarakatan olahraga.

No. Indikator Satuan

2018 2019 2020

Realisa si

% Capaian

Realisa si

%

Capaian Target Realisa si

% Capaian

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1.

Prosentase cabang olahraga berprestasi.

Cabang

Olahraga 5 100% 5 100% 5 5 100%

Gambar

Tabel II.A.1
Tabel III.A.1.1.1
Tabel III.A.1.2.1
Tabel III.A.1.3.1
+7

Referensi

Dokumen terkait

Sehubungan dengan hal tersebut Dinas Kominfo Kota Pekalongandiwajibkan untuk menyusun Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP). Penyusunan LKjIP

Sekretariat Daerah Kabupaten Magelang sebagai salah satu organisasi perangkat daerah di lingkungan Kabupaten Magelang berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 42 Tahun

Sehubungan dengan hal tersebut Sekretariat Daerah Kota Bandung diwajibkan untuk menyusun Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP). Penyusunan LKIP Sekretariat

Dalam penelitian ini, penulis mengevaluasi jaringan dan interaksi tim sukses Caleg X Dapil Y pada pileg 2019 melalui Social Network Analysis dengan tools Ucinetdraw

Buah kopi yang memiliki kualitas baik akan tenggelam di dasar bak Syphon karena memiliki densitas yang lebih tinggi maka disebut kualitas Superior, sedangkan buah kopi yang

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengaruh debt to equity ratio, earning per share dan net profit margin secara parsial maupun simultan terhadap return saham

Pada tahun 2019, Inspektorat Daerah Provinsi Kalimantan Timur melalui surat nomor 700/2060/SAKIP-Kab-Kota/IX/2019 tanggal 15 November 2019 perihal Laporan Hasil

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Dinas Koperasi dan UKM DIY Tahun 2020 disusun berdasarkan Perjanjian Kinerja Tahun 2020. LKjIP Dinas Koperasi dan UKM DIY Tahun