• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M PENERAPAN IPTEKS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "LAPORAN AKHIR PROGRAM P2M PENERAPAN IPTEKS"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

i LAPORAN AKHIR

PROGRAM P2M PENERAPAN IPTEKS

PENINGKATAN PEMAHAMAN IBU-IBU PKK DI DESA BULIAN TERHADAP BAHAN KIMIA BERBAHAYA PADA KOSMETIKA DALAM RANGKA PROMOSI

KESEHATAN BAGI MASYARAKAT DESA BULIAN KECAMATAN KUBUTAMBAHAN KABUPATEN BULELENG

Oleh:

Gede Agus Beni Widana, S.Si., M.Si., Apt NIP. 198005062006041002

Dr. I Made Gunamantha, ST., M.MT NIP. 19680828200212001

Ni Wayan Yuningrat, ST., M.Sc NIP. 197601192003122001

Dibiayai dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Universitas Pendidikan Ganesha

SPK No. 242/UN48.15/LPM/2015

JURUSAN ANALIS KIMIA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

2015

(2)

ii

(3)

iii

KATA PENGANTAR

Kegiatan P2M dengan topik “Peningkatan Pemahaman Ibu-Ibu PKK di Desa Bulian terhadap Bahan Kimia Berbahaya pada Kosmetika dalam Rangka Promosi Kesehatan bagi Masyarakat Desa Bulian Kecamatan Kubutambahan Kabupaten Buleleng” dapat berjalan dengan baik berkat dukungan berbagai pihak, oleh karena itu tim pelaksana menyampaikan terima kasih kepada:

1. Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Pendidikan Ganesha, atas ijin dan pengesahan dukungan dana kegiatan;

2. Kepala Desa Bulian, atas ijin pelaksanaan kegiatan di Desa Bulian, Kecamatan Kubutambahan,

3. Sekretaris Desa beserta Staf atas dukungan fasilitas di Balai Desa Bulian,

4. Ketua Tim Penggerak PKK Desa Bulian atas dukungan dan waktu untuk sosialisasi kegiatan ini,

5. Pihak lain, atas dukungan moralnya

Saran dan kritik membangun juga diperlukan oleh tim pelaksana kegiatan demi kesempurnaan kegiatan berikutnya juga demi kesempurnaan laporan kegiatan.

Singaraja, 7 Agustus 2015 Penulis

(4)

iv DAFTAR ISI

Halaman Muka ... i

Pengesahan ... ii

Kata Pengantar ... iii

Daftar Isi ... iv

Daftar Tabel ...v

Daftar Gambar ... vi

Bab I Pendahuluan ...1

a. Analisis Situasi ...1

b. Identifikasi dan Perumusan Masalah ...2

c. Tujuan Kegiatan ...3

d. Manfaat Kegiatan ...3

Bab II Metode Pelaksanaan ...5

Bab III Hasil dan Pembahasan ...6

Bab IV Penutup ...11

a. Simpulan ...11

b. Saran ...11

Daftar Pustaka ...12 Lampiran

a. Absensi peserta kegiatan b. Foto-foto kegiatan c. Peta lokasi

(5)

v DAFTAR TABEL

Tabel 3.1. Data nama dan asal peserta ...7 Tabel 3.2. Tabulasi data pengisian kuisioner ...8 Tabel 3.3 Pertanyaan peserta dan jawaban narasumber ...10

(6)

vi DAFTAR GAMBAR

Gambar 3.1 Grafik asal peserta kegiatan ...7 Gambar 3.2. Grafik jawaban kuisioner ...8

(7)

1 BAB I PENDAHULUAN

Peningkatan derajat kesehatan masyarakat merupakan salah satu sasaran pembangunan bangsa Indonesia yang menjadi prioritas pemerintah Republik Indonesia. Banyak upaya telah dilakukan, baik melalui penyuluhan maupun iklan layanan masyarakat. Melalui penyuluhan, banyak informasi penting yang diterima oleh masyarakat yang berhubungan dengan promosi kesehatan, peningkatan maupun pengembangan nilai kesehatan masyarakat. Pada saat sekarang juga banyak terdapat iklan layanan masyarakat di bidang kesehatan, seperti bahaya merokok, pencegahan dan penanggulangan penyakit AIDS akibat virus HIV, bahaya flu burung, dan sebagainya.

Akan tetapi, informasi mengenai bahan-bahan berbahaya dalam makanan, minuman, obat tradisional maupun kosmetika sebagai salah satu bahan kebutuhan masyarakat masih belum cukup, bahkan belum menyentuh masyarakat pengguna aktif makanan, minuman, obat tradisonal maupun kosmetika di tingkat atau lapisan masyarakat menengah ke bawah atau kelompok masyarakat dengan akses transportasi yang minim, jarak yang jauh dengan pusat layanan kesehatan maupun akses informasi berbasis web yang minim pula.

Penyampaian informasi mengenani kesehatan masyarakat secara pasti di dominasi oleh dinas kesehatan di pemerintah daerah sebagai perpanjangan tangan Departemen Kesehatan Republik Indonesia, termasuk pula informasi bahan berbahaya dalam makanan, minuman, obat tradisional maupun kosmetika. Sampai saat sekarang, hanya Badan POM yang menyampaikan informasi secara resmi dalam web resmi melalui public warning mengenai bahan kimia berbahaya yang ditemukan pada makanan, minuman, obat tradisional maupun kosmetika. Apabila akses informasi berbasis web (internet) suatu individu ataupun kelompok masyarakat terbatas atau bahkan tidak ada sama sekali, maka informasi yang penting ini tidak akan tersampaikan sama sekali. Hal ini menurut pandangan

(8)

2

penulis, akan memberikan efek kesehatan yang tidak baik secara berkesinambungan atau tingkat kualitas kesehatan masyarakat dalam jangka waktu tertentu akan menurun secara signifikan apabila ternyata menggunakan atau mengkonsumsi makanan, minuman, obat tradisional dan kosmetika yang mengandung bahan kimia berbahaya.

A. Analisis Situasi

Berdasarkan informasi yang diperoleh penulis, bahwa ada sejumlah warga Desa Bulian yang mengalami perubahan kulit wajah seperti iritas kulit dengan tampilan fisik memerah seperti udang rebus yang beberapa hari kemudian timbul flek flek hitam pada wajah setelah menggunakan sediaan kosmetika bentuk krim dengan tujuan sebagai pemutih kulit wajah. Hal tersebut merupakan salah satu indikasi terjadinya toksisitas merkuri sebagai salah satu bahan kimia yang berbahaya dan terlarang digunakan dalam sediaan kosmetika. Sediaan tersebut menggunakan Bahasa Asing, bukan Bahasa Indonesia pada wadah dan etiketnya.

Desa Bulian, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng merupakan desa asal tempat lahir penulis (ketua pelaksana). Jarak tempuh dari Kota Singaraja kurang lebih 20 Km kearah Kintamani, Bangli. Penulis mengetahui betul bahwa akses informasi tentang bahan berbahaya dalam kosmetika tidak ada sama sekali, sementara itu akses internet sangat terbatas. Keberadaan puskesmas pembantu masih belum cukup membantu karena tidak pernah memajang informasi mengenai bahaya bahan kimia yang dilarang digunakan dalam kosmetika.

Penyuluhan yang pernah dilaporkan telah dilakukan hanya sebatas bahayadan penanganan rabies, flu burung, HIV/AIDS, narkoba. Sedangkan bahaya dari bahan kimia yang terkandung dalam kosmetika tidak pernah dilakukan sama sekali.

Penyampaian informasi dan edukasi mengenai bahan kimia berbahaya yang terkandung dalam kosmetika menjadi sangat penting dilakukan terhadap masyarakat Desa Bulian, Kecamatan Kubutambahan, khususnya di wakilkan kepada Tim Penggerak PKK Desa Bulian. Tim ini akan membantu menyebarkan secara luas setiap kesempatan kepada masyarakat lainnya.

(9)

3 B. Identifikasi dan Perumusan Masalah

Ada masalah yang sangat penting yang harus diketahui dan dipecahkan bahwa masih ada peredaran kosmetika yang mengandung bahan berbahaya yang cukup banyak digunakan oleh sejumlah warga Desa Bulian. Hal tersebut mungkin erat hubungannya dengan terbatasnya akses informasi baik berupa tulisan, lisan maupun bentuk elektronik lainnya tentang beberapa sediaan kosmetika yang beredar di masyarakat yang berbahaya bagi kesehatan.

Akses informasi mengenai bahan kimia berbahaya dalam kosmetika bagi beberapa kelompok masyarakat masih sangat terbatas atau boleh disampaikan tidak memperolehnya sama sekali. Hal ini lebih banyak disebabkan oleh akses informasi berbasis web atau internet masih belum terjangkau oleh berbagai faktor seperti mahal atau frekuensi yang belum menjangkau daerah tertentu. Selain itu, kemampuan dan waktu tenaga kesehatan untuk menjangkau daerah tertentu masih kurang atau bahkan tidak ada. Sosialisasi melalui media elektronik, misal radio juga masih terbatas. Sehingga program pengabdian masyarakat untuk menyampaikan informasi serta memberikan edukasi sangat diperlukan dan diharapkan program pemerintah dalam bidang kesehatan yaitu menjamin kesehatan dan keberlanjutan kualitas hidup warganegara dapat terwujud dan tercapai khususnya tentang pemakaian kosmetika.

C. Tujuan Kegiatan

Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat yang akan dilakukan dapat dirumuskan dalam dua hal:

a. Memberikan informasi kepada sasaran tentang bahan kimia berbahaya yang mungkin ada dalam sediaan kosmetika kecantikan.

b. Memberikan edukasi tentang pengenalan bahan kimia berbahaya dalam kosmetika serta penanganan pertama pada gejala-gejala gangguan kesehatan yang dapat timbul setelah penggunaan kosmetika yang mengandung bahan kimia berbahaya.

D. Manfaat Kegiatan

Manfaat yang diharapkan dapat diterima oleh sasaran program adalah:

(10)

4

a. Informasi tambahan mengenai bahan kimia berbahaya yang mungkin terkandung dalam kosmetika

b. Masyarakat dapat mengenali jenis kosmetika yang mengandung bahan kimia berbahaya

c. Masyarakat dapat mengenali akibat medis dari penggunaan kosmetika berbahaya

d. Masyarakat dapat melakukan penanganan awal bila terjadi gangguan kesehatan karena menggunakan kosmetika berbahaya.

(11)

5 BAB II

METODE PELAKSANAAN

A. Khalayak Sasaran

Sasaran pelaksanaan program adalah kelompok masyarakat yang memenuhi kriteria sebagai berikut: (a) Pengguna aktif kosmetika jenis kecantikan, (b) Kader promosi kesehatan dalam kelompok PKK dan (c) Kelompok masyarakat yang tidak banyak dapat mengakses informasi (internet maupun brosur tentang kesehatan masyarakat) mengenai kosmetika yang berbahaya.

Berdasarkan kriteria tersebut maka khalayak sasaran strategis pengabdian adalah ibu-ibu PKK yang ada di wilayah pedesaan. Daerah yang terpilih adalah Desa Bulian Kecamatan Kubutambahan Kabupaten Buleleng Provinsi Bali.

B. Tahapan Pelaksanaan Kegiatan

Metode yang akan diterapkan selama pelaksanaan kegiatan melalui: (a) penyebaran kuisioner, (b) presentasi, meliputi jenis sediaan kosmetika, jenis bahan berbahaya pada kosmetika, dampak bahan berbahaya tersebut bagi kesehatan manusia, dan (c) pelatihan singkat tentang cara akses situs BPOM RI di www.pom.go.id untuk mendapatkan informasi tentang Public Warning BPOM RI tentang nama produk kosmetika yang mengandung bahan berbahaya yang beredar di masyarakat serta menggali informasi tentang suatu sediaan kosmetika yang aman dan yang telah melalui inspeksi BPOM RI sehingga dinyatakan layak edar.

(12)

6 BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Kegiatan

Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan pada hari Jumat, tanggal 26 Juni 2015 di Balai Desa Bulian, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng yang di mulai pada pukul 11.00 WITA. Tahapan kegiatan P2M yaitu (1) kegiatan dibuka oleh Kepala Desa Bulian, (2) penyebaran kuisioner oleh anggota tim pelaksana, (3) pemaparan materi oleh Gede Agus Beni Widana, S.Si., Apt., M.Si, (4) diskusi tentang materi kosmetika dengan konten jenis sediaan kosmetika, jenis bahan berbahaya pada kosmetika, dampak bahan berbahaya tersebut bagi kesehatan manusia, (5) pelatihan penggunaan internet yaitu cara akses situs BPOM RI di www.pom.go.id untuk identifikasi nomor registrasi sediaan kosmetika yang di bawa oleh peserta dan (6) kegiatan ditutup oleh Bapak Kepala Desa Bulian.

B. Pembahasan

Data peserta pelaksanaan P2M

Desa Bulian memiliki lima dusun yang menjadi wilayah tempat tinggal para kader PKK yaitu Dusun Dangin Margi, Dauh Margi, Lod Guwuh, Banyu Buah dan Dusun Bantes. Komposisi asal peserta pada kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat disusun dalam Gambar 3.1. Peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat sejumlah 22 orang (Lampiran 2) dengan rincian nama dan asal peserta seperti yang ditampilkan pada Tabel 3.1. Rendahnya tingkat partisipasi peserta P2M, mungkin disebabkan oleh jarak tempuh lokasi dusun ke Balai Desa Bulian yang lumayan jauh, padahal sosialisasi kegiatan telah disampaikan oleh pelaksana dua minggu sebelum kegiatan dilaksanakan dan dipertegas lagi oleh ketua tim penggerak PKK tiga hari sebelumnya.

Selanjutnya, sebelum pelaksanaan kegiatan, dilakukan pertanyaan pendahuluan berupa kuisioner. Peserta yang mengisi kuisioner sebanyak 16 orang

(13)

7

atau sekitar 72,72% dari total peserta yang hadir (lebih lengkap daftar hadir dapat dilihat pada Lampiran 3). Kami curigai bahwa mereka dengan sengaja tidak menuliskan jawabannya pada lembar kuisioner. Tabulasi data pengisian kuisioner ditunjukkan dalam Tabel 3.2 dan Gambar 3.2.

Tabel 3.1. Data nama dan asal peserta

NO. NAMA PESERTA ASAL

1 Ni Putu Ayu Budi Parianing Dusun Dangin Margi

2 Ni Made Supariastini Dusun Dangin Margi

3 Luh Rentami Dusun Dangin Margi

4 Luh Eka Dwijayanti Dusun Dangin Margi

5 Ketut Kartini Dusun Dangin Margi

6 Kadek Darmiasih Dusun Dangin Margi

7 Luh Sudarsini Dusun Dangin Margi

8 Made Suparni Dusun Dangin Margi

9 Ni Luh Budiari Dusun Dauh Margi

10 Ni Putu Ayu Nita Ismayanti Dusun Dauh Margi 11 Trisna Dewi Mariyani Dusun Dauh Margi

12 Antari Widindasari Dusun Dauh Margi

13 Ketut Sudasmini Dusun Dauh Margi

14 Komang Widiani Dusun Dauh Margi

15 Luh Ratna Sari Dewi Dusun Lod Guwuh

16 Kadek Sukerasti Dusun Lod Guwuh

17 Kadek Darmiasih Dusun Banyu Buah

18 Ayu Sri Nadi Dusun Banyu Buah

19 Komang Margini Dusun Banyu Buah

20 Luh Vera Suryani Dusun Banyu Buah

21 Ketut Sukarini Dusun Bantes

22 Luh Radeni Dusun Bantes

Gambar 3.1. Grafik asal peserta kegiatan

0 2 4 6 8 10

dusun dangin margi

dusun dauh margi

dusun lod guwuh

dusun banyu buah

dusun bantes

(14)

8 Tabel 3.2. Tabulasi data pengisian kuisioner.

No. Pertanyaan Jawaban

ya

Jawaban tidak

Total A Tahukah saudara/i cara menggunakan

kosmetika yang benar, misalnya penggunaan sediaan krim?

8 8 16

B Pernahkah mendengar tentang bahan kimia

berbahaya pada kosmetika? 16 0 16

C Tahukah saudara efek yang dapat

ditimbulka bila menggunakan kosmetika yang mengandung bahan kimia berbahaya?

11 5 16

D Pernahkah mengupdate informasi mengenai bahan berbahaya pada kosmetika?

5 1

1 16 E Pernahkan melihat dan memperhatikan

dengan seksama berita mengenai

keberadaan bahan kimia berbahaya pada kosmetika, misalnya melalui tontonan TV, radio?

12 4 16

F Tahukah saudara penanganan pertama

apabila ditemukan? 1 1

5 16 G Tahukah saudara/i kemanakah mencari

informasi mengenai legalitas produk kosmetika?

0 1

6 16

H Tahukah saudara/i tentang internet? 12 4 16

I Apakah saudara/i pernah mengakses suatu

website (www)? 5 1

1 16 J Pernahkah melihat brosur atau poster

mengenai kosmetika yang berbahaya? 8 8 16

Gambar 3.2. Grafik jawaban kuisioner 0

2 4 6 8 10 12 14 16 18

A B C D E F G H I J

(15)

9

Berdasarkan data kuisioner yang disampaikan oleh pelaksana kegiatan diperoleh informasi awal sebelum penyampaian materi dilaksanakan, yaitu bahwa hampir sebagian besar peserta tidak tahu cara menggunakan kosmetika yang benar, seperti penggunaan sediaan krim, juga jarang melakukan update informasi mengenai bahan berbahaya pada kosmetika, tidak tahu cara menangani keadaan berbahaya setelah menggunakan kosmetika yang ternyata mengandung bahan kimia berbahaya. Selain itu, cara untuk mengetahui informasi mengenai produk kosmetika yang aman dengan ukuran bahwa produk terebut legal atau terdaftar di Balai Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia hampir semua peserta tidak mengetahuinya. Informasi menarik lainnya bahwa tidak semua peserta tahu atau pernah mengakses suatu website (www) juga pernah melihat brosur atau poster mengenai kosmetika yang berbahaya.

Informasi awal yang digali melalui kuisioner menjadi hal penting untuk menjadi patokan dalam penyampaian informasi mengenai kosmetika dan kandungan bahan kimia berbahaya yang mungkin ada di dalam kosmetika. Pada sesi akhir penyampaian materi, dilakukan diskusi mengenai materi yang telah diterima peserta dan ditunjukkan pada Tabel 3.3.

Pelatihan penggunaan internet dan mengakses website juga dilaksanakan dengan tujuan www.pom.go.id/registrasi. peserta menyerahkan suatu produk dan diperiksa legalitasnya melalui website tersebut dan merupakan produk legal, karena produk yang dibawa merupakan produk terkenal. Harapan pelaksana kegiatan bahwa peserta membawa produk-produk buatan lokal maupun produk yang menggunakan bahasa asing, karena informasi yang beredar bahwa ada beberapa yang menggunakan produk kosmetika dengan menggunakan bahasa asing, tetapi tidak dibawa oleh peserta karena alasan yang disampaikan setelah dilakukan pembicaraan terbatas adalah malu kalau ketahuan oleh peserta lain dan disarankan kepada mereka untuk berhati-hati menggunakan kosmetika tersebut dan waspada terhadap beberapa jenis efek samping yang mungkin timbul.

(16)

10

Tabel 3.3 Pertanyaan peserta dan jawaban narasumber

No. Pertanyaan Jawaban narasumber 1. Penanya memiliki anak perempuan

masih duduk di bangku SMP, kapan waktu yang tepat bagi anaknya menggunakan kosmetika?

Sebaiknya diijinkan menggunakan kosmetika setelah beranjak

dewasa, khusunya kalau perempuan setelah berumur 17 tahun dengan asumsi proses pertumbuhannya sudah optimal sehingga tidak akan terjadi gangguan hormonal akibat bahan aktif yang terkandung dalam kosmetika.

2. Bagaimanakah cara konfirmasi nomor registrasi produk kosmetika agar dapat dipastikan bahwa kosmetika yang digunakan aman dan bermutu?

Cara konfirmasi melalui akses website http//

www.pom.go.id/registrasi.

dilaksanakan setelah proses diskusi selesai

3. Bagaimanakah cara mengantisipasi munculnya produk asli tapi palsu?

Dengan cara menghancurkan kemasan primer maupun sekunder produk kosmetika, dengan cara digunting kecil kecil atau dibakar sebelum dibuang ke tempat sampah

(17)

11 BAB IV PENUTUP

A. Simpulan

Kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Bulian dengan topik bahan berbahaya kosmetika dengan sasaran anggota PKK berjalan dengan baik. Akan tetapi jumlah peserta yang datang tidak sesuai dengan harapan. Peserta mengamati pemaparan materi dengan baik dan proses diskusi berjalan dengan baik.

Diharapkan peserta telah mengenal dengan baik cara penggunaan kosmetika dengan baik, mengetahui berbagai jenis bahan berbahaya kosmetika, jenis bahaya yang ditimbulkan, penanganan pertama apabila mengalami gejala-gejala tertentu.

B. Saran

Saran yang bisa disampaikan antara lain:

1. Dilakukan sosialisasi berkelanjutan mengenai topik bahan berbahaya kosmetika karena kosmetika merupakan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di Desa Bulian,

2. Penjaringan peserta bisa dilakukan lebih baik dengan melibatkan beberapa komponen,

3. Kegiatan ini kedepannya mungkin disandingkan dengan program dari pemerintah daerah khususnya dari dinas kesehatan,

4. Kepada peserta dan diharapkan disampaikan kepada masyarakat yang lebih luas lagi agar selalu memperhatikan mutu atau kualitas kosmetika melalui pemeriksaan legalitas produk yang dipakai ke website ww.pom.go.id/registrasi serta selalu menghancurkan produk kosmetika untuk mencegah produk asli tapi palsu.

(18)

12 DAFTAR PUSTAKA

Anonim. (2006), “Public Warning/Peringatan Nomor: KH.00.01.3352 Tanggal 7 September 2006 tentang Kosmetika yang Mengandung Bahan dan Zat Warna Yang Dilarang”, Jakarta : Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia.

Anonim. (2007), “Public Warning/Peringatan Nomor: KH.00.01.432.6081 Tanggal 1 Agustus 2007 tentang Kosmetika Mengandung Bahan Berbahaya dan Zat Warna yang Dilarang”, Jakarta : Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia.

Anonim. (2009), “Public Warning/Peringatan Nomor: KH.00.01.43.2503 Tanggal 11 Juni 2009 tentang Kosmetika Mengandung Bahan Berbahaya/Bahan Dilarang”, Jakarta : Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia.

Anonim. (2010), “Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan RI Nomor HK.03.1.23.12.10.12459 tentang Persyaratan Teknis Kosmetika”, Jakarta : Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia

(19)

13 Lampiran 1 Daftar hadir peserta

(20)

14 Lampiran 2 Dokumentasi Kegiatan

Gambar 1 Pemaparan oleh Gambar 2. Peserta P2M

Gambar 3. Pertanyaan dari peserta Gambar 4. Diskusi nara sumber dengan peserta

(21)

15 Lampiran 3 Peta Lokasi

Pelaksanaan pengabdian masyarakat dilakukan di desa Bulian. Desa ini terletak disisi tenggara desa Kubutambahan atau sekitar ±5 km dari pusat administrasi kantor kecamatan Kubutambahan dan ± 17 km dari Kota Singaraja sebagai pusat barang konsumsi untuk wilayah Kabupaten Buleleng

.

Desa Bulian, Kecamatan Kubutambahan Kabupaten Buleleng

Referensi

Dokumen terkait

PT Purindo Logistics merupakan freight forwarder yang juga memberikan pelayanan untuk pengurusan dokumen ekspor seperti SKA (Surat Keterangan Asal), LS (Laporan Surveyor), dokumen

Dicabut oleh Menteri Keuangan berdasarkan usul dari Menteri/Pimpinan Lembaga sesuai dengan kewenangannya apabila BLU yang bersangkutan sudah tidak memenuhi persyaratan

Pada umur 4 dan 6 minggu efisiensi penggunaan protein ransum tidak dipengaruhi kandungan protein ransum, namun pada umur 12 minggu, ternak memanfaatkan ransum dengan pola protein

Berdasarkan atas hasil beberapa peneliti terdahulu maka peneliti akan melakukan penelitian kembali mengenai pajak, mekanisme bonus dan tunneling incentive terhadap

Nilai relasional yang terkandung dalam fitur-fitur gramatika tersebut digunakan oleh seluruh partisipan seminar (moderator, pemrasaran, pembanding utama, dan

pembentukan kelompok komunitas dan kelompok dukungan sebaya untuk Odha; memberi dukungan dan sumber daya untuk menentukan kesiapan komunitas untuk akses layanan perawatan dan

itu berkenaan dengan pembicaraan tentang berbagai cara untuk menyelesaikan masalah, harus memiliki sikap yang baik dalam menghadapi masalah dan mampu mengatasi berbagai

Tuntutan pekerja memiliki posisi yang kurang beruntung dibanding kreditor lainnya (yang juga diakui oleh pengadilan bahwa ada kreditor lain yang lebih diutamakan); WRC dan