• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II KAJIAN PUSTAKA"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

5 BAB II

KAJIAN PUSTAKA 2.1. Penelitian Terdahulu

Penelitian oleh Putri Halimah & Yanto (2018) menyatakan bahwa jika tingginya tingkat profitabilitas akan berpengaruh pada rendahnya pelaporan emisi karbon suatu usaha. Seperti yang diketahui bahwa setelah perjanjian paris diadakan banyak perusahaan yang mulai mengungkapkan perolehan emisi karbon selama proses produksi berlangsung dalam jangka waktu tertentu. Perusahaan dengan tingkat profitabilitas yang tinggi diharapkan mampu dalam memberi kebijakan untuk memperbaiki kondisi lingkungan disekitar perusahaan yang memiliki kemungkinan kerusakaan baik untuk jangka panjang maupun jangka pendek. Dengan adanya dana perusahaan dapat mempertimbangkan untuk mengganti atau memperbaruhi alat produksinya menjadi lebih ramah lingkungan.

Kevin et al, (2017) menyatakan bahwa pengungkapan emisi karbon pada laporan keuangan dapat diartikan sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban perusahaan untuk keselarasan lingkungan yang berhubungan dengan tindakan perusahaan dalam meminimalisir kerugian lingkungan serta perubahan iklim yang sedikit banyak perngaruh pada limbah (CO2) yang dikeluarkan selama proses produksi berlangsung. Tingginya kinerja keuangan akan berpengaruh pada nilai perusahaan, dalam pengungkapan emisi karbon dapat meningkatkan nilai kepercayaan pihak eksternal (stakeholder) pada perusahaan dengan label perusahaan yang peduli pada lingkungan. Hasilnya dapat meningkatkan citra perusahaan dan tingkat penjualan produk ramah lingkungan yang telah diproduksi perusahaan (Rindaldi et al., 2015). Rahmani (2020) meneliti perusahaan manufaktur dengan hasil bahwa adanya pandemi Covid-19 berakibat dengan menurunnya tingkat profitabilitas yang berpengaruh pada kinerja keuangan.

(2)

2.2. Tinjauan Pustaka 2.2.1.Teori Legitimacy

Teori legitimacy memercayai jika perusahaan mengusahakan proses produksi yang dilakukan oleh perusahaan dapat diterima dalam batas normal dan tidak merusak norma atau kepercayaan yang dianut oleh masyarakat sekitar perusahaan. Teori ini berfokus pada keterikatan antara perusahaan dengan masyarakat umum yang diatur dalam peraturan pemerintah. Suatu perusahaan akan mencari solusi atas permasalahan lingkungan yang kemungkinan besar disebabkan oleh proses produksinya. Perusahaan akan tergerak dalam pengungkapan karena ingin mendapatkan kepercayaan masyarakat bahwa proses produksi tidak menghasilkan limbah yang tinggi (Ulum et, al., 2021).

2.2.2. Teori Stakeholder

Teori stakeholder menyatakan bahwa dalam suatu perusahaan tidak dapat terlepas dari stakeholder yang dimiliki perusahaan tersebut, dapat sebagai karyawan, distributor, konsumen, pemegang saham atau investor serta peraturan pemerintah. Teori ini menekan bahwa perusahaan tidak hanya bertanggungjawab terhadap stakeholder tetapi juga pada keberlangsungan lingkungannya. Stakeholder memegang kendali atas aktivitas proses produksi dan pengungkapan emisi karbon.

Tujuan utama pada teori ini yaitu dapat membantu pihak internal perusahaan paham akan lingkup lingkungan perusahaan dan melakukan pengelolaan untuk menunjang keberlanjutan lingkungan perusahaan (Ulum et al., 2021)(Majid & Ghozali, 2015) (Mujiani et al., 2019).

2.2.3. Emisi Karbon

Emisi karbon dapat diartikan sebagai pelepasan karbon dioksida (CO2) pada atmosfer. Emisi dapat meningkat setiap tahunnya dan mengganggu keseimbagan ekosistem, kerusakan pada lapiran ozon yang sudah semakin menipis dan perubahan iklim secara ekstrim yang mulai dapat kita rasakan. Salah satu penyebab tingginya emisi karbon adalah penggunaan bahan bakar fosil untuk beberapa mesin produksi atau penggunaan energi terlebih listrik, karena selama proses produksinya masih menggunakan bahan bakar batu bara dan minyak bumi.

Pembakaran hutan yang sering terjadi juga menjadi penyumbang emisi karbon

(3)

dengan tingkat yang besar, karena semakin sedikit lahan hijau yang ada di bumi tetapi tidak sesuai dengan tingkat produksi emisi yang semakin tahun semakin tinggi (Wiranto & Muaziz, 2020).

2.2.4. Profitabilitas

Analisis rasio profitabilitas merupakan analisis dalam menilai kemampuan suatu perusahaan untuk mendapatkan keuntungan. Pada rasio ini dapat memberikan informasi mengenai tingkat efektivitas kemampuan manajemen suatu perusahaan. Hal ini dapat didukung dengan laba yang dihasilkan selama penjualan dalam suatu periode tertentu. Analisis ini dapat berpengaruh pada pengungkapan emisi karbon, perusahaan dengan tingkat profitabilitas yang tinggi akan memberikan karyawannya dana untuk melakukan pengungkapan emisi karbon secara suka rela. Dalam penelitian Situmorang (2020) menyatakan terdapat lima jenis rasio profitabilitas yaitu:

a. Return On Asset (ROA)

ROA dapat dikatakan sebagai seberapa besar tingkat pengembalian aset atau aktiva suatu perusahaan selama berjalannya proses produksi di suatu perusahaan.

Rasio ini dapat menunjukkan seberapa baik perusahaan dalam mengelola aset yang dimiliki dan dapat ditinjau menggunakan rumus berikut.

𝑅𝑂𝐴 = 𝐿𝑎𝑏𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ

𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑎𝑠𝑒𝑡 × 100%

b. Return On Equity (ROE)

Rasio ini dapat menunjukkan berapa besar tingkat perusahaan dalam memperoleh laba perusahaan untuk mengembalikan investasi dan dinyatakan dalam bentuk prosentase. Data yang dibutuhkan dalam perhitungan ini dapat dilihat dari rumus berikut

𝑅𝑂𝐸 = 𝐿𝑎𝑏𝑎 𝑠𝑒𝑡𝑒𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑎𝑗𝑎𝑘

𝐸𝑘𝑢𝑖𝑡𝑎𝑠 𝑝𝑒𝑚𝑒𝑔𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑎ℎ𝑎𝑚× 100%

c. Gross Profit Margin

Pada rasio ini dapat dijabarkan bahwa rasio ini dipergunakan untuk mengungkapkan seberapa besar laba kotor terhadap penjualan atau pendapatan dari suatu perusahaan. Rasio ini dapat memberikan informasi mengenai laba yang

(4)

diperoleh perusahaan untuk mempertimbangkan biaya pokok produksi di masa yang akan mendatang.

𝐺𝑃𝑀 = 𝐿𝑎𝑏𝑎 𝑘𝑜𝑡𝑜𝑟

𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑝𝑒𝑛𝑑𝑎𝑝𝑎𝑡𝑎𝑛 × 100%

d. Operating Profit Margin

Rasio ini berfungsi untuk menghitung besarnya laba operasi atas penjualan bersih yang diperoleh perusahaan. Laba operasi dapat diketahui melalui laba kotor dikurangi beban operasional perusahaan.

𝑂𝑃𝑀 = 𝐿𝑎𝑏𝑎 𝑜𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑖

𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ × 100%

e. Net Profit Margin

Rasio ini dapat menunjukkan seberapa besar prosentase laba bersih atas penjualan perusahaan setelah dikurangi beban pajak. Semakin tinggi tingkat prosentase yang dimiliki perusahaan maka semakin baik pula kondisi operasi perusahaan tersebut.

𝑁𝑃𝑀 = 𝐿𝑎𝑏𝑎 𝑏𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ 𝑠𝑒𝑡𝑒𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑎𝑗𝑎𝑘

𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛 × 100%

2.2.5. Leverage

Pengungkapan emisi karbon dapat membuat kekhawatiran bagi pemegang saham jika laporan keuangan dalam keadaan yang buruk. Leverage dapat menunjukkan besarnya ekuitas yang dimiliki oleh suatu perusahaan sebagai jaminan atas hutang. Jika pada suatu perusahaan memiliki tingkat rasio leverage yang tinggi dikhawatirkan perusahaan akan melanggar perjanjian kredit dengan menyingkirkan biaya-biaya yang terdapat pada perusahaan dan hanya melaporkan tingkat keuntungan pada laporan keuangan dengan prosentase yang tinggi.

Keselarasan pendanaan yang diberikan oleh investor dan pemilik usaha dapat ditinjau melalui perhitungan DAR yang juga akan memberikan informasi mengenai struktur modal perusahaan sehingga investor maupun calon investor dapat mengetahui seberapa besar tingkat risiko hutang tidak tertagih. Perhitungan rasio DAR atau dept to total asset ratio dapat diukur dengan cara membandingkan total

(5)

hutang kemudian dibagi total ekuitas yang dimiliki perusahaan (Wiranto & Muaziz, 2020)(Mujiani et al., 2019).

𝐷𝐴𝑅 = 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑈𝑡𝑎𝑛𝑔 𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑎𝑠𝑒𝑡 2.2.6. Ukuran Perusahaan

Ukuran perusahaan dapat diartikan dengan skala klasifikasi berdasarkan besar kecilnya suatu perusahaan dengan pertimbangan total aset, log size, nilai saham dan lain sebagainya dalam mencapai tujuan perusahaan. Menurut Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2008 terdapat tiga ukuran yaitu usaha mikro, kecil dan menengah. Skala ini dapat mempengaruhi bagaimana pengungkapan informasi, jika perusahaan dengan skala besar akan cenderung untuk mengungkapkan laporannya secara luas dan mudah diakses, berbanding terbalik dengan usaha mikro atau kecil pengungkapan informasinya hanya kepada internal perusahaan saja dan akses laporan yang terbatas.

Mulyana (2016) mengungkapkan bahwa ukuran perusahaan dapat diukur dengan total aset atau aktiva suatu perusahaan dan dapat dirumuskan dengan menghitung nilai logaritma total aset dengan rumus sebagai berikut:

𝑈𝑘𝑢𝑟𝑎𝑛 𝑃𝑒𝑟𝑢𝑠𝑎ℎ𝑎𝑎𝑛 = 𝐿𝑛 (𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑒𝑡)

Perhitungan lain yang dapat membuktikan ukuran suatu perusahaan adalah dengan menghitung total penjualan, selama berjalannya suatu usaha diharapkan perusahaan mampu melampaui tingkat penjualan yang telah ditentukan. Dengan tingginya tingkat penjualan yang diperoleh suatu perusahaan dapat menutupi biaya yang dikeluarkan selama proses produksi dan meningkatkan nilai aktiva suatu perusahaan. Berdasarkan penjelasan tersebut maka didapatkan perhitungan dengan rumus sebagai berikut:

𝑈𝑘𝑢𝑟𝑎𝑛 𝑃𝑒𝑟𝑢𝑠𝑎ℎ𝑎𝑎𝑛 = 𝐿𝑛 (𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛) 2.3. Perumusan Hipotesis

2.3.1. Pengaruh Profitabilitas Pada Pengungkapan Emisi Karbon

Perusahaan dengan tingkat profitabilitas yang baik akan memberikan tambahan dana untuk melakukan pengungkapan laporan keuangan dengan salah satu instrumennya berupa emisi karbon secara suka rela. Maka perusahaan dengan

(6)

tingkat profitabilitas yang baik akan dapat berpatisipasi dalam mendukung keberlangsungan lingkungan dengan pengungkapan emisi karbon (Wiranto &

Muaziz, 2020). Penelitian oleh Rinaldi et, al., (2017) dan Mustar et al., (2020) dengan hasil bahwa profitabilitas berpengaruh pada pengungkapan emisi karbon pada laporan keuangan perusahaan, baik tinggi atau rendahnya aktiva yang dimiliki oleh perusahaan akan menjadi pertimbangan internal perusahaan dalam pengungkapannya.

H1 : Profitabilitas berpengaruh pada pengungkapan emisi karbon 2.3.2. Pengaruh Leverage Terhadap Pengungkapan Emisi Karbon

Pada teori stakeholder menegaskan bahwa semakin tinggi tingkat leverage maka akan semakin tinggi pula kewajiban perusahaan kepada investor atau kreditur, hal ini berakibat perusahaan akan menggunakan banyak aset untuk menutupi tingkat hutang yang ada dari pada melakukan pengungkapan emisi karbon (Mujiani et al., 2019). Penelitian oleh Haryono (2021) menunjukkan bahwa leverage berdampak pada pengungkapan emisi karbon pada perusahaan-perusahaan di Indonesia. Didukung dengan oleh penelitian Septriyawati & Anisah (2019) serta Anggraini & Handayani (2021) mengungkapkan jika semakin tinggi nilai leverage maka perusahaan akan menggunakan dana perusahaannya untuk menutupi hutang yang dimiliki.

H2 : Leverage berpengaruh pada pengungkapan emisi karbon

2.3.3. Pengaruh Ukuran Perusahaan Terhadap Pengungkapan Emisi Karbon Ukuran perusahaan dapat diukur menggunakan total aset dan dalam pengungkapannya sesuai dengan skala perusahaan. Semakin besar skala suatu perusahaan maka pengungkapan emisi karbonnya akan semakin luas. Penelitian oleh Rinaldi et al.,(2017), Gunawan & Meiranto (2020) serta Firmansyah et al., (2021) mengungkapkan bahwa ukuran perusahaan memiliki pengaruh dalam pengungkapan emisi karbon, semakin tinggi ukuran perusahaan maka akan semakin tinggi pula tingkat pengungkapannya pada laporan keuangan perusahaan.

H3 : Ukuran perusahaan berpengaruh pada pengungkapan emisi karbon

(7)

2.4 Kerangka Fikir

Ukuran Perusahaan (X2)

Leverage (X3) Profitabilitas (X1)

Emisi Karbon (Y)

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian yang dilakukan Fitri (2012) membuktikan bahwa Profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengungkapan laporan keuangan tahunan perusahaan manufaktur

Penelitian dengan judul “Pengaruh Kompetisi, Pertumbuhan Laba, dan Kinerja Lingkungan terhadap Pengungkapan Informasi Emisi Karbon Pada Perusahaan” Penelitian ini

Penelitian yang menemukan profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan adalah penelitian yang dilakukan Apsari et al (2015) untuk

Perusahaan dengan profitabilitas yang tinggi cenderung lebih cepat dalam menyampaikan laporan keuangan karena adanya suatu good news yang ingin segera disampaikan kepada

Hasil Penelitian Terdapat cukup bukti kulitas audit cenderung menyampaikan laporan keuangan tepat waktu Tidak terdapat cukup bukti semakin besar ukuran perusahaan dan

Sehingga perusahaan dengan leverage yang lebih kecil tidak akan khawatir dalam pembayaran utangnya sehingga perusahaan memungkinkan melakukan pengungkapan emisi

Penerapan akuntansi konservatif akan berpengaruh terhadap angka-angka yang disajikan dalam laporan keuangan, baik laporan posisi keuangan maupun laporan laba rugi perusahaan

Hasil penelitian diperoleh bahwa ukuran perusahaan, profitabilitas, dan umur perusahaan berpengaruh terhadap luas pengungkapan sukarela laporan tahunan perusahaan