• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "1. PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Kejadian mengenaskan dapat terjadi kepada siapa saja tanpa terkecuali, salah satunya terjadi di bulan Januari 2017 yang dialami oleh Anwar. Bocah berusia 11 tahun ini meninggal setelah dikeroyok oleh 6 ekor anjing di liar di Palembang.

Kejadian itu bermula ketika Anwar sedang mengejar layangan bersama temannya, tiba-tiba segerombolan anjing liar menyerang. Teman-temannya berusaha memanggil bantuan, namun terlambat nyawa anwar sudah tidak tertolong lagi.

Sebenarnya kejadian serupa pernah terjadi sebelumnya pada bulan Desember tahun 2016 lalu yang menimpa Rido, namun bocah ini beruntung karena ada warga sekitar yang melihat. Rido sampai hari ini masih di rumah sakit akibat gigitan anjing tersebut. Diketahui ada 10 anjing yang menyerangnya pada hari itu.

Selain itu pada bulan Oktober 2016 kerjadian serupa menimpa Abdi yang masih berusia empat tahun. Abdi digigit anjing hingga melukai dahi anak tersebut sampai robek. Orang tua Abdi sempat menuntut pemerintah untuk melakukan tindakan terhadap anjing yang berkeliaran di daerah tersebut.

Seharusnya kejadian tersebut tidak menimpa anak pada usia belia, usia dimana seharusnya mereka bersenang-senang. Kejadian tersebut dapat dihindari dengan pengajaran kepada anak bagaimana cara berinteraksi dengan anjing melalui bahasa tubuh anjing.

Pengajaran tersebut penting bagi anak usia 5-7 tahun, hal itu dikarenakan pada usia tersebut anak mulai mengalami rasa takut terhadap anjing. Hal itu dapat dilihat dari tabel di bawah yang menunjukan perkembangan psikologis dari anak mulai kelahiran hingga usia 18 tahun.

(2)

Tabel 1.1. Perkembangan Psikologi Anak

Age Common Fears How thinking is involved

Early Infancy Loud noises Loss of support

Senses stimulate infant learning

Aware of dependence on caregiver

Late Infancy 8-15 month Strangers Separations

Associate unknown person with risk.

Realises that parent or carer is missing.

Preschool 2-4 years Imaginary creatures such as monster

Potential burglars The Dark

Imagination ia a major thinking tool.

May not distinguish fantasy from reality Early primary age 5-7

years

Natural Disasters (eg. Fire, thunder)

Injury Animals

Fears related to TV viewing

Able to think in concrete logical terms.

Fears relate to dangers that have a basis in reality Upper primary age 8-11

years

Sports and school performance Fear of failure Illness and Death

Evaluates own performance by

comparison with others.

Sense of self tied to achievement.

Adolence 12-18 years Peer rejection Fear of ridicule Meeting new people

Able to think in more abstract ways.

Able to anticipate the future in more detail.

Self-esteem related to peer relationships.

Sumber:

https://www.kidsmatter.edu.au/sites/default/files/public/KMP_C2_FAW_AboutFe arsAndWorries.pdf

Dari tabel diatas kita dapat memahami bahwa pada awal kelahiran anak mulai takut terhadap suara keras, maupun kehilangan orangtuanya. Selanjutnya pada usia 8-15 bulan anak mulai takut terhadap orang asing, dan keterpisahan dengan orang tua. Lalu di tahap selanjutnya pada usia 2-4 tahun anak mulai takut terhadap monster, pencuri, dan kegelapan.

Di tahap usia 5-7 tahun anak mulai menghadapi rasa takut terhadap api, kilat, luka, dan anjing. Dan di tahap selanjutnya usia 8-11 tahun anak mulai takut terhadap prestasinya di sekolah, kegagalan serta penyakit dan kematian. Pada

(3)

tahap setelahnya usia 12-18 tahun anak mulai takut terhadap penolakan, bullying, dan bertemu dengan orang yang baru dikenal.

Untuk menanggulangi rasa takut tersebut perlu dilakukan beberapa upaya seperti tabel di bawah ini:

Tabel 1.2. Penanggulangan Rasa Takut pada Anak

Sumber:

https://www.kidsmatter.edu.au/sites/default/files/public/KMP_C2_FAW_AboutFe arsAndWorries.pdf

Setiap ketakutan memiliki symptom tersendiri mulai dari sakit perut, kehabisan nafas, mual, dan detak jantung yang kencang. Cara menangani dari symptom ini adalah dengan cara bernafas perlahan untuk menghilangkan perasaan nervous. Selain itu, pikiran takut seperti bayangan sesuatu yang buruk akan terjadi, aku tidak dapat melakukan ini, aku akan terluka, orang akan menertawakanku, hal ini tidak dapat ku lakukan sendiri, atau pikiran pesimis dapat ditangani dengan pikiran positif seperti saya bisa melakukan ini, saya berani, ini tidak harus sempurna, saya pernah mengalami hal ini sebelumnya, atau saya bisa melakukannya lagi.

(4)

Selain itu, perilaku ketakutan seperti menangis, menghindar dari situasi menakutkan, maupun berperilaku malu dapat diatasi dengan cara mempersiapkan mental anak dalam menghadapi situasi yang mengerikan.

Solusi untuk mengatasi trauma masa kecil dapat dilakukan dengan cara memberi pengetahuan yang dibutuhkan oleh anak mengenai bahasa tubuh anjing.

Media yang digunakan dapat berupa buku ilustrasi. Buku ini berisi ilustrasi dan beberapa penjelasan singkat mengenai bahasa tubuh anjing.

1.1.Rumusan Masalah

Bagaimana merancang buku ilustrasi tentang bahasa tubuh anjing untuk menghindari trauma pada anak usia 5-7 tahun terhadap anjing?

1.2.Tujuan Perancangan

Merancang buku ilustrasi tentang bahasa tubuh anjing agar menghindari trauma pada anak usia 5-7 tahun terhadap anjing.

1.4. Manfaat Perancangan

Melalui perancangan ini diharapkan mampu memberikan manfaat pada beberapa pihak, diantaranya:

1.4.1. Bagi Penulis

Penulis dapat mengenal lebih jauh mengenai bahasa tubuh anjing secara mendetail dan terperinci.

1.4.2. Bagi Masyarakat

Untuk pengenalan bahasa tubuh anjing pada anak usia 5-7 tahun dan juga orang tua sebagai target sekunder dari perancangan ini.

1.4.3. Bagi Mahasiswa Desain Komunikasi

Menambah wawasan atau sebagai referensi mahasiswa tentang pembuatan perancangan buku ilustrasi yang baik serta efektif.

(5)

1.4.4. Bagi Universitas Kristen Petra

Teori yang didapat selama kuliah dapat diterapkan secara praktek ke dalam masyarakat.

1.5. Batasan Lingkup Perancangan

 Lokasi Penelitian

Penelitian untuk mendukung perancangan ini akan dilakukan di kota Surabaya dan Sekitarnya.

 Objek yang diteliti

Objek yang akan diteliti adalah bahasa tubuh anjing dalam, anak usia 5-7 tahun, dan orang tua dari anak tersebut.

 Target Audience

Sasaran yang menjadi target dalam perancangan buku ilustrasi ini adalah anak usia 5-7 tahun dan orang tua dari anak tersebut.

Demografis

Usia : 5-7 tahun

Jenis Kelamin : Lelaki dan Perempuan

Agama : Semua Agama

Pekerjaan : Pelajar, pengusaha, dan masyarakat umum

Pendidikan : SD

Strata Ekonomi Sosial : Masyarakat menengah dan menengah keatas Geografis : Tinggal di Surabaya

 Output : Buku Ilustrasi

1.6. Definisi Operasional

Untuk mengetahui pemahaman istilah dan konsep pokok yang digunakan dalam Tugas Akhir ini, maka berikut disajikan definisi operasionalnya.

Buku adalah kumpulan kertas atau bahan lainnya yang dijilid menjadi satu pada salah satu ujungnya dan berisi tulisan atau gambar.

Setiap sisi dari sebuah lembaran kertas pada buku tersebut disebut sebuah halaman. Buku merupakan gudang ilmu. Buku digunakan untuk

(6)

menyampaikan suatu informasi, baik singkat maupun padat. Dengan membaca buku, seseorang dapat menambah ilmu dan memperluas wawasan.

Ilustrasi adalah gambar untuk membantu memperjelas isi buku.

Ilustrasi dapat berupa sketsa, lukisan, vector graphic, foto atau teknik seni rupa lainnya yang lebih menekankan pada penjelasan tulisan daripada bentuk. Pada dasarnya, ilustrasi dibuat untuk menjelaskan informasi yang terkandung di dalam teks. Dengan bantuan ilustrasi, diharapkan teks tersebut lebih mudah dicerna oleh pembacanya.

Bahasa tubuh adalah gerakan felek dari suatu bagian atau seluruh bagian yang digunakan oleh seseorang untuk menyampaikan isi hatinya kepada orang lain, tanpa menggunakan kata-kata.

Anjing adalah mamalia yang telah mengalami domestikasi dari serigala sejak 15.000 tahun yang lalu atau mungkin sudah sejak 100.000 tahun yang lalu berdasarkan bukti genetik berupa penemuan fosil dan tes DNA.

1.7. Metode Perancangan 1.7.1 Data yang dibutuhkan 1.7.1.1. Data Primer

Data yang secara khusus dikumpulkan untuk keperluan riset buku ilustrasi tentang bahasa tubuh anjing. Data primer yang digunakan meliputi:

a. Wawancara

Wawancara adalah metode pengumpulan data dengan tanya jawab kedua belah pihak yang dikerjakan dengan sistematik, dan berlandaskan kepada tujuan penyelidikan. Wawancara adalah perbincangan yang menjadi sarana untuk mendapat informasi tentang orang lain, dengan tujuan penjelasan atau pemahaman tentang orang tersebut dalam hal tertentu.

Dalam hal ini wawancara akan dilakukan pada orang tua yang memiliki anak pada usia 5-7 tahun.

(7)

b. Observasi

Observasi yang berarti pengamatan bertujuan untuk mendapatkan data tentang suatu masalah sehingga diperoleh pemahaman atau sebagai alat pembuktian terhadap informasi keterangan yang diperoleh sebelumnya.

Metode observasi adalah suatu usaha sadar untuk mengumpulkan data yang dilakukan sistematis, dengan prosedur yang terstandar.

1.5.1.2. Data Sekunder

Data yang dikumpulkan dari sumber sekunder dari data yang diperlukan untuk buku ilustrasi ini meliputi:

a. Literatur

Mengumpulkan informasi dari berbagai buku yang berisi tentang bahasa tubuh anjing.

b. Internet

Internet membantu menemukan informasi – informasi tentang bahasa tubuh anjing

1.5.1.3. Instrumen / Alat Pengumpulan Data a. Laptop Dell XPS

b. Internet Speedy c. Kertas dan Alat tulis

d. Smartphone Samsung Note 3 e. Kamera DSLR canon 5d Mark iii 1.8. Metode Analisis Data

Metode analisa yang digunakan dalam proyek ini adalah metode analisis 5W1H, yaitu What, When, Where, Why, Who, dan How. What mewakili apa yang akan kita tulis, When mewakili kapan peristiwa tersebut terjadi, Where mewakili dimana peristiwa tersebut terjadi, Why mewakili mengapa suatu peristiwa terjadi, Who mewakili tokoh utama, dan How adalah bagaimana peristiwa tersebut dapat terjadi.

(8)

1.9. Skematika Perancangan

Latar Belakang Masalah

Rumusan Masalah

Tujuan Perancangan Batasan Masalah

Manfaat Perancangan

Pengumpulan Data

Data Sekunder Data Primer

Analisis Data

Konsep Perancangan

Layout

Tight Tissue Thumbnail

Art Work

Referensi

Dokumen terkait

6 Orang tua rasanya selalu ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya, mengharapkan anak tumbuh menjadi anak yang sopan dan santun, mendidiknyadan

Perilaku orang tua terhadap anaknya ditentukan oleh sikapnya terhadap pengasuh anak yang juga merupakan aspek dari struktur kepribadiannya.Kepribadian orang tua akan mempunyai

Mungkin pada anak usia 12 tahun dengan latar belakang bahasa orang tua berbahasa daerah, anak tersebut masih mengikuti latar belakang bahasa orang tua, meskipun

Target audience nyam-nyam adalah anak- anak jadi, produsen membuat iklan yang dapat menarik perhatian anak-anak sehingga brand image dari produk tersebut dapat melekat dalam

zaman yang modern seperti sekarang ini telah banyak pergeseran tentang adab atau prilaku sehingga menjurus kepada dekadensi moral, anak dengan orang tua tiada jarak yang

Subjek yang akan diteliti adalah masyarakat di Surabaya yang merupakan penonton program acara “Pojok Kampung”, sedangkan objek yang diteliti adalah penerimaan

Setelah dilakukan wawancara terhadap beberapa anak ternyata salah satu faktor penyebab hasil belajar mereka rendah salah satunya dikarenakan pola asuh orang tua

Dalam mengembangkan kedisiplinan pada anak usia dini peran orangtua dan guru sangat diperlukan karena anak usia dini akan meniru tingkah laku orang tua dan guru