• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Masalah pendidikan erat kaitannya dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), yang diperlukan dalam pembangunan.Akhir-akhir ini, semakin disadari oleh pemerintah maupun para ilmuwan, bahwa pembangunan nasional yang bertujuan meningkatkan martabat manusia, baru dapat dilaksanakan secara berhasil bila upaya pembangunan nasional dapat meningkatkan kualitas SDM dalam rangka mencapai kesejahteraan material dan spiritual.

Dalam PP No. 27 tahun 1999 Pasal 1 disebutkan bahwa pendidikan prasekolah adalah pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani anak didik di luar pendidikan keluarga sebelum memasuki pendidikan dasar, yang diselenggarakan di jalur pendidikan sekolah atau jalur pendidikan luar sekolah.

Selanjutnya pada pasal 1 ayat (14) di nyatakan bahwa pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditunjukkan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

Usia 4 sampai 5 tahun adalah masa peka bagi anak.masa ini merupakan masa untuk meletakkan dasar pertama dalam mengembangkan kemampuan fisik, kognitif, bahasa, sosial, emosional dan nilai-nilai agama. Masa peka dalam tahap

1

(2)

2

perkembangan anak dilihat dari sudut pandang kemungkinan-kemungkinan segi materi atau keperluan apa yang harus diberikan pada masa-masa tertentu dan bagaimana menyajikan metode dan model yang paling tepat dan efektif untuk diterapkan dalam pembelajaran pada masa tertentu (Chosiyah, 1984).

Adapun tujuan pengembangan kognitif diarahkan pada pengembangan kemampuan auditory, visual, taktil, kinestetik, aritmatika, geometri dan sains permulaan. Kemampuan geometri yaitu memilih benda menurut warna, bentuk dan ukurannya, mencocokan benda menurut warna, bentuk dan ukurannya, menciptakan bentuk dari kepingan geometri dan mengenal ukuran panjang, berat dan isi. Sujiono (Septia, 2007: 30) menyebutkan karakteristik perkembangan anak usia 3-5 tahun pada dimensi kognitif yaitu mengenali dan menghitung angka sampai 20, mengenal huruf kecil dan huruf besar, menceritakan kembali buku cerita bergambar dengan tingkat ketepatan yang memadai.

Berdasarkan tingkat penguasaan anak terhadap materi yang disampaikan guru, biasanya dilihat melalui perubahan sikap tingkah laku, dan berupa hasil evaluasi. Tingkat penguasaan materi pembelajaran dikatakan berhasil apabila anak mencapai standar yang telah ditentukan pada permen 58 berdasarkan tingkatan umur dan karakteristk anak.

Berdasarkan survey awal yang dilakukan oleh peneliti pada anak di Taman Kanak-kanak Kurusumange Desa Cakkela Kecamatan Kahu Kabupaten Bone, guru sering mengajarkan menggunakan metode pemberian tugas dan anak senang, sehingga peneliti ingin melihat apakah penggunaan metode pemberian tugas berpengaruh terhadap kemampuan mengenal bentuk geometri anak yaitu

(3)

3

anak mengenal dan dapat menunjuk bentuk geometri, anak mampu menyebutkan bentuk geometri dan mengumpulkan benda-benda disekitar berdasarkan bentuk geometri.

Dengan adanya perbaikan pembelajaran ini diharapkan agar hasil pembelajaran sesuai dengan harapan. Perbaikan pembelajaran ini dilaksanakan secara profesional serta untuk mencari bentuk pembelajaran yang lebih sempurna.

Laporan hasil perbaikan kognitif ini di susun berdasarkan kumpulan dokumen dan catatan yang dibuat selama menyusun rencana perbaikan pembelajaran, observasi, konsultasi, dan bimbingan dari supervisor serta diskusi dengan teman sejawat tentang pelaksanaan perbaikan pembelajaran kognitif di TK dengan judul

“Peningkatan Kemampuan Mengenal Bentuk Geometri Melalui Metode Pemberian Tugas Di Taman Kanak-Kanak Kurusumange Desa Cakkela Kecamatan Kahu Kabupaten Bone”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang dikemukakan diatas, maka rumusan masalah yang diajukan dapat dirumuskan: bagaimanakah peningkatan kemampuan mengenal bentuk geometri melalui metode pemberian tugas di Taman Kanak-Kanak Kurusumange Desa Cakkela Kecamatan Kahu Kabupaten Bone?

(4)

4

C. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian yang hendak dicapai adalah untuk mengetahui Peningkatan Kemampuan Mengenal Bentuk Geometri Melalui Metode Pemberian Tugas Di Taman Kanak-Kanak Kurusumange Desa Cakkela Kecamatan Kahu Kabupaten Bone.

D. Manfaat Penulisan

Manfaat yang diharapkan dalam penulisan karya tulis ilmiah ini yaitu:

1. Manfaat Teoretis

Lembaga pendidikan dalam hal ini prodi pendidikan anak usia dini diharapkan dapat menjadi panduan kepada orang tua, pendidikan tentang Peningkatan Kemampuan Mengenal Bentuk Geometri Melalui Metode Pemberian Tugas Di Taman Kanak-Kanak Kurusumange Desa Cakkela Kecamatan Kahu Kabupaten Bone.

2. Manfaat Praktis

a. Bagi guru diharapkan mengetahui stimulasi yang harus diberikan kepada anak usia 0-6 tahun dengan alat permainan edukatif (APE) dan memilih APE yang sesuai dengan usianya

b. Bagi orang tua diharapkan dapat mengarahkan dan memberikan permainan yang dianggap bermanfaat bagi anak dan memilih metode sesuai dengan aspek anak.

Referensi

Dokumen terkait

Dengan mengetahui pengaruh perhatian orang tua dan kemandirian belajar terhadap prestasi belajar siswa diharapkan dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam peningkatan

Aspek yang terlupakan oleh orang tua dalam mendidik anaknya ialah melihat bakat anak dalam bidang tertentu di luar pendidikan akademik khususnya. Anak harus

Kemampuan membaca perlu dimiliki anak usia dini, karena dengan membaca anak dapat menyampaikan apa yang ada dipikirannya serta apa yang diinginkannya, membaca juga berperan

Guru atau pendidik dalam dunia pendidikan mempunyai kedudukan sebagai tenaga profesi pada jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan anak usia dini pada

Orang tua yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi biasanya memiliki kesadaran yang tinggi pada pendidikan anak, sementara yang berpendidikan rendah kesadaran

Berdasarkan pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 58 Tahun 2009 tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini, Peraturan Menteri Pendidikan dan

Orang tua yang melakukan pengasuhan dengan mengaplikasikan konsep-konsep spiritual parenting, anak diharapkan tumbuh dan berkembang dengan memiliki karakter

3. Hubungan antara aktivitas anak pada penggunaan media manipulatif dengan kemampuan mengenal konsep bilangan pada di kelompok A Raudhatul Athfal Al Hidayah