• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. Pendahuluan. 1) Risqi Dedy Kurniawan, 2) Adi Nugroho, 3) Melkior N.N Sitokdana

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "1. Pendahuluan. 1) Risqi Dedy Kurniawan, 2) Adi Nugroho, 3) Melkior N.N Sitokdana"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

2

Perancangan dan Implementasi Sistem Pendukung Keputusan Seleksi Penerimaan Beasiswa Prestasi Dengan Metode AHP

(Analitycal Hierarchy Process) Berbasis WEB (Study Kasus: SMP N 3 Salatiga)

1)Risqi Dedy Kurniawan, 2)Adi Nugroho, 3)Melkior N.N Sitokdana

Fakultas Teknologi Informasi Universitas Kristen Satya Wacana

Jl. Diponegoro 52-60, Salatiga 50711, Indonesia

Email: 1)[email protected] 2)[email protected]

3)[email protected]

1. Pendahuluan

Dewasa ini teknologi informasi bukan lagi menjadi hal yang baru, penggunaan sistem terkomputerisasi sering dimanfaatkan dalam penyelesaian suatu pekerjaan dalam bidang pendidikan. Namun dalam perkembanganya terdapat masalah baru yang timbul yaitu penyeleksian penerima beasiswa. Pemberian beasiswa ini menjadi suatu masalah yang baru didalam sekolah jika tidak didukung oleh sistem SI/TI dan berjalan manual. Untuk itu dibutuhkan suatu pendukung keputusan untuk membantu penentuan dalam menetapkan seseorang yang layak menerima beasiswa, maka dibutuhkan sebuah sistem pendukung keputusan [1]. Di lapangan masih ditemukan kurang tepatnya penyaluran beasiswa yang di akibatkan oleh sistem yang masih konvensional atau manual [2]. Tentu akan menimbulkan masalah dengan banyaknya kriteria layak tidaknya siswa mendapatkan beasiswa, dan ditambah banyaknya calon penerima beasiswa yang memenuhi kriteria tersebut.

“Sesuai dengan peraturan yang sudah ditentukan oleh pihak pendonor beasiswa untuk memperoleh beasiswa, maka diperlukan kriteria-kriteria untuk menentukan siapa yang akan terpilih untuk menerima beasiswa” [1].

Untuk itu diperlukan suatu Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang dapat memperhitungkan segala kriteria yang mendukung pengambilan keputusan guna membantu, mempercepat dan mempermudah proses pengambilan keputusan [3].

Sistem pendukung keputusan ini hadir untuk membantu memberikan keputusan dengan hasil pengolahan data yang akurat, karena dalam perhitunganya menggunakan metode AHP (Analitycal Hierarchy Process), yaitu pemecahan masalah yang kompleks menjadi hierarki-hierarki, kemudian melakukan perhitungan berdasarkan bobot nilai subjektif dari para ahli yang berkompeten dibidang dan pekerjaanya berkaitan dengan seleksi penerimaan beasiswa. Hasilnya nanti akan terlihat jelas, nyata, dan akurat karena didukung denga bentuk grafis yang penggunaan dan pengamatanya dapat dipahami secara mudah oleh semua bagian yang berkepentingan dalam penyeleksian penerimaan beasiswa yang ada di sekolah.

(2)

3 2. Kajian Pustaka dan Teori

2.1 Penelitian Terdahulu

Penelitian dengen judul “Sistem Pendukung Keputusan Penerima Beasiswa Dengan Metode Technique For Order Preference By Similarity To Ideal Solution Di Universitas Sam Ratulangi Manado” yang dilakukan oleh Wijaya K pada tahun 2015 menghasilkan Sistem Pendukung Keputusan yang objektif dan sistematis dalam menentukan penerima beasiswa dengan kualifikasi terbaik dan menggunakan metode Rapid Application Development (RAD) [4].

Perbedaan dari jurnal penulis adalah menggunakan metode AHP yang pemrosesanya melakukan pemecahan masalah kedalam hierarki-hierarki dan melakukan pembobotan subjektif didalam pemecahanya.

Peneltian dengan judul “Penerapan Metode Simple Additive Weighting (Saw) Untuk Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Penerimaan Beasiswa Bantuan Siswa Miskin (Bsm) Pada Sma Negeri 1 Subah Kab. Batang” oleh Rinaldhi G.E pada tahun 2015 megnhasilkan proses seleksi beasiswa BSM di tingkat sekolah dapat tepat sasaran maka diperlukan sebuah sistem pendukung keputusan dengan menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW). Metode Simple Additive Weighting (SAW) sering dikenal dengan istilah metode penjumlahan terbobot [5].

Perbedaan yang ada berupa metode yang digunakan menggunakan SAW dan penulis menggunakan AHP dan juga dalam jenis beasiswa yang merupakan beasiswa bantuan miskin (BSM) sedangkan penulis mengankat beasiswa prestasi.

Penelitian yang berjudul “Sistem Pendukung Keputusan Seleksi Penerima Beasiswa Pada Smk Bina Nusantara Ungaran Menggunakan Metode Analithical Hierarchi Process (Ahp)” ditahun 2015 Prasetyo E.W membuat sebuah sistem pendukung keputusan yang dapat digunakan oleh Sekolah dengan metode Analitical Hierarchy Process, Miscrosoft Visual Basic sebagai programnya, MySQL sebagai database server sehingga dapat membantu pihak Sekolah dalam memberikan suatu pendukung keputusan [6].

Perbedaan yang ada penelitian dari penulis berbasis WEB dimana penggunaanya bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun berbeda dengan aplikasi desktop pada peneletian terdahulu yang hanya bisa dilakukan disatu waktu dan tempat.

2.2 Kajian Teori 2.2.1 Sistem

Sistem merupakan suatu aturan ataupun prosedur yang dilakukan secara bersama untuk mencapai tujuan bersama, ini didukung oleh penelitian terdahulu.

Sistem dapat didefinisikan dengan pendekatan prosedur dan pendekatan komponen, sistem dapat didefinisikan sebagai kumpulan dari prosedur-prosedur yang mempunyai tujuan tertentu [7].

2.2.2 Informasi

Informasi merupakan hasil pengolahan dari data-data mentah yang bisa berupa fakta, angka, atau simbol yang dapat menjadi ilmu pengetahuan untuk orang lain.

(3)

4 Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang berguna bagi pemakainya [7].

2.2.3 Sistem Informasi

Suatu rangkaian kerja yang terotomatisasi dengan teknologi komputer dimana memiliki susuan prosedur dan semua berkesinambungan untuk mencapai tujuan bersama. Sistem informasi merupakan suatu sistem yang tujuannya menghasilkan informasi [8].

2.2.4 Sistem Pendukung Keputusan

Sistem yang berdiri untuk membantu proses pemilihan keputusan yang tepat sasaran dengan perhitungan matematis sehingga memiliki tingkat akurasi yang tinggi dalam sebuah permasalahan. Sistem Pendukung Keputusan dapat digambarkan sebagai sistem yang berkemampuan mendukung analisis data, dan pemodelan keputusan, berorientasi keputusan, orientasi perencanaan masa depan, dan digunakan pada saat - saat yang tidak biasa [9].

2.2.5 Beasiswa

Beasiswa bisa dikatakan sebagai pembiayaan yang tidak bersumber dari pendanaan sendiri atau orang tua, akan tetapi diberikan oleh pemerintah, perusahaan swasta, kedutaan, universitas, serta lembaga pendidik atau peneliti [10].

2.2.5 AHP (Analitycal Hierarchy Process)

AHP merupakan suatu metode dalam Sistem Pendukung Keputusan dimana dalam pencapaian tujuanya atau masalah yang harus diselesaikan harus dipecah menjadi hierarki-hieraki seperti pada gambar1.

gambar1 Metode Hierarki AHP

Pada gambar1 pada kasus penyeleksian penerima beasiswa terdapat lima kriteria dalam dasar pemilihanya yaitu prestasi akademis, rata-rata raport, perinkat pararel, prestasi non akademis dan sertifikat. Dengan calon murid penerima beasiswa sebagai alternatif.

Pembobotan Alternatif dan Kriteria

Dalam metode AHP pembobotan dilakukan dengan perbandingan berpasangan, dimana pada pembobotanya seperti pada gambar2 dengan skala 1 – 9 dengan nilai kualitatif berdasarkan subjektif ahli.

(4)

5

gambar2 Skala Perbandingan Berpasangan

Pada gambar2 penentuan nilai menurut intensitas pentingnya pada kasus diberikan oleh guru BK selaku pihak penyeleksi murid(alternatif) dimana kriteria ini sudah ditentukan dari pihak guru BK.

Penentuan Prioritas

Dari kesemua alternatif dan kriteria tersebut lalu diberikan bobot nilai prioritas dari pasanganya, dimana pada penilaian ini berdasarkan nilai subjektif para ahli yang memiliki kepentingan dalam hal penerimaan beasiswa.

- (A)(wT)(n)(wT) digunakan pada vektor bobot berpasangan.

-

i

aij 1

perhitungan dalam normalisasi matrix perbandingan berpasangan.

-

j ij

i a

w n1 '

untuk perhitungan rata-rata dimana Wi adalah bobot tujuan.

Pengujian Konsistensi

Dalam perhitunganya kesemua data dalam kriteria harus lolos dalam uji konsistensi ini untuk mengetahui perhitungan bisa dilanjutkan atau nilai dalam kriteria bisa dijadikan patokan apakah siswa dapat lolos seleksi beasiswa atau tidak.

Dimana dalam pengujianya :

gambar3 Index Random Konsistensi

Pada gambar3 ini digunakan tabel index random guna menguji tingkat konistensinya, dimana penggunaaya tergantung berapa banyak kriteria yang digunakan sebagai patokanya.

-

1 ,

0 RIn

CI

dimana jika A kurang dari 0,1 perhitungan bisa dikatangan konsisten

(5)

6 3. Metode Penelitian

3.1 Metode Penelitian

Pada penelitian ini menggunakan metode Kuantitaif yang merupakan penelitian yang sistematis terhadap suatu susunan maupun bagian dari sebuah fenomena yang akan diteliti. Dimana metode kuantitatif ini bersifat induktif, objektif, dan ilimiah dengan data berupa skor, atau nilai, dengan suatu pernyataan- pernyataan yang dapat dinilai kemudian distatistik.

3.2 Metode Pengumpulan Data 3.2.1 Observasi

Penulis terlibat langsung dalam pengamatan studi kasus yang berada di SMP N 3 Salatiga, dengan bertemu pihak guru pengemban tugas penyeleksi beasiswa untuk memperoleh gambaran secara jelas bagaimana alur beasiswa berjalan dari pihak pemberi beasiswa hingga sampai ke murid penerima beasiswa.

3.2.2 Wawanacara

Penulis melakukan wawancara pada pihak sekolah Ibu Dian Nugraheni, S.Pd (guru BK) untuk mendapatkan kriteria-kriteria apa saja yang dijadikan faktor oleh sekolah dalam pemberian beasiswa prestasi. Hasil wawancara ini didapatkan data primer berupa data jumlah siswa berprestasi pada semester 1 tahun ajaran 2015/2016.

3.3 Metode Analisis Data

Dalam wawancara dan studi kasus langsung di SMP N 3 Salatiga ditemukan beberapa kriteria yang menjadi patokan dalam penyeleksian penerimaan beasiswa antara lain

- Prestasi Akademik - Rata-rata Nilai Rapor - Peringkat Pararel Sekolah - Prestasi Non Akademik - Sertifikat

Dimana dalam penentuan nilai dari beberapa kriteria tersebut dijelaskan pada tabel1 seperti berikut :

Prestasi Akademis

Nilai Keterangan

1 Tidak Berprestasi

2 Berprestasi Tingkat Sekolah

3 Berprestasi Tingkat Kota

4 Berprestasi Tingkat Provinsi

5 Berprestasi Tingkat Nasional

Rata – Rata Raport

Nilai Keterangan

1 < 6.00

2 6.00 -7.00

3 7.01 – 8.00

4 8.01 – 9.00

(6)

7

5 9.01 – 10.00

Peringkat Pararel

Nilai Keterangan

1 Peringkat 5

2 Peringkat 4

3 Peringkat 3

4 Peringkat 2

5 Peringkat 1

Prestasi Non Akademis

Nilai Keterangan

1 Tidak Berprestasi

2 Berprestasi Tingkat Sekolah

3 Berprestasi Tingkat Kota

4 Berprestasi Tingkat Provinsi

5 Berprestasi Tingkat Nasional

Sertifikat

Nilai Keterangan

1 Tidak Ada

3 Berprestasi Tingkat Provinsi

5 Berprestasi Tingkat Nasional

Tabel1 Penentuan Nilai Kriteria

4. Pembahasan 4.1 Use Case

gambar4 Use Case Diagram

(7)

8 Pada sistem memiliki satu aktor sebagai Admin yang mengakses 6 menu untuk yaitu :Login, Index, Kriteria, Bobot Kriteria, Alternatif, Bobot Alternatif, Nilai, dan Rangking. Dimana admin harus melakukan login terlebih dahulu untuk masuk ke sistem, lalu melakukan input data pada alternatif dan kriteria, dan data tersebut akan dipakai oleh bobot kriteria dan bobot alternatif untuk perhitunganya, dan data hasil pembobotan akan di rangking, dan hasilnya akan ditampilkan pada grafik yang terlihat pada tampilan Index.

4.2 Perhitungan AHP

Prestasi Lomba Akademik

Rata - Rata Nilai Raport

Peringkat Pararel Sekolah

Prestasi Non Akademik

Sertifikat Non Sekolah Prestasi Lomba

Akademik 1 1 3 1 3

Rata - Rata

Nilai Raport 1 1 2 1 1

Peringkat

Pararel Sekolah 0,333 0,500 1 1 2

Prestasi Non

Akademik 1 1 1 1 3

Sertifikat Non

Sekolah 0,333 1 0,500 0,333 1

Jumlah 3,666 4,500 7,500 4,333 10,000

Tabel2 Matriks Perbandingan Kriteria Berpasangan

Matrix perbandingan berpasangan ini diberikan nilai berdasarkan bobot kepentingan dari tiap pasanganya.

Prestasi Lomba Akademik

Rata - Rata Nilai Raport

Peringkat Pararel Sekolah

Prestasi Non Akademik

Sertifikat Non Sekolah

Priority Vector

Prestasi Lomba

Akademik 0,273 0,222 0,400 0,231 0,300 0,285

Rata - Rata

Nilai Raport 0,273 0,222 0,267 0,231 0,100 0,218

Peringkat

Pararel Sekolah 0,091 0,111 0,133 0,231 0,200 0,153

Prestasi Non

Akademik 0,273 0,222 0,133 0,231 0,300 0,232

Sertifikat Non

Sekolah 0,091 0,222 0,067 0,077 0,100 0,111

Jumlah 1,000 1,000 1,000 1,000 1,000 1.000

Tabel3 Matriks Normalisasi Kriteria Berpasangan

Lalu dilakukan normalisasi seperti yang dilakukan pada tabel3 dengan membagi tiap baris dengan hasil perjumlahan perbarisnya. Dan jumlah harus selalu bernilai 1. Normalisasi ini dilakukan untuk menghindari anomali dan tidak konsistensi dari suatu data.

Dan selanjutnya dilakukan matrix perbandingan pada tiap-tiap alternatif berpasangan dan dilakukan normalisasi, dan selanjutnya dilakukan perkalian silang oleh priority vector per kriteria.

(8)

9 Prestasi Lomba

Akademik Lintang Bagio Aura

Lintang 1 9 9

Bagio 0,077 1 9

Aura 0,077 0,077 1

Jumlah 1,154 10,077 19

Tabel4 Matriks Perbandingan Alternatif Berpasangan

Prestasi Lomba

Akademik Lintang Bagio Aura

Lintang 0,866 0,893 0,474

Bagio 0,067 0,099 0,474

Aura 0,067 0,008 0,053

Jumlah 1 1 1

Tabel5 Matriks Normalisasi Alternatif Berpasangan

Pada tabel4 dan tabel5 merupakan hasil perbandingan dan normalisasi pada tiap-tiap alternatif untuk kriteria Prestasi Akademis, dan dilakukan perhitungan yang sama untuk alternatif pada kriteria Rata-Rata Raport, Peringkat Pararel Sekolah, Prestasi Non Akademis, dan Sertifikat.

Alternatif

Kriteria

Hasil Prestasi

Lomba Akademik

Rata - Rata Nilai Raport

Peringkat Pararel Sekolah

Lintang 0,094 0,067 0,052 0,213

Bagio 0,058 0,041 0,031 0,130

Aura 0,039 0,025 0,022 0,086

Tabel6 Matriks Hasil Perangkingan ALternatif

Dari tabel6 didapatkan bahwa keseluruhan perhitungan menunjukan Lintang (Alternatif) dengan hasil tertinggi 0,213. Dan hasil ini yang dipergunakan sebagai dasar untuk penyeleksian beasiswa.

5. Implimentasi

gambar5 index.php

Tampilan login.php seperti gambar5 yang mengharuskan admin memasukan username dan password terlebih dahulu untuk bisa melakukan perubahan data yang

(9)

10 dilakukan admin pada update data baik itu nama, bobot per kriteria dan alternatif sampai dengan perhitungan dalam kriteria dan alternatif.

gambar6 index.php

Index.php menampilkan hasil perhitungan dalam bentuk grafik seperti pada gambar6, yang sebelumnya sudah diolah pada pembobotan yang diambil dari data alternatif dan bobot kriteria dan selanjutnya memasuki tahap perhitungan untuk diakumulasi hasil dari perhitungan rangking.php.

gambar7 alternatif.php

Alternatif.php menampilkan data-data murid sebagai alternatifnya dimana pada gambar7 menampilkan menu bar, id alternatif, nama alternatif, hasil akhir, search dan button untuk update dan delete.

var chart1;$(document).ready(function() {

chart1 = new Highcharts.Chart({ chart: { renderTo: 'container2', type:

'column'},title: { text: 'Grafik Rangking Penerima Beasiswa '}, xAxis:

{categories: ['murid']},yAxis: { title: { text: 'Nilai'}}, series:[

<?php while ($row4 = $stmt4->fetch(PDO::FETCH_ASSOC)){

?> data{name: '<?php echo $row4['n_alter'] ?>', data: [<?php echo

$row4['end'] ?>] },<?php } ?>] });});

(10)

11

gambar8 alternatif.php

Kriteria.php menampilkan data kriteria sebagai dasar perhitungan dimana pada gambar8 menampilkan menu bar, id kriteria, nama kriteria bobot kriteria, search dan button untuk update dan delete.

gambar9 bobot_kriteria.php

Bobot_kriteria.php menampilkan tabel matriks seperti pada gambar9, perbandingan berpasangan dimana sebelumnya sudah dimasukan nilai berdasarkan kepentingan yang didapatkan dari nilai subjektif ahli, kemudian tabel yang ada dibawah menampilkan data yang sudah dinormalisasi dari tabel matriks perbandingan sebelumnya.

gambar10 bobot_alternatif.php

Bobot_alternatif.php menampilkan data tabel seperti gambar10 alternatif yang sebelumnya sudah dihitung pada tabel berpasangan dari nilai subjektif ahli, lalu pada tabel dibawah menunjukan data yang sudah dinormalisasi sekaligus memuat hasil yang sudah dikalikan oleh priority vector dari per kriteria.

(11)

12

gambar11 rangking.php

Rangking.php menampilkan hasil pembobotan dari kesemua data alternatif dimana sebelumnya sudah melalui tahap perhitungan pada bobot_alternatif.php, kemudian kesemua data alternatif diakumulasi hasilnya untuk mengetahui jumlah terbanyak pada hasil perangkinganya data ini akan dimuat pada index.php dalam bentuk grafik.

gambar12 nilai.php

nilai.php ini menjadi dasar dalam input nilai dalam matrix perbandingan alternatif dan kriteria. Dimana nilai ini digunakan untuk perhitungan matriks perbandingan kriteria dan alternatif berdasarkan kepentiganya. Pada pengisian data ini nilai subjektif ahli yaitu guru BK yang akan digunakan dasar penentuan nilainya.

<tr><th style="vertical-align:middle;"><?php echo $row3['n_alter'] ?></th><?php $stmt4 =

$pro->read_all_data();while ($row4 = $stmt4 fetch(PDO::FETCH_ASSOC)){?><td style="vertical-align:middle;">

<?php if($row3['id_alter']==$row4['id_alter']){

echo '1';if($pro >insert($row3['id_alter'],'1',$row4['id_alter’] ,$alt_kriteria)){} else{$pro-

>update($row3['id_alter'],'1',$row4 ['id_alter'],$alt_kriteria);}} else{$pro-

>read_data($row3['id_alter'],$row4['id_alter'],$alt_kriteria);echo number_format($pro->x, 3, '.', ','); ?></td><?php}?></tr>

(12)

13 6. Kesimpulan dan Saran

6.1 Kesimpulan

Setelah dilakukan beberapa tahapan perhitungan dan penjelasan diatas dapat diambil suatu kesimpulan bahwa, dalam perhitungan penyeleksian penerimaan beasiswa menggunakan 5 kriteria, yaitu : Prestasi Akademis, Rata-Rata Raport, Peringkat Pararel Sekolah, Prestasi Non Akademis, dan Sertifikat. Pada masing- masing kriteria ini dibobot dengan nilai subjektifitas dengan cara memakai matrix perbandingan berpasangan, lalu dinormalisasikan untuk mendapatkan priority vector sebagai acuan perhitunganya.

Lalu untuk alternatif bisa ditambahkan pada sistem sebanyak apapun tergantung dengan kebutuhanya, dan setelah admin melakukan input data maka akan di bobot dengan matriks perbandingan berpasangan dan normalisasi dengan dikalikan priority vector masing-masing kriteria. Lalu dilakukan perangkingan untuk mengetahui hasil terbanyak dari masing-masing alternatif.

Dan pada implementasinya terdapat proteksi login dan berupa tampilan create, insert, update pada masing-masing halaman website yang terdiri dari index.php, kriteria.php, alternatif.php, bobot_kriteria.php, bobot_alternatif.php, nilai.php, dan rangking.php dimana kesemua halaman tersebut saling terhubung dengan dalam perhitungan dan output hasilnya.

Dan sistem pendukung keputusan ini dapat membantu pihak sekolah dalam penyeleksian murid walaupun data alternatif yang ada banyak dan beragam dengan kriteria yang ada, dengan sistem terotomatisasi dalam perhitungan ini dapat digunakan secara user friendly, terlebih berbasis website yang penggunaanya dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun secara realtime.

6.2 Saran

Saran dari penulis penelitian untuk masa yang akan datang, berupa tampilan website bisa lebih responsive dan dapat diakses secara maksimal pada segala macam perangkat teknologi. Diberi tambahan fitur proteksi untuk keamanan data

<tr><td style="vertical-align:middle;"><input type="checkbox" value="<?php echo

$row['nilai'] ?>" name="checkbox[]" /></td><td style="vertical-

align:middle;"><?php echo $row['sum_nilai'] ?></td> <td style="vertical- align:middle;"><?php echo $row['data_nilai'] ?></td> <td class="text-center"

style="vertical-align:middle;">

<a href="btn_update.php?id=<?php echo $row['nilai'] ?>" class="btn btn- warning"></a>

<a href="btn_delete.php?id=<?php echo $row['nilai'] ?>" class="btn btn- danger"></a></td></tr>

(13)

14 hasil perhitungan maupun saat perhitunganya, dan juga untuk memberikan perhitungan yang lebih kompleks pada kriteria secara berkala. Ditambahkan beberapa alternatif dan sub alternatif dalam konteks beasiswa yang lebih luas.

Mencantumkan beberapa data referensi lain untuk tingkat keakuratan yang lebih baik untuk pengambilan keputusanya.

Daftar Isi

[1] H. Tanjung, “Sistem Pendukung Keputusan Seleksi Siswa Penerima Beasiswa Dengan Metode Analytical Hierarkhi Process (Studi Kasus : Sd N 106166 Marindal),” Pelita Informatika Budi Darma, Vol. Ix, Pp. 1-7, Maret 2015.

[2] B. D. Ariyadi, “Sistem Pendukung Keputusan Seleksi Penerima Beasiswa Pada Sma 1 Boja Dengan Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (Ahp),” Pp. 1-6, 2015.

[3] K. Suryadi, “Sistem Pendukung Keputusan,” Remaja Rosda Kerja, 2000.

[4] K. Wijaya, “Sistem Pendukung Keputusan Penerima Beasiswa Dengan Metode Technique For Order Preference By Similarity To Ideal Solution Di Universitas Sam Ratulangi Manado,” E-Journal Teknik Informatika, Vol. 5, Pp. 1-6, 2015.

[5] G. E. Rinaldhi, “Penerapan Metode Simple Additive Weighting (Saw) Untuk Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Penerimaan Beasiswa Bantuan Siswa Miskin (Bsm) Pada Sma Negeri 1 Subah Kab. Batang,” Pp. 1-9, 2015.

[6] E. W. Prasetyo, “Sistem Pendukung Keputusan Seleksi Penerima Beasiswa Pada Smk Bina Nusantara Ungaran Menggunakan Metode Analithical Hierarchi Process (Ahp),” Pp. 1-8, 2015.

[7] J. H. Mustakini, “ Sistem Informasi Teknologi,” Andi Offset, 2009.

[8] Yakub, “ Pengantar Sistem Informasi,” Graha Ilmu, 2012.

[9] A. Kadir, “ Pengenalan Sistem Informasi,” Andy, 2008.

[10] L. Adhitama, “Sistem Analisis Pendukung Rekomendasi Kelayakan Bagi Penerima Beasiswa Prestasi Dengan Menggunakan Metode Analytical Hierarcy Process (Ahp),” Pp. 1-10, 2014.

[11] R. Cahyaningtyas, “Perancangan Sistem Informasi Perpustakaan Pada Smp Negeri 3 Tulakan, Kecamatan Tulakan Kabupaten Pacitan,” Portal Garuda, Pp. 1-6, 2014.

[12] Suyatno, “Sistem Informasi Smp Muhammadiyah 10 Surakarta Berbasis Web,” Pp.

1-15, 2014.

[13] H. H. Soegarda Poerbakawatja, “Ensiklopedia Pendidikan,” Gunung Agung, P. 41, 1982.

[14] M. Mulyadi, “Penelitian Kuantitatif Dan Kualitatif Serta Pemikiran Dasar

Menggabungkannya,” Jurnal Studi Komunikasi Dan Media, Vol. 15, Pp. 1-12, 2011.

Referensi

Dokumen terkait

Adanya sistem penunjang keputusan pada pemilihan guru terbaik dapat menghasilkan keputusan yang tepat karena menggunakan metode yaitu Analytical Hierarchy Process (AHP) sebagai

Terdapat beberapa metode yang dapat digunakan dalam membarntu proses pengambilan keputusan, tetapi metode AHP dipilih untuk sistem pendukung keputusan pemilihan laptop

Metode AHP dan TOPSIS berhasil diterapkan dalam sistem pendukung keputusan Penentuan Finalis dalam Pemilihan Duta Wisata Kabupaten Kutai Kartanegara dengan kriteria

1) Proses penentuan lokasi relokasi dapat dibantu menggunakan sistem pendukung keputusan menggunakan metode AHP dan TOPSIS dengan memberikan pengambil keputusan

Sistem pendukung keputusan menggunakan metode SMART yang dibangun sangat membantu untuk mempercepat pengolahan data dalam pengambilan keputusan untuk menentukan calon siswa baru yang

Sistem pendukung keputusan yang dapat membantu proses pengambilan keputusan dalam penentuan beasiswa, penelitian menggunakan metode Analytical Hierarchy Process AHP, Rumusan

Pelatih sebaiknya menggunakan sistem pendukung keputusan pemilihan pemain menggunakan metode Analytical Hierarcy Process AHP dengan pembobotan Rank Order Centorid ROC dalam membantu

Metode yang digunakan dalam sistem pendukung keputusan ini adalah Analytical Hierarchy Process AHP untuk membantu pemilihan Botol Susu Bayi.. Berdasarkan pembahasan dari hasil