• Tidak ada hasil yang ditemukan

SEKRETARIAT DAERAH KOTA SAMARINDA TAHUN 2020

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "SEKRETARIAT DAERAH KOTA SAMARINDA TAHUN 2020"

Copied!
68
0
0

Teks penuh

(1)

(LKjIP)

SEKRETARIAT DAERAH KOTA SAMARINDA

TAHUN 2020

(2)

KATA PENGANTAR i

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas perkenannya dapat menyelesaikan penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Sekretariat Daerah Kota Samarinda Tahun 2020, sesuai amanat dari Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Walikota Samarinda Nomor 29 Tahun 2011 tentang Pedoman SAKIP Pemerintah Kota Samarinda.

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Sekretariat Daerah Kota Samarinda merupakan wadah bagi pelaporan kinerja selama 1 (satu) tahun dalam rangka meningkatkan akuntabilitas dan pencapaian kinerja dan berisi uraian pertanggungjawaban pelaksanaan tugas dan fungsi serta kewenangan pengelolaan sumber daya dan kebijaksanaan operasional dalam rangka pencapaian visi dan misi Sekretariat Daerah Kota Samarinda, serta penjelasan tentang kinerja, capaian dan analisis capaian kinerja.

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi (LAKIP) Sekretariat Daerah Kota

Samarinda Tahun 2020 merupakan media pertanggungjawaban yang dikaitkan

dengan Rencana Strategis Sekretariat Daerah Kota Samarinda tahun 2016- 2021,

hal ini merupakan wujud dari keinginan Sekretariat daerah Kota Samarinda untuk

dapat menyajikan pertanggungjawaban yang transparan dan akuntabel , dalam

memenuhi harapan masyarakat yaitu Terwujudnya Clean Government dan Good

Governance.

(3)

KATA PENGANTAR ii Samarinda, Februari 2021 Sekretaris Daerah,

DR. H. SUGENG CHAIRUDDIN, M.Si

Pembina Utama Madya (IV/d)

NIP. 19660302 198609 1 001

(4)

RINGKASAN EKSEKUTIF iii

RINGKASAN EKSEKUTIF

Sekretariat Daerah Kota Samarinda berupaya menyelenggarakan pemerintahan dengan berprinsip pada tata kelola pemerintahan yang baik dan berorientasi hasil ( result oriented government) sesuai dengan kewenangan . Manajemen pemerintahan memiliki aspek penting yang perlu diimplementasikan yaitu Akuntabilitas Kinerja . Akuntabilitas kinerja setidaknya harus memuat visi, misi, tujuan dan sasaran yang memiliki arah dan tolak ukur yang jelas atas rumusan perencanaan strategis organisasi sehingga gambaran hasil yang ingin dicapai dalam bentuk sasaran dapat terukur, dapat diuji dan diandalkan.

Secara umum pencapaian sasaran strategis melalui indikator-indikator kinerja menunjukkan keberhasilan untuk mewujudkan misi dan tujuan sebagaimana tertuang dalam Renstra Sekretariat Daerah Kota Samarinda dengan 8 (delapan) sasaran strategis dan 19 (sembilan belas) indikator kinerja sebagai berikut :

a. Indikator kinerja pada pencapaian Sasaran Strategis Meningkatnya Kinerja Organisasi Perangkat Daerah, 4 (dua) indikator kinerja dengan rata-rata capaian kinerja berkatagori BAIK atau 100%, dengan realisasi 4 (empat) indikator kinerja telah mencapai /melebih target.

b. Indikator kinerja pada pencapaian sasaran strategis Meningkatnya Pelaporan Kinerja Pemerintah Daerah dengan jumlah indikator kinerja sebanyak 4 (empat) indikator kinerja dengan rata-rata capaian kinerja berkatagori BAIK atau 100%.

c. Indikator kinerja pada pencapaian sasaran strategis Meningkatnya Pelayanan Pengadaan Barang/Jasa dengan jumlah indikator kinerja sebanyak 1 (satu) indikator kinerja dan capaian kinerja berkatagori BAIK atau 100%.

d. Indikator kinerja pada pencapaian sasaran strategis Meningkatnya Perekonomian Samarinda dan Mempererat hubungan dengan Pers dengan jumlah indikator kinerja sebanyak 3 (tiga) indikator kinerja dengan capaian kinerja berkatagori BAIK atau 100% dan telah mencapai/melebihi target.

e. Indikator kinerja pada pencapaian sasaran strategis Meningkatnya

Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan dengan jumlah indikator kinerja 2

(5)

RINGKASAN EKSEKUTIF iv (dua) dengan hasil capaian kinerja berkatagori BAIK atau 100 %, sebanyak 2 (dua) indikator kinerja telah mencapai/melebihi target.

f. Indikator kinerja pada pencapaian sasaran strategis pencapaian Meningkatnya Penataan Produk Hukum Daerah dan Fasilitasi Hukum dengan jumlah indikator kinerja sebanyak 2 (dua) dengan hasil capaian kinerja berkatagori BAIK atau 100 %, sebanyak 2 (dua) indikator kinerja telah mencapai/melebihi target.

g. Indikator kinerja pada pencapaian sasaran strategis Administrasi Penataan Wilayah Meningkatnya Kerjasama antar Pemerintah Daerah dengan Pihak Lainnya dengan jumlah indikator kinerja sebanyak 1 (satu) indikator kinerja dengan capaian hasil rata-rata kinerja berkatagori BAIK atau 240%, dengan 1 (satu) indikator kinerja dengan hasil telah mencapai /melebihi target.

h. Indikator kinerja pada pencapaian sasaran strategis Meningkatnya Administrasi Penataan Wilayah dengan jumlah indikator kinerja sebanyak 2 (dua) indikator kinerja dengan hasil rata-rata capaian kinerja berkatagori BAIK atau 100%, dengan 2 (dua) indikator telah mencapai/melebihi target.

Sekretariat Daerah Kota Samarinda akan melakukan segala upaya yang

diperlukan sesuai dengan kewenangan untuk menyelenggarakan pemerintahan

dengan berprinsip tata kelola kepemerintahan yang baik dan berorientasi hasil sesuai

dengan harapan yang ditetapkan pada RENSTRA Sekretariat Daerah serta untuk

mendukung pencapaian kinerja RPJMD Kota Samarinda tahun 2016 - 2021.

(6)

DAFTAR ISI v

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR... i

RINGKASAN EKSEKUTIF... iii

DAFTAR ISI ... v

BAB. I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... ... 1

1.2 Kewenangan Sekretariat Daerah Kota Samarinda…….………… 2

1.3 Lingkungan Strategis yang berpengaruh……… 5

BAB. II PERENCANAAN DAN PENETAPAN KINERJA 2.1 Visi……….………... 7

2.2 Misi………..…... 8

2.3 Tujuan Strategik………..…... 9

2.4 Sasaran ,Kebijakan dan Program Organisasi... 9

2.5 Perjanjian Kinerja Th 2020.... ……….………... 15

BAB. III AKUNTABILITAS KINERJA 3.1. Evaluasi Capaian Kinerja……….. 17

3.2. Pengukuran dan Analisis Pencapaian Kinerja ... 20

3.3. Akuntabilitas Keuangan ... 32

BAB. IV PENUTUP... …... 36

Lampiran- Lampiran :

1. Perjanjian Kinerja Tahun 2020 2. Pengukuran Kinerja tahun 2020

3. Indikator Kinerja Utama Sekretariat Daerah

4. Realisasi Keuangan Setda Kota Samarinda Tahun 2020

5. Evaluasi Renja Tahun 2020

(7)

BAB I PENDAHULUAN 1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang

Untuk mewujudkan aparatur negara yang profesional serta memahami tugas dan fungsinya, diperlukan keterpaduan langkah dan koordinasi yang optimal agar penyelenggaraan pemerintah berjalan efektif, stabil dan dinamis. Sesuai dengan Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas korupsi, kolusi dan nepotisme, tentang hal yang sama dalam Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2016 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Instruksi ini mewajibkan setiap instansi pemerintah sebagai unsur penyelenggara negara untuk mempertanggung jawabkan pelaksanaan tugas, fungsi dan perannya dalam pengelolaan sumber daya kebijakan yang diamanatkan kepadanya berdasarkan perencanaan strategis yang ditetapkan dalam suatu sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Sistem AKIP).

Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah pada Sekretariat Daerah Kota Samarinda Tahun 2020 dimaksud sebagai perwujudan kewajiban Sekretariat Daerah Kota Samarinda untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan misi dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja Tahun 2020 dan juga sebagai umpan balik untuk memicu perbaikan kinerja Sekretariat Daerah Kota Samarinda yang akan datang.

Pelaksanaan penyusunan Laporan Kinerja Sekretariat Kota Samarinda didasarkan pada peraturan perundang-undangan yang berlaku yaitu :

1. TAP MPR No. XI/MPR/1999 tentang Penyelenggaraan yang bersih dan bebas dari KKN;

2. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah;

3. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah;

4. Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang

bersih dari KKN;

(8)

BAB I PENDAHULUAN 2 5. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan

Kinerja Instansi Pemerintah;

6. Peraturan Pemerintah Nomor 18 tahun 2016 tentang Perangkat Daerah;

7. Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;

8. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Tekhnis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah;

9. Peraturan Daerah Kota Samarinda Nomor 6 Tahun 2016 tentang RPJMD Kota Samarinda tahun 2016-2021;

10. Peraturan Daerah Kota Samarinda Nomor 1 Tahun 2018 tentang APBD Kota Samarinda;

11. Peraturan Daerah Kota Samarinda Nomor 4 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kota Samarinda (Lembaran Daerah Kota Samarinda Tahun 2016 Nomor 4)

12. Peraturan Walikota Samarinda Nomor 20 Tahun 2016 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah Kota Samarinda

1.2 Kewenangan Sekretariat Daerah Kota Samarinda 1.2.1. Umum

Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah yang

telah ditindaklanjuti dengan pembentukan Sekretariat Daerah Kota Samarinda melalui

Peraturan Daerah Nomor 04 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan

Perangkat Daerah dan Peraturan Walikota Samarinda Nomor 20 Tahun 2016 tentang

Susunan Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah Kota Samarinda. Sekretariat

Daerah Kota (Setdakot) Samarinda merupakan unsur staf (pembantu pimpinan

pemerintah daerah) yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) yang berada dan

bertanggung jawab kepada Walikota Samarinda.

(9)

BAB I PENDAHULUAN 3 1.2.2. Tugas Pokok

Berdasarkan Peraturan Walikota Samarinda Nomor 20 Tahun 2016 tugas pokok Sekretariat Daerah Kota Samarinda adalah membantu Walikota dalam penyusunan kebijakan dan pengoordinasian administratif terhadap pelaksanaan tugas OPD serta pelayanan administratif.

1.2.3. Fungsi

Dalam Pasal 4 Peraturan Walikota Samarinda Nomor 20 Tahun 2016 untuk menyelenggarakan tugas pokoknya, Sekretariat Daerah Kota Samarinda mempunyai fungsi :

a) pengoordinasian penyusunan kebijakan Daerah;

b) pengoordinasian pelaksanaan tugas satuan kerja Perangkat Daerah;

c) pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan Daerah;

d) pelayanan administratif dan pembinaan Aparatur Sipil Negara pada instansi Daerah; dan

e) pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Walikota terkait dengan tugas dan fungsinya

1.2.4 Susunan Organisasi

Dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat, Sekretariat Daerah Kota Samarinda dipimpin Sekretaris Daerah dan dibantu oleh :

a. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat yang selanjutnya disebut Asisten I, membawahkan:

1. Bagian Pemerintahan dan Otonomi Daerah, membawahkan:

a) Sub Bagian Tata Pemerintahan dan Otonomi Daerah;

b) Sub Bagian Administrasi Pejabat Negara dan Ketertiban Umum; dan c) Sub Bagian Bina Administrasi Pemerintahan Kecamatan dan Kelurahan.

2. Bagian Kesejahteraan Rakyat, membawahkan:

a) Sub Bagian Keagamaan;

b) Sub Bagian Sosial, Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi; dan

c) Sub Bagian Pendidikan, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga, serta Pariwisata.

3. Bagian Kerjasama dan Administrasi Wilayah, membawahkan:

(10)

BAB I PENDAHULUAN 4 a) Sub Bagian Kerjasama;

b) Sub Bagian Penataan Wilayah; dan c) Sub Bagian Administrasi Perkotaan.

4. Bagian Hukum, membawahkan:

a) Sub Bagian Peraturan Perundang-undangan;

b) Sub Bagian Dokumentasi Hukum dan Publikasi; dan c) Sub Bagian Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia.

b. Asisten Perekonomian dan Pembangunan yang selanjutnya disebut Asisten II, membawahkan:

1. Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam, membawahkan:

a) Sub Bagian Perekonomian;

b) Sub Bagian Sumber Daya Alam; dan

c) Sub Bagian Pengembangan Potensi Daerah.

2. Bagian Infrastruktur, membawahkan:

a) Sub Bagian Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan;

b) Sub Bagian Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Perhubungan; dan c) Sub Bagian Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik.

3. Bagian Administrasi Pembangunan, membawahkan:

a) Sub Bagian Penyusunan Program;

b) Sub Bagian Pengendalian Pembangunan; dan

c) Sub Bagian Evaluasi dan Administrasi Pelaksanaan Pembangunan.

4. Bagian Pengadaan Barang/Jasa, membawahkan:

a) Sub Bagian Kesekretariatan;

b) Sub Bagian Pengadaan Jasa Konsultansi dan Jasa Lainnya; dan c) Sub Bagian Pengadaan Barang dan Konstruksi.

c. Asisten Administrasi Umum yang yang selanjutnya disebut asisten III, membawahkan:

1. Bagian Umum, membawahkan:

a) Sub Bagian Rumah Tangga;

b) Sub Bagian Perencanaan dan Pengadaan; dan c) Sub Bagian Inventarisasi dan Distribusi.

2. Bagian Organisasi, membawahkan:

a) Sub Bagian Kelembagaan dan Analisa Jabatan;

b) Sub Bagian Ketatalaksanaan dan Pelayanan Publik; dan

c) Sub Bagian Pengembangan Kinerja dan Pendayagunaan Aparatur.

3. Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol, membawahkan:

a) Sub Bagian Humas;

b) Sub Bagian Protokol; dan c) Sub Bagian Penerima Tamu.

4. Bagian Tata Usaha, membawahkan:

a) Sub Bagian Tata Usaha Pimpinan dan Kepegawaian;

(11)

BAB I PENDAHULUAN 5 b) Sub Bagian Perencanaan Program Setda; dan

c) Sub Bagian Keuangan Setda.

d. Staf Ahli; dan

e. Kelompok Jabatan Fungsional.

1.2.5 Sumber Daya Manusia

Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi Sekretariat Daerah Kota Samarinda ditunjang dengan sumber daya aparatur sebanyak 351 orang. Yang terdiri dari PNS sebanyak 216 orang dan PTTB sebanyak 134 orang .

Secara lebih rinci dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

No Status Jumlah Golongan Jenis Kelamin Ket

I II III IV L P

1 PNS 194 1 58 110 25 126 68

2 PTTB 165 - - - - 102 63

1.2.6. Sarana dan Prasarana

Untuk menunjang pelaksanaan tugas pokok dan fungsnya, Sekretariat Daerah Kota Samarinda dilengkapi dengan sarana dan prasarana berupa tanah, bangunan kantor, kendaraan dinas, inventaris, dan fasilitas lainnya. Sarana dan prasarana tersebut sebagian dalam kondisi baik dan sebagian dalam kondisi kurang baik, namun diharapkan semuanya dapat dimanfaatkan secara optimal.

1.3. Lingkungan Strategis yang berpengaruh a. Keadaan Umum Wilayah

Kota Samarinda mempunyai luas wilayah 718 KM2 dengan letak Geografis

Administratif Kota Samarinda memiliki Batas wilayah sebagai berikut :

Sebelah Utara : berbatasan dengan Kecamatan Muara Badak dan Kecamatan Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara Sebelah Selatan : berbatasan dengan Kecamatan Sanga-Sanga Kabupaten

Kutai Kartanegara

(12)

BAB I PENDAHULUAN 6 Sebelah Timur : berbatasan dengan Kecamatan Anggana Kabupaten Kutai

Kartanegara

Sebelah Barat : berbatasan dengan Kecamatan Loa Janan dan Kec Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara

b. Topografi dan Fisiografi

Topografi wilayah Kota Samarinda adalah sebagai berikut:

a. 31,72% merupakan daerah datar (lereng 0-2%) b. 28,69% merupakan daerah landai (lereng 2-15%)

c. 24,39% merupakan daerah bergelombang (lereng 15-40%)

d. 15,20% merupakan daerah terjal / perbukitan dengan kemiringan diatas 40%.

Luas wilayah Kota Samarinda adalah 71.800 Ha atau 0,37 persen dari seluruh wilayah Propinsi Kalimantan Timur.

c. Sumber Dana

Tahun 2020 Sekretariat Daerah Kota Samarinda dengan alokasi pembiayaan belanja sebesar Rp 77.792.143.426,- dana tersebut terdiri dari Anggaran Belanja Tidak Langsung sejumlah Rp 27.856.040.000,- dan Anggaran Belanja Langsung sejumlah Rp 49.936.103.426,-

Secara lebih rinci dapat dilihat tabel dibawah ini :

No Uraian Alokasi Th 2019

I

II

Belanja Tidak Langsung Belanja Pegawai

Jumlah Belanja Langsung

Rp. 27.856.040.000,00 Rp. 49.936.103.426,00

Total Rp. 77.792.143.426,00

Sumber data : Bagian Tata Usaha Setda Kota Samarinda

(13)

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA 7 BAB II

PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA VISI DAN MISI

Dalam rangka mengantisipasi tantangan ke depan menuju kondisi yang diinginkan, Sekretariat Daerah Kota Samarinda perlu secara terus menerus mengembangkan peluang dan inovasi.

Meningkatnya persaingan, tantangan dan tuntutan masyarakat akan pelayanan prima mendorong Sekretariat Daerah Kota Samarinda untuk mempersiapkan diri agar tetap eksis dan unggul dengan senantiasa mengupayakan perubahan kearah perbaikan.

Perubahan tersebut dilakukan secara bertahap, terencana, konsisten dan berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan akuntabilitas kinerja yang berorientasi pada pencapaian hasil atau manfaat.

2. 1. VISI

Visi merupakan cara pandang jauh ke depan kemana Sekretariat Daerah Kota Samarinda akan diarahkan dan apa yang akan dicapai maupun diperoleh. Sejalan dengan Visi Pemerintah Kota Samarinda yaitu “ TERWUJUDNYA KOTA SAMARINDA SEBAGAI KOTA METROPOLITAN YANG BERDAYA SAING DAN BERWAWASAN LINGKUNGAN, maka visi Sekretariat Daerah Kota Samarinda adalah :

TERWUJUDNYA KOTA SAMARINDA SEBAGAI KOTA METROPOLITAN YANG BERDAYA SAING DAN

BERWAWASAN LINGKUNGAN

(14)

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA 8 Sejalan dengan cita cita yang ingin diwujudkan dalam lima tahun masa pembangunan Kota Samarinda adalah terwujudnya Kota Samarinda sebagai kota metropolitan yang berdaya saing dan berwawasan lingkungan. Makna yang paling besar yang terdapat dalam Visi ini adalah Kota Samarinda sebagai Kota Metropolitan.

Dalam Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang disebutkan bahwa kawasan metropolitan adalah kawasan perkotaan yang terdiri atas sebuah kawasan perkotaan yang berdiri sendiri atau kawasan perkotaan inti dengan kawasan perkotaan disekitarnya yang saling memiliki keterkaitan fungsional yang dihubungkan dengan sistem jaringan prasarana wilayah yang terintegrasi dengan jumlah penduduk secara keseluruhan sekurang-kurangnya 1.000.000 (satu juta) jiwa.

Menetapkan Kota Samarinda sebagai Kota Metropolitan merupakan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat ditengah-tengah pertumbuhan penduduk yang pesat, dengan memperhatikan prinsip-pinsip pembangunan berkelanjutan untuk mencegah terjadinya pertumbuhan fisik kota yang tidak terkendali. Aspek-aspek pembangunan berkelanjutan yang menjadi fokus pemerintah Kota Samarinda terdiri atas aspek inti (sosial, ekonomi, lingkungan) dan aspek pendukung (Good Governance, keuangan daerah) dengan Kota Cerdas (Smart City) sebagai pondasi.

2.2. MISI

Misi adalah sesuatu yang harus dilaksanakan oleh organisasi (Instansi Pemerintah) agar tujuan organisasi dapat tercapai dan berhasil dengan baik. Dengan pernyataan Misi tersebut, diharapkan seluruh pegawai dan pihak yang berkepentingan dapat mengenal Instansinya dan mengetahui alasan keberadaan dan perannya.

Untuk mewujudkan visi Sekretariat Daerah Kota Samarinda sebagaimana yang telah digariskan di atas, maka dipandang perlu untuk menggariskan beberapa misi yang harus dilaksanakan oleh seluruh jajaran Sekretariat Daerah Kota Samarinda yaitu sebagai berikut :

’’MEWUJUDKAN TATA KELOLA PEMERINTAHAN YANG BAIK, BEBAS KORUPSI, DITUNJANG APARATUR YANG BERINTEGRITAS TINGGI,

PROFESIONAL DAN INOVATIF’’

(15)

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA 9 2.3. TUJUAN STRATEGIK

Tujuan merupakan penjabaran atau implementasi dari pernyataan misi dan meletakkan kerangka prioritas untuk memfokuskan arah semua program dan kegiatan dalam melaksanakan misi. Tujuan dicanangkan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun.

Adapun tujuan strategis Sekretariat Daerah Kota Samarinda adalah Terwujudnya Tata Kelola Pemerintahan yang baik, Bebas Korupsi dan Pembinaan Aparatur yang Profesional, berintegritas tinggi dan inovatif.

2.4.SASARAN, KEBIJAKAN DAN PROGRAM ORGANISASI

Sasaran stratejik Sekretariat Daerah Kota Samarinda merupakan penjabaran dari misi dan tujuan yang telah ditetapkan, yang menggambarkan sesuatu yang akan dihasilkan dalam kurun waktu 5 (lima) tahun dan dialokasikan dalam 5 (lima) periode secara tahunan melalui serangkaian kegiatan yang akan dijabarkan lebih lanjut dalam suatu Rencana Kinerja (Performance Plan). Penetapan sasaran stratejik ini diperlukan untuk memberikan fokus pada penyusunan kegiatan dan alokasi sumber daya organisasi dalam kegiatan atau operasional organisasi tiap-tiap tahun untuk kurun waktu 5 (lima) tahun.

Sasaran stratejik Sekretariat Daerah Kota Samarinda merupakan bagian integral dalam proses perencanaan stratejik, dan merupakan dasar untuk mengendalikan dan memantau pencapaian kinerja. Sasaran-sasaran yang ditetapkan sepenuhnya mendukung pencapaian tujuan stratejik yang terkait, dengan demikian apabila seluruh sasaran yang ditetapkan telah dicapai maka diharapkan tujuan stratejik juga dapat dicapai.

Pada masing-masing sasaran ditetapkan program yang akan dilaksanakan guna mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Untuk tahun 2020 sasaran dan program Sekretariat Daerah Kota Samarinda dapat dijabarkan sebagai berikut:

1) SASARAN

Sasaran merupakan bagian integral dalam sistem perencanaan strategik yang

terfokus pada tindakan dan alokasi sumber daya dalam kegiatan atau aktivitas.

(16)

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA 10 Sasaran mempunyai karakteristik dari sasaran paling tidak terdiri atas: SMART (Specific, Measurable, Acceptable, Result, Timelines).

Sasaran Penyelenggaraan Sekretariat Daerah Kota Samarinda akan diutamakan pada upaya tercapainya perwujudan profesional aparatur, yang mampu mendukung perwujudan mutu pelayanan, dan efisian dalam memfasilitasi dan membina terwujudnya daya tahan dan kemandirian daerah dan masyarakat Kota Samarinda.

Berdasarkan fokus sasaran tersebut secara lebih operasional, maka Sekretariat Daerah Kota Samarinda menetapkan 8 (delapan) sasaran sebagai berikut :

1. Meningkatnya Kinerja Organisasi Perangkat Daerah 2. Meningkatnya Pelaporan Kinerja Pemerintah Daerah

3. Meningkatnya Pelayanan Pengadaan Barang/Jasa

4. Meningkatnya Perekonomian Samarinda dan Mempererat Hubungan dengan Pers

5. Meningkatnya Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan

6. Meningkatnya Penataan Produk Hukum Daerah dan Fasilitasi Hukum

7. Administrasi Penataan Wilayah Meningkatnya Kerjasama antar Pemerintah Daerah dengan Pihak Lainnya

8. Meningkatnya Administrasi Penataan Wilayah

2) KEBIJAKAN

Strategi memerlukan persepsi dan tekanan khusus yang terjabar dalam bentuk kebijakan sehingga merupakan pedoman pelaksanaan tindakan-tindakan tertentu.

Dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran, Sekretariat Daerah Kota Samarinda memiliki 67 kebijakan, yaitu:

1. Meningkatkan koordinasi dengan Kemenpan-RB dan BKN mengenai kamus jabatan

2. Mengoptimalkan sosialisasi dan bimtek terhadap sumberdaya aparatur

(17)

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA 11 3. Meningkatkan frekuensi monitoring dan evaluasi

4. Meningkatkan Koordinasi pada SKPD dalam pensertifikatan ISO

5. Mengoptimalkan sosialisasi dan monitoring terhadap pengimplementasian SPP oleh unit pelayanan

6. Meningkatkan koordinasi pada SKPD dalam penyusunan SOP 7. Meningkatkan monitoring standar pelayanan publik

8. Menerbitkan perwali standarisasi sarana dan prasarana

9. Meningkatkan koordinasi kepada SKPD dilingkungan Pemerintah Kota Samarinda

10. Meningkatkan koordinasi terhadap pejabat penyelenggara negara

11. Peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pelayanan administrasi ketatalaksanaan untuk menciptakan profesionalisme di Pelayanan pengadaan Barang/Jasa Pemerintah di Kota Samarinda

12. Penguatan kelembagaan

13. Peningkatan kualitas pembangunan yang berbasis kinerja

14. Peningkatan kualitas pelaksanaan koordinasi program dan kegiatan yang tepat dan efisien.

15. Peningkatan kualitas laporan penyerapan anggaran APBD 16. Peningkatan kualitas data pelaksanaan pembangunan.

17. Peningkatan kualitas usulan rencana pembangunan kota 18. Peningkatan kualitas SDM

19. Peningkatan kualitas pelaporan pelaksanaan pembangunan diiprioritaskan pada proyek-proyek yang strategis

20. Meningkatkan Koordinasi dengan instansi teknis dalam pembentukan Produk Hukum daerah

21. Menyelesaikan perkara hukum yang ditangani, terbentuknya Kelurahan sadar hukum dan memberikan bantuan hukum pada masyarakat miskin kota samarinda

22. Menyediakan Produk-produk Hukum daerah dan Peraturan Perundang- undangan dan sosialisasi produk hukum secar langsung dan digital

23. Meningkatnya pelayanan publik berbasis teknologi informasi dibidang media

elektronik

(18)

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA 12 24. Mengoptimalkan Petugas-Petugas Kamerawan

25. Meningkatkan Kualitas Pelaksanaan Desentralisasi dan Otonomi Daerah

26. Meningkatkan kualitas penyelenggaraan Pemerintahan Kecamatan dalam memberikan pelayanan dan menciptakan kesejahteraan masyarakat

27. Meningkatan kualitas penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah

28. Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan di daerah

29. Memperkuat koordinasi dan penataan administrasi kewilayahan dan toponimi 30. Membentuk Panitia Seleksi dan Penerima Permohonan Bantuan Beasiswa

Kaltim Cemerlang

31. Memberangkatkan Calon Jamaah Haji Kota Samarinda Menuju embarkasi Haji Batakan Balikpapan dan dari Embarkasi Haji Batakan Balikpapan menuju Kota Samarinda

32. Memberikan petunjuk tata cara pembuatan laporan penggunaan bantuan Dana Hibah

33. Melakukan penugasan untuk pendataan Pelajar dan Mahasiswa Kota Samarinda yang berada di Luar Daerah Kota Samarinda

34. Memfasilitasi Komunikasi Pimpinan dengan masyarakat melalui Safari Jum'at dan Safari Ramadhan

35. Pemberian Materi Dakwah terhadap Muballiqh Se Kota Samarinda

36. Pemberian Materi tentang tata cara yang baik dalam memandikan Jenazah 37. Memberikan Rekomnedasi Usulan dan Pencairan atas Bantuan Hibah kepada

Rumah Ibadah

38. Mengadakan Festival Lomba Bedug agar Pemusatan Kegiatan Masyarakat atas Takbir Keliling menjadi terpusat pada tempat tertentu

39. Pengiriman Kafilah MTQ Kota Samarinda pada MTQ tingkat Propinsi Kalimantan Timur

40. Meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat dengan memberikan

bantuan melalui dana hibah sesuai dengan aturan Walikota Nomor 28 Tahun

2014 tentang Pedoman pembemberian hibah dan bantuan sosial yang

bersumber dari APBD.

(19)

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA 13 41. Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat agar bantuan yang di berikan

kepada masyarakat tepat sasaran.

42. Meningkatkan ketersediaan informasi, bidang sosial, kesehatan,pemberdayaan perempuan dan KB

43. Meningkatkan Ketersediaan SOP dan pedoman bagi pelaksanaan kerja aparatur terutama bagi bagian yang belum memiliki SOP dan Pedoman kerja 44. Meningkatkan kuantitas pelayanan difokuskan pada pelayanan masyarakat.

45. Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan memberikan informasi dan bantuan kepada masyarakat agar tepat sasaran.

46. Koordinasi dengan kementrian Perindustrian dan perdagangan

47. Pengembangan potensi daerah melalui kegiatan promosi dan melakukan pemantauan terhadap kegiatan promosi.

48. Melaksanakan Petunjuk dan Pelaksanaan (JUKLAK)

49. Pengintegrasian peran stakeholder dalam pengembangan dan peningkatan ekspor dan Investasi Daerah (PEPIDA).

50. Peningkatan Program Kerja TPID dalam Menjaga Kesetabilan Inflasi di Kota Samarinda.

51. Melaksanakan instruksi Presiden No.13 th 2011 dengan berkoordinasi dengan kementrian Energi Baru terbarukan di jakarta.

52. Penyediaan pedoman teknis yang komprehenshif dalam penyaluran raskin dengan tetap berkoordinasi dengan menkokesra dan TNP2K di Jakarta

53. Penyediaan Pedoman Teknis yang komprehenshif dalam penyaluran pupuk bersubsidi kepada para petani dengan tetap berkoordinasi dengan kementrian Pertanian dan Kehutanan di Jakarta.

54. Koordinasi kebijakan dengan kementrian dalam negeri, BPPSPAM Kementerian PU RI Jakarta, keuangan daerah.

55. Meningkatkan pengelolaan dalam pelayanan administrasi 56. Meningkatkan pengawasan distribusi surat

57. Meningkatkan disiplin kerja aparatur

58. Penambahan sarana dan prasarana pendukung ke tata arsipan yang memadai 59. Mengikutsertakan aparatur dalam kegiatan bimtek

60. Melaksanakan rapat koordinasi dengan fokus pelayanan perkotaan

(20)

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA 14 61. Mempetakan lokasi atau potensi yang isa dikembangkan untuk pelayanan

perkotaan

62. Melaksanakan mediasi / memfasilitasi sengketa lahan yang diminta diluar pengadilan oleh warga

63. Melaksanakan pelatihan juru ukur tanah oleh aparatur

64. Melaksanakan pensertifikatan tanah masyarakat kota samarinda dan pemecahan sertifikat tanah warga kota samarinda yg terkena proyek infrastruktur

65. Mengikuti pelatihan-pelatihan, bimtek tentang pertanahan

66. Meningkatkan Kemapuan SDM Dalam hal pengambilan keputusan 67. Melaksanakan MOU kerjasama diberbagai Leading Sektor

3) PROGRAM

Dari tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan, maka langkah selanjutnya adalah menetapkan cara pencapaiannya (bagaimana) dengan menetapkan Program Organisasi. Program merupakan kumpulan kegiatan nyata, sistematis dan terpadu yang dilaksanakan oleh satu atau beberapa instansi pemerintah dalam rangka kerjasama dengan masyarakat guna mencapai tujuan dan sasaran yang ditetapkan.

Program Sekretariat Daerah Kota Samarinda yang akan dilaksanakan tahun 2020 sebagai berikut:

1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 3. Program Peningkatan Disiplin Aparatur

4. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur

5. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan

6. Program Peningkatan Pelayanan Kedinasan Kepala Daerah / Wakil Kepala

Daerah

(21)

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA 15 7. Program Peningkatan Sistem Pengawasan Internal dan Pengendalian

Pelaksanaan Kebijakan KDH

8. Program Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Informasi

9. Program Mengintensifkan Penanganan Pengaduan Masyarakat 10. Program Peningkatan Kerjasama Antar Pemerintah Daerah 11. Program Penataan Peraturan Perundang-undangan

12. Program Penguatan Pengawasan

13. Program Pengembangan Wawasan Kebangsaan

14. Program Evaluasi Kinerja Daerah dan Peningkatan Kapasitas

15. Program Fasilitasi Kepala Daerah, DPRD, dan Hubungan Antar Lembaga 16. Program Pengendalian dan Pelaporan Pembangunan

17. Program Fasilitasi Kelembagaan dan Kepegawaian Perangkat Daerah 18. Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik

19. Program Penguatan Akuntabilitas Kinerja

20. Program Pembinaan dan Pengembangan Kawasan Perkotaan

21. Program Penataan Wilayah Administrasi Penegasan Batas Daerah dan Toponimi

22. Program Penguatan Ketatalaksanaan.

2 .5 Perjanjian Kinerja Tahun 2020

Dengan telah diterbitkannya Inpres RI Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan

Pemberantasan Korupsi , kemudian Sekretariat Daerah Kota Samarinda

menindaklanjuti dengan menyusun dan menetapkan dalam Dokumen Perjanjian

Kinerja Tahun 2020 sebagaimana dalam Peraturan Menteri PAN dan RB nomor 53

Tahun 2014. Perjanjian Kinerja pada dasarnya adalah pernyataan komitmen yang

mempresentasikan tekad dan janji untuk mencapai kinerja yang jelas dan terukur

dalam rentang waktu 1 (satu) tahun dengan mempertimbangkan sumber daya yang

dikelolanya. Tujuan khusus Perjanjian Kinerja antara lain adalah : untuk

meningkatkan akuntabilitas, transparansi dan kinerja aparatur .

(22)

BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA 16

Perjanjian Kinerja Tahun 2020 secara berjenjang sesuai dengan kedudukan,

tugas dan fungsi yang ada . Perjanjian Kinerja ini merupakan tolok ukur evaluasi

akuntabilitas kinerja pada tahun 2020 disusun berdasarkan Rencana Kinerja Tahun

2019 yang telah disesuaikan setelah Penetapan APBD Tahun 2019. Ringkasan

Perjanjian Kinerja Tahun 2020 selengkapnya terdapat pada lampiran 1.

(23)

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 17 BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

Akuntabilitas kinerja adalah kewajiban untuk menjawab dari perorangan, badan hukum atau pimpinan kolektif secara transparan mengenai keberhasilan atau kegagalan dalam melaksanakan misi organisasi kepada pihak-pihak yang berwenang menerima pelaporan akuntabilitas/pemberi amanah

Sekretariat Daerah Kota Samarinda selaku pelaksanaaan administratif pemerintahanan Kota Samarinda melaksanakan kewajiban berakuntabilitas melalui penyajian Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Sekretariat Daerah Kota Samarinda yang dibuat sesuai dengan ketentuan yang terkandung dalam Peraturan Presiden RI Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri PAN dan RB Nomor 53 tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.

Laporan tersebut diatas memberikan gambaran mengenai tingkat pencapaian Sasaran dan Program/Kegiatan, baik keberhasilan-keberhasilan kinerja yang telah dicapai maupun kegagalan pada tahun 2020.

3.1 Evaluasi Capaian Kinerja Tahun 2020

Pengukuran tingkat capaian kinerja Sekretariat Daerah Kota Samarinda tahun 2020 dilakukan dengan cara membandingkan antara target dengan realisasi masing- masing indikator kinerja sasaran. Rincian tingkat capaian kinerja masing-masing indikator sasaran tersebut dapat digambarkan pada lampiran Pengukuran Kinerja (lampiran 3) . Secara umum terdapat beberapa keberhasilan pencapaian sasaran strategis, namun demikian juga terdapat beberapa sasaran strategis yang tidak berhasil diwujudkan. Media pengukuran kinerja terdiri dari Formulir Perjanjian Kinerja dan Pengukuran Kinerja

Untuk mempermudah interprestasi atas pencapaian sasaran/program/kegiatan diberlakukan nilai serta makna dari nilai tersebut , yaitu :

- 100 % – 81% = Baik

- 80 -%- 51% = Cukup

- Dibawah 50 = Kurang

(24)

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 18 Secara umum Sekretariat Daerah Kota Samarinda telah dapat melaksanakan tugas dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja Tahun 2020 yang terdiri dari 8 (delapan) Sasaran Strategis dan 19 (sembilan belas) indikator kinerja, dengan rincian :

a. Indikator kinerja pada pencapaian Sasaran Strategis Meningkatnya Kinerja Organisasi Perangkat Daerah, 4 (dua) indikator kinerja dengan rata-rata capaian kinerja berkatagori BAIK atau 100%, dengan realisasi 4 (empat) indikator kinerja telah mencapai /melebih target.

b. Indikator kinerja pada pencapaian sasaran strategis Meningkatnya Pelaporan Kinerja Pemerintah Daerah dengan jumlah indikator kinerja sebanyak 4 (empat) indikator kinerja dengan rata-rata capaian kinerja berkatagori BAIK atau 100%.

c. Indikator kinerja pada pencapaian sasaran strategis Meningkatnya Pelayanan Pengadaan Barang/Jasa dengan jumlah indikator kinerja sebanyak 1 (satu) indikator kinerja dan capaian kinerja berkatagori BAIK atau 100%.

d. Indikator kinerja pada pencapaian sasaran strategis Meningkatnya Perekonomian Samarinda dan Mempererat hubungan dengan Pers dengan jumlah indikator kinerja sebanyak 3 (tiga) indikator kinerja dengan capaian kinerja berkatagori BAIK atau 100% dan telah mencapai/melebihi target.

e. Indikator kinerja pada pencapaian sasaran strategis Meningkatnya Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan dengan jumlah indikator kinerja 2 (dua) dengan hasil capaian kinerja berkatagori BAIK atau 100 %, sebanyak 2 (dua) indikator kinerja telah mencapai/melebihi target.

f. Indikator kinerja pada pencapaian sasaran strategis pencapaian Meningkatnya Penataan Produk Hukum Daerah dan Fasilitasi Hukum dengan jumlah indikator kinerja sebanyak 2 (dua) dengan hasil capaian kinerja berkatagori BAIK atau 100 %, sebanyak 2 (dua) indikator kinerja telah mencapai/melebihi target.

g. Indikator kinerja pada pencapaian sasaran strategis Administrasi Penataan

Wilayah Meningkatnya Kerjasama antar Pemerintah Daerah dengan Pihak

Lainnya dengan jumlah indikator kinerja sebanyak 1 (satu) indikator kinerja

dengan capaian hasil rata-rata kinerja berkatagori BAIK atau 240%, dengan 1

(satu) indikator kinerja dengan hasil telah mencapai /melebihi target.

(25)

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 19 h. Indikator kinerja pada pencapaian sasaran strategis Meningkatnya Administrasi

Penataan Wilayah dengan jumlah indikator kinerja sebanyak 2 (dua) indikator kinerja dengan hasil rata-rata capaian kinerja berkatagori BAIK atau 100%, dengan 2 (dua) indikator telah mencapai/melebihi target.

Tabel 3.1.1.

Hasil Pencapaian Sasaran Strategis

No Sasaran Strategis

Jumlah Indikator

Kinerja

Katagori Ketercapaian Indikator Kinerja Baik

( 100 – 81)

Cukup (80-50)

Kurang Dibawah 50

Katagori/ Rata- Rata (%)

1

Meningkatnya Kinerja Organisasi

Perangkat Daerah 4 4 0 0 BAIK

(100 % )

2

Meningkatnya Pelaporan Kinerja

Pemerintah Daerah 4 4 0 0 BAIK

(100 % )

3

Meningkatnya Pelayanan Pengadaan

Barang/Jasa 1 1 0 0 BAIK

(100 % )

4

Meningkatnya Perekonomian Samarinda

dan Mempererat Hubungan dengan Pers 3 3 0 0 BAIK

(106 % )

5

Meningkatnya Pengendalian dan Evaluasi

Pembangunan 2 2 0 0 BAIK

(100 % )

6

Meningkatnya Penataan Produk Hukum

Daerah dan Fasilitasi Hukum 2 2 0 0 BAIK

(101 % )

7

Administrasi Penataan Wilayah Meningkatnya Kerjasama antar Pemerintah Daerah dengan Pihak Lainnya

1 1 0 0 BAIK

(570 % )

8

Meningkatnya Administrasi Penataan

Wilayah 2 2 0 0 BAIK

(100 %)

Dari uraian tabel diatas . dapat disimpulkan bahwa Sekretariat Daerah Kota

Samarinda Tahun 2020 telah melaksanakan tugasnya dan sebanyak 8 (delapan)

sasaran strategis berkategori BAIK.

(26)

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 20 3.2 Pengukuran dan dan Analisis Pencapaian Kinerja

Hingga akhir Tahun 2020, pengukuran kinerja terhadap indikator kinerja Sekretariat Daerah Kota Samarinda yang telah dicapai pada tahun 2020 dengan membandingkan antara target dan realisasi pada pada indikator sasaran strategis serta akumulasi realisasi tahun 2020 dengan target RENSTRA Sekretariat Daerah Tahun 2020 diuraikan sebagai berikut :

Sasaran Strategis

Meningkatnya Kinerja Organisasi Perangkat Daerah

Tabel 3.2.1

Pengukuran dan Analisis Pencapaian Kinerja terhadap sasaran strategis Meningkatnya Kinerja Organisasi Perangkat Daerah.

Pencapaian keberhasilan sasaran strategis diatas Meningkatnya Kinerja Organisasi Perangkat Daerah dengan didukung dana APBD sebesar Rp.

4.446.904.931,- dengan realisasi sebesar Rp. 4.319.594.054,- atau 97% dengan 4 (empat) program ; 1) Program Mengintensifkan Penanganan Pengaduan Masyarakat sebanyak 15 (lima belas) kegiatan, 2) Program Fasilitasi Kelembagaan dan Kepegawaian Perangkat Daerah sebanyak 1 (satu) kegiatan, 3) Program Peningkatan

No Indikator Kinerja Satuan

Tahun 2019

Tahun 2020

Capaian Kinerja Th 2020 (%) Target Realisasi Target Realisasi

1 Persentase Fasilitasi pendampingan kegiatan bidang Kesejahteraan rakyat

Persen 100 100 100 100 100

2 Dokumen Perubahan Kelembagaan

dan SOTK Dokumen 1 1 1 1 100

3

Persentase Unit Pelayanan Publik yang telah melaksanakan kepatuhan UU no 25 Tahun 2009 dengan predikat Tinggi

Persen 25 25 25 25 100

4

Persentase Unit Pelayanan Publik yang memiliki nilai SKM rata-rata baik

Persen 25 25 25 25 100

Rata – rata capaian kinerja 100

(27)

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 21 Kualitas Pelayanan Publik sebanyak 1 (satu) kegiatan, dan 4) Program Penguatan Ketatalaksanaan sebanyak 2 (dua) kegiatan.

Efisiensi Kinerja :

Capaian Kinerja mencapai 100%, selain itu, Indikator

Kinerja didukung dengan serapan anggaran sebesar 97%

(28)

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 22 Sasaran Strategis

Meningkatnya Pelaporan Kinerja Pemerintah Daerah

Tabel 3.2.2

Pengukuran dan Analisis Pencapaian Kinerja terhadap sasaran strategis Meningkatnya pemahaman aparatur mengenai penjabaran tupoksi

Untuk mewujudkan sasaran tersebut dilaksanakan melalui 4 (empat) program yaitu 1) Program Penguatan Pengawasan dengan 1 (satu) kegiatan, 2) Program Evaluasi Kinerja Daerah dan Peningkatan Kapasitas dengan 2 (dua) kegiatan, 3) Program Fasilitasi Kepala Daerah, DPRD, dan Hubungan Antar Lembaga dengan 3 (tiga) kegiatan, 4) Program Penguatan Akuntabilitas Kinerja dengan 1 (satu) kegiatan.

Keberhasilan capaian sasaran strategis didukung APBD Kota Samarinda sebesar Rp.

1.723.620.000,- dengan realisasi sebesar Rp. 1.675.264.431,- atau 97 %.

No Indikator Kinerja Satuan

Tahun 2019

Tahun 2020

Capaian Kinerja Th 2019 Target Realisasi Target Realisasi (%)

1

Persentase

Penyelenggara Negara yang menyampaikan LHKPN

Persen 25 25 100 100 100

2 Penyampaian LPPD ke

Pemerintah Pusat Waktu Tepat Tepat Tepat Tepat 100

3

Dokumen LKPJ yang disusun sesuai dengan ketentuan

Dokumen 1 1 1 1 100

4 Penyampaian LKjIP ke

Pemerintah Pusat Waktu Tepat Tepat Tepat Tepat 100

Rata – rata capaian kinerja 100

Efisiensi Kinerja :

Capaian Kinerja mencapai 100%, selain itu, Indikator

Kinerja didukung dengan serapan anggaran sebesar 97%

(29)

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 23 Sasaran Strategis

Meningkatnya Pelayanan Pengadaan Barang / Jasa.

Tabel : 3.2.3

Evaluasi Pencapaian Sasaran Strategis Meningkatnya Pelayanan Pengadaan Barang / Jasa

Dalam pelaksanaan sasaran strategis Meningkatnya Kinerja Organisasi SKPD didukung dengan alokasi dana sebesar Rp. 182.733.230,- dengan realisasi Rp.

182.146.536,- atau 99% dengan 1 (satu) Program ; 1) Program Peningkatan Sistem Pengawasan Internal dan Pengendalian Pelaksanaan Kebijakan KDH sebanyak 1 (satu) Kegiatan.

No Indikator Kinerja Satuan

Tahun

2019 Tahun

2020

Capaian Kinerja Th

2019 ( %) Target Realisasi Target Realisasi

1

Persentase paket pengadaan barang dan jasa yang terlaksana dengan baik

Persen 100 100 100 100 100

Rata – rata capaian kinerja 100

Efisiensi Kinerja :

Capaian Kinerja mencapai 100%, selain itu, Indikator

Kinerja didukung dengan serapan anggaran sebesar 99%

(30)

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 24

. Sasaran Strategis

Meningkatnya Perekonomian Samarinda dan Mempererat Hubungan dengan Pers

Tabel : 3.2.4

Evaluasi Pencapaian Sasaran Strategis

Meningkatnya Perekonomian Samarinda dan Mempererat Hubungan dengan Pers

Dalam pelaksanaan pencapaian sasaran strategis Meningkatnya Perekonomian Samarinda dan Mempererat Hubungan dengan Pers sebesar Rp. 2.272.737.476,- dengan realisasi sebesar Rp. 2.251.089.066,- atau 99% dengan 1 (satu) Program ; 1) Program Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Informasi sebanyak 7 (tujuh) Kegiatan.

No Indikator Kinerja Satuan

Tahun

2019 Tahun

2020

Capaian Kinerja Th

2019 ( %) Target Realisasi Target Realisasi

1

Persentase Fasilitasi

pendampingan kegiatan bidang Ekonomi

Persen 100 100 100 100 100

2

Persentase proses pelaksanaan pengadaan barang/jasa yang terlaksana secara tertib

Persen 100 100 100 100 100

3 Persentase hubungan kerjasama

dengan pers yang harmonis/baik Persen 100 100 100 100 100

Rata – rata capaian kinerja 100

Efisiensi Kinerja :

Capaian Kinerja mencapai 100%, selain itu, Indikator

Kinerja didukung dengan serapan anggaran sebesar 99%

(31)

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 25 Sasaran Strategis

Meningkatnya Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan

Tabel : 3.2.5

Evaluasi Pencapaian Sasaran Strategis

Meningkatnya Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan.

Dalam pelaksanaan pencapaian sasaran strategis Meningkatnya Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan sebesar Rp. 1.300.000.000,- dengan realisasi sebesar Rp. 1.279.223.437,- atau 98% dengan 1 (satu) Program ; 1) Program Pengendalian dan Pelaporan Pembangunan sebanyak 3 (tiga) Kegiatan.

No Indikator Kinerja Satuan

Tahun

2019 Tahun

2020

Capaian Kinerja Th 2019 ( %) Target Realisasi Target Realisasi

1 Capaian rata-rata realisasi fisik

pembangunan kota samarinda tahun n Persen 80 80 80 80 100 2 Persentase daya serap anggaran

pembangunan kota samarinda tahun n Persen 8 8 8 8 100

Rata – rata capaian kinerja 100

Efisiensi Kinerja :

Capaian Kinerja mencapai 100%, selain itu, Indikator

Kinerja didukung dengan serapan anggaran sebesar 98%

(32)

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 26 Sasaran Strategis

Meningkatnya Penataan Produk Hukum Daerah dan Fasilitasi Hukum

Tabel : 3.2.6

Evaluasi Pencapaian Sasaran Strategis

Meningkatnya Penataan Produk Hukum Daerah dan Fasilitasi Hukum

Pada tahun 2020 , capaian kinerja terhadap sasaran strategis diatas ditetapkan sebanyak 2 (dua) indikator kinerja dengan 1 (satu) Program yaitu Program Penataan Peraturan Perundang-Undangan dengan 3 (tiga) kegiatan didukung APBD sebesar Rp.

949.417.550,- dengan realisasi sebesar Rp. 940.305.331,- atau 99%.

No Indikator Kinerja Satuan

Tahun

2019 Tahun

2020

Capaian Kinerja Th 2019 ( %) Target Realisasi Target Realisasi

1

Persentase Rancangan Peraturan daerah dan Rancangan Peraturan Kepala Daerah yang dihasilkan dan siap untuk disahkan

Buah 570 583 570 477 83

2 Persentase pendampingan dan fasilitasi

hukum Persen 100 100 100 100 100

Rata – rata capaian kinerja 92

Efisiensi Kinerja :

Capaian Kinerja mencapai 92%, selain itu, Indikator

Kinerja didukung dengan serapan anggaran sebesar 99%

(33)

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 27 Sasaran Strategis

Administrasi Penataan Wilayah Meningkatnya Kerjasama antar Pemerintah Daerah dengan Pihak Lainnya

Tabel : 3.2.7

Evaluasi Pencapaian Sasaran

Administrasi Penataan Wilayah Meningkatnya Kerjasama antar Pemerintah Daerah dengan Pihak Lainnya

Pada tahun 2020 , capaian kinerja terhadap sasaran strategis diatas ditetapkan sebanyak 1 (satu) indikator kinerja dengan 2 (dua) Program yaitu Program Peningkatan Kerjasama antar Pemerintah Daerah dengan 2 (dua) didukung APBD sebesar Rp.

501.675.100,- dengan realisasi sebesar Rp. 496.911.100,- atau 99 %. Capaian kinerja mencapai 240% berasal dari banyaknya MoU yang telah ditandatangani, target MoU pada tahun 2020 adalah 10 MoU sedangkan MoU yang telah ditandatangani berjumlah 24 MoU.

Adapun 24 (dua puluh empat) Naskah Perjanjian Kerjasama Antar Daerah tersebut dapat diuraikan sebagai berikut :

a. Kesepakatan Bersama (MOU) antara Pemerintah Kota Samarinda dengan PD. Bank Perkreditan Rakyat Kota Samarinda Tentang Pemanfaatan Produk dan Jasa Layanan Perbankan dalam Upaya Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah Kota Samarinda.

b. Kesepakatan Bersama (MOU) antara Pemerintah Kota Samarinda dengan PD. Bank Perkreditan Rakyat Kota Samarinda Tentang Penerimaan Pembayaran Pajak Daerah Secara On-Line.

No Indikator Kinerja Satuan

Tahun 2019

Tahun 2020

Capaian Kinerja Th 2019

( %) Target Realisasi Target Realisasi

1

Persentase MOU antara Pemerintah Kota dengan Pihak lain yang dibuat dan ditandatangani

Persen

100 570 100 240 240

Rata – rata capaian kinerja 240

(34)

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 28 c. Kesepakatan Bersama (MOU) antara Pemerintah Kota Samarinda dengan

Kantor Pertanahan Kota Samarinda Tentang Percepatan Sertifikat Tanah Milik Pemerintah Kota Samarinda, Optimalisasi Penerimaan Daerah serta Penyediaan Akses Reforma Agraria.

d. Kesepakatan Bersama (MOU) antara Pemerintah Kota Samarinda dengan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Samarinda Ilir Tentang Ekstensifikasi dan Intensifikasi Pajak.

e. Kesepakatan Bersama (MOU) antara Pemerintah Kota Samarinda dengan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Samarinda Ulu Tentang Ekstensifikasi dan Intensifikasi Pajak.

f. Kesepakatan Bersama (MOU) antara Pemerintah Kota Samarinda dengan PT. Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara Tentang Kerjasama Kemitraan.

g. Kesepakatan Bersama (MOU) antara Pemerintah Kota Samarinda dengan PT. Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara Tentang Penerimaan Retribusi Pelayanan Pasar dan Tera/Tera Ulang Non Tunai (e-Retribusi).

h. Kesepakatan Bersama (MOU) antara Pemerintah Kota Samarinda dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Secara Elektronik.

i. Kesepakatan Bersama (MOU) antara Pemerintah Kota Samarinda dengan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur Tentang Pengembangan Potensi Wisata, Praktek Lapangan/Magang, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat bagi Mahasiswa dan Dosen Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur.

j. Kesepakatan Bersama (MOU) antara Pemerintah Kota Samarinda dengan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kantor Wilayah Provinsi Kalimantan Timur dan Universitas Mulawarman Tentang Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia dan Kualitas Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah Nasional dan Dana Kelurahan.

k. Kesepakatan Bersama (MOU) antara Pemerintah Kota Samarinda dengan

Pemerintah Kota Balikpapan Tentang Kerjasama Jaringan Lintas Perkotaan.

(35)

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 29 l. Kesepakatan Bersama (MOU) antara Pemerintah Kota Samarinda dengan

Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Tentang Kerjasama Kemitraan.

m. Kesepakatan Bersama (MOU) antara Pemerintah Kota Samarinda dengan Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Tentang Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dalam Bidang Hukum dan Strategi Pengembangan Bidang Pangan Segar serta Pangan Olahan Kota Samarinda.

n. Kesepakatan Bersama (MOU) antara Pemerintah Kota Samarinda dengan Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Tentang Kerjasama Pembangunan Daerah.

o. Kesepakatan Bersama (MOU) antara Pemerintah Kota Samarinda dengan PT. Bank Syariah Mandiri Tentang Kerjasama Kemitraan.

p. Kesepakatan Bersama (MOU) antara Pemerintah Kota Samarinda dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara Tentang Kerjasama Pembangunan Perkotaan Bertetangga.

q. Kesepakatan Bersama (MOU) antara Pemerintah Kota Samarinda dengan BPJS Kesehatan Tentang Kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional bagi Penduduk yang didaftarkan oleh Pemerintah Kota Samarinda 2020.

r. Kesepakatan Bersama (MOU) antara Pemerintah Kota Samarinda dengan Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Tentang Optimalisasi Pemungutan Pajak Pusat dan Pajak Daerah di Kota Samarinda.

s. Kesepakatan Bersama (MOU) antara Pemerintah Kota Samarinda dengan PT. Bank Tabungan Negara (Persero)Tbk Tentang Kerjasama Kemitraan.

t. Kesepakatan Bersama (MOU) antara Pemerintah Kota Samarinda dengan Kejaksaan Negeri Samarinda Tentang Penyelamatan Aset dan Penerimaan Daerah.

u. Kesepakatan Bersama (MOU) antara Pemerintah Kota Samarinda dengan Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda Tentang Kerjasama Kemitraan.

v. Kesepakatan Bersama (MOU) antara Pemerintah Kota Samarinda dengan

PT. Bank Mandiri (Persero) TBK Area Samarinda Tentang Kerjasama

Kemitraan.

(36)

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 30 w. Kesepakatan Bersama (MOU) antara Pemerintah Kota Samarinda dengan

BPJS Kesehatan Tentang Kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional bagi Penduduk yang didaftarkan oleh Pemerintah Kota Samarinda 2021.

x. Kesepakatan Bersama (MOU) antara Pemerintah Kota Samarinda dengan PT. Sumber Rejeki Medika Jaya Tentang Kerjasama Kemitraan.

Faktor Pendukung :

1. Meningkatnya Kesadaran OPD pada Pemerintah Kota Samarinda akan Pentingnya Pelaksanaan Kerjasama Daerah

2. Meningkatnya Pemahaman OPD tentang Tata Cara dan Prosedur Pelaksanaan Kerjasama Daerah, Adanya Sinergitas Komunikasi dan Koordinasi antara OPD dan Pemerintah Kota Samarinda.

Solusi :

1. Sasaran Administrasi Penataan Wilayah Meningkatnya Kerjasama antar Pemerintah Daerah dengan Pihak Lainnya memiliki target 10 MoU dan pada tahun ini telah melebihi target sebanyak 24 MoU. Pada sasaran ini, kegiatan sebaiknya dapat mengusulkan untuk meninggikan target.

Efisiensi Kinerja :

Capaian Kinerja mencapai 240%, selain itu, Indikator

Kinerja didukung dengan serapan anggaran sebesar 99%

(37)

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 31 Sasaran Strategis

Meningkatnya Administrasi Penataan Wilayah

Tabel : 3.2.8

Evaluasi Pencapaian Sasaran Strategis Meningkatnya Administrasi Penataan Wilayah

Dalam pelaksanaan sasaran strategis Meningkatnya Administrasi Penataan Wilayah didukung dengan alokasi dana sebesar Rp. 367.215.419,- dengan realisasi Rp. 344.643.409,- atau 93% dengan 2 (dua) Program ; 1) Pembinaan dan Pengembangan Kawasan Perkotaan sebanyak 2 (dua) Kegiatan dan 2) Penataan Wilayah Administrasi Penegasan Batas Daerah dan Toponimi sebanyak 1 (satu) kegiatan.

No Indikator Kinerja Satuan

Tahun 2019

Tahun 2020

Capaian Kinerja Th

2019 ( %) Target Realisasi Target Realisasi

1 Persentase masalah perbatasan

yang ditindaklanjuti Persen 100 100 100 100 100

2 Dokumen (Gasetir) Nama-nama

Rupabumi Kota Samarinda Dokumen 1 1 1 1 100

Rata – rata capaian kinerja 100

Efisiensi Kinerja :

Capaian Kinerja mencapai 100%, selain itu, Indikator

Kinerja didukung dengan serapan anggaran sebesar 93%

(38)

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 32 3.3. AKUNTABILTAS KEUANGAN

3.3.1 Pembiayaan Sekretariat Daerah Kota Samarinda Th 2020

APBD Kota Samarinda Tahun 2019 untuk Sekretariat Daerah Kota Samarinda telah mengalokasikan anggaran dana sebesar Rp. 88.568.034.350,00 dengan realisasi sebesar Rp. 81.128.065.325 atau sebesar 91,60 % dengan rincian sebagai berikut :

No. Uraian Anggaran Realisasi Capaian

(%) 1.

2.

Belanja tidak langsung Belanja langsung

Rp. 27,856,040,000.00

Rp. 49 ,936,103,426.00

Rp. 22,920,071,191.00

Rp. 44,833,882,023.00

82.28

89.78 Jumlah Total Belanja Rp. 77,792,143,426.00 Rp.67,753,953,214.00 86.03

3.3.2 Realisasi Anggaran Per Program

Sekretariat Daerah Kota Samarinda telah tersedia dana sebesar Rp.

49,936,103,426.00 realisasi sebesar Rp 44,833,882,023.00 atau 89,78 % untuk

membiayai 22 (Dua puluh dua) program dengan 74 (tujuh puluh empat) kegiatan

secara lebih rinci realisasi anggaran per kegiatan dapat dilihat pada lampiran 4.

(39)

PENUTUP 33

BAB IV P E N U T U P

Sebagai bagian penutup dari Laporan Akuntabilitas Kinerja Sekretariat Daerah Kota Samarinda Tahun 2020, dapat disimpulkan bahwa secara umum Pemerintah Kota Samarinda telah melaksanakan tugas dan tanggungjawab dalam pencapaian kinerja yang sasaran-sasaran strategisnya . Pada tahun 2020, sasaran sebagaimana tertuang dalam Rencana Strategis Sekretariat Daerah Kota Samarinda tahun 2016 - 2021 dan dokumen Perencanaan Lainnya.

Tujuan penyusunan laporan ini adalah untuk memberikan gambaran singkat pencapaian sasaran strategis maupun tujuan instansi pemerintah sebagai jabaran dari Visi, misi dan strategis Sekretariat Daerah yang mengindikasi tingkat keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan-kegiatan sesuai dengan program dan kebijakan yang ditetapkan .

Penyelenggaraan pemerintah yang baik, pada hakikatnya adalah proses pembuatan dan pelaksanaan kebijakan publik berdasarkan prinsip-prinsip transparansi, akuntabilitas, partisipatif, adanya kepastian hukum, kesetaraan, efektif dan efesien, Prinsip-prinsip penyelenggaraan pemerintahan demikian merupakan landasan bagi penerapan kebijakan yang demokratis yang ditandai dengan menguatnya kontrol dari masyarakat terhadap kinerja pelayanan publik.

Berdasarkan hasil pengukuran kinerja terhadap 19 (sembilan belas) indikator kinerja disimpulkan sebagai berikut :

a. Indikator kinerja pada pencapaian Sasaran Strategis Meningkatnya Kinerja Organisasi Perangkat Daerah, 4 (dua) indikator kinerja dengan rata-rata capaian kinerja berkatagori BAIK atau 100%, dengan realisasi 4 (empat) indikator kinerja telah mencapai /melebih target.

b. Indikator kinerja pada pencapaian sasaran strategis Meningkatnya Pelaporan

Kinerja Pemerintah Daerah dengan jumlah indikator kinerja sebanyak 4

(empat) indikator kinerja dengan rata-rata capaian kinerja berkatagori BAIK

atau 100%.

(40)

PENUTUP 34

c. Indikator kinerja pada pencapaian sasaran strategis Meningkatnya Pelayanan Pengadaan Barang/Jasa dengan jumlah indikator kinerja sebanyak 1 (satu) indikator kinerja dan capaian kinerja berkatagori BAIK atau 100%.

d. Indikator kinerja pada pencapaian sasaran strategis Meningkatnya Perekonomian Samarinda dan Mempererat hubungan dengan Pers dengan jumlah indikator kinerja sebanyak 3 (tiga) indikator kinerja dengan capaian kinerja berkatagori BAIK atau 100% dan telah mencapai/melebihi target.

e. Indikator kinerja pada pencapaian sasaran strategis Meningkatnya Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan dengan jumlah indikator kinerja 2 (dua) dengan hasil capaian kinerja berkatagori BAIK atau 100 %, sebanyak 2 (dua) indikator kinerja telah mencapai/melebihi target.

f. Indikator kinerja pada pencapaian sasaran strategis pencapaian Meningkatnya Penataan Produk Hukum Daerah dan Fasilitasi Hukum dengan jumlah indikator kinerja sebanyak 2 (dua) dengan hasil capaian kinerja berkatagori BAIK atau 100 %, sebanyak 2 (dua) indikator kinerja telah mencapai/melebihi target.

g. Indikator kinerja pada pencapaian sasaran strategis Administrasi Penataan Wilayah Meningkatnya Kerjasama antar Pemerintah Daerah dengan Pihak Lainnya dengan jumlah indikator kinerja sebanyak 1 (satu) indikator kinerja dengan capaian hasil rata-rata kinerja berkatagori BAIK atau 240%, dengan 1 (satu) indikator kinerja dengan hasil telah mencapai /melebihi target.

h. Indikator kinerja pada pencapaian sasaran strategis Meningkatnya Administrasi Penataan Wilayah dengan jumlah indikator kinerja sebanyak 2 (dua) indikator kinerja dengan hasil rata-rata capaian kinerja berkatagori BAIK atau 100%, dengan 2 (dua) indikator telah mencapai/melebihi target.

Akhirnya secara umum dapat disimpulkan bahwa pencapaian target terhadap

sasaran strategis pada indikator kinerja yang dicantumkan dalam Renstra Sekretariat

Daerah Kota Samarinda 2016 – 2021 dapat dipenuhi sesuai dengan harapan.

(41)
(42)

Referensi

Dokumen terkait

Program yang mendukung langsung pencapaian tujuan dan sasaran adalah program peningkatan penyelenggaraan tata pemerintahan, program penataan peraturan perundang- undangan dan

Di dalam menunjang sasaran strategis meningkatnya penataan pegawai yang sesuai kompetensi dan kebutuhan organisasi, dengan indikator kinerja utama yaitu persentase

Dalam sasaran strategis Meningkatnya Sistem Tata Kelola Keuangan, Baristand Industri Samarinda menetapkan indikator kinerja Tingkat Penyerapan Anggaran dengan target

Selanjutnya pengukuran kinerja terhadap indikator kinerja yang telah dicapai pada tahun 2020 dan membandingkan antara target dan realisasi pada indikator sasaran dari sebanyak

diperhatikan diacu.. Perubahan Rencana Strategis Bagian Hukum Sekretariat Daerah berisi tujuan, sasaran, indikator sasaran, program dan kegiatan, indikator kinerja,

Pencapaian Sasaran Strategis meningkatnya responsivitas terhadap permasalahan pembangunan yang tercakup dalam dokumen perencanaan dengan jumlah 1 (satu) indikator kinerja

Uraian target, realisasi dan capaian Indikator Kinerja pada Sasaran Strategis 2 dua adalah sebagai berikut: Tabel 3.7 Pencapaian Indikator Kinerja pada Sasaran Strategis 2 Tahun

Badan Pusat Statistik Kabupaten Boyolali Keberhasilan pencapaian sasaran strategis BPS dapat diukur dengan berbagai indikator utama, seperti meningkatnya kepercayaan