Email : [email protected]
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Satuan Pendidikan : SMA Negeri 1 Rembang Kelas / Semester : X / 2
Materi : Konsep badan usaha dalam perekonomian Indonesia Pembelajaran ke : 1
Alokasi Waktu : 2 x 45 Menit
A. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Melalui media LKPD dan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) diharapkan peserta didik dapat menemukan konsep badan usaha BUMN, BUMD, BUMS, dan Koperasi.
2. Melalui media LKPD dan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) diharapkan peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis, ciri-ciri, dan peran badan usaha BUMN, BUMD, BUMS, dan Koperasi.
3. Melalui media power point dan LKPD diharapkan peserta didik dapat mempresentasikan hasil verifikasi data tentang konsep badan usaha BUMN, BUMD, BUMS, dan Koperasi dengan benar.
B. KEGIATAN PEMBELAJARAN Media :
Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
Lembar penilaian
LCD Proyektor/ Slide presentasi (PPT)
Alat/Bahan :
Penggaris, spidol, papan tulis
Laptop
PENDAHULUAN Peserta didik memberi salam dan berdoa
Guru mengecek kehadiran peserta didik dengan pertanyaan “Apakah hari ini ada yang tidak masuk?”
Guru menyampaikan apersepsi dan motivasi
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran tentang topik yang akan diajarkan
Guru menyampaikan garis besar cakupan materi dan langkah pembelajaran (Problem Based Learning)
KEGIATAN INTI
Orientasi Masalah Peserta didik mengamati materi yang disampaikan oleh guru. Peserta didik diberikan tayangan atau cerita tentang jenis-jenis badan usaha yang diarahkan menuju pada konsep badan usaha dalam perekonomian Indonesia.
Menanya Peserta didik dibimbing guru untuk menemukan konsep badan usaha. Guru memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami yang berkaitan dengan materi jenis-jenis, ciri-ciri, dan peran badan usaha BUMN, BUMD, BUMS, dan Koperasi.
Organisasi Peserta Didik Peserta didik dibuat menjadi beberapa kelompok (4 sampai 5 peserta didik per kelompok) dan peserta didik memperoleh LKPD.
Penyelidikan Peserta didik berdiskusi untuk menyelesaikan LKPD. Guru membimbing peserta didik apabila ada hal yang belum dipahami pada LKPD. Peserta didik dapat menggunakan link https://youtu.be/H1gI_Sa-9ds (BUMN, BUMD), https://youtu.be/U0hB6kbCVaw (BUMS), https://youtu.be/TmYErGsQ3pY (Koperasi) sebagai sumber belajar.
Mengembangkan Hasil Karya
Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi. Anggota yang lain untuk menanggapi diskusi yang disampaikan dengan guru sebagai moderator.
Analisis dan Evaluasi Menyimpulkan hasil diskusi tentang jenis-jenis badan usaha bersama-sama.
Guru memberikan penghargaan “kerja tim yang bagus, tepuk tangan untuk Tim tersebut”. Guru memberikan Evaluasi yang disajikan dalam latihan soal.
PENUTUP Guru bersama peserta didik merefleksikan pengalaman belajar
Guru memberikan penilaian lisan secara acak dan singkat
Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya dan memberikan salam dan doa penutup.
C. PENILAIAN PEMBELAJARAN Sikap : Observasi diskusi, Pengetahuan : LKPD dan Evaluasi,
Ketrampilan : Kinerja dan observasi diskusi.
Rembang, 18 April 2022
Kepala SMA Negeri 1 Rembang Guru Mata Pelajaran
Endang Sri Lestari, S.Pd. Madichah, S.Pd.
NIP. 197305111997022001 NIP. 198203172010012023
Lampiran Materi Pembelajaran Materi Pertemuan 1
PELAKU EKONOMI DALAM SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA A. PENGERTIAN BUMN, BUMS DAN KOPERASI
a. Pengertian Badan Usaha.
Pengertian badan usaha dengan perusahaan dapat dikemukakan di bawah ini :
1. Badan Usaha adalah suatu kesatuan yuridis ekonomis yang medirikan usaha untuk mencari keuntungan.
2. Perusahaan adalah suatu kesatuan teknis dan tempat proses untuk memproduksi barang dan jasa secara efektif dan efisien.
b. Jenis Badan Usaha.
Ditinjau dari lapangan usahanya, badan usaha digolongkan menjadi lima jenis, yaitu:
1. Badan Usaha Ekstraktif adalah badan usaha yang kegiatannya mengambil hasil alam secara langsung, sehingga menimbulkan manfaat tertentu. Contohnya: pertambangan, perikanan laut, penebangan kayu, pendulangan emas atau intan, dan sebagainya.
2. Badan Usaha Agraris adalah badan usaha yang kegiatannya mengolah alam sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih banyak. Contohnya Pertanian, perikanan darat, peternakan, perkebunan dan sebagainya.
3. Badan Usaha Industri adalah badan usaha yang kegiataanya mengolah dari bahan mentah menjadi barang jadi yang siap untuk dikonsumsi. Contohnya: perusahaan tekstil, meubelair, industri logam, kerajinan tangan, assembling dan sebagainya.
4. Badan Usaha Perdagangan adalah badan usaha yang kegiatannya menyalurkan barang dari produsen kepada konsumen, atau kegiatan pertukaran atau jualbeli. Contoh: grosir, pedagang eceran, supermarket, perusahaan ekspor impor dan sebagainya.
5. Badan usaha Jasa adalah badan usaha yang kegiatannya bergerak dalam bidang pemberian atau pelayanan Jasa tertentu kepada konsumen. Contoh: salon, dokter, bengkel, notaris, ansuransi, bank, akuntan dan sebagainya.
Ditinjau dari pemilikan modal, dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:
1. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) adalah badan usaha yang modalnya milik negara, yang berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan. BUMN bergerak disektor-sektor yang menguasai hajat hidup orang banyak. Contoh: Perjan, Perum dan Persero.
2. Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) adalah badan usaha yang seluruh modalnya dimiliki oleh swasta, dapat berbentuk perseorangan maupun persekutuan. Contoh: Firma, Persekutuan Komanditer, Perseroan Terbatas, Koperasi dan sebagainya.
3. Badan Usaha Campuran adalah badan usaha yang modalnya sebagian milik pemerintah dan sebagian milik swasta. Contohnya PERSERO. Modal yang dimiliki oleh badan usaha ini adalah 51% atau lebih dimiliki pemerintah dan paling banyak 49% dimiliki oleh swasta atau investor. Contoh: PT Telkom, PT Garuda, PT BNI 1946, PT Jakarta LLoyd dan sebagainya.
4. Koperasi merupakan badan usaha yang modalnya dimiliki oleh anggota di dalam menjalankan usaha, yang memenuhi aspirasi dan kebutuhan bersama di bidang ekonomi, sosial, dan budaya sesuai dengan nilai dan prinsip Koperasi.
B. PERAN BUMN, BUMS DAN KOPERASI
1. Peran BUMN
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memiliki peran sebagai berikut :
a. Untuk mengisi kas negara, karena merupakan salah satu sumber penghasilan negara.
b. Agar pengusaha swasta tidak memonopoli usaha yang menguasai hajat hidup orang banyak.
c. Melayani kepentingan umum atau pelayanan kepada masyarakat.
d. Merupakan lembaga ekonomi yang tidak mempunyai tujuan utama mencari keuntungan, tetapi dibenarkan untuk memupuk keuntungan.
e. Merupakan salah satu stabilisator perekonomian negara.
f. Dapat meningkatkan produktivitas, efektivitas, dan efisiensi serta terjaminnya prinsip-prinsip ekonomi.
2. Peran BUMS
Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) memiliki peran sebagai berikut :
a. Bertujuan untuk memperoleh keuntungan dan membagikan keuntungan tersebut b. Sebagai lembaga ekonomi yang memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan
menciptaken barang dan jasa yang dibu-tuhkan oleh masyarakat
c. Sebagai salah satu dinamisator dalam kehidupan perekonomian masyarakat
d. Sebagai pengelola dan pengolah sumber daya, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia
e. Sebagai partner kerja pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
3. Peran Koperasi
Koperasi memiliki peran sebagai berikut :
a. Sebagai salah satu lembaga perekonomian masyarakat.
b. Sebagai tulang punggung perekonomian negara.
c. Sebagai dinamisator dan stabilisator perekonomian masyarakat dan negara.
d. Sebagai lembaga produktif untuk memberikan pelayanan kepada anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.
e. Sebagai lembaga ekonomi untuk meningkatkan sumber daya manusia dalam masyarakat.
f. Sebagai partner kerja pemerintah dalam rangka mencapai tujuan pembangunan di bidang ekonomi dan koperasi.
INSTRUMEN PENILAIAN PERTEMUAN 1
Jawablah dengan singkat dan jelas menurut pendapat anda!
1. Jelaskan perbedaan antara badan usaha dengan perusahaan!
2. Identifikasikan jenis badan usaha menurut lapangan usahanya!
3. Identifikasikan jenis badan usaha menurut kepemlikan modal!
4. Identifikasikan peran BUMN dan BUMS!
5. Identifikasikan peran Koperasi!
Score : Setiap soal memiliki nilai 5 Nilai akhir : Jumlah Score x 4
TUGAS KELOMPOK:
1. Carilah data melalui internet tentang banyaknya BUMN yang ada di Indonesia!
2. Diskusikan dengan kelompokmu untuk menganalisis atau membahas kemajuan aatau kemunduran BUMN!
3. Kumpulkan hasil pekerjaan diskusinya kepada guru mata pelajan untuk memperoleh nilai!
Materi Pertemuan 2
C. BENTUK-BENTUK BUMN, BUMS DAN KOPERASI
1. Bentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 19 tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (BUMN), maka BadanUsaha Milik Negara digolongkan ke dalam dua bentuk usaha Negara, yaitu :
a. Perusahaan Umum (PERUM) atau Public Corporation, adalah BUMN yang seluruh modalnya dimiliki negara dan tidak terbagi atas saham, yang bertujuan untuk kemanfaatan umum berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang bermutu tinggi dan sekaligus mengejar keuntungan berdasarkan prinsip pengelolaan perusahaan.
Contoh : Perum Husada Bakti, Perum Pegadaian, Perum Pelayaran, Perum Peruri, Perum Damri, Perum Perhutani dan sebagainya.
Maksud dan tujuan Perum adalah menyelenggarakan usaha yang bertujuan untuk kemanfaatan umum berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang berkualitas dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat berdasarkan prinsip pengelolaan perusahaan yang sehat. Untuk mendukung kegiatan dalam rangka mencapai maksud dan tujuan tersebut, Perum dapat melakukan penyertaan modal dalam badan usaha lain.
Ciri-ciri Perusahaan Umum antara lain:
1) melayani kepentingan umum.
2) umumnya bergerak dibidang jasa vital (public utility) 3) dibenarkan memupuk keuntungan
4) berstatus badan hukum
5) mempunyai nama dam kekayaan sendiri serta kebebasan bergerak seperti perusahaan swasta
6) hubungan hukumnya diatus secara hubungan hukum pendata
7) modal seluruhnya dimiliki oleh negara dan kekayaan negara yang dipisahkan 8) dipimpin oleh seorang Direksi
9) pegawainya adalah pegawai perusahaan negara
10) laporan tahunan perusahaan, disampaikan kepada pemenintah
b. Perusahaan Perseroan (PERSERO) atau Public State Company, adalah BUMN yang berbentuk perseroan terbatas yang modalnya terbagi dalam saham yang seluruh atau paling sedikit 51 % (lima puluh satu persen) sahamnya dimiliki oleh Negara Republik Indonesia yang tujuan utamanya mengejar keuntungan. Contoh : PT.
Telkom, PT. Pos Indonesia, PT. KAI, PT. Semen Gresik, PT. BRI, PT. Bank Mandiri, PT Danareksa, PT. Sang Hyang Seri, PT. BNI, PT. Jasa Marga, PT. Wika dan sebagainya.
Maksud dan tujuan pendirian Persero adalah:
1) menyediakan barang dan/atau jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat;
2) mengejar keuntungan guna meningkatkan nilai perusahaan.
Ciri-ciri Perusahaan Perseroan antana lain:
1) memupuk keuntungan (profitability)
2) sebagai badan hukum perdata (yang berbentuk PT) 3) hubungan usahanya diatur menurut hukum perdata
4) modal seluruhnya atau sebagian merupakan kekayaan negara yang dipisahkan (dimungkinkan joint dengan swasta nasional/asing)
5) tidak memiliki fasilitas-fasilitas negara 6) dipimpin oleh seorang Direksi
7) status pegawainya sebagai pegawai perusahaan swasta 8) peranan pemerintah sebagai pemegang saham
Berdasarkan pasal 2 UU Nomor 19 tahun 2003 tentang BUMN, dijelaskan maksud dan tujuan BUMN adalah:
a. memberikan sumbangan bagi perkembangan perekonomian nasional pada umumnya dan penerimaan negara pada khususnya;
b. mengejar keuntungan;
c. menyelenggarakan kemanfaatan umum berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang bermutu tinggi dan memadai bagi pemenuhan hajat hidup orang banyak;
d. menjadi perintis kegiatan-kegiatan usaha yang belum dapat dilaksanakan oleh sektor swasta dan koperasi;
e. turut aktif memberikan bimbingan dan bantuan kepada pengusaha golongan ekonomi lemah, koperasi, dan masyarakat.
2. Badan Usaha Perusahaan Daerah.
Perusahaan Daerah adalah perusahaan yang modalnya berasal dari kekayaan daerah yang dipisahkan, baik yang didirikan oleh Pemerintah Propinsi maupun Pemerintah Kabupaten / Kota.Perusahaan daerah bergerak di bidang usaha umum yang menguasai hajat hidup orang banyak.
Contoh: PDAM, Bank DKI, Bank BPD DIY, Bank Jateng, Bank Nagari Padang, PD Pasar Jaya Jakarta dan sebagainya.
Jenis-Jenis Kegiatan BUMD
Pendirian BUMD didasarkan pada:
a. Kebutuhan Daerah
Kebutuhan daerah dikaji melalui studi yang mencakup aspek pelayanan umum dan kebutuhan masyarakat diantaranya:
Usaha di bidang perdagangan, misalnya: PD Pasar, PD Air Minum.
Usaha di bidang transportasi, misalnya: Bus antar kota.
Usaha di bidang produksi, misalnya: PD Produksi Es.
Usaha di bidang perbankan, misalnya: Bank Umum Daerah, BPR.
Usaha di bidang peternakan, misalnya: Rumah Potong Hewan.
b. Kelayakan bidang usaha BUMD yang akan dibentuk
Kelayakan bidang usaha BUMD dikaji melalui analisis terhadap kelayakan usaha ekonomi, analisis pasar dan pemasaran, analisis kelayakan keuangan dll.
Kelebihan BUMN/BUMD
1. Menguasai sektor vital yang melayani kepentingan umum selain memperoleh keuntungan.
2. Sebagai pelopor atau pendorong kegiatan perekonomian masyarakat.
3. Mendapat jaminan atau dukungan dari negara.
4. Permodalan yang pasti dan lebih besar dari negara.
5. Kelangsungan hidup terjamin karena dimiliki negara.
6. Sebagai pendapatan negara.
Kelemahan BUMN/BUMD
1. Pengelolaan faktor-faktor produksi tidak efisien.
2. Manajemen perusahaan kurang profesional.
3. Menimbulkan monopoli atas sektor-sektor vital (merugikan konsumen).
4. Pengelolaan perusahaan terhambat dengan peraturan-peraturan yang mengikat, sehingga lambat pula dalam pengambilan keputusan.
5. Sulit memperoleh keuntungan bahkan seringkali merugi.
6. Struktur kepemimpinan BUMN terkadang lemah.
7. Kinerja BUMN terkait dengan keuangan negara.
3. Bentuk Badan Usaha Milik Swasta (BUMS)
Di Indonesia terdapat beragam jenis badan usaha swasta, kesemuanya mempunyai peranan yang cukup penting dalam perekonomian Indonesia. Badan usaha ini seluruh modalnya dimiliki oleh pihak swasta, baik secara perseorangan maupun persekutuan. Berdasarkan badan hukum yang dipilih, badan usaha milik swasta dapat dibedakan dalam bentuk badan usaha perseorangan, firma, persekutuan komanditer, dan perseroan terbatas.
a. Badan Usaha Perseorangan
Badan usaha perseorangan adalah suatu bentuk badan usaha yang hanya didirikan oleh seorang, modalnya dart seorang dan ia sendiri yang memimpin dan bertanggung jawab atas segala pekerjaan dengan tujuan untuk mendapat laba.
b. Badan Usaha Firma
Firma adalah persekutuan dua orang atau lebih untuk mendirikan dan menjalankan suatu perusahaan di bawah nama bersama, dan masing-masing sekutu atau anggota memiliki tanggungjawab yang sama terhadap perusahaan. Tanggung jawab sekutu tidak terbatas sehingga tidak ada pemisahan antara kekayaan perusahaan dengan kekayaan pribadi atau prive. Apabila perusahaan menderita kerugian, maka seluruh kekayaan pribadinya dapat dijaminkan untuk menutup kerugian firma.
c. Badan Usaha Persekutuan Komanditer
Persekutuan komanditer atau CV (Commanditaire Venootschaft) adalah Persekutuan dua orang atau lebih untuk mendirikan usaha dimana satu atau beberapa orang sebagai sekutu yang hanya menyerahkan modal dan sekutu lainnya yang menjalankan perusahaan. Jadi dalam persekutuan komanditer dikenal dua sekutu, yaitu:
a. Sekutu aktif atau sekutu bekerja atua sekutu komplementer, yaitu sekutu yang berhak memimpin perusahaan
b. Sekutu pasif atau sekutu tidak bekerja atau sekutu komanditer (sleeping partner) yaitu sekutu yang hanya menyerahkan madalnya saja.
d. Badan Usaha Perseroan Terbatas (PT)
Perseroan Terbatas (PT) adalah suatu persekutuan yang mamperoleh modal dengan mengeluarkan sero atau saham, dimana tiap orang dapat memiliki satu atau lebih saham, serta bertanggungjawab sebesar modal yang diserahkan.
Mendirikan PT harus dengan akta notaris dan harus ada ijin (persetujuan dari Menteri Kehakiman dan PT tersebut harus diumumkan dalam berita negara (Lembaran Berita Negara), sehingga PT berbentuk Badan Hukum.
Dalam akte pendiriannya harus memuat:
1) Nama PT dan Tujuannya tidak bertentangan dengan kesusilaan dan ketertiban umum 2) Nama-nama pendiri PT serta alamatnya
3) Tempat kedudukan PT 4) Jumlah modal PT 5) Anggaran dasar PT
Modal yang disebutkan dalam anggaran dasar terdiri dari:
1) Modal Statuter yaitu modal yang tecantum dalam neraca PT
2) Modal yang ditempatkan yaitu sebanyak 20% dari modal statuter harus sudah terjual 3) Modal yang disetor yaitu modal yang harus disetor ke kas PT, minimal 10% dan modal
statuter.
Dalam PT ada tiga badan yang menentukan kelancaran jalannya kehidupan PT, yaitu:
1) Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), mempunyai. kekuasaan tertinggi dalam PT.
RUPS inilah yang berhak memilih dan mengangkat serta menetapkan gaji Direksi maupun Dewan Komisaris.
2) Direksi (Direktur Utama) adalah seseorang yang memimpin dan bertanggungjawab atas jalannya PT.
3) Dewan Komisaris adalah orang-orang yang dipilih para pesero (biasanya pesero yang memiliki sero terbanyak). Tugas Komisaris adalah mengawasi dan memberikan nasihat kepada Direksi.
4. Bentuk Badan Usaha Koperasi.
Berdasarkan Bab I UU No. 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, pengertian Koperasi (Cooperation) adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum Koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip Koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. AdapunPerkoperasian adalah segala sesuatu yang menyangkut kehidupan Koperasi.
Adapun menurut Pasal 6 UU Nomor 25 tahun 1992 Bab IV, disebutkan bahwa syarat pembentukan koperasi, antara lain, sebagai berikut.
a. Koperasi Primer didirikan oleh paling sedikit 20 (dua puluh) orang perseorangan dengan memisahkan sebagian kekayaan pendiri atau Anggota sebagai modal awal Koperasi.
b. KoperasiSekunderdidirikanolehpaling sedikit3(tiga) Koperasi.
Pada Pasal 83, ada empat jenis koperasi yang diperkenankan, yaitu koperasi konsumen, koperasi produsen, koperasi jasa, dan koperasi simpan pinjam.
a. Koperasi Konsumen adalah koperasi yang menyelenggarakan kegiatan usaha pelayanan di bidang penyediaan barang kebutuhan anggota dan non-anggota.
b. Koperasi Produsen adalah koperasi yang menyelenggarakan kegiatan usaha pelayanan di bidang pengadaan sarana produksi dan pemasaran produksi yang dihasilkan anggota kepada anggota dan non-anggota.
c. Koperasi Jasa adalah koperasi yang menyelenggarakan kegiatan usaha pelayanan jasa non- simpan pinjam yang diperlukan oleh anggota dan non-anggota.
d. Koperasi Simpan Pinjam, adalah koperasi yang menjalankan usaha simpan pinjamsebagai satu-satunya usaha yang melayani anggota
INSTRUMEN PENILAIAN PERTEMUAN 2 Jawablah dengan singkat dan jelas menurut pendapat anda!
1. Jelaskan pengertian Perusahaan Umum (Perum) dan ciri-cirinya!
2. Jelaskan maksud dan tujuan pendirian BUMN berbentuk Perum!
3. Jelaskan pengertian Persero (Perusahaan Perseroan) dan cirri-cirinya!
4. Identifikasikan bentuk badan usaha milik swasta!
5. Identifikasikan bentuk badan usaha koperasi dan jenis koperasi di Indonesia!
Score : Setiap soal memiliki nilai 5 Nilai akhir : Jumlah Score x 4
TUGAS KELOMPOK
1. Carilah data melalui internet tentang banyaknya BUMS yang ada di provinsi tertentu!
2. Carilah data melalui internet tentang banyaknya Koperasi yang ada di provinsi tertentu!
3. Lakukan analisis dan pembahasan dengan kelompokmu untuk mengetahui maju mundurnya badan usaha tersebut!
4. Kumpulkan hasil pekerjaan diskusinya kepada guru mata pelajan untuk memperoleh nilai!
Materi Pertemuan 3
D. KEBAIKAN DAN KELEMAHAN BUMN, BUMS DAN KOPERASI
1. Kebaikan dan Kelemahan BUMN a. Kelebihan BUMN
1) Menguasai sektor yang vital bagi kehidupan rakyat banyak 2) Mendapat jaminan dan dukungan dari negara
3) Permodalannya sudah pasti karena mendapat modal dari negara 4) Kelangsungan hidup perusahaan terjamin
5) Sebagai sumber pendapatan negara b. Kekurangan BUMN
1) Pengelolaan faktor-faktor produksi tidak efisien 2) Manajemen perusahaan kurang profesional 3) Menimbulkan monopoli atas sektor-sektor vital
4) Pengelolaan perusahaan terhambat dengan peraturan-peraturan yang mengikat 5) Sulit memperoleh keuntungan bahkan seringkali merugi
2. Kebaikan dan Kelemahan BUMS
a. Kebaikan dan Kelemahan Badan Usaha Perseorangan Kebaikan badan usaha perseorangan:
1) Organisasinya yang mudah (easy of organization), karena aktivitas relatif terbatas dan perusahaan repatif kecil.
2) Kebebasan bergerak (freedom of action). Pemilik mempunyai kebebasan yang luas, karena setiap keputusannya merupakan kata terakhir.
3) Keuntungan jatuh pada seorang (retention of all profits) 4) Pajaknya rendah (low tales)
5) Rahasia perusahaan lebih terjamin (secrecy), karena umunnya pengusaha sendiri yang menjalankan tugas-tugas penting.
6) Ongkos organisasinya rendah (law organization cost).
7) Dapat mengambil keputusan dengan cepat, karena tanpa menunggu persetujuan orang lain.
8) Keuntungan yang besar akan menambah dorongan dan semaagat bagi pimpinan Kelemahan badan usaha perseorangan:
1) Tanggung jawab pimpinam tidak terbatas (unlimited liability) 2) Besarnya modal terbatas (limitazian on capital)
3) Kelangsungan hidup atau kontinuitas tidak terjamin (lack of continuity)
4) Kecakapan pimpinan yang terbatas, karena bila pimpinan tidak cakap, maka akan mengalami kemunduran
5) Kerugian akan ditanggung sendiri
b. Kebaikan dan Kelemahan Badan Usaha Firma Kebaikan Firma diantaranya:
a) Kebutuhan akan modal lebih mudah terpenuhi
b) Pengelolaan perusahaan dapat dibagi-bagi sesuai dengan keahlian masing-masing sekutu
c) Setiap resiko dipikul bersama-sama sehingga dirasakan tidak terlalu berat
d) Keputusan yang diambil lebih baik karena berdasarkan pertimbangan lebih dari seorang e) Kemampuan untuk mencari kredit lebih besar, karena lebih dipercaya pihak ketiga
(bank)
Kelemahan firma antara lain:
a) Terdapat kemungkinan timbulnya perselisihan patam diantara para pemilik atau pendiri b) Keputusan yang diambil kurang cepat, karena harus menunggu musyawarah
c) Akibat tindakan seorang anggota, akan menyebabkan terlibatnya anggota yang lain d) Perusahaan dikatakan bubar apabila salah seorang anggota mengundurkan diri atau
meninggal dunia.
c. Kebaikan dan Kelemahan Badan Usaha Persekutuan Komanditer (CV)
Sebenarnya persekutuan komanditer dengan firma hampir sama, sehingga kebaikan dan kelemahan firma juga berlaku untuk persekutuan komanditer, kebaikan yang lain yaitu modal CV menjadi lebih besar, sedang kekurangannya sekutu komanditer seolah-olah hanya memercayakan modalnya kepada sekutu pengusaha.
d. Kebaikan dan Kelemahan Badan Usaha Perseroan Terbatas (PT) Kebaikan Perseroan Terbatas, antara lain :
- Tanggung jawab pesero terbatas
- Kebutuhan akan pengembangan modal mudah dipenuhi - Kontinuitas kehidupan PT lebih terjamin
- Lebih dipercaya pihak ketiga dalam hal kredit - Efisiensi dibidang kepemimpinan
- Lebih mampu memperhatikan nasib buruh dan kanyawan.
Sedangkan kelemahan Perseroan Terbatas antara lain:
- Perhatian pesero terhadap PT kurang
- Biaya dalam PT lebih besar (biaya pendirian, biaya organisasi. dan biaya pajak perseroan)
- Memimpin PT lebih sulit dari pada perusahaan bentuk lain.
3. Kebaikan dan Kelemahan Koperasi Kebaikan Koperasi, antara lain:
a. memiliki tujuan utama untuk kesejahteraan anggota, bukan mencari keuntungan semata.
b. Kewenangan dan kebijakan koperasi ditetapkan oleh anggota melalui rapat anggota.
c. Rapat anggota merupakan kekuasaan tertinggi dalam tata kehidupan koperasi, sehingga lebih demokratis
d. Pengelolaan koperasi dan usahanya sehari-hari merupakan tanggung jawab pengurus, dan bersifat terbuka dan sukarela
e. Semua kewajiban dan risiko yang terjadi menjadi tanggung jawab para anggota.
f. Karena merupakan usaha bersama, maka terdapat kesetiakawanan yang tinggi Sedangkan Kelemahan Koperasi, antara lain:
a. Koperasi kurang berkembang, karena pengelolaannya kurang profesional b. Kontinyuitas usahanya kurang terjamin
c. Sering terjadi pergantian anggota, karena bersifat sukarela
d. Kebijakan yang diambil kurang cepat karena menunggu rapat anggota terlebih dahulu E. PENGGABUNGAN BADAN USAHA
Kombinasi badan usaha sering dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:
1. Kombinasi vertikal adalah gabungan beberapa badan usaha yang bekerja pada tingkat yang berbeda-beda dalam proses produksi suatu barang atau barang produksinya berurutan.
Misalnya: Untuk memproduksi kain, terdapat beberapa badan usaha seperti petani kapas, pengangkutan kapas, pemintalan, pertenunan dan penyempurnaan kain.
2. Kombinasi horisontal atau paralelisasi adalah gabungan dari beberapa badan usaha yang bekerja dalam tingkat yang sama dalam proses produksi barang atau gabungan dan beberapa badan usaha yang memproduksi atau menjual barang yang berlainan. Misalnya : penggabungan antara pabrik sabun cuci dengan pabrik sabun mandi, antara pabrik sikat gigi dengan pabrik pasta gigi, dan sebagainya.
Bentuk kerjasama atau penggabungan badan usaha:
1. Kartel adalah bentuk kerjasama antara beberapa perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha yang sama, dengan tujuan untuk meningkatkan keuntungan, memperkecil kondisi persaingan dan memperluas atau menguasai pasar.
2. Trust adalah peleburan beberapa badan usaha menjadi sebuah perusahaan yang baru, sehingga diperoleh kekuasaan yang besar dan monopoli.
3. Holding Company atau Akuisisi adalah suatu PT yang besar yang menguasai sebagian besar sero atau saham perusahaan lainnya, Secara yuridis badan usaha yang dikuasai tetap berdiri sendiri namun diatur dan dijalankan sesuai dengan kebijakan PT yang menguasai
4. Concern
Sebenarnya consern sama halnya dengan Holding company yaitu memiliki sebagian besar saham-saham dari beberapa badan usaha. Perbedaannya adalah bahwa holding company sering berbentuk PT, sedangkan Concern sering dimiliki perseorangan, yaitu seorang hartawan yang mempunyai modal yang amat besar.
5. Corner dan Ring adalah penggabungan beberapa badan usaha dengan tujuan mencari keuntungan yang besan, dengan cara menguasai penawaran barang untuk memperoleh monopoli dan menaikkan harga.
6. Syndikat adalah kerjasama sementara oleh beberapa badan usaha untuk menjual atau mengerjakan suatu proses produksi.
7 Merger adalah penggabungan beberapa badan usaha dengan jalan meleburkan diri menjadi satu perusahaan baru. Jadi merger identik dengan trust.
8. Joint Venture adalah penggabungan beberapa badan usaha untuk mendirikan satu bentuk usaha bersama dengan modal bersama pula, dengan tujuan untuk menggali kekayaan alam dan mendidik tenaga ahli untuk menghasilkan keuntungan yang lebih besar.
9. Production Sharing adalah kerjasama bagi hasil antara pihak-pihak tertentu.
10. Waralaba (Franchise) adalah Sistem usaha yang tidak memakai modal sendiri, artinya untuk membuka usaha dengan menggunakan investor lain (Franchisor)
INSTRUMEN PENILAIAN PERTEMUAN 3
Jawablah dengan singkat dan jelas menurut pendapat anda!
1. Identifikasikan kelebihan dan kekurangan BUMN!
2. Identifikasikan kelebihan dan kekurangan Badan usaha perseorangan!
3. Identifikasikan kelebihan dan kekurangan Badan usaha Firma!
4. Jelaskan maksud dari penggabungan badan usaha!
5. Jelaskan pengertian Kartel dan Trust serta bentuknya!
Score : Setiap soal memiliki nilai 5 Nilai akhir : Jumlah Score x 4
TUGAS KELOMPOK
1. Carilah data melalui internet tentang bentuk kerjasama badan usaha Indonesia dengan badan usaha yang ada di Indonesia!
2. Carilah data melalui internet tentang bentuk kerjasama badan usaha Indonesia dengan badan usaha yang ada di luar negeri!
3. Analisislah dan bahaslah dengan kelompokmu untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan bentuk kerjasama tersebut!
4. Buatlah laporan hasil diskusi dan sampaikan kepada gurumu!
TUGAS MANDIRI
Carilah kelebihan dan kekurangan dari setiap Badan usaha milik swasta yang ada di Indonesia! Kamu bisa melakukan browsing internet untuk mendapatkan data atau informasi yang diinginkan. Tulislah dalam bentuk laporan dan sampaikan hasilnya kepada gurumu!
Hari/Tanggal : Senin / 25 April 2022 Alokasi Waktu : 30 Menit
Kelas/ Semester : X / 2 (Genap)
Anggota Kelompok : 1. ……….
2. ……….
3. ……….
4. ……….
A. Tujuan Pembelajaran
1. Melalui media LKPD dan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) diharapkan peserta didik dapat menemukan
konsepbadan usaha BUMN, BUMD, BUMS, dan Koperasi.
2. Melalui media LKPD dan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) diharapkan peserta didik dapat mengidentifikasi jenis-jenis, ciri-ciri, dan peran badan usaha BUMN, BUMD, BUMS, dan Koperasi.
3. Melalui media power point dan LKPD diharapkan peserta didik dapat mempresentasikan hasil verifikasi data tentang
konsepbadan usaha BUMN, BUMD, BUMS, dan Koperasi dengan benar.
B. Petunjuk Penggunaan
1. Bacalah baik-baik petunjuk kegiatan yang diberikan 2. Kerjakan langkah-langkah kegiatan sesuai petunjuk kerja.
3. Jika mengalami kesulitan dalam melakukan kegiatan, dapat bertanya kepada Guru.
4. Selamat mengerjakan dengan rasa senang dan gembira.
5. Presentasikanlah hasil diskusi kalian di depan kelas.
C. Orientasi Masalah
Coba kamu amati perbedaan dari badan usaha pada gambar di bawah !
Dapatkah kalian mengidentifikasi jenis-jenis dan ciri-cirinya?serta menjelaskan peran dari masing-masing badan usaha tersebut.
LEMBAR KEGIATAN PESERTA DIDIK (LKPD)
BADAN USAHA
D. Mengorganisasikan Peserta Didik untuk Belajar
Setelah kalian mengamati beberapa badan usaha pada gambar diatas, tulislah hasil pengamatan kalian tentang jenis-jenis badan usaha pada tabel dibawah ini !
Badan Usaha Contohnya
BUMN Perum …..
BUMN Persero …..
BUMD …..
BUMS …..
Koperasi …..
E. Membimbing Penyelidikan Individu maupun Kelompok
1. Dari contoh badan usaha diatas, Sebutkan ciri-ciri dari BUMN, BUMD, BUMS, dan Koperasi!
Tulislah jawaban kalian disini:
2. Menurut kalian, peran apa saja yang dimiliki dari BUMN, BUMD, BUMS, dan Koperasi? Dapatkah kamu menjelaskannya?
3. Suatu badan usaha dalam operasionalnya pasti memiliki kelebihan dan kelemahan. Agar 4. Untuk menetukan banyak daun yang tumbuh pada bulan Desember, kalian harus
menemukan pola umum dari barisan di atas. Perhatikan langkah-langkah berikut :
Bulan januari ke-1 (𝑈
1) ada 2 daun, maka : 2 = 2 + (1 – 1) × 3
Bulan Februari ke-2 (𝑈
2) ada 5 daun, maka : 5 = … . . + (2 – 1 ) × 3
Bulan Maret ke-3 (U…..) ada ……. Daun, maka :
… = … + (… − 1) × 3
Pola ke-4 (U…..) ada ……. Daun, maka :
… = … + (… − … ) × ….
Pola ke-5 (U……) ada ……. Daun, maka :
… = … + (… − … ) × …
Dan seterusnya, sehingga untuk pola ke-n (U……) kita peroleh :
𝑈
𝑛= … + (… − … ) × …
5. Tulislah kesimpulan dari hasil diskusi kalian !
F. Mengembangkan dan Menyajikan hasil karya
1. Peserta didik berdiskusi kelompok untuk berfikir kritis dan kreatif dalam menghasilkan kesimpulan dari pemecahan masalah yang berkaitan dengan pertanyaan-pertanyaan di atas.
2. Salah satu kelompok menyajikan atau mempresentasikan hasil diskusi dan kelompok lain memperhatikan !
Informasi Utama
Dari kegiatan yang telah kamu lakukan, dapat kamu lihat bahwa susunan bilangan
yang menyatakan banyaknya batang korek api untuk membuat tiap -tiap susunan
membentuk suatu barisan yang disebut dengan barisan aritmetika. Selisih antara
dua buah suku yang berurutan selalu sama/tetap dan disebut dengan beda.
G. Menganalisis dan Mengevaluasi proses pemecahan masalah 1. Peserta didik menanggapi hasil presentasi kelompok penyaji
2. Guru memberikan umpan balik atau penguatan hasil presentasi dan tanggapan dari peserta didik
3. Guru dan peserta didik menyimpulkan kegiatan pembelajaran yang sudah dilaksanakan
*** SELAMAT BEKERJA***
LEMBAR PENGAMATAN PENILAIAN SIKAP Mata Pelajaran : Ekonomi
Kelas/Semester : X / 2 Tahun Pelajaran : 2021/2022
Indikator sikap aktif dalam pembelajaran Badan Usaha dalam Perekonomian Indonesia 1. Kurang baik jika menunjukkan sama sekali tidak ambil bagian dalam pembelajaran.
2. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha ambil bagian dalam pembelajaran tetapi belum ajeg/konsisten.
3. Sangat baik jika menunjukkan sudah ambil bagian dalam menyelesaikan tugas kelompok secara terus menerus dan ajeg/konsisten.
Indikator sikap bekerjasama dalam kegiatan kelompok.
1. Kurang baik jika sama sekali tidak berusaha untuk bekerjasama dalam kegiatan kelompok.
2. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bekerjasama dalam kegiatan kelompok tetapi masih belum ajeg/konsisten.
3. Sangat baik jika menunjukkan adanya usaha bekerjasama dalam kegiatan kelompok secara terus menerus dan ajeg/konsisten.
Indikator sikap toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif.
1. Kurang baik jika sama sekali tidak bersikap toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif.
2. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk bersikap toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif tetapi masuih belum ajeg/konsisten.
3. Sangat baik jika menunjukkansudah ada usaha untuk bersikap toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif secara terus menerus dan ajeg/konsisten.
Bubuhkan tanda √pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.
No Nama
Peserta didik
Indikator Sikap
Aktif Bekerjasama Toleran KB B SB KB B SB KB B SB 1
2 3 4
Keterangan:
KB : Kurang baik B : Baik
SB : Sangat baik
LEMBAR PENILAIAN PENGETAHUAN Mata Pelajaran : Ekonomi
Kelas/Semester : X / 2 Tahun Pelajaran : 2021/2022 Tabel kisi-kisi soal ulangan harian
No Kompetensi Dasar
Materi Kelas Indikator Soal Bentuk Soal
Nomor Soal 1 3.7
Mendeskripsikan konsep badan usaha dalam perekonomian Indonesia
BUMN, BUMD, BUMS, Koperasi
X Menjelaskan jenis badan usaha dan memberikan contoh badan usaha :
Ekstraktif, Agraris, Industri, Perdagangan, Jasa
Uraian 1
2 3.7
Mendeskripsikan konsep badan usaha dalam perekonomian Indonesia
BUMN, BUMD, BUMS, Koperasi
X Menjelaskan kelebihan dan kelemahan dari
BUMN/BUMD
Uraian 2
BADAN USAHA
DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA TAHUN PELAJARAN 2021/2022
Mata Pelajaran : Ekonomi Kelas/Semester : X / 2 Tahun Pelajaran : 2021/2022
Waktu : 10 Menit
1. Berikan penjelasan tentang jenis badan usaha dan berikan contohnya!
2. Identifikasikan kelebihan dan kelemahan dari BUMN/BUMD!
ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH
No Alternatif Pemecahan Masalah Skor
1 1. Ekstraktif
Jenis badan usaha yang pertama adalah ekstraktif. Badan usaha ekstraktif merupakan badan usaha yang memanfaatkan sumber daya alam untuk mencari suatu keuntungan.
Contoh pada badan usaha ekstraktif adalah kali ini adalah perusahaan yang bergerak pada bidang pertambangan, hasil hutan, hasil laut, minyak bumi dan masih banyak perusahaan yang mengambil sumber daya alam lainnya.
Untuk contoh besarnya yang menggunakan sumber daya alam dan banyak dikenal oleh banyak orang adalah perusahaan yang bergerak di minyak bumi PT. Pertamina dan PT. Bukit Asam.
2. Agraris
Badan usaha agraris merupakan badan usaha yang mempunyai kegiatan pada sektor pertanian atau agraria.
Adanya badan usaha agraris ini mempunyai tujuan untuk menghasilkan beberapa produk tertentu dan contoh perusahaan yang sudah mempunyai legalitas hukum dan bergerak pada bidang agraris adalah PT. Perkebunan Negara.
3. Industri
Jenis badan usaha Industri satu ini badan usaha yang mempunyai kegiatan untuk mengubah atau mengolah suatu barang menjadi suatu produk dan mempunyai tujuan untuk meningkatkan suatu nilai ekonomi di Indonesia.
Contoh perusahaan berada di bidang industri dan sudah mempunyai legalitas hukum adalah industri yang memproduksi serat kayu untuk dijadikan kertas atau juga bisa mengolah benang agar menjadi kain.
4. Perdagangan
Badan usaha perdagangan merupakan badan usaha yang kegiatannya melakukan perdagangan tanpa harus mengubah beberapa bentuk.
Contoh badan usaha perdagangan yang sudah banyak dikenal oleh kalangan masyarakat dan mempunyai legalitas hukum adalah matahari store, indomaret dan alfamart.
5. Jasa
Badan usaha jasa merupakan badan usaha yang mempunyai kegiatan dalam memberikan sebuah pelayanan terhadap masyarakat.
Contoh dari badan usaha pada bidang jasa sering digunakan dan dicari oleh masyarakat adalah jasa perjalanan atau yang sering disebut dengan tour guide.
50
2 Kelebihan BUMN/BUMD
1. Menguasai sektor vital yang melayani kepentingan umum selain memperoleh keuntungan.
2. Sebagai pelopor atau pendorong kegiatan perekonomian masyarakat.
3. Mendapat jaminan atau dukungan dari negara.
4. Permodalan yang pasti dan lebih besar dari negara.
5. Kelangsungan hidup terjamin karena dimiliki negara.
6. Sebagai pendapatan negara.
Kelemahan BUMN/BUMD
1. Pengelolaan faktor-faktor produksi tidak efisien.
2. Manajemen perusahaan kurang profesional.
3. Menimbulkan monopoli atas sektor-sektor vital (merugikan konsumen).
4. Pengelolaan perusahaan terhambat dengan peraturan-peraturan yang mengikat, sehingga lambat pula dalam pengambilan keputusan.
5. Sulit memperoleh keuntungan bahkan seringkali merugi.
6. Struktur kepemimpinan BUMN terkadang lemah.
7. Kinerja BUMN terkait dengan keuangan negara.
50
Skor Total Maksimum 100
Kriteria Penilaian Evaluasi Badan Usaha Dalam Perekonomian Indonesia
Rumus berikut untuk menghitung nilai yang diperoleh peserta didik pada Evaluasi BUMN, BUMD, BUMS, Koperasi.
Nilai Akhir (NA) = Jumlah skor pada jawaban Arti Nilai Akhir (NA):
90 ≤ NA ≤ 100 : Sangat baik (Memperoleh Materi Pengayaan) 80 ≤ NA ≤ 90 : Baik
70 ≤ NA ≤ 80 : Cukup
NA < 70 : Kurang (Remedial)
LEMBAR PENILAIAN KETRAMPILAN Mata Pelajaran : Ekonomi
Kelas/Semester : X / 2 Tahun Pelajaran : 2021/2022
Instrumen dan Rubrik Penilaian Ketrampilan (Observasi)
maksimal 100 skor
Total
Skor Jumlah
Nilai