• Tidak ada hasil yang ditemukan

FAKTOR – FAKTOR PENENTU KEPUASAN KERJA GURU SD.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "FAKTOR – FAKTOR PENENTU KEPUASAN KERJA GURU SD."

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Daftar lsi - Edisi Maret 2014, Volume: 20 (1) Ma•·et 2014 Rtsti Saragih: Peningkatan Keterampilan 1:3crbicara Sapaan

Fonnal Bahasa Jerman Dengan Mcnggunakan Mctodc Role Play Nanda Pratiwi dan Martina Restuati: Perbedaan Hasil Bclajar Siswa Berdasarkan Jcnis Kelamin Yang Diajar Menggunakan Multimedia Berbasis Komputer Pada Matcri Sistem Reproduksi Man usia

Dedek Suhendro dan Kristian: Hubungan Penggunaan Surnbcr Belajar Dan Minat Bclajar Dengan Hasil Belajar Pengukuran Dasar Survey

Henok Siagian dan Asiroha Siboro: Pcrbedaan Hasil Relajar Siswa Yang Diajar Dcngan Pcndekatan Sains Tcknologi Masyarakat Dan Pendekatan Konvensional Pada Matcri Pokok Kalor Dan Perpindahan

Benyamin Situmorang dan Kurnia Sandro A. Sembiring: Penguasaan Teknik Pcmcsinan Ditinjau Dari Hasil Belajar Menggambar Teknik, Kemandirian 13clajar, Dan Minai Berwirausaha

Mariaty Sipayung : lnovasi Dikombinasikan IJcngan Strategi 1-tasil Belajar Biolo g i

ヲ| Z ュ「」セケ。イュ@ Melodc Kuwension;d

l'l.1a Konscp Untuk Meningkatkan Rahman Situmcang: Pcngcmbangan Pemhelajaran Judo Tcknik Bantingan Kyu -4 De ngan Media VC D

V• Paningkat Siburian : Faktor-Faktor Pcncntu Kepuasan Kcrja Guru SD

Bajongga Silaban . Hubungan Antara Penguasaan Konscp Fisika Dan Kreativitas O.:ngan Kemampuan Memccahkan Masalah Pada Materi Pokok l.i strik Stat is

(2)

JURNAL PENELITIAN

BIDANG PENDIDIKAN

ISSN: 0852-0151

Pembina

Prof. Dr. lbnu Hajar Damanik, M,Si. (Rektor Unimed)

Prof. Dr. Khairil Ansari, M.Pd

Ketua Dewan Editor

Prof. Drs. Manihar Situmorang, M.Sc, Ph.D.

Sekretaris Dewan Editor

Ora. Martina Restuati, M.Si.

Dewan Editor

Prof. Dr. ldrus Afandi, S.H. (UPI)

Prof. Dr. Kasmadi, M.Pd. (UNNES)

Prof. Dr. Abdul Muin Sibuea, M.Pd. (UNIMED)

Prof. Drs. Kristian

H.

Sugiarto, M.Sc. Ph.D. (UNY)

Prof. Dr. Amrin Saragih, M.A. (UNIMED)

Prof. Drs. Hamzah Upu, M.Ed. (UNM)

Prof. Dr. Amat Mukhadis, M.Pd. (UM)

Dr. Ismet Basuki, M.Pd. (UNESA)

Editor Teknik

Drs. Makmur Sirait, M.Si

Ora. Rosiqah

Alamat Redaksi Tata Usaha: Gedung Lembaga Penelitian UNIMED Jln. Will em Iskandar Pasar V Medan (20221) Telp: (061) 6636757; Fax (061)

Email: [email protected]

Penyunting menerima sumbangan artikel yang belum pernah dipublikasikan Naskah diketik di atas kertas HVS A4, spasi I V2 maksimum 17 halaman,

(3)

Jurnal Penelitian Bidang Pendidikan

Volume: 20, Nomor 1-; Bln/Ihn:Maret 2014

.

'

DAFTAR lSI

Peningkatan Keterampilan Berbicara Sapaan Formal Bahasa Jerman Dengan

Menggunakan Metode Role Play

ISSN: 0852-0151

Resti Saragih ... ... ...

1-7

Perbedaan Hasil Belajar Siswa Berdasarkan Jenis KelaminYang Diajar

Meriggunakan Multimedia Berbasis Komputer Pada Materi Sistem Reproduksi

Man usia

Nanda Pratiwi dan Martina Restuati ... ,... 8-15

Hubungan Penggunaan Sumber Belajar Dan Minat Belajar Dengan Hasil Belajar

Pengukuran Dasar Survey

Dedek Suherrdro dan Kristian

ᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋセᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋᄋ@

16-21

Perbedaan Hasil Belajar Siswa Yang Diajar Dengan Pendekatan Sains Teknologi

Masyarakat Dan Pendekatan Konvensional Pada Materi Pokok Kalor Dan

Perpindahan

Henok Siagian dan Asiroha Siboro ... ; ...•...

セ@

... · 22-29

Penguasaan Teknik Pemesinan Ditinjau Dari Hasil Belajar Menggamba.r Teknik,

. Kemandirian Bela jar, Dan Minat Berwirausaha

Benyamin Situmorang dan Kurnia Sandro A. Sembiring ...

セNNN N N NNNNNNN NNNNNNNNNNNNNNNNNNN@

30_40

Inovasi Pembelajaran Metode Konvensional Dikombinasikan Dengan Strategi Peta Konsep

Untuk Meningkatkan Hasil Bela jar Biologi

Mariaty Sipayung ... .... ... 41_49

Pengembangan Pembelajaran Judo Teknik Bantingan

Kyu-

4 Dengan Media VCD

Rahman Situmeang . . . . .. . . ... 50-56

Faktor-Faktor Penentu Kepuasan Kerja Guru SO

Paningkat Siburian ...

57-64

Hubungan Antara Penguasaan Konsep Fisika Dan Kreativitas Oengan Kemampuan

Memecahkan Masalah Pada Materi Pokok Listrik Statis

Bajongga Silaban ... :... 65-75

Implementasi Pendekatan Pembelajaran Kontekstual Oalam Pengajaran Matematika

Oi SO dengan Menggunakan LKS Berbasis Masalah

(4)

KATAPENGANTAR

Puji sukur atas kehadirat Allah Tuhan Yang Maha Esa, atas

sehingga Jurnal Penelitian Bidang Pendidikan Edisi Maret 2014,

hadir kembali menjumpai pembaca dengari sejumlah tulisan hasil pene

pendidikan. Jurnal ini juga memuat hasil-hasil penelitian berupa

penggunaan metode, model dan penelitian kepuasan ketja guru SD

pengembangan media pembelajaran.

Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian bidang pendidikan yang

bermanfaat bagi pengembangan model, media atau metode pembe

disamping itu hasil penelitian kepuasan kerja guru

pendidikan bagi sektor pendidikan.

Akhirnya tim redaksi berharap dalam rangka meningkatkan akreditasi

pembaca memberi saran dan kritik pada redaksi agar jurnal ini dapat

dan bagi pembaca yang perlu diingat bahwa akreditasi jurnal kita ini

11Pro<>r,,.,

mutu tulisan yang penulis kirim. Untuk itu redaksi menunggu artikel

penulis untuk diterbitkan padajurnal pendidikan Lembaga Penelitian

Tim Redaksi

1

-I

(5)

ISSN 0852-0 I 5 I Jurnal Penelitian Bidang Pendidikan Volume 20(1): 57-64, 2014

FAKTOR-FAKTOR PENENTU KEPUASAN KERJA GURU SD

Panirtgkat Siburian

Program Studi Manajemen Pendidikan, -Program Pascasarjana, Universitas Negeri Medan, Medan.

Diterima 20 Desember 2013, disetujui untuk publikasi 2 Februari 2014

Abstract Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh buday_a

organisasi, pengambilan keputusan, dan motivasi kerja terhadap kepuasan セZj。@ Kata kunci: Kepuasan guru SD peserta PLPG Tahun 2013 Gelombang ke - 5 di Kota Medan. p・セ・ャコエキョ@ Kerja, Budaya

ini menggunakan metode survey yang sifatnya ・クーャセイ。エッイケ@ dengan JU_mlah Organisasi, responden sebanyak 112 orang yang diambil dengan セ。ュ⦅ー ャュァ@ random ーイッーッイウキセ。ャN@ Pengambilan Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya orgamsasz secara_langsung dan tidak Keputusan, Motivasi Jangsung mempengaruhi kepuasan kerja, ウ・セ。ョァォ。ョ@ ー・セァセュ「コャ。ョ@ keputusan, dan Kerja motivasi kerja secara langsung mempengaruhz kepuasan Ker]a guru SD.

Pendahuluim

Sekolah Dasar ( SD ) sebagai bagian dari . pendidikan 、セウ。イ@ bertujuan memberikan bekal kemampuan dasar kepada peserta didik

untuk mengembangkan kehidupannya

sebagai pribadi, anggota masyarakat, warga negara, dan anggota umat manusia yang memiliki kesiapan mengikuti pendidikan lanjutan ke Sekolah Menengah Pertama/

Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs).

Sehubunaan dengan . 0 itu, sekolah dasar diharapkan dapat melaksanakan fungsinya sebagai (1) peletak dasar perkembangan pribadi anak untuk menjadi warga negara yang baik, (2) peletak dasar kemampuan dasar anak, dan (3) penyelenggara pendidikan awal

オョセオォ@ persiapan melanjut ke SMP/MTs.

Ditinjau dari komponennya, sekolah dasar sebagai organisasi terdiri dari beberapa unsur yang meliputi (1) sumber daya man usia, yang mencakup kepala sekolah, guru, pegawai, dan peserta didik, (2) sumber daya material, yang inencakup peralatan, bahan, dana, sarana dan prasarana, (3) atribut organisasi, yang mencakup tujuan, ukuran, struktur tugas, jenjang jabatan, formalisasi, dan peraturan organisasi, (4) iklim internal organisasi, dan (5) lingkungan organisasi

Lembaga Penelitian Universitas Negeri Medan

sekolah. Jadi, guru merupakan - salah satu unsur organisasi yang memiliki peran penting dalam pelaksanaan fungsi dan pencapaian tujuan sekolah. Guru bertugas mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik agar menjadi man usia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Sekolah Dasar sebagai suatu organisasi akan dapat mencapai tujuan secara efektif dan efisien, jika guru memiliki kompetensi yang dipersyaratkan bagi guru profesional, menganut budaya organisasi yang kuat, memiliki kemampuan yang baik dalam pengambilan keputusan, memiliki motivasi kerja dan kepuasan kerja yang tinggi. Sehubungan dengan pentingnya kepuasan kerja guru dalam organisasi, Robbins (2006) mengemukakan bahwa organisasi yang mempunyai lebih banyak karyawan yang merasa puas terhadap pekerjaannya cenderung lebih efektif daripada organisasi yang mempunyai lebih sedikit karyawan yang merasa puas.

Oleh karena itu, dalam rangka meningkatkan efektivitas pendidikan melalui

(6)

Paningialt Siburian

peningkatan kepuasan kerja, perlu diteiiti faktor-faktor penentu kepuasan keja guru sekolah dasar di Provinsi Sumatera Utara, yaitu: budaya organisasi, pengambilan keputusan, dan motivasi kerja . Sehubungan

、セョァ。ョ@ kepuasan kerja guru, Risky dan Lita

(2011) melaporkan hasil penelitian

Namjaneyulu yang menemukan bahwa

kepuasan kerja memiliki sumbangan yang besar terhadap keberhasilan siswa. Kepuasan kerja merupakan sikap seseorang terhadap pekerjaannya, yang menunjukkan perasaan menyenangkan dan/atau tidak menyenangkan berdasarkan kesesuaian antara apa yang diharapkan dengan apa yang didapatkan. Robbins .dan Judge (2009) mengemukakan bahwa . kepuasan kerja menggambarkan perasaan positif tentang pekerjaan, yang dihasilkan dari evaluasi karakteristiknya. Newstrom (2007) mengemukakan bahwa kepuasan kerja adalah seperangka t perasaan menyenangkan atau tidak menyenangkan dengan mana pekerja melihat pekerjaan mereka. Greenberg dan Baron (2005) mengemukakan bahwa kepuasan kerja sebagai sikap positif atau negatif yang dimiliki oleh individu·terhadap pekerjaan mereka. Kepuasan kerja seseorang dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor dalam diri maupun faktor lingkungannya. Colquitt, LePine, dan Wesson (2009) dalam Model Integrasi Perilaku Organisasi menjelaskan bahwa budaya organisasi secara langsung mempengaruhi motivasi, pengambilan keputusan, dan kepuasan kerja. Sehubungan dengan budaya organisasi, Slocum d an Hellriegel (2009) mengemukakan bahwa budaya organisasi merefleksikan nilai, keyakinan , dan sikap yang dipelajari dan dianut oleh anggota organisasi. Robbins dan Judge (2009) mengemukakan bahwa budaya

ッイァ。ョゥセウゥ@ mengacu pada sistem makna

bersama yang dianut oleh anggota yang membedakan organisasi tersebut dari organisasi lainnya.

Metode Penelitian

Sesuai dengan hubungan kausal antara

variabel penelitian, metode yang

dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode survey yang sifatnya exploratory.

Model hipotetis yang dikembangkan dalam penelitian ini disajikan sebagaimana pada Gambar 1.

Budaya Organi sasi (X1) Penga mbilan Keputu san (>G) Moti vasi Kerja (XJ) Kepuas an Kerja HセI@

Gambar'l. Model Hipotetis Hubungan antara variabel Penelitian

Berdasarkan Gambar 1, hipotesis penelitian yang diuji meliputi pengaruh budaya organisasi terhadap pengambilan keputusan, motivasi kerja, dan kepuasan kerja, serta pengaruh pengambilan keputusan, dan motivasi ォ・セ。@ terhadap kepuasan kerja. Penelitian dilakukan di Kota Medan pada tahun 2013 dengan populasi penelitian adalah seluruh guru SO peserta PLPG Tahun 2013 Gelombang ke-5 di SMP Negeri 11 Medan yang jumlahnya sebanyak 150 orang. Sampel sebanyak 112 orang adalah sebagian dari populasi yang diambil dengan menggunakan

Proportional Random Sampling yang berpedoman pada Nomogram Harry King pada tara£ signifikan

sebesar 0,05. Pengumpulan data dilakukan secara survey dengan mempergunakan angket. Instrumen penelitian dikembangkan dengan berpedoman pada penjelasan Djaali dan Muljono (2004) tentang langkah-langkah pengembangan instrumen, yaitu: (1) mensintesiskan teori-teori yang dikaji mengenai suatu konsep dari

variabel yang hendak diukur, dan

merumuskan konstruk dari variabel; (2)

(7)

Faktor-Faktor Penentu Kepuasan Kerja Guru SD

berdasarkan konstruk dikembangkan dimensi dan indikator variabel yang akan diukur; (3) membuat kisi-kisi instrumen dalam bentuk tabel spesifikasi yang memuat dimensi, indikator, nomor butir dan jumlah butir soal untuk setiap dimensi dan indikator; (4) menetapkan besaran atau parameter yang bergerak dalam satu rentangan kontinum; dan (5) menulis butir-butir instrumen yang dapat berbentuk pemyataan atau pertanyaan. Kesahihan isi instrumen 、ゥー・イッャeセィ@ melalui pendapat ahli, dan kesahihan butir soal dan keterandalan instrumen diperoleh· melalui uji

coba instrumen. Instrumen hasil

pengembangan yang sahih dan terandal terdiri dari 35 butir soal untuk variabel budaya organisasi, 34 butir soal untuk variabel pengambilan keputusan, 35 butir soal untuk variabel motivasi kerja. dan 42 butir soal untuk variabel kepuasan kerja. Keseluruhan

Tbl1D k . ·y " blP a e es npst ana e enettlan r ·

butir instrumen penelitian menggunakan skala Likert. Selanjutnya, untuk menguji hipotesis digunakan analisis jalur pada taraf signifikan

a sebesar 0,05, untuk menetukan besar komponen Spurious (S) dan komponen

Unanalyzed (U) digunakan Formula SU

Paningkat, dan untuk menentukan besar pengaruh proporsional variabel eksogenus terhadap variabel endogenus digunakan

rumus pengaruh proporsional yang

dikembangkan oleh Al-Rasyid.

Hasil Penelitian dan Pembahasan

Deskripsi hasil penelitian untuk variabel budaya organisasi, pengambilan keputusan, motivasi kerja, dan kepuasan kerja disajikan pada Tabel 1.

Buday a Pengambilan Motivasi Kepuasan

Organisasi

Sampel(n) 112

Mean Skor Total 126,86

Mean pada Skala 1-5 3,62

Tingkat Capaian 72 %

Simpangan Baku 8.35

Skor Minimum 109

Skor Maksimum 147

Berdasarkan deskripsi variabel pada Tabel 1, secara umum dapat dinyatakan bahwa budaya organisasi termasuk kategori cukup kuat, pengambilan · keputusan termasuk kategori cukup baik, motivasi kerja termasuk kategori cukup tinggi, dan kepuasan kerja termasuk kategori cukup puas. Hasil pengumpulan data penelitian me!lunjukkan bahwa sampel penelitian tidak ada yang memiliki skor kepuasan kerja dalam kategori sangat puas. Selanjutnya, setelah melalui uji persyaratan analisis terbukti bahwa semua variabel penelitian memiliki data yang berdistribusi normal serta bentuk regresi

Keputusan Kerja Kerja

112 112 112

128,21 124,46 126,25

3,77 3,56 3

75% 71% 60%

8,90 7,90 8,89

109 105 106

145 140 -148

antara variabel eksogenus de1.1gan variabel endogenus linier dan berarti, maka dilakukan analisis korelasi dan -analisis jalur dengan rangkuman hasil analisisnya sebagaimana disajikan pada Tabe\2.

Berdasarkan hasil analisis jalur yang

digunakan untuk menguji hipotesis

sebagaimana disajikan pada Tabel .2 dapat diketahui bahwa semua koefisien jalur antara variabel eksogenus dengan variabel endogenus adalah signifikan, sehingga

disimpulkan bahwa semua hipotesis

penelitian yang diajukan diterima, yaitu: (1) Budaya organisasi berpengaruh langsung

[image:7.595.47.475.50.803.2]
(8)

Paning/cat Siburian

positif terhadap pengambilan keputusan guru SD, (2) Budaya organisasi berpengaruh langsung positif terhadap motivasi kerja guru SD, (3) Budaya · organisasi berpengaruh langsung positif terhadap kepuasan kerja guru

SD, (4) Pengambilan keputusan berpengaruh langsung positif terhadap kepuasan kerja guru SD, (5) Motivasi kerja berpengaruh langsung positif terhadap kepuasan kerja guru SD.

Tabel 2. Rangkuman Basil Analisis Korelasi dan Analisis Jalur antara Variabel Eksogenus dengan Variabel Endogenus

Nomor Koefisien Signifikansi Koefisien thitung Signifikansi Keterangan

Hipotesis Korelasi Jalur*

1 m=0,317 0,000 Q21 =0,317 3,502 0,001 Jalur Berarti

2 m=0,396 0,000 . Q31 =0,396 4,528 0,000 Jalur Berarti

3 n4 = 0,543 0,000 Q4J= 0,358 4.439 0,000 . Jalur Berarti

4

[24=0,408 0,000 Q42=0,191 2,437 0,016 Jalur Berarti

5

[34 = 0,517 0,000 Q43 =0,312 3,849 0,000 Jalur Berarti

Berdasarkan hasil pengujian hipotesis yang menemukan bahwa semua jalur antara variabel eksogenus dengan variabel endogenus berarti, maka disimpulkan bahwa

model yang diusulkan fit sempuma dengan data yang ditunjukkan dengan model empiris sebagaimana disajikan pada Gambar 2.

60

Budaya Organisasi

(X t)

Q21 =0,317

n 2= 0,317

Q31 = 0,396

[13 =0,396

Pengambilan Keputusan

(X2)

Q41 = 0,358

r1 4 = O,S43

Motivasi

Kerja (XJ)

Q42= 0,191

r24= 0,408

Kepuasan Kerja

(X;)

QX4eJ = 0,752

Gambar 2. Model Empiris Hubungan antara variabel Penelitian

[image:8.595.20.492.35.768.2]
(9)

Faktor-Faktor Penentu Kepuasan Kerja Guru SD

Selanjutnya, ringkasan hasil perhitungan pengaruh proporsional variabel eksogenus terhadap variabel endogenus disajikan pada Tabel3 dan Tabel 4,

Tabel 3. Rangkuman Hasil Perhitungan Pengaruh Langsung Proporsional Budaya Organisasi (X1) terhadap Pengambilan Keputusan ()G), dan Motivasi Kerja (X3).

Variabel

Budaya

Organisasi

XI

Pengaruh Langsung Pro orsional terhada : Pengambilan Motivasi Ke utusan (X2) · Ke ·a (XJ)

0,100 0,157

Berdasarkan Tabel 3 di atas dapat diketahui bahwa pengaruh langsung Budaya Organisasi (X1) terhadap Pengambilan Keputusan (X2}, dan Motivasi Kerja (X3) secara berturut-turut adalah sebesar 0, 100, dan 0, 157. Jadi, kekuatan Budaya Organisasi (X1) yang secara langsung . menentukan perubahan Pengambilan Keputusan (X2}, dan Motivasi Kerja (XJ) secara berturut-turut adalah sebesar 10 %, dan 15,7%.

Tabel4. Rangkuman Hasil Perhitungan Pengaruh Proporsional Budaya Organisasi (X1), Pengambilan Keputusan (X2), dan Motivasi l<erja (X3) terhadap Kepuasan Kerja (X4).

P.en aruh Non]alur

Variabel Langsung terhadap

X4

Tidak langsung terhadap X4 melalui:

Efek

Total

s

u

0,128 0,022

0,037

0,097

Jumlah

Keterangan: S = Spurious

U = Unanalysis

Berdasarkan Tabel 4 di atas dapat diketahui bahwa pengaruh langsung Budaya Organisasi (X1) terhadap Kepuasan Kerja (X4) sebesar 0,128 dan pengaruh tidak langsung Buday a Organisasi (X1) terhadap Kepuasan Kerja (X4) melalui Pengambilan Keputusan (X2) sebesar 0,022, dan melalui Motivasi Kerja (X3) sebesa_r 0,044. Jadi, kekuatan Budaya Organisasi (X1) secara langsung mempengaruhi perubahan Kepuasan Kerja (X4) sebesa r 12,8 %, dan secara tidak langsung mempengaruhi perubahan Kepuasan Kerja (X4) rnelalui Pengambilan Keputusan (X2) sebesar 2,2 %, dan melalui Motivasi Kerja (X3) sebesar 4,4%, sehingga pengaruh total yang terdiri dari pengaruh langsung dan pengaruh tidak langsung Budaya Organisasi (X1) terhad_ap · Kepuasan Kerja (X4) sebesar 0,194 atau 19,4 %;

0,_044 0,194

0,037 0,022 0,020

0,097 0.044 0,020

0,328 0,066 0,040

Berdasarkan Tabel 4 di atas dapat diketahui bahwa pengaruh langsung Pengambilan Keputusan (X2) terhadap Kepuasan Kerja (X4) sebesar 0,037, sedangkan sisanya dalam komponen Spurious sebesar 0,022 dan komponen Unanalyzed sebesar 0,020. Jadi, pengaruh total yang hanya terdiri dari pengaruh langsung Pengambilan Keputusan (X2) terhadap Kepuasan Kerja (X4) sebesar 0,037. Hal tersebut berati bahwa kekuatan Pengambilan Keputusan (X2) yang secara langsung menentukan perubahan-perubahan Kepuasan Kerja (X4) adalah sebesar 3,7 %.

Berdasarkan Tabel 4 di atas dapat diketahui bahwa pengaruh langsung Motivasi Kerja (X3) terhadap Kepuasan Kerja (X4) sebesar 0,097, sedangkan sisanya dalam · komponen Spurious sebesar 0,044 dan

(10)

Paningkat Siburian

komponen Unanalyzed sebesar 0,020. Jadi, pengaruh total yang hanya terdiri dari pengaruh langsung Motivasi Kerja {X3) terhadap Kepuasan Kerja (X4) sebesar 0,097.

Hal tersebut berati bahwa kekuatan Motivasi Kerja (X3) yang secara langsung menentukan perubahan Kepuasan Kerja (X4) adalah sebesar 9,7%.

Ditinjau dari besar perubahan kepuasan kerja yang dapat ditentukan variabel eksogenus sebagaimana diuraikan di atas dapat dinyatakan bahwa budaya organisasi merupakan variabel penentu yang paling besar pengaruhnya, dan pengambilan keputusan merupakan variabel penentu yang paling kecil pengaruhnya terhadap kepuasan kerja. Pengaruh total yang terdiri dari pengaruh langsung dan pengaruh tidak langsung budaya organisasi, pengambilan keputusan, dan motivasi kerja terhadap . kepuasan kerja sebesar 0,328. Jadi, kekuatan budaya organisasi, pengambilan keputusan, dan motivasi kerja secara bersama-sama menentukan perubahan kepuasan kerja adalah sebesar 32,8 %, sedangkan sisanya dalam komponen Spurious sebesar 0,066 dan komponen Unanalyzed sebesar 0,040.

Koefisien determinasi yang merupakan jumlah total dari pengaruh total, komponen Spurious, dan komponen Unanalyzed yang diakibatkan budaya organisasi, pengambilan keputusan, dan motivasi kerja terhadap kepuasan kerja = 0,328 + 0,066 + 0,040 = 0,434,

sedangkan pengaruh faktor lainnya di luar budaya organisasi, pengambilan keputusan, dan motivasi kerja, yaitu: (QX4e3)2 = 1 - 0,434 =

0,566 = 56,60 "'o dengan koefisien jalur, yaitu:

QX4e3 _= --J0,566 = 0,752.

Hasil pengujian hipotesis pertama

ュ・ョオョェオォセ。ョ@ bahwa budaya organisasi

berpengaruh langsung positif terhadap pengambilan keputusan, yang mana 10 "'o perubahan pengambilan keputusan secara langsung dapat ditentukan oleh budaya organisasi. Temuan penelitian ini mendukung teori yang digunakan sebagai dasar pengajuan hipotesis penelitian, yaitu: Model Integrasi Perilaku Organisasi dari Colquitt, LePine, dan Wesson (2009) yang menjelaskan bahwa budaya _ organisasi secara langsung mempengaruhi pengambilan keputusan.

Hasil pengujian hipotesis kedua menunjukkan bahwa budaya organisasi berpengaruh langsung positif terhadap motivasi kerja , yang mana 15,7 "'o perubahan motivasi kerja secara langsung dapat ditentukan oleh budaY-a organisasi. Temua[\ penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian Ternan (2005), dan hasil penelitian Pakpahan (2009) yang menemukan bahwa budaya organisasi secara langsung berpengaruh positif signifikan terhadap motivasi kerja. Temuan penelitian ini mendukung teori yang digunakan sebagai dasar pengajuan hipotesis penelitian, yaitu: Model Motivasi Prestasi Kerja dari Mitchell dalam Kreitner dan Knicki

(2003), dan Model Integrasi Perilaku

Organisasi dari Colquitt, LePine, d11n Wesson (2009) yang menjelaskan bahwa budaya organisasi secara langsung mempengaruhi motivasi dan ォセーオ。ウ。ョ@ kerja .

Hasil - pengujian hipotesis ketiga meriunjukkim bahwa budaya orgarusasi berpengaruh langsung positif -. terhadap kepuasan kerja, yang mana 12,8 "'o perubahan kepuasan kerja secara langsung - dapat ditentukan oleh budaya organisasi. Temuan penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian Lok dan Crawford (2004), dan hasil penelitian

sオセゥ@ (2009) yang menemukan bahwa budaya

organisasi secara langsung berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan kerja. Temuan penelitian ini mendukung teori yang digunakan sebagai dasar pengajuan hipotesis penelitian, yaitu: Model Integrasi Perilaku Organisasi dari Colquitt, LePine, dan Wesson

(2009), dan Model Kerangka Kerja Studi

Kepuasan Kerja dari Mullins (2005) yang menjelaskan bahwa budaya organisasi berpengaruh rangsung terhadap kepuasan kerja.

Hasil pengujian hipotesis keempat menunjukkan bahwa pengambilan keputusan berpengaruh ャ。セァウオョ ァ@ posi tif terhadap kepuasan kerja, yang mana 3,7 "'o perubahan kepuasan kerja secara langsung dapat ditentukan oleh pengambilan keputusan. Temuan penelitian ini mendukung teori yang digunakan sebagai dasar pengajuan hipotesis penelitian, yaitu: Model Ke rangka Perilaku Individu dalam Gibson, Ivancevich, dan Donnelly (1996) yang me njelaskan bahwa

(11)

Faktor-Faktor Penentu Kepuasan Kerja Guru SD

perilaku pengambilan keputusan secara langsung mempengaruhi kepuasan.

Hasil pengujian kelima hipotesis

menunjukkan bahwa motivasi kerja

berpengaruh langsung positif terhadap kepuasan kerja, yang mana 9,7% p.erubahan kepuasan kerja secara langsung dapat ditentukan oleh motivasi kerja. Temuan penelitian 1m mendukung teori yang digunakan sebagai dasar pengajuan hipotesis penelitian, yaitu: Model Sistem Perilaku Organisasi dalam Newstrom (2007) yang menjelaskan bahwa motivasi secara langsung mempengaruhi kepuasan kerja.

Simpulan dan Saran

Berdasarkan hasil pen eli tian diajukan kesimpulan sebagai berikut: Budaya organisasi berpengaruh langsung positif terhadap pengambilan keputusan, motivasi kerja, dan kepuasan kerja guru SD diProvinsi ... Sumatera Utara. Selain itu, pengambilan keputusan, dan motivasi kerja berpengaruh · langsung positif terhadap kepuasan kerja guru SD di Provinsi Sumatera Utara. Jadi, budaya organisasi, pengambilan keputusan, dan motivasi kerja adalah variabel penentu kepuasan kerja guru SO. Sehubungan dengan kesimpulan tersebut di atas, dalam rangka meningkatkan kepuasan kerja guru SO sehingga memiliki kepuasan kerja yang sangat puas, maka perlu dilakukan usaha y.ang dapat

meningkatkan budaya organisasi,

pengambilan keputusan, dan motivasi kerja guru SD di Provinsi Sumatera. Utara, khususnya bagi guru SD peserta PLPG Tahun 2013 Gelombang ke-5 di SMP Negeri 11 Medan. Sesuai dengan hasil penelitian yang menemukan bahwa budaya organisasi merupakan variabel eksogenus yang paling besar pengaruhnya terhadap kepuasan kerja, maka usaha penguatan budaya organisasi dapat dijadikan prioritas usaha dalam rangka meningkatkatkan kepuasan kerja guru SD di Provinsi Sumatera Utara.

Ucapan Terima Kasih

Peneliti · mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penelitian ini, khususnya bagi Bapak

I

Ibu guru SD peserta PLPG Tahun 2013 Gelombang ke-5 di SMP Negeri 11 Medan yang telah

meluangkan waktunya memberikan jawaban dalam angket penelitian.

Daftar Pustaka

Colquitt, Jason A., Jeffery A. Lepine, dan

Michael J. Wesson. 2009.

Organizational Behaviour. Improving Perfomance and Commitment in the Workplace. New York : McGraw-Hill Companies, Inc.

Djaali dan Pudji Muljono. 2004. Pengukuran dalam Bidang Pendidikan. Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta.

Gibson, James L., John M. lvancevich, dan James H. Donnelly. 1993. Organisasi.

Jilid 2. Terjemahan oleh Savitri Soekrisno dan Agus Dharma, Jakarta: Erlangga.

Gibson, James L., John M. Ivancevich, dan

j。セ・ウ@ H. _Donnelly. (1996). Organisasi,

Terjemahan oleh Nunuk Adiami, Jakarta

: Binarupa Aksara ! ·

Greenberg, Jerald dan Robert A. Baron. 2005.

Behavior m Organizations. Boston: Allyn and Bacon.

Kreitner, Robert dan Angelo Kinicki. 2003.

Perilaku Organisasi, Terjemahan oleh Erly Swandy, Jaka rta: Salemba Empat Lok, Peter dan John Crawford. 2004. The Effect

of Organizational Culture and Leadership Style on Job Satisfaction and Organisational Commitment. A Cross-National Comparison. The Journal of Management Development; 2004; 23, %;

ABIJINFORM Global, 321-338

Mullins, Laurie J. 2005. Management and Organisational Behaviour. London: Prentice Hall.

Newstrom, John W. 2007. Organizational Behavior. Human Behavior at Work. New York : McGraw- Hill Companies.

Pakpahan,Wannen. 2009. Pengamh

Pengetahuan Manajerial, Budaya Organisasi, dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Kepala Sekolah SMK Negeri di Provinsi DKI Jakarta. Sinopsis Disertasi tidak diterbitkan. Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta.

(12)

Paning/cat Siburian

Risky Aditya, dan Lita Hadiati Wulandari. 2011. Kepuasan Kerja Guru. . Studi Deskriptif pada Guru SLB. Medan: USU Press.

Robbins, Stephen P. 2006. Perilaku Organisasi.

Terjemahan oleh Benyamin Molan. Indonesia : PT intan Sejati Klaten. Robbins, Stephen P. dan Timothy A. Judge.

2009. Organizational Behaviour. New Jersey : Pearson Education, Inc. Slocum, John W. dan Don Hellriegel. 2009.

Principles of Organizational Behavior.

China: Cengage Learning.

Sutji Harijanto. 2009. Pengaruh Budaya Organisasi, Gaya Kepemimpinan, dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Kepala

Sekolah Menengah Atas di Jakarta Timur.

Sinapis Disertasi tidak diterbitkan. Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta.

Ternan Koesmono. 2005. Pengaruh Budaya Organisasi terhadap Motivasi dan Kepuasan Kerja serta Kinerja Karyawanpada Sub Sektor lndustri Pengolahan Kayu Skala Menengah di Jawa Timur. furnal Manajemen &

Kewirausahaan 7, (2), 171-188.

Wagner, John A. dan John R. Hollenberg. 2010.

Organizational Behaviour. Securing Competitive Advantage. New York : Routledge.

Gambar

tabel spesifikasi
Tabel 2. Rangkuman Basil Analisis Korelasi dan Analisis Jalur antara Variabel Eksogenus

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh motivasi kerja guru dan iklim organisasi dengan kinerja guru di sekolah dasar di Kecamatan Wonogiri Jawa Tengah.

Dalam bab ini dijelaskan tentang teori-teori yang mendukung penelitiann ini dan dapat digunakan sebagai dasar penelitian yang diantaranya berisi tentang perilaku pembelian

Secara teoritis penelitian ini bermanfaat di bidang keilmuan atau ilmu perilaku organisasi dan manajemen. Kajian ini diharapkan menjadi sumbangan menambah wawasan terhadap

Temuan hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan Voon (2011) bahwa loyalitas konsumen terhadap restoran di Malaysia di kalangan segmen remaja (youth

• Penelitian mencakup hipotesis pengaruh budaya organisasi, kompensasi, employee engagement terhadap motivasi dan implikasinya terhadap kinerja karyawan. • Penelitian tidak

Hipotesis nol yang diuji dalam penelitian ini sebagai berikut: (a) iklim organisasi sekolah tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kepuasan kerja guru SD Katolik di

Temuan penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan O’Reilly, Chatman, dan Cald- well (2011:8) yang menyimpulkan bahwa ke- cocokan anggota organisasi dengan

Sedangkan hasil penelitian Agung Siswo (2004) menemukan bahwa motivasi berpengaruh langsung positif terhadap komitmen organisasi Karyawan dengan koefisien