ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK
SANTA LUSIA MEDAN
Skripsi
Diajukan Untuk Memenuhi
Sebagai Persyaratan Memperoleh Gelar
Sarjana Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini
Oleh :
EVI DANIATI PURBA
NIM. 1103113021
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas
berkat dan kasih karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan
skripsi yang berjudul : “Pengaruh Bermain Gerak Dan Lagu Terhadap
Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun Di Tk Santa Lusia
Medan”. Penelitian ini dilakukan untuk memenuhi atau sebagai persyaratan
dalam memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini
Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Medan.
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada semua
pihak yang telah membantu dan mendukung penulis baik moril, waktu maupun
meteril sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini. Secara
khusus penulis mengucapkan terima kasih setulusnya kepada :
1. Bapak Drs. Nasrun,M.S, selaku dekan Fakultas Ilmu Pendidikan
Unimed.
2. Bapak Prof. Dr. Yusnadi, MS, selaku pembantu dekan dekan I Fakultas
Ilmu Pendidikan Unimed.
3. Bapak Drs. Aman Simare-mare, selaku pembantu dekan II Fakultas
Ilmu Pendidikan Unimed.
4. Bapak Drs. Edidon Hutasuhut,M.Pd, selaku pembantu dekan III
iii
5. Bapak Drs. Aman Simare-mare MS, selaku dosen pembimbing skripsi
yang telah meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan dan
arahan berupa ilmu sejak awal sampai selesainya penulisan skripsi ini.
6. Ibu Dra. Dorlince S, M.Pd, ibu Dra. Sariana Marbun, M.Pd, dan ibu
Dra. Nasriah, M.Pd selaku dosen penguji yang telah memberikan
masukan serta saran-saran mulai dari awal hingga selesainya
penyusunan skripsi ini.
7. Ibu Dra. Dorlince,M.Pd selaku dosen pembimbing akademik yang telah
memberikan bimbingan dan saran-saran dalam perkuliahan.
8. Ibu Dra. Nasriah.M,Pd selaku ketua prodi PG.PAUD.
9. Bapak dan ibu dosen dan staf pegawai Jurusan PG.PAUD Universitas
Negeri Medan yang telah memberikan kelancaran selama penyusunan
skripsi ini.
10.Kepala sekolah TK Santa Lusia Medan Sr. Adriani Simatupang, KSFL
yang telah memberikan izin kepada penulis untuk melakukan
penelitian, ibu Mariotto Lumban batu sebagai guru kelas B4, dan
kepada seluruh guru TK Santa Lusia Medan yang telah membantu
penulis selama melaksanakan penelitian.
11.Terkhusus kepada orang tua tercinta R. Purba dan S. br Saragih yang
tanpa kenal lelah terus berjuang segenap tenaga dan pikiran, yang
senantiasa memdoakan , memberikan dukungan, dan kasih sayang yang
tiada habisnya sehingga saya dapat menyelesaikan perkuliahan di
Purba,A.M.Keb, Rinaldi Purba, dan Winda Yani Purba yang tak
hentinya memberikan doa, kasih sayang dan semangat kepada saya
dalam menyelesaikan perkuliahan hingga menyelesaikan skripsi ini.
12.Teman-teman seperjuangan PG.PAUD ’10, adik-adik PG.PAUD ’11
,PG.PAUD ’12 dan PG.PAUD ’13, teman-teman PPLT 2013 guru TK
Santa Lusia Medan.
13.Teman-teman kos (Hetty, Nita, Sunar, Agnes, Juni, Mida, Bindu, Indri,
Vina, Ria)
14.Dan semua pihak yang tidak bisa saya sebutkan namanya satu persatu
telah membantu dan memberi semangat penulis dalam menyelesaikan
skripsi ini.
Penulis sangat menyadari masih sangat banyak kekurangan dari segi isi
maupun dari tata bahasa dan jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu penulis
mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi perbaikan
skripsi ini. Penulis juga berharap skripsi ini dapat bermanfaat untuk dunia
pendidikan khususnya pada pendidikan anak usia dini.
Medan, April 2014
Penulis
i
ABSTRAK
Evi Daniati Purba, Nim : 1103113021, Pengaruh Bermain Gerak Dan Lagu Terhadap Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun Di TK Santa Lusia Medan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan kemampuan motorik kasar anak usia 5-6 tahun melalui bermain gerak dan lagu di TK Santa Lusia Medan. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak B TK Santa Lusia yang berjumlah 4 kelas (B1,B2,B3,B4) yang masing-masing kelas berjumlah 43 anak, sedangkan sampel dalam penelitian ini yaitu kelas B4 sebagai kelas eksperimen dan kelas B3 sebagai kelas control yang diambil dengan metode tehnik random sampling unit (kelas). Tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi terstruktur, dan analisis data yang lakukan dalam penelitian ini yaitu analisis deskribtip dan dengan uji t dengan taraf nyata α = 0,05.
vi
F. Rancangan Dan Prosedur Penelitian ... 30
1. Rancangan Penelitian... 30
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian... 40
1. Deskripsi Hasil Penelitian ... 40
2. Analisis Data hasil Penelitian ... 45
2.2. Uji Homogenitas ... 45
2.3. Uji Hipotesis ... 46
B. Pembahasan Hasil Penelitian ... 47
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan ... 49
B. Saran ... 50
DAFTAR PUSTAKA
v
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Langkah Pelaksanaan Bermain Gerak Dan Lagu ... 22
Tabel 3.1 Rancangan Penelitian ... 31
Tabel 3.2 Pedoman Observasi Motorik Kasar Anak ... 33
Tabel 4.1 Data Nilai Observasi Kelas Eksperimen ... 40
Tabel 4.2 Data Nilai Observasi Kelas Kontrol ... 41
Tabel 4.3 Kemampuan Motorik Kasar Anak Berdasarkan Indikator ... 42
Tabel 4.5 Ringkasaran Uji Normalitas Data Dengan Uji Liliefors ... 45
Tabel 4.6 Ringkasan Uji Homogenitas ... 46
DAFTAR GAMBAR
Gambar 4.1 Diagram Batang Kemampuan Motorik Kasar Anak Pada Observasi
1 BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan Anak usia dini (PAUD) merupakan upaya pembinaan dan
pengasuhan yang ditujukan kepada anak sejak lahir hingga usia 6 tahun, meskipun
sesungguhnya akan lebih optimal lagi apabila ditujukan kepada anak sejak dalam
kandungan hingga usia 8 tahun. Pendidikan bagi anak usia dini dilakukan melalui
pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan
jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih
lanjut. Tujuannya adalah membantu mengembangkan seluruh potensi dan
kemampuan fisik, intelektual, emosional, moral dan agama secara optimal dalam
lingkungan pendidikan yang kondusif demokratis dan kompetitif.
Seperti yang tertulis dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang
Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 Angka 14 menyatakan bahwa Pendidikan Anak
Usia Dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak
lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan
pendikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar
anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Salah satu aspek
perkembangan yang memiliki potensi yang sangat besar pada anak usia dini
yang sangat penting karena perkembangan fisik motorik sangat berhubungan erat dan
mempengaruhi perkembangan yang lain.
Sujiono (2010:1.3) memaparkan bahwa perkembangan motorik erat kaitannya
dengan perkembangan pusat motorik di otak. Oleh sebab itu, motorik menjadi
perkembangan yang penting untuk dilatih dan dikembangan pada anak usia dini.
Anak usia 5-6 tahun lebih banyak melakukan aktivitas gerak yang melibatkan
motorik kasarnya seperti berlari, melompat, dan menendang. Pengembangan
keterampilan motorik kasar juga meliputi kegiatan seluruh tubuh. Dengan
menggunakan bermacam koordinasi kelompok otot-otot tertentu anak dapat belajar
untuk merangkak, melempar atau meloncat, serta dalam melakukan gerak perlu
adanya koordinasdi keseimbangan, ketangkasan, kelenturan, kekuatan, kecepatan dan
ketahanan yang merupakan kegiatan motorik kasar. Husni dan Kamtini (2012:124).
Sesuai dengan tingkat perkembagan AUD khususnya anak usia 5-6 tahun
sudah mampu melakukan gerakan tubuh secara terkoordinasi untuk melatih
kelenturan, keseimbangan, dan kelincahan, melakukan koordinasi gerakan
kaki-tangan-kepala dalam menirukan tarian atau senam, melakukan permainan fisik
dengan aturan, terampil menggunakan tangan kanan dan kiri, melakukan kegiatan
kebersihan diri, menendang sesuatu secara terarah, memanfaatkan alat permainan di
luar kelas. (PERMEN DIKNAS NO 58 TAHUN 2009). Oleh sebab itu
kegiatan pembelajaran hendaknya dirancang sesuai dengan kebutuhan dan
3
Akan tetapi, sebagian kegiatan pembelajaran di Taman Kanak-kanak yang
masih kurang memperhatikan pengembangan motorik khususnya motorik kasar anak.
Sebagian besar kegiatan yang dirancang oleh guru yakni untuk pengembangan
kognitif, bahasa, sains dan motorik halus. Pembelajaran pada anak TK cenderung
dituntut dapat bersikap seperti pembelajaran pada anak SD ketika mengikuti
pembelalajaran terutama saat di dalam kelas yaitu anak dituntut harus duduk tertib,
memperhatikan guru di depan dan tidak boleh bermain dengan teman. Hal ini
disebabkan adanya tuntutan khususnya dari orang tua bahwa setelah lulus dari taman
kanak-kanak, anak harus sudah pandai membaca dan menulis.
Selain itu orangtua juga cenderung melakukan hal yang sama pada anak baik
saat anak berada dirumah, anak cenderung di kurung di rumah atau diruangan tertentu
dengan permainan seadanya saja, sehingga ruang gerak anak tidak luas dan anak tidak
dapat bergerak dengan sesukanya, adanya larangan-larangan dari orang tua seperti
tidak boleh memanjat, tidak boleh lari-lari di rumah tidak boleh main di halaman dan
sebagainya. Sehingga keterampilan motorik kasar anak kurang berkembang sesuai
dengan usianya.
Kurang berkembangnya motorik kasar anak dapat terlihat ketika anak
kelihatan kurang gesit saat melakukan permainan yang melibatkan motorik kasar
seperti anak kurang lincah saat berlari, kurang mampu memanfaatkan permainan out
door, kurang lincah menggerakkan anggota tubuh seperti tangan, kaki, dan kepala
terutama pada saat bernyanyi, menari dan senam. Sementara sesuai dengan
perkembangan motorik anak, pada saat ini lah masa aktif anak, yaitu mereka sangat
suka bergerak.(Sujiono 2010:1.3).
Sujiono (2010:1.3) mengatakan gerak merupakan sebuah unsur utama dalam
pengembangan motorik anak. Banyak manfaat yang dapat diperoleh anak ketika ia
mulai terampil dalam menguasai gerakan yakni badan akan semakin sehat,lebih
mandiri, percaya diri, serta sosial emosionalnya juga akan berkembang dengan baik.
Melalui gerak anak mampu mengekspresikan dirinya. Oleh sebab itu untuk
mengembangkan serta meningkatkan kemampuan motorik kasar diperlukan adanya
kondisi dan stimulasi. Pendidik atau guru harus merancang sebuah kegiatan
pembelajaran motorik yang menyenangkan dan sesuai dengan kebutuhan anak. Salah
satu bentuk kegiatan yang dapat digunakan yakni melalui lagu atau
nyanyian. Nyanyian memiliki banyak manfaat tidak hanya untuk menyenangkan hati
anak melainkan dapat digunakan sebagai sarana penyampaian informasi yang
menyenangkan untuk anak. Lagu atau nyanyian dapat dirancang sedemikian hingga
sesuai dengan tujuan pembelajaran atau tujuan materi yang ingin disampaikan.
Seiring dengan berkembangnya zaman nyanyian atau lagu untuk anak sudah
sangat jarang sekali ditemukan. Bahkan sering dijumpai anak usia dini menyanyikan
lagu-lagu dewasa yang tidak sesuai untuk usia mereka, atau sering kali lagu yang
digunakan dalam pembelajaran sehari-hari merupakan lagu dewasa yang hanya
diganti kata-kata atau liriknya saja sehingga hal tersebut menyulitkan anak.
5
untuk anak yang menyebabkan anak usia dini lebih sering menyanyikan lagu-lagu
yang tidak sesuai untuk usia mereka. Lagu atau nyanyian dapat digunakan
untuk kegiatan pembelajaran motorik.
Hal ini sesuai dengan pendapat Husni dan Kamtini (2012:118) yang
menyebutkan bahwa aktivitas yang dilakukan melalui gerak dan lagu diharapkan
akan menyenangkan anak sekaligus dapat mengembangkan segi intelegensi,
perkembangan bahasa, sosial dan psikomotorik. Akan tetapi pendidik kurang
menggunakan kegiatan gerak dan lagu sebagai salah satu kegiatan yang dapat
digunakan untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak. Anak usia dini
belajar melalui pengalaman langsung. Melalui lagu anak akan
memperoleh pengalaman secara langsung.
Dengan kegiatan gerak dan lagu yang dinyanyikan secara langsung dengan
menggunakan atau tanpa menggunakan kaset atau CD serta gerak yang dilakukan
mengikuti lagu yang dinyanyikan akan memberikan sebuah pengetahuan baru untuk
anak. Kegiatan gerak dan lagu akan memberikan pengalaman langsung kepada anak
mengenai gerak sehingga dapat menambah pengalaman gerak anak. Hal tersebut
diharapkan akan dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar anak. Selain itu pada
anak usia dini merasa senang mengulang-ulang sesuatu kegiatan keterampilan melalui
latihan tertentu, sampai ia benar-benar menguasainya. Sehingga kegiatan gerak dan
merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dari anak sehingga apabila dilakukan
pengulangan anak tidak mudah merasa bosan.
Kegiatan gerak dan lagu memiliki banyak sekali manfaat menurut Husni dan
Kamtini ,(2012:118,134) manfaat gerak dan lagu adalah meningkatkan motorik kasar,
meningkatkan kreativitas, belajar bersosialisasi dan bekerjasama, melatih
kedisiplinan, dan melatih kosentrsi anak. Berdasarkan pendapat tersebut gerak dan
lagu merupakan salah satu kegiatan yang cocok digunakan dalam
kegiatan pembelajaran motorik, karena gerak dan lagu merupakan aktivitas yang
menuntut anak untuk bergerak seperti halnya kegiatan senam maupun olahraga.
Berlandaskan permasalahan di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian
dengan judul “ pengaruh bermain gerak dan lagu terhadap perkembangan
keterampilan motorik kasar anak usia 5-6 tahun di TK Santa Lusia Medan”.
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka dapat diidentifikasi masalah
penelitian sebagai berikut :
a) Motorik kasar anak kurang berkembang.
b) Orang tua cenderung lebih mengutamakan perkembangan kognitif, sains dan
membaca dibanding aktivitas yang mengembangkan motorik kasar anak.
c) Kurangnya kegiatan pembelajaran motorik kasar serta kurangnya variasi lagu
7
d) Pendidik dan orang tua sering membatasi ruang gerak anak dengan
larangan-larangan ketika anak melalukan sesuatu (memanjat, melompat, berlari, dan
lain-lain)
e) Pendidik kurang menggunakan kegiatan gerak dan lagu sebagai salah satu
kegiatan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan motorik
kasar.
C. Batasan Masalah
Karena adanya keterbatasan pengetahuan, waktu,dan dana yang dimiliki
penulis, maka penulis memberi batasan masalah yaitu “pengaruh bermain gerak dan
lagu terhadap perkembangan motorik kasar anak pada usia 5-6 tahun di TK Santa
Lusia Medan”
D. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah adakah pengaruh
bermain gerak dan lagu terhadap perkembangan motorik kasar anak usia 5-6 tahun di
TK Santa Lusia Medan ?
E. Tujuan
Tujuan daripada penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh kegiatan
gerak dan lagu terhadap perkembangan motorik kasar anak usia 5-6 tahun di TK
F. Manfaat
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat, baik secara teoritis
maupun praktis.
a.Manfaat teoritis
Sebagai wacana dalam mengembangkan ilmu pendidikan berkaitan dengan
pembelajaran pengembangan motorik kasar bagi PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini
).
b. Manfaat praktis
1) Bagi guru
Sebagai masukan bagi guru untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran
melalui kegiatan bermain gerak dan lagu.
2) Bagi siswa
Siswa mendapatkan pelayanan dan pelatihan untuk meningkatkan
keterampilan motorik kasar yang lebih efektif.
3) Bagi sekolah
Sebagai bahan pertimbangan bagi sekolah, dengan pengambilan kebijakan
49 BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat diambil
kesimpulan yaitu:
1. Kemampuan motorik kasar anak yang dibelajarkan melalui kegiatan bermain
gerak dan lagu lebih baik dibandingkan kemampuan motorik kasar anak yang
dibelajarkan melalui kegiatan meniru gerak irama senam, hal ini tampak dari
rata-rata hasil observasi kelas eksperimen lebih besar dari pada kelas Kontrol,
yaitu 13,209 > 8,976.
2. Pembelajaran melalui bermain gerak dan lagu berpengaruh secara signifikan
terhadap perkembangan kemampuan motorik kasar anak sehingga Ha
diterima, terbukti dari hasil uji hipotesis diperoleh thitung > ttabel yaitu 16,86 >
2,016 pada taraf α = 0.05 dan ttabel diperoleh dari hasil interpolasi.
3. Selain motorik kasar, banyak aspek yang dapat dikembangkan melalui
bermain gerak dan lagu diantaranya nilai sportifitas,perkembangan
social-emosional, kedisplinan anak dan ketangkasan gerak dan berpikir anak.
B. Saran
Berdasarkan penelitian yang dilakukan, adapun saran yang dapat diberikan
1. Bagi peneliti sendiri, dapat mengetahui seberapa besar pengaruh kegiatan
bermain gerak dan lagu dalam mengembangkan motorik kasar anak.
2. Bagi anak, dapat meningkatkan perkembangan motorik kasar anak usia dini.
3. Bagi guru, diharapkan menggunakan alat permainan gerak dan lagu untuk
meningkatkan motorik kasar anak.
4. Bagi orang tua, dapat menambah pengetahuan orang tua terkait pemanfaatan
kegiatan bermain gerak dan lagu dalam mengembangkan motorik kasar anak.
5. Bagi sekolah, penelitian ini diharapkan mampu berusaha untuk bekerja sama
dengan guru kelas untuk memperbaiki permasalahan dalam pengembangan
motorik kasar anak usia dini.
6. Bagi peneliti selanjutnya, sebagai bahan masukan dan sumber referensi bagi
peneliti berikutnya yang melakukan penelitian yang ada hubungannya dengan
DAFTAR PUSTAKA
Aisyah,Siti dkk.(2011).perkembangan dan konsep dasar pengembangan anak usia dini.Jakarta: Universitas terbuka.
Husni dan Kamtini.(2012). Bermain melalui gerak dan lagu di taman kanak- kanak.Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Montolalu dkk.(2009).Bermain Dan Permainan Anak. Jakarta: Universitas terbuka .
Mutiah,Diana.(2010).Psikoli Bermain Anak Usia Dini.Jakarta: Kencana.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 58 Tahun 2009 Tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini.
Rudyanto dan Yudha.(2005).Pembelajaran Kooperatif Untuk Meningkatkan Keterampilan Anak TK.Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. Sudjana.(2005).Metode Statistika.Bandung: Tarsito.
Sujiono, Bambang dkk.(2010). Metode Pengembangan Fisik. Jakarta: Universitas terbuka.
Sugiyono.(2010).Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Sumantri.(2005). Model Pengembangan Keterampilan Motorik Kasar Anak Usia Dini.Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Suyanto,slamet.(2005).Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini.Jakarta:Deperte men Pendidikan Nasional.