1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Pendidikan di SD merupakan sebuah proses pembentukan kepribadian seseorang. Umar Tirtarahardja dan Lasula, beliau mengemukakan beberapa batasan pendidikan yang berbeda berdasarkan fungsinya. Salah satunya yaitu pendidikan sebuah proses pembentukan pribadi yang artinya, pendidikan adalah suatu kegiatan yang sistematis dan sistematik terarah kepada terbentuknya kepribadian peserta didik (Binti Maunah, 2009:2). Pendidikan adalah sebuah interaksi yang terjadi antara pendidik dengan siswa, dan di dalam interaksi tersebut terdapat kurikulum sebagai pedoman dalam pendidikan, setiap jenjang pendidikan kurikulum yang digunakan berbeda-beda dan disesuaikan dengan jenjang pendidikannya.
Kurikulum sebagai dasar dari berbagai kegiatan pembelajaran di dalam maupun diluar kelas. Dalam UU No. 20 Tahun 2003 (SISDIKNAS) pasal 1 ayat 19, tentang sistem Pendidikan Nasional menyatakan kurikulum adalah seperakat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan tertentu.
Permendikbud Nomer 67 tahun 2013 tentang kerangka dasar dan struktur kurikulum SD/MI menyebutkan bahwa “pelaksanaan kurikulum 2013 pada SD/MI dilakukan melalui pembelajaran dengan pendekatan tematik terpadudari kelas I sampai dengan kelas VI.” Pembelajaran tematik terpadu adalah pembelajaran dengan menggunakan tema. Pelajaran-pelajaran yang ada
diintegrasikan dengan tema-tema yang sudah ditetapkan. Perbedaan antara Kurikulum 2013 dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yaitu apabila Kurikulum 2013 mulai dari kelas I hingga kelas VI diberlakukannya pembelajaran tematik. Namun untuk Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, memberlakukan pembelajaran Tematik hanya pada kelas I sampai dengan kelas III. Pada kurikulum 2013 untuk dijenjang kelas IV terdapat lima tema, yaitu Indahnya Kebersamaan, Selalu Berhemat Energi, Peduli Terhadap Makhluk Hidup, Berbagai Pekerjaan, dan Pahlawanku. Jenjang kelas yang akan digunakan uji coba adalah kelas IV, salah satu sub tema yang ada pada tema indahnya kebersaman yaitu keberagaman budaya bangsaku. Keberagaman budaya bangsa Indonesia ini meliputi rumah, busana, dan alat musik tradisional.
Dengan demikian pendidikan adalah sebuah proses yang mengarah kepada pembentukan kepribadian seseorang atau peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan latihan. Di dalam kegiatan tersebut pendidik memiliki peranan yang sangat penting dalam pendidikan. Oleh karena itu proses pengajaran terhadap peserta didik membutuhkan alat komunikasi untuk menyampaikan pembelajaran secara baik.
Penggunaan media pembelajaran terhadap anak sekolah dasar memang sangat penting, mengingat bahwa usia anak sekolah dasar masuk dalam tahap perkembangan intelektual atau yang disebut tahapan oprasional konkret. Jean Piaget berpendapat bahwa perkembangan kognitif anak dimulai pada saat umur 7- 11 tahun, pada usia ini anak termasuk dalam tahapan oprasional konkret, dimana dalam tahapan ini anak mampu menalar ide berdasarkan pemikiran yang muncul pada benda yang ada disekitarnya, atau dengan kata lain anak mampu berfikir logis pada benda yang konkret(John W. Santrock,2011:48).
Sehingga dalam penyampaian sebuah materi akan lebih efektif apabila dibantu dengan menggunakan media pembelajaran yang dapat mengasah keaktifan dan berfikir siswa secara mandiri, karena pada usia 7-11 tahun adalah usia anak mampu menalar ide berdasarkan pemikiran yang muncul pada benda yang ada disekitarnya.
Sekolah yang akan dijadikan subjek uji coba adalah SD Negeri 02 Purwosekar kec. Tajinan kab. Malang. Hasil observasi yang dilakukan pada tanggal 23 Oktober 2019 di SDN 02 Purwosekar, sekolah ini terletak di Desa Purwosekar dan termasuk dalam kategori 3T yaitu terluar, terpencil, dan tertinggal , namun sekolah ini sudah sudah menerapkan kurikulum 2013. Kegiatan pembelajaran dilakukan hari Senin-Sabtu jam 07.00 – 12.00. Khusus hari Jum’at jam 07.00-11.00. Sarana dan prasarana cukup baik untuk menunjang proses pembelajaran, namun untuk media pembelajaran sangat kurang.
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan pada tanggal 24 Oktober 2019, dengan dua orang guru yaitu guru kelas dan guru yang pernah mengajar dikelas IV, diperoleh data bahwa media pembelajaran yang digunakan selama ini sangatlah terbatas dan kurang bervariasi. Pada tema ini, guru hanya menggunakan bahan ajar yang ada pada buku pegangan atau buku yang dimiliki oleh siswa, terkadang guru juga menyampaikan materi dengan menggunkan LCD. Ketika peneliti mengunjungi kelas tidak tampak peta ataupun globe yang terpasang didalam kelas untuk mendambahkan wawasan kepada siswa tentang letak pulau- pulau yang ada di Indonesia. Media yang digunakan oleh guru dalam materi keragaman sosial budaya adalah berupa gambar-gambar serta buku pegangan siswa, sehingga siswa sulit untuk menghafal budaya-budaya di daerah sekitanya.
Berdasarkan hasil diatas, menunjukkan bahwa keterbatasan penggunaan media menjadi masalah utama yang perlu diperhatikan. Terlebih dalam penyampaian materi keragaman sosial budaya di Indonesia, media yang digunakan dapat menjawab kesulitan siswa dalam mengerti dan memahami keberagaman budaya, mengerti keunikan khas suatu daerah di Indonesia, memahami perbedaan kebudayaan, dan menunjukkan sikap saling menghormati serta mengatasi kesulitan guru dalam menyapaikan keseluruhan materi. Dalam hal ini salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengembangkan media khusus untuk mempelajari keberagaman budaya di Indonesia selain gambar dan daftar nama.
Mengacu pada tahapan oprasional konkret, pengalaman belajar, dan solusi mengatasi keterbatasan media, peneliti menawarkan pengembangan media pembelajaran yang sesuai dengan tahapan oprasional konkret serta memberikan pengalaman tiruan. Media yang ditawarkan berupa media KOPMIBI ( Koper Miniatur Budaya Indonesia) Kepulauan Jawa. Media ini adalah sebuah miniatur kepulauan Jawa lengkap dengan keterangan ketinggian daratan, kedalaman perairan, dan wayang keragaman budaya dari masing-masing daerah yang terdapat di Pulau Jawa, diantaranya rumah adat, alat musik tradisisonal, tarian adat, busana adat, dan contoh suara alat musik tradisional.
Pengembangan media ini, selain digunakan untuk mempelajari keberagaman budaya di Pulau Jawa, juga dapat memberikan pengetahuan tentang bentuk wilayah Pulau Jawa dan mengenal letak Ibu kota di Pulau Jawa dengan melihat versi mininya.
Media ini merupakan media 3 dimensi, dataran dibuat timbul 3 dimensi dengan pola warna yang disesuaikan dengan tinggi rendahnya daratan, kedalaman perairan, wayang keberagaman budaya dari setiap daerah di Pulau Jawa, dan contoh suara dari
alat musik tradisional yang dapat diputar sesuai dengan provinsinya. Media tersebut juga dapat dibongkar pasang sehingga siswa dapat menggunakannya kembali. Dalam penggunaan media ini nantinya dapat mengembangkan keaktifan siswa dan pemahaman materi secara discovery yaitu siswa dapat menemukan dan membangun sendiri dengan pengetahuan yang diperolehnya sesuai dengan tahapan perkembangan intelektual dan pengalamannya.
Berdasarkan permasalahan tersebut peneliti ingin mengembangkan media pembelajaran dengan judul “Pengembangan Media Pembelajaran (KOPMIBI) Koper Miniatur Budaya Indonesia, Kepulauan Jawa, Tema Indahnya Kebersamaan untuk Kelas IV SD”. Media iniberupa tas koper KOPMIBI (Koper Miniatur Budaya Indonesia) Kepulauan Jawa dengan beraneka ragam budaya jawa, yang akan memudahkan siswa dalam belajar.
Mengingat masa pandemik virus Corona atau sering disebut COVID-19 yang telah menjangkit dseluruh dunia tanpa terkecuali negara kita tercinta Indonesia.
Pemerintah indonesia menerapkan pembatasan sosial bersekala besar (PSBB) untuk mencegah penularan virus Corona. Tanpa terkecuali dunia pendidikan juga mengeluarkan peraturan untuk mencegah penularan virus corona dengan menerapkan pembelajaran jarak jauh yang biasa disebut daring. Sehingga banyak sekolah diliburkan hingga waktu yang belum ditentukan. Sedangkan kegiatan observasi dan analisis kebutuhan dilakukan sebelum masuknya virus corona di Indonesia.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diaas, dapat diidentifikasi rumusan masalah yang ditentukan peneliti dalam penelitian ini sebagai berikut :
1. Bagaimana proses pengembangan media pembelajaran KOPMIBI (Koper Miniatur Budaya Indonesia) Kepulauan Jawa yang digunakan untuk sub tema keberagaman budaya bangsaku kelas IV SD ?
C. Tujuan penelitian & pengembangan
Penelitaian dalam pengembangan media yang dilakukan di SDN 02 Purwosekar memiliki tujuan sebagai berikut :
1. Mengembangkan produk media pembelajaran KOPMIBI (Koper Miniatur Budaya Indonesia) Kepulauan Jawa yang layak untuk tema indahnya kebersamaan dengan subtema keberagaman budaya bangsaku untuk kelas IV SD.
D. Spesifikasi produk yang Diharapkan
Gambar 1.1 Desain media KOPMIBI
Pada spesifikasi produk media KOPMIBI (Koper Miniatur Budaya Indonesia) Kepulauan Jawa yang dikembangkan dibagi menjadi 2 bagian yaitu konstruk dan konten diantaranya sebagai berikut:
1. Spesifikasi produk bagian konten (isi):
a. Media KOPMIBI ini digunakan untuk pembelajaran tema 1, subtema 1, pembelajaran 1
b. Materi yang terdapat pada media KOPMIBI ada 3 mata pelajaran yaitu, Bhs. Indonesia, IPS, dan IPA.
c. Pada mata pelajaran Bhs. Indonesia membahas materi gagasan pokok pada teks, untuk IPS membahas materi keragaman sosial, budaya, ekonomi, dan agama di daerah sekitar, dan untuk IPA membahas materi sifat-sifat bunyi.
d. Media ini dikhususkan penggunaannya untuk sub tema keberagaman budaya bangsaku kelas IV SD. Media ini menspesifikasikan pada kebaragaman budaya fisik di Kepulauan Jawa. Media ini digunakan untuk membantu siswa agar mudah memahami materi, dan juga digunakan untuk menambah minat, semangat, dan motivasi belajar.
2. Spesifikasi Produk bagian konstruk (tampilan) :
a. Jenis media yang dikembangkan oleh peneliti adalah peta 3 dimensi dengan ukuran 45 X 60 cm yang dibuat menyerupai tas koper mini dan lengkap dengan roda dibawahnya sehingga dinamai KOPMIBI (Koper Miniatur Budaya Indonesia).
b. Media ini alasnya terbuat dari triplek, dataran rendah dan tinggi dibuat atau dibentuk dari bubur kertas yang kemudian dikeringkan dan dibentuk menjadi miniatur Pulau Jawa dengan ketebalan 1.5 cm serta diberi warna yang sesuai dengan dataran rendah, tinggi dan kedalaman perairan, dengan menggunakan cat kayu. Media ini juga dilengkapi batas provinsi dan dengan label-label keterangan ketinggian daratan dan kedalaman perairan serta arah mata angin.
Gambar 1.2 Miniatur Kepulauan jawa
c. Dalam penggunaan media ini lebih mengaktifkan siswa, siswa sendirilah yang akan menempelkan atau meletakkan kartu budaya sesuai dengan provinsi dan daerahnya.
d. Keterangan tinggi rendahnya daratan, kedalaman perairan, dan wayang budaya ini terbuat dari kertas yang dilaminating. wayang budaya ini antara lain adalah rumah adat, tarian daerah, busana adat, dan alat musik tradisional.
e. wayang budaya tersebut dapat dibongkar pasang sehingga siswa dapat menggunakannya kembali.
f. Media KOPMIBI (Koper Miniatur Budaya Indonesia) Kepulauan Jawa ini dilengkapi dengan buku petunjuk penggunaan serta speaker yang akan memutar contoh suara dari alat musik tradisional disetiap provinsinya.
E. Pentingnya Penelitian dan Pengembangan
Berdasarkan tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini, maka hasil penelitian pengembangan ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada semua pihak yang terkait. Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini antara lain adalah:
1. Secara Teoritis :
Hasil dari penelitain ini dapat memberikan pengetahuan tambahan terhadap pembancanya secara teoritis tentang pengembangan media KOPMIBI (Koper Miniatur Budaya Indonesia) Kepulauan Jawa untuk subtema keberagaman budaya bangsaku kelas IV SD.
2. Secara praktis : a. Bagi siswa
1) Dengan adanya penggunaan media KOPMIBI (Koper Miniatur Budaya Indonesia) Kepulauan Jawa, dapat menumbuhkan ketertarikan, keminatan, dan semangat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.
2) Dengan adanya media KOPMIBI (Koper Miniatur Budaya indonesia) Kepulauan Jawa, ketrampilan intelektual siswa dan keaktifan siswa dapat meningkat sesuai dengan tahap perkembangan dan pengalaman belajaranya.
3) Media KOPMIBI (Koper Miniatur Budaya Indonesia) Kepulauan Jawa, memberikan pemahaman mengenai keberagaman budaya bangsa yang tersebar di seluruh pulau jawa kepada siswa dalam bentuk pengalaman tiruan.
b. Bagi guru
1) Dengan adanya media ini, guru dapat mnegmbangakan pengetahuannnya mengenai keberagaman budaya bangsa yang ada di Pulau Jawa.
2) Denagan adanya media ini guru dapat dengan mudah memfokuskan perhatian siswa dalam kegiatan pembelajaran.
c. Bagi sekolah
Menambah sarana baru dan juga sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan media guna meningkatkan prestasi sekolah.
d. Bagi peneliti
Peneliti mendapatkan pengalaman langsung dalam perencanaan pengembangan media KOPMIBI (Koper Miniatur Budaya Indonesia) Kepulauan Jawa, serta penggunaan media dalam pemeblajaran langsung.
F. Asumsi dan Keterbatasan Penelitian & Pengembangan 1. Asumsi penelitian & pengembangan
Penelitian dan pengembangan media KOPMIBI (Koper Miniatur Budaya Indonesia) Kepulauan Jawa memiliki beberapa asumsi:
a) Terdapat fasilitas listrik, dan gambar-gambar budaya yang terdapat didalam kelas, dan dapat dimanfaatkan secara penuh oleh siswa dalam kegiatan pembelajaran
b) Pada sekolah yang dijadikan subjek penelitian ini sudah menerapkan pembelajaran dengan kulikulum 2013, sehingga pembelajaran di dalam kelas menggunakan tematik
c) Siswa sudah mampu memahami pembelajaran secara tematik.
2. Keterbatasan penelitian & pengembangan
a) Produk yang dihasilkan hanya satu buah, sehingga anak harus bergantian dalam menggunakannya.
b) Materi yang disajikan di dalam KOPMIBI (Koper Miniatur Budaya Indonesia) hanya menerangkan tentang budaya-budaya yang ada di Pulau Jawa.
c) Produk media KOPMIBI hanya memuat mata pelajaran Bhs. Indonesia, IPS, dan IPA dengan materi dan kompetensi dasar sebagai berikut:
Tabel 1.1 KD dan Materi
Mata pelajaran Materi Kompetensi Dasar
Bhs. Indonesia Gagasan Pokok 2.2 Mencermati gagasan pokok dan gagasan pendukung yang diperoleh dari teks tulisan, lisan, atau visual 1.2 Menata informasi yang didapat dari
teks berdasarkan keterhubungan antar gagasan ke dalam kerangka tulis.
IPS Keragaman Sosial Budaya di provinsi setempat sebagai identitas bangsa
2.3 Mengidentifikasi keragaman sosial, budaya, ekonomi, etnis, dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia.
1.3 Menyajikan hasil identifikasi mengenai keberagaman sosial, budaya, ekonomi, etnis, dan agama di provinsi setempat sebagai identitas bangsa Indonesia IPA Sifat-sifat bunyi 1.7 Menerapkan sifat-sifat bunyi dan
keterkaitannya dengan panca indra 1.8 Menyajukan laporan hasil percobaan
tentang sifat-sifat bunyi.
G. Definisi Operasional 1. Media pembelajaran
Media pembelajaran adalah alat komunikasi yang digunakan pendidik untuk menyampaikan sebuah materi dalam kegiatan pembelajaran, yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan dalam pembelajaran sehingga mendorong terjadinya proses belajar yang disengaja, bertujuan dan terkendali.
2. KOPMIBI (Koper Miniatur Budaya Indonesia)
Media yang berbentuk miniatur peta yang memiliki unsur 3 dimensi, dengan dataran rendah tingginya yang timbul, serta kedalaman perairan yang dapat dibedakan melalui warna, serta dilengkapi lagu-lagu daerah disetiap provinsinya.
3. Keefektifan
Keefektifan suatu media pembelajaran dapat diukur dari kompetensi hasil belajar siswa, serta naik turunnya motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa.
Semakin tingginya tingkat hasil belajar siswa maka media tersebut dapat dikatakan efektif.
4. Penelitian & Pengembangan
Penelitian dan pengembangan adalah modal usaha dalam menentukan model terbaru dari produk terdahulu dengan desain produk terbaru, dan bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran KOPMIBI (koper miniatur budaya Indonesia) kepulauan Jawa, tema indahnya kebersamaan untuk kelas IV SD.