BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Perusahaan merupakan organisasi yang memiliki beberapa tujuan untuk dicapai dalam usaha untuk memenuhi kepentingan para anggotanya.
Keberhasilan dalam mencapai tujuan merupakan prestasi manajemen. Pada saat ini, banyak perusahaan melakukan aksi korporasi yaitu untuk memperkuat, memperbaiki dan memaksimalkan kinerja perusahaan. Selain itu, perusahaan juga dituntut bekerja lebih efektif untuk mendapatkan hasil yang optimal serta mampu menjaga kelangsungan hidup perusahaan. Perusahaan juga dituntut untuk menggunakan teknologi informasi agar dapat lebih mendukung aktivitas perusahaan. PT Semen Indonesia Distributor merupakan perusahaan yang bergerak di bidang distributor bahan bangunan yang berkantor pusat di Jl. DR Wahidin Sudirohusodo 728A Gresik. Bapak Luwi, mengatakan bahwa berdirinya PT Semen Indonesia Distributor dengan langkah awal sasaran perusahaan yaitu peningkatan kinerja, peningkatan kemampuan manajemen dan optimalisasi aset perusahaan. Langkah selanjutnya yaitu perluasan area pasar termasuk penambahan varian produk untuk menangkap peluang bisnis yang masih terbuka. Tentu dibutuhkan usaha lebih untuk sasaran-sasaran perusahaan tersebut. Salah satu cara yang dapat dilakukan agar kegiatan perusahaan dapat berjalan dengan lancar dan semestinya adalah dengan melakukan pengendalian intern terhadap piutang perusahaan. Karena piutang merupakan salah satu aset terbesar yang dihasilkan oleh perusahaan. Berbicara tentang memaksimalkan aset merupakan tujuan utama bagi semua perusahaan.
Salah satu sistem informasi yang terintegrasi dan telah digunakan hampir di seluruh dunia adalah sistem ERP. Sistem ERP (Enterprise Resource Planning) adalah aplikasi program yang terintegrasi yang dirancang untuk melayani dan mendukung berbagai fungsi dalam perusahaan seperti fungsi keuangan, fungsi pemasaran, fungsi sumber daya, fungsi produksi dan fungsi lainnya, sehingga aktivitas pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisien yang
akhirnya dapat memberikan keuntungan yang maksimal bagi perusahaan (Alianto dkk, 2014).
Enterprise Resource Planning (ERP) merupakan sistem informasi yang mengintegrasikan informasi yang tersedia dalam suatu perusahaan dengan aspek sumber daya yang ada seperti dana, manusia, waktu, material, kapasitas dan sebagainya. Integrasi data pada sistem ERP dilakukan dengan single data entry, yaitu sebuah departemen fungsi yang memasukkan data, sehingga dapat digunakan fungsi lainnya dalam perusahaan (Wicaksono dkk, 2015).
Penggunaan ERP yang dilengkapi dengan hardware dan software digunakan untuk mendukung pengoperasian efisien dari proses bisnis. Program ERP sangat membantu perusahaan yang memiliki proses bisnis yang luas dengan menggunakan database dan reporting tools manajemen yang terbagi. Salah satu perusahaan yang menggunakan sistem ERP yaitu PT Semen Indonesia Distributor. PT Semen Indonesia Distributor telah menggunakan bantuan sistem ERP jenis SIWA (Sistem Informasi Waru Abadi) untuk menunjang aktivitas perusahaan. Dengan diimplementasikannya ERP jenis SIWA pada perusahaan PT Semen Indonesia Distributor, diharapkan dapat meningkatkan kualitas informasi perusahaan untuk meningkatkan efektivitas pengendalian intern piutang usaha di perusahaan. ERP memungkinkan akses data secara real, sehingga dapat memudahkan dalam memperbaiki kesalahan pada piutang usaha, seperti kesalahan pencatatan saat piutang. Serta dapat menunjang proses pemasukan kas yang sebagian besar sudah diotomatiskan secara online dengan pihak-pihak bank yang bekerjasama dengan perusahaan.
Tujuan utama suatu perusahaan adalah mendapatkan laba yang maksimal. Laba yang maksimal ini dapat diperoleh salah satunya dengan meningkatkan volume penjualan. Semakin tinggi volume penjualan, maka akan semakin besar pula laba yang diperoleh perusahaan. Penjualan merupakan salah satu unsur utama dalam memperbesar laba selain pendapatan sewa, pendapatan bunga dan lain sebagainya. Pada perusahaan yang berorientasi untuk mendapatkan laba, seperti PT Semen Indonesia Distributor, penjualan dan piutang usaha merupakan salah satu kegiatan terpenting untuk mencapai tujuan utama. Berbagai macam produk yang diperjualbelikan oleh PT Semen
Indonesia Distributor antara lain produk semen, fiber cement dan board, besi, beton, paku, kawat, bata ringan, dan lain-lain. Untuk piutang PT Semen Indonesia Distributor memiliki piutang dari kegiatan jasa angkutan (distribusi) dan piutang dari penjualan produk. Saat perusahaan menjual barang dagangnya, maka perusahaan akan memperoleh pendapatan. Dalam upaya menunjang kegiatan penjualan tersebut, manajer sangat berkepentingan atas penyediaan informasi yang berkaitan dengan penjualan sehingga dapat digunakan untuk pengambilan keputusan lebih lanjut.
Ada banyak cara yang diambil oleh manajemen perusahaan dalam meningkatkan volume penjualan. Mulai dari variasi produk, pemberian hadiah dan potongan harga, hingga penjualan secara kredit. Setiap perusahaan juga menyadari dengan pasti bahwa persaingan ekonomi yang sangat ketat mengharuskan perusahaan untuk membangun benteng pertahanan pangsa pasarnya. Strategi yang digunakan perusahaan untuk meningkatkan laba juga menjadi pemicu berhasil tidaknya dalam meningkatkan laba. Salah satu cara meningkatkan laba yang sudah umum dilakukan yaitu dengan penjualan kredit.
Penjualan kredit tidak segera menghasilkan penerimaan kas, tetapi akan menimbulkan piutang kepada konsumen atau biasa disebut piutang usaha.
Piutang usaha merupakan salah satu bagian terbesar dari aktiva lancar dan bagian terbesar total aktiva perusahaan (Habibie, 2013, p. 495). Oleh karena itu, pengendalian intern terhadap piutang usaha ini menjadi sangat penting untuk diperhatikan. Kecurangan dalam prosedur kerja menjadi hal yang sering terjadi sehingga dapat mengganggu kinerja dan merugikan perusahaan. Kecurangan yang biasa terjadi pada piutang usaha adalah tidak mencatat pembayaran debitur dan mengantongi uangnya atau menunda pencatatan piutang dan lain sebagainya (Hartati, 2009).
Pengendalian intern merupakan suatu rencana organisasi dan metode bisnis untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi, melindungi aset perusahaan memberikan informasi yang akurat dan mendorong mematuhi peraturan dan ketentuan yang telah dirancang perusahaan (Hamel, 2013, p.
275). Tujuan pengendalian intern adalah untuk meminimalkan terjadinya kesalahan, kecurangan, dan penyelewengan yang terjadi pada perusahaan agar
kegiatan operasional perusahaan dapat berjalan dengan lancar untuk mendukung tercapainya tujuan utama suatu perusahaan (Saraswati dkk, 2014, p.4). Pengendalian intern akan berjalan dengan baik apabila didukung dengan sistem informasi berkualitas, sehingga keputusan yang diambil dapat mencegah dan menghindari penyelewengan untuk perkembangan perusahaan.
Dengan menerapkan sistem informasi ERP jenis SIWA ini diharapkan kegiatan pengendalian intern dalam operasional perusahaan dapat berjalan dengan lebih efektif dan efisien serta dapat membantu dalam meningkatkan efektivitas pengendalian intern piutang usaha yang meliputi komponen lingkungan pengendalian, panaksiran risiko, aktivitas pengendalian, komunikasi dan informasi serta kegiatan monitoring menjadi lebih efektif.
Merujuk pada penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Nicholas Renaldo, Sudarno, Marice Br. Hutahuruk pada tahun 2020 dengan judul Internal Control System Analysis On Accounts Receivable In SP Corporation menggunakan data primer dan sekunder dalam penelitiannya. Data primer dan sekunder yang diperoleh langsung dari perusahaan dan juga data observasi yang diperoleh melalui kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa suatu perusahaan dapat mengalami kerugian dan menghambat jalannya kegiatan operasional perusahaan jika tidak menerapkan sistem informasi dan pengendalian internal yang berkualitas dengan komponen pengendalian lingkungan, penaksiran risiko, aktivitas pengendalian, pengawasan dan pemantauan secara efektif. Kedua yaitu pengendalian internal berfungsi untuk mencapai tujuan perusahaan yang dijalankan oleh manajemen untuk memberikan jaminan tentang pencapaian tujuan perusahaan yang berkaitan dengan efektivitas dan efisiensi kegiatan operasional, pelaporan keuangan, dan kepatuhan terhadap hukum yang berlaku.
Berdasarkan latar belakang di atas tentang pentingnya implementasi ERP untuk menghasilkan informasi yang lancar tanpa kesalahan, serta pengendalian intern yang merupakan bagian penting untuk mendukung keberhasilan implementasi ERP dalam perusahan. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk menyajikan hal tersebut dalam skripsi yang berjudul :
“Efektivitas Pengendalian Intern Piutang Usaha dalam Implementasi Enterprise Resource Planning Pada PT Semen Indonesia Distributor” dengan metode penelitian kualitatif dan dengan pendekatan lapangan (field research).
1.2 Rumusan Masalah
Bagaimana efektivitas pengendalian intern piutang usaha dalam implementasi ERP pada PT Semen Indonesia Distributor?
1.3 Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui bagaimana efektivitas pengendalian intern piutang usaha dalam implementasi ERP pada PT Semen Indonesia Distributor.
1.4 Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat secara teoritis maupun manfaat secara praktis, yakni :
1. Secara teorotis, penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk menambah wawasan dan pengetahuan bagi pembaca, khususnya mahasiswa dan peneliti yang ingin meneliti dengan tema yang sama. Agar dapat mengetahui bagaimana implementasi ERP dapat mengukur efektivitas pengendalian intern piutang usaha di perusahaan.
2. Secara praktis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi manajemen perusahaan sebagai bahan evaluasi pengendalian intern piutang usaha di perusahaan untuk meningkatkan kinerja manajemen.