BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Perkembangan Teknologi Informasi yang cepat memberi kemajuan yang pesat di belahan dunia, hal ini sering menjadi indikator penentu kemajuan suatu negara. Kemajuan perkembangan komputer dan telekomunikasi telah merubah cara hidup masyarakat di dunia dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Keberadaan dan peranan teknologi informasi di segala sektor kehidupan tanpa sadar telah membawa dunia memasuki era baru globalisasi lebih cepat dari yang dibayangkan semula (Indrajit, 2000). Hal tersebut ditandai dengan adanya teknologi yang menggabungkan komputasi (komputer) dengan jalur komunikasi kecepatan tinggi yang membawa data, suara, dan video (Williams & Sawyer, 2011)
Dengan adanya perkembangan teknologi informasi, terdapat suatu mekanisme interaksi baru antara pemerintah dengan masyarakat dan kalangan lain yang berkepentingan, dengan melibatkan penggunaan teknologi informasi (terutama internet) dengan tujuan memperbaiki mutu (kualitas) pelayanan (Indrajit dkk., 2007). Perubahan mekanisme yang ada di dalam pelayanan, menciptakan ruang baru bagi masyarakat untuk dapat memperoleh pelayanan yang efektif dan transparan. Hal tersebut menuntut pemerintah untuk menciptakan suatu pelayanan yang handal dengan memanfaatkan teknologi informasi.untuk memberikan suatu pelayanan yang terbuka, partisipatif ,inovatif dan akuntabel serta meningkatkan kolaborasi antar instansi untuk melaksanakan urusan pemerintahan demi meningkatkan dan menjaga kualitas pelayanan.
Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) merupakan wujud penyelenggaraan pemerintahan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk memberikan pelayanan kepada instansi pusat, pemerintah daerah, pegawai aparatur sipil negara, perorangan, masyarakat, pelaku usaha, dan pihak lain yang memanfaatkan layanan SPBE (Pemerintah RI, 2018). Disamping memanfaatkan SPBE tersebut, terdapat aktivitas evaluasi yang dilakukan secara periodik terhadap suatu proses untuk mengukur capaian kemajuan pelaksanaan SPBE sehingga kualitas pelayanan dapat terjamin.
Di dalam salinan Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 Pasal 3, dikatakan bahwa terdapat 6 bagian ruang lingkup SPBE, yaitu Tata Kelola SPBE, Manajemen SPBE, Audit Teknologi Informasi dan Komunikasi, Penyelenggaraan SPBE, Percepatan SPBE, serta Pemantauan dan Evaluasi SPBE (Pemerintah RI, 2018). Keenam ruang lingkup dimaksudkan untuk mewujudkan proses kerja yang efisien, efektif, transparan dan akuntabel serta meningkatkan kualitas pelayanan publik. Selain itu, wujud dari kinerja SPBE tercermin pada sentralisasi yang berfokus pada segmen pemerintah daerah sampai provinsi yang membantu dalam
monitoring dan pengambilan keputusan dalam mewujudkan suatu E-Government
yang baik dan optimal.
Dalam pengarahannya, pada tahun 2021 Irman Oemar selaku Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Utara menyampaikan bahwa sejak tahun 2012 Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) telah menerapkan e-government dalam penyelenggaraan pemerintahan dan semakin meningkat lagi dimana semua layanan pemerintahan dan publik yang merupakan kewenangan provinsi dapat diakses secara online. Kedepannya Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara melalui Diskominfo Provinsi Sumatera Utara dapat memberikan suatu pengembangan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang beradaptasi dengan ekosistem Smart Province . Sehingga untuk realisasi SPBE yang berdasarkan Smart Province kualitas tata kelola merupakan hal yang vital bagi keberhasilan implementasi SPBE tersebut ,maka perlu dilakukan adanya suatu evaluasi terhadap pelaksanaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik terutama pada domain Tata Kelola SPBE untuk mengetahui arah perkembangan sehingga instansi dapat mengetahui langkah dan keputusan yang tepat untuk meningkatkan kualitas tata kelola.
Kualitas tata kelola SPBE yang baik merupakan jawaban untuk mengelola seluruh operasional layanan sesuai dengan standar dan prosedur. Dengan tata kelola SPBE yang baik dan efektif, pengelolaan sumber daya instansi mencakup sistem, infrastruktur, dan komunikasi dapat diatur sesuai kebutuhan dan harapan sehingga memberikan nilai tambah bisnis yang memungkinkan instansi dalam mencapai
Berdasarkan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Dipa pada tahun 2020 di Dinas Kesehatan yang ada pada salah satu kabupaten di Bali menyimpulkan bahwa dikarenakan pentingnya pelaksanaan sistem pemerintahan yang baik dalam melayani masyarakat sehingga dibutuhkan adanya suatu evaluasi SPBE untuk mengetahui tingkat kematangan serta memberikan perbaikan (Dipa dkk., 2020). Evaluasi yang dilakukan Dipa mengikuti pedoman evaluasi SPBE, yakni penilaian data dukung, penilaian interview, penilaian mandiri. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Dipa dengan menggunakan pedoman Permen PANRB 5/2018 menghasilkan indeks SPBE sebesar 2.5 pada 3 domain, yakni kebijakan internal, tata kelola SPBE dan layanan SPBE. Hasil domain tata kelola SPBE pada penelitian tersebut memiliki indeks sebesar 2.0 yang menggambarkan pelaksanaan SPBE pada domain itu belum mencapai kematangan yang baik. Sehingga dari penelitian tersebut dapat disimpulkan memiliki kesamaan pada pedoman dalam melakukan evaluasi SPBE untuk dapat menilai kondisi tingkat kematangan yang ada di dalam setiap aspek pada domain tata kelola SPBE.
Di dalam penerapan SPBE, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mendapat Indeks Tata Kelola SPBE sebesar 2,71 pada evaluasi tahun 2019 yang tertera pada Gambar I-1 dengan menggunakan pedoman Permen PANRB No. 5 tahun 2018 dengan predikat penilaian dikategorikan “Baik”. Namun terdapat beberapa aspek yang memiliki nilai indeks yang belum mencapai memenuhi kondisi ideal yang telah ditentukan oleh ,yakni bagian strategi perencanaan dan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
Gambar I-1Hasil Evaluasi SPBE 2019 (Sumber: Website SPBE 2021)
Tabel I-1Tabel Hasil Evaluasi domain Tata Kelola SPBE
Domain Aspek Indeks Aspek
Indeks Ideal Aspek
Tata Kelola SPBE (2,71) Kelembagaan 3.5 2.6 Strategi dan Perencanaan 2.5 2.6 Teknologi Informasi dan Komunikasi 2.33 2.6
(Sumber: Website SPBE 2021)
Dari hasil evaluasi pada tahun 2019 yang tertera pada Tabel I-1, terlihat bahwa terdapat indeks ideal aspek yang harus dicapai pada aspek yang dinilai. Rendahnya indeks aspek disebabkan oleh beberapa indikator dalam aspek strategi dan perencanaan, teknologi informasi dan komunikasi dengan tingkat kematangan rendah yang mempengaruhi predikat indeks Tata Kelola SPBE, sehingga
dibutuhkan evaluasi untuk aspek yang rendah dengan melakukan identifikasi sampai perbaikan sehingga memaksimalkan aspek dan domain terkait.
Dalam kegiatan evaluasi dan perbaikan untuk domain Tata Kelola SPBE, dibutuhkan adanya pedoman dalam pemantauan dan pelaksanaan evaluasi. Kegiatan pemantauan dan evaluasi tersebut disusun di dalam Permen PANRB 59 Tahun 2020 dengan tujuan untuk mengukur dan meningkatkan kualitas penerapan SPBE pada instansi daerah dan instansi pusat (Pemerintah RI, 2020). Pengukuran yang dilakukan dalam kegiatan evaluasi berfokus pada domain tata kelola SPBE dengan melakukan penilaian tingkat kematangan yang ada di dalam setiap aspek pada domain tersebut.
Berdasarkan identifikasi masalah tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi tingkat kematangan dengan menggunakan konsep evaluasi SPBE yang berdasarkan kepada Permen PANRB 59 Tahun 2020 dengan harapan kapabilitas proses dapat diukur dan direpresentasikan menjadi nilai indeks sehingga secara tidak langsung menggambarkan kondisi terkait suatu proses yang ada di dalam instansi. Dalam penelitian, peneliti akan berperan sebagai evaluator eksternal dalam melakukan observasi secara langsung dan melakukan wawancara dengan narasumber terkait. Penelitian ini diharapkan dapat memberi pengetahuan dalam melihat komponen apa yang kurang dari pelaksanaan SPBE pada domain Tata Kelola SPBE Pemerintah Provinsi Sumatera Utara serta dapat menguji kesiapan instansi dalam menghadapi evaluasi SPBE yang sesungguhnya.
I.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas , maka rumusan masalah yang diangkat sebagai berikut:
1. Bagaimana mengetahui tingkat kematangan domain Tata Kelola SPBE pada Diskominfo Provinsi Sumatera Utara;
2. Bagaimana meningkatkan indeks aspek SPBE pada domain Tata Kelola bagi Diskominfo Provinsi Sumatera Utara.
I.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan uraian rumusan masalah, maka penulis menetapkan tujuan penilitian sebagai berikut.
1. Mengidenfitikasi kondisi terkini tingkat kematangan pada domain Tata Kelola dalam SPBE di Diskominfo Provinsi Sumatera Utara.
2. Meningkatkan kualitas pelaksanaan SPBE pada domain Tata Kelola di Diskominfo Provinsi Sumatera Utara .
I.4 Batasan Penelitian
Agar penelitian ini tetap objektif, peneliti menetapkan evaluasi dan penilaian dilakukan hanya pada aspek perencanaan strategis SPBE, teknologi informasi dan komunikasi, penyelenggara SPBE.
I.5 Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitaan ini diharapkan dapat berdampak baik secara langsung maupu tidak langsung untukbanyak pihak yang tekait, sebagai berikut :
1. Bagi Organisasi / Instansi terkait diharapkan penelitiaan ini dapat membantu Diskominfo Provinsi Sumatera Utara untuk mengetahui kondisi terkini dan rekomendasi peningkatan kedepannya.
2. Bagi Universitas Telkom diharapkan penelitian ini dapat bermanfaat luas dalam memberikan edukasi seputar pentingnya evaluasi dan pengukuran tingkat kematangan pada teknologi informasi.
I.6 Sistematika Penulisan
Penelitian ini diuraikan dengan sistematika penulisan sebagai berikut: Bab I Pendahuluan
Pada bab ini berisi uraian mengenai konteks permasalahan, latar belakang penelitian, perumusan masalah, tujuan penelitian, batasan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan.
Bab II Tinjauan Pustaka
Bab ini berisi literatur yang relevan dengan permasalahan yang diteliti dan dibahas hasil-hasil penelitian terdahulu.
Bab III Metodologi Penelitian
Metodologi penelitian merupakan strategi dan langkah- yang akan dilakukan di penelitian dalam rangka menjawab rumusan masalah yang disusun sebelumnya. Pada bab ini dijelaskan langkah-langkah penelitian secara rinci meliputi: sistematika penelitian, mengidentifikasi setiap tahap penelitian pengumpulan data, pengolahan data, serta metode evaluasi.
Bab IV Pelaksanaan Evaluasi
Pada bab ini, disajikan deskripsi instansi dengan lengkap dan juga jadwal kegiatan yang dilakukan. Dalam bab ini juga membahas hasil evaluasi yang telah dilakukan untuk setiap indikator disertai dengan tingkat kematangan per indikator dan data dukungnya. Terdapat juga perhitungan untuk indeks setiap aspek hingga indeks domain tata kelola yang dihitung berdasarkan pedoman.
Bab V Analisa dan Rekomendasi
Pada bab ini dijelaskan analisa kesenjangan yang ada pada setiap indikator yang telah dievaluasi sebelumnya. Sehingga nantinya akan dirumuskan rekomendasi terkait kondisi eksiting dengan sasaran indikator yang lebih baik
BAB VI Kesimpulan dan Saran
Pada bab ini dijelaskan kesimpulan dari penelitian yang dilakukan serta jawaban dari pertanyaan penelitian yang disajikan di pendahuluan. Saran penelitian dikemukakan pada bab ini untuk penelitian selanjutnya