• Tidak ada hasil yang ditemukan

RETORIKA DAKWAH GUS YUSUF CHUDLORI PADA GUS YUSUF CHANNEL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RETORIKA DAKWAH GUS YUSUF CHUDLORI PADA GUS YUSUF CHANNEL"

Copied!
48
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

Diajukan kepada Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

untuk Memenuhi Sebagian Syarat-Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Strata 1

Oleh:

Fina Idhamatu Silmi NIM 17102010079

Pembimbing :

Khoiro Ummatin, S.Ag., M.Si.

NIP. 197110328 199703 2 001

PRODI KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA

YOGYAKARTA

2021

(2)

SURAT PENGESAHAN SKRIPSI

(3)

SURAT PERSETUJUAN SKRIPSI

Kepada

Yth. Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Di Yogyakarta

Assalamua’alaikum.wr.wb

Setelah membaca, meneliti, memberikan petunjuk, dan mengoreksi serta mengadakan perbaikan seperlunya, maka kami selaku pembimbing skripsi berpendapat bahwa skripsi

Saudari :

Nama : Fina Idhamatu Silmi

NIM : 17102010079

Judul Skripsi : Retorika Dakwah Gus Yusuf Chudlori Pada Gus Yusuf Channel

Sudah dapat diajukan kepada Fakultas Dakwah dan Komunikasi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Strata Satu dalam bidang Ilmu Sosial.

Dengan ini kami mengharap agar skripsi tersebut di atas dapat segera dimunaqosyahkan. Atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.

Wassalamu’alaikum.wr.wb

Yogyakarta, 09 April 2021 Mengetahui,

Ketua Program Studi Pembimbing Skripsi

Nanang Mizwar Hasyim, S.Sos., M.Si Khoiro Ummatin, S.Ag.,M.Si

NIP. 19840307 201N1011013 NIP. 19710328 199703 2 001

(4)

SURAT PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI

(5)
(6)

PERSEMBAHAN Teruntuk,

Ayah dan Ibu yang senantiasa melangitkan segala doa baik-nya Orang-orang terkasih yang ikut mengaminkannya, pun kepada orang-

orang terdekat yang selalu menjadi pengobat lara dan gundah selama menyelesaikan skripsi ini.

Kepada kesemuanya itu, Skripsi ini kupersembahkan.

Semoga, dapat memberi kemanfaatan.

Hingga ilmu yang Allah titipkan pada-ku, menjadi amal kebaikan untuk-

ku.

(7)

MOTTO

1 Disampaikan saat mengaji Kitab Ta’lim Muta’alim di Pesantren API ASRI Tegalrejo Magelang.

(8)

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur dipanjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan segala rahmat dan hidayahnya. Begitu juga shalawat dan salam yang senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, nabi penutup, panutan yang telah mengantarkan umat Islam dari kegelapan menuju terang benderang.

Alhamdulillah, penulis dapat menyelesaikan skripsi berjudul “Retorika Dakwah Gus Yusuf Chudlori Pada Gus Yusuf Channel” dengan baik. Penyusunan skripsi ini tidak terlepas dari berbagai pihak yang telah membantu dan mendukung penulis demi terselesaikannya skripsi ini. Dengan penuh rasa hormat, penulis mengucapkan terima kasih setulus-tulusnya kepada :

1. Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Dr. Phil Al Makin, S.Ag., M.A.

2. Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Prof. Dr. Hj. Marhumah, M.Pd.

3. Kepala Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Nanang Mizwar Hasyim, S.Sos., M.Si yang senantiasa memberi nasihat dan dukungan.

4. Dosen Pembimbing Skripsi, Ibu Khoiro Ummatin, S.Ag., M.Si yang dengan bijaksana telah memberikan nasihat, bimbingan dan meluangkan waktunya selama menulis skripsi ini.

5. Dosen Penasihat Akademik, Dr. Khadiq, S.Ag.,M.Hum yang telah memberi arahan dan motivasi kepada penulis.

6. Seluruh Dosen Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam yang telah banyak

membantu dan memberikan ilmu serta arahan selama perkuliahan.

(9)

7. Seluruh Staf Tata Usaha Fakultas Dakwah dan Komunikasi khususnya Komunikasi dan Penyiaran Islam yang telah banyak membantu selama mengenyam bangku kuliah hingga penulisan skripsi ini.

8. Kedua orang tua tercinta yang Bapak Adrongi Alwi dan Ibu Umi Chasanah serta seluruh keluarga besar yang telah banyak memberikan nasihat dan doa tiada henti serta telah banyak mencurahkan waktu, pikiran, tenaga dan kasih sayang tak terhingga selama ini.

9. Abah Kiai Naim Salimi, Ibu Nyai Siti Chamnah dan segenap keluarga besar Pondok Pesantren Al Luqmaniyyah Yogyakarta.

10. Gus Yusuf Chudlori, Bapak Achmad Izzudin, Bapak Nasrul Arif dan segenap keluarga besar Syubbanul Wathon yang telah memberikan pengalaman dan pelajaran berharga selama ini.

11. Teman-teman angkatan Haffa Astri, Dea, Anggun, Dahlia, Faiz, Zahra, Ratna, Faiz, Fatma, Nikma, Eva, Vivi yang telah menjadi kawan berproses, dan mencurahkan segala keluh kesah selama ini serta memberi dukungan selama pengerjaan skripsi ini.

12. Keluarga kecil Kamar Ska-One, Hasna, Dyah, Mba Zizah, Sundari dan Inanisa yang telah menjadi tempat berkeluh kesah baik suka maupun duka selama ini.

13. Teman-teman kelas Alfiyyah 1 Barokah, Neni, Rani, Mba Ulya, Nur, Fifi,

Ayani, Mba Tary, Ica, Dinda, Nisa, Mey, Aisyah, Niha, Iim, Hiday, Husna

dll, yang telah mewarnai kehidupan penulis selama ini dengan canda dan

tawa.

(10)

14. Teman seperjuangan KPI 17 yang telah menjadi kawan berproses selama mengenyam bangku kuliah.

15. Sahabat-sahabatku Rahma, Husna, Anis, Tsalsa, Munir, Dina, Afrigh, dan Umam yang telah menemani dari awal perkuliahan, menjadi tempat mencurahkan keluh kesah hingga canda tawa selama kuliah hingga saat ini.

16. Teman-teman KKN 116 Kalipoh Nency, Silfa, Nia, Aulia, Ela, Ega, Bunham, Novi dan Indah yang telah memberikan dukungan selama pengerjaan skripsi ini.

17. Keluarga ASWA Yogyakarta Mba Dela, Mba Ziha, Divla, Faiz, Ali, Mba Uul, Mas Siroj, keluarga kecil selama tinggal di Jogja yang telah banyak memberikan motivasi dan dukungan.

18. Seluruh pihak yang telah terlibat dalam pengerjaan skripsi ini yang telah memberikan semangat, nasihat dan doa yang tak dapat penulis sebutkan satu per-satu.

Penulis menyadari, masih banyak sekali kekurangan dan masih jauh dari kata sempurna. Penulis berharap tulisan ini kelak akan bermanfaat. Kepada seluruh pihak yang terlibat semoga Allah SWT memberikan balasan kebaikan. Penulis mengharap kritik dan saran yang membangun untuk melengkapi kekurangan skripsi ini.

Yogyakarta, Maret 2021

Fina Idhamatu Silmi

17102010079

(11)

ABSTRAK

Fina Idhamatu Silmi 1710201007, Retorika Dakwah Gus Yusuf Chudlori Pada Gus Yusuf Channel.

Seiring berkembangnya zaman dan melihat kebutuhan masyarakat akan teknologi, media dakwah tumbuh seiring dengan pesatnya teknologi.

Salah satu platform yang efektif sebagai media dakwah adalah YouTube.

Kini YouTube menjadi media sosial yang semakin banyak peminatnya.

Salah satu pertimbangan audiens dalam memilih channel YouTube untuk melihat tayangan dakwah adalah bagaimana dai menyampaikan pesan dakwahnya. Disini pentingnya retorika sebagai seni dalam menyampaikan pesan dakwah.

Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif yaitu penulis menggambarkan dan menganalisis mengenai permasalahan yang diteliti yaitu dengan menganalisis retorika dakwah yang digunakan oleh Gus Yusuf Chudlori pada ceramah singkat yang di unggah melalui Gus Yusuf Channel.

Adapun pisau bedah yang menjadi fokus penelitian adalah gaya bahasa, langgam dan gaya gerak tubuh. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan wawancara.

Setelah penulis menganalisis dan menjabarkan 11 video ceramah yang menjadi sampel dalam penelitian ini menghasilkan beberapa kesimpulan. Dari analisis yang penulis lakukan, ditemukan bahwa Gus Yusuf menggunakan hampir seluruh gaya bahasa, begitu pula dengan penggunaan langgam. Penggunaan kaidah retorika dakwah yang tidak kalah penting adalah gaya gerak tubuh. Dalam hal ini penulis menetapkan gaya gerak tubuh yang menjadi batasan dalam menganalisis yaitu meliputi sikap badan, ekspresi dan gerak tangan serta pandangan mata. Penulis melihat adanya keselarasan antara materi yang disampaikan dengan gaya gerak tubuh yang digunakan Gus Yusuf.

Kata kunci : Retorika Dakwah, Gus Yusuf Chudlori,

(12)

DAFTAR ISI

SURAT PENGESAHAN SKRIPSI ... ii

SURAT PERSETUJUAN SKRIPSI ... ii

SURAT PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... iv

SURAT PERNYATAAN BERJILBAB ... v

PERSEMBAHAN ... vi

MOTTO ... vii

KATA PENGANTAR ... viii

ABSTRAK ... xi

DAFTAR ISI ... xii

DAFTAR TABEL ... xiii

DAFTAR GAMBAR ... xvii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 6

C. Tujuan Penelitian ... 6

D. Manfaat Penelitian ... 7

E. Kajian Pustaka ... 7

F. Kerangka Teori ... 10

1. Tinjauan Retorika... 11

2. Dakwah ... 19

G. Metode Penelitian ... 20

H. Sistematika Pembahasan ... 25

BAB II GAMBARAN UMUM GUS YUSUF CHANNEL DAN PROFIL GUS YUSUF CHUDLORI ... 27

A. Gus Yusuf Channel ... 27

B. Profil Gus Yusuf Chudlori ... 31

BAB III ANALISIS RETORIKA DAKWAH GUS YUSUF CHUDLORI PADA GUS YUSUF CHANNEL ... 35

A. Analisis dan Pembahasan Retorika Dakwah Gus Yusuf Chudlori . 35 BAB IV PENUTUP ... 96

A. Kesimpulan ... 96

B. Saran ... 97

DAFTAR PUSTAKA ... 99

(13)

DAFTAR TABEL

Tabel 1 Ciri-ciri gaya bahasa dakwah ... 13

Tabel 2 Perbedaan langgam ... 17

Tabel 3 Video ceramah singkat Gus Yusuf Chudlori dari rentang bulan

Januari-Desember 2020 yang menjadi sampel penelitian ... 36

Tabel 4 Hasil Analisis Gaya Bahasa Dakwah Pada Ceramah ”Jika

Punya Ilmu Tetapi...” ... 37

Tabel 5 Hasil Analisis Langgam Pada Ceramah “Jika Punya Ilmu

Tetapi...” ... 40

Tabel 6 Hasil Analisis Gaya Gerak Tubuh Pada Ceramah “Jika Punya

Ilmu Tetapi... ... 42

Tabel 7 Hasil Analisis Gaya Bahasa Dakwah dalam Ceramah “Tanda

Cinta dari Tuhan” ... 42

Tabel 8 Hasil Analisis Langgam Pada Ceramah “Tanda Cinta dari

Tuhan” ... 45

Tabel 9 Hasil Analisis Gaya Gerak Tubuh Pada Ceramah “Tanda

Cinta Dari Tuhan” ... 47

Tabel 10 Hasil Analisis Gaya Bahasa Pada Ceramah “Amalan

Terhindar dari Wabah” ... 47

Tabel 11 Hasil Analisis Penggunaan Langgam Pada Ceramah “Amalan

Terhindar Dari Wabah” ... 50

Tabel 12 Hasil Analisis Gaya Gerak Tubuh Pada Ceramah “Amalan

Terhindar dari Wabah” ... 53

(14)

Tabel 13 Hasil Analisis Gaya Bahasa Pada Ceramah “Gowes Mampu Masak Kurban Tidak” ... 53 Tabel 14 Hasil Analisis Penggunaan Langgam Pada Ceramah “Gowes Mampu Masak Qurban Tidak Mampu” ... 56 Tabel 15 Hasil Analisis Gaya Gerak Tubuh Pada Ceramah “Gowes Mampu Masak Qurban Tidak Mampu” ... 58 Tabel 16 Hasil Analisis Gaya Bahasa Pada Ceramah “Puasa Tarwiyah dan Arofah” ... 59 Tabel 17 Hasil Analisis Penggunaan Langgam Pada Ceramah “Puasa Tarwiyah dan Arofah” ... 61 Tabel 18 Hasil Analisis Gaya Gerak Tubuh Pada Ceramah “Puasa Tarwiyah dan Arofah” ... 65 Tabel 19 Hasil Analisis Gaya Bahasa Pada Ceramah “Menjual Kulit Kurban dan Kurban Untuk Orang Yang Sudah Meninggal” ... 65 Tabel 20 Hasil Analisis Penggunaan Langgam Pada Ceramah

“Menjual Kulit Kurban dan Kurban Untuk Orang Yang Sudah

Meninggal” ... 68

Tabel 21 Hasil Analisis Gaya Gerak Tubuh Pada Ceramah “Menjual

Kulit Kurban dan Kurban Untuk Orang Yang Sudah Meninggal” .. 70

Tabel 22 Hasil Analisis Gaya Bahasa Pada Ceramah “Puasa Tasu’a

dan Asyuro, Puasa Tanggal 9 dan 10 Muharam” ... 71

Tabel 23 Hasil Analisis Penggunaan Langgam Pada Ceramah “Puasa

Tasu’a dan ‘Asyuro Puasa Tanggal 9 dan 10 Muharam” ... 73

(15)

Tabel 24 Hasil Analisis Gaya Gerak Tubuh Pada Ceramah “Puasa Tasu’a dan ‘Asyuro Puasa Tanggal 9 dan 10 Muharam” ... 76 Tabel 25 Hasil Analisis Gaya Bahasa Dakwah Pada Ceramah

“Mengusap Kepala Anak Yatim Saat Muharam” ... 76 Tabel 26 Hasil Analisis Penggunaan Langgam Pada Ceramah

“Mengusap Kepala Anak Yatim Saat Muharam” ... 78 Tabel 27 Hasil Analisis Gaya Gerak Tubuh Pada Ceramah “Mengusap Kepala Anak Yatim Saat Muharam” ... 80 Tabel 28 Hasil Analisis Gaya Bahasa Pada Ceramah “Wajib Menjaga NKRI Dari Orang-Orang Yang Ingin Merusak NKRI” ... 81 Tabel 29 Hasil Analisis Langgam Pada Ceramah “Wajib Menjaga NKRI dari Orang-Orang Yang Ingin Merusak NKRI” ... 82 Tabel 30 Hasil Analisis Gaya Gerak Tubuh “Wajib Menjaga NKRI dari Orang-Orang Yang Ingin Merusak NKRI” ... 85 Tabel 31 Hasil Analisis Gaya Bahasa Pada Ceramah “Berkah Istri Galak” ... 86 Tabel 32 Hasil Analisis Langgam Pada Ceramah “Berkah Istri Galak”

... 88

Tabel 33 Hasil Analisis Gaya Gerak Tubuh Pada Ceramah “Berkah

Istri Galak” ... 90

Tabel 34 Hasil Analisis Gaya Bahasa Pada Ceramah “Mengganti Lafad

Adzan” ... 91

(16)

Tabel 35 Hasil Analisis Langgam Pada Ceramah “Mengganti Lafadz

Adzan” ... 93

Tabel 36 Hasil Analisis Gaya Gerak Tubuh Pada Ceramah “Mengganti

Lafadz Adzan” ... 95

(17)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.0 Tampilan Gus Yusuf Channel ... 29 Gambar 1.1 Sosial Twitter Gus Yusuf Channel ... 30 Gambar 1.2 Sosial Instagram Gus Yusuf Channel ... 30

Gambar 1.3 Media Sosial Facebook Gus Yusuf Channel ... 31

(18)

A. Latar Belakang

Dakwah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan agama Islam. Melalui dakwah pesan-pesan dan ajaran agama bisa tersampaikan. Setiap perkataan, perbuatan atau pemikiran yang mengajak orang ke arah kebaikan (dalam perspektif Islam) dapat disebut dakwah.

Unsur-unsur dakwah yang meliputi dai yaitu orang yang menyampaikan dakwah dan mad’u yaitu sasaran dakwah atau orang yang menerima pesan dakwah. Seiring berkembangnya zaman dan melihat kebutuhan masyarakat akan teknologi, media dakwah tumbuh seiring dengan pesatnya teknologi.

Salah satu platform yang efektif sebagai media dakwah adalah YouTube.

Kini YouTube menjadi media sosial yang semakin banyak peminatnya. Hal ini didukung oleh data dari riset Hootsuite (We Are Social) pada artikel yang berjudul “Bukan Instagram, YouTube jadi Medsos Paling Banyak di Akses”

yang dipublikasikan pada Februari 2019. Tulisan tersebut menyebutkan bahwa YouTube menjadi media paling banyak diakses di Indonesia dan diperkirakan penggunannya akan semakin meningkat.

2

Lebih dari sepertiga pengguna internet di Indonesia aktif menggunakan YouTube, berdasarkan data Google, terdapat 50 juta pengguna aktif YouTube per bulannya dari

2 https://viva.co.id/digital/digilife/117309-bukan-instagram-youtube-jadi-medsos-paling-banyak- diakses, diakses pada 05 Januari 2021 pukul 08.01 WIB

(19)

total 146 juta orang yang mengakses internet di Indonesia.

3

Berbagai kalangan usia mengakses YouTube sebagai media hiburan, pendidikan, menyalurkan hobi, hingga untuk berdakwah. Tampilan YouTube yang berupa audio visual menjadi daya tarik sasaran dakwah atau yang disebut mad’u.

Melihat pesatnya YouTube sebagai platform yang paling digemari, mau tidak mau para pendakwah beralih ke media YouTube sebagai salah satu jalan menyebarkan agama atau menjadi media interaksi dengan mad’u.

Manfaat media bisa dilihat tergantung pada bagaimana penggunaanya.

Ketika media digunakan dengan bijak, maka semakin besar pula manfaatnnya, begitu juga dengan pemanfaatan YouTube.

Salah satu channel YouTube yang berisi konten dakwah adalah Gus Yusuf Channel. Gus Yusuf memiliki ribuan santri yang tersebar diseluruh Indonesia. Beliau termasuk ulama yang masyhur, usianya yang masih terbilang muda membuatnya bisa merangkul berbagai kalangan usia. Per- tanggal 5 November 2020 Gus Yusuf Channel telah memiliki 104.000 subscriber dengan 429 jumlah video yang diunggah dan jumlah penonton

setiap kali unggah video mencapai 5 ribu penonton. Ketertarikan penulis terhadap konsep video dan materi yang di unggah oleh Gus Yusuf Channel membuat penulis tertarik untuk menjadikan subjek penelitian. Materi dakwah yang diunggah adalah isu-isu yang sedang hangat diperbincangkan,

3 https://cnnindonesia.com/teknologi/20180406202852-214-288967/youtube-jadi-aplikasi-media- paling-populer-di-indonesia, diakses pada 05 Januari 2021 pukul 08.22 WIB

(20)

beliau akan membandingkan dengan hukum Islam dengan mempertimbangkan Alquran, hadis, kajian fikih dan kitab kuning. Video ceramah beliau banyak dibagikan oleh khalayak melalui status WhtasApp, Instagram, Facebook hingga Twitter, inilah salah satu jalan yang

menjadikan Gus Yusuf populer dan mulai banyak diketahui khalayak umum yang bukan berasal dari kalangan pesantren.

Gus Yusuf dikenal oleh berbagai kalangan, mulai dari santri, masyarakat awam, kiai, hingga pejabat negara. Pembawaanya yang asik dan nyentrik ketika berdakwah membuat beliau dikagumi. Dalam sebuah artikel berjudul “Gus Yusuf Chudlori, Idola Generasi Milenial NU” yang dipublikasikan oleh www.tribunnews.com pada 12 Mei 2020 menyatakan bahwa “Sebagai dai muda NU yang patut diandalkan di era digital ini, beliau adalah seorang dai yang melek teknologi. Ceramah-ceramahnya disiarkan melalui berbagai platform media sosial. Beliau memperjuangkan nilai-nilai pesantren agar dikenal publik melalui stasiun radionya sendiri yaitu Fast FM dan sekarang beliau juga intens berdakwah melalui channel YouTube.

4

Selain dikenal sebagai kiai, beliau juga dapat dikatakan seniman atau budayawan. Kecintaanya terhadap budaya berpengaruh pada sebagian besar ceramahnya. Tak jarang pendekatan dakwah beliau adalah pendekatan dakwah ala Sunan Kalijaga. Hal ini tentu berpengaruh pada bagaimana cara beliau menyampaikan dakwah. Beliau juga peduli terhadap masa depan

4 https://www.tribunnews.com/tribunners/2020/05/12gus-yusuf-chudlori-idola-generasi-milenial- nu

(21)

generasi muda, melalui tulisan-tulisan yang dipublikasikan beliau menulis untaian-untaian hikmah untuk dibaca oleh berbagai kalangan usia.

Karyanya yang berjudul “Menapak Hidup Baru, Doa-Doa Keseharian, dan Fikih Interaktif ditujukan untuk berjuang memberantas penggunaan narkoba bersama Komunitas Gerakan Anti Narkoba dan Zat Aditif.

Sebagai dai dengan mad’u dari berbagai jenis kalangan, beliau memiliki cara penyampaian dakwah yang khas. Materi dakwah yang penuh hikmah mudah dipahami oleh audiens, Beliau mencoba memperkenalkan nilai-nilai pesantren agar diketahui khalayak. Ciri khasnya adalah beliau selalu menyampaikan pesan dakwah dengan jelas, tenang dan pelan namun memiliki penekanan, Bahasa yang digunakan tidak berbelit-belit dan sederhana agar mad’u tenggelam dan mudah memahami inti dan pesan dakwah. Pembawaanya yang ekspresif dengan intonasi yang jelas dalam menyampaikan dakwah adalah cara beliau menarik audiens.

Masih dalam artikel yang sama yaitu berjudul “Gus Yusuf Chudlori,

Idola Generasi Milenial NU” tertulis bahwa Gus Yusuf selalu menyajikan

ceramah yang aplikatif untuk keperluan masyarakat. Dalam artikel tersebut

menuturkan bahwa “tokoh sekaliber Gus Yusuf malang melintang di dunia

politik dan kesenian rakyat masih saja bersentuhan dengan kitab kecil dan

tipis seperti Ayyuhal Walad, idealnya kiai besar selalu menyuguhkan kitab-

kitab berat, tetapi tidak dengan Gus Yusuf. Kajian fikih-fikih sederhana,

tentang ibadah, muamalat dan akhlak yang aplikatif menjadi perhatian

(22)

utamanya.

5

Konten dakwah sederhana inilah yang lebih banyak dicari oleh masyarakat awam karena lebih ringan dan aplikatif.

Dakwah merupakan aktivitas penting dalam agama Islam, dengan dakwah, pengikutnya bisa mendapat berbagai pengetahuan baru yang disampaikan dai. Menurut H.A Timur Djailani M.A, dalam buku Pengantar Ilmu Dakwah (2011) yang dikutip oleh Ilka Sawidri Daulay dalam skripsi yang berjudul Retorika Dakwah Ustadz Abdul Somad di YouTube menyatakan bahwa dakwah adalah aktivitas menyeru untuk berbuat baik dan menjauhi perkara yang buruk dengan tujuan mengubah keadaan menjadi lebih baik.

6

Sehingga dakwah dapat dikatakan sebagai sarana untuk mengatur tatanan hidup umat Islam.

Retorika dakwah dapat dikatakan sebagai keterampilan dalam menyampaikan materi secara lisan guna memberikan pemahaman yang benar kepada mad’u. Wahidin Saputra dalam bukunya yaitu Retorika Dakwah Lisan yang dikutip oleh Leiza Sixmanyah, menjelaskan bahwa retorika adalah ilmu yang berbicara tentang bagaimana bertutur kata dan menyakinkan orang lain dan disampaikan secara sistematis.

7

Dai dengan kemampuan retorika yang luar biasa akan mendapatkan perhatian dan

5 Ibid

6Ilka Sawidri Daulay, Retorika Dakwah Ustadz Abdul Somad di Youtube. Skripsi ( Jakarta: Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, UIN Syarif Hidayatullah, 2014), hlm.16.

7 Leiza Sixmansyah, Retorika Dakwah K.H. M. Syarif Hidayat. Skripsi ( Jakarta: Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, UIN Syarif Hidayatullah, 2014), hlm.16.

(23)

tempat tersendiri di hati mad’u. Oleh karena itu disinilah pentingnya mengetahui kemampuan retorika seorang dai.

Adanya retorika dalam dakwah baik sebagai strategi maupun seni yang betujuan agar ceramah lebih menarik. Retorika tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan berbicara namun juga seni untuk mengungkapkan gagasan. Dari pejelasan yang telah dijabarkan, peneliti tertarik mengambil judul “Retorika Dakwah Gus Yusuf Chudlori di Gus Yusuf Channel”

B. Rumusan Masalah

Setelah penulis menjabarkan uraian latar belakang, maka yang diangkat menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah :

Bagaimana retorika dakwah Gus Yusuf Chudlori pada video ceramah yang diunggah melalui Gus Yusuf Channel meliputi gaya bahasa, langgam, dan gaya gerak tubuh pada video yang diunggah dalam rentang waktu bulan Januari-Desember 2020.

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan uraian latar belakang diatas penelitian ini bertujuan

untuk mengetahui retorika dakwah Gus Yusuf Chudlori pada video ceramah

singkat yang diunggah melalui Gus Yusuf Channel yaitu meliputi gaya

bahasa, langgam, dan gaya gerak tubuh pada video yang diunggah dalam

rentang bulan Januari-Desember 2020

(24)

D. Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini ada dua, yaitu manfaat secara teoritis dan manfaat secara praktis, yaitu :

1. Teoritis

a) Manfaat secara teoritis, diharapkan melalui penelitian ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan terutama kontribusi untuk penulis sendiri mengenai retorika dakwah Gus Yusuf Chudlori

b) Sebagai bahan pertimbangan untuk pengembangan ilmu dakwah di masyarakat.

2. Praktis

a) Manfaat secara praktis dengan adanya penelitian ini diharapkan bisa digunakan untuk bahan evaluasi mengenai retorika dakwah dalam masyarakat terutama oleh para dai.

b) Memberikan pengetahuan bagi peneliti dan pembaca mengenai retorika Gus Yusuf Chudlori.

c) Penulis berharap penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi bagi mahasiswa yang kelak melakukan penelitian serupa.

E. Kajian Pustaka

Penelitian yang membahas retorika tentunya sangatlah banyak, untuk

memperkuat dan mengetahui kelayakan dari penelitian ini, peneliti

melakukan kajian pustaka dengan mencari penelitian terdahulu yang

(25)

relevan dengan penelitian ini. Adapun penelitian terdahulu yang relevan akan dijabarkan sebagai berikut :

Penelitian pertama, oleh Aziz Fikri Wijaya, mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga angkatan 2014. Ia membahas tentang “Retorika Dakwah Ustadz Abdul Somad Pada Program Damai Indonesiaku di TvOne Edisi 17 Juni 2018”. Penelitian yang dilakukan Aziz Fikri Wijaya merupakan jenis penelitian kualitatif dengan metode analisa data yang digunakan adalah analisis desktiptif kualitatif. Dalam penelitian ini, metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, dan pisau analisis datanya adalah kaidah retorika dakwah yang meliputi bentuk penggunaan bahasa dan susunan pesan serta bentuk persuasif. Persamaan penelitian tersebut dengan yang dilakukan penulis adalah pada teknik analisis data dan pengumpulan data, serta pada objek penelitian yaitu retorika dakwah dengan analisis retorika berupa gaya bahasa, dan langgam sedang perbedaannya adalah pada gaya gerak tubuh, analisis susunan pesan dan bentuk persuasi. Pada penelitian tersebut, Aziz memilih acara televisi sebagai subjek atau media pengambilan data, sedangkan penulis memilih YouTube sebagai subjek dan media pengambilan data.

Penelitian kedua, dilakukan oleh Achmad Fauzi, mahasiswa

Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya pada tahun

2018 dengan judul “Gaya Retorika Dakwah Ustadz Abdul Somad di Masjid

Ulul Azmi Unair Kampus C. Penelitian dilakukan dengan pendekatan

(26)

kualitatif deskriptif. Sementara teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi. Kemudian data tersebut dianalisis dengan teknis analisis data model Miles dan Huberman. Melalui penelitian tersebut diketahui gaya retotika Ustadz Abdul Somad yang meliputi gaya bahasa, gaya gerak tubuh dan gaya suara. Persamaan penelitian tersebut dengan yang akan diteliti oleh penulis adalah pada objek penelitian yaitu retorika dakwah dengan analisis retorika berupa gaya bahasa, dan gaya gerak tubuh, sedangkan perbedaanya terletak pada gaya suara dan langgam.

Penelitian ketiga, dilakukan oleh Masrun Billah, mahasiswa

Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Ampel pada tahun 2018

dengan judul “Gaya Retorika Dakwah Ustadz Adi Hidayat dalam Ceramah

Keluarga Yang Dirindukan Rasulullah Pada Media YouTube”. Penelitian

tersebut dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan metode

pengumpulan data melaui observasi dan dokumentasi. Adapun penelitian

tersebut membahas tentang gaya bahasa, gaya suara dan gaya gerak tubuh

Ustadz Adi Hidayat. Persamaan penelitian tersebut dengan penelitian

penulis adalah pada objek penelitian dan pisau analisis retorika yaitu gaya

bahasa dan gaya gerak tubuh. Perbedaan yang paling menonjol antara

penelitian penulis dengan penelitian tersebut adalah pada gaya suara dan

gaya bahasa. Masrun Billah menjelaskan tentang penggunaan gaya bahasa

resmi dan tidak resmi, gaya bahasa berdasarkan nada dan gaya bahasa

berdasarkan struktur kalimat. Sedangkan penulis menuliskan gaya bahasa

dengan analisis retorika dakwah.

(27)

Penelitian keempat, oleh Arifin Suryo Tri Anggoro, Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga angkatan 2015.

Penelitian yang dilakukan pada tahun 2018 berjudul “Retorika Dakwah Ustadz Felix Siauw di dalam Siaran Dakwah di Akun Instagram

@felixsiauw”. Penelitian tersebut adalah jenis penlitian kualitatif dengan penyajian model Miles and Huberman. Penelitian tersebut menganalisis retorika dakwah Ustadz Felix Siauw dengan objek penelitian gaya bahasa, gerak tubuh dan gaya suara. Teknik pengumpulan data adalah dengan dokumentasi. Persamaan penelitian yang akan dilakukan penulis dengan penelitian tersebut adalah pada objek penelitian yang berupa retorika dakwah dengan pisau analisis berupa gaya bahasa dan gerak tubuh.

Perbedaan terletak pada gaya suara dan subjek penelitian yaitu instagram dan YouTube.

Berbeda tentunya dengan penelitian sebelumnya, pada penelitian ini peneliti lebih memfokuskan pada bagaimana penggunaan bahasa, langgam, dan gaya gerak tubuh dalam dakwah yang disampaikan oleh Gus Yusuf Chudlori pada video ceramah singkat yang diunggah pada Gus Yusuf Channel. Dari penelitian-penelitian sebelumnya, penelitian ini melengkapi beberapa penelitian yang sudah ada dengan penyajian yang lebih kompleks dan sistematis. Peneliti berharap penelitian ini dapat menjadi rujukan kelak bagi mahsisiswa yang akan mengangkat penelitian serupa.

F. Kerangka Teori

(28)

1. Tinjauan Retorika

Tujuan dakwah adalah agar pesan dakwah dapat tersampaikan dengan baik dan membekas di hati pendengarnya harus dibekali dengan kemampuan retorika seorang dai. Retorika sebagai ilmu yang membahas tentang kemampuan seseorang untuk menyampaikan pidato atau ceramah pada khalayak.

Plato mengartikan retorika yang ditulis oleh Yani Mulyani dalam bukunya yaitu Tanya Jawab Dasar-Dasar Pidato yaitu sebagai ilmu yang mempelajari kepandaian merebut jiwa massa melalui kata-kata

8

. Jalaluddin mengartikan retorika pada buku yang ditulis oleh Ahmad Jaswadi Syahroni sebagai ilmu tentang kepandaian menitipkan pesan kepada audiens

9

Kemampuan retorika seorang dai dalam meyampaikan pesan dakwah sangat dituntut karena dengan kepandaian retorika, seorang dai dapat memotivasi audiens menuju tingkah laku atau sikap sesuai dengan pesan dakwahnya. Retorika dalam konteks penelitian ini adalah suatu kajian tentang berbicara untuk menyampaikan pesan keagamaan Islam dengan suatu cara atau kaidah tertentu sehingga pesan dakwah bisa disampaikan dengan jelas, menarik dan berkesan di hati para pendengarnya.

Dalam penelitian ini, peneliti akan menggunakan landasan teori berupa teori yang menjadi komponen penting dalam retorika dakwah, yaitu

8 Yani Mulyani, Tanya Jawab Dasar-Dasar Pidato (Bandung: Pioner Jaya, 1981), hlm.10.

9 Syahroni Ahmad Jaswadi, Retorika (Surabaya: CV. Cahaya Intan XII, 2014), hlm.11.

(29)

:

a) Gaya Bahasa

Setidaknya ada enam gaya bahasa yang dapat digunakan dai dalam retorika dakwahnya, yaitu :

1) Ta’lim dan Tarbiyah (Pengajaran dan Pendidikan)

Pada gaya bahasa, ta’lim yang dimaksud adalah upaya pengajaran pada pengetahuan dan penyelidikan. Tarbiyah yaitu mendidik manusia dengan pengetahuan. Dai berperan sebagai perantara untuk membuka pandangan mad’u dalam melihat kebenaran.

10

2) Tadzkir dan Tanbih (Pengingat dan penyegaran kembali)

Tadzir dan tanbih adalah pengingat dan penyegaran kembali akan

pengetahuan yang diberikan untuk dilaksanakan pada aktivitas komunikasi dalam menyampaikan dakwah.

3) Targhib dan Tabsyir (Menggemarkan amal sholeh dan menyampaikan berita gembira)

Targhib dan Tabsyir merupakan gaya bahasa yang menggambarkan kepada mad’u tentang balasan dan pahala yang diperoleh karena telah berbuat amal saleh.

11

4) Tarhib dan Inzar (Menakut-nakuti dan menyanpaikan berita dosa)

Gaya bahasa ini berisi tentang peringatan kepada mad’u dengan

10 A.Hasjmy, Dustur Da’wah Menurut Al Qur’an, (Jakarta: Bulan Bintang, 197), hlm.230.

11 Ibid., hlm.236.

(30)

menjelaskan berita siksa akibat berbuat dosa atau perbuatan tercela.

12

5) Qashash dan Riwayat (Menampilkan kisah masa lalu, baik kisah baik maupun buruk)

Gaya bahasa dalam konteks ini berisi mengenai cerita masa lalu yang dialami manusia atau suatu kaum tentang akibat buruk yang telah dialami akibat hal yang telah diperbuatnya.

13

6) Amar dan Nahi (Perintah dan Larangan)

Amar dan nahi yang dimaksud dalam gaya bahasa yaitu berisi ajakan kepada manusia agar berbuat makruf dan melarang yang mungkar.

14

Supaya lebih jelas dalam memahami gaya bahasa, berikut ini adalah daftar tabel yang menjelaskan ciri-ciri gaya bahasa dakwah

Tabel 1 Ciri-ciri gaya bahasa dakwah

No Gaya Bahasa

Dakwah

Ciri-ciri

1 Taklim dan

Tarbiyah

Gaya bahasa dakwah dengan metode mengajar dan mendidik.

2 Tadzkir dan

Tanbih

Gaya bahasa dakwah dengan metode mengingatkan dan menyegarkan kembali.

12 Ibid., hlm. 245.

13 Ibid., hlm.254.

14 Ibid., hlm.265.

(31)

3 Targhib dan Tabsyir

Gaya bahasa dakwah dengan metode menggemarkan beramal sholeh dan menyampaikan berita.

4 Tarhib dan Inzar Gaya bahasa dakwah dengan metode menakut-nakuti dan menyampaikan berita dosa.

5 Qashash dan

Riwayah

Gaya bahasa dakwah dengan metode menampilkan kisah masa lalu, entah baik atau buruk.

6 Amar dan Nahi Gaya bahasa dakwah dengan

metode mengabarkan perintah dan larangan.

Sumber : A. Hasymy, Dustur Dakwah Menurut Al Qur’an

b) Langgam

Suara merupakan komponen penting dalam dakwah. Audiens akan tertarik pada dai jika dalam penyampaian dakwahnya menggunakan suara yang lantang dan bagus. Berbeda jika dai menyampaikan dakwah dengan suara yang lemas, lesu, pelafalan tidak serasi dengan dengan isi ceramah, maka audiens akan merasa bosan. Dalam retorika, untuk menciptakan pidato yang baik diperlukan seni persuasi, yaitu untuk memengaruhi perilaku audiens dan pendengar, maka diperlukan adanya langgam atau intonasi yang sesuai. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, memaknai langgam sebagai berikut; 1. gaya; modal; cara, 2. adat atau kebiasaan, 3.bentuk irama lagu (nyanyian)

15

Menurut Barmawi Umari, ada enam macam langgam yang bisa

15 https://kbbi.web.id, diakses pada 20 November 2020 pukul 07.15

(32)

digunakan, yaitu

16

1) Langgam Agama

Langgam ini pada umumnya dipakai oleh para mubalig, kiai, pendeta, pastor atau pemuka agama lain di hadapan pengikut agama masing-masing ketika berkhutbah. Langgam ini mempunyai suara yang terkadang menarik dan kemudian menurun dengan gaya ucapan yang lambat. Dai akan menggunakan langgam ini ketika isi khotbah berupa kabar yang menggembirakan dan menakutkan terhadap amal perbuatan di dunia yang akan mendapat balasan di akhirat baik itu pahala maupun siksa.

2) Langgam Agitator

Langgam ini banyak digunakan pada pertemuan atau rapat umum yang sifatnya propaganda politisi. Langgam ini bisa juga digunakan untuk mencetuskan sentimen di kalangan massa, dengan harapan massa dapat bertindak sesuai konsep propagandis. Jiwa massa harus digiring ke arah suatu tujuan, inilah fungsi pemakaian langgam ini.

3) Langgam Konservatif

Penggunaan langgam ini biasanya pada pertemuan atau rapat yang sifatnya terbatas. Sama halnya seperti orang yang sedang berbicara biasa.

Langgam ini yang paling tenang, bebas, jelas dan terang. Biasanya langgam ini digunakan penceramah untuk memancing respon dari audiens.

4) Langgam Diktatik

Penggunaan langgam ini harus memperhatikan situasi pendengar

16 Barmawi Umari, Azaz-Azaz Ilmu Dakwah,(Solo: CV Ramadhani, 1984), hlm.14-16.

(33)

terlebih dahulu, agar pemakaiannya berjalan efektif. Langgam ini bersifat mendidik para pendengar, namun harus digunakan dengan bijak dan memperhatikan audiens agar tidak terkesan menggurui yang lebih tua dan lebih berpengetahuan.

5) Langgam Sentimental

Langgam ini biasanya dipakai secara efektif pada sidang umum dengan mengemukakan kupasan yang penuh dengan perasaan. Oleh sebab itu penggunaan langgam ini disampaikan dengan penuh penghayatan dan penjiwaan agar audiens turut menghayati pesan yang disampaikan.

6) Langgam Teater

Langgam ini seperti yang dilakukan oleh pemegang peranan di panggung sandiwara yaitu penuh gaya dan mimik. Pembicara seperti pemain sandiwara yang tengah beraksi yaitu berjalan kesana kemari dan banyak menggunakan action, baik dengan sikap, mimik, tekanan suara, gerak tangan dan kaki maupun anggota lainnya.

Berikut adalah tabel perbedaan langgam, agar lebih jelas dalam memaknai

langgam

(34)

Tabel 2 Perbedaan langgam

NO Langam Perbedaan

Intonasi Ritme Keterangan

1 Agama Naik turun

untuk menunjukk an

penekanan hal penting

Cenderung lambat supaya pendengar memahami perkataan dengan jelas

Digunakan seperti pada khutbah keagamaan

2 Agitator Cenderung

tinggi, guna menguatka n

argumenta si

Cenderung sedang sehingga lancar dalam penyampai an

argumen

Digunakan seperti untuk menyampa ikan pendapat saat rapat

3 Konservatif Bisa

rendah, sedang dan tinggi

Ritme bebas, kadang lambat, sedang dan cepat

Seperti orang yang mengobrol dengan akrab

4 Diktatik Datar,

cenderung sedang

Datar dan cenderung sedang

Seperti pengajar yang sedang memberika n materi 5 Senntimental Cenderung

rendah

Cenderung lambat agar dapat mempenga ruhi emosi

Diucapkan dengan penuh perasaan untuk mempenga ruhi emosi

6 Teater Bisa

rendah, sedang, dan tinggi

Ritme bebas, kadang lambat,

Ada

penghayat

an seperti

menyamai

(35)

sedang dan cepat

tokoh dalam cerita Sumber : Barmawi Umari, Azaz-Azaz Ilmu Dakwah

c) Gaya Gerak Tubuh

Komponen yang tidak kalah penting dalam retorika dakwah adalah gaya gerak tubuh. Ketika dai sedang berceramah, gaya gerak tubuh menjadi pusat perhatian. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam gaya gerak tubuh, diantaranya adalah :

1) Sikap Badan

Sikap badan penceramah selama berbicara di hadapan khalayak akan menjadi daya tarik dan pusat perhatian. Audiens akan memperhatikan dan menilai bagaiamana sikap dai selama berceramah. Dalam bersikap seorang dai harus menunjukkan sikap yang simpatik (tenang, serius dan sungguh- sungguh), karena jika tidak bersikap simpatik maka itu akan menimbulkan penilaian negatif dari audiens.

17

2) Ekspresi dan Gerak Tangan

Selain sikap, ekspresi dan gerak tangan juga menjadi perhatian.

Materi dakwah yang disampaikan harus didukung dengan ekspresi wajah yang tepat. Ekspresi wajah bukan sekedar seni untuk memicu perhatian, tapi

17 Gentasari, Anwar, Retorika Praktis Teknik dan Seni Berpidato,(Jakarta: Rineka Cipta,1995), hlm.58-62.

(36)

juga sebagai pemikat untuk menyentuh langsung jiwa dan pikiran pendengar.

18

3) Pandangan Mata

Berbagai upaya untuk mengikat perhatian pendengar dilakukan oleh dai, termasuk memperhatikan bagaimana pandangan mata. Mata dapat menjadi kekuatan yang mengendalikan perhatian penonton. Melalui pandangan mata, kita bisa melihat kepribadian atau kondisi lawan bicara kita.

19

2. Dakwah

Dalam bahasa Arab dakwah berarti menyeru, memanggil. Dakwah menurut

istilah, dari beberapa pendapat antara lain :

1. Menurut K.H. M. Isa Anshari, beliau menjabarkan bahwa dakwah adalah suatu kegiatan menyampaikan seruan Islam, mengajak dan memanggil umat manusia supaya menerima dan mempercayai keyakinan dan hidup Islam

20

2. M. Natsir, beliau membagi antara perbedaan pengertian antara dakwah dan

risalah. Risalah dipikulkan kepada Rasulullah SAW untuk menyampaikan

18 Ibid., hlm.59-60.

19 Ibid., hlm.73-74.

20 Sixmansyah, Leiza, Retorika Dakwah K.H Muhammad Syarif Hidayat, Skripsi. (Jakarta: Jurusan KPI Fakultas Ilmu Dakwah dan Komunikasi, UIN Syarif Hidayatullah 2014).

(37)

wahyu yang telah diterimanya kepada seluruh umat manusia. Sedangkan dakwah adalah tugas para mubalig yaitu mempertemukan fitrah.

21

3. Pendapat A. Hasjmy, dakwah adalah kegiatan mengajak orang lain untuk meyakini dan mengamalkan akidah dan syariat Islam yang terlebih dahulu telah diyakini dan diamalkan pendakwah itu sendiri.

22

Dari beberapa pendapat diatas, dapat disimpulkan dakwah itu menyampaikan dan memanggil serta mengajak manusia ke jalan Allah SWT, untuk menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya dalam mencapai kehidupan bahagia di dunia dan di akhirat

Unsur-unsur dakwah meliputi subjek dakwah yaitu dai. Secara umum dapat dikatakan bahwa setiap muslim yang mukalaf (dewasa) secara otomatis dapat berperan sebagai dai/mubalig (komunikator) yang mempunyai kewajiban untuk menyampaikan ajaran-ajaran Islam kepada seluruh umat manusia.

23

Sedangkan objek dakwah atau sasaran dakwah disebut mad’u, yaitu orang atau kelompok yang lazim disebut dengan jamaah yang sedang menuntut ajaran agama dari seorang dai.

24

.

G. Metode Penelitian

21 Ibid., hlm.75.

22 Hasanuddin, Hukum Dakwah: Tinjauan Aspek Hukum dalam Berdakwah di Indonesia, (Jakarta:

Pedoman Ilmu Jaya) hal. 3

23 Amin, Munir Samsul, Ilmu Dakwah (Jakarta: Amzah), hlm. 146.

24 Saputra, Wahidin, Pengantar Ilmu Dakwah ( Jakarta: PT Raja GrafindoPersada), hlm. 279.

(38)

1. Jenis dan Pendekatan Penelitian

Jenis penelitian ini adalah deskriptif, yaitu penulis bermaksud menggambarkan secara sistematis mengenai permasalahan yang akan diteliti, yaitu mengenai retorika dakwah Gus Yusuf Chudlori pada Gus Yusuf Channel. Penelitian deskriptif memiliki karakteristik berupa data dari beberapa kata dan bukan angka-angka hal ini disebabkan adanya penerapan metode kualitatif

25

Sedangkan pendekatan penelitian dalam penelitian ini didefinisikan dengan cara menjabarkan objek. Fokus atau objek dari penelitian ini adalah retorika dakwah. Adapun pendekatan yang dapat digunakan untuk meneliti suatu pesan dengan pendekatan kualitatif.

26

2. Subjek dan Objek Penelitian

Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah Gus Yusuf Channel yang berupa video yang diunggah di YouTube. Objek penelitian atau sasaran penelitian ini adalah retorika dakwah Gus Yusuf Chudlori yang meliputi gaya bahasa, langgam, dan gaya gerak tubuh pada video ceramah singkat yang diunggah pada Gus Yusuf Channel.

3. Sumber Data

Pada penelitian ini, ada dua jenis sumber data yang digunakan untuk mengumpulkan data-data yakni data primer sebagai data utama dan data

25 Suharsimi,Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta: Rineka Cipta, 2010), hlm. 201.

26 Ratna, Nyoman Kuta Teori Metode dan Teknik Penelitian Sastra, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008), hlm. 53.

(39)

sekunder sebagai data pendukung yang diperoleh dari hasil arsip dokumen atau artikel. Pengumpulan data dilakukan dengan dua pendekatan, yaitu : a. Studi Lapangan

Kegiatan ini dilakukan untuk mendapatkan data secara langsung atau yang disebut data primer. Data primer sebagai data utama yaitu berupa dokumentasi retorika dakwah Gus Yusuf Chudlori, yang meliputi gaya bahasa, langgam, dan gaya gerak tubuh dari Gus Yusuf Channel

b. Studi Kepustakaan

Pada studi kepustakaan ini data sekunder menjadi tambahan atau informasi pelengkap yang diperoleh melalui berbagai penelitian, internet artikel. Data pendukung ini berupa hasil riset mengenai YouTube sebagai platform favorit dan sebagai media dakwah serta profil Gus Yusuf yang diperoleh melalui wawancara oleh santri Pondok Pesantren API Tegalrejo, Magelang dan tim media Gus Yusuf Channel.

4. Teknik Pengumpulan Data a) Dokumentasi

Dalam penelitian ini peneliti melakukan penelusuran data objek penelitian serta melihat sejauh mana proses yang berjalan terdokumentasi dengan baik. Proses dilakukan dengan mengumpulkan video ceramah singkat yang diunggah pada Gus Yusuf Channel.

b) Wawancara

Wawacara disini dilakukan sebagai pelengkap untuk melengkapi dan

memperkuat data dan argument. Peneliti mengumpulkan informasi yang

(40)

dilakukan melalui tanya jawab dengan berbagai narasumber. Pada penelitian ini peneliti membuat daftar pertanyaan, namun apabila ketika proses wawancara terjadi sesuatu diluar daftar pertanyaan bisa jadi merupakan pengembangan topik penelitian. Narasumber yang diwawancarai adalah tim media Gus Yusuf Channel dan santri API Tegalrejo Magelang

5. Metode Analisis Data

Penelitian ini adalah jenis penelitian studi kasus deskriptif, oleh karena itu analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan menggunakan model analisis interkatif yang diungkapkan oleh Miles dan Huberman yang dikutip oleh Sutopo dalam bukunya yang berjudul Metode Penelitian Kualitatif. Dalam hal ini, terdapat tiga unsur dalam model analisis interaktif, yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi data.

Pada penelitian ini, proses reduksi data dengan cara menyeleksi,

memfokuskan serta menyederhanakan data yang didapat dari hasil

pengumpulan data. Hasil reduksi data kemudian disajikan dalam bentuk

narasi yang memungkinkan kesimpulan penelitian dapat ditarik. Simpulan

yang sudah ada kemudian diperkuat dan diverifikasi hingga penelitian

berakhir. Untuk memantapkan penelitian, perlu dilakukan pengulangan

(41)

aktivitas reduksi data, penyajian data dan memperbaikai simpulan yang dirasa masih kurang.

27

Secara sistematis, langkah-langkah analisis data tersebut adalah :

a) Mengumpulkan data berupa video yang diunggah di Gus Yusuf Channel.

b) Mentransfer video ke dalam bentuk kata-kata.

c) Melakukan interpretasi terhadap data yang telah tersusun untuk menjawab rumusan masalah, sebagai hasil kesimpulan yaitu retorika dakwah Gus Yusuf Chudlori dalam pada Gus Yusuf Channel dalam bentuk penggunaan gaya bahasa, langgam dan gaya gerak tubuh.

6. Teknik Sampling

Dalam penelitian ini, untuk menentukan video yang digunakan sebagai bahan analisis peneliti menggunakan purposive sampling. Metode ini menggunakan kriteria yang telah ditentukan oleh peneliti. Dalam hal ini peneliti menentukan sampel berdasarkan ketentuan-ketentuan tertentu yaitu memilih beberapa video ceramah singkat yang diunggah dalam rentang waku bulan Januari-Desember 2020. Peneliti menentukan kriteria pemilihan video yaitu dengan durasi 2-10 menit dan memiliki views diatas 1000 yang merupakan ceramah khusus untuk konten YouTube. Dari kriteria yang telah ditentukan, peneliti mendapatkan 11 video ceramah singkat dalam penelitian ini.

27 Sutopo, H.B, Metodologi Penelitian Kualitatif,(Surakarta:UNS Press, 2002), hlm. 96.

(42)

H. Sistematika Pembahasan

BAB I : PENDAHULUAN

Bab ini memuat latar belakang masalah, yang menjabarkan tentang alasan mengapa peneliti tertarik memilih objek dan subjek penelitian.

Rumusan masalah, berisi tentang permasalahan yang menjadi pokok penelitian. Tujuan penelitian yang berisi tentang tujuan dan harapan yang ingin dicapai penulis setelah melakukan penelitian ini. Manfaat penelitian, memuat manfaat yang akan diperoleh setelah melakukan penelilitian ini.

Kerangka teori yaitu berisi landasan berfikir untuk melaksanakan suatu penelitian. Serta metode penelitian yang digunakan dalam penlitian ini.

BAB II : GAMBARAN UMUM

Pada bab ini memuat tentang hal-hal yang ditemukan peneliti sebagai pendukung penelitian, meliputi literatur dan sumber-sumber yang berkaitan dengan subjek penelitian. Pada bab ini akan memuat mengenai gambaran umum tentang Gus Yusuf Channel dan profil beliau.

BAB III : PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA

(43)

Bab ini berisi hasil penelitian berupa analisis retorika dakwah Gus Yusuf Chudlori yang meliputi penggunaan gaya bahasa, langgam, dan gaya gerak tubuh.

BAB IV :PENUTUP

Bab ini berisi kesimpulan dan saran.

(44)

BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan

Setelah penulis mengkaji dan menganalisis mengenai penggunaan kaidah retorika dakwah yang digunakan oleh Gus Yusuf Chudlori meliputi gaya bahasa, langgam dan gaya gerak tubuh pada sampel video ceramah singkat yang di unggah melalui channel YouTube, Gus Yusuf Channel dari rentang bulan Januari hingga Desember 2020 menemukan bahwa terdapat kaidah retorika dakwah.

Melihat dari analisis gaya bahasa, yang telah penulis uraikan pada seluruh sampel video, ditemukan bahwa Gus Yusuf menggunakan hampir seluruh gaya bahasa yaitu ta’lim dan tarbiyah, targhib dan tabsyir, tarhib dan inzar, qashash dan riwayah serta amar dan nahi, kecuali tadzkir dan tanbih. Begitu pula dengan penggunaan langgam, penulis melihat Gus

Yusuf menggunakan semua langgam meliputi, agama, agitator, konservatif, diktatif, sentimental dan teater.

Penggunaan kaidah retorika dakwah yang tidak kalah penting adalah

gaya gerak tubuh. Dalam hal ini penulis menetapkan gaya gerak tubuh yang

menjadi batasan dalam menganalisis yaitu meliputi sikap badan, ekspresi

dan gerak tangan serta pandangan mata. Penulis melihat adanya keselarasan

antara materi yang disampaikan dengan gaya gerak tubuh yang digunakan

Gus Yusuf. Beliau terlihat menyampaikan dakwah dengan sikap duduk

tegap dengan gerakan tangan mengikuti materi atau dialog dakwah yang

(45)

sedang diperagakan. Pandangan mata juga menghadap ke kamera seakan- akan ada audiens didepannya.

B. Saran

Penulis menyadari, masih banyak kekurangan dalam penelitian ini.

Kiranya penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca yang bersifat membangun untuk koreksi dan perbaikan bagi penulis kedepannya. Dari hasil penelitian yang telah dijabarkan, sebagai penutup penulis akan memberikan saran bagi peneliti selanjutnya dan Gus Yusuf Channel sebagai media publikasi dakwah Gus Yusuf Chudlori, yakni :

Kepada peneliti selanjutnya yang akan mengkaji dan menganalisis mengenai retorika dakwah, kiranya lebih teliti dan cermat dalam proses penelitian yaitu ketika mengamati dan melihat video ceramah agar dapat menghasilkan hasil penelitian yang lebih baik dan memuaskan. Pilihlah subjek penelitian yang memiliki pengaruh besar terhadap masyarakat dalam kata lain beliau adalah tokoh yang cukup dikenal oleh khalayak. Media dakwah yang dipilih juga merupakan media yang banyak diakses oleh khalayak bisa meliputi media sosial, televisi hingga radio. Usahakan pula banyak membaca literatur dan mendalami penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan retorika dakwah untuk memperkuat penelitian.

Kepada Gus Yusuf Channel, sebagai media dakwah yang

mengedepankan prinsip tasamuh, tawassuth dan tawazun serta memiliki

strategi dakwah “Tebarkan Islam dengan Damai” penulis berharap media

ini menciptakan inovasi konsep dakwah yang tetap berlandaskan pada

(46)

prinsip yang dimiliki pada program-program dakwah selanjutnya. Penulis berharap pengelola media dakwah ini dapat menciptakan konten dakwah sesuai dengan kebutuhan masyarakat akan agama pada saat ini. Penulis menekankan untuk menciptakan konten dakwah untuk menangkal paham radikal. Melihat maraknya tayangan dakwah yang di unggah oleh pihak- pihak yang tidak bertanggung jawab dengan menyebarkan paham radikal yang ingin memecah belah umat. Disinilah peran media dakwah Gus Yusuf Channel yang memiliki strategi dakwah “Tebarkan Islam dengan Damai”

diperhitungkan. Ciptakanlah konten dakwah yang memberikan manfaat

pada khalayak.

(47)

DAFTAR PUSTAKA

Abidin, Djamaluddin, Komunikasi dan Bahasa Dakwah, (Jakarta: GIP, 1996), hlm.70.

Anwar, Gentasari, Retorika Praktis Teknik dan Seni Berpidato,(Jakarta: Rineka Cipta,1995), hlm.58-62.

Amin, Samsul, Munir, Ilmu Dakwah (Jakarta: Amzah), hlm. 146.

Arikunto, Suharsimi, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta:

Rineka Cipta, 2010), hlm. 201.

Daulay, Ilka Sawidri, Retorika Dakwah Ustadz Abdul Somad di Youtube. Skripsi ( Jakarta: Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, UIN Syarif Hidayatullah, 2014), hlm.16.

Hasanuddin, Hukum Dakwah: Tinjauan Aspek Hukum dalam Berdakwah di Indonesia, (Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya) hal. 3.

Hasjmy, A, Dustur Da’wah Menurut Al Qur’an, (Jakarta: Bulan Bintang, 197), hlm.230.

https://cnnindonesia.com/teknologi/20180406202852-214-288967/youtube- jadi-aplikasi-media-paling-populer-di-indonesia, diakses pada 05 Januari 2021 pukul 08.22 WIB

https://instagram.com/fastfmmagelang diakses pada 07 Februari 2021 pukul 07.00 WIB

https://viva.co.id/digital/digilife/117309-bukan-instagram-youtube-jadi-

medsos-paling-banyak-diakses, diakses pada 05 Januari 2021 pukul 08.01 WIB

https://kbbi.web.id, diakses pada 20 November 2020 pukul 07.15 WIB https://kbbi.web.id, diakses pada 11 Maret 2021 pukul 10.00 WIB.

https://www.republika.co.id/berita/qmgyof320/pesan-gus-yusuf-untuk-para- ustadz-media-sosial diakses pada 01 Februari 2021 pukul 12.30 WIB https://www.tribunnews.com/tribunners/2020/05/12/gus-yusuf-chudlori-idola-

generasi-milenial-nu diakses pada 03 Februari 2021 pukul 14.45 WIB

(48)

Jaswadi, Syahroni Ahmad, Retorika (Surabaya: CV. Cahaya Intan XII, 2014), hlm.11.

Mulyani, Yani, Tanya Jawab Dasar-Dasar Pidato (Bandung: Pioner Jaya, 1981), hlm.10.

Ratna, Nyoman Kuta, Teori Metode dan Teknik Penelitian Sastra, (Yogyakarta:

Pustaka Pelajar, 2008), hlm. 53.

Rahmat, Jalaluddin, Retorika Modern Pendekatan Praktis, (Bandung:Rosda Karya, 1992), hlm.128-133.

Saputra, Wahidin, Pengantar Ilmu Dakwah ( Jakarta: PT Raja GrafindoPersada), hlm. 279.

Sixmansyah, Leiza, Retorika Dakwah K.H. M. Syarif Hidayat. Skripsi (Jakarta:

Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, UIN Syarif Hidayatullah, 2014), hlm.16.

Sutopo, H.B, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Surakarta:UNS Press, 2002), hlm. 96.

Umari, Barmawi, Azaz-Azaz Ilmu Dakwah,(Solo: CV Ramadhani, 1984),

hlm.14-16.

Referensi

Dokumen terkait

Pada penelitian kali ini yang akan menjadi objek penelitiannya adalah Ustad Slamet Nur Anoom yaitu segala sesuatu yang berhubungan dengan retorika dakwah ustad

Sesuai dengan penyusunan obyek pembahasan field project di atas, maka kerangka kerja yang akan digunakan dalam penyusunan tesis inipun terbagi menjadi dua, yakni kerangka kerja

Analisa data merupakan upaya mencari dan menata secara sistematis data hasil, wawancara dan dokumentasi guna meningkatkan pemahaman tentang hasil penelitian yang ditempuh.

Sedangkan dalam penelitian ini gaya retorika dakwah yang di maksud adalah gaya retorika yang terdiri dari gaya bahasa, gaya suara, dan gaya gerak tubuh yang digunakan

Berdasarkan Sobar, nama “Kampung Gerabah” diperoleh dari pemerintah sehingga desa Anjun Gempol tersebut mulai dikenal dengan nama Kampung Gerabah, namun Kampung

Jenis kompensasi lain yang diberikan kepada karyawan sebagai imbalan atas kerjanya adalah upah insentif. Perusahaan menetapkan adanya upah insentif untuk

Paulus berkata bahwa penderitaan di masa kini akan sementara karena di masa yang akan datang orang percaya akan menerima kemu- liaan dengan penuh, yaitu diangkat menjadi anak

Berdasarkan fenomena diatas, tulisan ini akan membahas tentang mengapa pembentukan karakter penting, enam pilar pembentukan karakter, peran konselor sekolah yang