• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KEWENANGAN MENGADILI PENGADILAN AGAMA DALAM SENGKETA WARIS ISLAM. A. Jangkauan Kewenangan Mengadili Perkara Warisan.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II KEWENANGAN MENGADILI PENGADILAN AGAMA DALAM SENGKETA WARIS ISLAM. A. Jangkauan Kewenangan Mengadili Perkara Warisan."

Copied!
22
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Namun kewenangan untuk mengadili perkara ekonomi syariah, direduksi oleh Pasal 55 UU tentang Perbankan Syariah yang juga menentukan bahwa “(1) Penyelesaian sengketa Perbankan

Permasalahan hukum yang timbul adalah untuk meneliti kewenangan Peradilan Umum dalam memeriksa perkara Waris Islam menurut putusan Mahkamah Agung Nomor 1606k/Pdt/2012

Dengan demikian dapat disimpulkan, bahwa perkara nomor 341/Pdt.G/2016/PA.Kab.Mn bukan merupakan perkara waris sebagaimana yang diatur dalam Pasal 49 ayat (1)

Pertama, dasar pertimbangannya menyelesaikan perkara adalah kewenangan pengadilan agama sesuai dengan pasal 49 Nomor 3 Tahun 2006 terhadap perubahan UU Pengadilan Agama

Fatwa Waris berlaku sebagai keterangan siapa saja yang berhak untuk mewarisi harta peninggalan si Pewaris (ahli waris). Berdasarkan Fatwa Waris tersebut,

a. Peradilan Umum berwenang memeriksa, mengadili dan memutus perkara pidana dan perdata. Peradilan agama berwenang memeriksa, mengadili, memutus dan menyelesaikan perkara

berdasarkan Putusan Perkara No. 93/PUU-X/2012, Sengketa Perbankan Syariah adalah domain dari Pengadilan Agama. Meskipun Putusan Mahkamah Konstitusi tersebut sudah

Berdasarkan Pada Putusan Perkara Nomor: 603/Pdt.G/2014/PA.Mdn, Kewenangan Pengadilan Agama dalam mengadili perceraian yang disebabkan berpindah agama ( murtad)