• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH PERILAKU ASERTIF KEPALA SEKOLAH TERHADAP MOTIVASI KERJA GURU DI SMP NEGERI 1 CISOKA KAB. TANGERANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGARUH PERILAKU ASERTIF KEPALA SEKOLAH TERHADAP MOTIVASI KERJA GURU DI SMP NEGERI 1 CISOKA KAB. TANGERANG"

Copied!
169
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Perlu juga disadari bahwa keinginan guru untuk meningkatkan kinerja guru juga dapat ditentukan oleh motivasi kerja para guru untuk mengembangkan dirinya sendiri

Mengerjakan sesuatu yang sangat berarti, dan (7) Melakukan sesuatu yang lebih baik dari orang lain. Kinerja dikatakan baik dan memuaskan apabila tujuan yang dicapai

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa motivasi guru di SMP Negeri 21 Surakarta tergolong cukup tinggi karena adanya hubungan yang baik antara

Dari semua penjelasan tentang motivasi berprestasi dapat disimpulkan bahwasannya motivasi berprestasi merupakan keinginan atau dorongan yang kuat untuk melakukan

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa motivasi kerja yang tinggi akan memiliki kinerja yang tinggi dan sebaliknya, guru yang memiliki motivasi kerja yang rendah

(2) upaya peningkatan motivasi berprestasi guru melalui dorongan pencapaian prestasi, memiliki tanggung jawab yang tinggi untuk mengambil suatu pekerjaan, kebutuhan rasa

Dapat disimpulkan, motivasi kerja guru merupakan suatu dorongan dari dalam maupun luar diri seorang guru yang berusaha meningkatkan kemampuan dalam diri untuk mencapai suatu

McClelland (dalam Manulang, 1984:154) mengemukakan adanya korelasi positif antara kebutuhan kerja dan prestasi. Teori ini menjelaskan bahwa orang yang berorientasi