Halaman Judul
PROSIDING
SEMINAR NASIONAL BIOLOGI 2018
” Inovasi Penelitian dan Pembelajaran Biologi II (IP2B II) 2018”
Surabaya, 17 Februari 2018
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Surabaya
2018
iii
Tim Penyunting
PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOLOGI 2018
”Inovasi Penelitian dan Pembelajaran Biologi II (IP2B II) 2018”
Penulis : Pemakalah pada Seminar Nasional Biologi 2018
Editor : Ulfi Faizah, S.Pd., M.Si.,; Muji Sri Prastiwi, S.Pd., M.Pd.; Eva Kristinawati Putri, S.Pd., M.Si.; Erlix Rakhmad Purnama, S.Si., M.Si.; Choirun Nisak, S.Pd.Gr., M.Pd.
Reviewer : Prof. Dr. Endang Susantini, M.Pd. (Universitas Negeri Surabaya) Dra. Wisanti, M.S. (Universitas Negeri Surabaya) Dr. Raharjo, M.Si. (Universitas Negeri Surabaya) Dra. Isnawati, M.Si. (Universitas Negeri Surabaya) Reni Ambarwati, S.Si., M.Sc. (Universitas Negeri Surabaya) Dr. Rike Oktarianti, M.Si. (Universitas Jember) Dr. Nurul Jadid Mubarakati, M.Si. (Universitas Islam Malang) Dr. Retno Wimbaningrum, M.Si. (Universitas Jember) Dr. Arie Srihardyastutie, M.Kes. (Universitas Brawijaya) Dr. Fatimah, M.Kes. (Universitas Airlangga) Dr. Rina Anita Mogea, S.Pi., M.Si. (UNIPA Manokwari) Dr. Dwi Winarni, M.Si. (Universitas Airlangga) Dr. Ir. Pungky Slamet Wisnu K., M.Si. (UNIPA Surabaya) Bowo Sugiharto, S.Pd., M.Pd. (UNS Surakarta)
Dr. Nurul Jadid, M.Sc. (ITS Surabaya)
Designer : Muhlas
Diterbitkan Oleh:
FAKULTAS MIPA - UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA Gedung D-1 UNESA Kampus Ketintang
Jln. Ketintang - Surabaya 60231 Telepon : +6231 8280009 pes. 310
Faximil : +6231 8296427
E-Mail : [email protected] Oktober 2018
ISBN:
Hak cipta dilindungi Undang-undang
Dilarang memperbanyak karya tulis ini dalam bentuk dan cara apapun tanpa ijin tertulis dari penerbit
iv
Kata Pengantar
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh Salam Sejahtera bagi kita semua.
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmatNya kepada kita semua, sehingga penyusunan prosiding dari hasil kegiatan Seminar Nasional Biologi dengan tema “Inovasi Penelitian dan Pembelajaran Biologi II (IP2B II) 2018” dapat terselesaikan. Tujuan Seminar Nasional Biologi 2018 adalah: 1. Memberikan informasi dan pemahaman tentang pengukuran dan evaluasi dan pembelajaran inovatif dalam bahan ajar terkait dengan pengembangan proses pembelajaran Biologi, 2. Memberikan informasi dan pemahaman tentang pendidikan berwawasan ecopreneurship, dan 3.
Mendesiminasikan hasil-hasil penelitian pendidikan biologi, biologi dan ilmu-ilmu hayati lainnya. Prosiding ini berisi kumpulan makalah baik bidang biologi, pendidikan biologi, dan ilmu-ilmu hayati lainnya.
Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak/Ibu pimpinan Universitas Negeri Surabaya atas dukungannya sehingga seminar ini dapat terselenggara, kepada pemakalah yang telah mengikuti kegiatan seminar dan makalahnya turut memberikan kontribusi pada penerbitan prosiding ini. Semoga prosiding ini dapat memberi manfaat bagi kemajuan ilmu Biologi dan Pendidikan Biologi di Indonesia. Terimakasih.
Wassalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
Surabaya, Oktober 2018 Ketua Panitia,
Dr. Mahanani Tri Asri, M.Si.
v
Daftar Isi
Tim Penyunting ... iii
Kata Pengantar ... iv
Daftar Isi ... v
Validitas LKM Berbasis Strategi RQA dan ADI untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Keterampilan Argumentasi ... 1
Astuti Muh.Amin1), Romi Adiansyah2), ... 1
Analisis Kebutuhan Matakuliah Anatomi dan Fisiologi Manusia di IKIP Budi Utomo Malang………...10
Ilmi Falihatun Najahah1, Sri Rahayu Lestari 2, Ibrohim3 ... 10
Analisis Buku Ajar Biologi SMA Kelas X Materi Animalia-Invertebrata Berdasarkan Aktivitas Belajar 16 Rakmawati1, Reni Ambarwati 2 ... 16
Pengembangan Handout Mikologi Topik Antagonisme Antar Kapang untuk Mahasiswa S1 Biologi Universitas Negeri Malang ... 21
Gilang Kurniawan1, Utami Sri Hastuti 2, Sueb3 ... 21
Implementasi Model Pembelajaran Number Head Together (NHT) berbasis Lesson Study dalam Upaya Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Mahasiswa Matakuliah Fisiologi Hewan Manusia Pendidikan Biologi Universitas Negeri Malang ... 25
Moh. Syahron Mahbub Balada Bilah 1, Abdul Gafur 2, Sri Endah 3 ... 25
Penerapan Model Group Investigation Berbasis Lesson Study untuk Meningkatkan Keterampilan Berkomunikasi dan Hasil Belajar Kognitif Mahasiswa ... 29
Nur Asmaul Khusna1, Sri Endah Indriwati 2, Herawati Susilo3 ... 29
Temuan-Temuan saat Implementasi Lesson Study pada Program Pengalaman Lapangan 1 di Universitas Nusantara PGRI Kediri ... 36
Poppy Rahmatika Primandiri, Agus Muji Santoso ... 36
Peningkatan Keterampilan Proses Sains Melalui Penerapan Model Pembelajaran Guided Inquiry Berbasis Lesson Study pada Matakuliah Fisiologi Tumbuhan ... 41
Rochmatul Ummah1, Herawati Susilo 2, Endah Indriwati3... 41
Distribusi Pertanyaan Guru pada Pembelajaran Biologi Di SMA ... 47
Muhammad Zaini1, Mukhyar Amani 2 ... 47
Pendekatan Saintifik melalui Penanaman Sayur Menggunakan Teknik Hidroponik pada Siswa dengan Hambatan Pendengaran ... 52
Asri Wijiastuti Winarno1, Sri Joeda Andajani 2, Solikatun Napiah3 ... 52
Identifikasi Miskonsepsi Mahasiswa Tahun Pertama Pendidikan Kimia Universitas Negeri Malang pada Topik Elektrokimia ... 57
Dewi Anggraini Sudarto1, Sri Rahayu2, Yahmin3 ... 57
Proses Pembelajaran Untuk Melatihkan Keterampilan Berpikir (Studi Pendahuluan) ... 66
Dyah Astriani1, Herawati Susilo2, Hadi Suwono3, Betty Lukiati4 ... 66
Pendidikan Konservasi Satwa Endemik Sulawesi Anoa (Bubalus spp.) Melalui Anoa School Outreach di Sulawesi Utara ... 70
Margaretta Christita, Anita Mayasari, Rahma Suryaningsih, Diah Irawati D. Arini , Adven T.A.J Simamora, Jafred E.Halawane, Julianus Kinho dan Ady Suryawan ... 70
Analisis Total Bakteri Berbasis Environmental Dna Pada Sedimen di Habitat Kerang Hijau, Pasuruan, Jawa Timur ... 76
Devi Ulinuha1,3, Sri Andayani2, Asus Maizar Suryanto Hertiko2, Yuni Kilawati2, Ima Yudha Perwira3 ... 76
Infeksi Mikoriza Vesikular Arbuskular pada Tanaman Tembakau di Beberapa Daerah Pengembangan di Jawa Timur ... 81
Arini Hidayati Jamil1 dan Fitri Syamsiyah 2 ... 81
Analisis Kualitas Tape Ketan dengan Berbagai Alternatif Bahan Pembungkus ... 86 Ianatur Rofiqoh1, Husfina L Suaidah2, Anindita Rahadinar Kinanti3, dan Aghniyah Mawaddah M.
vi
A. S.4... 86
Kemampuan Kangkung Air (Ipomoea Aquatica) dalam Fitoremediasi Logam Zn pada Kolam Greenhouse Universitas Negeri Surabaya ... 92
Dwi Savitri Vidyawati1, Maratus Sholikah2, Dini Dwi Nilamsari3, Nur Kholifah4, Fida Rachadiarti5, ... 92
Manajemen Risiko dalam Perpektif Kesehatan Lingkungan (Studi Kasus Pada Perusahaan Manufaktur PT PQR) ... 97
Sidiq Purwoko ... 97
Pemanfaatan Jarak Pagar (Jatropha Curcas) Sebagai Bioakumulator Tanah Tercemar Timbal (Pb) ... 103
Surahmaida1 dan Sarwoko Mangkoedihardjo2 ... 103
Pelestarian Tanaman Stroberi (Fragaria Sp.) secara In Vitro dengan Menggunakan Berbagai Sumber Karbon ... 108
Annisa Rahma 1 * , Evie Ratnasari 1 , Farida Yulianti 2 ... 108
Karakterisasi Morfologi Durian Lokal Di Daerah Dadapan, Rembang ... 116
Andini Desi Sawitri1)*, Endang Yuniastuti 2), Nandariyah 3) ... 116
Pemanfaatan EM4 dan Sampah Organik Sebagai Biogas dalam Upaya Konservasi Lingkungan di SMA Negeri 5 Surabaya... 122
Salma Argya Rasmi1, Arista Widya A.A.2 ... 122
Pemanfaatan Potensi Tithonia diversifolia sebagai pengendali Spodoptera litura dan Plutella xylostella ... 128
Yuliani1, Lisa Lisdiana.2 ... 128
Kajian Pteridophyta di Air Terjun Irenggolo Gunung Wilis Kabupaten Kediri: Keanekaragaman dan Kebermanfaatannya ... 133
Atika Dahlila Fauzi1, Silvia Indah Pramesti2 ... 133
Teknik Sterilisasi Yang Tepat Untuk Mencegah Kontaminasi Pada Budidaya Tribulus (Tribulus Terretris L) Secara In Vitro ... 138
Enik Akhiriana1, Samanhudi2, dan Ahmad Yunus2 ... 138
Kekerabatan Fenetik Spesies Jatropha Berdasarkan Morfologi dan Fitokimia ... 144
Fransiska Desi Wulandari1 dan Nur Lailatul Khikmah2 ... 144
Pengaruh Sumber Unsur Besi Terhadap Pertumbuhan Plantlet dan Induksi Akar Jeruk Rough Lemon (Citrus jambhirii Lush). ... 152
Farida Yulianti1 ,Dita Agisimanto2 ... 152
Keanekaragaman Jenis-Jenis Araceae di Kebun Raya Liwa dan Potensinya Sebagai Tanaman Hias Daun ... 158
Esti Munawaroh1, Yuzammi 1 ... 158
Kualitas Nata de Coco pada Media dengan Berbagai Sumber Nitrogen ... 167
Lintang Arista Dini1, Lintang Ayunda Putri2, Setiawan Aji Saputra3 ... 167
Identifikasi Senyawa Aktif Pada Ekstrak Etanol Holothuria Leucospilota Asal Pantai Selatan Madura .. 172
Erlix Rakhmad Purnama1, Raharjo2, dan Nur Kuswanti3 ... 172
Bioremidiasi Limbah Cair Domestik (Detergen) Menggunakan Tumbuhan Ceratophyllum demersum, Lemna minor, dan Salvinia molesta ... 176
Elza Ismaya Dewi 1 , Rony Irawanto 2 ... 176
Identifikasi Potensi Bahaya Biologi Dengan Pendekatan HIRA Sebagai Upaya Pengelolaan Kesehatan Lingkungan di Laboratorium Biokimia ... 182
Sidiq Purwoko1, Ernani Budi Prihatmi1, Sudarinah1 ... 182
Metaphire Californica yang ditemukan di Bangkalan, Madura ... 188
Widowati Budijastuti ... 188
Persepsi Guru Terhadap Miskonsepsi Siswa Pada Materi Kingdom Plantae Kelas X. ... 195
Noviah Rosa Firdaus1, Wisanti 2 ... 195
Persepsi Siswa Terhadap Identifikasi dan Sarana Identifikasi Tumbuhan………….……… 204
Siti Nurul Hidayah1 dan Wisanti2………...……….. 204
Kemampuan Identifikasi Nama Lokal Tumbuhan dan Persepsi Siswa Terhadap Sarana Identifikasi Tumbuhan ………..………. 210
vii
Dara Ayu Permata1, Wisanti1………..………….. 210 Analisis Kebutuhan Bahan Ajar Matakuliah Keanekaragaman Tumbuhan Berbasis Kegiatan Identifikasi Tumbuhan di Universitas Negeri Malang………..……… 216
Laras Dwi Wulansari……….…… 216 Pengembangan Bahan Ajar Handout Matakuliah Mikologi untuk Mahasiswa S1 Pendidikan Biologi di Universitas Negeri Malang………... 221
Anugrah Aji Pariris1, Utami Sri Hastuti1, Fatchur Rohman1………..…. 221 Analisis Kebutuhan Buku Ajar Digital pada Matakuliah Struktur Perkembangan Hewan 2 di Universitas Negeri Malang………... 227
Aslih Nasikhawati1, Mohammad Amin1, Sri Endah Indriwati1………..… 227 Analisis Kebutuhan Bahan Ajar Bioteknologi Berbasis Penelitian In Silico untuk Mahasiswa S1 Pendidikan Biologi Universitas Nusantara PGRI Kediri………..……… 231
Binti Dwi Rahmawati1, Mohamad Amin 1, Betty Lukiati1………...……...………. 231 Pola Interaksi Mahasiswa Selama Proses Pembelajaran Mata Kuliah Struktur dan Perkembangan Tumbuhan Berbasis Lesson Studi Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Nusantara PGRI Kediri
………..……. 235 Mumun Nurmilawati1, Agus Muji Santoso1………..……… 235 Implementasi Model Pembelajaran Group Investigation (GI) Berbasis Lesson Study dalam Upaya Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Negeri Malang pada Matakuliah Struktur Perkembangan Hewan II ……….. 240
Amining Rahmasiwi1, Abdul Gofur2, Sri Endah Indriwati3……….. 240 Implementasi Lesson Study Berbasis Sekolah untuk Menunjang Program Induksi Guru Sekolah Dasar……… 247
Budi Setyo Margono………... 247 Peningkatan Keterampilan Bertanya (Posing Questions) Melalui Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Pada Matakuliah Fisiologi Tumbuhan Mahasiswa S1 Pendidikan Biologi Universitas Negeri Malang Tahun Pelajaran 2017/2018……… 253
Rahmania Pamungkas1, Herawati Susilo1, Sri Endah Indriwati1………. 253 Meningkatkan Keterampilan Proses Sains dengan Pendekatan Scientific pada Konsep Sistem Transportasi Manusia Kelas VIII B SMPN 3 Kusan Hilir……… 259
Dini Pusparini……… 259 Peningkatan Keterampilan Proses Sains Siswa Kelas VIII B SMPN 1 Kusan Hilir pada Konsep Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan dengan Menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL)……… 266
Misnawati……… 266 Peningkatan Keterampilan Komunikasi Mahasiswa pada Mata Kuliah Struktur Perkembangan Hewan II di Universitas Negeri Malang Melalui Model One Stay Three Stray Berbasis Lesson Study……… 273
Nurul Fitri1, Sri Endah Indriwati1, Abdul Ghofur1……….. 273 Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas VII B SMP Negeri I Ngoro Mojokerto Melalui Penerapan Model Pembelajaran Ekliktik Materi Tata Surya………..280
Khusnul Mudawamah………. 280 Effort to Improve Students’ Learning Skill on Biology Level I Study Program in Basic Biology Course Through Based Learning Iqro’ bismirabbik……… 289
Budhi Utami……… 289 Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kolaborasi dengan Model Pembelajaran Siklus 5E (Engage, Explore, Explanation, Expansion, and Evaluation) pada Mata Kuliah Keanekaragaman Hewan Jurusan Biologi Universitas Negeri Malang………. 292
Nanda Hilda Khikmawati1, Sri Endah Indriwati2, Abdul Ghofur2……….. 292 Analisis Kemampuan Penjelasan Ilmiah (Scientific Explanation) Siswa Kelas XII SMAN 5 Malang. 298 Dyah Puspitasari Ningthias1, Sri Rahayu1, Fauziatul Fajaroh1………. 298 Analisis Miskonsepsi Siswa dengan Menggunakan Three-Tier Test pada Materi Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan Kelas XI SMA……… 302
Trias Jaya Susanti1, Siti Sundari2, Ria Indi Rohmawati2………. 302
viii
Profil Kemampuan Metakognisi Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri 5 Kediri pada Pembelajaran
Biologi……….. 309
Sri Hidayati1, Poppy Rahmatika Primandiri2, Agus Muji Santoso3……….. 309
Studi Pendahuluan Pengembangan Kemampuan Literasi Sains Siswa SMA pada Konsep Asam Basa………. 312
Vindhy Dian Indah Pratika1, Sri Rahayu2, Fauziatul Fajaroh3……….. 312
Profil Kemampuan Guru IPA Magetan dalam Membuat Soal Latihan Ujian Nasional Sesuai Standar Ketercapaian Lulusan……….. 325
Ulfi Faizah1, Yuliani2, Evie Ratnasari3……… 325
Kepraktisan LKS Berorientasi Strategi KWL (Know-Want-Learned) pada Materi Substansi Genetika untuk Melatihkan Keterampilan Metakognitif Siswa………. 329
Nurul Ahillah1, Endang Susantini2……… 329
Tumbuhan sebagai Media Detoksifikasi Logam Berat di Lahan Basah……….. 335
Fida Rachmadiarti1……… 335
Pengaruh Penambahan Tepung Kulit Udang terhadap Jumlah Spora Jamur Beauveria bassiana… 345 Kholidah As Sa’idah dan Mahanani Tri Asri……….. 345
Potensi Ekstrak Daun Mengkudu (Morinda citrifolia) dengan Metode Difusi Disk dan Sumuran Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus……… 350
Rantika Nurcahyanti, Tania Sukma Wahyu Arisna……… 350
Infeksi Mikoriza Vesikular Arbuskular pada Tanaman Tembakau di Beberapa Daerah Pengembangan di Jawa Timur……… 355
Arini Hidayati Jamil1 dan Fitri Syamsiyah2……….. 355
Potensi Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) sebagai Antibakteri terhadap Staphylococcus aureus... 360
Radhin Fatharani1, Laila Alvi Nurin2……… 360
Uji Stabilitas Formulasi Beauveria bassiana terhadap Sinar Radiasi………. 365
Dina Agustina1, Unun Triasih2……… 365
Kelimpahan Relatif Teripang Class Holothuridea Di Pantai Jumiang, Pamekasan, Madura…… 370
Wanodya Ayu Chandradevi Kunharjito1, Erra Ericha Safani2, Erlix Rakhmad Purnama3…. 370 Struktur Komunitas Bacillariophyceae pada saat pasang surut di Muara Sungai Cibanten, Banten………. 375
Nico Joko Kristianto1………. 375
Pemanfaatan Limbah Sabut Siwalan (Borassus flabelipper L) sebagai Bahan Baku Kertas Tisu (Pulp) dengan Menggunakan Metode Soda Semi Mekanis……… 380
Alif Suryo Utomo, Ahmad Kundori, Sri Endang Purnami……… 380
Kemampuan Hidup Kayu Apu (Pistia stratiotes) sebagai Fitoremediator pada Berbagai Tingkat Pengendapan dalam Meningkatkan pH Limbah Cair Tahu………. 388
Adi Pratama1, Khafidz Ardhiansyah2, Fitri Syamsiyah3, Herlina Fitrihidajati4……… 388
Pengaruh Fitoplankton (Baccilariophyceae) dan Klorofil a Terhadap Kelimpahan Ikan Belanak di Mangrove Tapak, Tugurejo Semarang……… 395
Anik Prihatin1, Prabang Setyono2, Sunarto2……….. 395
Pengaruh Pemberian Pakan Tambahan terhadap Aktivitas Harian Lovebird Betina pada Pusat Pemeliharaan Burung di FMIPA UNESA………. 404
Ulfi Faizah1, Mahanani Tri Asri2, Laily Eka Padina3, Makmun Murod4………. 404
Serangan Protozoa Ektoparasit pada Benih Udang Vannamei (Penaeus vannamei) di Lahan Pertambakan Sidoarjo……… 410
Isnaini Amanah Firdaus1, Safirah Nadhila Adhani2……….. 410
Kajian Pengaruh Pakan Tambahan Sotong dan Biji Bunga Matahari Terhadap Performans Reproduksi Lovebird Betina……… 420
Nur Ducha1, Mahanani Tri Asri2, Kusnul Kotimah3, Ghea Dionita Sanora4……….. 420
Jenis Mamalia di Kampung Kerema dan Kamai Distrik Binuki Kabupaten Mamberamo-Raya Propinsi Papua………... 426
Pieter Maurits Iriwonawa Torobi1, Godlif F.R.Korwa2………. 426
ix
Pengaruh Pemberian Nifedipin Terhadap Ukuran Tubulus Seminiferus Mencit (Mus musculus)... 431
Darwati1, Alfiah Hayati2, Win Darmanto3………. 431
Telaah Sistematis Diagnosis dan Pengobatan Kanker Payudara Berbasis Transkriptomik……… 438
Arli Aditya Parikesit1, David Agustriawan2, Rizky Nurdiansyah3……… 438
Hubungan Kekerabatan Empat Jenis Bambu di Kecamatan Gayungan Surabaya……… 444
Hanum Wahyuningtias1, Rizki Dwi Novitasari2………. 444
Struktur Anatomi Tumbuhan Bunga Mentega (Nerium oleander L.) pada Habitat Tercemar dan Tidak Tercemar Polusi Udara……… 451
Dwi Suryaningsih1, Anggela Hajar Puspitasari2, Rinie Pratiwi Puspitawati3, Ahmad Bashri4. 451 Perbedaan Struktur Anatomi Akar, Batang, dan Daun pada Tanaman Tapak Dara (Catharanthus roseus)……… 458
Kiki Eka Purwanti1, Hastuti Tri Ratna Ningrum2, Rinie Pratiwi Puspitawati3, Ahmad Bashri4. 458 Peranan Boron dan Fosfor Terhadap Pertumbuhan Kacang Tanah……… 463
Novita Rahman1, Suntoro2, Amalia3……….. 463
Upaya Peningkatan Produksi Kedelai Lokal dengan Aplikasi Bio Fertilizer (Kegiatan Uji Teknologi dalam Rangka Program Upsus Pajale Kabupaten Grobogan Tahun 2015)……… 468
Puguh Bintang Pamungkas1, Sri Wedhastri2, Siwi Indarti2, Cahyo Wulandari2, Supriyono3, Edi Purwanto3……… 468
Laju Pertumbuhan Daun Lamun Transplantasi Jenis Cymodocea serrulata pada Substrat Berbeda di Perairan Teluk Bakau Kepulauan Riau………. 473
Ita Karlina1, Ardiansyah Kurniawan2……… 473
Aspek Ekonomi dalam Penelitian Biologi (Studi Kasus: Pati Umbi Talas (Colocasia esculenta (L.) Schott) dalam Pembuatan Mie)……… 478
Lyli Mufidah1, Eka Diyah Putri Lestari2………. 478
Kajian Kekerabatan Fenetik Spesies Anggota Plumeria……… 483
Ni Made Aninda Nirastiti1, Faizzatun Najiyah2………. 483
Keanekaragaman Tumbuhan di Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi……….. 490
Eka Imbia Agus Diartika, Ahmad Kamal Sudrajat, Alfiani Nanda Indrayanti, Desnaeni Wahyuningtyas, Diah Nur Rochmah, Dinar Ajeng Nur Aziza, Fiqry Addina Ardy…………. 490
Kekerabatan Spesies Terong-terongan Berdasarkan Bukti Morfologi dan Fitokimia……… 496
Paramastuti Ayu Sukorini1, Izza Hilma Rusyady2……… 496
Stress Abiotik dan Biofertilizer Terhadap Perakaran Tanaman Pereskia bleo………. 502
Intan Christin Dullah1, Sulandjari2, Supriyono3……… 502
Hubungan Kekerabatan Fenetik Meniran (Phyllanthus L.)………. 506
Miftakul Jannah1, Rizqi Toyyibah2………. 506
Re-inventarisasi Koleksi Tumbuhan Akuatik di Kebun Raya Purwodadi dan Pemanfaatannya sebagai Fitoremediator……… 510
Nur Khoirunnisa1, Rony Irawanto2……… 510
Variasi dan Karakterisasi Spesies Cabai dan Variestasnya Berdasarkan Kajian Morfologi dan Fitokimia………. 522
Lathifah Rahma Azizah1, Sinta Kusuma Dewi2……….. 522
Pemanfaatan Eceng Gondok (Eichornia crassipes) melalui Proses Fermentasi sebagai Alternatif Pakan Ternak Ruminansia……….. 531
Yolanda Ayu Pratiwi1, Agustina Mirawati2, Widia Lestari3, Herlina Fitrihidajati4……… 531
Potensi Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava) dalam Menghambat Pertumbuhan Escherichia coli dengan Metode Difusi Cakram……… 537
Anis Sulizah1, Aulia Alifa Rusdiyani2……… 537
Pengaruh Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guava) dalam Menghambat Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aurens dengan Menggunakan Metode Sumuran dan Paper Disk……… 541
Rizka Efi Mawli1, Desita Ayu Fernanda2……….. 541
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Mengkudu (Morinda citrifolia L.) terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli………. 546
Kharisma Alfia Pranadita1, Firda Nurul Diah Ashshoffa2………. 546
x
Hubungan Asupan Lemak dengan Penyakit Sendi Penduduk Indonesia………. 552
Melifera Yani Makleat1, Ferry F. Karwur1,2, Jacob L. A. Uktolseja1,3, Kristiawan P. A. Nugroho1,2……… 552
Metabolisme Asam Urat Penduduk Indonesia Ditinjau dari Hubungan Makanan Berisiko dan Penyakit Sendi………. 556
Marince Inforsalina Leo1, Ferry F. Karwur1,2, Jacob L. A. Uktolseja1,3, Kristiawan P. A. Nugroho1,2……… 556
Prevalensi Hiperurisemia Berdasarkan Jenis Kelamin pada Penduduk Asli Kota Larantuka, Provinsi NTT……….. 563
Melifera Yani Makleat1, Ferry F. Karwur1,2, Jacob L. A. Uktolseja1,3, Kristiawan P. A. Nugroho1,2……… 563
Prevalensi Artritis di Desa Kuanfantu, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi NTT… 566 Marince Inforsalina Leo1, Ferry F. Karwur1,2, Jacob L. A. Uktolseja1,3, Kristiawan P. A. Nugroho1,2……… 566
Kaitan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Kadar Asam Urat Penduduk Asli Kota Larantuka, Provinsi NTT……….. 569
Melifera Yani Makleat1, Ferry F. Karwur1,2, Jacob L. A. Uktolseja1,3, Kristiawan P. A. Nugroho1,2……… 569
Hubungan Konsumsi Alkhohol dan Penyakit Persendian di Indonesia………. 572
Marince Inforsalina Leo1, Ferry F. Karwur1,2, Jacob L. A. Uktolseja1,3, Kristiawan P. A. Nugroho1,2……… 572
Variasi Bentuk Osikula Teripang Colochirus quadrangularis dari Pantai Jumiang Pamekasan…… 575
Rizki Dwi Putri1, Lailatus Sa'diyah2, Alfinda Ayurista Hilmi3, Erlix R. Purnama4………. 575
Tumbuhan Epifit, Pencekik dan Parasit pada Koleksi Palem (Arecaceae) Kebun Raya Bogor…… 579
Sumanto1………. 579
Tinjauan Kekerabatan Fenetik Varietas Cucumis melo: Blewah, Timun Suri dan Melon……… 585
Sonia Dianita Savitri1, Paramastri Zaindara Dewi2………. 585
Fluktuasi Komunitas Bakteri Indigenus Selama Proses Fermentasi Campuran Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) dan Tongkol Jagung (Zea mays)……….. 592
Isnawati1……….. 592
Karakter Agronomi dan Organoleptik Tiga Mentimun: Mentimun Lokal, Kyuri, dan Zucchini….. 599
Intan Delia Tivania Putri1, Yulinar Fawanys2……….. 599
Hasil Degradasi Sampah Basah dengan Metode Tong Komposter Multifungsi……… 605
Winarsih1……… 605
Studi Implementasi Sistem Pengelolaan Ekowisata Bahari Di Jawa Timur Berdasarkan Prinsip-Prinsip Pariwisata Berkelanjutan Dan Pengaruhnya Terhadap Kelestarian Ekosistem Pesisir……… 610
Tarzan Purnomo1……….. 610
Variasi Karakter Agronomi Buah dari Kultivar Salak (Salacca zalacca (Gaertn.) Voss)……….616
Hanif Fauzan1, Wisanti2, Ahmad Bashri3………...616
Potensi Flora Labuhan Mangrove Education Park……….622
Eva Kristinawati Putri1, Ulfi Faizah2, Reni Ambarwati3………622
Potensi Keanekaragaman Fauna Vertebrata di Labuhan Mangrove Education Park Bangkalan Madura626 Ulfi Faizah1, Reni Ambarwati2, Eva Kristinawati Putri3………626
Struktur Anatomi Akar, Batang, dan Daun Mengkudu (Morinda citrifolia L.) pada Tanah Kapur dan Tanah Biasa………632
Zaimatul Wafiroh1, Fitri Dwi Agustina2, Vita Agusti Ningrum3……….632
Uji Aktivitas Ekstrak Daun Mengkudu (Morinda citrifolia) terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus………..638
Rizki Amalia1, Rokhmatul Ummah2………..638
Zonasi Keanekaragaman Gastropoda di Sungai Keyang, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo..642
Vivin Alfyana Yulia Pratami1, Prabang Setyono2, Sunarto3………..642
Studi Performans Reproduksi Lovebird Jantan Akibat Pengaruh Pakan Tambahan Sotong dan Biji Bunga Matahari……….652
xi
Nur Ducha1, Ulfi Faizah2, Ghea Dionita Sanora3, Makmun Murod4………..652
Keanekaragaman Serangga Pengunjung Bunga pada Koleksi Tumbuhan Akuatik di Kebun Raya Purwodadi……….658
Fitrahyanti Fiqqi Maghfirah1, Rony Irawanto2………658
Perbaikan Gejala-gejala Diabetes Melitus pada Tikus Diabetes Tipe 2 oleh Jus Rumput Laut Cokelat (Sargassum sp)………665
Muhamad Firdaus………665
Resistensi Insektisida Deltramethrin pada Aedes aegypty sebagai Vektor Penular Demam Berdarah Dengue………...672
I Gede Wempi Dody Surya Fermadi1………..672
Keanekaragaman dan Kekerabatan Srikaya (Annona) di Jawa Timur Berdasarkan Bukti Taksonomi : Morfologi dan Fitokimia……….676
Nanda Tetuka1, Nurlita Anggraini2………..676
Keanekaragaman dan Kekerabatan Jati di Pacet Mojokerto………683
Valentina Wahyuningsih1, Risky Ananta Putri2………..683
Karakterisasi Morfologi Varietas Cucumis melo L. sebagai Penanda Aagronomi……….691
Nanik Sufiya1, Ari Dwi Jayanti2, Misriyah3………691
Kekerabatan Sukun Madura dengan Sukun Jawa dan Kluwih Ditinjau dari Karakter Morfologi dan Fitokimia………698
Ayu Ayatul Machshunah1, Siska Nuraini2………...698
Kajian Hubungan Kekerabatan Spesies Anggota Amaranthus………..705
Roberto Charles Neneotek1, Wardha Maulidya Pratiwi2……….705
Keragaman Tanaman Sukun (Artocarpus altilis P.) Berdasarkan Karakter Morfologi di Daerah Istimewa Yogyakarta……….711
Arini Al Ifah1, Endang Yuniastuti2, Parjanto2………..711
Piper phyllostictum (Miq.) C.DC : Catatan Baru Lada Liar dari Sumatera………..717
Inggit Puji Astuti1, Esti Munawaroh1………717
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Mengkudu (Morinda citrifolia) terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli dengan Menggunakan Metode Difusi Cakram dan Sumuran………721
Vita Merry Marantika1, Asti Wulansari1………..721
Pengembangan Buku Ajar Berbasis Inkuiri Materi Metabolisme Karbohidrat……….727
Yuliani1, Sari Kusuma Dewi1, Yuni Sri Rahayu1………..727
Index Author ... 733
Seminar Nasional Biologi “Inovasi Pendidikan dan Penelitian Biologi 2018…
531 Prosiding Seminar Nasional Biologi 2018_ ISBN: 978.602.0951.22.5
Pemanfaatan Eceng Gondok (Eichornia crassipes) melalui Proses Fermentasi sebagai Alternatif Pakan Ternak Ruminansia
Yolanda Ayu Pratiwi1, Agustina Mirawati2, Widia Lestari3, Herlina Fitrihidajati4
1,2,3,4 Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Surabaya
E-mail Korespondensi: [email protected]
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kualitas hasil fermentasi Eceng gondok (Eichornia crassipes) sebagai pakan Ternak Ruminansia. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2017. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan 1 perlakuan yaitu pemanfaatan ragi tempe sebesar 14 gr/kg.
Eceng gondok dan tanpa ragi sebagai kontrol dengan lama fermentasi selama 5 hari. Jumlah ulangan dalam penelitian ini sejumlah 5 ulangan untuk perlakuan dan 2 ulangan untuk kontrol. Parameter yang diamati adalah kualitas Eceng gondok terfermentasi meliputi kandungan abu, protein kasar, lemak kasar, serat kasar, ME serta struktur fisik pakan ternak. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Eceng gondok terfermentasi memiliki kandungan nutrisi lebih baik dibandingkan kontrol. Kualitas Eceng gondok terfermentasi dengan menggunakan ragi tempe memiliki kandungan abu (10,43%), protein kasar (9,50%), lemak kasar (8,92%), serat kasar (29,65%), dan ME (1819,35 Kkal/kg).
Struktur fisik Eceng gondok terfermentasi berwarna coklat kehitaman, berstruktur remahan, dan berbau khas tempe.
Kata Kunci: Eceng gondok, Fermentasi, Pakan Ternak Ruminansia.
PENDAHULUAN
Pencemaran air yang tinggi di lingkungan perairan mendorong pola pikir manusia untuk mencari alternatif usaha yang dapat mengatasi permasalahan tersebut. Salah satu penyebab pencemar air yang paling banyak ditemukan di lingkungan perairan adalah tanaman Eceng gondok. Eceng gondok (Eichornia crassipes) merupakan gulma air yang hidup terapung pada permukaan air dan banyak terdapat di selokan, parit, sawah, kolam, danau maupun sungai dengan kecepatan aliran air yang lambat dan saluran irigasi. Keberadaan tanaman Eceng gondok yang berlebih dapat menyebabkan terganggunya ekosistem perairan serta keberlangsungan makhluk hidup yang lain, khususnya biota perairan tawar.
Eceng gondok yang berada pada permukaan air akan menutupi perairan, sebagaimana diketahui bahwa di bawah permukaan air terdapat berbagai macam biota, hal ini dapat menghalangi masuknya suplai udara dan cahaya bagi biota yang tinggal di bawah perairan. Selain itu, dampak negatif dari Eceng gondok ialah dapat menjadikan perairan menjadi dangkal karena Eceng gondok yang telah mati akan menumpuk pada permukaan air. Eceng gondok juga dapat mengurangi jumlah air, karena mampu menyebar ke seluruh permukaan air yang akan menyebabkan evapotranspirasi yang berarti jumlah
kehilangan air akan bertambah akibat pertumbuhan Eceng gondok yang begitu cepat sehingga memiliki daun yang lebar.
Telah banyak kontribusi yang dilakukan untuk memanfaatkan Eceng gondok, antara lain adalah usaha menggunakan Eceng gondok sebagai pakan ternak unggas, seperti itik (Wahyono et al. 2005) serta sebagai pakan ikan nila merah (Muchtaromah et al. 2009). Penelitian Astuti (2008) menyatakan bahwa kandungan kimia pada tangkai Eceng gondok segar adalah air 92,6%, abu 0,44%, serat kasar, 2,09%, karbohidrat 0,17%, lemak 0,35%, protein 0,16%, fosfor 0,52%, kalium 0,42%, klorida 0,26%, alkanoid 2,22% sedangkan pada keadaan kering Eceng gondok mempunyai kandungan selulosa 64,51%, pentosa 15,61%, silika 5,56%, abu 12%
dan lignin 7,69%. Tingginya kandungan selulosa dan lignin pada Eceng gondok menyebabkan bahan tersebut sulit terdekomposisi secara alami. Selain itu Eceng gondok merupakan bahan pakan yang ketercernaannya rendah karena banyak mengandung serat kasar (16,79%).
Menurut Fitrihidajati, dkk (2015) Eceng gondok sangat berpotensi untuk pakan hewan ruminansia. Pengolahan Eceng gondok menjadi bahan pakan yang bernilai gizi baik dan mudah dicerna, dapat ditempuh dengan menggunakan teknologi fermentasi. Penentuan tehnik fermentasi didasarkan pada penelitian Fitrihidajati, dkk (2015) dengan menggunakan
Seminar Nasional Biologi “Inovasi Pendidikan dan Penelitian Biologi 2018…
533 Prosiding Seminar Nasional Biologi 2018_ ISBN: 978.602.0951.22.5
ragi tempe 14gram/kg Eceng gondok dan lama waktu fermentasi 5 hari. Berdasarkan uraian diatas maka dilakukan penelitian tentang pemanfaatan dan pengolahan Eceng gondok sebagai pakan ternak ruminansia melalui tehnik fermentasi.
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan 1 jenis perlakuan yaitu dengan penambahan ragi tempe dan kontrol.
Penelitian ini dilakukan pada tanggal 1 November 2017 sampai tanggal 16 November 2017. Penelitian ini melalui 4 tahap yaitu tahap perajangan, pengeringan, pemasakan, dan fermentasi. Tahap perajangan, pencacahan dan pengeringan Eceng gondok dilakukan di rumah kompos Universitas Negeri Surabaya. Tahap pencampuran bahan, pengukusan dan peragian Eceng gondok dilakukan di gedung C10 sedangkan tahap fermentasi dilakukan di Kumbung Jamur Jurusan Biologi Universitas Negeri Surabaya. Eceng gondok yang digunakan berasal dari daerah sungai kawasan keputih Surabaya yang telah melalui pengujian logam berat di Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga dan dinyatakan bebas kandungan kandungan logam berat.
Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Eceng gondok 10 kg, serbuk bonggol jagung 2,5 kg, tetes tebu (molase) sebanyak 75 cc, ragi tempe 140 gr, air untuk mengukus dan daun pisang. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah mesin perajang, pisau, telenan, loyang, kompor, dandang pengukus, termometer, soil tester, keranjang fermentasi. Proses fermentasi ini dimulai dari pemotongan Eceng gondok dengan ukuran kira-kira 15 cm pada setiap batang dan daunnya. Eceng gondok yang sudah dipotong kemudian dirajang menggunakan mesin perajang. Setelah itu, Eceng gondok dijemur selama 1 hari. Selanjutnya dilakukan proses pemasakan, diawali dengan pencampuran serbuk bonggol jagung dan molase pada Eceng gondok. Kemudian dikukus selama ±20 menit.
Eceng gondok yang telah dikukus, diangkat kemudian di keringanginkan hingga mencapai suhu ±27°C dan ditambahkan ragi tempe.
Pemberian ragi tempe pada suhu ruang bertujuan supaya mikroorganisme fermentasi dapat berkembang dengan baik. Eceng gondok
yang siap di fermentasi dimasukkan pada keranjang kotak yang telah dialasi daun pisang pada bagian samping, bawah, dan tutup pada bagian atasnya. Fermentasi dilakukan selama 5 hari kemudian pengukuran suhu, pH dan kelembapan dilakukan setiap hari untuk mengontrol pertumbuhan ragi tempe. Setelah proses fermentasi, bahan kembali dijemur sampai menjadi remah (kering) (Fitrihidajati, 2015). Kualitas hasil fermentasi kemudian dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan kualitas pakan ternak Eceng gondok melalui fermentasi oleh ragi tempe dan tanpa melalui fermentasi.
HASIL
Hasil penelitian kualitas fermentasi Eceng gondok ditinjau dari kandungan nutrisi yang meliputi kandungan abu, lemak kasar, protein kasar, serat kasar dan ME (Tabel 1.) Tabel 1. Analisis Uji Proksimat Sampel Eceng Gondok
dan Eceng Gondok Terfermentasi.
Perlakuan
Hasil Analisis (%) Abu
(%) PK (%)
LK (%)
SK (%)
ME (Kkal/kg) EGR 11.82 9,50 8,92 29,65 1800.67 EGTR 10.42 9,25 8,41 21,05 1600.62 Keterangan :
EGR = Eceng Gondok Ragi EGTR = Eceng Gondok Tanpa Ragi PK = Protein Kasar (%)
LK = Lemak Kasar (%) SK = Serat Kasar (%)
ME = Metabolyzed Energy (Kkal/kg)
Kandungan nutrisi Eceng gondok dengan penambahan ragi dan tanpa penambahan ragi memiliki perbedaan yang kecil, dapat ditunjukkan pada (Gambar 1).
Gambar 1. Grafik Perbandingan Kualitas Eceng Gondok dengan Fermentasi dan Tanpa Fermentasi dengan Parameter Abu, Protein Kasar, Lemak Kasar,
dan Serat Kasar.
0 10 20 30 40
Abu PK LK SK
Column1 EGR EGTR
Seminar Nasional Biologi “Inovasi Pendidikan dan Penelitian Biologi 2018…
534 Prosiding Seminar Nasional Biologi 2018_ ISBN: 978.602.0951.22.5
Kandungan Standar Mutu Pakan Ternak Ruminansia berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian (2009) harus memiliki kandungan abu maksimal (12%), protein kasar minimal (13%), lemak kasar minimal (7%), serat kasar minimal (12%) dan ME minimal (2500 kkal/kg). Hasil penelitian fermentasi Eceng gondok menunjukkan bahwa kandungan abu, lemak kasar, serat kasar telah memenuhi standar baku mutu pakan ternak ruminansia sehingga layak untuk digunakan sebagai pakan ternak. Pakan ternak berbahan baku Fermentasi Eceng gondok ini dapat digunakan sebagai pakan tambahan/alternatif bagi ruminansia untuk penambahan nutrisi.
PEMBAHASAN
Sumber protein pada pakan ini berasal dari pemberian ragi tempe. Pada penelitian ini, kandungan protein pada fermentasi Eceng gondok belum memenuhi standar baku mutu ruminansia. Menurut (Rokhmah, 2008) fermentasi tempe berbahan dasar kara benguk (Mucuna pruriens) memiliki kadar protein terlarut optimal pada hari ke-3 (36 jam) tetapi bila fermentasi memiliki jangka waktu lebih maka akan dihasilkan amoniak yang memiliki flavour berbeda dan dapat menyebabkan busuk.
Pada penelitian ini lama fermentasi berlangsung selama 5 hari, dapat diasumsikan fermentasi telah mencapai kadar optimum sehingga menghasilkan amoniak yang akan menyebabkan pembusukan.
Kandungan ME (Metabolyzed Energy) pada hasil fermentasi Eceng gondok yaitu sebesar 1800,67 Kkal/kg, menurut Peraturan Menteri Pertanian masih belum memenuhi standar baku kandungan ME minimum pada pakan. Menurut Anggitasari (2016) pakan dengan ME (Metabolyzed Energy) yang rendah dapat disiasati dengan mengkonsumsi pakan lain untuk memenuhi kebutuhan energinya.
Peningkatan kadar serat kasar/serat tercerna fermentasi Eceng gondok setelah proses fermentasi menunjukkan adanya kandungan selulosa yang tinggi. Menurut Anggorodi (1988) selulosa tidak dapat dicerna dan tidak dapat digunakan sebagai pakan kecuali pada hewan- hewan ruminansia (sapi, domba, kambing) yang mempunyai organisme selulotik dalam rumennya. Organisme tersebut mampu mensistesis enzim selulose yang dapat
mencerna dan merombak selulosa menjadi disakarida selobiose. Selobiose ini kemudian dihidrolisis menjadi glukosidase. Selain itu, peningkatan kadar serat kasar juga disebabkan oleh adanya mikroorganisme yang terdapat pada ragi tempe.
Kadar lemak pada pakan akan berpengaruh terhadap rasa dan tekstur pakan.
Lemak kasar pada pakan ruminansia melalui fermentasi Eceng gondok mengalami kenaikan relatif kecil jika dibandingkan dengan lemak kasar yang terdapat pada perlakuan tanpa fermentasi. Pada Eceng gondok terfermentasi, kadar lemak yaitu sebesar 8.92% sedangkan pada Eceng gondok tanpa fermentasi kadar lemak lebih kecil yaitu 8.41%. Kadar lemak pada pakan setelah proses fermentasi lebih baik daripada sebelum difermentasi.
Suhu saat fermentasi memiliki pengaruh pada kandungan nutrisi Eceng gondok. Saat fermentasi, suhu Eceng gondok berkisar atara 40-500 C. Tingginya suhu pengolahan fermentasi Eceng gondok mengakibatkan terjadi proses pencoklatan atau maillard (Hapsari, 2006). Hal ini yang menyebabkan warna hasil fermentasi Eceng gondok berwarna kecoklatan.
Gambar 2. Hasil fermentasi Eceng gondok (Eichornia crassipes).
Ragi tempe pada fermentasi Eceng gondok digunakan sebagai starter karena pada ragi tempe terkandung sejumlah mikroorganisme dari kelompok selulolitik, amilolitik, proteolitik dan lipolitik. Kelompok selulolitik akan mendegradasi selulosa menjadi komponen penyusunnya yaitu glukosa (Isnawati 2010), kelompok amilolitik akan menguraikan komponen amilum yang terdapat pada bahan baku pakan menjadi glukosa, komponen protein akan diuraikan menjadi peptide yang lebih sederhana oleh organisme proteolitik. Sedangkan komponen lemak akan
Seminar Nasional Biologi “Inovasi Pendidikan dan Penelitian Biologi 2018…
535 Prosiding Seminar Nasional Biologi 2018_ ISBN: 978.602.0951.22.5
disederhanakan oleh kelompok lipolitik (Antonius, 2009).
Proses pendegradasian Eceng gondok oleh ragi tempe, pertama-tama kapang melakukan degradasi dinding sel dari jaringan- jaringan penyusun Eceng gondok menggunakan enzim ekstraseluler sehingga sel- sel penyusun Eceng gondok tidak terlindungi oleh dinding sel, karena adanya perbedaan tekanan osmosis didalam dan di luar sel akibat adanya penambahan molase sebelum proses fermentasi. Keadaan Tekanan osmosis dalam sel lebih tinggi dibanding di luar sel, hal ini menyebabkan air yang ada diluar sel masuk ke dalam sel dan sel-sel penyusun Eceng gondok mengalami lisis. Setelah lisis, material-material organik yang ada di dalam sel-sel tersebut dapat didegradasi dan digunakan oleh kapang dan mikroba untuk proses pertumbuhan dan pembentukan enzim-enzim ekstraseluler yang lain (Zaman dkk., 2013). Hal ini didukung oleh Saraswati dkk. (2010) yang mengemukakan bahwa degradasi bahan organik dimulai dengan sekresi enzim ekstraseluler yang dapat menghidrolisis molekul kompleks berukuran besar menjadi molekul lebih kecil sehingga dapat dimanfaatkan oleh organisme lain.
Mikroba yang terdapat di dalam bahan organik tidak dapat langsung memetabolisme partikel bahan organik tidak larut. Mikroba memproduksi enzim ekstra seluler untuk depolimerisasi senyawa berukuran besarmenjadi kecil dan larut dalam air (substrat bagi mikroba). Pada saat itu mikroba mentransfer substrat tersebut ke dalam sel melalui membran sitoplasma untuk menyelesaikan proses dekomposisi bahan organik.
Penambahan molase juga berpengaruh terhadap peningkatan kadar protein kasar pada Eceng gondok yang telah terfermentasi.
Penelitian Zaman (2013), menyatakan bahwa adanya penambahan molase encer sebelum proses fermentasi menyebabkan di dalam sel tekanan osmosisnya lebih tinggi (konsentrasi air di dalam sel lebih rendah di banding di luar sel), maka air yang ada di luar sel masuk kedalam sel dan menyebabkan sel-sel penyusunan Eceng gondok mengalami lisis. Setelah lisis material- material organik yang ada di sel-sel tersebut dapat di degradasi dan digunakan oleh kapang dan mikroba pada ragi tempe untuk proses pertumbuhan dan pembentukan enzim-enzim
ekstraseluler yang lain sehingga protein kasar meningkat.
SIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis uji proksimat menunjukkan kandungan nutrisi Eceng gondok melalui fermentasi yaitu sebesar abu (10,43%), protein kasar (9,50%), lemak kasar (8,92%), serat kasar (29,65%), dan ME (1819,35 Kkal/kg). Dari semua nutrisi yang dikandung pada Eceng gondok terfermentasi hanya protein kasar dan ME yang belum memenuhi baku standar pakan ternak ruminansia, sehingga dapat disimpulkan bahwa Eceng gondok layak untuk digunakan sebagai pakan ternak altenatif/tambahan ruminansia namun tidak menghilangkan pakan utama (hijauan).
DAFTAR PUSTAKA
Aniek, S.2003. Kerajinan Tangan Enceng Gondok.
Jawa Tengah: Balai Pengembangan Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda (BPPLSP).
Anggitasari, S., O. Sjofjan., I. Hadji Djunaidi.
2016. Pengaruh Beberapa Jenis Pakan Komersial Terhadap Kinerja Produksi Kuantitatif dan Kualitatif Ayam Pedaging. Journal Buletin Peternakan Vol.
40 (3) :187-196, Oktober 2016. Malang : Universitas Brawijaya.
Anonim. 2014. Ebookpangan 2006: Pengujian Organoleptik (Evaluasi Sensori) Dalam
Industri Pangan.
http://www.tekpan.unimus.ac.id/.../P engujian-Organoleptik-dalam-Industri- Pangan.html. Diakses pada 28 Desember 2014 pukul 20.30 WIB.
Antonius. 2009. Potensi Jerami Padi Hasil FermentasiProbion sebagai Bahan Pakan dalam Ransum Sapi Simmental. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner, 240245.
Astuti R. D, 2008. Analisis Kandungan Nutrisi Pada Eceng Gondok. Institute Pertanian Bogor, Bogor.
Ependi D. 2017. Penambahan Ragi Tempe Pada Tepung Gaplek Dengan Lama Fermentasi Dan Dosis Berbeda. Artikel Skripsi. Universitas Nusantara PGRI Kediri.
Seminar Nasional Biologi “Inovasi Pendidikan dan Penelitian Biologi 2018…
536 Prosiding Seminar Nasional Biologi 2018_ ISBN: 978.602.0951.22.5
Fitrihidajati, H., E. Ratnasari, Isnawati, dan G.
Soeparno. 2015. Kualitas Hasil Fermentasi pada Pembuatan Pakan Ternak Ruminansia Berbahan Baku Eceng Gondok (Eichornia crassipes).
Biosaintifika Journal of Biology & Biology Education 7 (1)
Hapsari. R. P. 2006. Energi Metabolis dan Efisiensi Penggunaan Energi Rasum Ayam Boiler Yang Mengandung Limbah Restoran Sebagai Pengganti Dedak Padi.
Skripsi. Institut Pertanian Bogor
Isnawati. (2010). Pengaruh Pemberian Berbagai Bioactivator dan Lama Fermentasi Amoniasi Terhadap Peningkatan Kandungan Protein Kasar (PK) dan Penurunan Serat Kasar (SK) Limbah Pertanian untuk Pakan Ternak Domba . Surabaya: Laporan Penelitian Lemlit UNESA.
Kurniawati. 2007. Pengaruh Asam Asetat dan Asam Laktat sebagai Antibakteri Terhadap Bakteri Salmonellasp. yang Diisolasi dari Karkas Ayam.Jurnal Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner 2007: 930-934.
Laryska, Nabila dan Tri Nurhajati. 2013.
Peningkatan Kadar Lemak Susu Sapi Perah dengan Pemberian Pakan Konsentrat Komersial Dibandingkan Ampas Tahu. Jurnal Agroveteriner Vol 1 No 2 Tahun 2013. UNAIR.
Mahfudz, L. D., W. Sarengat dan B.
Srigandono.2000. Penggunaan ampas tahu sebagai bahan penyusun ransum ayam broiler. Prosiding Seminar Nasional Pengembangan Peternakan Lokal, UniversitasJendral Sudirman, Purwokerto.
Masturi, A., Lestari dan R. Sukadarwati.
1992.Pemanfaatan Limbah Padat Industri Tahu Untuk Pembuatan Isolasi Protein.
Balai Penelitian dan Pengembangan Industri.Departemen Perindustrian, Semarang.
Pamungkas, F. B, E. Sutrisno, S. Sumiyati. 2014.
Pengaruh Variasi Waktu Fermentasi Terhadap Peningkatan Protein Pada Pakan Ternak Dari Campuran Isi Rumen Sapi dan Limbah Kulit Kopi Dengan Jamur Trichoderma viride. 2014. Jurnal Online. Diakses pada 6 Desember 2017.
Rokhmah, Nur Laela. 2008. Kajian Kadar Asam Fitat dan Kadar Protein selama Pembuatan Tempe Kara Benguk
(Mucuna pruriens) dengan Variasi Pengecilan Ukuran dan Lama Fermentasi. Thesis. UNS.
Saraswati R, Santoso E, dan Yuniarti E, 2010.
OrganismePerombak Bahan Organik.
Diakses melalui
http://balittanah.litbang.deptan.go.id/
dokumentasi/buku/pupuk/pupuk10.p df. Diunduh tanggal 10 Desember 2017.
Wardini. 2008. Analisis kandungan Nutrisi pada EcengGondok (Eichornia crassipes) sebagai bahan pakan ternak. Online.
Diakses melalui
http://digilib.itb.ac.id/gdl.php?mod=b rowser&op=read&id=jbptitbpp-
gdlcourse 2001-r-631-sme pada tanggal 3 Januari 2018.
Zaman, Q. (2013). Pengaruh Kiambang (Salivia molesta) yang Difermentasi dengan Ragi Tempe sebagai Suplemen Pakan terhadap Peningkatan Biomassa Ayam Pedaging. Skripsi. Surabaya:Universitas Negeri Surabaya.