Covid-19: Antibodi, Vaksinasi dan Partisipasi 1 September 2021
Teks penuh
(2) Alexey Solodovnikov and Valeria Arkhipova https://nplus1.ru/blog/2021/ 07/29/sars-cov-2-model.
(3) Tonang Dwi Ardyanto Sumber gambar: VIEW. 2021; 2:20200155..
(4) Nat Rev Immunol 20, 581–582 (2020). https://doi.org/10.1038/s41577-020-00436-4. Tonang Dwi Ardyanto.
(5) Sumber: Nat Rev Immunol 20, 581–582 (2020). https://doi.org/10.1038/s41577-020-00436-4. Tonang Dwi Ardyanto.
(6) Kuantitas dan Kualitas Jumlah dan Maturasi Nature Reviews Immunology volume 20, pages229–238 (2020).
(7) Front. Immunol., 18 December 2020 | https://doi.org/10.3389/fimmu.2020.610688. Vaccines 2020, 8(3), 355; https://doi.org/10.3390/vaccines8030355. Tonang Dwi Ardyanto.
(8) Inactivated. https://www.intvetvaccnet.co.uk/blog/covid-19/vaccine-eight-types-being-tested. Tonang Dwi Ardyanto.
(9) Vaksin Covid. Pfizer Moderna https://www.icfj.org/news/key-quotesunderstanding-how-covid-19-vaccines-work. AZ, Sputnik, Cansino Jansenn. Novavax. Sinovac Sinopharm Tonang Dwi Ardyanto.
(10) npj Vaccines 5, 88 (2020).. Volume 1/Issue 1/25e59.
(11) Kadar/titer protektif Kadar/titer protektif. Ilustrasi respon pembentukan antibodi pada vaksinasi. Tonang Dwi Ardyanto.
(12) Cold-Start. Hot-Start. Kadar/titer protektif Kadar/titer protektif. Ilustrasi respon pembentukan antibodi pada vaksinasi. Tonang Dwi Ardyanto.
(13) Audit KIPI: Klasifikasi Penyebab Spesifik Reaksi yang berkaitan dengan produk vaksin. CONTOH Demam pada DPT. Reaksi yang berkaitan dengan defek kualitas vaksin. CONTOH Vaksin Rotavirus generasi pertama. Reaksi yang berkaitan dengan kekeliruan prosedur pemberian imunisasi. CONTOH Transmisi infeksi melalui vial multidosis yang terkontaminasi. Reaksi yang berkaitan dengan kecemasan yang berlebihan yang berhubungan dengan imunisasi/ reaksi suntikan. Kejadian Koinsiden (Coincidental event). CONTOH. CONTOH. Vasovagal syncope pada seorang dewasa muda setelah imunisasi.. Demam setelah imunisasi dan ternyata ditemukan parasit malari dalam darah..
(14)
(15) Sangat umum (>1 dari 10 orang). Umum (1 dari 10 orang). • Nyeri, gatal, dan rasa panas di area suntikan • Merasa tidak enak badan • Menggingil atau demam • Sakit kepala • Mual • Nyeri sendi atau nyeri otot. • Bengkak, kemerahan, dan benjolan di area suntikan • Demam • Muntah atau diare • Radang tenggorokan • Pilek atau batuk • Menggigil.
(16) Jarang (1 dari 100 orang). Sangat Jarang atau Langka. • Nafsu makan menurun • Sakit perut • Kelenjar getah bening membesar • Keringat berlebih • Kulit gatal atau ruam. • Syok anafilaktik 1:1 juta (risikonya ada pada semua pemberian obat, terutama suntikan) • Maka semua tempat vaksinasi harus menyiapkan sarpras khusus • Ada observasi 30 menit setelah disuntik.
(17) https://www.europeanreview.org/.
(18)
(19)
(20)
(21) Bersifat sementara, sudah disusun bagan alur tata laksananya..
(22) Bersifat sementara, sudah disusun bagan alur tata laksananya..
(23) Bersifat sementara, sudah disusun bagan alur tata laksananya..
(24) Bersifat sementara, sudah disusun bagan alur tata laksananya..
(25)
(26) Antibody-dependent Enhancement (ADE) ?. Ulrich, H., Pillat, M.M. and Tárnok, A. (2020), Dengue Fever, COVID-19 (SARS-CoV-2), and Antibody-Dependent Enhancement (ADE): A Perspective. Cytometry, 97: 662-667. doi:10.1002/cyto.a.2404. • Belum ada laporan ADE pada Uji Klinik dan pada pelaksanaan vaksinasi sampai saat ini • Secara teori, ikatan dengan FcγRII dengan SARS CoV 2 tidak berlanjut dengan replikasi intraseluler. • Masih ada jalur lain, tapi simpulan terjauh adalah risikonya kecil International Journal of Infectious Diseases 100 (2020) 483–489.
(27) Cold-Start. Hot-Start. Kadar/titer protektif Kadar/titer protektif. Ilustrasi respon pembentukan antibodi pada vaksinasi. Tonang Dwi Ardyanto.
(28) Safety Faktor Keamanan menjadi penentu pertama dan utama. Imunogenisitas Membentuk antibodi Bertahan lama. Efikasi sakit Mencegah timbulnya gejala atau gejala yang berat. Efikasi infeksi Mencegah terjadinya infeksi. Masa Proteksi Berapa lama imunitas spesifik itu bertahan. Membutuhkan uji klinik bertahap jangka panjang (ratarata 5-15 tahun), sulit dilakukan pada saat pandemi Dilakukan beberapa uji klinik secara simultan, dengan subyek dari sederhana sampai makin kompleks Tonang Dwi Ardyanto Science 13 Nov 2020: Vol. 370, Issue 6518, pp. 763-765.
(29) Cold-Start. Hot-Start. Hot-Start ?. Kadar/titer protektif Kadar/titer protektif. Ilustrasi respon pembentukan antibodi pada vaksinasi. Tonang Dwi Ardyanto.
(30) 36/49/73 hari?. 90/105/110 hari?. April 9, 2021 517 patients outpatient follow-up, 546 serum samples collected, 128 blood samples up to 180 days postsymptom onset. Neutralization is tested with svNT.. 32% Ada 4 skenario kinetika antibodi28% dari telaah laporan Antibodi diprediksikan pustaka: bertahan 1,5-2 tahun A. Awal tinggi, bertahan lama B. Awal sedang, bertahan lama 30% with svNT C. Awal tinggi, tidak bertahan lama Level deteksi D. Awal rendah, tidak bertahan lama NR. 1-2%, or delayed response?. Seminars in Immunology 50 (2020) 101422 CMAJ 2020 August 24;192:E973-9. doi: 10.1503/cmaj.201588. Bahkan ada kemungkinan ke 5: 27% Tidak terbentuk antibodi yang mencapai 12% level deteksi alat ukur. 180 hari. Tonang Dwi Ardyanto.
(31) https://www.medrxiv.org/content/10.1101/2021.05.28.21254613v1.
(32) AZ. Pfizer 1 : 3,9%. 1 : 3,9% 3 : 58,7%. 3 : 27,5%. 2 : 31,6% 4 : 5,8%. 2 : 63,5% 4 : 5,1%.
(33) Demographical and clinical factors associated with a lower COVID-19 vaccine immune response Male sex Older age (i.e., >65 years) High body mass index (i.e., 25 kg/m2) Immunosuppressive treatments Cancer (especially hematologic malignancies) End-stage renal disease/dialysis Endemic appearance of novel variants of concern (VOCs) Lippi et al. Diagnostics 2021, 11, 941.
(34) Sumber gambar: VIEW. 2021; 2:20200155. Tonang Dwi Ardyanto.
(35) Published: 17 May 2021.
(36) Projection of cut off level of IgG Anti RBD (28 days post vaccine) Related to Protection Efficacy 50%. 60%. 70%. 80%. 90%. BAU (1). 18. 50. 165. 506. 2360. roche (0.942). 19.1. 53.1. 175.2. 537.2 2,505.3. Abbott (0.142). 126. 352. 1,162. 3,563. Wondfo (20.0). 0.9. 2.5. 8.3. 25.3. 118.0. Siemens (21.8). 0.8. 2.3. 7.6. 23.2. 108.2. 16,619. BAU=Binding Antibody Unit Shuo Feng , medRxiv preprint doi: https://doi.org/10.1101/2021.06.21.21258528.
(37) FDA. 2/6/2021. Tonang Dwi Ardyanto.
(38) Terapi Plasma Konvalesen pada Covid-19. FDA. 2/6/2021. 120-128 BAU/mL dalam 200 mL plasma donor Bercampur plasma pasien, terencerkan sekitar 12-14 kali. DONOR. Plasma 2,2 - 2,7 L. Sekitar 9 - 11 BAU/mL. Rata-rata volume darah 4 - 5 L / orang Plasma 2,2 - 2,8 L/orang Sesuai standar FDA (update 2 Juni 2021), kadar antibodi terendah calon donor adalah 120-128 BAU/mL. Kadar akhir dalam tubuh pasien adalah 9 - 11 BAU/mL. Sudah dapat membantu pasien melawan virus dan sembuh dari Covid-19.. PASIEN 840 AU/mL x 0.142 = 120 BAU/mL 132 U/mL x 0.972 = 128 BAU//mL. @ 31/8/2021.
(39) Cold-Start. Hot-Start. Hot-Start ?. Kadar/titer protektif Kadar/titer protektif. Ilustrasi respon pembentukan antibodi pada vaksinasi. Tonang Dwi Ardyanto.
(40)
(41)
(42) Crotty S. Hybrid immunity. Science 2021 Jun 25; 372:1392.
(43) Nat Rev Immunol 21, 395–404 (2021). https://doi.org/10.1038/ s41577-021-00550-x.
(44) 2 dosis. 1 dosis. July 1, 2021 N Engl J Med 2021; 385:90-92. 1 dosis. 2 dosis. 1 dosis. SARS-CoV-2 Antibody Response in Persons with Past Natural Infection.
(45)
(46)
(47) Varian awal dan Varian tidak signifikan, TETAP TERCEGAH antibodi. Reseptor. AB. AB. Varian awal, maupun yang tidak signifikan, tetap dapat dihambat oleh antibodi. Banyak jumlahnya.. Sel Manusia. Hanya Sebagian Varian Signifikan yang Lolos Tonang Dwi Ardyanto.
(48) Science 23 Jul 2021: Vol. 373, Issue 6553, pp. 397-399.
(49) Cheng et al., Science 372, 1439–1443 (2021).
(50) Reseptor Reseptor. AB. Sel Manusia. Sel Manusia. Tonang Dwi Ardyanto.
(51) https://www.economist.com/briefing/2021/02/13/when-covid-19vaccines-meet-the-new-variants-of-the-virus.
(52)
(53) Tanggal Varian. 21 Juni 2021 Proporsi. Alfa. CFR. 70,3. 5 Juli 2021 Proporsi. CFR. 56,5. 19 Juli 2021 Proporsi. 49,3. < 50 tahun. Delta. 1,9 28,8. 1,9 42,6. > 50 tahun Total. 0,3. SARS-CoV-2 variants of concern and variants under investigation in England Technical briefing 21 6 Agustus 2021. 0,2. Proporsi. CFR. 42,8. 50,0. < 50 tahun. 2 Agustus 2021. 0,1 4,8 1,1. > 50 tahun Total. CFR. (Dalam %). Proporsi. CFR. 36,8 0,1 4,8 1,1. 56,7 0,0 1,8 0,2. 15 Agustus 2021. 0,1 4,8 1,1 62,7. 0,0 2,0 0,2. 0,0 2,2 0,3 Tonang Dwi Ardyanto.
(54) Vaccine effectiveness dropped from 91% to 66% since the SARSCoV-2 Delta variant became predominant.. Tonang Dwi Ardyanto.
(55) • Pada periode 2 Februari - 7 Juli 2021, diharapkan sudah mencakup fase gelombang karena varian delta di Chille Tonang Dwi Ardyanto.
(56) 2 Februari 2021 - 7 Juli 2021, Cakupan Vaksinasi 87% (dosis 1) dan 80% (dosis 2) dari target sasaran Mencegah Kejadian Covid-19 Bergejala. Mencegah Perawatan di RS Akibat Covid-19. Mencegah Perawatan di ICU akibat Covid-19. Mencegah Kematian akibat Covid-19. Proorsi Vaksin. 67%. 85%. 89%. 80%. (65-69%). (83-87%). (84-92%). (73-86%). Sinovac 90,1% Pfizer 9,9%. 65,9%. 87,5%. 90,3%. 86,3%. (65,2% - 66,6%). (86,7% - 86,2%). (89,1% - 91,4%). (84,5% - 87,9%). Sinovac 85,35% Pfizer 14,65%. 58,49%. 86,02%. 89,68%. 86,38%. 75,26%. (58,02% - 58,96%). (85,58% - 86,45%). (89,10% - 90,23%). (85,57% - 87,15%). 87,69. 97,15%. 98,29%. (87,25% - 88,12%). (96,63% - 97,58%). (97,64% - 98,76%). * Vaksin produk AZ = 2,19% masih terlalu sedikit, belum dapat disimpulkan https://www.gob.cl/yomevacuno/#vacunados diakses terakhir 18/8/2021 13.45 WIB. 100%. 22,54%.
(57) 2 Februari 2021 - 7 Juli 2021, Cakupan Vaksinasi 87% (dosis 1) dan 80% (dosis 2) dari target sasaran Mencegah Kejadian Covid-19 Bergejala. Mencegah Perawatan di RS Akibat Covid-19. Mencegah Perawatan di ICU akibat Covid-19. Mencegah Kematian akibat Covid-19. Proorsi Vaksin. 58,49%. 86,02%. 89,68%. 86,38%. Chile. (58,02% - 58,96%). (85,58% - 86,45%). (89,10% - 90,23%). (85,57% - 87,15%). Dosis 1. Mencegah Covid-19 Ringan. Mencegah Covid-19 Sedang. Mencegah Covid-19 Berat. Proorsi Vaksin. 13,80%. 59,0%. 70,2%. China. (-60,2% - 54,8%). (16,0%-81,6%). (29,6% - 89,3%). 100%*. * Jumlah kasus meninggal sedikit, sehingga belum ada risiko over-claim.
(58) UK dan Indonesia Kasus. UK dan Indonesia Kematian.
(59) Efektivitas CoronaVac dosis lengkap dalam mencegah infeksi COVID-1 9 pada bulan Januari-Maret sebesar 84% (Selang kepercayaan 95%: 82-86%).
(60)
(61)
(62)
(63)
(64)
(65) Estimasi vacination coverage 40%. Jumlah kasus baru <50% dari puncak sebelumnya, minimal selama 3 pekan berturut-turut (KMK 413/2020). Syarat Vaksinasi Berhasil: Kualitas Program dan Keberterimaan Terutama Ketersediaan vaksin dan persepsi positif masyarakat Estimasi vaccination coverage 70-75%. Tonang Dwi Ardyanto.
(66) Partisipasi Mahasiswa Kedokteran • Mencari, memilah, memilih dan menyusun informasi kredibel • Membantu pelaksanaan vaksinasi di luar aspek yang mengharuskan legalized competence • Menjadi hub net dalam komunikasi selama masa pemantuan paska vaksinasi • Menyusun kajian ilmiah terhadap pelaksanaan vaksinasi.
(67)
(68)
(69)
(70)
(71)
(72) Tonang Berbincang: Tentang Covid. Tonang Dwi Ardyanto.
(73)
Dokumen terkait
SARS- CoV-2 (Covid-19) telah menghasilkan dampak yang signifikan secara psikologis terhadap kesehatan mental masyarakat umum, dengan depresi dan kecemasan yang
KESATU : Menetapkan pelaksanaan vaksinasi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) bagi anak usia 6 (enam) sampai dengan 11 (sebelas) tahun dengan menggunakan vaksin COVID-19 Bio
Meskipun banyak hal yang belum diketahui terkait virus SARS-CoV-2 dan COVID 19 serta penyakit yang disebabkannya, sangat jelas bahwa pasien dengan penyakit tidak
Dalam rangka percepatan pelaksanaan vaksinasi COVID-19, anggaran pelaksanaan vaksinasi COVID-19 terlebih dahulu menggunakan dana yang bersumber dari Anggaran
1) Melengkapi diri dengan kartu/sertifikat vaksin COVID-19;.. 2) Bagi PPDN yang telah mendapatkan vaksinasi COVID-19 dosis 2 (penuh) tidak perlu melampirkan surat
Judul KTI : Nilai Diagnostik RDT Antibodi SARS-COV-2 dengan RT-PCR COVID-19 : Data Sekunder di Rumah Sakit Nasional Diponegoro.. Maka kami Mohon Bapak/Ibu untuk menguji Hasil KTI
(2) Dalam hal pengadaan Vaksin COVID-19 untuk pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdapat kelebihan jumlah Vaksin
Petugas Meja Verifikasi Data Sasaran melakukan pencetakan Formulir Pernyataan Pendaftaran Sasaran Vaksinasi COVID-19 atau Formulir Pernyataan Perubahan Data Sasaran Vaksinasi