1
PENGARUH PAJAK DAERAH, RETRIBUSI DAERAH, DAN OTONOMI DAERAH TERHADAP PENDAPATAN
ASLI DAERAH DI KOTA PADANG
Isroy
1, Antoni SE,ME,Ph.D
1, Nurul Huda, SE., M.Si
21
Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi Universitas Bung Hatta Padang Email : [email protected]
2
Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi Universitas Bung Hatta Padang
Abstrak
Otonomi daerah merupakan pemberdayaan daerah dalam pengambilan keputusan daerah yang lebih leluasa untuk mengelola sumber daya yang dimiliki dengan potensi dan kepentingan daerah itu sendiri dan tidak bergantung subsidi dari pusat.namun hal tersebut tidak sesuai dengan kenyataan bahwa penerimaan daerah yang bersumber dari pajak dan retribusi daerah tidak maksimal dalam pemungutannya sehingga tidak mendatangkan manfaat bagi daerah Kota Padang
Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini mengunakan metode analisis regresi linear berganda. Uji hipotesis mengunakan pengujian secara parsial( Uji t), uji simultan (Uji F) dan Uji koefisien Determinasi (R
2). Uji Asumsi Klasik dengan Uji Normalitas, Multikolinearitas, dan Heteroskedastisitas . Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data Pajak Daerah, Retribusi Daerah, PAD di Kota Padang.
Hasil penelitian menunjukan Bahwa Pajak dan Retribusi daerah berpengaruh positif dan signifikan terhadap pad Kota Padang sedangan otonomi daerah berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap PAD Kota Padang
Kata Kunci : PAD, Pajak, Retribusi Daerah, Otonomi PENDAHULUAN
Otonomi daerah merupakan pemberdayaan daerah dalam pengambilan keputusan daerah yang lebih leluasa untuk mengelola sumber daya yang dimiliki dengan potensi dan kepentingan daerah itu sendiri dan tidak bergantung subsidi dari pusat.
Selama tahun penelitian perkem-
bangan PAD kota Padang dari tahun 1995
sebesar Rp.13.559.938,5 ribu meningkat
pada tahun 2000 menjadi sebesar
Rp.23.073.627 ribu. Dan pada tahun
berikutnya total PAD kota Padang juga
mengalami peningkatan dengan nilai
sebesar Rp.39.351.199 ribu, dan
peningkatan PAD kota Padang yang paling
2 tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu pada tahun 2008 dengan nilai PAD di kota Padang mencapai Rp.128.469.134,95 ribu, namun pada tahun berikutnya yaitu tahun 2009 dan 2010 mengalami penurunan dengan nilai masing-masing sebesar Rp.113.254.710,51 ribu dan Rp.124.252.133,43 juta dan kembali mengalami peningkatan nilai PAD di kota Padang Pada tahun 2011 dengan nilai PAD mencapai sebesar Rp.153.123.173,82 ribu. (BPS. Kota Padang, Berbagai Edisi).
Berdasarkan kondisi real realisasi pendapatan Asli Daerah Kota Padang, dapat kita lihat yang memberikan kontribusi paling besar secara rata-rata terhadap PAD Kota Padang adalah pajak daerah yang jika dipersentasekan berkontribusi sebesar 65% terhadap realisasi PAD Kota Padang. Dari tahun 1995 sampai 2004 mengalami peningkatan dari Rp. 4.538.770 ribu meningkat menjadi Rp.16.581.669 ribu. Namun perkembangan pajak daerah dari tahun 2006 sampai 2011 mengalami keadaan yang berfluktuasi. Hal ini terlihat dari perkembangan pajak daerah pada tahun 2006 sebesar Rp.63.586.171 ribu meningkat pada tahun 2008 dengan nilai sebesar Rp 76.795.691,36 ribu, namun pada tahun 2009 Pajak Daerah kota Padang mengalami penurunan dengan nilai sebesar Rp.71.666.752,25 ribu. Sedangkan
pada tahun 2010 mengalami peningkatan kembali dengan nilai realisasi Pajak Daerah sebesar Rp.77.639.340,56 ribu, dan hingga akhir tahun 2011 jumlah pajak daerah kota padang mencapai nilai sebesar Rp.102.412.436,20 ribu (BPS, Kota Padang, Berbagai Edisi).
Sedangkan perkembangan retribusi daerah dari tahun 1995 sampai 1998 mengalami peningkatan dari sebesar Rp.8.270.740 ribu meningkat menjadi Rp.12.305.175 ribu, namun pada tahun 1999 sampai 2000 mengalami penurunan dari sebesar Rp7.119.033,5 ribu menjadi Rp.5.776.211 ribu pada tahun 2000. Dan hingga akir tahun 2011 realisasi retribusi daerah di kota padang mencapai Rp.23.457.002,85 ribu.(BPS, Kota Padang, Berbagai Edisi).
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas, maka permasalahan penelitian dapat dirumuskan sebagai berikut:
1. Apakah Pajak Daerah berpengaruh signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah di Kota Padang?
2. Apakah Retribusi Daerah berpengaruh signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah di Kota Padang?
3. Apakah Otonomi Daerah berpengaruh
Signifikan terhadap Pendapatan Asli
Daerah di Kota Padang?
3 Yang menjadi tujuan dalam melakukan penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui pengaruh Pajak Daerah terhadap Pendapatan Asli Daerah di Kota Padang.
2. Untuk mengetahui pengaruh Retribusi Daerah terhadap Pendapatan Asli Daerah di Kota Padang.
3. Untuk mengetahui pengaruh Variabel Dummy (Otonomi Daerah) terhadap Pendapatan Asli Daerah di Kota Padang.
METODE PENELITIAN
Berdasarkan studi empiris sebelumnya, untuk mengetahui pengaruh Otonomi Daerah, Pajak Daerah, dan Retribusi Daerah sebagai variabel-variabel Independennya dan Pendapatan Asli Daerah di Kota Padang sebagai variabel dependen dapat dinyatakan dalam fungsi sebagai berikut:
Y = f(X1, X2,,X3) ...(1.1) Dengan dapat dibentuk persamaan regresi sebagai berikut:
Y =b
0+b
1X
1+b
2X
2+b
3X
3+ μ....(1.2) Dimana:
Y = Pendapatan Asli Daerah (Ribu Rupiah)
X
1= Pajak Daerah (Ribu Rupiah)
X
2= Retribusi Daerah(Ribu Rupiah) X
3= Variabel Dummy (Otonomi Daerah)
Sebelum = 0 Sesudah = 1 b
0= koefisien konstanta
b
1= koefisien regresi Pajak Daerah b
2= koefisien regresi Retribusi Daerah b
3= koefisien regresi Variabel Dummy (Otonomi Daerah)
u = Disturbance Terms
Sedangkan untuk mengukur elastisitas dari variable terikat terhadap variable bebas yaitu untuk menunjukan presentase perubahan pada variable bebas maka dibentuk logaritma, dari persamaan (2) ditransformasikan dalam bentuk persamaan (3) yang berbentuk logaritma sebaagi berikut:
Log Y =b
0+ b
1Log X
1+ b2 Log X2 + b
3Log X
3+ U...(1.3) Dimana:
Log Y = Elastisitas PAD Kota Padang b
0= konstanta
b
1= Nilai Elastisitas Pajak Daerah X
1= Pajak Daerah
b
2= Nilai Elastisitas Retribusi Daerah
4 X
2= Retribusi Daerah
b
3= Nilai Elastisitas Variabel Dummy (Otonomi Daerah)
X
3= Variabel Dummy (Otonomi Daerah) U = disturbance terms
Selanjutnya untuk mengetahui keakuratan data maka perlu dilakukan beberapa pengujian (Gujarati, 2003).
Uji Parsial ( t-test)
Uji koefisien regresi (t statistik) melihat pengaruh antara variabel indipenden secara individual terhadap variabel dependen.
t test = dimana:
t test = Nilai t yang dihitung b
i= Elastisitas varibla (i) se(bi)= Standar error (i)
dengan ketentuan : 1. t hitung < t tabel
hipotesa nol (Ho) diterima dan hipotesa alternatif (Ha) ditolak, artinya tidak ada hubungan yang berarti antara variable bebas dengan variable terikat.
2. t hitung > t tabel
hipotesa nol (Ho) ditolak dan hipotesa alternatif (Ha) diterima, artinya terdapat hubungan yang berarti antara variable bebas dengan variable terikat.
Uji Koefisien Determinasi (R2)
Pengujian R
2atau koefisien detreminasi berguna untuk melihat seberapa besar proporsi sumbangan seluruh variable bebas terhadap naik turunnya varibla tidak bebas.
R
2= Dimana:
R
2= Koefisien determinasi
Nilai R
2berkisar antara 0 sampai 1, suatu R
2sebesar 1 berarti ada kecocokan sempurna, sedangkan yang bernilai 0 berarti tidak ada hubungan antara variabel independen dan dependen.
Pengujian F (F-test)
Untuk menguji ada tidaknya pengaruh seluruh variable bebas terhadap variable terikat :
F test = Dimana ;
F test = Nilai F yang dihitung R
2= Koefisisien Determinasi k = Jumlah variable
n = Jumlah tahun pengamatan dengan ketentuan:
1. F hitung< Ftabel
Hipotesa nol (Ho) diterima dan hipotesa alternatif (Ha) ditolak, artinya tidak ada hubungan yang berarti antara variable bebas dengan variable terikat.
2. F hitung > F tabel
5 Hipoteas nol (Ho) ditolak dan hipotesa alternatif (Ha) diterima, artinya terdapat hubungan yang berarti antara variable bebas dengan variable terikat.
Uji Asumsi Klasik
Analisis data dengan menggunakan Ordinary Least Square (OLS) memerlukanasumsi-asumsi dalam Model Regresi Linear Klasik digunakan dalam penlitian ini. OLS merupakan model yang paling popular digunakan untuk mempelajari hubungan di antara variabel ekonomi. Menurut Gujarati (2003) bahwa asumsi-asumsi dalam Model Regresi Linear Klasik yang perlu diuji adalah : Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel terikat dan variabel bebas, keduanya mempunyai distribusi normal ataukah tidak. Model regresi yang baik adalah yang mempunyai distribusi normal atau mendekati normal (Imam Ghozali, 2002). Ada beberapa metode untuk mengetahui normal atau tidak gangguan (μ) antara lain J-B test dan metode grafik.
Penelitian ini akan mengg-unakan metode J-B test yang dilakukan dengan menghitung skweness dan kurtosis, apabila J-B hitung < nilai X² (Chi Square) tabel, maka nilai residual berdistribusi normal.
Model untuk mengetahui uji normalitas adalah:
dimana:
S = Skewness statistik K = Kurtosis
Jika nilai J – B hitung > J-B tabel, maka hipotesis yang menyatakan bahwa residual U
tterdistribusi normal ditolak dan sebaliknya
Multikolinieritas
Imam Ghozali (2002) menyatakan bahwa multikolinearitas mempunyai pengertian bahwa ada hubungan linear yang “sempurna” atau pasti diantara beberapa atau semua variabel independen (variabel yang menjelaskan) dari model regresi. Konsekuensi adanya multikolinearitas adalah koefisien regresi variabel tidak tentu dan kesalahan menjadi tidak terhingga. Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel independen.
Jika variabel bebas saling berkorelasi, maka variabel-variabel ini tidak ortogonal.
Variabel ortogonal adalah variabel
independen yang nilai korelasi antar
6 sesama variabel independen sama dengan nol. Salah satu munculnya multiko- linearitas adalah R² sangat tinggi dan tidak satupun koefisien regresi yang memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel tidak bebas secara skolastik.
Model untuk mengetahui uji multikolinearitas adalah:
Pad = F (Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Dummy) …....…...… (1.3)
Pajak Daerah = F (Retribusi Daerah, Dummy) ...…...… (1.4)
Retribusi Daerah = F (Pajak Daerah,Dummy) ...…...… (1.5)
Dummy = F (Pajak Daerah, Retribusi Daerah) ...…..…...… (1.6)
Penelitian ini akan menggunakan Auxiliary Regression untuk mendeteksi adanya multikolinearitas. Kriterianya adalah jika R
2regresi persamaan utama lebih besar dari R
2regresi auxiliary maka di dalam model tidak terdapat multikolinearitas.
Heteroskedatisitas
Heteroskedastisida muncul apa bila kesalahan atau residual dari model yang diamati tidak memiliki varians yang konstan dari satu observasi lainnya. Jika varians dari residual satu pengamatan ke pengamtan lain konstan, maka disebut homokesdatisitas. Untuk menguji model regresi yang digunakan terdapat heteroskedastisida atau tidak, dapat
dilakukan dengan uji park, uji whaite, uji glejtser, dan uji brusch-pagan-godfrey (Gujarati, 2003)
Dalam penelitian ini untuk mengetahui adanya heteroskedas-tisitas dilakukan dengan uji glejtser.
Hasil Dan Pembahasan
Berdasarkan hasil analalisis regresi, maka dapat dilihat pengaruh pajak daerah, retribusi daerah, dan otonomi daerah terhadap Pendapatan asli daerah di Kota Padang.
Persamaan regresi linear berganda diperoleh hasil sebagai berikut :
Y = -0,27456 + 0,579304 Log X
1+ 0,510157 Log X
2+ 0,019738 Log X
3Beberapa pengujian telah dilakukan sebelumya ternyata menunjukan bahwa model regresi yang digunakan sudah baik, terbebas dari penyakit asumsi klasik.
Uji Koefisien Determinasi
digunakan untuk melihat seberapa besar
proporsi sumbangan seluruh variabel
bebas/ independen terhadap naik turunya
variabel bebas/ dependen yang dilihat
melalui R square. Dari perhitungan Nilai R
square adalah 0.992503. Variasi naik
turunya Pendapatan Asli Daerah di Kota
Padang dapat dijelaskan oleh Pajak
Daerah, retribusi daerah, dan Otonomi
7 Daerah Sebesar 99,25 persen sedangkan 0,75 persen dijelaskan oleh variabel- variabel lain di luar model.
Berdasarkan hasil regresi diperoleh nilai t-hitung untuk Pajak Daerah sebesar12,40110 dan t-tabel dengan tingkat kepercayaan 95% (α =5%) , df = 13 diperoleh 2,160. Terlihat t- tabel lebih kecil dari t-hitung, maka H
0ditolak, Ha diterima yang berarti bahwa Pajak Daerah berpengaruh signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah Kota Padang pada tingkat kepercayaan 95%.
Berdasarkan hasil regresi diperoleh nilai t-hitung Retribusi Daerah sebesar 6,91544 dan t-tabel dengan tingkat kepercayaan 95% (α =5%) , df = 13 diperoleh 2,160. Terlihat t- hitung lebih besar dari t-tabel, maka H
oditolak, Ha diterima yang berarti Retribusi Daerah berpengaruh signifikan terhadap Terhadap Pendapatan Asli Daerah Kota Padang pada tingkat kepercayaan 95%.
Berdasarkan hasil regresi diperoleh nilai t-hitung untuk Otonomi Daerah sebesar 0,4756 dan t-tabel dengan tingkat kepercayaan 95% (α =5%) , df = 13 diperoleh 2,160. Terlihat t- tabel lebih besar dari t-hitung, maka H
0diterima, Ha ditolak yang berarti bahwa dengan diberlakukannya Otonomi Daerah berpengaruh tidak signifikan terhadap
Pendapatan Asli Daerah Kota Padang pada tingkat kepercayaan 95%.
Uji F- hitung/statistik secara serempak ditunjukan oleh perbandingan F- hitung dengan F-tabel. F-tabel (F
α/2 k-1(n-k), dengan derajat kepercayaan sebesar 95%.
Adalah F
0,025,(3)(13)= 3,806. Sedangkan F- hitung sebesar 573.6586. karena F-hitung lebih besar dari F-tabel (573.6586>3,806).
Ini berarti bahwa Pajak Daerah, Retribusi Daerah, dan Otonomi Daerah berpengaruh signifikan dalam menjelaskan perkembangan Pendapatan Asli Daerah Kota Padang
Salah satu asumsi dalam model regresi linier adalah distribusi probabilitas gangguan μi memiliki rata-rata yang diharapkan sama dengan nol, tidak berkorelasi dan mempunyai varians yang konstan. Uji Normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal atau tidak (Imam Ghozali, 2002).
Untuk menguji apakah data
terdistribusi normal atau tidak, dilakukan
Uji Jarque-Bera. Hasil Uji J-B Test dapat
dilihat pada Gambar 4.1 berikut.
8 Gambar 1.1
Hasil Uji Jarque-Bera Pengaruh Pajak Daerah, Retribusi Daerah, dan Otonomi
Daerah terhadap PAD di Kota Padang Tahun 1995- 2011
Sumber ; Hasil Eviews, 7
Pada model persamaan Pengaruh Pajak Daerah, Retribusi Daerah, dan Otonomi Daerah terhadap PAD di Kota Padang dengan n =17 dan k = 3, maka diperoleh degree of freedom (df) = 14 (n- k), dan menggunakan α = 5 persen diperoleh nilai χ2 tabel sebesar 24,34.
Dibandingkan dengan nilai Jarque Bera pada Gambar 5.1 sebesar 0,205701, dapat ditarik kesimpulan bahwa probabilitas gangguan μ1 regresi tersebut terdistribusi secara normal karena nilai Jarque Bera lebih kecil dibanding nilai χ2 tabel.
Multikolinearitas merupakan keadaan dimana terdapat hubungan linear atau terdapat korelasi antar variabel independen. Dalam penelitian ini untuk menguji ada tidaknya multikolinearitas dilihat dari perbandingan antara nilai R2 regresi parsial (auxiliary regression) dengan nilai R
2regresi utama. Apabila nilai R
2regresi parsial (auxiliary
regression) lebih besar dibandingkan nilai R
2regresi utama, maka dapat disimpulkan bahwa dalam persamaan tersebut terjadi multikolinearitas. Tabel 4.6 menunjukkan perbandingan antara nilai R2 regresi parsial (auxiliary regression) dengan nilai R2 regresi utama.
Tabel 1.1
R
2Auxiliary Regression Pengaruh Pajak Daerah, Retribusi Daerah, dan Otonomi Daerah terhadap PAD di Kota Padang
Tahun 1995- 2011
No Persamaan R2* R2 1 Pajak Daerah = F
(Retribusi
Daerah, Dummy) 0.83 0873
0.9 925 03 2 Retribusi Daerah
= F (Pajak Daerah, Dummy
0.66 9782
0.9 925 03 3 Dummy = F
(Pajak Daerah, Retribusi Daerah
0.81 7927
0.9 925 03 Sumber ; Hasil Eviews,7
R2 = R2 hasil regresi utama
R2* = R2 hasil auxiliary regression Tabel 1.1 menunjukkan bahwa model persamaan Pengaruh Pajak Daerah, Retribusi Daerah, dan Otonomi Daerah terhadap PAD di Kota Padang Tahun 1995- 2011 tidak mengandung multikolinearitas karena tidak ada nilai R
2*regresi parsial (auxiliary regression) yang lebih besar dibandingkan nilai R
2regresi utama.
Heteroskedastisitas muncul apabila kesalahan atau residual dari model yang
0 1 2 3 4 5 6 7 8
-0.075 -0.050 -0.025 0.000 0.025 0.050 0.075
Series: Residuals Sample 1995 2011 Observations 17 Mean 1.48e-15 Median 0.005472 Maximum 0.058318 Minimum -0.065322 Std. Dev. 0.031446 Skewness -0.131362 Kurtosis 2.529492 Jarque-Bera 0.205701 Probability 0.902262