• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kontribusi kadin dalam menyiapkan tenaga kerja kompeten

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Kontribusi kadin dalam menyiapkan tenaga kerja kompeten"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

Kontribusi kadin dalam menyiapkan tenaga kerja kompeten

Sumbangan pemikiran dalam menghadapi ASEAN Economic Community - 2015

MAJU BERSAMA KADIN JAWA TENGAH

Oleh :

Iskandar Sanoesi [email protected]

(2)

Asean economic community

1992 Indonesia bersama Malaysia, Brunei, Singapura, Thailand dan Philipina menanda tangani “The ASEAN Free Trade Area” (AFTA)

1997 Indonesia ikut menyepakati ASEAN Vision 2020

2003 Indonesia ikut mendeklarasikan ASEAN Economic Community (AEC) pada 2020

2007 Indonesia menyetujui pemberlakuan ASEAN Economic Community pada 2015

AEC akan berlaku 2015 ...!!!

... yaitu wilayah regional dengan “free movement” untuk perdagangan barang, investasi dan permodalan, jasa dan tenaga terampil.

(3)

MUSIBAH (loss of opportunities)

Kita akan menjadi sasaran

empuk importir PELUANG

(land of opportunities) Kita akan menjadi

produsen yang banyak mengekspor

Asean economic community

Masalah kita pada tenaga terampil yang „tidak terakui‟

sehingga tidak dapat bersaing secara regional

(4)

Issue dulu

Link and Match pendidikan dan industri tidak pernah terwujud secara nyata, walaupun sudah dicanangkan sejak tahun 1990 an

Ketertinggalan Indonesia dalam menyiapkan SDM berbasis kompetensi (selama ini berbasis portfolio / ijasah)

Ketidak siapan lulusan untuk diterjunkan di dunia kerja (belum mampu memenuhi tuntutan kebutuhan dunia

industri serta persyaratan profesi)

SEJAK

(5)

ISSUE KINI

1. Arus Globalisasi  World Trade Organization

2. Indonesia menyetujui pemberlakuan ASEAN Economic Community pada 2015

3. Fenomena “bonus demografi” (rasio penduduk yang produktif lebih banyak daripada penduduk yang tak

produktif), diperkirakan mencapai 68,1% pada tahun 2028 dan puncaknya tahun 2035

4. Tahun 2035 jumlah penduduk Indonesia mencapai 305,6 juta jiwa (ke 5 terbanyak di dunia)

………. bonus demografi akan meningkatkan kesejahteraan bila memenuhi persyaratan : berkualitas dan terserap di pasar kerja.

(Sumber : Bappenas – 2013)

(6)

ANGKATAN KERJA

Bekerja;

15.970.000 Pengangguran;

1.020.000

Pertanian 31%

Industri 19%

Konstruksi 6%

Perdagangan 22%

Transport, pergudangan,& komunikasi 4%

Lembaga keuangan, real estate, usaha persewaan 2%

Jasa kemasyarakatan, sosial & perorangan 15%

Lainnya 1%

http://jateng.bps.go.id Pendidikan SD

54,4%

Pendidikan menengah 39.1%

Pendididkan tinggi 6,5%

(7)

Smk

vs

industri

JUMLAH SMK

SMK Negeri 218

SMK Swasta 1.206

Jumlah 1.424

http://datapokok.ditpsmk.net

JUMLAH DUNIA USAHA

INDUSTRI PERUSAHAAN

Besar 534 835

Kecil & menengah 316.052 645.005

Jumlah 316.052 645.840

Sumber : Disperindag Jateng - 2012

PROGRAM STUDI

Teknologi & Rekayasa 737 TI & Komunikasi 610

Kesehatan 105

Seni kerajinan & Pariwisata 216 Agribisnis & Agroindustri 59 Bisnis & manajemen 482

Jumlah 2.209

Tidak semua

perusahaan memiliki kualifikasi untuk

mendukung program

„link & match‟

(8)

MYANMAR

LAOS

VIETNAM THAILAND

CAMBODIA

MALAYSIA

SINGAPORE

PHILIPINES

BRUNEI

INDONESIA

EAST TIMOR

38

24 26

2

59

37 70

88

138 139

81

Efisiensi SDM Ranking 103/148

DAYA SAING KITA

http://www.weforum.org/reports/global- competitiveness-report-2013-2014

(9)

PERIKANAN PERKEBUNAN KEHUTANAN PETERNAKAN PERTANIAN

PARIWISATA KERAJINAN

TEKSTIL

MANUFAKTUR

KEUANGAN KESEHATAN JASA-JASA

KREATIF

“pasar besar paling potensial”

yang diperebutkan di kawasan Asean

sudah siapkah kita …... ???

(10)

Koridor ekonomi indonesia

Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia

(11)

PEMBANGUNAN SDM KOMPETEN

SUMBER DAYA MANUSIA YANG

KOMPETEN DI BIDANGNYA

Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia

PENGAKUAN KOMPETENSI

(12)

PILAR UTAMA

sertifikasi kompetensi

LDP

DIKLAT PROFESI

(CBT)

SERTIFIKASI KOMPETENSI

KKNI SKKNI

SMK

http://binalattas.depnakertrans.go.id/datin/reportSKKNI

(13)

kendala & hambatan

Dalam proses sosialisasi standarisasi dan sertifikasi tenaga kerja, BNSP butuh waktu cukup lama untuk menjangkau seluruh bidang dan wilayah Indonesia

Masing-masing sektor menetapkan standard tenaga kerja untuk keperluan internalnya sendiri

Antar instansi pemerintah kurang/tidak integrated dalam satu alur masalah (Contoh : Tenaga kerja, Pendidikan, Industri )

Persepsi atas otonomi daerah (UU No. 32 Th. 2004) yang berbeda pada tiap - tiap daerah.

Issues yang berkembang di lingkungan dunia pendidikan, sistem sertifikasi yang telah berjalan sekarang ini biayanya mahal.

Kesiapan dunia usaha/industri atas persyaratan standarisasi tenaga kerja

(14)

Sertifikasi Tenaga Kependidikan (Guru / Dosen)

UU-20 tahun 2003 Tentang Sisdiknas

Sertifikasi Tenaga Kesehatan

(Perawat, Bidan, Analis Laborat) UU-36 tahun 2009 Tentang Kesehatan

Sertifikasi Tenaga Jasa

Konstruksi (hanya untuk proyek Pemerintah)

UU-18 tahun 1999

Tentang Jasa Konstruksi

Sertifikasi Tenaga Teknologi Informatika

Vendor Internasional

Cisco, Microsoft, Oracle, Sun Microsystem dsb.

Sertifikasi Kompetensi PP-23 tahun 2004 cq UU-13 tahun 2003

Tentang Ketenagakerjaan

(15)

SERTIFIKAT KELULUSAN PENDIDIKAN FORMAL SEBAGAI PENGAKUAN KETUNTASAN STUDI

BERDASARKAN STANDAR KOMPETENSI LULUSAN PADA BIDANG ILMU YANG DIPELAJARI

DAN DITEKUNINYA

SERTIFIKAT KOMPETENSI KERJANASIONAL DARI BNSP

SEBAGAI PENGAKUAN KEPEMILIKAN KOMPETENSI SESUAI STANDAR INDUSTRI DAN

DIAKUI SECARA NASIONAL MAUPUN INTERNASIONAL

SERTIFIKAT KOMPETENSI IJASAH

COMPETENCIES DEVELOPMENT

ENSURE & MAINTAIN COMPETENCIES Pengembangan

Kompetensi Terpadu

(16)

Pendidikan Pelatihan

Belajar Mandiri Pengalaman

(17)

KOMPETENSI GURU vs KOMPETENSI INDUSTRI

ASOSIASI PROFESI LSP

SKKNI

SERTIFIKASI

PBM

KURIKULUM

Skill

Knowledge Attitude

KOMPETENSI

DUNIA KERJA BNSP

KOMPETENSI PROFESIONAL

KOMPETENSI SOSIAL

KOMPETENSI KEPRIBADIAN

KOMPETENSI PEDAGOGIK

KOMPETENSI SESUAI BIDANG KEAHLIAN

STANDAR KOMPETENSI GURU

GURU

KOMPETEN ASSESSMEN

KOMPETENSI SESUAI

BIDANGNYA

ASSESSMEN KOMPETENSI BSNP

Dasar Hukum :

- UU No.20 Th.2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional - UU No. 14 Th.2005 tentang Guru dan Dosen

Dasar Hukum :

- UU No.13 Th.2003 tentang Ketenagakerjaan

- UU No. 39 Th.2004 tentang Penempatan dan Perlindungan TKI ke MEDIASI

(18)

S2

S1 S3

Sekolah Menengah

Umum 1

2 3 4 5 7 8 9

6 Profesi

Spesialis

D I D IV

D III D II

Sekolah Menegah Kejuruan

Subspesialis

AHLI

TEKNISI / ANALIS

OPERATOR (Peraturan Presiden No.8/ 2012)

(19)

manfaat sertifikasi kompetensi

UNTUK INDUSTRI:

Membantu industri meyakinkan kepada kliennya bahwa produk / jasanya telah dibuat oleh

tenaga-tenaga yang kompeten.

Membantu industri dalam rekruitmen dan

mengembangkan tenaga berbasis kompetensi

Memastikan industri mendapatkan tenaga yang kompeten.

Membantu industri dalam sistem pengembangan karir dan renumerasi tenaga berbasis kompetensi

http://www.bnsp.go.id/

(20)

manfaat sertifikasi kompetensi

UNTUK TENAGA KERJA:

Membantu tenaga profesi meyakinkan kepada industri bahwa dirinya kompeten dalam bekerja

Membantu memastikan dan memelihara kompetensi profesionalnya

Membantu tenaga profesi dalam merencanakan karirnya.

Membatu tenaga profesi dalam mengukur tingkat

pencapaian kompetensi dalam proses pengembangan

Membantu tenaga profesi dalam memenuhi persyaratan regulasi

Membantu pengakuan kompetensi lintas sektor dan lintas negara

Membantu tenaga profesi dalam promosi profesinya dipasar tenaga kerja.

http://www.bnsp.go.id/

(21)

manfaat sertifikasi kompetensi

UNTUK LEMDIKLAT

Membantu memastikan link and match

 Membantu memastikan tercapainya efisiensi dalam pengembangan program diklat

 Membantu memastikan pencapain hasil diklat yang tinggi

 Membantu Lemdiklat dalam sistem asesmen yang dapat memastikan dan memelihara kompetensi siswa

http://www.bnsp.go.id/

(22)

1. PENGEMBANGAN BUSSINESS CENTER

2. PENGEMBANGAN TEACHING FACTORY

3. PENGEMBANGAN

KEWIRAUSAHAAN SISWA 4. PENGEMBANGAN UNIT

1. REKAYASA TEKNOLOGI

2. INOVASI TEKNOLOGI TEPAT GUNA 3. PENGOLAHAN LIMBAH

1. PENGEMBANGAN TUK

2. RE-ENGINEERING, PEMBUKAAN PROGRAM KEAHLIAN BARU 3. PENGEMBANGAN CAREER

CENTER K

E R J A

&

W I R A U S A H A

. Pusat Pendidikan & pelatihan

Pengembangan sain & teknologi

Pusat produksi & pemasaran

Peran diklat profesi

SIAP

SIAP

SIAP

(23)

Akselerasi

SERTIFIKASI KOMPETENSI

LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI Pihak - 1

membentuk

INDUSTRI

LEMBAGA DIKLAT PROFESI

+

(24)

Mempersiapkan Asesor Kompetensi

LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI Pihak - 1

ASESOR KOMPETENSI Direkrut

(25)

Mengembangkan Jejaring TUK

LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI Pihak - 1

…..

TEMPAT UJI KOMPETENSI #1 TEMPAT UJI KOMPETENSI #2 TEMPAT UJI KOMPETENSI #3 TEMPAT UJI KOMPETENSI #N

(26)

Lisensi ke BNSP

LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI Pihak - 1 MANAJEMEN

TEMPAT UJI KOMPETENSI

ASESOR KOMPETENSI

INDUSTRI atau LDP

mengajukan

permohonan lisensi

(27)

Siklus kompetensi

INDUSTRI

Uji Kompetensi

SKKNI

Magang

Diklat profesi SDM kompeten

Kurikulum

(28)

Referensi

Dokumen terkait

[r]

Untuk jumlah generasi yang lebih besar menunjukkan perubahan hasil yang tidak begitu signifikan namun semakin besar generasi yang digunakan maka dibutuhkan

Lama kerja menunjukkan berapa lama seseorang bekerja pada masing- masing pekerjaan atau jabatan (Siagian dalam Hafid,2014). Intensitas tenaga kerja yang dicurahkan

Kota Tangerang memiliki proporsi perjalanan komuter yang cukup besar menuju DKI Jakarta yakni sebesar 31,1% dan memiliki total perjalanan sebesar 423.000

Kontribusi tenaga kerja wanita dalam memberi minum ternak lebih mendominasi dibanding dengan dua jenis tenaga kerja (laki-laki dan anak) yaitu sebesar 56,10% dan 39,69%

effi ciency of a participatory process is meas- ured by the proportion of proposals that are approved and adopted by the three institu- tions involved (the committee of participating

Untuk mencari panjang lantai depan hulu yang menentukan adalah beda tinggi energi terhesar dimana terjadi pada saat muka hanjir di hulu dan kosong di hilir, Garis hidrolik

Pengacakan dan Tata Letak Percobaan RBSL Model Linier dan Analisis Ragam3.