HIPEREALITAS SHOPEE PAYLATER SEBAGAI GAYA HIDUP
(Studi kasus pada remaja di Kota Malang)
Disusun Oleh : Wuri Ratrining Iszati
201410310311152
Dosen Pembimbing : 1. Dr. Vina Salviana DS, M.Si
2. Muhammad Hayat, MA
PROGRAM STUDI SOSIOLOGI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2021
i
LEMBAR PERSETUJUAN
ii
LEMBAR PENGESAHAN
iii
SURAT PERNYATAAN
iv
KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, puji syukur hanya bagi Allah SWT hanya atas rahmat dan karunia-NYA yang begitu berarti dalam hidup yang senantiasa mengalir deras tiada hentinya hingga detik ini. Shalawat serta salam kami haturkan kepada Nabi Muhammad SAW serta keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya yang mengikuti sunnahnya hingga akhir zaman
Alhamdullilahirabbil’alamin, atas kerja keras kesungguhan dan rahmat Allah SWT, akhirnya penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul
“Hiperrealitas Shopee Paylater Sebagai Gaya Hidup (Study kasus pada remaja di Kota Malang)”. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat akademis dalam menyelesaikan studi program sarjana S1 jurusan jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiya Malang.
Dengan penuh kesadaran penulis menyadarai bahwa skripsi ini jauh dari kesempurnaan dan skripsi ini bukan merupakan saatu hasil proses kerja penulis saja, namun juga terdapat pihak-pihak yang turut membantu dan berkontribusi dalam proses penyelesaian skripsi ini. Dibalik lingkaran selalu ada lingkaran lain yang memberi semangat, motivasi, bimbingan serta Do’a. Untuk itu dengan segala kerendahan dan keikhlasan hati, penulis menyampaikan rasa terimakasih dan memberikan gelar ini kepada:
1. Bapak Drs. Fauzan, M.Pd selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Malang.
2. Bapak Dr. Rinikso Kartonno, M.Si, selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang.
3. Bapak Rachmad K. Dwi Susilo, MA, Ph.D selaku Ketua Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang.
4. Ibu Dr. Vina Salviana Darvina Soedarwo, M.Si selaku Dosen Pembimbing I yang telah meluangkan waktu dan tenaganya untuk memberikan bimbingan dan pengarahan pada penulis dalam penyusunan skripsi ini sehingga bisa terselesaikan dengan baik.
v
5. Bapak Muhammad Hayat, M.A selaku Dosen Pembimbing II yang telah meluangkan waktu dan tenaganya untuk memberikan bimbingan dan pengarahan pada penulis dalam penyusunan skripsi ini sehingga bisa terselesaikan dengan baik.
6. Bapak dan ibu dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang yang telah memberikan dukungan dan arahan selama masa studi.
7. Kedua orang tua dan keluarga besar penulis yang tidak henti – hentinya memberikan dukungan dan doa agar bisa terselesaikannya dengan hasil terbaik dalam tugas akhir ini.
8. Sahabat penulis, Novita Tristiyanti, Lukluk Ainurrohmah, dan Anggun Ismawanda, terima kasih banyak atas dukungan, semangat dan motivasinya selama ini. Semoga kita semua sukses dijalan masing – masing.
9. Rekan seperjuangan penulis terkhusus untuk Sidik Amrillah, terimakasih banyak atas doa, motivasi dan bantuan yang telah diberikan selama penulis menyelesaikan studi pada Universitas Muhammadiyah Malang.
10. Sahabat yang telah dianggap seperti adik dari penulis Rizky Mutiara Yanti yang telah banyak membantu dan memberikan dukungan dalam menyelesaikan skripsi ini.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman penulis miliki. Oleh karena itu penulis senantiasa mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Akhir kata, semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan digunakan sebagai tambahan informasi bagi semua pihak dikemudian hari.
Malang, 22 Juli 2021
Wuri Ratrining Iszati
vi DAFTAR ISI
LEMBAR PERSETUJUAN ... i
LEMBAR PENGESAHAN ... ii
SURAT PERNYATAAN ... iii
KATA PENGANTAR ... iv
DAFTAR ISI ... vi
DAFTAR GAMBAR ... viii
DAFTAR TABEL ... ix
ABSTRACT ... xii
SERTIFIKAT PLAGIASI ... xiv
BERITA ACARA BIMBINGAN SKRIPSI ...xv
BAB I PENDAHULUAN ...1
1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Rumusan Masalah ... 6
1.3 Tujuan Penelitian ... 6
1.4 Manfaat Penelitian ... 7
1.4.1 Manfaat Teoritis ... 7
1.4.2 Manfaat Praktis ... 7
1.5 Definisi Konsep ... 7
1.5.1 Hiperrealitas ... 7
1.5.2 Shopee ... 8
1.5.3 Shopee Paylater... 8
1.5.4 Gaya Hidup ... 8
1.5.5 Remaja ... 9
1.6 Metode Penelitian ... 9
1.6.1 Pendekatan dan Jenis Penelitian ... 9
1.6.2 Lokasi Penelitian... 10
1.6.3 Teknik Penentuan Subjek Penelitian ... 10
1.6.4 Teknik Pengumpulan Data... 11
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ...18
2.1 Penelitian Terdahulu ... 18
2.2 Tinjauan Pustaka ... 21
vii
2.2.1 Hiperrealitas ... 21
2.2.2 Gambaran Umum Marketplace Shopee ... 22
2.2.3 Shopeepay Later ... 23
2.2.4 Remaja dan Gaya Hidup ... 25
2.3 Landasan Teori Hiperrealitas Jean Baudrillard ... 29
BAB III DESKRIPSI LOKASI ...32
3.1 Gambaran Umum Kota Malang ... 32
3.2 Sejarah Singkat Kota Malang ... 32
3.3 Letak Geografis ... 33
3.4 Demografi Kota Malang ... 34
3.5 Kondisi Iklim dan Topografi ... 34
3.6 Karakteristik Budaya ... 35
3.7 Fenomena Pusat Gaya Hidup di Kota Malang ... 35
3.8 Fenomena Belanja Online di Kota Malang ... 41
BAB IV SAJIAN DAN ANALISIS DATA ...43
4.1 Penyajian Data ... 43
4.2 Gambaran Umum Subyek ... 44
4.3 Hiperrealitas Shopee Paylater Sebagai Gaya Hidup Remaja ... 53
4.3.1 Instagram Sebagai Sarana Realitas Termediasi ... 53
4.3.2 Tahap Simulasi Sebagai Fase awal ... 59
4.3.3 Tahap Simulakra Sebagai Fase Tengah ... 64
4.3.4 Tahap Simulakrum Sebagai Fase Akhir ... 68
4.3.5 Fenomena Hiperrealitas ... 73
BAB V PENUTUP ...82
5.1 KESIMPULAN ... 82
5.2 SARAN ... 83
DAFTAR PUSTAKA ...84
DAFTAR GAMBAR Gambar 1.1 Jumlah Pengguna Internet ... 2
viii
Gambar 3.1 Malang Town Square ... 36
Gambar 3.2 Mal Olimpic Garden... 36
Gambar 3.3 Sarinah Plaza ... 37
Gambar 3.4 Gajah Mada Plaza ... 37
Gambar 3.5 Mall Dinoyo City ... 38
Gambar 3.6 Malang City Point ... 38
Gambar 3.7 Cyber Mall... 39
Gambar 3.8 Transmart Mx Mall ... 39
Gambar 3.9 Plaza Araya ... 40
Gambar 3.10 Mall Alun-alun ... 40
Gambar 3.11 Fenomena Belanja Online di Kota Malang ... 41
Gambar 4.1 Subjek Shella Saviera Anwar ... 45
Gambar 4.2 Subjek Diana Anisa Putri ... 47
Gambar 4.3 Subjek Samsul Sobri ... 49
Gambar 4.4 Subjek Leony Farah ... 51
Gambar 4.5 Sosial Media Instagram Samsul Sobri ... 55
Gambar 4.6 Sosial Media Instagram Leony Farah... 56
Gambar 4.7 Sosial Media Diana Anisa Putri ... 57
Gambar 4.8 Sosial Media Instagram Shella Saviera Anwar ... 58
Gambar 4.9 Penampilan Subjek Shella dalam Sosial Meda Instagram ... 70
Gambar 4.10 Penampilan Subjek Leony dalam Sosial Meda Instagram ... 71
Gambar 4.11 Foto Instagram Samsul Sobri ... 72
Gambar 4.12 Transaksi shopee paylater Shella Saviera Anwar ... 74
Gambar 4.13 transaksi shopee paylater Diana Anisa Putri ... 76
Gambar 4.14 transaksi shopee paylater Samsul Sobri ... 78
Gambar 4.15 transaksi shopee paylater Leony Farah ... 79
DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu ... 21
Tabel 3.1 Jumlah Penduduk di Kota Malang ... 35
Tabel 4.1 Identitas Subyek ... 45
ix ABSTRAKSI
Wuri Ratrining Iszati, NIM 201410310311152, 2021, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Program Studi Ilmu Sosiologi, Hiperrealitas Shopee Paylater Sebagai Gaya Hidup (Study kasus pada remaja di Kota Malang), Pembimbing I, Dr. Vina Salviana Darvina Soedarwo, M.Si, Pembimbing II, Muhammad Hayat, MA.
Hiperrealitas merupakan munculnya sebuah fenomena baru yang melebihi realitas aslinya. Hiperrealitas menandakan ketidakhadiran dunia yang sebenarnya, ruang sosial masyarakat digantikan oleh kecanggihan teknologi. Seperti halnya remaja di Kota Malang yang dihadapkan dalam berbagai pilihan gaya hidup, hiperrealitas terjadi pada para remaja yang ingin menjaga penampilan sebagai wujud untuk memperbaiki identitas diri untuk ditampilkan di lingkungan sekitarnya atau bahkan dalam sosial media, sehingga para remaja tersebut menggunakan shopee paylater guna memenuhi kebutuhan gaya hidupnya karena barang yang ingin dibeli akan didapatkan dengan mudah dari pinjaman dana instan yang disediakan oleh pihak Shopee. Penelitian ini menggunakan pendekatan kulitatif dengan jenis pendekatan deskriptif. Data yang diperoleh menggunakan observasi, wawancara serta dokumentasi terhadap empat subjek yang dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling. Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunbakan teori hiperrealitas oleh Jean Baudrillard.
Penelitian ini mengkaji tentang hiperrealitas shopee paylater sebagai gaya hidup dengan hasil penelitian yang diperoleh peneliti yaitu: remaja di Kota Malang tidak dapat dilepaskan dari dunia life style, pengaruh dari lingkungan pergaulan serta media digital yang dikonsumsi membentuk pola gaya hidup seorang remaja tersebut sehingga memunculkan sebuah Hiperrealitas.
Hiperrealitas shopee paylater sebagai gaya hidup remaja di Kota Malang muncul dari adanya ketidaksadaran dari individu untuk mencari potensi tentang diri sehingga memunculkan sebuah realitas baru melebihi kenyataannya. Hiperrealitas menjadikan seseorang untuk tidak pernah terpuaskan, sebuah citra diarahkan dan dibentuk. Penggunaan shopee paylater pada kalangan remaja di Kota Malang dilakukan karena tuntutan untuk memiliki barang bagus, mahal dan bermerk guna
x
menunjang penampilan para remaja untuk selanjutnya ditampilkan dalam media sosial instagram yang mereka miliki, tindakan konsumsi pada suatu barang pada kalangan remaja tidak lagi berdasarkan pada kegunaannya melainkan lebih mengutamakan pada tanda dan simbol yang melekat pada barang itu sendiri.
Realitas yang ditampilkan oleh remaja di Kota Malang merupakan realitas semu atau hiperrealitas, menampilkan citra bagus, indah, dan baik yang merupakan realita buatan yang bertolak belakang dengan kenyataannya.
Kata Kunci : Hiperrealitas, Shopee Paylater, Gaya Hidup, Remaja
xi ABSTRACT
Wuri Ratrining Iszati, NIM 201410310311152, 2021, The Faculty Of Social And Politic Science, Sociology Faculty, Shopee Paylater Hiperreality As A Lifestyle (Case study on the adolescent in the city of Malang), Supervisor I, Dr. Vina Salviana Darvina Soedarwo, M.Si, Supervisor II, Muhammad Hayat, MA.
Hyperreality is the emergence of a new phenomenon that exceeds the original reality. Hyperreality signifies the absence of the real world, the social space of society is replaced by technological sophistication. Same as the adolescent in Malang City who are faced with various lifestyle choices, hyperreality occurs the adolescent who wants to maintain their appearance as a form to improve their identity to be displayed in the surrounding environment or even on social media, so these adolescent using shopee paylater to meet their needs lifestyle because the items you want to buy will be obtained easily from instant loan funds provided by Shopee. This study uses a qualitative approach with a descriptive type of approach. The data obtained using observation, interviews and documentation of the four research subjects who have been selected using purposive sampling method. The theory used in this study uses the hyperreality theory by Jean Baudrillard.
This study examines the hyperreality of shopee paylater as a lifestyle with the results of the research obtained by researchers that: The adolescent in the city of Malang cannot be separated from the world of life style, the influence of the social environment and the digital media consumed form the lifestyle pattern of the adolescent so that it raises a hyperreality. The hyperreality of shopee paylater as an adolescent's lifestyle in Malang City arises from the unconsciousness of individuals to seek potential about themselves so as to bring up a new reality beyond reality. Hyperreality makes a person insatiable, an image is directed and formed. The use of shopee paylater among the adolescent in the city of Malang is carried out because of the demand to have good, expensive and branded goods to support the appearance of the adolescent to be further displayed on their Instagram social media, the act of consuming an item among the adolescent is no longer based on its usefulness but more emphasis on signs and symbols attached
xii
to the goods themselves. The reality displayed by the adolescent in Malang City is a pseudo reality or hyperreality, showing a good, beautiful, and good image which is an artificial reality that is contrary to reality.
Keywords: Hiperreality, Shopee Paylater, Lifestyle, Adolenscent.
xiii
SERTIFIKAT PLAGIASI
xiv
BERITA ACARA BIMBINGAN SKRIPSI
1
DAFTAR PUSTAKA
Al-Mighwar, M. (2006). Psikologi Remaja. Bandung: CV. Pustaka Setia.
Arikunto, S. (2002). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Baudrillard, J. (2007). Galaksi Simulakra. Penerjemah M. Imam Aziz. Yogyakarta: LKIS.
Baudrillard, J. (2004). Masyarakat Konsumsi. Penterjemah Wahyunto. Yogyakarta:
Kreasi Wacana.
Emzir. (2010). Metodologi Penelitian Pendidikan : Kuantitatif dan Kualitatif. Jakarta:
Rajawali Press.
Hamidi. (2004). Metode Penelitian Kualitatif: Aplikasi Praktis Pembuatan Proposal dan Laporan Penelitian. Malang: UMM Press.
Hurlock, E. B. (2001). Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga.
Mangunwijaya. (1983). Teknologi dan Dampak Kebudayaannya. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Matthew B. Miles, A. M. (2005). Qualitative Data Analysis a Method Sourcebook Edition 3 Terjemahan Tjetjep Rohindi. USA: Sage Publications.
Moleong, L. J. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nazir, M. (2011). Metode Penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia.
Piliang, Y. A. (1998). Sebuah Dunia Yang Dilipat: Realitas Kebudayaan Menjelang Milenium Ketiga dan Matinya Posmodernisme. Bandung: Mizan.
Purbo, O. W. (2006). Internet Wireless & Hotspot. Jakarta: Elex Media.
Purwanto. (2004). Psikologi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sarup, M. (2011). Panduan Pengantar Untuk Memahami Poststrukturalisme dan Postmodernisme. Yogyakarta: Jalasutra.
Soetjiningsih. (2004). Tumbuh Kembang Remaja dan Permasalahannya. Jakarta: CV.
Sagung Seto.
2
Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.