• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. through a mass medium to large number of people (Komunikasi massa adalah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II TINJAUAN PUSTAKA. through a mass medium to large number of people (Komunikasi massa adalah"

Copied!
35
0
0

Teks penuh

(1)

11 2.1. Komunikasi Massa

Secara sederhana komunikasi massa didefisinikan sebagai komunikasi melalui media massa yakni surat kabar, majalah, radio, televisi, dan film. Salah satu definisi yang paling sederhana tentang komunikasi massa dirumuskan Bitter (1980) yang menyebutkan: “ Mass communication is message communicated through a mass medium to large number of people” (Komunikasi massa adalah pesan yang dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah besar orang).1

Secara teknik, kita dapat menunjukkan empat tanda pokok atau ciri-ciri dari komun ikasi massa bila system komunikasi massa diperbandingkan dengan system komunikasi interpersonal (Noelle Newmann, 1973) yaitu:2

1) Bersifat tidak langsung, artinya harus melewati media teknis;

2) Bersifat satu arah, artinya tidak ada interaksi antara para peserta komunikasi;

3) Bersifat terbuka, artinya ditujukan kepada publik yang tidak terbatas dan anonim;

4) Mempunyai publik yang secara geografis terbesar.

Dari empat tanda pokok tersebut, maka sebenarnya hanya tanda pokok yang keempat saja yang menjadi ciri dari komunikasi massa, yaitu mempunyai publik yang secara geografis tersebar. Sedangkan tiga tanda pokok lainnya yaitu

1 Jalaludin Rakhmat. Psikologi Komunikas. Bandung: Remaja Rosdakarya. 1996 hal 189

2 Noelle-Neumann. Return to the Consept of Powerfull Mass Media dalam Jalaludin Rahmat, Psikologi Komunikasi, Bandung: Remaja Rosdakarya. 1996 hal 189

(2)

kesatu, kedua, ketiga, tidak hanya menjadi milik system komunikasi massa saja tetapi juga berlaku pada system komunikasi antarpribadi dan interpersonal. Dalam komunikasi massa, media teknis yang dimaksudkan adalah surat kabar, pesawat radio dan televisi. Dalam komunikasi interpersonal, pesan yang disampaikan pada dasarnya juga bersifat tidak langsung dan harus melewati media teknis.

Komunikasi massa cenderung untuk dipahami sebagai komunikasi yang bersifat satu arah artinya tidak ada interaksi antara para peserta komunikasi sehingga terjadi pengendalian arus informasi oleh pihak pengirim pesan ( komunikator). Mengendalikan arus informasi berarti mengatus jalannya pembicaraan yang disampaikan dan diterima. Audien yang sedang menonton berita televisi atau mendengarkan radio tentu saja tidak bisa meminta pembaca berita televisi atau penyiar radio untuk mengulang kembali ucapannya yang mungkin didengar kurang jelas sebagaimana dalam komunikasi interpersonal.

Saat ini harus jelas bahwa teori komunikasi massa adalah benar-benar teori komunikasi massa, yaitu setiap teori kurang lebih harus relevan dengan media, khalayak, waktu, kondisi, dan teoritikus. Akan tetapi, hal ini seharusnya tidak dipandang sebagai masalah. Teori komunikasi massa dapat dipersonalisasikan;

teori tersebut terus mengalami evolusi; dan senantiasa dinamis.3

Baik media massa maupun komunikasi akan mencakup banyak disiplin ilmu dan memunculkan ribuan masalah. Ketika kita menggabungkan keduanya, masalahnya akan semakin mengherankan. Bahkan, jika bidang ini dipersempit ke

3 Morissan,op.cit.,hal 22

(3)

media massa sekalipun, maka akan tetap berbagi pada banyak media yang terpisah, pada banyak bidang ilmu, banyak langkah yang terpisah dalam alirannya, dan dengan cepat anda akan memiliki sub-bidang ilmu atau dengan perkataan lain, beberapa ratus teori.4

2.2. Media Penyiaran 2.2.1 Sifat Penyiaran

Media penyiaran sebagai salah satu bentuk media massa memiliki ciri dan sifat yang berbeda dengan media massa lainnnya, bahkan di antara sesama media penyiaran, misalnya antara radio dan televisi, terdapat berbagai perbedaan sifat.

Media massa televisi meskipun sama dengan radio dan film sebagai media massa elektronik, tetapi mempunyai ciri dan sifat yang berbeda, terlebih lagi dengan media massa cetak seperti surat kabar dan majalah. Media cetak dapat dibaca kapan saja tetapi televisi dan radio hanya dapat dilihat sekilas dan tidak dapat diulang.

Upaya menyampaikan informasi melalui media cetak, audio dan audiovisual, masing- masing memiliki kelebihan tetapi juga kelemahan.

Penyebabnya adalah sifat fisik masing-masing jenis media seperti terlihat pada table berikut ini.

4 Stanley. J Baran,Denis K.Davis. Teori Komunikasi Mass. Jakarta: Salemba Humanika. 2010 hal 22

(4)

Tabel 2.1. : Jenis Media dan Sifatnya.

Jenis Media SIFAT

Cetak Ø Dapat dibaca, dimana dan

kapan saja.

Ø Dapat dibaca berulang-ulang.

Ø Daya rangsang rendah.

Ø Pengolahan bisa mekanik, bisa elektris.

Ø Biaya relative rendah.

Ø Daya jangkau terbatas.

Radio Ø Dapat didengar bila siaran.

Ø Dapat didengar kembali bila diputar kembali.

Ø Daya rangsang rendah.

Ø Elektris.

Ø Relative murah.

Ø Daya jangkau besar.

Televisi Ø Dapat didengar dan dilihat bila

ada siaran.

Ø Dapat dilihat dan didengar kembali, bila diputar kembali.

Ø Daya rangsang sangat tinggi.

Ø Elektris Ø Sangat mahal.

Ø Daya jangkau besar.

Televisi dan radio dapat dikelompokkan sebagai media yang menguasai ruang tetapi tidak menguasai waktu, sedangkan media cetak menguasai waktu tetapi tidak menguasai ruang. Artinya, siaran dari suatu pancarannya (menguasai ruang) tetapi siarannya tidak dapat diliihat kembali (tidak menguasai waktu).

Media cetak untuk sampai kepada pembacanya memerlukan waktu (tidak menguasai ruang) tetapi dapat dibaca kapan saja dan dapat diulang-ulang (menguasai waktu). Karena perbedaan sifat inilah yang menyebabkan adanya

(5)

jurnalistik televisi, jurnalistik radio dan juga jurnalistik cetak, namun semuanya tetap tunduk pada ilmu induknya, yaitu ilmu komunikasi.

Siaran televisi sesuai dengan sifatnya yang dapat diikuti secara audio dan visual (suara dan gambar) secara bersamaan oleh semua lapisan masyarakat, maka siaran televisi tidak dapat memuaskan semua lapisan masyarakat. Siaran televisi dapat membuat kagum dan memukau sebagian penontonnya, tetapi sebaliknya siaran televisi dapat membuat jengkel dan rasa tidak puas bagi penonton lainnya.

Suatu program mungkin disukai oleh kelompok masyarakat terdidik, namun program itu akan ditinggalkan kelompok masyarakat lainnya.

2.3. Program Siaran

2.3.1 Pengertian Program Siaran

Program siaran dapat didefinisikan sebagai satu bagian atau segmen dari isi siaran radio ataupun televisi secara keseluruhan. Sehingga memberikan pengertian bahwa, dalam siaran keseluruhan terdapat beberapa program yang diudarakan. Atau dapat dikatakan bahwa, siaran keseluruhan satu stasiun penyiaran tersusun dari beberapa program siaran. Masing-masing program siaran ini menempati slot waktu tertentu dengan durasi tertentu yang biasanya tergantung dari jenis programnya, apakah jenis hiburan, informasi iptek, dan berita. Slot waktu masing-masing program ini dirancang sesuai dengan tema program itu (programming), sehingga menjadi satu jadwal siaran tiap harinya.

(6)

Pada stasiun tertentu, jadwal program ini telah dirancang dalam satu bulanan, bahkan enam bulan ke depan. Hal ini dikarenakan ketatnya persaingan mendapatkan spot iklan dan proses memasarkan produk program televisi harus melalui tahapan yang cukup panjang. Tetapi, ada juga yang menerapkan secara dinamis, artinya program acara dapat disesuaikan dengan sesuatu seperti terjadinya satu keadaan yang darurat. Dalam keadaan darurat, maka jadwal program ini dapat berubah, misalnya dengan istilah ‘stop press’, ‘breaking news’, dan sejenisnya, sehingga beberapa program acara yang terjadwal sebelumnya dapat bergeser waktu tayangnya dan bahkan ditiadakan. Susuna program acara seperti ini biasa disebut juga sebagai pola acara.

2.3.2 Karakteristik Program Siaran

Telah disinggung di atas bahwa tayangan siaran televisi di layar kaca itu mempunyai dampak yang sangat luas bagi audiensi. Hal itu berarti bahwa, program siaran tersebut mempunyai karakteristik tertentu yang dapat mempengaruhi, memprovokasi dalam hal positif maupun negatif, dan mampu mengubah sikap seseorang dari pendiam menjadi agresif. Hal ini disebabkan oleh daya rangsang televisi sangat tinggi. Oleh karena itu, bagi penyelenggara penyiaran harus mempunyai rasa bijak dan pertimbangan matang dalam menyajikan programnya. Jangan hanya memperhatikan selera pasar bebas (liberal) tetapi junjunglah idealisme informasi bagi kepentingan bangsa Indonesia.

Salah satu karakteristiknya dalah sifat persuasif seperti terdapat pada siaran iklan misalnya. Dengan iklan produk sabun detergen tertentu, seorang ibu

(7)

tidak hanya menirukan lagu ilustrasinya, bahkan langsung membelinya di supermarket untuk memcobanya. Begitu juga pada anak-anak, segera sehabis menonton tokoh tertentu dalam tayangan film laga, dia langsung menirukan gaya tokoh pembela kebenaran itu di depan teman bermainnya.

2.3.3 Jenis Program Siaran

Jenis program umumnya dapat dikelompokkan dalam tiga kelompok besar, yaitu hiburan, informasi dan berita. Tetapi dari ketiganya dapat diperinci lagi menjadi jenis-jenis program yang lebih spesifik dan dengan nama yang bervariasi seperti: talent show, kompetitif show. Terdapat juga klasifikasi jenis program tersebut hanya dua kelompok besar,5 yaitu program acara karya artistik dan karya jurnalistik. Kedua jenis program itu dapat disebutkan sifat proses produksi dan jenisnya sebagai berikut.

2.3.4 Program Karya Artistik

Program karya artistik bersumber dari ide gagasan dari perorangan maupun tim kreatif. Disamping itu pada proses produksinya, program karya artistik mengutamakan keindahan dan kesempurnaan sesuai perencanaan. Jenis- jenis program karya artistik antara lain adalah sebagai berikut :

5 J.B Wahyudi. Dasar-Dasar Manajemen Penyiaran. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. 1994 hal 99

(8)

Jenis : 1. Drama/sinetron 2. Musik

3.Lawak acrobat

4. Quiz (ada pertanyaan, ada jawaban).

5. Informasi Iptek 6. Informasi pendidikan 7. Informasi pembangunan 8. Informasi kebudayaan

9. Informasi hasil produksi, termasuk iklan dan public service.

10. Informasi flora dan fauna 11. Informasi sejarah/documenter

12. Informasi apa saja yang bersifat non politis

2.3.5 Format Program Televisi

Pembagian jenis program televisi tersebut dibuat dengan cermat agar mudah dipahami oleh audiensi dan professional penyiaran. Perkembangan kreativitas program televisi saat ini telah melahirkan berbagai bentuk program televisi yang sangat beragam. Keunikan program televisi berjalan seiring dengan tren gaya hidup masyarakat di sekitarnya yang saling mempengaruhi. Sehingga munculah ide-ide yang menampilkan format baru pada program televisi agar memudahkan produser, sutradara, dan penulis naskah menghasilkan karya spektakuler.

(9)

Insan televisi berusaha menempatkan program yang dapat disaksikan oleh beberapa unsur audiensi yang ada. Setiap sutradara menginginkan program yang disaksikan banyak orang dan menyebabkan audiensi seolah-olah sebagai pelaku didalamnya, yaitu memprovokasi pola piker dan mengimajinasi audiensi.

Oleh sebab itu, siapapun yang ingin menghasilkan karya televisi yang baik, mereka harus bekerja sama dalam satu tim produksi. Mereka juga harus memahami format program televisi apa yang akan dieksekusi. Setelah mengetahui dengan jelas format yang ditentukan maka akan dapat dihasilkan kenyamanan dalam bekerja sama serta ketepatan waktu produksi yang efektif.

Menurut Naratama, kunci keberhasilan suatu program televisi ialah penentuan format acara televisi tersebut. Adapun definisi format acara televisi menurut Naratama adalah sebuah perencanaan dasar dari suatu konsep acara televisi yang akan menjadi landasan kreativitas dan desain produksi yang akan terbagi dalam berbagai criteria utama yang disesuaikan dengan tujuan dan target pemirsa acara tersebut.6

2.4. Musik

Musik adalah suara yang disusun demikian rupa sehingga mengandung irama, lagu, dan keharmonisan terutama suara yang dihasilkan dari alat-alat yang dapat menghasilkan irama.7 Walaupun musik adalah sejenis fenomena intuisi,

6 Naratama. Menjadi Sutradara Televisi. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia. 2004 hal 63

7 Izhaki Roey.Mixing Audio:Concepts,Practice,and Tools.British Library:Taylor and Francis.2002.hlm 1

(10)

untuk mencipta, memperbaiki dan mempersembahkannya adalah suatu bentuk seni. Mendengar musik pula adalah sejenis hiburan. Musik adalah sebuah fenomena yang sangat unik yang bisa dihasilkan oleh beberapa alat musik.

Acara bertemakan musik itu tidak semuanya benar-benar tentang musik.

Saat ini tren bergeser menjadi ‘variety show’.8 Sebab bukan hanya tentang musik, terkadang dikombinasikan dengan acara masak, komedi, sulap, talkshow, dan masih banyak lagi. Mungkin para pembuat program acara mempertimbangkan agar penonton tidak jenuh dan supaya bisa menarik penonton lebih banyak lagi, bukan hanya mereka para penonton musik. Sehingga program musik sekarang cenderung secara umum bergeser menjadi program yang berisi banyak macam segmen, meskipun dibalut judul sebagai acara tentang musik.

Program musik dapat ditampilkan dalam dua format, yaitu video klip atau konser. Program musik konser dapat dilakukan dilapangan atau di dalam studio.

Program musik saat ini ditentukan dengan kemampuan artis menarik audien.

Tidak saja dari kwalitas suara namun juga berdasarkan bagaimana mengemas penampilkannya agar menjadi lebih menarik.9

8 Ibid, 4.

9 Morissan,op.cit.,hal 219

(11)

2.5. Strategi program

2.5.1. Perencanaan Program produksi

Perencanaan program biasanya menjadi tanggung jawab menajemen puncak pada stasiun penyaiaran, Utamanya manager program dengan terlebih dahulu berkonsultasi dengan manajer pemasaran dan juga manajer umum. Hal ini program merupakan unsur yang sangat penting untuk menarik perhatian audien.

Dalam merencanakan program, maka bagian program biasanya berkonsultasi lebih dahulu dengan bagian pemasaran. Hal ini mutlak karena bagian pemasaranlah yang akan memasarkan program bersangkutan kepada pemasang iklan. Dalam hal ini bagian program dan bagian pemasaran harus bekerja sama dengan baik.

Dalam hal ini perencanaan program siaran secara umum melahirkan kebijakan umum tentang bagaimana mengatur alokasi waktu dan materi program yang akan disiarkan. Pengelola program harus memahami dan mematuhi segala ketentuan peraturan yang berlaku dalam menjalankan tugasnya. Dalam memutuskan dalam perencanaan program terdap hal yang perlu diputuskan terlebih dahulu yaitu: keputusan mengenai target audien dan keputusan mengenai target pendapatan. Perencanaan program televisi diarahkan untuk dapat memilih dan menjadwalkan penayangan suatu program yang menarik sebanyak mungkin penonton dari jumlah audien yang ada pada waktu tertentu.10

Tidak itu saja suatu perncanaan program juga harus mengetahui dulu cara mengelola manajemen yang baik agar program yang akan dibuat berhasil menurut

10 Morissan,op.cit.,hal 249

(12)

audien dan pemasang iklan. Ada empat macam yang harus di lakukan sebelum membuat program yaitu:

1. Planning (perencanaan)

Planning meliputi pengaturan tujuan dan mencari cara bagaimana untuk mencapai tujuan tersebut. Planning telah dipertimbangkan sebagai fungsi utama manajemen dan meliputi segala sesuatu yang manajer kerjakan. Di dalam planning, manajer memperhatikan masa depan, mengatakan “Ini adalah apa yang ingin kita capai dan bagaimana kita akan melakukannya”.Membuat keputusan biasanya menjadi bagian dari perencanaan karena setiap pilihan dibuat berdasarkan proses penyelesaian setiap rencana. Planning penting karena banyak berperan dalam menggerakan fungsi manajemen yang lain.

Contohnya, setiap manajer harus membuat rencana pekerjaan yang efektif di dalam kepegawaian organisasi.11

2. Organizing (pengorganisasian)

Organizing adalah proses dalam memastikan kebutuhan manusia dan fisik setiap sumber daya tersedia untuk menjalankan rencana dan mencapai tujuan yang berhubungan dengan organisasi. Organizing juga meliputi penugasan setiap aktifitas, membagi pekerjaan ke dalam setiap tugas yang spesifik, dan menentukan siapa yang memiliki hak untuk mengerjakan beberapa tugas.

Aspek utama lain dari organizing adalah pengelompokan kegiatan ke departemen atau beberapa subdivisi lainnya. Misalnya kepegawaian, untuk memastikan bahwa sumber daya manusia diperlukan untuk mencapai tujuan

11 Rosyidi, Ero H. Organisasi dan Management. Bandung: Alumni. 1975. Hal. 85

(13)

organisasi. Mempekerjakan orang untuk pekerjaan merupakan aktifitas kepegawaian yang khas. Kepegawaian adalah suatu aktifitas utama yang terkadang diklasifikasikan sebagai fungsi yang terpisah dari organizing.

3. Actuating (penggerakan)

Actuating adalah peran manajer untuk mengarahkan pekerja yang sesuai dengan tujuan organisasi. Actuating adalah implementasi rencana, berbeda dari planning dan organizing. Actuating membuat urutan rencana menjadi tindakan dalam dunia organisasi. Sehingga tanpa tindakan nyata, rencana akan menjadi imajinasi atau impian yang tidak pernah menjadi kenyataan.12

4. Controlling (pengawasan)

Controlling, memastikan bahwa kinerja sesuai dengan rencana. Hal ini membandingkan antara kinerja aktual dengan standar yang telah ditentukan.

Jika terjadi perbedaan yang signifikan antara kinerja aktual dan yang diharapkan, manajer harus mengambil tindakan yang sifatnya mengoreksi.

Misalnya meningkatkan periklanan untuk meningkatkan penjualan.

Fungsi dari controlling adalah menentukan apakah rencana awal perlu direvisi, melihat hasil dari kinerja selama ini. Jika dirasa butuh ada perubahan, maka seorang manajer akan kembali pada proses planning. Di mana ia akan merencanakan sesuatu yang baru, berdasarkan hasil dari controlling.13

Pada dasarnya bagian produksi menjadi bagian dari departemen program namun pada banyak stasiun tv besar bagian produksi sudah menjadi bagian

12 Ibid. Hal. 86

13 Ibid. Hal.86-87

(14)

yang terpisah dari departemen program karena bagian ini memiliki personalia dan sumber daya yang besar karena menjadi departemen tersendiri yang disebut dengan departemen produksi yang dipimpin seorang manajer atau direktur produksi. Departemen produksi dapat diorganisasikan secara vertical dan horizontal yaitu: komando produksi mengalir dari atas kebawah, misalnya dari produser ke asistan produser, dan dilanjutkan kepada staf kratif dan produksi. Dan sebaliknya setiap tim produksi memiliki kewenangan yang sama dan keputusan dibuat bersama.

Pada umumnya mekanisme kerja produksi program menggabungkan kedua aspek tersebut, dimana produser membuat keputusan penting namun keduanya tetap membutuhkan bantuan, dukungan, arahan, dan masukan dari seluruh tim kreatif dan teknis yang terlibat.14

2.6. Teknik Produksi

2.6.1 Rencana Teknik Produksi dan Departemen Teknik Produksi

Berdasarkan peraturan yang berlaku di Indonesia, maka setiap stasiun penyiaran harus memiliki rencana dasar teknik penyiaran dan persyaratan teknis perangkat penyiaran. Rencana dasar teknik penyiaran adalah pedoman bagi penyelenggaran penyiaran dengan tujuan agara masyarakat memperoleh kualitas layanan siaran layak dan juga mempermudah operasional antar lembaga penyiaran serat mendorong penggelaran infrastruktur penyiaran yang layak (reasonable) ekonomis.

14 Morissan,op.cit.,hal 269-270

(15)

Selain itu, dengan adanya rencana dasar teknik penyiaran diharapkan kegiatan penyiaran tidak akan membahayakan keselamatan dan keamanan mereka yang bekerja pada stasiun penyiaran dan juga masyarakat sekitar. Dalam hal ini, rencana dasar teknik penyiaran memuat hal-hal yang berkaitan dengan pendirian stasiun penyiaran seperti arah kebijakan penyelenggaraan penyiaran mempertimbangkan perkembangan teknologi penyiaran, kecenderungan permintaan pasar, ekonomi, social, budaya dan kondisi lingkungan lainnya.

Departemen teknik merupakan bagian yang membuat suatu media penyiaran tetap mengudara stasiun penyiaran secara teknik harus memiliki 3 fasilitas pendukung utama siaran yaitu: menara atau antena pemancar, studio dan kantor pengelola.15 Ketiga fasilitas penyiaran itu tidak harus selalu berada di satu lokasi yang sama. Banyak juga stasiun penyiaran yang memiliki studio/kantor terpisah dengan pemancar. Hal ini terjadi karena masing-masing fasilitas itu terkadang membutuhkan kondisi lingkungan yang berbeda-beda.

Departemen teknik mempunyai tanggung jawab tidak hanya mengurusi peralatan pemancar tetapi juga menangani semua pekerjaan di bidang teknik dan peralatan hingga mengurusi studio dan pemeliharaan gedung. Bagian teknik sebaiknya dipimpin seorang manajer, kepala bagian atau direktur yang memiliki kombinasi pengetahuan dan keterampilan di bidang elektronika, manajemen, keuangan, dan dapat pula menjadi negosisator.

15 K.R.Rao,J.J.Hwang:Techniques and Standards for image,video,and audio coding.Michigan:Prentice Hall.1996.hlm 263

(16)

Departemen ini perlu mempunyai pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman atas seluk beluk urusan teknik mulai dari kamera televisi sampai kepemancar, lampu studio, perekam video dan audio, monitor, dan lain-lain. Ia juga harus tahu hal ihwal pemeliharaan peralatan elektronik. Ia sebaiknya juga dapat menjadi perunding yang bagus yang dapat memperoleh harga termurah untuk kualitas terbaik ketika membeli peralatan untuk stasiun televisinya. Staf bagian teknik harus terus menerus mengikuti perkembangan teknologi termasuk perkembangan dalam hal teknologi, gaya, dan format penyiaran serta perlengkapan digital.

2.6.2. Organisasi Departemen Teknik Produksi

Organisasi Departemen Teknik terdiri atas orang-orang yang menduduki berbagai posisi yang antara lain :

a. Manajer Teknik

b. Asisten Manajer Teknik c. Pengawas Teknik d. Teknisi Pemeliharaan e. Teknisi Transmisi f. Teknisi audio/video g. Teknisi videotape/editor h. Teknisi master control

(17)

Dan disini peneliti akan menjabarkan sedikit tentang beberapa diantara posisi diatas seperti manajer teknik ,asisten manajer teknik, teknisi audio/video, dan teknisi audio.

a. Manajer Teknik.16 Manajer Teknik berada langsung dibawah Manajer Umum, ia bertanggung jawab mengawasi seluruh pekerjaan teknis stasiun penyiaran dan seluruh fasilitas teknik stasiun yang mencakup peralatan dan pelayanan yang dibutuhkan untuk siaran. Ia bertanggung jawab menjamin stasiun penyiaran tetap terus mengudara selama periode siaran. Manajer teknik juga bertanggung jawab menangani kegiatan administrasi dan pengawasan atas seluruh personal bagian teknik. Manajer teknik bertugas merancang fasilitas siaran, mempersiapkan usulan anggaran dan pembelian peralatan teknis, serta menjamin teknis operasional stasiun penyiaran dapat berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku. Manajer teknik berperan sangat penting dalam mendesain, membangun, dan memasang seluruh peralatan teknis, dan juga merencanakan program perawatan alat serta memastikan penggunaan peralatan secara efektif dan efisien.

b. Asisten Manajer Teknik. Asisten manajer teknik adalah orang kedua pada departemen teknik stasiun televisi dan langsung bertanggung jawab kepada manajer teknik dalam pekerjaan sehari-hari. Asisten manajer teknik ikut bertanggung jawab dalam penentuan anggaran dan kebijakan departemen teknik. Ia juga memberikan saran kepada staf bagian program dan produksi

16 Ibid. hlm 473

(18)

stasiun TV atas berbagai aspek manajer teknik memberikan dukungan yang diperlukan untuk melaksakan suatu produksi.

c. Teknisi Audio/Video. Teknisi audio/video bertanggung jawab mengoperasikan peralatan elektronika audio dan video pada stasiun TV termasuk juga pada bagian produksi/program. Teknisi audio/video terbagia atas dua bidang yaitu teknisi khusus audio dan teknisi khusus video.

1. Teknisi khusus audio (suara). Teknisi audio bertanggung jawab menangani aspek suara pada suatu produksi program yang mencakup suara musik, suara penyanyi, suara pemain, dan special efek. Ia bertugas menempatkan dan mempersiapkan microphone dan memonitor seluruh level suara pada saat produksi program.

2. Teknisi khusus video (gambar). Teknisi video bertugas mengawasi dan menjaga kualitas gambar dari suatu produksi program, ia juga bertugas menempatkan kamera dan mengontrol/mengawasi tingkat warna dan kecerahan gambar selama proses produksi. Ia juga harus memastikan untuk mendapatkan kualitas gamabr terbaik.

2.7. Peralatan

2.7.1. Merancang Sistem Peralatan

Terdapat sejumlah hal yang harus dipertimbangkan dalam merancang system peralatsan pada stasiun penyiaran yang mencakup persyaratan umum,konfi gurasi peralatan,tim perencana/konsultan dan spesifikasi teknik peralatan.17

17 W.Horton,Katherine Horton. E-learning Tools and Technologies.USA: Joe Wikert, 2003.hlm 280

(19)

Persyaratan umum. Persyaratan umum yang perlu diperhatikan dalam merancang system peralatan, baik peralatan produksi, penyiaran maupun teknik umum antara lain:

1. Memenuhi persyaratan internasional dan nasional

2. Adanya jaminan kontinuitas dukungan suku cadang (biasanya sekitar 10tahun) dan layanan purnajurnal

3. Mempunyai daya tahan (reability) yang tinggi 4. Kemudahan memperoleh suku cadang

5. Praktis dalam pengoperasian dan pemeliharaan

6. Kemudahan pengintegrasiannya derngan system peralatan lainnya 7. Populasi (pengguna) peralatan secara internasional maupun nasional 8. Lokasi ke-agen an terdekat

9. Pengalaman pengguna sebelumnya 10. Peralatan yang digunnakan competitor

11. Kemampuan SDM yang mungkin dapat disediakan 12. Tidak berlebihan (sesuai kebutuhan)

13. Kemudahan pengembangan system peralatan di kemudian hari (upgrading) sejalan dengan penningkatan kebutuhan

Konfigurasi peralatan.18 Berdasarkan kebutuhan yang telah ditetapkan sebelumnya, disusun daftar kebutuhan peralatan dengan disertai gambar secara block diagram (garis besar), mencakup :

18 Ibid. .hlm 433

(20)

a. Peralatan Produksi yang antara lain terdiri atas : Camera system (studio kamera dan ENG/EFP kamera), video system, audio system, editing (and dubbing) system, VCR system, lighting system, master control, production control, communication system, mobile production unit, maintenance equipment, dan lain-lain.

b. Peralatan Penyiaran yang antara lain terdiri atas : sending VCR system, continuity studio equipment, camera system, audio system, video system, lighting system, master control (bersama dengan bagian produksi) dan peralatan transmisi seperti pemancar,microwave link, up & down link.

c. Peralatan Pendukung (Teknik Umum) yang antara lain terdiri atas : pembangkit daya listrik stationary (PLN, generator sets), pembangkit daya listrik mobile/portable (mobile generator sets) sebagai kelengkapan mobile production unit dan atau small silent generator set, alat pendingin (AC) untuk studio dan ruang peralatan, alat komunikasi stationary atau portable:

handy talky, mobile phone, computer untuk computer grafis, mobil untuk transportasi tim produksi dan penyiaran serta reporter dan mobil untuk transportasi peralatan pendukung siaran luar.

Spesifikasi teknik peralatan. Secara garis besar spesifikasi teknik peralatan mencakup antara lain: frekuensi dan tegangan listrik yang dibutuhkan, peralatan serta toleransi yang diizinkan (PLN: 220volt/50hz); kondisi lingkungan;

temperature dan kelembaban (humidity) lingkuungan dimana peralatan dapat berfungsi secara normal; ukuran fisik peralatan (volume dan berat); karakteristik

(21)

(parameter) video dan audio secara lengkap yang mencerminkan mutu atau klasifikasi peralatan.

2.8. Audio

2.8.1. Pengertian Audio

Audio dalam sistem komunikasi bercirikan suara, sinyal elektrik digunakan untuk membawa unsur bunyi. Istilah ini juga biasa digunakan untuk menerangkan sistem - sistem yang berkaitan dengan proses perekaman dan transmisi yaitu sistem pengambilan / penangkapan suara, sambungan transmisi pembawa bunyi, amplifier dan lainnya.19

2.8.2. Macam-macam Audio

Audio terbagi dalam tiga macam, yaitu :

a. Audio visual: Perangkat soundsistem yang dilengkapi dengan penampilan gambar, biasanya digunakan untuk presentasi, home theater, dsb.

b. Audio Streaming: istilah yang dipergunakan untuk mendengarkan siaran secara live melalui Internet. Berbeda dengan cara lain, yakni men-download file dan menjalankannya di komputer kita bila download-nya sudah selesai, dengan streaming kita dapat mendengarnya langsung tanpa perlu mendownload file-nya sekaligus. Ada bermacam-macam audio streaming, misalnya Winamp (mp3), RealAudio (ram) dan liquid radio.

19 Abishek Yadav:Analog Communication System.New Delhi:University Science Press,2008.hlm 3

(22)

c. Audio Modem Riser: Sebuah kartu plug-in untuk motherboard Intel yang memuat sirkuit audio dan atau sirkuit modem. AMR memuat fungsi-fungsi analog (kode-kode) yang dipelukan untuk operasi modem dan atau audio.

2.9. Audio Mixer

2.9.1. Fungsi dan Kegunaan

Mixer berfungsi sebagai pencampur suara, sebuah mixing console, apakah itu analog maupun digital, atau juga disebut soundboard / mixing desk (papan suara) adalah20 sebuah peralatan elektronik yang berfungsi memadukan (lebih populer dengan istilah "mixing"), pengaturan jalur (routing) dan mengubah level, serta harmonisasi dinamis dari sinyal audio. Sinyal - sinyal yang telah diubah dan diatur kemudian dikuatkan oleh penguat akhir atau power amplifier.

Audio mixer secara luas digunakan dalam berbagai keperluan, termasuk studio rekaman, sistem panggilan publik (public address), sistem penguatan bunyi, dunia penyiaran baik radio maupun televisi, dan juga pasca produksi pembuatan film. Suatu contoh yang penerapan sederhana, dalam suatu pertunjukan musik misalnya, sangatlah tidak efisien jika kita menggunakan masing masing amplifier untuk menguatkan setiap bagian baik suara vokal penyanyi dan alat alat musik yang dimainkan oleh band pengiringnya.

Disini Audio mixer akan menjadi bagian penting sebagai titik pengumpul dari masing masing mikropon yang terpasang, mengatur besarnya level suara

20 Izhaki Roey. Mixing Audio:Concepts,Practice,and Tools. British Library: Taylor and

Francis, 2002. hlm 136

(23)

sehingga keseimbangan level bunyi baik dari vokal maupun musik akan dapat dicapai sebelum diperkuatoleh amplifier. Mixer adalah salah satu perangkat paling populer setelah microphone. Kita lebih mengenalnya dengan sebutan mixer, mungkin kebanyakan kita menyebutnya demikian karena fungsinya yang memang mencampur segala suara yang masuk, kemudian men-seimbangkannya, menjadikannya salura dua kanal (L-R kalau stereo, dan satu kalau mono), kemudian mengirimkannya ke cross-over aktif baru diumpan ke power amplifier dan terakhir ke speaker.

Mixing console menerima berbagai sumber suara21. Bisa dari microphone, alat musik, CD player, tape deck, atau DAT. Dari sini dengan mudah dapat dilakukan pengaturan level masukan dan keluaran mulai dari yang sangat lembut sampai keras. Kalau kita misalkan sebuah system audio di umpamakan sebagai tubuh manusia, snake cable bisa kita umpamakan sebagai system syaraf, dan mixing console sebagai jantungnya. Bila terjadi suatu masalah dengannya, berarti system tersebut sedang dalam masalah besar. Salah satu syarat terpenting dalam mixing console yang baik adalah mempunyai input gain yang baik, pengaturan eq yang juga baik. Maka dengan demikian akan dapat dilakukan pengaturan yang lebih sempurna dan optimal terhadap setiap input microphone, atau apapun yang menjadi sumber suaranya. Ada banyak tipikal pengaturan yang terdapat dalam sebuah mixing console.

21 Herbert Zettl: Televisi Production Handbook, Eighth Edition, Warsworth: Thomson learning, 2003 hal 224

(24)

Ditinjau dari fungsinya, untuk program produksi televisi, mixer audio terbagi ke dalam 3 bagian utama,22 yaitu :

a. Mixer audio broadcast

Mixer jenis ini akan selalu ada di setiap proses produksi. Fungsi utama dari mixer ini adalah untuk mengolah sumber audio yang masuk ke mixer agar dihasilkan kualitas audio yang sesuai untuk direkam atau ditayangkan secara live on air.Output dari mixer ini biasanya untuk ke speaker control room, ke media perekam (VTR, server), dan ke media distribusi ADA (audio distribution amplifier), transmisi, dan SNG (satellite news gathering). Untuk suatu program yang kecil, seperti acara talkshow, pemberitaan, reportase cukup hanya menggunakan satu mixer saja, yaitu mixer broadcast. Mixer broadcast biasanya ditempatkan di ruangan tertentu yang lumayan agak jauh agar tidak terganggu oleh suara dari lokasi syuting.

b. Mixer audio monitor

Untuk program produksi yang cukup besar, selain mixer broadcast juga ditambahkan mixer monitor. Mixer monitor berfungsi untuk mengatur kualitas audio di speaker monitor. Posisi mixer monitor biasanya terletak di samping atau di belakang panggung. Banyak digunakan untuk program musik. Mixer monitor biasanya mempunyai output aux yang lumayan banyak, ada yang 8 bahkan 16 aux. Output dari aux inilah yang dihubungkan ke

22 Op.cit. hlm 89

(25)

masing-masing speaker monitor, seperti speaker monitor gitar, speaker monitor drum, speaker monitor vocal, speaker monitor keyboard dan lain sebagainya.

Untuk program musik yang tidak terlalu melibatkan banyak penonton, contoh program musik akustik, biasanya mixer monitor juga berfungsi sebagai mixer FOH. Sebagai mixer FOH, mixer ini juga mengatur kualitas audio di speaker PA (public address).

c. Mixer audio FOH (front of house)

Untuk program musik yang melibatkan penonton yang sangat banyak, contoh konser musik di lapangan atau gedung pertunjukan, selain mixer broadcast dan mixer monitor, juga ditambah dengan mixer FOH (front of house). Sesuai dengan namanya, maka mixer ini diletakkan di depan panggung. Mixer audio FOH digunakan untuk memonitor kualitas audio yang keluar di speaker PA (public address). Speaker PA adalah bahasa professional untuk speaker yang menghadap ke penonton.

Selain ketiga jenis mixer audio tersebut, ada juga yang disebut dengan sub mixer. Sub Mixer ini biasanya digunakan jika channel audio yang dibutuhkan lumayan banyak sehingga tidak bisa dipenuhi oleh satu buah mixer saja. Sub-mixer biasanya digunakan jika kita menggunakan mixer analog yang mana jumlah channelnya terbatas, maksimal sekitar 48 channel. Kita bisa menggunakan mixer yang kecil untuk digunakan sebagai sub mixer, tergantung kebutuhan channel yang diinginkan.

(26)

Untuk mixer digital, biasanya hal tersebut tidak diperlukan karena bisa menampung lebih dari 48 channel dengan sistem layering (berlapis).

2.8.2. Menu Umum Pada Mixer

Pada umumnya mixer memiliki menu umum, ada beberapa jenis mixer yang digunakan dalam audio penyiaran,23 antara lain adalah sebagi berikut : a. Gain

Disebut juga input level atau trim, biasa terdapat pada urutan paling atas dari setiap channel mixing console. Fungsinya adalah untuk menentukan seberapa sensitive input yang kita inginkan diterima oleh console. Apakah berupa signal mic atau berupa signal line (keyboard, tape deck, dll). Tombol ini akan sangat membantu untuk mengatur signal yang akan masuk ke console. Bila signal lemah, maka dapat dilakukan penambahan, bila terlalu kuat dapat dikurangi.

1. Contoh : untuk penyanyi yang suaranya lemah atau tidak meiliki power yang baik, diperlukan penambahan gain yang lebih. Sedangkan untuk gebukan kick drum, mungkin dilakukan dengan sedikit penambahan. Ini dilakukan agar menjaga setiap input yang masuk ke mixer tetap optimal.

Input gain yang terlalu besar akan menyebabkan distorsi, sedangkan kalau terlalu lemah akan membutuhkan penambahan yang bila berlebihan akan menyebabkan noise.

23 Op.cit. 112

(27)

2. Jadi input gain stage adalah hal yang paling penting dan kritis, karena dari sinilah semua suara yang berkualitas dimulai. Makanya usahakanlah untuk menjaga agar setiap input tetap clean dan clear sebisa mungkin. Sebab noise dan distorsi yang diakibatkan dalam poin ini akan mengalir terus ke seluruh system dan membuat seluruhnya jadi terganggu. Bila ternyata input gain sangat besar atau bahkan terlalu besar sehigga setelah dikurangi juga masih saja terlalu kuat, maka untuk itu terdapat switch PAD pada console yang fungsinya adalah untuk menurunkan gain input signal mulai –20 sampai –30 db.

b. EQ pada channel

Pada setiap channel di mixing console selalu terdapat Equalizer Section.

Fungsinya yaitu sebagai pengatur tone untuk me-modifikasi suara yang masuk pada channel tersebut. Umumnya sound engineer melakukan perubahan sound melalui EQ bertujuan dua :

1. untuk mengubah sound instrument menjadi sound yang lebih disukai

2. untuk mengatasi frekuensi dari input yang bermasalah, misalnya feedback, dengung, overtune, dll.

Pengaturan yang sangat mendasar dari EQ adalah berupa Low dan Hi, kemudian penambahan dan pengurangan (boost/cut).24 Atau ada juga yang lebih kompleks dengan 4 jalur dengan fungsi yang full parametric. Namun tak

24 Op.cit. 120

(28)

perduli seperti apa tipe EQ yang terdapat dalam console, karena tetap dalam tujuan yang sama untuk membantu menemukan sound yang terbaik.

c. EQ yang fix

Yang dimaksud fix di atas adalah pada EQ tersebut tidak memiliki tombol untuk memilih frekuensi yang akan di-setting. Karena frekuensi yang akan

“dikerjai” telah ditetapkan dari pabrik. Pembagian frekuensi pada EQ jenis ini mirip dengan pembagian yang terdapat pada crossover, hanya terdiri atas :

1. Low, dan hi-pada EQ 2way

2. Low, Mid dan Hi-pada EQ 3way

3. Low, Low Mid, Hi mid dan Hi-pada EQ 4 way

Memutar tombol boost/cut akan memberi pengaruh sampai 12 atau 15 db tergantung mixing console apa yang anda gunakan.

d. Pengaturan Lainnya Pada Channel Mixer

Di bawah ini disebutkan beberapa tombol untuk pengaturan lainnya pada chanel mixer,25 yaitu sebagai berikut:

1. 48v Phantom. Ada beberapa tipe microphone yang salah satunya adalah merupakan mic condeser, mic jenis ini butuh tenaga tambahan untuk membuatnya bekerja. Untuk itulah tombol 48v phantom berfungsi yang bila diaktifkan akan mengirim 48v DC ke microphone sebagai penyuplai tenaga, atau juga ke DI Box aktif. Perhatikanlah baik-baik, karena pada

25 Op.cit. 224

(29)

beberapa mixing console tidak terdapat switch phantom secara individual, melainkan hanya terdapat satu tombol saja untuk mengaktifkan phantom bagi seluruh channel, maka periksalah terlebih dahulu, bila semua kabel yang terkonek ke konsole adalah merupakan input balance, ini tidak akan menimbulkan masalah. Tetapi bila salah satu atau beberapa di antaranya merupakan tidak balance, maka ini akan menimbulkan masalah.

2. PAD. Seperti yang telah diterangkan sebelumnya, tombol ini berfungsi untuk mengurangi gain input dari 20 samapi 30db. Tombol ini bukan merupakan tombol putar yang bisa diatur pengurangannya, melainkan tombol tekan. Bila tombol PAD ditekan gain input akan berkurang antara 20 sampai 30db tergantung mixer (baca:manual booknya). Dan bila anda kurang teliti, ini akan menyebabkan mic jadi tidak terdengar karena pengurangan tersebut. Jadi tombol PAD diperlukan hanya untuk signal yang overload. Dan itupun bila setelah dikurangi pada tombol gain ternyata masih tetap terlalu kuat.

3. Reverse. Untuk membalikan phase. Pada setiap masukan selalu terdiri minimal lebih dari satu sambungan. Misalnya microphone yang dengan konektor XLR pasti terdapat tiga pin (pin1-ground, pin2-hot/positif, pin3 cold/negatif). Bila salah satu pin terbalik (pin2 dan pin3), maka suara yang dihasilkan akan berbeda. Ini sangat terasa bila terjadi pada channel kick drum, kalau pin berada pada posisi benar, maka pada saat kick dihentak, konus speaker akan bergerak kedepan dan menghembuskan udara ke arah

(30)

anda bukannya ke belakang. Sedang kalau pin terbalik, konus akan bergerak ke belakang dan menghisap udara dari arah anda.

Untuk itulah tombol reverse berguna, yang bila diaktifkan akan membalik phase dari channel (positif menjadi negatif). Ini juga berguna untuk kasus dua buah mic dengan posisi sangat berdekatan sehingga terjadi canceling phase, yang akan mengakibatkan sound terdengar hampa (dengan kehilangan suara rendahnya). Hal ini sering terjadi bila anda tidak teliti terhadap semua plus minusnya kabel. Dan jangan cepat panik bila saat anda setting disuatu tempat, anda mendengar nada rendah yang terlihat loyo, bisa terjadi dikarenakan keterbalikan phase tersebut.

4. Mic/line. Switch tekan ini untuk mengubah sirkit gain control. Tergantung apakah yang menjadi input adalah mic, effect return atau tape deck/CD.

Pada banyak mixing console terdapat terminal input yang terpisah antara mic dan line input pada channel yang sama. Input mic biasanya menggunakan tipe konektor balans 3 pin XLR atau kadang biasa disebut jack Canon. Sedangkan line input menggunakan jack seperti yang biasa dipakai jack gitar.Hal ini memungkinkan untuk mencolokkan dua input yang berbeda dalam satu channel, dan switch ini untuk mengaktifkan salah satu input yang kita inginkan di antara keduanya. Sebagai contoh, anda dapat mencolokkan effect return dngan gain yang diset rendah pada mic input kemudian mencolokkan lagi tape deck pada line input channel yang sama. Pada saat band sedang show dan tape deck tidak dibutuhkan, anda tinggal men-switch tombol tersebut pada posisi mic. Kemudian pada saat

(31)

band telah selesai dan butuh playback musik dari tape deck/CD, anda juga tinggal men-switchnya pada posisi line. Ini bisa dilakukan untuk menghemat channel, khususnya apabila console yang digunakan tidak terlalu besar.

5. PFL dan SOLO. Tombol PFL (Pre Fade Listening) akan membantu untuk mendengar (melalui headphone) channel yang tombol PFL / SOLOnya diaktifkan. Juga untuk men-check gain signal pada channel. Misalnya pada saat soundcheck, sebelum membuka fader dari channel, tekan tombol PFL, maka pada led indikator channel akan terlihat seberapa besar gain input yang masuk (apakah overload atau terlalu kecil) sebelum suara dikirim ke seluruh system. Pada beberapa tipe mixing console terdapat hanya tombol SOLO yang berguna pada saat soundcheck dan berfungsi untuk mengirim hanya channel yang ditekan tombol solonya ke master L/R. Ingat! Pastikan tombol ini dalam posisi out sebelum band mulai bermain. Atau ini akan menjadi hal yang sangat memalukan.

6. Auxiliary Sends. Dari tombol putar ini dapat dikirim signal dari channel tersebut keluar mixing console (melalui terminal aux out pada terminal keluaran di panel belakang mixer), kemudian dari tombol ini juga dapat dikontrol level signal yang dikirimnya tadi. Signal yang dikirim ini terpisah sama sekali dari keluaran master. Ini berguna untuk mengirim signal ke sistem monitor, atau juga ke berbagai macam unit effec, dan dari keluaran effect dikirim lagi ke channel yang berbeda pada mixing console.

Mixer yang pling sederhana sekalipun sedikitnya memiliki satu atau dua

(32)

AUX SEND. Satu untuk mengirim signal ke monitor dan satu untuk mengirim effect (echo, reverb). Sedang pada mixing console yang lebih besar memiliki 4-6 atau 8 aux send yang kemudian dibagi lagi atas Pre Fade atau Post Fade.

7. Pre Fade. Pada mixer besar umumnya terdapat auxiliary yang terbagi atas pre fade dan atau post fade. Signal yang dikirim dari Pre fade tidak mengalami pengaruh dari channel atau belum mengalami proses dari channel. Itulah makanya Pre fade yang Pre EQ baik dan ideal digunakan untuk mengirim signal ke monitor section.

8. Post Fade. Adalah kebalikan dari pre fade. Yang semua signal yang dikirim melalui post fade adalah telah melalui proses dari channel atau ikut pengaruh dari channel fader, baik EQ maupun levlnya. Post fade sering digunakan untuk mengirim signal ke effect, atau mengirim signal ke mixer yang tepisah untuk keperluan broadcast (Stasiun TV atau Radio), dll.

Tidak ada keterikatan dalam pemilihan penggunaan Auxiliary Send. Bisa saja menggunakan Pre fade untuk mengirim signal ke effect karena akan mendapatkan level original dari input. Hanya saja tetap harus melakukan pengontrolan level dari effect pada saat yang bersamaan.

9. Auxiliary Master. Setiap auxiliary dari channel memiliki satu tombol lagi sebagai pengatur level untuk keseluruhannya. Misalnya aux 1 setiap channel memiliki master aux 1 untuk mengatur seluruh level dari aux 1 setiap channel. Begitu juga auxiliary lainnya. Yang berarti bila mixer meiliki 4 auxiliary out, maka akan terdapat 4 auxiliary master. Perhatikan

(33)

beberapa tombol sejenis seperti Aux Master, Effect Master, Monitor Master, atau sesuatu yang kurang lebih adalah berfungsi sama. Untuk pen- settingan awal putar tombol tersebut pada posisi jam 2, baru lakukan pen- settingan pada channel. Bila ternyata masih kurang kuat, tambah lagi, atau bila terlalu keras, kurangi. Semuanya tergantung situasi.

10. Auxiliary Return. Signal yang telah dikirim melalui auxiliary out ke unit effect apakah Delay, Reverb atau lainnya akan dikirim kembali ke mixing console untuk digabungkan dan diseimbangkan secara tepat dengan level dari signal orisinil source tadi. Walupun cukup banyak juga mixing console yang memiliki pengaturan effect return secara khusus. Yang biasanya bukan dalam bentuk slider (potensio geser). Bila memang masih terdapat channel yang dapat digunakan sebagai masukan effect, kita dapat melakukan pegaturan sengan slider yang lebih memudahkan seperti melakukan pengaturan pada channel standard. Namun pengaturan dengan aux return juga sama seperti yang kita lakukan pada channel, hanya dengan memutar ke arah kanan dan kiri untuk menambah dan mengurangi level effect. Perhatikan! Bila anda membuka sedikit saja Aux Send dari channel yang telah digunakan sebagai effect return, akan berakibat feed back dan noise. Atasi segera dengan menurunkan level dari channel, kemudian periksa Aux Send pada channel.

(34)

e. Tampak Belakang

Salah satu bagian yang sangat-sangat penting untuk dipehatikan. Karena disinilah seluruh kabel (baik input maupun output) terhubung.26 Termasuk dari snake kabel, tape deck/CD, atau juga untuk mengirim atau mnerima effect (send/return), sampai ke main output (untuk mengirim ke seluruh system utama). Berbeda tipe dan merk mixing console akan berbeda pula posisi panel belakangnya (yang kalau anda teliti pasti tidak akan terlalu membingungkan).

Untuk setiap cahnnel terdapat terminal masukan mic yang biasanya terdiri dari konektor XLR. Namun ada lagi beberapa lainnya sebagai berikut :

1. Line input. Masukan selain masukan mic, namun terpisah (biasanya dengan jack gitar balance/TRS).

2. Insert. Digunakan untuk mengolah signal melalui effect seperti Gate, Compressor atau EQ hanya untuk channel yang diinsert saja, berfungsi bila kita ingin m enggunakan effect atau apapun untuk memproses hanya satu channel saja yang kita inginkan. Karena insert adalah jalur untuk mengalirkan dan menerima kembali signal yang telah diproses oleh effect atau perangkat apapun. Bila terdapat dua berarti satu untuk masukan (IN) dan satu untuk keluaran (OUT) yang selalu diberi tanda untuk tulisan Insert In dan Insert Out, bila terdapat hanya satu, ini pasti terdiri dari jack balance TRS (Tip Ring Slave). Tip adalah sebagai IN, Ring adalah sebagai OUT, dan Slave adalah sebagai GROUND. Selain itu juga terdapat line

26 Op.cit. 238

(35)

out atau direct out tersendiri, yang sering digunakan untuk aplikasi rekaman per-track, ini bisa saja Pre Fade atau Post Fade, tergantung consolenya.

Pada section master terdapat beberapa terminal lagi seperti : Auxiliary Out yang biasa tertulis Aux snd 1, Aux send 2, dst. Atau juga dengan nama Effect Out, Monitor Out, tergantung apa yang tertulis pada tombol-tombol panel pengontrolnya. Setiap group mempunyai kluaran masing-masing dan selalu dilengkapi dengan insert group. Insert Group bisa digunakan bila kita hanya ingin memproses signal di goup tersebut. Misalnya semua channel vokal dikiim ke group 1, kemudian kita men-insert compressor hanya untuk group satu yang berisi vokal.

Banyak console yang didalamnya terdapat power supply. Tapi banyak juga yang menggunakan power supply terpisah, menggunakan multi pin yang terkoneksi ke console. Perhatikan voltase yang dibutuhkan untuk menyalakannya sebelum mencolokkan ke listrik. Terminal keluaran untuk Master kanan dan kiri terdiri dari konektor XLR atau jack. Namun juga tidak jarang terdiri dari keduanya. Selain itu juga terdapat keluaran mono yang terpisah adalah penggabungan dari keluaran (kiri/kanan) yang juga dilengkapi dengan pengontrolan sendiri. Mungkin akan terdapat banyak sekali terminal pada panel belakangnya.

Gambar

Tabel 2.1. : Jenis Media dan Sifatnya.

Referensi

Dokumen terkait

Perangkat ajar atau CAI (Computer Aided Interface) juga dapat diartikan sebagai salah satu alat bantu pengajaran berbasis komputer dengan program yang interaktif terhadap

21 Jalaluddin Rahmat, “Prinsip-prinsip Komunikasi menurut Al-Qur’an”, 81.. Menilik arti qawl maysu>ra> di atas, baik dari segi asba>b al-nuzu>l, kaitan teks

Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner dan Suddarth.. Waluyo

Tujuan dari penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui karakteristik rumah tangga miskin di kalangan kabupaten desa. 2) Untuk mengetahui pengaruh peran usia, pendidikan dan

kategori adh-dha>ri’ah yang semula ditentukan untuk mubah, tidak ditujukan untuk kerusakan, namun biasanya sampai juga kepada kerusakan yang mana. kerusakan itu lebih besar

Algoritma one time pad dapat digunakan untuk komunikasi yang rahasia dengan nilai yang tidak terlalu besar, namun pada skala yang besar, algoritma one time pad menjadi tidak

Pada penelitian ini, jaringan syaraf tiruan berulang (RNN) digunakan untuk mendesain stabilisator sistem tenaga (PSS) karena mempunyai keunggulan bahwa keluarannya tidak

Faktor-faktor tersebut dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang berhubungan dengan kepribadian dan lingkungan individu, serta pengalaman berhubungan dengan sarana dan