PENARIKAN KEMBALI HARTA HIBAH SEBAGAI HARTA WARIS MENURUT KHI DAN KUHPERDATA
Teks penuh
Dokumen terkait
Berdasarkan bunyi isi Pasal 209 KHI ayat 1 dan 2 tersebut, dapat dipahami bahwa wasiat wajibah yang dimaksud oleh KHI adalah wasiat yang diwajibkan berdasarkan
Namun, pembatasan hibah dalam pasal 210 KHI ini merujuk pada ketentuan wasiat karena memiliki kesamaan sifat, Hibah 1/3 harta juga dapat dikaitkan dengan kemaslahatan,
Menurut istilah Ulama fiqh, kata hibah di gunakan dalam redaksi yang berbeda- beda, menurut Mazhab Syafi‟i dengan singkat menyatakan bahwa hibah menurut pengertian
Sedangkan menurut Ulama Syafi’iyah, seseorang yang telah menghibahkan hartanya kepada orang lain tidak dapat metarik kembali harta yang telah dihibahkannya itu, kecuali hibah
Asas kepastian hukum ketentuan tentang pengurangan dan besarnya pengurangan BPHTB terutang terhadap penerima waris dan hibah wasiat tidak terpenuhi, karena tidak dimuat secara tegas
dengan barang hibah, seperti seseorang telah diberi kambing betina yang kurus, dan ia memberikannya makan hingga kambing itu menjadi gemuk, maka dalam kondisi
Asas kepastian hukum ketentuan tentang pengurangan dan besarnya pengurangan BPHTB terutang terhadap penerima waris dan hibah wasiat tidak terpenuhi, karena tidak dimuat secara tegas
apa yang telah mereka terima dan yang meninggalpun sekiranya mereka dibebaskan dan perhitungan kembali (pasal 921 KUHPerdata). Persamaan keenam antara hukum