• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH PERCEIVED WEB VENDOR REPUTATION DAN PERCEIVED WEB SITE QUALITY TERHADAP KEPERCAYAAN KONSUMEN BERBELANJA PADA TOKOPEDIA DI KOTA MAKASSAR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PENGARUH PERCEIVED WEB VENDOR REPUTATION DAN PERCEIVED WEB SITE QUALITY TERHADAP KEPERCAYAAN KONSUMEN BERBELANJA PADA TOKOPEDIA DI KOTA MAKASSAR"

Copied!
93
0
0

Teks penuh

(1)

Skripsi

Untuk memenuhi salah satu persyaratan Mencapai derajat Sarjana S-1

Program Studi Manajemen

Diajukan Oleh : SATRIO UTOMO

2015211962

KONSENTRASI BISNIS DAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL PROGRAM STUDI MANAJEMEN

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI NOBEL INDONESIA

MAKASSAR 2019

(2)
(3)
(4)
(5)
(6)

vi

MOTTO

“Sedekah itu tidak akan mengurangi harta.

Tidak ada orang yang memberi maaf kepada orang lain, melainkan Allah akan menambah

kemuliaannya. Dan tidak ada orang yang merendahkan diri karena Allah , melainkan

Allah akan mengangkat derajatnya.”

(HR. Muslim)

(7)

vii

PERSEMBAHAN

Dengan segala puji dan syukur kepada Allah SWT, karea haya atas izin dan karunianya maka skripsi ini dapat selesai dan atas dukungan do’a dari orang- orang tercinta, akhirnya skripsi ini dapat dirampungkan dengan baik dan tepat

pada waktunya.

Oleh karena itu, dengan penuh kerendahan hati dan rasa syukur tiada henti, Skripsi ini kupersembahkan untuk:

Kedua Orang Tuaku Tercinta Aji Hariyanto

Siti Subaidah

Kakak dan Adikku tersayang Prio Wicaksono

Joko Dikdoyo

Sahabat dan Teman-teman terbaikku Sukriadi

Muh Hajir Salbin Oky Pandawa Putra

Muh Yusuf Basri

Seluruh dosen yang telah mendidik dan memberikan ilmunya dengan tulus Almamater yang ku banggakan

STIE NOBEL INDONESIA MAKASSAR

(8)

viii

KATA PENGANTAR

ِِمــــــــــــــــــْسِب

ِِالل

ِِنَم ْحَّرلا

ِِمْيِحَّرلا

Assalamualaikum Wr. Wb.

Segala puji bagi Allah, Sang Maha Pencipta dan Pengatur Alam Semesta, berkat Ridho Nya, penulis akhirnya mampu menyelesaikan skripsi ini yang berjudul

“Pengaruh Perceived Web Vendor Reputation dan Perceived Web Site Quality Terhadap Kepercayaan Konsumen Berbelanja pada Tokopedia di Kota Makassar”.

Dalam menyusun skripsi ini, banyak kesulitan dan hambatan penulis alami, namun berkat dukungan, dorongan dan semangat dari orang terdekat, sehingga penulis mampu menyelesaikannya. Oleh karena itu penulis pada kesempatan ini mengucapkan terima kasih sedalam-dalamnya kepada:

1. Bapak Dr. H. Mashur Razak, SE., M.M., selaku Ketua STIE Nobel Indonesia Makassar.

2. Ibu Andi Ririn Oktaviani, S.E., M.M. selaku pembimbing yang tanpa lelah mengarahkan dan memberi bantuan yang berkaitan dengan skripsi penulis.

3. Bapak Dr. H. Mashur Razak, SE., M.M., dan Bapak Dr. Ahmad Firman S.E., M.Si selaku penguji.

4. Bapak/Ibu dosen yang telah begitu tulus membekali penulis dengan ilmu dan pelajaran yang sangat berharga selama proses perkuliahan dari awal hingga akhir.

5. Ayahanda tercinta Aji Hariyanto dan ibunda tersayang Siti Subaidah serta saudara-saudaraku Prio Wicaksono, dan Joko Dikdoyo.

Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam skripsi ini. Oleh karena itu segala kritikan dan saran yang membangun akan penulis terima dengan baik.

Wassalamualaikum Wr.Wb.

Makassar, 9 April 2019

Penulis

(9)

ix

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PENGESAHAN ... ii

SURAT PERNYATAAN ... iii

ABSTRAK ... iv

ABSTRACT ... v

MOTTO ... vi

PERSEMBAHAN ... vii

KATA PENGANTAR ... viii

DAFTAR ISI ... ix

DAFTAR GAMBAR ... xii

DAFTAR TABEL ... xiii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 5

1.3 Tinjauan Penelitian ... 6

1.4 Manfaat Penelitian ... 6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 8

2.1 Perceived Web Vendor Reputation ... 8

2.1.1 Pengertian Perceived Web Vendor Reputation ... 8

2.1.2 Elemen Yang Membangun Reputasi ... 9

2.2 Perceived Web Site Quality ... 10

2.2.1 Pengertian Perceived Web Site Quality ... 10

2.2.2 Dimensi Kualitas Website ... 10

2.3 Kepercayaan ... 12

2.3.1 Pengertian Kepercayaan ... 12

2.3.2 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepercayaan ... 12

2.3.3 Dimensi Kepercayaan ... 13

2.3.4 Elemen Kepercayaan ... 15

2.3.5 Jenis-Jenis Kepercayaan ... 16

(10)

x

2.4 Penelitian Terdahulu ... 17

2.5 Kerangka Pikir ... 18

2.6 Hipotesis ... 20

BAB III METODE PENELITIAN ... 21

3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian ... 21

3.2 Metode Pengumpulan Data ... 21

3.2.1 Studi Lapangan ... 21

3.2.2 Studi Pustaka ... 22

3.3 Jenis dan Sumber Data ... 22

3.3.1 Jenis Data ... 22

3.3.2 Sumber Data ... 22

3.4 Populasi dan Sampel ... 23

3.4.1 Populasi ... 23

3.4.2 Sampel ... 24

3.5 Metode Analisis ... 25

3.5.1 Uji Instrumen ... 26

3.5.2 Uji Kesesuaian/Uji Hipotesis ... 27

3.6 Definisi Operasional ... 28

3.6.1 Variabel Bebas (Independent Variable) ... 28

3.6.2 Variabel Terikat (Dependent Variable) ... 29

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 30

4.1 Hasil Penelitian ... 30

4.1.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian ... 30

4.1.2 Karakteristik Responden ... 32

4.1.2.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia ... 32

4.1.2.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ... 33

4.1.2.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Kecamatan ... 34

4.1.3 Deskripsi Variabel Penelitian ... 36

(11)

xi

4.1.3.1 Deskripsi variabel reputasi vendor web yang

dirasakan ... 38

4.1.3.2 Deskripsi variabel kualitas situs web yang dirasakan ... 40

4.1.3.3 Deskripsi Variabel Kepercayaan ... 41

4.1.4 Hasil Penelitian ... 43

4.1.4.1 Uji Validitas ... 43

4.1.4.2 Uji Reliabilitas ... 45

4.1.4.3 Analisis Regeresi Linear Berganda ... 46

4.1.4.4 Uji Simultan (Uji F) ... 47

4.1.4.5 Uji Parsial (Uji t) ... 49

4.1.4.6 Menentukan Variabel yang Lebih Dominan ... 51

4.1.4.7 Koefisien Determinasi ... 52

4.2 Pembahasan Hasil Penelitian ... 54

4.2.1 Pengaruh reputasi vendor web yang dirasakan terhadap kepercayaan konsumen berbelanja pada Tokopedia ... 55

4.2.2 Pengaruh kualitas situs web yang dirasakan terhadap kepercayaan konsumen berbelanja pada Tokopedia ... 56

4.2.3 Pengaruh reputasi vendor web yang dirasakan dan kualitas situs web yang dirasakan terhadap kepercayaan konsumen berbelanja pada Tokopedia ... 58

4.2.4 Variabel yang lebih dominan ... 59

BAB V PENUTUP ... 60

5.1 Kesimpulan ... 60

5.2 Saran ... 60

DAFTAR PUSTAKA ... 62

LAMPIRAN ... 64

(12)

xii

DAFTAR GAMBAR

No. Uraian Halaman

2.1 Kerangka Pikir ... 19

(13)

xiii

DAFTAR TABEL

No. Uraian Halaman

1.1 Jumlah Pengunjung Website Toko Online di Indonesia Pada Kuartal II -

Kuartal III Tahun 2018 ... 3

3.1 Jumlah Penduduk Kota Makassar ... 23

4.1 Luas Wilayah Menurut Kecamatan di Kota Makassar ... 31

4.2 Klasifikasi Responden Berdasarkan Usia ... 33

4.3 Klasifikasi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ... 34

4.4 Klasifikasi Responden Berdasarkan Kecamatan ... 35

4.5 Deskripsi Variabel Penelitian ... 37

4.6 Penilaian responden terhadap variabel Reputasi vendor web yang dirasakan ... 39

4.7 Penilaian responden terhadap variabel kualitas situs web yang dirasakan ... 40

4.8 Penilaian Responden Terhadap Variabel Kepercayaan ... 42

4.9 Hasil Uji Validitas ... 44

4.10 Hasil Uji Reliabilitas ... 45

4.11 Hasil Analisis Regresi Linear Berganda ... 46

4.12 Hasil Uji Simultan (Uji F) ... 48

4.13 Hasil Uji Parsial (Uji t) ... 49

4.14 Koefisien Determinasi ... 52

(14)

BAB I

PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Era digital yang terus berkembang seperti saat ini, pertumbuhan ekonomi menjadi sangat bergantung pada teknologi dan internet. Hal ini terbukti dari pertumbuhan internet di Indonesia yang terus mengalami peningkatan. Internet merupakan sarana elektronik yang dapat dipergunakan untuk berbagai aktivitas seperti komunikasi, riset, pemanfaatan informasi dan juga dapat digunakan sebagai sarana untuk melakukan transaksi perdagangan.

Menurut data yang dikeluarkan oleh Kemenkominfo jumlah pengguna Internet di Indonesia pada tahun 2015 sudah mencapai 93,4 juta jiwa dengan 7,4 juta konsumen online dan dengan nilai transaksi mencapai US$3,65 Miliar. Pada tahun 2016 diperkirakan ada 8.7 juta konsumen toko online dengan nilai transaksi US$4,89 miliar dan di proyeksikan akan terus meningkat secara siginifikan pada tahun yang akan mendatang (https:kominfo.go.id). Hal ini membuktikan bahwa pasar e-commerce di Indonesia mengalami perkembangan.

E-commerce sendiri merupakan perubahan dari pemasaran secara fisik kepada pemasaran digital. Berkembangnya bisnis e-commerce di Indonesia telah merubah beberapa perilaku konsumen salah satunya adalah kebiasan berbelanja di pusat perbelanjaan atau toko sekarang mulai beralih dengan menggunakan media online. Selama terkoneksi dengan internet,

(15)

konsumen tidak harus mendatangi toko atau tempat perbelanjaan untuk mendapatkan barang atau jasa yang diinginkannya.

Dewasa ini, terdapat banyak jenis e-commerce yang berkembang di dunia, namun hanya ada beberapa jenis e-commerce yang berkembang di Indonesia. Salah satu jenis e-commerce yang saat ini berkembang pesat di Indonesia adalah e-commerce jenis marketplace. Marketplace merupakan sebuah tempat dimana penjual dapat membuat akun dan menjelaskan barang dagangannya. Salah satu keuntungan berjualan di marketplace adalah penjual tidak perlu membuat situs atau toko online pribadi. Penjual hanya perlu menyediakan foto produk dan mengunggahnya kemudian dilengkapi dengan deskripsi produk tersebut. Selanjutnya, apabila ada pembeli yang ingin membeli produk yang ditawarkan tersebut, pihak penjual akan diberi notifikasi oleh sistem dari e-commerce tersebut. Salah satu jenis marketplace yang cukup populer di Indonesia adalah Tokopedia.

Tokopedia dengan kampanyenya “Mulai Aja Dulu” ini berhasil menduduki posisi teratas dengan pengunjung website terbanyak di Indonesia dibandingkan pesaingnya seperti Bukalapak, Lazada, dan Shopee pada kuartal II dan kuartal III di tahun 2018.

(16)

Tabel 1.1

Jumlah Pengunjung Website Toko Online di Indonesia Pada Kuartal II - Kuartal III Tahun 2018

Toko Online Kuartal II Kuartal III

Tokopedia 111.484.100 153.639.700

Bukalapak 85.138.900 95.932.100

Lazada 49.990.700 36.405.200

Shopee 30.843.400 38.882.000

Blibli 29.044.100 31.303.500

JD ID 11.269.000 11.401.500

Bhinneka 4.708.100 3.725.600

Mataharimall 4.666.300 2.784.900

Elevenia 4.482.800 4.001.800

Sale Stock 4.246.700 4.333.000

Total 335.874.100 382.409.300

Sumber: https://iprice.co.id/insights/mapofecommerce/en/

Selain itu keunggulan Tokopedia dibandingkan e-commerce lainnya ialah fitur-fiturnya yang menarik seperti promo gratis ongkir, cashback, dan berbagai kupon-kupon belanja menarik, kesempatan untuk mengumpulkan Lucky Egg, dimana setiap melakukan transaksi konsumen juga akan dihadiahi Lucky Egg yang berisi TokoPoints dan Loyalty Points.

TokoPoints ini di kumpulkan untuk ditukarkan ke lebih banyak promo menarik lainnya, lalu ada kuis dan juga voting yang bisa di ikuti untuk memenangkan berbagai hadiah, dan juga Tokopedia Feed dimana konsumen bisa cari inspirasi produk lebih banyak dari influencer dan juga update produk-produk terkini dari toko online favorit konsumen.

Namun dibalik itu, e-commerce yang menawarkan banyak kemudahan terhadap konsumen belum tentu berhasil hanya dengan membuat website toko online, namun konsumen secara personal juga akan

(17)

menilai dan menentukan perilaku apa yang akan mereka ambil berdasarkan penilaian mereka terhadap suatu situs e-commerce, apakah konsumen akan percaya dan selanjutnya dengan senang hati bertukar informasi pribadi dengan situs e-commerce, dan bertransaksi atau tidak. Para pembeli online sangat hati-hati, dan dengan ancaman kecurangan online, mereka memiliki alasan untuk berperilaku demikian. Pada dasarnya, banyak pembeli tidak percaya pada situs, kecuali jika perusahaan dapat membangun kepercayaan pengunjung atas situs terkait. Pengunjung mulai mengevaluasi kredibilitas situs begitu mereka memasukinya.

Kepercayaan merupakan salah satu pondasi dari bisnis apapun, suatu transaksi bisnis antara dua belah pihak atau lebih akan terjadi apabila masing-masing pihak saling mempercayai. Kepercayaan ini tidak begitu saja dapat diakui oleh pihak lain atau mitra bisnis, melainkan harus dibangun mulai dari awal dan dapat dibuktikan. Kepercayaan merupakan pondasi yang kuat untuk menentukan sukses atau tidaknya e-commerce kedepan.

Menurut McKnight et. al. dalam Mira, (2013) menyatakan bahwa ada faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kepercayaan konsumen yaitu perceived web vendor reputation (reputasi vendor web yang dirasakan), dan perceived web site quality (kualitas situs web yang dirasakan).

Perceived web vendor reputation (reputasi vendor web yang dirasakan) merupakan suatu atribut yang diberikan kepada penjual berdasarkan pada informasi dari orang atau sumber lain. Reputasi dapat

(18)

menjadi penting untuk membangun kepercayaan seorang konsumen terhadap penjual karena konsumen tidak memiliki pengalaman pribadi dengan penjual, reputasi dari mulut ke mulut yang juga menjadi kunci ketertarikan konsumen. Informasi positif yang didengar oleh konsumen tentang penjual dapat mengurangi persepsi risiko dan ketidakamanan ketika bertransaksi dengan penjual.

Sedangkan perceived web site quality (kualitas situs web yang dirasakan) yaitu persepsi akan kualitas situs dari perusahaan. Tampilan website perusahaan dapat mempengaruhi kesan pertama yang terbentuk.

Menurut Wing Field dalam Mira, (2013), menampilkan website secara professional mengindikasikan bahwa perusahaan tersebut berkompeten dalam menjalankan operasionalnya. Tampilan website yang professional memberikan rasa nyaman dalam melakukan pembelian.

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan maka penulis berkeinginan melakukan penelitian dengan judul “pengaruh perceived web vendor reputation dan perceived web site quality terhadap kepercayaan

konsumen berbelanja pada Tokopedia di kota Makassar”.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang di atas, pada penelitian kali ini merumuskan permasalahan sebagai berikut:

1. Apakah perceived web vendor reputation dan perceived web site quality berpengaruh terhadap kepercayaan konsumen berbelanja pada Tokopedia di kota Makassar secara persial?

(19)

2. Apakah perceived web vendor reputation dan perceived web site quality berpengaruh terhadap kepercayaan konsumen berbelanja pada Tokopedia di kota Makassar secara simultan?

3. Yang manakah lebih dominan antara kedua pengaruh perceived web vendor reputation dan perceived web site quality terhadap kepercayaan konsumen berbelanja pada Tokopedia di kota Makassar?

1.3 Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui pengaruh perceived web vendor reputation dan perceived web site quality terhadap kepercayaan konsumen berbelanja pada Tokopedia di kota Makassar secara persial?

2. Untuk mengetahui pengaruh perceived web vendor reputation dan perceived web site quality terhadap kepercayaan konsumen berbelanja pada Tokopedia di kota Makassar secara simultan?

3. Untuk mengetahui yang manakah lebih dominan antara kedua pengaruh perceived web vendor reputation dan perceived web site quality terhadap kepercayaan konsumen berbelanja pada Tokopedia di kota Makassar?

1.4 Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:

1. Manfaat Teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan atau kajian pustaka terkait dengan kepercayaan konsumen berbelanja secara online.

(20)

2. Manfaat Praktis a. Bagi Peneliti

Menjadi sarana untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama di bangku kuliah.

b. Bagi Perguruan Tinggi

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi institusi pendidikan untuk melihat bagaimana kepercayaan konsumen dalam berbelanja online.

c. Bagi Umum

Untuk memberikan informasi terhadap kepercayaan konsumen dalam berbelanja online.

(21)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Perceived Web Vendor Reputation

2.1.1 Pengertian Perceived Web Vendor Reputation

Perceived web vendor reputation (reputasi vendor web yang dirasakan) merupakan suatu atribut yang diberikan kepada penjual berdasarkan pada informasi dari orang atau sumber lain. Reputasi dapat menjadi penting untuk membangun kepercayaan seorang konsumen terhadap penjual karena konsumen tidak memiliki pengalaman pribadi dengan penjual, reputasi dari mulut ke mulut yang juga menjadi kunci ketertarikan konsumen. Informasi positif yang didengar oleh konsumen tentang penjual dapat mengurangi persepsi risiko dan ketidakamanan ketika bertransaksi dengan penjual (McKnight et. al. dalam Mira, 2013).

Reputasi adalah persepsi publik mengenai tindakan-tindakan organisasi yang telah berlalu dan prospek organisasi di masa mendatang, tentunya dibandingkan dengan organisasi sejenis atau pesaing. Reputasi terkait dengan hal yang telah dilakukan perusahaan dan diyakini publik sasaran berdasarkan pengalaman sendiri maupun pihak lain (Fombrun, 2016).

Menurut Fombrun (2016) reputasi sebagai persepsi yang ditanamkan dibenak publik berdasarkan informasi tentang posisi relatif perusahaan dalam bidang organisasi.

(22)

2.1.2 Elemen Yang Membangun Reputasi

Menurut Charles J. Fombrun (2016) dalam buku Reputation:

Realizing Value from the Corporate Image, reputasi dibangun oleh empat elemen, antara lain :

a. Credibility

Organisasi diharapkan memiliki kredibilitas dalam tiga hal, meliputi organisasi memperlihatkan profitabilitas, dapat mempertahankan stabilitas dan adanya prospek pertumbuhan yang baik.

b. Reliability

Reliability adalah harapan dari para pelanggan. Organisasi diharapkan dapat selalu menjaga mutu produk atau jasa dan menjamin terlaksananya pelayanan prima yang diterima oleh pelanggan.

c. Trustworthiness

Trusworhitness adalah harapan para karyawan. Organisasi diharapkan dapat dipercaya, organisasi dapat menimbulkan rasa memiliki dan kebanggaan bagi karyawan.

d. Responsibility

Responsibility adalah harapan dari para komunitas. Seberapa banyak atau berarti organisasi membantu pengembangan masyarakat sekitar, seberapa peduli organisasi terhadap masyarakat dan menjadi organisasi yang ramah lingkungan.

(23)

2.2 Perceived Web Site Quality

2.2.1 Pengertian Perceived Web Site Quality

Perceived web site quality (kualitas situs web yang dirasakan) yaitu persepsi akan kualitas situs dari perusahaan. Tampilan website perusahaan dapat mempengaruhi kesan pertama yang terbentuk. Menurut Wing Field dalam (Mira, 2013), menampilkan website secara professional mengindikasikan bahwa perusahaan tersebut berkompeten dalam menjalankan operasionalnya. Tampilan website yang professional memberikan rasa nyaman dalam melakukan pembelian.

Website Quality merupakan salah satu metode atau teknik pengukuran kualitas website berdasarkan persepsi pengguna akhir. Kualitas website dapat dilihat sebagai atribut dari sebuah website yang berkontribusi terhadap kegunaannya kepada konsumen (Gregg dan Walczak, 2010).

2.2.2 Dimensi Kualitas Website

Menurut Barnes dan Vidgen (2012) terdapat 3 dimensi yang membentuk kualitas website, yaitu:

1. Kualitas Informasi ( web information quality )

Kualitas informasi meliputi hal – hal seperti informasi yang akurat, informasi yang bisa di percaya, informasi yang up to date atau terbaru, informasi yang sesuai dengan topik bahasan, informasi yang mudah dimengerti, informasi yang sangat detail dan mendalam, dan informasi yang disajikan dalam format desain yang sesuai.

(24)

2. Kualitas desain website ( site design quality )

Kualitas desain website meliputi kemampuan web dalam memberikan tampilan atau interface yang dengan ekstetika dan fungsi yang maksimal. Mulai dari segi penataan informasi, tampilan menu – menu, kejelasan informasi, pemilihan warna web serta kejelasan tentang font pada website itu sendiri.

3. Kualitas Penggunaan ( usability quality )

Kualitas penggunaan meliputi, kemudahan untuk dipelajari, kemudahan untuk dimengerti situs dalam pemberian informasi yang diharapkan pengguna, kemudahan untuk ditelusuri dalam pencarian informasi, kemudahan dalam pengoperasian situs bagi pengguna, kemudahan dalam sistem navigasi memberikan pengalaman baru tentang informasi yang dibutukan pengguna.

Kim dan Niehm (2009) mengungkapkan bahwa para peneliti terdahulu membagi dimensi kualitas website menjadi lima, yaitu:

1. Informasi

Informasi meliputi kualitas konten, kegunaan, kelengkapan, akurat, dan relevan.

2. Keamanan

Keamanan meliputi kepercayaan, privasi dan jaminan keamanan.

3. Kemudahan

Kemudahan meliputi mudah untuk dioperasikan, mudah dimengerti, dan kecepatan.

(25)

4. Kenyamanan

Kenyamanan meliputi daya tarik visual, daya tarik emosional, desain kreatif dan atraktif.

5. Kualitas pelayanan

Kualitas pelayanan meliputi kelengkapan secara online, dan customer service.

2.3 Kepercayaan

2.3.1 Pengertian Kepercayaan

Kepercayaan adalah kemauan seseorang untuk bertumpu pada orang lain dimana kita memiliki keyakinan padanya. Kepercayaan merupakan kondisi mental yang didasarkan oleh situasi seseorang dan konteks sosialnya. Ketika seseorang mengambil suatu keputusan, ia akan lebih memilih keputusan berdasarkan pilihan dari orang- orang yang lebih dapat ia percaya dari pada yang kurang dipercayai (Moorman, 2013).

Kepercayaan merupakan suatu hal yang penting bagi sebuah komitmen atau janji, dan komitmen hanya dapat direalisasikan jika suatu saat berarti. Kepercayaan ada jika para pelanggan percaya bahwa penyedia layanan jasa tersebut dapat dipercaya dan juga mempunyai derajat integritas yang tinggi (Karsono dalam Wulandari, 2014).

2.3.2 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepercayaan

Menurut McKnight et. al. dalam (Mira, 2013) menyatakan bahwa ada faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kepercayaan konsumen yaitu :

(26)

a. Perceived web vendor reputation

Sebagai atribut yang diberikan kepada penjual berdasarkan pada informasi dari orang atau sumber lain.

b. Perceived web site quality

Sebagai persepsi konsumen akan kualitas situs dari perusahaan.

2.3.3 Dimensi Kepercayaan

Menurut McKnight, Kacmar, dan Choudry, kepercayaan dibangun antara pihak-pihak yang belum saling mengenal baik dalam interaksi maupun proses transaksi. McKnight et. al. dalam (Mira, 2013) menyatakan bahwa ada dua dimensi kepercayaan konsumen, yaitu:

1. Trusting Belief

Trusting belief adalah persepsi pihak yang percaya (pelanggan) terhadap pihak yang dipercaya (perusahaan) yang mana perusahaan memiliki karakteristik yang akan menguntungkan pelanggan. Ada tiga elemen yang membangun trusting belief, yaitu benevolence, integrity, competence.

a. Benevolence

Benevolence (niat baik) berarti seberapa besar seseorang percaya kepada perusahaan untuk berperilaku baik kepada konsumen.

Benevolence merupakan kesediaan perusahaan untuk melayani kepentingan konsumen.

(27)

b. Integrity

Integrity (integritas) adalah seberapa besar keyakinan seseorang terhadap kejujuran penjual/perusahaan untuk menjaga dan memenuhi kesepakatan yang telah dibuat kepada konsumen.

c. Competence

Competence (kompetensi) adalah keyakinan seseorang terhadap kemampuan yang dimiliki perusahaan untuk membantu konsumen dalam melakukan sesuatu sesuai dengan yang dibutuhkan konsumen tersebut. Esensi dari kompetensi adalah seberapa besar keberhasilan perusahaan untuk menghasilkan hal yang diinginkan oleh konsumen. Inti dari kompetensi adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

2. Trusting Intention

Trusting intention adalah suatu hal yang disengaja dimana seseorang siap bergantung pada orang lain dalam suatu situasi, ini terjadi secara pribadi dan mengarah langsung kepada orang lain. Trusting intention didasarkan pada kepercayaan kognitif seseorang kepada orang lain.

McKnight et. al. dalam (Mira, 2013) menyatakan bahwa ada dua elemen yang membangun trusting intention yaitu willingness to depend dan subjective probability of depending.

(28)

a. Willingness to depend

Willingness to depend adalah kesediaan konsumen untuk bergantung kepada perusahaan berupa penerimaan resiko atau konsekuensi negatif yang mungkin terjadi.

b. Subjective probability of depending

Subjective probability of depending adalah kesediaan konsumen secara subjektif berupa pemberian informasi pribadi kepada perusahaan, melakukan transaksi, serta bersedia untuk mengikuti saran atau permintaan dari penjual/perusahaan.

2.3.4 Elemen Kepercayaan

Elemen Kepercayaan Menurut Barnes (2012), beberapa elemen penting dari kepercayaan adalah:

1. Kepercayaan merupakan perkembangan dari pengalaman dan tindakan di masa lalu.

2. Watak yang diharapkan dari mitra seperti dapat dipercaya dan dapat diandalkan.

3. Kepercayaan melibatkan kesediaan untuk menempatkan diri dalam risiko.

4. Kepercayaan melibatkan perasaan aman dan yakin pada diri mitra.

(29)

2.3.5 Jenis-Jenis Kepercayaan

Terdapat tiga jenis kepercayaan menurut Mowen (2012), yaitu:

a. Kepercayaan Atribut Objek

Pengetahuan tentang sebuah objek memiliki atribut khusus yang disebut kepercayaan atribut objek. Kepercayaan atribut objek menghubungkan sebuah atribut dengan objek, seperti seseorang, barang atau jasa, melalui kepercayaan atribut objek, konsumen menyatakan apa yang diketahui tentang sesuatu hal variasi atributnya.

b. Kepercayaan Manfaat Atribut

Seseorang mencari produk dan jasa yang akan menyelesaikan masalah dan memenuhi kebutuhannya dengan kata lain memiliki atribut yang akan memberikan manfaat yang dapat dikenal. Hubungan antara atribut dan manfaat ini menggambarkan jenis kepercayaan kedua. Kepercayaan atribut manfaat merupakan persepsi konsumen tentang seberapa jauh atribut tertentu menghasilkan, atau memberikan manfaat tertentu.

c. Kepercayaan Manfaat Objek

Jenis kepercayaan ketiga dibentuk dengan menghubungkan objek dan manfaatnya. Kepercayaan manfaat objek merupakan persepsi konsumen tentang seberapa jauh produk, orang atau jasa tertentu yang akan memberikan manfaat tertentu.

(30)

2.4 Penelitian Terdahulu

Untuk lebih memperkaya wawasan pengetahuan dalam penelitian ini, maka perlu disajikan tinjauan-tinjauan empiris dari penelitian-penelitian sebelumnya yang kurang lebih berkaitan dengan penelitian ini.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Alvi Hidayanti (2017) dengan judul “Pengaruh Structural Assurance Dan Perceived Reputation Terhadap Trust Pengguna E-Commerce Di Purworejo”. Hasil analisis regresi linier berganda dengan program SPSS versi 16 menunjukkan bahwa structural assurance dan perceived reputation secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap trust pada sistem e-commerce. Variabel perceived reputation yang berpengaruh dominan terhadap trust pada sistem e-commerce.

Eli Pujastuti (2014) dalam jurnalnya yang berjudul “Pengaruh E- Commerce Toko Online Fashion Terhadap Kepercayaan Konsumen”. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kepercayaan konsumen e-commerce toko online fashion di Indonesia sangat dipengaruhi oleh kualitas website dan susunan keamanan yang tersaji melalui website, sedangkan reputasi vendor melalui website tidak signifikan mempengaruhi konsumen untuk bisa lebih percaya pada suatu vendor toko online fashion.

Selanjutnya penelitian yang dilakukan oleh Shahnaz (2016) dengan judul “Faktor Yang Mempengaruhi Minat Beli Konsumen Di Toko Online”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel reputasi berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap minat beli, namun

(31)

reputasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli melalui variable kepercayaan sebagai variabel mediasi; variabel kualitas website berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap minat beli, namun kualitas website berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli melalui kepercayaan sebagai variabel mediasi. Variabel kepercayaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli. Variabel kualitas website adalah yang berpengaruh dominan terhadap minat beli melalui kepercayaan sebagai variabel mediasi.

2.5 Kerangka Pikir

Kepercayaan konsumen dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, menurut McKnight et. al. dalam (Mira, 2013) faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kepercayaan konsumen diantaranya adalah perceived web vendor reputation dan perceived web site quality. Perceived web vendor reputation merupakan suatu atribut yang diberikan kepada penjual berdasarkan pada informasi dari orang atau sumber lain, sedangkan perceived web site quality yaitu persepsi akan kualitas situs dari perusahaan.

Tampilan website perusahaan dapat mempengaruhi kesan pertama yang terbentuk (McKnight et. al. dalam Mira, 2013).

Dalam beberapa penelitian sebelumnya yang telah dijabarkan diatas dan didukung oleh beberapa teori para ahli menunjukkan bahwa perceived web vendor reputation (reputasi vendor web yang dirasakan) berpengaruh terhadap kepercayaan konsumen, kemudian perceived web site quality (kualitas situs web yang dirasakan) berpengaruh terhadap kepercayaan

(32)

konsumen serta perceived web vendor reputation (reputasi vendor web yang dirasakan) dan perceived web site quality (kualitas situs web yang dirasakan) sama-sama mempengaruhi kepercayaan konsumen yang akan digambarkan dalam diagram berikut:

Gambar 2.1 Kerangka Pikir

PERCEIVED WEB SITE QUALITY (X2)

(Kim dan Niehm, 2009)

 Informatif

 Kemudahan

 Kenyamanan

KEPERCAYAAN (Y) (McKnight et. al. dalam Mira,

2013)

 Benevolence/Niat Baik

 Integritas

 Kompetensi

Uji F PERCEIVED WEB VENDOR

REPUTATION (X1)

(Charles J. Fombrun, 2016)

 Kredibilitas

 Reliabilitas

 Responsibilitas/Tang- gung Jawab

(33)

2.6 Hipotesis

1. Diduga bahwa perceived web vendor reputation (reputasi vendor web yang dirasakan) dan perceived web site quality (kualitas situs web yang dirasakan) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan konsumen berbelanja pada Tokopedia di kota Makassar secara parsial.

2. Diduga bahwa perceived web vendor reputation (reputasi vendor web yang dirasakan) dan perceived web site quality (kualitas situs web yang dirasakan) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan konsumen berbelanja pada Tokopedia di kota Makassar secara simultan.

3. Diduga bahwa variabel perceived web site quality (kualitas situs web yang dirasakan) adalah variabel yang lebih berpengaruh dominan terhadap kepercayaan konsumen berbelanja pada Tokopedia di kota Makassar.

(34)

BAB III

METODE PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian

Penulis mengambil lokasi penelitian di wilayah Kota Makassar dengan objek masyarakat yang pernah berbelanja online di Tokopedia sebagai ruang lingkup penelitian, adapun waktu penelitian yang dilaksanakan pada bulan Januari 2019 sampai Maret 2019.

3.2 Metode Pengumpulan Data

Menurut Widodo, (2017) metode pengumpulan data adalah cara yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian.

3.2.1 Studi Lapangan

Pengambilan data di daerah/lokasi penelitian dengan teknik pengumpulan data sebagai berikut:

a. Kuesioner

Menurut Widodo, (2017) kuesioner (angket/skala) adalah daftar pertanyaan-pertanyaan yang dibuat berdasarkan indikator-indikator dari variabel penelitian yang diberikan kepada responden.

b. Observasi

Teknik ini digunakan untuk mendapatkan fakta-fakta empirik yang tampak (kasat mata) dan guna memperoleh dimensi-dimensi baru untuk pemahaman konteks maupun fenomena yang diteliti (Yin dalam Widodo, 2017), yang terlihat di kancah penelitian.

(35)

c. Wawancara

Wawancara merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikontruksikan makna dalam suatu topik tertentu (Sugiyono, 2012).

3.2.2 Studi Pustaka

Studi pustaka adalah kegiatan mempelajari, mendalami, dan mengutip teori-teori atau konsep-konsep dari sejumlah literatur baik buku, jurnal, majalah, koran atau karya ilmiah tulis lainnya yang relavan dengan topik, fokus atau variabel penelitian.

3.3 Jenis Dan Sumber Data 3.3.1 Jenis Data

Data Kuantitatif

Menurut Sugiyono, metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu. Teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2012).

3.3.2 Sumber Data Data Primer

Data primer merupakan sumber data yang diperoleh langsung dari sumber asli (tidak melalui media perantara). Data primer dapat berupa opini

(36)

subjek (orang) secara individual atau kelompok, hasil observasi terhadap suatu benda (fisik), kejadian atau kegiatan, dan hasil pengujian. Dalam hal ini data primer yaitu data yang diperoleh dari hasil wawancara dan hasil kuesioner yang diedarkan langsung.

3.4 Populasi Dan Sampel 3.4.1 Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan (Sugiyono, 2012).

Tabel 3.1

Jumlah Penduduk Kota Makassar

Kecamatan Laki-laki Perempuan Jumlah

Mariso 29.856 29.436 59.292

Mamajang 29.884 32.123 61.007

Rappocini 79.660 84.903 164.563

Makassar 42.048 42.710 84.758

Ujung Pandang 13.453 15.044 28.497

Wajo 15.164 15.769 30..933

Bontoala 27.579 28.957 56.536

Ujung Tanah 24.794 24.429 49.223

Tallo 69.739 69.428 139.167

Panakkukang 73.114 74.669 147.783

Manggala 69.541 69.118 138.659

Biringkanaya 100.978 101.542 202.520

Tamalanrea 54.988 57.182 112.170

Tamalate 96.516 97.977 194.493

Kepulauan Sangkarrang 6.748 6.955 13.703

Makassar 734.062 749.242 1.483.304

Sumber: BPS Kota Makassar 2018.

(37)

Berdasarkan data di atas, populasi dalam penelitian ini mayarakat di Kota Makassar berjumlah 1.483.304 orang yang terdiri dari 734.062 orang laki-laki dan 749.242 orang perempuan.

3.4.2 Sampel

Menurut Sugiyono, (2012), sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Apabila populasi besar dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu.

Untuk itu sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul representatif (mewakili). Objek penelitian ini adalah masyarakat Kota Makassar yang pernah berbelanja online pada Tokopedia.

Dengan ini sampel yang akan ditentukan berdasarkan dari populasi masyarakat Kota Makassar adalah dengan menggunakan rumus Slovin yaitu:

n = N

1 + Ne2 Keterangan:

n = Besaran Sampel N = Besaran Populasi

e = Nilai Kritis kelonggaran untuk ketidaktelitian karena kesalahan penarikan sampel (%).

Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 1.483.304 orang.

Nilai kritis yang digunakan dalam rumus diatas adalah 10% (e=10%). Maka perhitungan sampel berdasarkan rumus diatas adalah sebagai berikut:

(38)

n = 1.483.304

1 + {1.483.304 𝑥 (0,1)2} n =1.483.304

14.834,04 n = 99,993 n = 100

Berdasarkan perhitungan diatas, maka ukuran sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 100 responden. Teknik sampling yang digunakan peneliti adalah Accidental Sampling yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan kebetulan bertemu dengan peneliti dan dianggap cocok sebagai sumber data yang akan menjadi sampel penelitian, dan setidaknya setiap Kecamatan ada yang mewakili.

3.5 Metode Analisis

Model analisis yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan Model Regresi Linier Berganda dimana model ini akan memperlihatkan hubungan antara variable bebas dengan variable terikat. Sebelum melangkah ke perhitungan regresi antar semua variabel yang dimaksudkan dalam penelitian ini, maka harus terlebih dahulu dibuat model persaman yang menghubungkan variabel terikat dengan variabel bebas (Imam Ghozali, 2013). Persamaan yang dimaksud adalah:

Y = a + b1X1 + b2X2 + e Dimana :

Y = variabel terikat (kepercayaan) a = konstanta

(39)

X1 = variabel bebas (perceived web vendor reputation) X2 = variabel bebas (perceived web site quality) b1 = koefisien variabel X1

b2 = koefisien variabel X2 e = kesalahan pengganggu 3.5.1 Uji Instrumen

1. Uji Validitas

Uji validitas digunakan untuk mengukur sah (valid) atau tidaknya suatu kuesioner. Suatu instrumen dikatakan valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur (Sugiyono, 2012).

Uji validitas dihitung dengan membandingkan nilai r hitung (correlation item – total correlation) dengan nilai r tabel. Jika r hitung > r tabel dan nilai positif maka pernyataan tersebut dikatakan valid. Uji validitas sebaiknya dilakukan pada setiap indikator pernyataan di uji validitasnya.

2. Uji Reliabilitas

Instrumen yang reliabel adalah instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama, akan menghasilkan data yang sama (Sugiyono, 2012). Analisis realibilitas digunakan untuk menunjukkan sejauh mana suatu instrumen dapat memberikan hasil pengukuran yang konsisten apabila pengukuran diulang dua kali atau lebih.

Metode yang digunakan dalam analisis realibilitas ini adalah Alpha-

(40)

Croncbach. Pengambilan keputusan realibilitas suatu variabel ditentukan dengan membandingkan nilai Croncbach’s alpha dengan nilai 0,6. Apabila Croncbach’s alpha > 0,6 maka variabel yang diteliti adalah reliabel.

3.5.2 Uji Kesesuaian/Uji Hipotesis 1. Uji t (Parsial)

Menurut Imam Ghozali, (2013) uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variabel dependen. Pengujian dilakukan dengan menggunakan signifikan level 0,05 (α=5%). Penerimaan atau penolakan hipotesis dilakukan dengan kriteria:

a. Jika nilai signifikan > 0,05 maka hipotesis ditolak (koefisien regresi tidak signifikan). Ini berarti secara parsial variabel independen tidak mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen.

b. Jika nilai signifikan ≤ 0,05 maka hipotesis diterima (koefisien regresi signifikan). Ini berarti secara parsial variabel independen tersebut mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen.

2. Uji F (Simultan)

Menurut Imam Ghozali, (2013) uji statistik F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel independen yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel terikat.

Untuk menguji kedua hipotesis ini digunakan uji statistik F:

a. Quick look : bila nilai F lebih besar daripada 4 maka Ho dapat ditolak pada derajat kepercayaan 5%, dengan kata lain kita menerima hipotesis

(41)

alternatif, yang menyatakan bahwa semua variabel independen secara serentak dan signifikan mempengaruhi variabel dependen.

b. Membandingkan nilai F hasil perhitungan dengan nilai F menurut tabel.

Bila nilai F hitung lebih besar daripada nilai F tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima.

3.6 Definisi Operasional

Definisi operasional variabel adalah pengertian variabel (yang diungkap dalam definisi konsep) tersebut, secara operasional, secara praktik, secara nyata dalam lingkup obyek penelitian/obyek yang diteliti.

Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel bebas dan variabel terikat.

3.6.1 Variabel Bebas (Independent Variable)

Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi, yang menyebabkan timbulnya atau berubahnya variabel terikat.

1. Reputasi vendor web yang dirasakan (X1)

Reputasi vendor web yang dirasakan merupakan suatu atribut yang diberikan kepada penjual berdasarkan pada informasi dari orang atau sumber lain.

Adapun indikator reputasi vendor web yang dirasakan menurut Charles J. Fombrun, (2016) antara lain :

a. Kredibilitas b. Reliabilitas

c. Responsibilitas/Tanggung Jawab

(42)

2. Kualitas situs web yang dirasakan (X2)

Kualitas situs web yang dirasakan adalah persepsi akan kualitas situs toko online. Tampilan toko online dapat mempengaruhi kesan pertama yang terbentuk.

Adapun indikator kualitas situs web yang dirasakan menurut Kim dan Niehm, (2009) antara lain :

a. Informatif b. Kemudahan c. Kenyamanan

3.6.2 Variabel Terikat (Dependent Variable)

Menurut Kotler dan Gary Amstrong (2010), kepercayaan merupakan pikiran deskriptif yang dimiliki seseorang tentang sesuatu.

Sedangkan dalam rana bertransaksi secara online, kepercayaan adalah faktor terkuat yang mempengaruhi niat untuk membeli online (Abdalslam.S.Imhed.Moohmed et al., 2013).

Adapun indikator kepercayaan menurut McKnight et. al. dalam Mira, (2013) antara lain :

a. Benevolence/Niat Baik b. Integritas

c. Kompetensi

(43)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian

4.1.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian Sejarah Kota Makassar

Nama Makassar sudah disebutkan dalam pupuh 14/3 kitab Nagarakretagama karya Mpu Prapanca pada abad ke-14, sebagai salah satu daerah taklukkan Majapahit. Kota Makassar pada masa H.M.Daeng Patompo menjabat Wali kota Madya Makassar, yaitu pada tanggal 1 September 1971 berubah namanya menjadi Kota Ujung Pandang setelah diadakan perluasan kota dari 12 km2 menjadi 175,77 km2, namun kemudian pada tanggal 13 Oktober 1999 berubah kembali namanya menjadi Kota Makassar.

Kondisi Geografis

Kota Makassar merupakan dataran rendah dengan ketinggian yang bervariasi antara 1-25 meter di atas permukaan laut. Secara astronomis, kota Makassar terletak antara 119º24’17’38” ujur Timur dan 5º8’6’19” Lintang Selatan. Berdasarkan posisi geografisnya, kota Makassar memiliki batas- batas: Utara-Kabupaten Maros; Selatan- Kabupaten Gowa; Barat-Selat Makassar; Timur-Kabupaten Maros. Luas Wilayah kota Makassar tercatat 230 km persegi yang meliputi 15 kecamatan, yaitu: kecamatan Mariso, Mamajang, Tamalate, Rappocini, Makassar, Ujung Pandang, Wajo,

(44)

Bontoala, ujung Tanah, Tallo, Panakukkang, Manggala, Biringkanayya, Tamalanrea dan Kepulauan Sangkarrang.

Pada tahun 2017, jumlah kelurahan di kota Makassar tercatat memiliki 143 kelurahan, 996 RW dan 4.968 RT.

Tabel. 4.1

Luas Wilayah Menurut Kecamatan di Kota Makassar Kecamatan Luas (km2) Presentase

Mariso 1,82 0,8%

Mamajang 2,25 1,0%

Tamalate 20,21 8,8%

Rappocini 9,23 4,0%

Makassar 2,52 1,1%

Ujung Pandang 2,63 1,1%

Wajo 1,99 0,9%

Bontoala 2,10 0,9%

Ujung Tanah 5,94 2,6%

Tallo 5,83 2,5%

Panakukang 17,05 7,4%

Manggala 24,14 10,5%

Biringkanaya 48,22 21,0%

Tamalanrea 31,84 13,8%

Kepulauan Sangkarrang 54,23 23,6%

Jumlah 230 100%

Sumber: Badan Pusat Statistik Kota Makassar 2018

(45)

Kependudukan

Penduduk Kota Makassar berdasarkan proyeksi penduduk tahun 2018 sebanyak 1.483.304 jiwa yang terdiri atas 734.062 jiwa penduduk laki- laki dan 749.242 jiwa penduduk perempuan.

4.1.2 Karakteristik Responden

Data penelitian ini diperoleh melalui kuesioner (angket) yang berisi pertanyaan atau pernyataan tertulis yang diajukan kepada responden. Data penelitian mencakup data variabel bebas meliputi variabel reputasi vendor web yang dirasakan dan kualitas situs web yang dirasakan. Sedangkan data variabel terikat yaitu variabel kepercayaan konsumen berbelanja pada Tokopedia di Kota Makassar. Untuk mendeskripsikan dan menguji pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat digunakan sampel sebanyak 100 respoden di wilayah Kota Makassar. Selain data variabel penelitian, diperoleh juga informasi mengenai karakterisitik responden.

Untuk lebih jelasnya, akan disajikan deskripsi data secara lebih rinci yaitu sebagai berikut:

4.1.2.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

Responden dalam penelitian ini yang terdiri dari warga Kota Makassar yang berada di rentang usia 16 – 31 tahun keatas. Adapun karakteristik responden berdasarkan usia akan disajikan sebagai berikut:

(46)

Tabel 4.2

Klasifikasi Responden Berdasarkan Usia

Kelompok Usia Responden Jumlah Responden Presentase

16 - 20 Tahun 27 27%

21 - 25 Tahun 33 33%

26 - 30 Tahun 23 23%

> 31 Tahun 17 17%

Total 100 100%

Sumber: Data Primer Responden Yang Diolah, 2019

Tabel di atas menunjukkan bahwa dari 100 responden, usia 16 sampai 20 tahun, dan usia 21 sampai 25 tahun lebih cendrung melakukan pembelanjaan di Tokopedia, dibandingkan usia responden lainnya. Hal ini juga menunjukkan bahwa usia 16 sampai 20 tahun, dan usia 21 sampai 25 tahun lebih dominan dalam melakukan pembelanjaan pada Tokopedia.

4.1.2.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Responden dalam penelitian ini di klasifikasikan berdasarkan jenis kelamin, baik yang berjenis kelamin laki-laki maupun perempuan. Adapun karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin akan disajikan pada tabel berikut ini:

(47)

Tabel 4.3

Klasifikasi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Jenis Kelamin Jumlah Responden Presentase

Laki-laki 43 43%

Perempuan 57 57%

Total 100 100%

Sumber: Data Primer Responden Yang Diolah, 2019

Tabel di atas menunjukkan bahwa dari 100 responden, sebagian besar merupakan responden perempuan yaitu sebanyak 57 orang (57%).

Sedangkan sisanya merupakan responden laki-laki yaitu sebanyak 43 orang (43%). Hal ini juga menunjukan bahwa kelompok responden perempuan cenderung melakukan pembelanjaan pada Tokopedia dibandingkan kelompok responden laki-laki.

4.1.2.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Kecamatan

Responden dalam penelitian ini terdiri dari warga yang berada di 15 Kecamatan di wilayah Kota Makassar. Adapun pengelompokkan responden berdasarkan Kecamatan akan disajikan pada tabel berikut ini:

(48)

Tabel 4.4

Klasifikasi Responden Berdasarkan Kecamatan

Kecamatan Jumlah Responden Presentase

Mariso 5 5%

Mamajang 4 4%

Rappocini 6 6%

Makassar 5 5%

Ujung Pandang 7 7%

Wajo 6 6%

Bontoala 9 9%

Ujung Tanah 11 11%

Tallo 6 6%

Panakkukang 7 7%

Manggala 9 9%

Biringkanaya 8 8%

Tamalanrea 6 6%

Tamalate 7 7%

Kepulauan Sangkarrang 4 4%

Total 100 100%

Sumber: Data Primer Responden Yang Diolah, 2019

Tabel di atas menujukkan bahwa seseorang yang melakukan pembelanjaan pada Tokopedia tidak ketergantungan pada suatu wilayah dimana mereka berada atau mereka tinggal.

(49)

4.1.3 Deskripsi Variabel Penelitian

Terdapat dua variabel X dan satu variabel Y dalam penelitian ini.

Masing-masing variabel tersebut adalah reputasi vendor web yang dirasakan sebagai variabel X1, kualitas situs web yang dirasakan sebagai variabel X2, dan kepercayaan sebagai variabel Y.

Untuk mengetahui hasil penelitian responden terhadap masing masing pernyataan pada setiap variabel, maka jawaban kuesioner akan dideskripsikan, setelah itu akan ditentukan nilai rata-rata dari setiap pernyataan variabel X1, X2, dan Y, kemudian setiap rata-rata skor tersebut diberi penilaian dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Nilai (1) : Sangat Tidak Setuju 2. Nilai (2) : Tidak Setuju

3. Nilai (3) : Cukup Setuju 4. Nilai (4) : Setuju

5. Nilai (5) : Sangat Setuju

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap 100 responden dengan melakukan penyebaran kuesioner. Untuk mendapatkan kecendrungan jawaban responden terhadap pernyataan masing-masing variabel akan didasarkan pada rentang skor jawaban sebagaimana terlihat pada uraian berikut:

(50)

Tabel 4.5

Deskripsi Variabel Penelitian

Variabel N Minimum Maksimum Sum Mean Std.

Deviation Reputasi vendor

web yang dirasakan (X1)

100 20 29 2434 24,34 1,871

Kualitas situs web yang dirasakan

(X2)

100 20 29 2396 23,96 2,020

Kepercayaan (Y) 100 23 38 3146 31,46 2,324

Sumber: Data Primer Responden Yang Diolah, 2019 1. Deskripsi Reputasi vendor web yang dirasakan

Dari tabel diatas diperoleh reputasi vendor web yang dirasakan dengan jumlah sampel sebesar 100, nilai minimum sebesar 20, maksimum sebesar 29, jumlah nilai keseluruhan sebesar 2434 dan nilai rata-rata sebesar 24,34. Artinya, indikator atau pernyataan mengenai reputasi vendor web yang dirasakan menuju kearah maksimum. Maka dapat disimpulkan indikator atau pernyataan mengenai reputasi vendor web yang dirasakan dapat dinilai baik dan dapat dijadikan patokan tentang kepercayaan konsumen berbelanja pada Tokopedia.

2. Deskripsi Kualitas situs web yang dirasakan

Dari tabel diatas diperoleh kualitas situs web yang dirasakan dengan jumlah sampel sebessar 100, nilai minimum sebesar 20, maksimum sebesar 29, jumlah nilai keseluruhan sebesar 2396 dan nilai rata-rata sebesar 23,96. Artinya, indikator atau pernyataan mengenai kualitas situs web yang dirasakan menuju kearah maksimum. Maka dapat

(51)

disimpulkan indikator atau pernyataan mengenai kualitas situs web yang dirasakan dapat dinilai baik dan dapat dijadikan patokan tentang kepercayaan konsumen berbelanja pada Tokopedia.

3. Deskripsi Kepercayaan

Dari tabel diatas diperoleh kepercayaan dengan jumlah sampel sebesar 100, nilai minimum sebesar 23, maksimum sebesar 38, jumlah nilai keseluruhan sebesar 3146 dan nilai rata-rata sebesar 31,46. Artinya, indikator atau pernyataan mengenai kepercayaan menuju kearah maksimum. Maka dapat disimpulkan indikator atau pernyataan mengenai kepercayaan dapat dinilai baik dan dapat dijadikan patokan tentang kepercayaan konsumen berbelanja pada Tokopedia.

4.1.3.1 Deskripsi variabel reputasi vendor web yang dirasakan

Variabel reputasi vendor web yang dirasakan mempunyai 6 pernyataan yang masuk dalam kuesioner. Pernyataan yang digunakan berdasarkan dari indikator reputasi vendor web yang dirasakan meliputi kredibilitas, reliabilitas, dan responsibilitas/tanggung jawab. Berikut deskripsi dari variabel reputasi vendor web yang dirasakan :

(52)

Tabel 4.6

Penilaian responden terhadap variabel Reputasi vendor web yang dirasakan

Sumber: Data diolah, 2019

Berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan indikator dari reputasi vendor web yang dirasakan sebagai berikut :

1. Kredibilitas

Berdasarkan tabel diatas, item 1 dan 2 merupakan pernyataan dari indikator kredibilitas. Penilaian tertinggi dari responden adalah setuju dengan frekuensi item 1 yang mencapai 68 orang dan item 2 yang mencapai 63 orang dari 100 sampel.

2. Realibilitas

Berdasarkan tabel diatas, item 3 dan 4 merupakan pernyataan dari indikator realibilitas. Penilaian tertinggi dari responden adalah setuju dengan frekuensi item 3 yang mencapai 77 orang dan item 4 yang mencapai 74 orang dari 100 sampel.

PERNYATAAN SANGAT

SETUJU SETUJU CUKUP SETUJU

TIDAK SETUJU

SANGAT TIDAK

SETUJU TOTAL

X1 F % F % F % F % F %

Item 1 17 17% 68 68% 15 15% 0 0% 0 0% 100%

Item 2 16 16% 63 63% 21 21% 0 0% 0 0% 100%

Item 3 9 9% 77 77% 14 14% 0 0% 0 0% 100%

Item 4 25 25% 71 71% 4 4% 0 0% 0 0% 100%

Item 5 40 40% 38 38% 22 22% 0 0% 0 0% 100%

Item 6 27 27% 49 49% 24 24% 0 0% 0 0% 100%

(53)

3. Responsibilitas/Tanggung Jawab

Berdasarkan tabel diatas, item 5 dan 6 merupakan pernyataan dari indikator responsibilitas/tamggung jawab. Penilaian tertinggi dari responden adalah setuju dengan frekuensi item 6 yang mencapai 49 orang dan sangat setuju pada item 5 yang mencapai 40 orang dari 100 sampel.

4.1.3.2 Deskripsi variabel kualitas situs web yang dirasakan

Variabel kualitas situs web yang dirasakan mempunyai 6 pernyataan yang masuk dalam kuesioner. Pernyataan yang digunakan berdasarkan dari indikator kualitas situs web yang dirasakan meliputi informatif, kemudahan, dan kenyamanan. Berikut deskripsi dari variabel kualitas situs web yang dirasakan:

Tabel 4.7

Penilaian responden terhadap variabel kualitas situs web yang dirasakan

Sumber: Data diolah, 2019 PERNYATAAN SANGAT

SETUJU SETUJU CUKUP SETUJU

TIDAK SETUJU

SANGA T TIDAK

SETUJU TOTAL

X2 F % F % F % F % F %

Item 1 17 17% 67 67% 15 15% 1 1% 0 0% 100%

Item 2 22 22% 64 64% 14 14% 0 0% 0 0% 100%

Item 3 11 11% 71 71% 18 18% 0 0% 0 0% 100%

Item 4 14 14% 55 55% 31 31% 0 0% 0 0% 100%

Item 5 17 17% 67 67% 16 16% 0 0% 0 0% 100%

Item 6 36 36% 39 39% 25 25% 0 0% 0 0% 100%

(54)

Berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan indikator dari kualitas situs web yang dirasakan sebagai berikut :

1. Informatif

Berdasarkan tabel diatas, item 1 dan 2 merupakan pernyataan dari indikator informatif. Penilaian tertinggi dari responden adalah setuju dengan frekuensi item 1 yang mencapai 67 orang dan item 2 yang mencapai 64 orang dari 100 sampel.

2. Kemudahan

Berdasarkan tabel diatas, item 3 dan 4 merupakan pernyataan dari indikator kemudahan. Penilaian tertinggi dari responden adalah setuju dengan frekuensi item 3 yang mencapai 71 orang dan item 4 yang mencapai 55 orang dari 100 sampel.

3. Kenyamanan

Berdasarkan tabel diatas, item 5 dan 6 merupakan pernyataan dari indikator kenyamanan. Penilaian tertinggi dari responden adalah setuju dengan frekuensi item 5 yang mencapai 67 orang dan item 6 yang mencapai 39 orang dari 100 sampel.

4.1.3.3 Deskripsi Variabel Kepercayaan

Variabel kepercayaan mempunyai 8 pernyataan yang masuk dalam kuesioner. Pernyataan yang digunakan berdasarkan dari indikator kepercayaan meliputi benevolence/niat baik, integritas, dan kompetensi.

Berikut deskripsi dari variabel kepercayaan :

(55)

Tabel 4.8

Penilaian Responden Terhadap Variabel Kepercayaan

Sumber: Data diolah, 2019

Berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan indikator dari kepercayaan sebagai berikut :

1. Benevolence/Niat Baik

Berdasarkan tabel diatas, item 1,2 dan 3 merupakan pernyataan dari indikator benevolence/niat baik. Penilaian tertinggi dari responden adalah setuju dengan frekuensi item 2 yang mencapai 69 orang, item 1 yang mencapai 64 orang, dan item 3 yang mencapai 61 orang dari 100 sampel.

PERNYATAAN SANGAT

SETUJU SETUJU CUKUP SETUJU

TIDAK SETUJU

SANGAT TIDAK

SETUJU TOTAL

Y F % F % F % F % F %

Item 1 17 17% 64 64% 18 18% 1 1% 0 0% 100%

Item 2 12 12% 69 69% 19 19% 0 0% 0 0% 100%

Item 3 0 0% 61 61% 39 39% 0 0% 0 0% 100%

Item 4 14 14% 51 51% 35 35% 0 0% 0 0% 100%

Item 5 20 20% 67 67% 13 13% 0 0% 0 0% 100%

Item 6 28 28% 59 59% 13 13% 0 0% 0 0% 100%

Item 7 7 7% 81 81% 12 12% 0 0% 0 0% 100%

Item 8 11 11% 77 77% 12 12% 0 0% 0 0% 100%

(56)

2. Integritas

Berdasarkan tabel diatas, item 4,5 dan 6 merupakan pernyataan dari indikator integritas. Penilaian tertinggi dari responden adalah setuju dengan frekuensi item 5 yang mencapai 67 orang, item 6 yang mencapai 59 orang, dan item 4 yang mencapai 51 orang dari 100 sampel.

3. Kompetensi

Berdasarkan tabel diatas, item 7 dan 8 merupakan pernyataan dari indikator kompetensi. Penilaian tertinggi dari responden adalah setuju dengan frekuensi item 7 yang mencapai 81 orang dan item 8 yang mencapai 77 orang dari 100 sampel.

4.1.4 Hasil Penelitian 4.1.4.1 Uji Validitas

Uji validitas digunakan untuk mengukur sah (valid) atau tidaknya suatu kuesioner. Suatu instrumen dikatakan valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur (Sugiyono, 2012).

Uji validitas dihitung dengan membandingkan nilai r hitung (correlation item – total correlation) dengan nilai r tabel. Jika r hitung > r tabel dan nilai positif maka pernyataan tersebut dikatakan valid. Uji validitas sebaiknya dilakukan pada setiap indikator pernyataan di uji validitasnya. Dimana r tabel = 0,1966. Jika r hitung > r tabel maka indikator dikatakan valid. Hasil pengujian diperoleh sebagai berikut:

(57)

Tabel 4.9 Hasil Uji Validitas

Variabel Indikator r Hitung r Tabel Keterangan

Reputasi vendor web yang dirasakan (X1)

Item 1 0,649 0,1966 Valid Item 2 0,644 0,1966 Valid Item 3 0,481 0,1966 Valid Item 4 0,454 0,1966 Valid Item 5 0,441 0,1966 Valid Item 6 0,437 0,1966 Valid

Kualitas situs web yang dirasakan (X2)

Item 1 0,655 0,1966 Valid Item 2 0,572 0,1966 Valid Item 3 0,566 0,1966 Valid Item 4 0,539 0,1966 Valid Item 5 0,607 0,1966 Valid Item 6 0,357 0,1966 Valid

Kepercayaan (Y)

Item 1 0,689 0,1966 Valid Item 2 0,479 0,1966 Valid Item 3 0,416 0,1966 Valid Item 4 0,464 0,1966 Valid Item 5 0,628 0,1966 Valid Item 6 0,466 0,1966 Valid Item 7 0,502 0,1966 Valid Item 8 0,500 0,1966 Valid Sumber: Data Primer Responden Yang Diolah, 2019

(58)

Berdasarkan tabel hasil uji validitas di atas dapat diketahui semua nilai r hitung lebih besar dari nilai r tabel, yang artinya semua item angket tersebut dinyatakan valid dan bisa dijadikan sebagai alat pengumpul data dalam penelitian yang dilakukan.

4.1.4.2 Uji Reliabilitas

Selanjutnya analisis realibilitas digunakan untuk menunjukkan sejauh mana suatu instrumen dapat memberikan hasil pengukuran yang konsisten apabila pengukuran diulang dua kali atau lebih. Metode yang digunakan dalam analisis realibilitas ini adalah Alpha-Croncbach.

Pengambilan keputusan realibilitas suatu variabel ditentukan dengan membandingkan nilai Croncbach’s alpha dengan nilai 0,6. Apabila Croncbach’s alpha > 0,6 maka variabel yang diteliti adalah reliabel. Hasil pengujian realibilitas untuk masing-masing variabel data sebagai berikut:

Tabel 4.10 Hasil Uji Reliabilitas

Variabel Croncbach’s alpha

Nilai

Batas Keterangan Reputasi vendor web yang

dirasakan (X1) 0,685 0,60 Diterima/Reliable Kualitas situs web yang

dirasakan (X2) 0,705 0,60 Diterima/Reliable Kepercayaan (Y) 0,712 0,60 Diterima/Reliable Sumber: Data Primer Responden Yang Diolah, 2019

(59)

Dari tabel diatas diketahui bahwa masing – masing nilai Croncbach’s alpha reputasi vendor web yang dirasakan sebesar 0,685, kualitas situs web yang dirasakan sebesar 0,705 dan kepercayaan sebesar 0,712. Nilai Croncbach’s alpha ketiganya lebih besar dari 0,60. Yang artinya semua kuesioner variabel dinyatakan reliabel dan bisa dijadikan sebagai alat pengumpul data dalam penelitian yang dilakukan.

4.1.4.3 Analisis Regeresi Linear Berganda

Analisis regresi linier berganda adalah hubungan secara linear lebih dari satu variabel independen (X) dengan variabel dependen (Y).

Perhitungan statistik dalam analisis regresi berganda yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan bantuan program IBM SPSS Statistics 23. Hasil pengolahan data adalah sebagai berikut :

Tabel 4.11

Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Variabel Koefisien

Regresi t Hitung Signifikan Keterangan Reputasi vendor

web yang dirasakan (X1)

0,429 5,101 0,000 Signifikan

Kualitas situs web yang dirasakan (X2)

0,676 8,675 0,000 Signifikan

Konstanta 4,803 2,189 0,031 -

F 78,580

Prob F 0,000

R 0,786

R square 0,618

Sumber: Data Primer Responden Yang Diolah, 2019

(60)

Tabel diatas menjelaskan, nilai konstanta (a) adalah 4,803, sedangkan nilai koefisien reputasi vendor web yang dirasakan adalah 0,429, dan nilai koefisien kualitas situs web yang dirasakan adalah 0,676, sehingga persamaan regresinya dapat ditulis :

Y = 4,803 + 0,429 X1 + 0,676 X2 + e

Berdasarkan hasil diatas maka, persamaan tersebut dapat diterjemahkan dengan cara berikut :

1. Konstanta sebesar 4,803 menyatakan bahwa jika nilai variabel reputasi vendor web yang dirasakan dan kualitas situs web yang dirasakan konstan (0) maka kepercayaan konsumen berbelanja pada Tokopedia di Kota Makassar sebesar 4,803.

2. Koefisien regresi X1 sebesar 0,429, artinya: jika nilai variabel reputasi vendor web yang dirasakan bertambah sebesar 1, maka akan berdampak terhadap kenaikan kepercayaan konsumen berbelanja sebesar 0,429.

3. Koefisien regresi X2 sebesar 0,676, artinya: jika nilai variabel kualitas situs web yang dirasakan bertambah sebesar 1, maka akan berdampak terhadap kenaikan kepercayaan konsumen berbelanja sebesar 0,676.

4.1.4.4 Uji Simultan (Uji F)

Uji F dilakukan untuk mengetahui apakah variabel bebas secara bersama-sama berpengaruh terhadap variabel terikat. Untuk mengetahui hal tersebut dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut:

(61)

H0: Tidak ada pengaruh signifikan reputasi vendor web yang dirasakan dan kualitas situs web yang dirasakan secara bersama-sama terhadap kepercayaan konsumen berbelanja pada Tokopedia.

H1: Ada pengaruh signifikan reputasi vendor web yang dirasakan dan kualitas situs web yang dirasakan secara bersama-sama terhadap kepercayaan konsumen berbelanja pada Tokopedia.

Tabel 4.12

Hasil Uji Simultan (Uji F) ANOVAa

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1

Regression 330,718 2 165,359 78,580 ,000b

Residual 204,122 97 2,104

Total 534,840 99

a. Dependent Variable: kepercayaan (Y)

b. Predictors: (Constant), kualitas situs web yang dirasakan (X2), reputasi vendor web yang dirasakan (X1)

Sumber: Data Primer Responden Yang Diolah, 2019

Berdasarkan perhitungan secara simultan diperoleh F hitung sebesar 78,580, dan prob F sebesar 0,000. Dengan demikian H0 ditolak dan H1 diterima karena probabilitas F kurang dari tingkat signifikansi (0,000 <

0,05) dan F hitung lebih besar dari F tabel (78,580 > 3,09). Jadi dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan reputasi vendor web yang dirasakan dan kualitas situs web yang dirasakan secara bersama-sama terhadap kepercayaan konsumen berbelanja pada Tokopedia. Sehingga

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian ini untuk melihat performansi sistem filter aktif dengan menggunakan FLC ( fuzzy logic controller ) untuk mereduksi harmonisa yang disebabkan

Kesimpulan hasil penelitian ini adalah produksi karkas, potongan komersial, edible portion karkas, dan rib-eye muscle area pada kambing Kejobong dapat diperbaiki dengan

Sedang juru bicara partai Demokrat Suirpen menyebutkan, perda tentang pengelolaan keolahragaan ini sangat strategis dalam rangka menyehatkan masyarakat, pengembangan

Dari beberapa pendapat diatas yang dimaksud dengan penggunaan internet sebagai media belajar adalah mempergunakan internet sebagai alat bantu belajar yang digunakan untuk

Saya ingin mengetahui bagaimana peran Komite Medik RSUD Batu Aji kota Batam dalam upaya meningkatkan Clinical Governance pelayanan kesehatan dihubungkan dengan

Sedangkan pada kondisi akhir ( postest ) dari hasil wawancara dengan guru bimbingan konseling dan guru wali kelas SMAS PGRI Ella Hilir dan SMK Negeri 1 Ella Hilir

Hasil : hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan pekerjaan ibu terhadap kunjungan ibu balita ke posyandu ( p- value 0,000), terdapat hubungan

Aspaldidanik aldarrikatu denez (Malkiel &amp; Langdon 1969: 432), hizkuntzalaritzaren histQri~lariak ororen gainetik hizkuntzalaria izan behar du, historialaria bainoago, eta