• Tidak ada hasil yang ditemukan

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Perancangan Sistem Monitoring Perkembangan Jemaat Berbasis Web di Gereja Toraja

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Perancangan Sistem Monitoring Perkembangan Jemaat Berbasis Web di Gereja Toraja"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

Perancangan Sistem Monitoring Perkembangan Jemaat Berbasis

Web di Gereja Toraja

Artikel Ilmiah

Peneliti:

Marsel Sampe Asang (672011061) Radius Tanone, S.Kom., M.Cs.

Program Studi Teknik Informatika

Fakultas Teknologi Informasi

Universitas Kristen Satya Wacana

(2)

i

Perancangan Sistem Monitoring Perkembangan Jemaat Berbasis

Web di Gereja Toraja

Artikel Ilmiah

Diajukan kepada Fakultas Teknologi Informasi

untuk memperoleh Gelar Sarjana Komputer

Peneliti:

Marsel Sampe Asang (672011061) Radius Tanone, S.Kom., M.Cs.

Program Studi Teknik Informatika

Fakultas Teknologi Informasi

Universitas Kristen Satya Wacana

(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)

Perancangan Sistem Monitoring Perkembangan Jemaat Berbasis

Web di Gereja Toraja

1)

Marsel Sampe Asang, 2)Radius Tanone

Fakultas Teknologi Informasi Universitas Kristen Satya Wacana Jl. Diponegoro 52-60, Salatiga 50711, Indonesia

Email : 1)marselsampe@gmail.com, 2)radius.tanone@staff.uksw.edu

Abstract

Toraja Church is one of church organization that has a large members. In terms of member administration, toraja church has many problems. One of them is unavailability of system that can process that data. This makes toraja church difficult to monitor the members growth. Monitoring system is a solution for that problem. By monitoring the data, system can produce an accurate information especially on reporting and recapitulation of data. This research focusing on web-based monitoring system design for toraja church. The result of this research is a web-based monitoring system that can process data of toraja church.

Keywords : Monitoring, MapServer, Toraja Church.

Abstrak

Gereja Toraja adalah salah satu organisasi lembaga gereja yang memiliki data jemaat yang tergolong besar. Dalam hal penataan data jemaat, gereja toraja memiliki banyak kendala. Salah satu kendalanya adalah belum adanya sistem yang dapat mengolah semua data tersebut. Hal ini sering membuat gereja toraja kesulitan untuk memantau perkembangan dan pertumbuhan setiap jemaatnya. Sistem monitoring merupakan solusi permasalahan tersebut. Dengan memonitor data, sistem dapat menghasilkan informasi yang akurat terutama pada pelaporan dan rekapitulasi data. Penelitian ini memfokuskan pada perancangan sistem monitoring yang berbasis web untuk gereja toraja. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah sistem monitoring berbasis web yang dapat mengolah data-data gereja toraja.

Kata Kunci : Monitoring, MapServer, Gereja Toraja.

1)

Mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi Jurusan Teknik Informatika, Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga

2)

(9)

1

1. Pendahuluan

Gereja Toraja adalah salah satu anggota Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) yang tergolong besar. Jumlah jemaat gereja toraja adalah 1,030 jemaat dengan anggota sekitar 400,000 orang yang menyebar di 10 provinsi di Indonesia bahkan di Kuala Lumpur, Malaysia. Penataan kelembagaan gereja toraja dalam lingkup pelayanan jemaat diatur oleh BPMJ (Badan Pekerja Majelis Jemaat), lingkup pelayanan klasis diatur oleh BPK (Badan Pekerja Klasis), dan lingkup pelayanan sinode diatur oleh BPS (Badan Pekerja Sinode) Gereja Toraja [1].

Salah satu persoalan utama yang dihadapi gereja toraja adalah masalah tidak akuratnya data-data menyangkut keanggotaan terutama dalam hal penataan data jemaat. Kurang akuratnya data ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain : tidak tertibnya Majelis Jemaat dan atau BPK untuk mengirim data-data yang terbaru, klasis maupun di lingkup sinode khususnya pegawai yang bertanggung jawab dalam administrasi belum sesuai dengan kompetensi yang diharapkan, dan belum adanya sistem yang mendukung pengolahan data jemaat. Bisa dilihat kondisi yang terjadi di kantor BPS Gereja Toraja, data masih dikelola secara manual dengan menggunakan software microsoft excel. Proses kelola data seperti ini membutuhkan waktu yang lama, juga sering menimbulkan masalah seperti duplikasi data dan rekapitulasi yang sulit dilakukan. Data-data yang kurang akurat ini menjadi penyebab BPS dalam hal ini Sekretariat BPS menjadi kesulitan untuk memantau perkembangan dan pertumbuhan setiap jemaat dan atau klasis.

Selain apa yang diuraikan, dalam perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin maju dan cepat sekarang ini, setiap organisasi termasuk lembaga gereja membutuhkan pengolahan dan penataan administrasi secara lebih akurat dan cepat. Untuk itu, dibutuhkan berbagai inovasi yang sesuai dengan tuntutan zaman khususnya dari bidang teknologi informasi. Teknologi informasi telah banyak membantu, memudahkan dan mempercepat berbagai proses yang lebih akurat dibanding pengolahan yang sifatnya manual atau tanpa menggunakan sistem. Sebagai sebuah organisasi yang bergerak dalam bidang pelayanan untuk membangun manusia, gereja toraja membutuhkan suatu sistem yang dapat membantu mendata, mengolah dan memantau perkembangan jemaat dan atau klasisnya.

(10)

2

Dari permasalahan yang teridentifikasi, maka rumusan masalah yang dapat dirumuskan adalah bagaimana membangun sebuah sistem monitoring yang dapat merekam perkembangan anggota jemaat di gereja toraja. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan sistem monitoring yang dapat merekam perkembangan anggota jemaat di gereja toraja dan juga membantu meningkatkan proses pengolahan dan penataan administrasi di Gereja Toraja. Manfaat yang diharapkan dengan adanya penelitian ini yaitu, bagi BPS Gereja Toraja, analisa perkembangan anggota jemaat menjadi lebih mudah dan efisien, sementara itu bagi anggota jemaat, data gereja toraja lebih mudah diakses. Batasan-batasan masalah yang menyederhanakan permasalahan penelitian ini yaitu, sistem hanya khusus digunakan untuk Sinode Gereja Toraja, bahasa pemrograman yang digunakan adalah PHP dan tidak membahas tentang keamanan data dalam sistem.

2. Kajian Pustaka

Penelitian yang berjudul “Sistem Monitoring Data Aset dan Inventaris PT

Telkom Cianjur Berbasis Web” menyatakan pengolahan data perangkat yang

terdapat di PT Telkom Cianjur memiliki banyak permasalahan, salah satunya yaitu data alat yang dipinjam seringkali hilang atau tidak sesuai dengan kondisi sebernarnya. Karena itu, untuk menjamin agar data dapat terjaga keakuratan dan kejelasan informasinya sehingga proses rekapitulasi data dan pelaporan data dapat berjalan dengan baik adalah monitoring terhadap data tersebut. Teknik dalam proses monitoring dilakukan dengan memeriksa data berdasarkan indikator-indikator yang ditentukan, dan dari proses monitoring akan menghasilkan laporan dan menjadi rekapitulasi data di setiap bulan [2]. Penelitian lainnya yang berjudul “Rancang Bangun Sistem Informasi Monitoring Perkembangan Proyek Berbasis Web Studi Kasus di Dinas Bina Marga dan

Pemantusan” menyatakan bahwa konsultan pengawas lapangan harus melakukan

rekapan manual terhadap perkembangan proyek setiap harinya dari beberapa proyek yang diawasi sehingga terkadang data rekapan hilang. Dengan sistem monitoring, informasi yang dihasilkan memberikan kemudahan bagi konsultan pengawas dalam memberikan data realisasi kemajuan dari lapangan [3]. Penelitian

yang berjudul “Pemetaan Berbasis Web Dengan Menggunakan MapServer dan

PHP MapScript Studi Kasus Kampus Institut Pertanian Bogor Darmaga” menyatakan agar sistem pemetaan bisa lebih mudah diakses, maka sistem dibuat dengan basis web. Dengan basis web sistem dapat diakses dari berbagai tempat dan dalam waktu yang tidak ditentukan [4].

Berdasarkan penelitian sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan sistem monitoring keakuratan dan kejelasan data dapat terjaga dengan baik. Selain itu, sistem monitoring yang berbasis web juga memberikan kemudahan bagi pihak-pihak yang terkait dalam mencari informasi yang realtime dan mudah diakses dari berbagai tempat.

(11)

3

Mengkaji apakah kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan telah sesuai dengan rencana, (b) Mengidentifikasi masalah yang timbul agar langsung dapat diatasi, (c) Melakukan penilaian apakah pola kerja dan manajemen yang digunakan sudah tepat untuk mencapai tujuan kegiatan, (d) Mengetahui kaitan antara kegiatan dengan tujuan untuk memperoleh ukuran kemajuan, (e) Menyesuaikan kegiatan dengan lingkungan yang berubah, tanpa menyimpang dari tujuan.

PHP : Hypertext Prepocessor adalah bahasa script yang dapat ditanamkan atau disisipkan ke dalam HTML. PHP banyak dipakai untuk memprogram situs web dinamis. PHP dapat digunakan untuk membangun sebuah CMS (Content Management System). Kelebihan PHP dari bahasa pemrograman lain, antara lain : (a) Bahasa pemrograman PHP adalah sebuah bahasa script yang tidak melakukan sebuah kompilasi dengan penggunaannya, (b) Banyak Web Server yang mendukung PHP diantaranya Apache, IIS, Lighttpd, hingga Xitami dengan konfigurasi yang relatif mudah, (c) Dalam sisi pengembangan lebih mudah, karena banyaknya milis-milis dan developer yang siap membantu dalam pengembangan, (d) Dalam sisi pemahaman, PHP adalah bahasa scripting yang paling mudah karena memiliki referensi yang banyak [7].

MySQL adalah sebuah perangkat lunak sistem manajemen basisdata SQL atau DBMS yang multithread, multi-user, dengan sekitar 6 juta instalasi di seluruh dunia. MySQL sebenarnya merupakan turunan salah satu konsep utama dalam basisdata yang telah ada sebelumnya; SQL (Structured Query Language). SQL adalah sebuah konsep pengoperasian basisdata, terutama untuk pemilihan atau seleksi dan pemasukan data, yang memungkinkan pengoperasian data dikerjakan dengan mudah secara otomatis. MySQL memiliki beberapa keistimewaan, antara lain : dapat berjalan stabil pada berbagi sistem operasi, opensource, multi-user, memiliki ragam tipe data yang sangat kaya, dll. [8].

3. Metode Penelitian dan Perancangan Sistem

Penelitian yang dilakukan dilakukan melalui tahapan penelitian yang terbagi dalam 5 tahapan, yaitu : 1) Analisis kebutuhan dan pengumpulan data, 2) Perancangan sistem, 3) Perancangan aplikasi/program, 4) Implementasi dan pengujian sistem, serta analisis hasil pengujian, 5) Penulisan laporan hasil penelitian.

Gambar 2 Tahapan Penelitian

Analisis Kebutuhan dan Pengumpulan Data

Perancangan Sistem

Perancangan Aplikasi/Program

Implementasi dan Pengujian Sistem, serta Analisis Hasil Pengujian

(12)

4

Tahapan penelitian pada Gambar 2 dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. Tahap pertama adalah analisis kebutuhan dan pengumpulan data. Analisis

kebutuhan dilakukan melalui observasi dan wawancara kepada pegawai yang bekerja di kantor BPS Gereja Toraja. Dari hasil observasi and wawancara : (a) Diperlukan suatu sistem yang dapat membantu melakukan pengolahan data anggota, jemaat dan klasis, (b) Sistem dapat melakukan monitoring perkembangan jemaat berdasarkan indikator yang ditentukan diantaranya jumlah kepala keluarga, jumlah anggota jemaat, status keanggotaan dan status kategorial, (c) Sistem dapat menghasilkan laporan rekapitulasi data setiap tahun, (d) Laporan yang dihasilkan dapat dilihat oleh publik, (e) Penyediaan fungsi search sehingga dapat memudahkan pencarian data.

2. Tahap kedua adalah perancangan sistem berdasarkan hasil analisis kebutuhan menggunakan UML (Unified Modelling Language) yang terdiri dari use case diagram, activity diagram dan class diagram. Tambahan perancangan yang lain yaitu perancangan database meliputi tabel-tabel yang digunakan dalam menyimpan data serta penentuan hubungan relasinya dan perancangan antarmuka aplikasi yang akan dibuat.

3. Tahap ketiga adalah perancangan aplikasi/program, yaitu merancang aplikasi sesuai dengan kebutuhan sistem berdasarkan perancangan yang sudah dilakukan. Bahasa pemrograman yang dipakai adalah PHP, Bootstrap framework sebagai kerangka tampilan, jQuery easyUI sebagai komponen html tambahan, dan untuk pemetaan peta gereja menggunakan PHP MapScript dari MapServer.

4. Tahap keempat adalah implementasi dan pengujian sistem serta analisis hasil pengujian, yaitu mengimplementasikan aplikasi yang sudah dirancang ke hosting agar dapat diakses secara online, kemudian dilakukan pengujian. Pengujian aplikasi dilakukan kepada pihak pegawai BPS Gereja Toraja, pegawai klasis, pegawai jemaat dan anggota-anggota jemaat. Analisis hasil pengujian dilakukan untuk mengetahui apakah aplikasi telah sesuai dengan yang diharapkan.

5. Tahap kelima adalah penulisan laporan hasil penelitian. Tahap ini dilakukan dokumentasi proses dari tahap awal sampai tahap akhir dalam bentuk tulisan.

Sistem dirancang dengan menggunakan UML (Unified Modelling Language). Sistem yang dirancang dibuat ke dalam tiga diagram yaitu use case diagram, activity diagram dan class diagram.

Use case diagram berguna untuk mendeskripsikan tindakan sistem dari sudut pandang pengguna, sebagai deskripsi fungsional dari sebuah sistem dan proses utamanya, serta menjelaskan siapa saja yang terlibat sebagai aktor dalam menggunakan sistem berikut interaksinya [10].

(13)

5

sebagai pengunjung merupakan semua orang yang mengunjungi sistem ini, pengunjung hanya dapat melihat laporan perkembangan, data anggota, jemaat, klasis dan pendeta.

Gambar 3 Use Case Diagram Sistem Monitoring Gereja Toraja

Activity diagram berguna untuk memberikan visualisasi alur tindakan dalam sistem, percabangan yang mungkin terjadi, bagaimana alur sistem dari mulai hingga berakhir [10].

(14)

6

Activity diagram pengguna sebagai admin BPS dapat dilihat pada Gambar 4. Saat pengguna melakukan login, sistem akan mengecek apakah sudah benar atau salah. Jika benar maka pengguna dapat memilih menu yang ditampilkan sistem.

Gambar 5 Activity DiagramAdmin Klasis

Activity diagram pengguna sebagai admin klasis dapat dilihat pada Gambar 5. Saat pengguna melakukan login, sistem akan mengecek apakah sudah benar atau salah. Jika benar maka pengguna dapat memilih menu yang ditampilkan sistem. Untuk kelola data, pengguna hanya diberi hak mengelola data klasisnya dan jemaat yang berada dalam klasis tersebut.

Gambar 6 Activity Diagram Admin Jemaat

(15)

7

Gambar 7 Activity Diagram Pengunjung

Activity diagram pengguna sebagai pengunjung dapat dilihat pada Gambar 7. Pengguna memulai proses dengan memilih menu yang sudah ditampilkan sistem. Laporan perkembangan untuk pengunjung berupa grafik.

(16)

8

Gambar 8 Class Diagram Sistem

4. Hasil dan Pembahasan

Sistem monitoring berbasis web yang dibangun memiliki empat aktor, yaitu admin BPS, admin klasis, admin jemaat dan pengunjung. Admin BPS memiliki hak akses penuh terhadap semua fungsi yang ada dalam sistem, sedangkan admin klasis dan admin jemaat dibatasi hak aksesnya karena tidak memiliki wewenang untuk mengolah data yang bukan merupakan lingkup pelayanannya. Pengunjung hanya dapat melihat data melalui halaman yang telah disediakan.

Gambar 9 Struktur Hak Akses Sistem

Jemaat 1 Jemaat 2

Klasis A

Klasis B

Jemaat 3 Jemaat 4

(17)

9

Pada halaman depan website, akan disajikan peta wilayah gereja toraja. Peta ini dihasilkan dari proses pengolahan data spasial oleh PHP Mapscript. Tujuan utama dari peta ini untuk membagikan informasi tentang pembagian wilayah pelayanan gereja toraja kepada pengunjung yang membuka website. Masing-masing wilayah memiliki kode khusus yang tersimpan pada data spasialnya sehingga pada saat di klik, sistem akan mengecek kodenya dan mencari data statistik wilayah yang bersangkutan.

Gambar 11 Halaman Depan Website

Kode Program 1 merupakan kode untuk menggambar peta wilayah gereja toraja menggunakan PHP Mapscript. Pada baris pertama dicek apakah value pada variabel StatQuery sedang on. Bila valuenya on maka penggambaran peta menggunakan fungsi DrawQuery(), jika tidak menggunakan fungsi Draw(). Perbedaan mendasar dari 2 fungsi ini adalah fungsi DrawQuery() digunakan untuk mengambil informasi dari peta seperti kode wilayah yang nantinya digunakan untuk menampilkan data statistik wilayah, sedangkan fungsi Draw() untuk menggambar peta saja. Baris keenam mendeskripsikan variabel objUrlPeta yang berisi value url image dari hasil pemetaan. Variabel objRect digunakan untuk mengambil posisi tengah pada peta. Baris kedelapan dan sembilan untuk menggambar legenda peta.

Kode Program 1 Menggambar Peta Wilayah Gereja Toraja

1. if ($StatQuery == "on") {

7. $objRect = $objMap->extent->minx." >extent->miny."

".$objMap->extent->maxx." ".$objMap->extent->maxy;

8. $objImageLegenda = $objMap->DrawLegend();

(18)

10

Pada Gambar 12 merupakan data statistik wilayah yang dihasilkan ketika peta wilayah diklik. Data statistik ini merupakan hasil monitoring dari perkembangan jemaat yang tersimpan dalam database.

Gambar 12 Data Statistik Wilayah

Pada Gambar 13 merupakan fungsi untuk melihat grafik perkembangan jumlah kepala keluarga dan anggota jemaat. Library yang digunakan untuk membuat grafiknya adalah FusionCharts versi 3.5.

Gambar 13 Grafik Perkembangan Kepala Keluarga dan Anggota Jemaat

Kode Program 3 merupakan kode untuk memasukkan library FusionChart ke dalam html. Baris pertama untuk fungsi grafik dan baris kedua untuk tema grafik.

Kode Program 3 Perintah Pemanggilan Library FusionChart

1. <script type="text/javascript"

src="administrator/library/fusioncharts/fusioncharts.js"></script>

2. <script type="text/javascript"

src="administrator/library/fusioncharts/themes/fusioncharts.theme.fint.js"> </script>

(19)

11

Untuk datanya diambil menggunakan teknik ajax (asynchronous javascript and xml).

Kode Program 4 Perintah Menampilkan Grafik

1. FusionCharts.ready(function(){

Kode Program 5 merupakan kode untuk mencetak hasil proses pembuatan data grafik. Hasil inilah yang akan diambil oleh ajax dan dijadikan data untuk menampilkan grafik.

Kode Program 5 Perintah Mencetak Hasil Proses di PHP

1. echo json_encode($result);

Pada Gambar 14 merupakan fungsi untuk mencetak laporan rekapitulasi data jemaat per wilayah gereja toraja. Fungsi ini ditujukan agar mempermudah proses rekapitulasi seluruh data jemaat yang wajib dilakukan setiap tahunnya.

Gambar 14 Cetak Rekapitulasi Data Jemaat

Fungsi Cetak Rekapitulasi Data Jemaat akan menghasilkan laporan dalam bentuk file excel seperti terlihat pada Gambar 15.

(20)

12

Kode Program 6 merupakan kode untuk mencetak laporan rekapitulasi data jemaat ke dalam bentuk file excel. Baris pertama untuk mendeklarasikan objek excel dalam PHP. Baris kedua dan ketiga digunakan untuk mengatur properti dari objek excel, seperti nama pembuat dan judul. Baris keempat dan lima untuk menentukan sheet yang akan digunakan. Baris keenam sampai kedelapan untuk mengambil data jemaat dari database. Kemudian dilakukan perulangan pada baris 10 sampai 18 untuk memasukkan data jemaat ke dalam excel. Baris 19 digunakan untuk menentukan format excel yang digunakan, pada kode ini digunakan format Excel2007. Baris 20 digunakan untuk menyimpan file excel.

Kode Program 6 Perintah Mencetak Laporan Dalam Bentuk File Excel

1. $objPHPExcel = new PHPExcel();

2. $objPHPExcel->getProperties()->setCreator("Gereja Toraja")

3. ->setTitle("Laporan Rekapitulasi")

4. $objPHPExcel->setActiveSheetIndex(0);

5. $sheet = $objPHPExcel->getActiveSheet();

6. $stmtJemaat = $conn->prepare("SELECT * FROM v_jemaat");

7. $stmtJemaat->execute();

8. $rs = $stmtJemaat->get_result();

9. $posisi=1;

10. while($row = $rs->fetch_assoc()) {

11. $posisi++;

12. $sheet->setCellValueByColumnAndRow(1,$posisi, $row[‘nama_jemaat’]);

13. $sheet->setCellValueByColumnAndRow(2,$posisi, $row[‘jml_pendeta]);

14. $sheet->setCellValueByColumnAndRow(3,$posisi, $row[‘jml_penatua]);

15. $sheet->setCellValueByColumnAndRow(4,$posisi, $row[‘jml_diaken]);

16. $sheet->setCellValueByColumnAndRow(2,$posisi, $row[‘jml_kk]);

17. $sheet->setCellValueByColumnAndRow(2,$posisi, $row[‘jml_anggota]);

18. }

19. $objWriter = PHPExcel_IOFactory::createWriter($objPHPExcel, 'Excel2007');

20. $objWriter->save('php://output');

Evaluasi sistem dilakukan dengan cara menguji menggunakan beta testing. Beta testing digunakan untuk mengetahui tingkat kepuasan pengguna terhadap sistem yang dibangun. Pengujian beta dilakukan dengan melakukan uji responden kepada 4 macam pengguna dengan cara membagikan angket yang berisi beberapa pertanyaan. Uji responden untuk halaman admin dilakukan kepada pegawai bps, pegawai klasis dan pegawai jemaat yang terdiri dari 7 orang, sedangkan uji responden untuk halaman pengunjung dilakukan kepada anggota-anggota jemaat yang terdiri dari 30 orang.

Tabel 2 Uji Responden Halaman Admin

Pertanyaan Jawaban

Ya Tidak

Apakah anda mengalami kesulitan dalam pengolahan data jemaat ?

7 0

Apakah sistem ini membantu anda dalam mengola data jemaat ?

6 1

Apakah sistem ini membantu anda dalam mengola data pendeta ?

7 0

Apakah sistem ini membantu anda dalam evaluasi anggota jemaat ?

6 1

Apakah fungsi Grafik Perkembangan yang terdapat dalam sistem bermanfaat bagi anda ?

(21)

13

Tabel 3 Uji Responden Halaman Pengunjung

Pertanyaan Jawaban

Ya Tidak

Apakah anda mudah mendapatkan data jemaat gereja toraja ?

13 17

Apakah anda mudah mendapatkan data pendeta gereja toraja ?

11 19

Apakah sistem ini dapat menyediakan informasi yang anda butuhkan ?

30 0

Apakah fungsi pemetaan gereja toraja (halaman depan

website) yang dihasilkan sistem bermanfaat ?

30 0

Apakah fungsi Grafik Perkembangan yang terdapat dalam sistem bermanfaat bagi anda ?

29 1

Hasil uji responden pada Tabel 2 dan Tabel 3 dapat dilihat bahwa, responden atau pengguna cukup puas dengan menggunakan sistem ini. Fungsi-fungsi yang terdapat dalam sistem dapat membantu melakukan pengolahan data khususnya bagi pegawai BPS dalam mengelola data jemaat dan data pendeta. Pada halaman pengunjung, responden cukup puas dengan adanya fungsi grafik perkembangan untuk mengetahui perkembangan jemaat gereja toraja.

5. Simpulan

Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan sistem informasi ini, pengguna terutama bagi BPS Gereja Toraja lebih terbantu dalam mendata, mengolah dan memantau perkembangan jemaat dan klasis. Proses pengolahan yang sebelumnya dilakukan secara manual dan membutuhkan waktu yang lebih lama, kini lebih cepat dan juga data yang dihasilkan lebih akurat. Hal ini juga dapat dibuktikan dengan melihat hasil uji responden. Melalui sistem informasi ini pendataan data jemaat hingga klasis lebih tertata dan evaluasi jemaat lebih mudah dilakukan dengan adanya fungsi Rekapitulasi Data Jemaat. Saran dari hasil penelitian ini adalah gereja toraja perlu mendata seluruh jemaat dan anggotanya agar informasi yang dihasilkan sistem sesuai dengan keadaan sebenarnya.

6. Daftar Pustaka

[1] Arsip BPS Gereja Toraja. 2014. Data Statistik Jemaat Tahun 2014.

[2] Tri Mardiani, Gentisya. 2013. Sistem Monitoring Data Aset dan Inventaris PT Telkom Cianjur Berbasis Web.

[3] Mudjahidin, & Putra, N.D.P. 2010. Rancang Bangun Sistem Informasi Monitoring Perkembangan Proyek Berbasis Web Studi Kasus di Dinas Bina Marga dan Pemantusan.

(22)

14

[5] Wikipedia. MapServer. http://id.wikipedia.org/wiki/mapserver, Diakses tanggal 14 Oktober 2014.

[6] Tjiptanata, R.A., Widiastuti, & Widyanti, M. 2011. Sistem Informasi Geografis Rumah Sakit Berbasis Web.

[7] Wikipedia. PHP. http://id.wikipedia.org/wiki/php, Diakses tanggal 14 Oktober 2014.

[8] Wikipedia. MySQL. http://id.wikipedia.org/wiki/MySQL, Diakses tanggal 14 Oktober 2014.

[9] Prahasta, Eddy (2002), Sistem Informasi Geografis : Tutorial ArcView. Bandung: Informatika Bandung.

[10] Wahyu dkk. 2014. Aplikasi Desain Denah Perumahan dengan Teknologi Augmented Reality pada Mobile Phone berbasis Androis OS.

Gambar

Gambar 2 Tahapan Penelitian
Gambar 3 Use Case Diagram Sistem Monitoring Gereja Toraja
Gambar 5 Activity Diagram Admin Klasis
Gambar 7 Activity Diagram Pengunjung
+7

Referensi

Dokumen terkait

Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan produk akhir media pembelajaran berupa video tutorial Fisika yang memenuhi kriteria baik

Berdasarkan uraian di atas, maka dirumuskan permasalahan penelitian, antara lain: (1) Bagaimanakah respon mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika Unismuh Makassar

Hal ini dikarenakan korban kejahatan cyber lebih bersifat luas (global) sehingga jumlahnya lebih besar, juga dampak yang ditimbulkan. Kondisi seperti ini tidak dapat

Kerentanan merupakan upaya mengidentifikasi dampak akibat dari bencana seperti jatuhnya korban jiwa, kerugian ekonomi, kerusakan sarana prasarana, analisis kerentanan

Hasil penelitian tersebut dapat diketahui bahwa sesuai dengan teori Suharto bahwa kriteria yang menandai kemiskinan salah satunya adalah mata pencaharian yang

Jawaban dapat disampaikan secara langsung secara lisan maupun dalam bentuk tertulis. Apabila petugas referensi tidak dapat menjawab pertanyaan , hendaknya petugas

Satuan amatan adalah sesuatu yang dijadikan sumber untuk memperoleh data dalam rangka menggambarkan atau menjelaskan tentang satuan analisis (dalam Ihalauw, 2003:174) dan yang

Tesis ini berjudul Program Pelatihan Orangtua Anak Berkebutuhan Khusus UntukMeningkatkan Penerimaan dan Pengasuhan Anaknya yang Bersekolah di SLB Negeri Metro