• Tidak ada hasil yang ditemukan

Agar Bank Syariah tak Seperti Century.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Agar Bank Syariah tak Seperti Century."

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Pikiran

Rakyat

o

Selasa

.

Rabu

0

Kamis

0

Jumat

4

5

6

7

8

9

@

11

20

21

22

23

24

25

26

o

Mar OApr

o

Mei OJun

OJul

0

Ags

o

Sabtu

0

Minggu

12

13

14

15

16

27

28

29

30

31

OSep

OOId

ONov

ODes

,

~~k

_

S_t}2ert!C~~t':try_

dikan pijakan bagi lembaga ke-uangan syariOO.Pertama, tran-saksi keuangan di dalam syariah haroslah berpijak pada sektor

n-il. Oleh karena itu, mayoritas pembiayaan yang disalurkan oleh bank syariOO diharapkan dalam bentuk mudharabah

atau kontrak bagi hasil. Dalam kontrak bagi basil, jika pengelo-laan dana ke sektor riil meng-alami kerugian, bank rugi, depo-san pun merugi. Begitu juga se-baliknya dalam hal keuntungan.

Fatwa Dewan SyariOONasio-nal MUI No.

03/DSN-MUI/-N/2000 menyebutkan bOOwa deposito yang dibolehkan adalah yang berbasismuc11zara!>ah (ske-ma bagi hasil). NasabOObertin-dak sebagaishahibul maal (pe-milik dana), dan bank bertindak sebagaimudharib (pengelola da-na). Di sisi pembiayaan bank, pembiayaan yang amat dianjur-kan adalOOpembiayan

mudha-rabah. Pembiayaan

mudhara-bahadalah pembiayaan yang di-salurkan oleh Lembaga Keuang-an SyariOO(LKS) kepada pihak lain untuk suatu usaha yang pro-duktif (fatwa Dewan Syariah Na-sional MUI No. 07/DSN-MUI/N/2000).

Dalam pembiayaan

mudha-rabah, bank sebagai shahibul

maal (pemilik dana) membia-yai 100 persen kebutuhan sua-Prinsip syariah tu projek (usOOa), sedangkan Ada berbagai macam prinsip pengusaha (nasabOO)bertindak dasar dalam transaksi bisnis dan sebagai mudharib atau penge-keuangan yang seharosnya dija-

.--'

'- :

- -- ~

lola usOOa.JumlOO dana pem-

- --~~

Olelt IRAWANFEBIANTO

K

ASUS Centurymasih menyita perhatian ki-ta sampai saat ini. Berbagai macam pandangan dan perdebatan masih terns bennun-culan, termasuk perbedaan pan-dangan yang mencuat antara DPR dan Presiden RI. Di satu si-si, DPR memutuskan bOOwake-bijakanbailoutyang telah dilaku-kan adalOOkebijadilaku-kan yang salah dan telah teIjadi penyimpangan, tetapi di sisi lain Presiden RI jus-tru beranggapan sebaliknya.

Perbedaan apa pun di antara kedua pihak tetap tidak mengu-rangi fakta bOOwatelOOteIjadi kegagalan dari Bank Century.

Dilihat dari kronologisnya, faktor yang perlu digarisbawahi adalOOpraktik FPJP (Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek) yang cenderung menetapkan bunga pinjaman di atas bunga yang berlaku di pasar. Dengan suku bunga kredit yang tinggi,jumlah gagal bayar yang teIjadi pun meningkat. Hal ini menjadikan

NPL (nonpeiforming loan)

bank Century berada di atas le-vel normal NPL perbankan pada umumnya (Yudhistira. 2009).

Selain faktor itu, manajemen Bank Century juga bersalOOka-rena menggunakan dana nasa-boo untuk berinvestasi dalam instrumen derivatif, bukan disa-lurkan ke pembiayaan sektor

ri-il. Instrumen derivatif merupa-kan instrumen yang penuh de-ngan permainan spekulasi se-hingga cenderung menjadi praktik zero sumgame atau

ju-di(maysir). NasabOOdijanjikan

imbal basil(return)yang tinggi, danjanji-janji yang menggiur-kan dari pihak perbanmenggiur-kan tanpa memberi informasi yang jelas tentang aliran pemanfaatan da-nanya (Yudhistira, 2009).

Lantas, bagaimanakOO pan-dangan syariOOagar hal ini ti-dak teIjadi pada dunia per-bankan'berbasis syariOO?

Kliping Humas Unpad 2010

(2)

--biayaan harns dinyatakan

de-ngan jelas dalam bentuk tunai

dan bukan piutang.

Banks)rarl-ah sebagai penyedia dana

me-nanggung semua kerngian

aki-bat dari

mudharabah,

kecuali

jika

mudharib

melakukan

ke-salahan yang disengaja.

Prinsipkedua dalam

transak-si bisnis dan keuangan syariah

adalah dilarangnya transaksi

yang terkait dengan bunga.

Su-dah banyak ulama dan

cende-kiawan Muslim yang

memba-has bahayabunga dari berbagai

aspek, di antaranya dari aspek

sosial. Bunga ditengarai akan

merusak semangatberkhidmat

kepada masyarakat.Orangakan

engganberbuat apa pun

kecua-li yang memberi keuntungan

bagi diri sendiri.

Keperluanse-seorangdi anggappeluangbagi

orang lain untuk meraup

keun-tungan (Antonio,2001).

Ketiga,berlakunyaprinsip

al

ghorm bi ghonm (no risk no

return

atau tidak ada

keun-tungan tanpa adanya risiko).

lni berkaitan dengan norma

te-ori keuntungan di dalam Islam

yang disebut dengan

iwadh.

Dalam teori

iwadh,

setiap

ke-untungan yang kita dapatkan

itu harns terkait dengan tiga

faktor: risiko, kerja keras, dan

tanggung jawab. Jika ketiga

faktor ini ada di dalam setiap

usaha yangkitajalankan,

baru-lah kita dinyatakan layak untuk '

mendapatkan keuntungan. Prinsip keempat, yaitu

dihin-

darinyatransaksiyangmengan-dung unsur

gharar

(hal~hal

yang sifatnya meragukan).

Se-tiap perjanjian

(aqad)

di dalaIU

syariahharuslah

memilikikeje-lasan dalam hal-hal seperti

pembelidan penjual,harga,

ob-jek barang atau jasa yang

di-transaksikan, proses

diantar-kannya

(delivery)

serta kualitas

objek tersebut.

Gharar

terjadi

jika ada di antara hal-hal

terse-but yangtidak

memilikikejelas-an.

Prinsip kelima, dilarangnya

transaksi 'yang terkait aspek

maysir

(perjudian) dan

aktivi-tas-aktivitas yang terlarang di

dalam syariah Islam seperti

makanan dan minuman

ha-ram, serta pomografi.

Kita berharap agar kasus yang

menimpa Bank Century tidak lagi terjadi pada dunia perbank-an, khususnya perbankan syari-ah. Dengan syarat, perbankan syariah benar-benar menjalan-kan prinsip-prinsip syariah da-lam transaksi keuangan dan ti-dak tergoda untuk mencari cara-cara lain yang bertentangan de-ngan syariah karena semata-mata ingin mendapatkan keun-tungan. Wallahualam.***

Penulis, dosen Konsentrasi

Manajemen Syariah diFE

Un-pad, kandidat Ph.D., in Islamic Finance dan CIFP dari INCEIF

(Malaysia), pengurus Pusat

Referensi

Dokumen terkait