• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH TEKNIK PENGERINGAN BAHAN BAKU PADA EKSTRAKSI MINYAK BIJI PEPAYA (Carica Papaya L) TERHADAP KANDUNGAN ASAM LEMAK TAK JENUHNYA.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH TEKNIK PENGERINGAN BAHAN BAKU PADA EKSTRAKSI MINYAK BIJI PEPAYA (Carica Papaya L) TERHADAP KANDUNGAN ASAM LEMAK TAK JENUHNYA."

Copied!
27
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 2.1 Komposisi Kimia Biji Pepaya ...............................................................
Gambar 4.6  Reaksi Pembentukan Asam Enantat................................................38
Gambar 3.1  Bagan Alir  Penelitian

Referensi

Dokumen terkait

Nurhafni Gea : Penentuan Kadar Asam Lemak Bebas Dan Bilangan Iodin Dalam Minyak Hasil Ekstraksi Biji Jagung Dengan Pelarut n-Heksana, 2008.. USU Repository

Secara umum ekstraksi dapat didefinisikan sebagai proses pemisahan zat dari suatu padatan ataupun cairan dengan menambahankan pelarut tertentu untuk mengeluarkan

Pada proses ekstraksi minyak bekatul padi menggunakan pelarut n-heksan dan etanol yang dilakukan secara bertingkat, diketahui bahwa rasio bekatul dengan n- heksan

Dalam proses ekstraksi minyak atsiri biji kapulaga, etanol merupakan pelarut terbaik yang menghasilkan rendemen sebesar 6,76% dibandingkan dengan n -hexana

PEMBUATAN BIOSORBEN BIJI PEPAYA (CARICA PAPAYA) DENGAN MENGGUNAKAN AKTIVATOR ASAM SULFAT.. (H 2 SO

Pada proses ekstraksi minyak bekatul padi menggunakan pelarut n-heksan dan etanol yang dilakukan secara bertingkat, diketahui bahwa rasio bekatul dengan n- heksan terbaik

selama 5 jam, rendemen minyak biji mangga diperoleh maksimal pada rasio bahan dan pelarut 1:4, baik pada pelarut n-heksan maupun pada etanol, jika jumlah

Variasi temperatur terbaik untuk mendapatkan persentase yield minyak terbesar menggunakan ekstraksi superkritik CO2 pada 200 bar yaitu sebesar 80°C dengan yield minyak sebesar 7,2%..