• Tidak ada hasil yang ditemukan

MODIFIKASI ALAT PENGIRIS UBI JALAR (Ipomea batatas).

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "MODIFIKASI ALAT PENGIRIS UBI JALAR (Ipomea batatas)."

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

MODIFIKASI ALAT PENGIRIS UBI JALAR (Ipomea batatas)

Oleh :

RIZKI SAHPUTRA IRWAN 07118031

FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS ANDALAS

(2)

MODIFIKASI ALAT PENGIRIS UBI JALAR (Ipomea batatas)

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat pengiris untuk komoditi ubi jalar (Ipomea batatas) dan melakukan uji teknis terhadap alat pengiris ubi jalar hasil pengembangan.Ubi jalar dapat diolah menjadi berbagai macam produk olahan, salah satunya menjadi keripik. Penelitian ini dilakukan di Labor Produksi dan Manajemen Alat Mesin Pertanian jurusan Teknik Pertanian Universitas Anadalas dari bulan Oktober – Desember 2013. Metode penelitian yang digunakan adalah modifikasi mesin dan uji teknis. Modifikasi mesin yang diawali dengan merancang modifikasi mesin ini sehingga menghasilkan mesin yang efektif dan efisien. Kemudian uji teknis dengan melakukan 3 kali pengulangan, didapatkan kapasitas kerja efektif sebesar 32,28 kg/jam, efisiensi 24,84%, rendemen 93,6%.

(3)

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Ubi jalar atau ketela rambat (Ipomea batatas, L.) termasuk tanaman tropis

dan dapat tumbuh didaerah subtropis. Menurut data dari Kementrian Pertanian

mengenai produksi ubi jalar di Sumatera Barat cenderung meningkat setiap tahun.

Hal ini dapat dilihat produksi ubi jalar dari tahun 2008 sebanyak 61.817 ton dan

pada tahun 2012 sebanyak 113.382 ton ( Statistik Pertanian Kementrian Pertanian

2012).

Ubi jalar dapat diolah menjadi berbagai macam produk olahan, salah

satunya menjadi keripik. Keripik ubi jalar memiliki daya simpan yang lebih lama

dibandingkan produk segarnya. Pada umumnya pengolahan keripik ubi jalar

masih menggunakan cara manual dalam pengirisannya, yaitu menggunakan pisau.

Pengirisan secara manual membuat hasil irisan menjadi tidak seragam (bentuk dan

ketebalan berbeda-beda), dan juga membutuhkan waktu yang lebih lama dalam

proses pengirisannya, hal ini menjadikan proses pengolahan tidak efisien dan

efektif.

Pada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Wiliamsa (2012) telah

dikembangkan alat pengiris dengan bengkuang sebagai bahan uji yang

menggunakan speed reducer dengan perbandingan 1:50. Dari penelitian tersebut menghasilkan kapasitas kerja efektif sebesar 94,55 kg/Jam dan efisiensi dari alat

pengiris sebesar 75,9 % dan rendemen 96,1 %.

Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik Wiliamsa (2012) menyarankan

untuk mengganti komponen speed reducer dengan perbandingan yang lebih kecil serta memodifikasi hopper yang ukurannya sesuai dengan bahan.

Ditinjau dari saran Wiliamsa (2012) dan rendahnya kapasitas alat yang

digunakan serta tidak seragamnya irisan ubi jalar yang diolah secara manual

menjadi salah satu alasan bagi penulis untuk melakukan penelitian yang berjudul

(4)

1.2 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan alat pengiris untuk komoditi

ubi jalar (Ipomea batatas) dan melakukan uji teknis terhadap alat pengiris ubi

jalar hasil pengembangan.

1.3 Manfaat Penelitian

Dari alat pengiris ubi jalar yang dibuat pada penelitian ini diharapkan

mampu menyediakan alat pengiris.

II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Ubi Jalar

Ubi jalar dalam ilmu botani dikenal dengan nama Ipomea batatas, L.Ubi

jalar (Ipomea batatas, L.) merupakan tanaman yang termasuk dalam divisi

Magnoliophta, ordo Solanales, dan famili Convolvulaceae. Batang ubi jalar tidak

berkayu, berbentuk bulat dengan teras di bagian tengah yang terdiri dari gabus.

Batang ubi jalar mempunyai ruas yabg panjangnya antara 1-3 cm. Pada tiap

batang ruas (buku) tumbuh daun, akar, dan tunas/cabang. Panjang batang utama

bervariasi menurut varietas, yaitu 2-3 m untuk yang merambat dan 1-2 m untuk

yang tidak merambat. Batang ubi jalar dapat dibedakan dalam 3 golongan, yaitu:

a. Besar, untuk varietas yang bertipe menjalar, b. Sedang, untuk varietas yang

bertipe agak tegak, c. Kecil, untuk varietas yang bertipe merambat. Warna batang

bervariasi antara hijau dan ungu. Umumnya ubi jalar yang banyak diusahakan

[image:4.595.236.412.613.742.2]

oleh petani batangnya tidak berbulu (Alves, 2002). Ubi jalar disajikan pada

Gambar

Gambar 1.

Referensi

Dokumen terkait

Untuk mengetahui pemberian ekstrak pasta ubi jalar ungu (Ipomea batatas L ) 10% terhadap pencabutan luka setelah tindakan pencabutan gigi marmut jantan (Cavia

Minuman Fermentasi Ubi Jalar Merah (Ipomea batatas) dengan Menggunakan Starter Dadih dari Berbagai Daerah Di Sumatra Barat”. Selama proses penulisan skripsi ini, penulis

jalar ungu ( Ipomea batatas L.) dengan kualitas yang baik dan bermanfaat. serta dapat meningkatkan nilai ekonomis dari ubi jalar ungu

Laporan Penelitian: Hidrólisis Pati Ubi Kayu (ManihotEsculenta) Dan Pati Ubi Jalar (Ipomea Batatas) Menjadi.. GlucosaSecara Cold Process Dengan encim Acid

KAJIAN KARAKTERISTIK FISIK, MEKANIK, DAN BARRIER EDIBLE FILM BERBASIS PATI UBI JALAR KUNING ( Ipomea batatas L.) DENGAN PENAMBAHAN GLISEROL DAN MINYAK KELAPA SAWIT..

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui faktor internal dan eksternal apa yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dalam pengembangan agribisnis ubi jalar

Maka dari Itu penjadwalan irigasi menggunakan neraca air lahan harian pada budidaya ubi jalar (Ipomea batatas L) varietas Rancing di lahan kering perlu dilakukan

KESIMPULAN Berdasarkan uraian yang telah dijabarkan sebelumnya dapat disimpulkan, ekstrak pasta ubi jalar ungu Ipomea batatas L dapat mempercepat angiogenesis dalam membantu proses