• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jumlah Bakteri Staphylococcus Sp. Pada Tombol Hand Sanitizer Dispenser dan Hand Soap Dispenser di Rumah Sakit "X".

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Jumlah Bakteri Staphylococcus Sp. Pada Tombol Hand Sanitizer Dispenser dan Hand Soap Dispenser di Rumah Sakit "X"."

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

iv

Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK

JUMLAH BAKTERI STAPHYLOCOCCUS SP. PADA TOMBOL HAND SANITIZER DISPENSER DAN HAND SOAP DISPENSER

DI RUMAH SAKIT “X”

Evelyn Nathania., 2016, Pembimbing 1: Dr. Philips Onggowidjaja, S.Si, M.Si Pembimbing 2: Winsa Husin, dr., M.Sc., M.Kes.

Mikroflora komensal dalam kondisi tertentu dapat merugikan manusia, sehingga kebersihan penting dalam mencegah timbulnya penyakit akibat bakteri. Salah satu media penyebaran penyakit, fomit, contohnya tombol hand sanitizer dispenser dan hand soap dispenser. Tujuan penelitian adalah mengetahui jumlah Staphylococcus sp. yang menempel pada tombol hand sanitizer dispenser dan hand soap dispenser di Rumah Sakit “X”.

Desain penelitian cross sectional dan bersifat deskriptif. Jumlah sampel berupa whole sampling (26 sampel), diambil dengan metode swab pada tombol hand sanitizer dispenser dan hand soap dispenser pada pagi dan sore hari. Hasil swab ditanam di medium nutrient agar, diidentifikasi dengan pewarnaan Gram, dan dilanjutkan penanaman pada medium agar darah dan mannitol salt agar.

Hasil pengamatan, menunjukkan lantai 1,3,4,5 dan 6 adalah lantai dengan aktivitas yang tinggi. Hasil rerata jumlah koloni Staphylococcus sp. pada tombol hand soap dispenser di lantai 1 35,875 CFU/cm2, lantai 2 0,5 CFU/c m2, lantai 3 2,625 CFU/cm2, lantai 4 64,5 CFU/cm2, lantai 5 12,625 CFU/cm2, lantai 6 44,5 CFU/cm2, lantai 7 0,25 CFU/cm2, lantai 8 0,625 CFU/cm2. Rerata jumlah koloni bakteri Staphylococcus sp. pada tombol hand sanitizer dispenser di lantai 1 1,25 CFU/cm2, lantai 3 3 CFU/cm2, lantai 4 0,25 CFU/cm2, lantai 5 2,25 CFU/cm2, lantai 6 0,5 CFU/cm2.

Simpulan penelitian yang didapat yaitu jumlah Staphylococcus sp. terbanyak pada tombol hand soap dispenser pada lantai 4 (64,5 CFU/cm2) dan menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan jumlah bakteri pada lantai 7 yang memiliki jumlah bakteri paling sedikit (0,25 CFU/cm2). Jumlah bakteri Staphylococcus sp. pada tombol hand sanitizer dispenser terbanyak pada lantai 5 (2,25 CFU/cm2) namun tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan jumlah bakteri pada lantai lainnya.

(2)

v

Universitas Kristen Maranatha ABSTRACT

THE NUMBER OF STAPHYLOCOCCUS SP. ON THE BUTTONS OF HAND SANITIZER DISPENSERS DAN HAND SOAP DISPENSERS

IN “X” HOSPITAL

Evelyn Nathania., 2016, 1st tutor : Dr. Philips Onggowidjaja, S.Si, M.Si 2nd tutor : Winsa Husin, dr., M.Sc., M.Kes.

Normal microflora in certain condition can harm human, thus hygiene is very important in disease prevention caused by bacteria. Disease transmission can involve fomite, for example the buttons of hand sanitizer dispenser and hand soap dispenser. The aim of this study was to determine the quantity of Staphylococcus sp. on the buttons of hand sanitizer dispenser and hand soap dispenser in “X” Hospital.

The design of this study was descriptive, cross sectional study. The samples were the whole population (26 samples), which were taken using swab method on the buttons of hand sanitizer dispensers and hand soap dispensers, performed in the morning and late afternoon. The bacteria were inoculated on nutrient agar plates, stained using Gram staining, followed by inoculation on blood agar plates and mannitol salt agar plates.

The results of this study were as follow. The human activities on the first, third, fourth and sixth floor were higher than other floors. From the hand soap dispenser buttons , the number of Staphylococcus sp. found on each floor were as follow: 1st floor 35.875 CFU/cm2, 2nd floor 0.5 CFU/cm2 , 3rd floor 2.625 CFU/cm2 , 4th floor 64.5 CFU/cm2 , 5th floor 12.625 CFU/cm2, 6th floor 44.5 CFU/cm2 , 7th floor 0.25 CFU/cm2 , 8thfloor 0.625 CFU/cm2. From hand sanitizer dispenser buttons, the number of Staphylococcus sp. found on each floor were as follow: 1st floor 1.25 CFU/cm2, 3rd floor 3 CFU/cm2, 4th floor 0.25 CFU/cm2, 5th floor 2.25 CFU/cm2, 6th floor 0.5 CFU/cm2.

The conclusions of this study were as follow. The highest number of Staphylococcus sp. on the buttons of hand soap dispenser in 4th floor (64,5CFU/cm2)and shows significant differences with the result from 7th floor which has the lowest number of Staphylococcus sp. (0,25 CFU/cm2). The highest number of Staphylococcus sp. on the buttons of hand sanitizer dispenser in 5th floor (2,25 CFU/cm)2but it doesn’t show significant difference with the other number of Staphylococcus sp. in another floor.

(3)

vi

1.4 Manfaat Karya Tulis Ilmiah ...2

1.5 Landasan Teori ...2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Histologi Kulit ... ... 4

2.2 Fisiologi Kulit ... 6

2.3 Interaksi antara Mikroorganisme dengan Manusia ... 7

2.3.1 Flora Normal ... 7

2.3.2 Flora Normal pada Kulit ... 9

2.3.3 Infeksi ... 10

2.4 Hand Sanitizer Dispenser dan Hand Soap Dispenser ... 12

2.5 Kebersihan Tangan (Hand Hyigiene) ... 13

(4)

vii

Universitas Kristen Maranatha

3.1.1 Alat Penelitian ... 14

3.1.2 Bahan Penelitian ... 14

3.1.3 Sampel Penelitian ... 15

3.2 Metode Penelitian ... 16

3.2.1 Desain Penelitian ... 16

3.2.2 Besar Sampel Penelitian ... 16

3.3 Prosedur Penelitian ... 16

3.4 Metode Analisis ... 18

3.5 Lokasi dan Waktu Penelitian ... 18

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian ... 19

4.2 Pembahasan ... 23

BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan ... 24

5.2 Saran ... 24

DAFTAR PUSTAKA ... 25

LAMPIRAN ... 27

(5)

viii

Universitas Kristen Maranatha DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 4.1 Jumlah Koloni Bakteri pada Hand Soap Dispenser di Toilet ... 19

Tabel 4.2 Hasil Uji Kruskal Wallis Jumlah Koloni Bakteri di Hand Soap Dispenser ... 20

Tabel 4.3 Hasil Uji Mann-Whitney Rerata Jumlah bakteri di Hand Soap Dispenser ... 20

(6)

ix

Universitas Kristen Maranatha DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1 Struktur Histologi Kulit ... 4

Gambar 2.2 Mikroflora normal pada kulit ... 9

Gambar 2.3 Transmisi umum infeksi nosokomial ... 12

Gambar 2.4 Cara Mencuci Tangan dengan Alkohol... 13

Gambar 2.5 Cara Mencuci Tangan dengan Sabun ... 13

Gambar 4.1 Hasil pewarnaan Gram ... 22

Gambar 4.2 Hasil penanaman pada Medium Agar darah ... 22

(7)

x

Universitas Kristen Maranatha DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran 1 Sampel : Hand Soap Dispenser dan Hand Sanitizer Dispenser ... 28

Lampiran 2 Fasilitias Tiap Lantai pada Rumah Sakit “X” ... 29

Lampiran 3 Hasil Penanaman Swab pada Nutrient Agar ... 30

Lampiran 4 Tabel Uji Normalitas ... 31

(8)

1

Universitas Kristen Maranatha BAB I

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang

Kebersihan merupakan unsur penting pencegahan timbulnya suatu

penyakit yang biasanya disebabkan oleh bakteri. Bakteri adalah

mikroorganisme terkecil yang hidup dan memiliki tingkat perkembangbiakan

yang sangat tinggi, dalam lingkungannya yang tepat, bakteri dapat

berkembang biak dengan sangat cepat. Mikroorganisme ini bisa

menguntungkan kita, namun tidak jarang merugikan dengan menimbulkan

suatu infeksi (WHO, 2006).

Infeksi merupakan hasil kontak dari host (pasien) dan mikroorganisme atau

produk dari mikroorganisme tersebut (Neely & Sittig, 2002). Kontak dapat

terjadi dengan dua cara, yaitu melalui organisme yang hidup (vektor) atau

benda mati (fomit). Sebagai contoh, vektor yang dapat mempengaruhi

terjadinya infeksi di rumah sakit adalah petugas kesehatan, sedangkan fomit

yang dapat mempengaruhi adalah alat-alat kesehatan atau benda mati lainnya

yang berada di lingkungan rumah sakit (WHO, 2006).

Saat ini banyak fasilitas kesehatan, terutama rumah sakit, yang

memberikan fasilitas hand sanitizer dispenser. Pada setiap toilet, baik toilet

umum maupun toilet di fasilitas kesehatan, juga disediakan sabun dengan

menggunakan hand soap dispenser. Semua dispenser tersebut saat ini

umumnya menggunakan tombol dengan bahan plastik, yang dapat menjadi

salah satu media pertumbuhan bakteri (Hedge, 2015). Rumah sakit “X” menyediakan hand soap dispenser dan hand sanitizer dispenser dengan sistem

tombol dan lokasi rumah sakit dapat dijangkau oleh peneliti. Risiko tombol

dispenser tersebut untuk menjadi media pertumbuhan bakteri menjadi alasan

(9)

2

Universitas Kristen Maranatha tombol hand sanitizer dispenser dan hand soap dispenser di Rumah Sakit “X”.

1.2Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah, identifikasi masalah pada penelitian

ini adalah:

Berapa banyak jumlah bakteri Staphylococcus sp. yang pada tombol

hand soap dispenser di Rumah Sakit “X”.

Berapa banyak jumlah bakteri Staphylococcus sp. yang pada tombol

hand sanitizer dispenser di Rumah Sakit “X”.

1.3Tujuan Penelitian

Berdasarkan latar belakang masalah, tujuan penelitian ini adalah

mengetahui jumlah bakteri Staphylococcus sp. yang menempel pada tombol

hand sanitizer dispenser dan hand soap dispenser di Rumah Sakit “X”.

1.4Manfaat Karya Tulis Ilmiah

Berdasarkan latar belakang masalah, manfaat dari karya tulis ilmiah ini

adalah:

Manfaat akademik: memberi wawasan pengetahuan tombol hand

sanitizer dispenser dan hand soap dispenser sebagai alat kebersihan

yang dapat menjadi sumber penyebaran penyakit.

 Manfaat praktis: memberi informasi pada masyarakat pentingnya membersihkan tombol hand sanitizer dispenser dan hand soap

(10)

24

Simpulan yang didapat dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

Jumlah bakteri Staphylococcus sp. terbanyak pada tombol hand soap

dispenser didapatkan pada lantai 4, yang merupakan salah satu lantai

dengan aktivitas yang tinggi, dengan jumlah 64,5 CFU/cm2 dan

menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan jumlah bakteri pada lantai

7 yang memiliki jumlah bakteri paling sedikit (0,25 CFU/cm2), dimana

lantai 7 merupakan salah satu lantai dengan aktivitas rendah.

Jumlah bakteri Staphylococcus sp. pada tombol hand sanitizer dispenser terbanyak didapatkan pada lantai 5 dengan jumlah 2,25 CFU/cm2 namun

tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan jumlah bakteri pada

lantai lainnya.

5.2Saran

Berdasarkan penelitian ini saran-saran yang dapat diberikan adalah:

 Penelitian selanjutnya dapat dilakukan pada fomit dan fasilitas umum dan kesehatan lainnya.

 Penelitian selanjutnya dilakukan pada bahan selain plastik.

Hand sanitizer dan hand soap dispenser dapat diganti menjadi dispenser

dengan sensor.

(11)

JUMLAH BAKTERI STAPHYLOCOCCUS SP.

PADA TOMBOL HAND SANITIZER DISPENSER

DAN HAND SOAP DISPENSER DI RUMAH

SAKIT

X

KARYA TULIS ILMIAH

Karya Tulis Ini Dibuat Sebagai Salah Satu Syarat

Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Kedokteran

EVELYN NATHANIA

1310030

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA

BANDUNG

(12)

vi

KATA PENGANTAR

Pertama-tama, saya panjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa

karena atas berkat dan rahmat-Nya Karya Tulis Ilmiah yang berjudul “JUMLAH BAKTERI STAPHYLOCOCCUS SP. PADA TOMBOL HAND SANITIZER

DISPENSER DAN HAND SOAP DISPENSER DI Rumah Sakit „X‟ ” ini dapat terselesaikan dengan baik. Karya Tulis Ilmiah ini merupakan salah satu syarat

untuk memperoleh gelar sarjana kedokteran di FK UKM Bandung.

Dalam melakukan penelitian dan penyusunan karya tulis ilmiah ini, penulis

banyak memperoleh dukungan dari berbagai pihak. Penulis mengucapkan terima

kasih yang sebesar-besarnya kepada :

1. Pembimbing pertama penulis, Dr. Philips Onggowidjaja, S.Si., M.Si. yang

selalu mendukung, memberi ilmu, saran, masukan, dan ide-ide selama

penulisan karya tulis ilmiah ini, juga atas perhatian, kesabaran, waktu, dan

tenaga yang telah diberikan sehingga penulis dapat menyelesaikan Karya

Tulis Ilmiah ini.

2. Pembimbing pertama penulis, Winsa Husin, dr., M.Sc., M.Kes.. atas

dukungan, ilmu, saran, masukan, id-ide, arahan, perhatian, kesabaran,

waktu, dan tenaga yang diberikan kepada penulis sehingga penulis dapat

menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini.

3. Kedua orang tua penulis, Hadi Sutandi dan Go Siu Jin yang telah

membantu, memberi doa dan semangat kepada penulis.

4. Kakak penulis, Evan Nathan dan kedua adik penulis, Elvin Nathan dan

Evangelin Nathania yang telah membantu dan memberi semangat kepada

penulis.

5. Bapak Riska, dan Ibu Yuli selaku staf laboratorium Fakultas Kedokteran

Universitas Kristen Maranatha yang membantu, membimbing, dan

memberi dukungan kepada penulis.

6. Sahabat-sahabat tercinta Amelinda, Dinar, Dhara, Mutiara, Traxie,

(13)

vii

Feiny, Angelia, Michelle, dan teman-teman angkatan yang bersama-sama

berjuang juga saling membantu dan memberi dukungan serta semangat

dalam penyelesaian Kraya Tulis Ilmiah ini.

Penulisan Karya Tulis Ilmiah ini tentunya tidak lepas dari kekurangan, baik

aspek kualitas maupun aspek kuantitas dari materi penelitian yang

disajikan.Semua ini didasarkan dari keterbatasan yang dimiliki penulis. Penulis

menyadari dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini masih belum sempurna, maka

saran dan kritik yang konstruktif sangat penulis harapkan demi perbaikan Karya

Tulis Ilmiah selanjutnya. Akhir kata, semoga karya tulis ilmiah ini dapat

bermanfaat bagi pembaca dan berguna bagi perkembangan ilmu pengetahuan.

Bandung, 16 Januari 2017

(14)

25

Universitas Kristen Maranatha Daftar Pustaka

Baharutan, A. 2015. Pola bakteri penyebab infeksi nosokomial pada ruang perawatan intensif anak. E-Biomedik (eBm), 3(1): 412–19.

Black, J. G. 2012. Microbiology : Principles and Explorations.8th ed. Wiley. p

398-403.

Brooks, G. F., Jawetz, E., Melnick, J. L., Adelberg, E. A. 2010. Jawetz,Melnick &

Adelberg’s Medical Microbiology .25th ed. McGraw-Hill Medical: 180-181.

Cappuccino, J. G., Sherman, N. 2014. Microbiology : A laboratory manual. 10th

ed. Pearson Education,Inc. 77: 105-107.

Eroschenko, V. P., di Fiore, M. S. 2008. diFIORE’s Atlas of Histology with

Functional Correlations. 11th ed. Lippincott Williams & Wilkins. p

213-215.

Hedge, A. 2015. Survival of escherichia coli, pseudomona aeruginosa,

staphylococcus aureus on wood and plastic surfaces. J Microb Biochem Technol, 7:210-212.

Jarvis, W. R. (Ed.). 2014. Bennett & Brachman’s Hospital Infections 6th ed. Lippincott Williams & Wilkins. p 278.

Madigan, M. T., & Brock, T. D. 2012. Brock biology of microorganism .13th ed. Benjamin Cummings. p 944.

Mescher, A. L. 2013. Junqueira’s Basic Histology .13th ed.McGraw-Hill Medical. p 364-371.

Neely, A. N., & Sittig, D. F. 2002. Basic microbiologic and infection control information to reduce the potential transmission of pathogens to patients via computer hardware. Journal of the American Medical Informatics

Association, 9(5): 500–508.

Reynolds, R. J., Kehr, R. D., J., Milling, A., Kehr, R., Wulf, A., & Smalla, K.

2005. Survival of bacteria on wood and plastic particles : Dependence on

wood species and environmental conditions. Holzforschung, 59(January): 72–81.

(15)

26

Universitas Kristen Maranatha WHO. 2006. Guidelines on hand hygiene in health care. Journal of Advanced

Nursing, 53(5): 613–614.

Zeraik, A. E., & Nitschke, M. 2012. Influence of growth media and temperature on bacterial adhesion to polystyrene surfaces. Brazilian Archives of Biology

Gambar

Tabel 4.5 Hasil Uji Kruskal Wallis Jumlah Koloni Bakteri di Hand Sanitizer Dispenser
Gambar 2.1 Struktur Histologi Kulit .................................................................................

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan rumusan masalah di atas tujuan yang diharapkan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan puzzle Aksara Jawa Dari Kardus Bekas sebagai media

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran dan pola asuh orang tua terhadap hasil belajar di Lubuk Pakam. Teknik analisis data adalah analisis

8) Chloride , kandungan chloride yang tinggi didalam sistem dapat menyebabkan terjadinya korosi di material carbon steel (pada material SS dengan temperatur skin > 100

Pada akhirnya, hasil yang ditampilkan pada Gambar 20 telah memberikan konfirmasi bahwa tujuan utama dari penelitian ini yaitu penerapan algoritma BOPM secara paralel

Sebelum memulai pengecoran diatas pasir urug harus dihampar lapisan plastik/geotekstil (sesuai gambar kerja), yang berfungsi untuk menjaga kadar air semen dan

Bakteri ini juga bersifat opportunistik yang dapat menyebabkan infeksi vaginitis ditandai dengan pertumbuhan flora normal yang berlebih sehingga produksi hidrogen

egységekhez (Goswami – Ziegler, 2006, Caravolas 2006). Az írott nyelvi zavar szűréséhez a kutatás során alkalmazhatónak bizonyult a Fonológiai Tudatosság Teszt. Az

Kelompok studi fitoestrogen dari Perkumpulan Menopause Indonesia (Permi) Malang telah berha- sil melakukan isolasi isoflavone dari kacang tungak (Vigna unguiculata),