TOKOH PAHLAWAN DUNIA SEBAGAI IDE GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS FAUVISME.

45 

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

Adi Khadafi, 2013

Tokoh Pahlawan Dunia Sebagai Ide Gagasan Berkarya Seni Lukis Fauvisme Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

TOKOH PAHLAWAN DUNIA SEBAGAI IDE GAGASAN BERKARYA

SENI LUKIS FAUVISME

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Jurusan Pendidikan Seni Rupa

Oleh

ADI KHADAFI

0707989

JURUSAN PENDIDIKAN SENI RUPA

FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

(2)

Adi Khadafi, 2013

Tokoh Pahlawan Dunia Sebagai Ide Gagasan Berkarya Seni Lukis Fauvisme Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

TOKOH PAHLAWAN DUNIA SEBAGAI IDE

GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS FAUVISME

Oleh

Adi Khadafi

Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh

gelar Sarjana pada Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni

© Adi Khadafi 2013

Universitas Pendidikan Indonesia

Juli 2013

Hak Cipta dilindungi undang-undang.

Skripsi ini tidak boleh diperbanyak seluruhya atau sebagian,

(3)

Adi Khadafi, 2013

Tokoh Pahlawan Dunia Sebagai Ide Gagasan Berkarya Seni Lukis Fauvisme Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

LEMBAR PENGESAHAN PENGUJI

TOKOH PAHLAWAN DUNIA SEBAGAI IDE GAGASAN BERKARYA

SENI LUKIS FAUVISME

Disusun oleh

Adi Khadafi

0707989

DISETUJUI DAN DISAHKAN OLEH

Dosen Penguji I

Drs. Maman Tocharman, M.Pd.

NIP. 194812251974121001

Dosen Penguji II

Drs. Untung Supriyanto, M.Pd.

NIP. 195210161986011001

Dosen Penguji III

Drs. Moch. Oscar Sastra, M.Pd.

(4)

Adi Khadafi, 2013

Tokoh Pahlawan Dunia Sebagai Ide Gagasan Berkarya Seni Lukis Fauvisme Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

LEMBAR PENGESAHAN

TOKOH PAHLAWAN DUNIA SEBAGAI IDE GAGASAN BERKARYA

SENI LUKIS FAUVISME

Ketua Jurusan Pendidikan Seni Rupa

FPBS Universitas Pendidikan Indonesia

Bandi Sobandi, M.Pd.

(5)

Adi Khadafi, 2013

Tokoh Pahlawan Dunia Sebagai Ide Gagasan Berkarya Seni Lukis Fauvisme Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

ABSTRAK

ADI KHADAFI, 2013. TOKOH PAHLAWAN DUNIA SEBAGAI IDE GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS FAUVISME.

Seorang pahlawan berani berkorban demi apa yang dia yakini, seperti seorang ibu yang berani berkorban apa saja untuk kesejahteraan anak-anaknya, begitu pula seorang pahlawan revolusi suatu negara berani berkorban apa saja untuk kesejahteraan rakyatnya. Bukan hanya sebagai poros perubahan, seorang pahlawan merupakan icon pengobar semangat orang-orang yang berjuang bersamanya. kesejahteraan, sikap dermawan, perjuangan melawan penggolongan ras merupakan segelintir masalah yang diperjuangkan oleh seorang tokoh yang tidak jarang membuat tokoh tersebut terbujur kaku di liang lahat. Fokus pembahasan karya, yaitu mengembangkan gagasan dan visualisasi dari 5 tokoh pahlawan dunia ke dalam bentuk karya seni fauvisme. Format karya ini berukuran 120cm X 140cm sebanyak 5 karya dengan dua format, yaitu format vertical

(portrait) dan format horizontal (landscape). Metode penciptaan karya lukis ini

berawal dari ide berkarya, kemudian melakukan stimulasi, kontemplasi, berkarya. Pada proses eksplorasi visual (sketsa) sebagai awal dari visualisasi proses Berkarya yang meliputi persiapan alat dan bahan, tahap pembuatan karya (melukis). Setiap visualisasi karya baik itu pemilihan penampilan tokoh, warna dan latar belakang gambar disesuaikan dengan kehidupan, karakter setiap tokohnya. Hasil karya penciptaan ini diharapkan selanjutnya dapat dijadikan semangat setiap orang yang melihat dan membaca biografi setiap tokohnya yang sarat makna dan dapat dijadikan teladan.

(6)

Adi Khadafi, 2013

Tokoh Pahlawan Dunia Sebagai Ide Gagasan Berkarya Seni Lukis Fauvisme Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

ABSTRAC

ADI KHADAFI, 2013. TOKOH PAHLAWAN DUNIA SEBAGAI IDE GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS FAUVISME.

A brave hero to sacrifice for what he believed, as a mother who dared to sacrifice anything for the welfare of her children, as well as a hero of the revolution of a country willing to sacrifice anything for the welfare of its people. Not only as a shaft change, a hero is an icon pengobar spirit of those who fought with him. welfare, generous attitude, the struggle against racial classifications are a handful of issues championed by a leader who is not uncommon to make the character lying dead in the grave. Focus of the work, which is developing the idea and visualization of 5 heroes in the form of artwork Fauvism. This format works measuring 120cm X 140cm by 5 works with two formats, namely vertical format (portrait) and horizontal format (landscape). This method of painting begins with the creation of the idea of work, then do the stimulation, contemplation, work. In the visual exploration process (sketch) as the beginning of the visualization process that includes the preparation Work tools and materials, the manufacturing phase of the work (painting). Every good work of the election visualization character appearance, color and background image adapted to the life, the character of each character. The work of this creation can be expected to further the spirit of everyone who saw and read biographies of each character and meaning and can be used as an example.

(7)

Adi Khadafi, 2013

Tokoh Pahlawan Dunia Sebagai Ide Gagasan Berkarya Seni Lukis Fauvisme Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

DAFTAR ISI

4. Aliran-aliran Seni Lukis……… 14

5. Objek Melukis...………... 19

6. Teknik Melukis……….….23

7. Alat dan Bahan……….…. 24

B. Tokoh Pahlawan Dunia………...25

1. Bang Fang Li……….……… 26

(8)

Adi Khadafi, 2013

Tokoh Pahlawan Dunia Sebagai Ide Gagasan Berkarya Seni Lukis Fauvisme Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

3. Aung San Suu Kyi………..28

1. Eksplorasi Visual………... 35

2. Persiapan Alat dan Bahan………. 35

3. Bagan Proses Berkarya………. 41

4. Proses Pembuatan Karya………... 43

BAB IV VISUALISASI DAN ANALISIS KARYA ……… 51

(9)

Adi Khadafi, 2013

(10)

Adi Khadafi, 2013

Tokoh Pahlawan Dunia Sebagai Ide Gagasan Berkarya Seni Lukis Fauvisme Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

BAB I

PENDAHULUAN

A.Latar Belakang Penciptaan

Perkembangan dunia kesenirupaan saat ini sudah sangat pesat sekali dengan

inovasi bahan dan media dari karya seni rupa yang sudah beragam dan kadang

tidak terpikirkan sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh pengetahuan manusia akan

media dan teknik baru dalam berkarya.

Salah satu dari sekian banyak cabang seni rupa adalah seni lukis, sejak

pertama kali ditemukan di gua-gua yang dibuat oleh masyarakat purba hingga kini

seni lukis tetap berada di sekitar manusia dengan berbagai kepentingan, sosial,

kebudayaan, isu politik, dan tokoh terkenal menjadi kecenderungan tema yang

banyak diambil oleh para seniman.

Modernisasi seni, khususnya seni lukis sudah masuk ke dalam ruang lingkup

kehidupan masyarakat Indonesia sejak masuknya penjajahan Belanda, dengan

kecenderungan seni rupa Eropa Barat pada zaman itu ke aliran romantisme

membuat banyak pelukis Indonesia ikut mengembangkan aliran ini. Fauvisme

merupakan salah satu aliran seni lukis yang dibawa dari dataran Eropa ke

Indonesia, dewasa ini banyak orang mengenal aliran ini dari beberapa karya

seniman ternama.

Aliran fauvisme berangkat dari usaha untuk menyempurnakan aliran

Impresionisme dan gaya ekspresionisme, namun fenomena seni lukis fauvisme di

Indonesia tidak terlalu semarak, terlebih dengan waktu yang relatif singkat dan

lebih memilih aliran-aliran seni lukis yang dibawa oleh pihak kolonial Belanda

pada waktu itu, seperti Romantisme.

Fauvisme dengan memiliki ciri-ciri warna yang begitu liar, serba tidak

(11)

Adi Khadafi, 2013

Tokoh Pahlawan Dunia Sebagai Ide Gagasan Berkarya Seni Lukis Fauvisme Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

seorang pahlawan yang berjiwa menggebu-gebu menjadi pondasi dalam karya

(12)

Adi Khadafi, 2013

Tokoh Pahlawan Dunia Sebagai Ide Gagasan Berkarya Seni Lukis Fauvisme Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

Berdasarkan uraian tersebut penulis tertarik untuk mengaplikasikan ide

berkaryanya melalui karya seni lukis, dengan mengangkat tema dan judul:

TOKOH PAHLAWAN DUNIA SEBAGAI IDE GAGASAN BERKARYA SENI

LUKIS FAUVISME

B. Rumusan masalah penciptaan

Dari ketertarikan penulis pada seni lukis dan para tokoh–tokoh yang berjasa

dalam hal perdamaian dan kesejahteraan menjadi sebuah ide bagi penulis untuk

membuat karya, maka dari itu penulis bermaksud untuk membuat karya

menggunakan media lukis, dengan mengaplikasikan gaya lukis fauvisme dengan

cat akrilik pada media kanvas.

Maka fokus masalah yang diangkat adalah :

1. Bagaimana mengembangkan sumber gagasan 5 tokoh pahlawan dunia

menjadi sebuah ide berkarya seni lukis fauvisme ?

2. Bagaimana memvisualisasikan 5 tokoh pahlawan dunia ke dalam bentuk

karya seni lukis fauvisme ?

C. Tujuan Penciptaan

Tujuan dari pembuatan karya tugas akhir menggunakan media lukis ini

adalah sebagai salah satu upaya untuk mengasah kemampuan serta pengalaman

yang didapatkan selama mengikuti kuliah seni lukis dan sebagai bentuk

pengembangan dari teknik dan media yang dipergunakan.

Adapun tujuan dari penciptaan karya tugas akhir ini, diantaranya sebagai

berikut:

1. Mengembangkan sumber gagasan 5 tokoh pahlawan dunia menjadi ide

berkarya seni lukis fauvisme.

2. Memvisualisasikan 5 tokoh pahlawan dunia ke dalam bentuk karya seni

(13)

Adi Khadafi, 2013

Tokoh Pahlawan Dunia Sebagai Ide Gagasan Berkarya Seni Lukis Fauvisme Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

D. Manfaat Penciptaan

Bagi penulis, proses pembuatan karya menggunakan media lukis ini

merupakan pengembangan dari kuliah lukis yang penulis jalani, penulis mencoba

salah satu jenis aliran lukis fauvisme, dimana dalam aliran seni lukis ini penulis

dibebaskan untuk membubuhkan warna. Membuat karya tugas akhir lukisan ini

akan menjadi kepuasan tersendiri bagi penulis. Selain itu, berikut penulis

paparkan beberapa manfaat yang dapat digali dari pembuatan karya seni lukis ini,

diantaranya :

1. Bagi penulis, dapat menambah wawasan berpikir dan pengetahuan serta

menggali kembali ide dan gagasan dengan membuat karya seni lukis dengan

media kanvas.

2. Bagi Lembaga Pendidikan Seni Rupa, dengan penciptaan karya ini

diharapkan dapat melestarikan aliran lukis fauvisme yang sulit ditemui hari

ini.

3. Bagi masyarakat umum, diharapkan hasil penciptaan karya tugas akhir ini

dapat dijadikan sarana edukasi tentang siapa saja yang berjasa dalam bidang

perdamaian dan kesejahteraan selain yang pernah dibaca di buku ilmu sosial

saat duduk dibangku sekolah, dan terbuka kan matanya bahwasanya para

tokoh tersebut dalam usahanya memperjuangkan perdamaian itu patut kita

lanjutkan dan jangan takut terhadap segala sesuatu yang menghadang,

terlebih kebanyakan tokoh-tokoh yang dalam perjuangannya itu tidak mati

sia-sia.

E. Definisi Operasional

1. Tokoh Pahlawan

Dalam kamus besar bahasa Indonesia tokoh adalah :, 1. rupa (wujud dan

(14)

Adi Khadafi, 2013

Tokoh Pahlawan Dunia Sebagai Ide Gagasan Berkarya Seni Lukis Fauvisme Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

terkemuka dan kenamaan (dalam bidang politik, kebudayaan), 4. Sas pemegang

peran (peran utama) dalam roman atau drama. Sedangkan pahlawan adalah orang

yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela

kebenaran; pejuang yang gagah berani.

Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa tokoh pahlawan adalah

seorang yang muncul diantara kebanyakan dan memiliki status atau kedudukan

yang lebih tinggi, dalam usahanya untuk menegakan keadilan dan perdamaian

tidak jarang menempuh cobaan dari lawannya, seperti contohnya dibungkam

dengan dipenjarakan bertahun – tahun tanpa vonis yang jelas, dibunuh dengan

cara ditembak, diracun ataupun diasingkan agar usahanya untuk menarik

perhatian orang dan dunia menjadi terhambat.

2. Seni Lukis Fauvisme

Fauvisme adalah aliran yang menghargai ekspresi dalam menangkap

suasana yang hendak dilukis. Tergantung setiap seniman fauvisme untuk

(15)

Adi Khadafi, 2013

Tokoh Pahlawan Dunia Sebagai Ide Gagasan Berkarya Seni Lukis Fauvisme Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

F. Metode Penciptaan

Adapun prosedur penciptaan karya seni lukis fauvisme tokoh pahlawan

dunia ini penulis bagi menjadi beberapa tahapan.

(16)

Adi Khadafi, 2013

Tokoh Pahlawan Dunia Sebagai Ide Gagasan Berkarya Seni Lukis Fauvisme Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

G. Sistematika Penulisan

Untuk mempermudah dalam penulisan serta pembacaan laporan

penciptaan karya seni lukis yang berjudul TOKOH PAHLAWAN DUNIA

SEBAGAI IDE BERKARYA SENI LUKIS FAUVISME ini, maka karya tulis ini

disusun dalam sistematika penulisan sebagai berikut:

1. BAB I PENDAHULUAN, yang berisi tentang Latar Belakang Penciptaan,

Rumusan Masalah Penciptaan, Tujuan Penciptaan, Manfaat Penciptaan,

Kajian Sumber Penciptaan, Metode Penciptaan, serta Sistematika Penulisan.

2. BAB II LANDASAN PENCIPTAAN, berisi tentang: Kajian pustaka, yang

menjelaskan tentang seni lukis, tokoh–tokoh pahlawan dunia, Kajian Empiris,

menjelaskan tentang tokoh pahlawan dan konsep penciptaan, menjelaskan

bagaimana tokoh pahlawan dunia dalam lukisan.

3. BAB III METODE PENCIPTAAN, menjelaskan tentang metode dan

langkah-langkah yang penulis gunakan dalam membuat karya ini seperti. Ide

berkarya, kontemplasi, stimulasi berkarya, pengolahan ide dan proses

berkarya dari tahap proses sketsa, persiapan alat dan bahan, tahap pembuatan

karya

4. BAB IV ANALISIS VISUALISASI KARYA, berisi analisis konsep dan

(17)

Adi Khadafi, 2013

Tokoh Pahlawan Dunia Sebagai Ide Gagasan Berkarya Seni Lukis Fauvisme Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

5. BAB V PENUTUP, bagian terakhir ini berisi kesimpulan hasil penciptaan

karya dan saran atau rekomendasi berkenaan dengan karya seni yang

diciptakan.

(18)

Adi Khadafi, 2013

Tokoh Pahlawan Dunia Sebagai Ide Gagasan Berkarya Seni Lukis Fauvisme Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

BAB III

METODE PENCIPTAAN

Manusia membuat suatu karya seni dengan maksud atau tujuan yang

berbeda-beda, perkembangan karya seni dan daya guna nya sendiri tidak lepas

dari perkembangan kebutuhan manusia. Karya seni ditempatkan sebagai wujud

media rekam suatu peristiwa, sebagai pemanis ruangan ataupun sebagai wujud

ekspresi dari perasaan sang pelukis.

Karya seni mempunyai suatu nilai estetis yang berbeda-beda, masyarakat

awam melihat nilai estetis sebuah karya dari teknik pembuatan dan hasil akhir

yang memukau. Keberhasilan seseorang untuk memperlihatkan nilai estetis dan

makna sebuah karya kepada orang awam merupakan suatu pekerjaan yang cukup

sulit, seniman dituntut membuat suatu karya seni yang mudah dicerna dan tidak

meninggalkan unsur estetis dari karya tersebut.

Selain dengan tuntutan mudah dicerna, nilai sebuah karya dilihat dari

penyampaian kosep dan pesan yang terekam baik dalam suatu karya seni. Bukan

merupakan hal mudah mengeksekusi dua unsur tersebut, terkadang seniman

terlalu larut dalam penyampaian pesan tapi lupa dengan keindahan karya seni

tersebut atau sebaliknya. Hal ini menjadi sebuah batu sandungan ketika karya

tersebut disajikan kepada para apresiator baik masyarakat awam ataupun kritikus

seni, karya yang disajikan menjadi terasa hambar karena tidak memuat nilai

estetis atau pesan dan konsep yang tidak terbaca.

A. Gagasan Berkarya

Dalam karya seni lukis dengan ukuran 120x140 dan berjumlah 5 buah ini,

penulis mencoba menghadirkan lukis gaya fauvisme dengan menggunakan teknik

sapuan basah. Beberapa perbedaan dalam teknik melukis dan point of view,

(19)

Adi Khadafi, 2013

Tokoh Pahlawan Dunia Sebagai Ide Gagasan Berkarya Seni Lukis Fauvisme Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

1. Mencoba menghadirkan kembali gaya melukis fauvisme yang merupakan

gaya lukisan dengan ciri khas kekuatan warna - warnanya.

2. Memberikan pengetahuan tambahan tentang sosok pahlawanan sebagai

objek pada konsep karya lukis .

Timeline dari visualisasi karya lukis ini yang telah melewati beberapa proses

sebagai berikut:

1.Ide Berkarya

Sosok pahlawan sudah tidak asing lagi didengar dan dilihat oleh kita, baik

itu dalam media elektronik, cetak maupun internet. Dalam pemikiran masyarakat,

pahlawan di indentikan sebagai orang yang rela berkorban demi negara,

memberantas penjahat ataupun seorang superhero. Penulis sadar bahwa definisi

pahlawan itu bukan seperti yang kita tonton dalam film hollywood yang terasa

memukau tetapi dibuat-buat, tetapi lebih kepada seseorang yang mempunyai jiwa

yang besar untuk memberi dan berbagi dalam banyak hal.

Full many a wonder is told us in stories old, of heroes worthy of praise, of hardships dire, of joy and feasting, of weeping and of wailing,

of the fighting of bold warriors, now you may hear wonders told

Banyak keajaiban yang memberitahu kami dalam cerita lama, tentang pahlawan terpuji, dari kesulitan yang mengerikan, sukacita dan pesta, dari tangisan dan ratapan,

tentang pertempuran prajurit yang berani, sekarang kamu mungkin hanya bisa mendengarnya keajaiban

Beberapa kalimat diatas merupakan bait pembuka sebuah manuskrip kuno

bangsa Jerman pada masa medieval yang berjudul “song of the nibelungs”, puisi

ini tercipta oleh beberapa orang yang terpelajar di zaman-nya. Manuskrip ini

(20)

Adi Khadafi, 2013

Tokoh Pahlawan Dunia Sebagai Ide Gagasan Berkarya Seni Lukis Fauvisme Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

sebuah aksi kepahlawanan yang membuat hal yang dahulu tidak mungkin mereka

lakukan menjadi mungkin yang menyelamatkan mereka dari ketakutan, tangisan

dan kelaparan. Bisa dikatakan manuskrip ini merupakan sebuah ungkapan syukur

kepada orang-orang sebelum mereka yang melakukan perlawanan untuk

kehidupan yang lebih baik bagi generasi setelahnya.

Ide berkarya seni lukis ini hadir dalam diri penulis sebagai pengalaman

mempelajari ilmu pengetahuan sosial dan sejarah yang penulis dapat sejak kecil

serta lingkungan yang mengajarkan tentang nilai moral serta keteladanan.

Oleh karena itu penulis mencoba menvisualisasikan ketertarikan tersebut

kedalam karya seni lukis, yang pada tahap akhirnya dapat diapresiasi oleh

masyarakat Universitas Pendidikan Indonesia dan masyarakat luar lainnya.

2.Kontemplasi

Kontemplasi merupakan proses perenungan tentang pemaknaan, maksud

dan manfaat. Dalam tahap ini penulis berusaha menuangkan gagasan kedalam

media dan mengimajinasikan semua hal dengan melakukan pembatasan tertentu

sehingga pada tahap ini hasil dari representasi pikiran ke pada media karya masih

tetap memiliki jalur.

Proses mengimajinasikan bentuk khayalan kedalam media tetap berorientasi

kepada ide berkarya yang penulis angkat, yaitu pahlawan. Yang mana kemudian

penulis dalam proses berkontemplasi ini memberi emosi kedalam bentuk nyata

yang penulis buat dalam media karya.

Beberapa tahap dalam proses kontemplasi ini pada akhirnya memunculkan

suatu hasrat dan bentukan pasti yang kemudian menjadi sumber inspirasi penulis

dalam proses eksekusi dengan media cat akrilik diatas kanvas.

(21)

Adi Khadafi, 2013

Tokoh Pahlawan Dunia Sebagai Ide Gagasan Berkarya Seni Lukis Fauvisme Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

Stimulus adalah rangsangan yang diterima dari dalam maupun luar diri,

dalam tahap ini penulis mencoba menggali kembali memori-memori tentang

kepahlawanan dan lima tokoh yang penulis angkat.

Dari dalam diri penulis mencoba merepresentasikan pengertian pahlawan

yang penulis dapat dan dibantu dengan lingkungan atau pihak luar, dengan cara

seperti menonton video sosok pahlawan yang akan penulis angkat dan membaca

biografi.

B. Visualisasi Karya

1. Eksplorasi Karya (sketsa)

Sketsa merupakan cetak biru dari sebuah karya, penulis dalam tahapan ini

melihat beberapa hal yang indentik dengan tokoh yang penulis visualisasikan

seperti, foto-foto, film dokumenter, film saduran dan mengumpulkan

materi-materi yang penulis rasa cocok untuk menjadi bahan pendukung dalam visualisasi

karya nantinya.

Dalam prosesnya, penulis banyak mempadu-padankan gambar-gambar serta

warna-warna sebagai ciri khas dalam gaya lukis fauvisme. Eksplorasi visual disini

lebih condong ke area pewarnaan dengan menggunakan warna-warna yang jauh

berbeda satu dengan yang lainnya dan masih terdapat ciri khas dari setiap tokoh

yang divisualisasikan.

Beberapa objek yang penulis masukan didalam lukisan ini merupakan

barang atau objek yang sangat erat hubungannya dengan tokoh yang penulis

visualisasikan. Seperti contohnya becak, sel-sel neutron otak sebagai simbol

kepintaran dan warna-warna air sebagai ide gagasan dalam hal teknisnya.

2. Persiapan Alat Dan Bahan

Selain konsep, ide dan sumber tulisan, penulis mempersiapkan beberapa alat

(22)

Adi Khadafi, 2013

Tokoh Pahlawan Dunia Sebagai Ide Gagasan Berkarya Seni Lukis Fauvisme Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

a. Alat.

(23)

Adi Khadafi, 2013

Tokoh Pahlawan Dunia Sebagai Ide Gagasan Berkarya Seni Lukis Fauvisme Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

(24)

Adi Khadafi, 2013

Tokoh Pahlawan Dunia Sebagai Ide Gagasan Berkarya Seni Lukis Fauvisme Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

2). Busa spon

Busa spon penulis gunakan untuk menghapus cat pada kanvas

Gambar. 3. 2 Spon cuci

(Sumber:Dokumentasi Pribadi)

3). Lap

Fungsi lap disini mirip dengan busa spon untuk menghilangkan jejak air

berlebih pada kanvas dan menghapusnya ketika penulis membuat kesalahan

(25)

Adi Khadafi, 2013

Tokoh Pahlawan Dunia Sebagai Ide Gagasan Berkarya Seni Lukis Fauvisme Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

Gambar. 3. 3 Lap

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

b. Bahan:

1). Kanvas

Gambar. 3. 4 Kanvas

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

2). Cat Akrilik dan Cat Bibit

Penulis menggunakan cat akrilik merk “winsor n newton” dengan seri

(26)

Adi Khadafi, 2013

Tokoh Pahlawan Dunia Sebagai Ide Gagasan Berkarya Seni Lukis Fauvisme Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

hasilnya lebih tipis dan tidak terlalu opaque. Hal ini sangat penting dirasakan

karena teknik sapuan basah yang penulis pakai dapat dipraktekkan dengan mudah

menggunakan cat akrilik merk tersebut.

Gambar. 3. 5 Cat akrilik

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Selain menggunakan cat akrilik siap pakai diatas, penulis menambahkan cat

bibit “Warna Aseli” untuk membuat warna-warna terang yang sulit didapat

apabila mengandalkan cat akrilik siap pakai biasa.

(27)

Adi Khadafi, 2013

Tokoh Pahlawan Dunia Sebagai Ide Gagasan Berkarya Seni Lukis Fauvisme Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

a). Siapkan bahan, yaitu cat akrilik warna putih (penulis memakai cat merk Basic

dengan kode “titanium white”) dan cat bibit ( penulis disini memakai cat bibit

merk “Warna Aseli” dengan kode “lemmon yellow”)

b). Campurkan cat putih dan cat bibit dalam suatu wadah, dengan rasio 2:1.

c). Aduk campuran cat tersebut hingga keluar warna yang diinginkan.

d). Apabila warna yang di inginkan belum tercapai, maka kita bisa menambahkan

kembali cat bibit ke dalam campuran cat tadi. Perlu diingat kualitas warna

yang dihasilkan tergantung dari cat putih dan cat bibit yang kita pakai, jadi kita

(28)

Adi Khadafi, 2013

Tokoh Pahlawan Dunia Sebagai Ide Gagasan Berkarya Seni Lukis Fauvisme Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

awal dalam menentukan karya apa yang penulis buat, kemudian penulis mencoba

(29)

Adi Khadafi, 2013

Tokoh Pahlawan Dunia Sebagai Ide Gagasan Berkarya Seni Lukis Fauvisme Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

mengumpulkan semua ide dan gagasan dengan cara mengamati, melihat serta

kembali mengingat memori dan kenangan yang pernah penulis lalui.

Kontemplasi merupakan tahap selanjutnya dari pengumpulan ide dan

gagasan, pada tahap ini penulis melakukan perenungan semua ide-ide dan dengan

didukung observasi dan melakukan studi pustaka pada suatu hal yang mendukung

ide penulis, tahap selanjutnya merupakan tahap dimana semua memori dan

pengalaman penulis dicatat dan dijadikan rangsangan dalam berkarya yang

kemudian menjadi gambar rancangan awal karya atau sketsa.

Tahap selanjutnya adalah tahap paling penting dalam bagan di atas, yaitu

eksekusi karya yang berasal dari kontemplasi, studi dan observasi penulis

kemudian di kristalisasikan menjadi sebuah karya seni lukis fauvisme dengan

didukung teknik, media, teori-teori yang menurut penulis cocok dengan karya

yang akan dibuat. Karya seni yang dibuat kemudian penulis sajikan kepada

penguji di sidang dan mungkin akan di perlihatkan kepada khalayak ramai

(30)

Adi Khadafi, 2013

Tokoh Pahlawan Dunia Sebagai Ide Gagasan Berkarya Seni Lukis Fauvisme Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

4. Proses Pembuatan Karya

a. Mengumpulkan referensi potret figur pahlawan:

Penulis memilih lima tokoh yaitu: (dari kiri ke kanan) Malcolm x,

(31)

Adi Khadafi, 2013

Tokoh Pahlawan Dunia Sebagai Ide Gagasan Berkarya Seni Lukis Fauvisme Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

Gambar. 3. 7 Figur Pahlawan Dunia (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

(32)

Adi Khadafi, 2013

Tokoh Pahlawan Dunia Sebagai Ide Gagasan Berkarya Seni Lukis Fauvisme Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

(33)

Adi Khadafi, 2013

Tokoh Pahlawan Dunia Sebagai Ide Gagasan Berkarya Seni Lukis Fauvisme Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

c. Memasang kanvas dan membingkainya dengan ukuran yang ditentukan

Gambar. 3. 9

Pemasangan Bingkai dan Kanvas (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

d. Memindahkan objek dari sketsa ke media kanvas

Penulis menggunakan pensil warna dengan warna terang, seperti warna

kuning dan orange dalam memindahkan objek kasar dalam sketsa ke dalam media

kanvas dengan bertujuan ketika tahap pewarnaan, sketsa awal yang penulis buat

(34)

Adi Khadafi, 2013

Tokoh Pahlawan Dunia Sebagai Ide Gagasan Berkarya Seni Lukis Fauvisme Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

Gambar. 3. 10

(35)

Adi Khadafi, 2013

Tokoh Pahlawan Dunia Sebagai Ide Gagasan Berkarya Seni Lukis Fauvisme Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

e. Pemberian warna dasar

Pewarnaan dasar dilakukan dengan posisi kanvas horizontal atau dilantai

bertujuan agar cipratan cat dan bentuk aliran airnya terkesan alami, walaupun

nantinya akan tertutup oleh warna cat selanjutnya. Tetapi pewarnaan ini akan

menimbulkan tekstur dan kedalaman tersendiri dalam lukisan.

(36)

Adi Khadafi, 2013

Tokoh Pahlawan Dunia Sebagai Ide Gagasan Berkarya Seni Lukis Fauvisme Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

(37)

Adi Khadafi, 2013

Tokoh Pahlawan Dunia Sebagai Ide Gagasan Berkarya Seni Lukis Fauvisme Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

(38)

Adi Khadafi, 2013

Tokoh Pahlawan Dunia Sebagai Ide Gagasan Berkarya Seni Lukis Fauvisme Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

(Sumber: Dokumentasi Pribadi)

(39)

Adi Khadafi, 2013

Tokoh Pahlawan Dunia Sebagai Ide Gagasan Berkarya Seni Lukis Fauvisme Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

(40)

Adi Khadafi, 2013

Tokoh Pahlawan Dunia Sebagai Ide Gagasan Berkarya Seni Lukis Fauvisme Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

Gambar. 3. 14

Finishing Karya.

(41)

Adi Khadafi, 2013

Tokoh Pahlawan Dunia Sebagai Ide Gagasan Berkarya Seni Lukis Fauvisme Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A.Kesimpulan

Tokoh pahlawan merupakan akan terus menjadi panutan di setiap generasi,

dalam karya seni tokoh pahlawan merupakan sosok objek yang tidak akan

termakan zaman, sama seperti gaya lukisan dari awal sampai masa kontemporer

tetap hidup dan mempunyai semangat.

Tidak semua tokoh pahlawan setiap orang tahu, terkadang hanya tokoh

tertentu saja yang diketahui, karena faktor menjadi objek pembelajaran dari masa

sekolah dasar ataupun mungkin tokoh yang memang laris terjual dalam bentuk

poster-poster yang ikonik.

Dalam tugas akhir yang berjudul “TOKOH PAHLAWAN DUNIA

SEBAGAI IDE GAGASAN BERKARYA SENI LUKIS FAUVISME” ini,

menggambarkan beberapa tokoh yang mungkin belum dikenal ataupun yang

memang sudah terlupakan oleh waktu, pengambilan tokoh-tokoh tersebut tanpa

maksud lain yaitu sebagai upaya untuk melestarikan dan memvisualisasikannya

menjadi sesuatu yang lain dalam media kanvas dua dimensi dengan memakai gaya

aliran seni lukis fauvisme. Teknik dan gaya lukis ini merupakan hasil dari

pembelajaran ilmu kesenirupaan yang di dalami oleh penulis, dan bentuk

penggambaran memori penulis tentang rasa sosial sebagai manusia seutuhnya.

Peran setiap tokoh yang penulis pilih berbeda-beda dan patut kita teladani.

(42)

Adi Khadafi, 2013

Tokoh Pahlawan Dunia Sebagai Ide Gagasan Berkarya Seni Lukis Fauvisme Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

sangat disayangi oleh setiap anak yatim di panti asuhan yang iya sumbang setiap

hari nya.

Sosok Munir yang memiliki penggambaran seorang prajurit garda depan

dalam salah satu perang melawan kejahatan HAM, sampai dimana beliau

meninggal karena di racun oleh orang jahat yang sampai sekarang belum

diketahui tidak memadamkan api kebenaran yang ia bawa, yang kemudian api

tersebut muncul di setiap orang yang simpati terhadap perjuangannya dan

orang-orang yang diperjuangkan hidupnya oleh beliau.

Sosok Suu kyi, seorang wanita paruh baya yang sebagian hidupnya

terpenjara, memiliki citra kaum wanita yang terbuat dari baja, tahan banting, yang

terbebas dari belenggu yang mengekang dirinya sekian lama. Menginspirasi

orang-orang untuk hidup demokratis bebas tanpa tekanan dari pihak manapun.

Sosok seorang Gandhi yang memiliki pencitraan orang yang mulia dan

berpemikiran luas dan tidak terkotakan akan zaman. Setiap perbuatan dan tutur

katanya menjadi inspirasi setiap orang dan menjadi tempat yang menampung

kegelisahan orang banyak serta menjadikan dirinya contoh perbuatan baik

manusia.

Sosok terakhir adalah Malcolm X, seorang muslim kulit hitam di Amerika

Serikat, seorang orator handal yang menginspirasi setiap orang dengan

retorikanya, yang hingga akhir hidupnya ia gunakan untuk dakwah / pidato dari

sebuah mesjid kecil, gereja hingga parlemen dan mengenalkan pada dunia akan

kejamnya politik apartheid.

Dengan pemaparan tulisan diatas, penulis memiliki harapan untuk kembali

mengingatkan masyarakat tentang sebuah arti sosial yang pada masa kini sudah

sedikit memudar dari kehidupan. Selayaknya manusia adalah makhluk sosial dan

memiliki cita-cita yang tinggi harus tetap rendah diri, terbuka dan memiliki akhlak

(43)

Adi Khadafi, 2013

Tokoh Pahlawan Dunia Sebagai Ide Gagasan Berkarya Seni Lukis Fauvisme Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

B.Saran

Sebuah karya seni lukis tidak terlepas dari ide. Ide atau gagasan bisa

ditemukan di setiap aspek kehidupan manusia, dan tentunya berasal dari memori

yang telah dilalui oleh setiap si pembuat karya nya. Penulis seperti belajar kembali

dari nol, mencari pemahaman sebagai makhluk sosial, pemahaman akan hal

estetis seperti penggunaan kanvas, cat dan berbaur serta mempelajari air sebagai

penengah antara media cat dan kanvas.

Proses tersebut menuntut penulis untuk menggali kembali memori penulis

dan kreatifitas untuk menjadi sebuah nilai akhir yaitu ekspresi dari setiap warna

dan garis yang terekam dalam kanvas dan harus dapat dinikmati oleh khalayak.

Penulis memiliki harapan yang besar setelah melakukan proses ini agar

bidang seni, khususnya seni rupa dapat memberikan kontribusi besar bagi

kehidupan sosial penulis sendiri dan umumnya untuk Jurusan Pendidikan Seni

Rupa, Universitas Pendidikan Indonesia dimana tempat penulis merasakan

(44)

Adi Khadafi, 2013

Tokoh Pahlawan Dunia Sebagai Ide Gagasan Berkarya Seni Lukis Fauvisme Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

DAFTAR PUSTAKA

A. Sumber Buku

Budiyono, et al. (2008) Kriya Tekstil: Jilid 1. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.

Bujono, Bambang. (1984). S. Sujojono 1984 : Tempo

Darmaprawira, Sulasmi. (2002). Warna. Bandung: ITB.

Dharsono.(2007). Estetika. Bandung: Rekayasa Sains bandung

Dermawan, Agus. (1984). Lukisan zaman Kebebasan Yang Kurang Bebas”. Jakarta : Seni Rupa Dewan Kesenian Jakarta

Ganda Prawira, Nanang. (2009). Benang Merah Seni Rupa Modern. Bandung: CV. Bintang Warli Artikaz

Haley, Alex. (1965). The Autobiography of Malcolm X. United State: Grove Press

Kamus Besar Bahasa Indonesia. 1994. Jakarta: Balai Pustaka.

Leonardo Collection, Characteristic Faces 29. Milan : Vinciana Editrice

Newmeyer, Sarah. (1959). Enjoying Modern Art. New York: A Mentor Book

Sahman, Humar. (1993). “Mengenali Dunia Seni Rupa”. IKIP Semarang Press. Soedarso, Sp., (1990). Sejerah Perkambangan Seni Rupa Modern. Yogyakarta:

STSRI.

Sudarmaji, Drs., (1985). Apresiasi seni. Jakarta: Pasar seni

Sudarmadji. (1974). Seni lukis Indonesia masa kini. Yogyakarta

Supangkat, Jim. (1979). Gerakan Seni Rupa Indonesia. Jakarta: Gramedia

Taryadi, Alfons. (1974). Seni dan “Kehidupan yang Maju dan Berbudaya”. Jakarta: Kompas

Universitas Pendidikan Indonesia. (2011). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Bandung: UPI Press.

(45)

Adi Khadafi, 2013

Tokoh Pahlawan Dunia Sebagai Ide Gagasan Berkarya Seni Lukis Fauvisme Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

Ismaya, R, P. (2012). Citra Pandawa Dalam Lukisan Gaya Surealis. Skripsi pada FPBS UPI Bandung: tidak diterbitkan.

Nurjanah, Euis. (2011). Proses Rintisan Batik Karya Rumah Batik Arves Di

Subang, Skripsi pada FPBS UPI Bandung: tidak diterbitkan.

C. Sumber Internet

http://id.m.wikipedia.org/wiki/Seni_lukis [ 2 Agustus 2013]

http://id.wikipedia.org/wiki/Basuki_Abdullah, [ 7 Mei 2012].

http://id.wikipedia.org/wiki/Seni_lukis [ 8 Juni 2012]

http://eyesuckink.blogspot.com/ [7 November 2012]

http://www.loustal.nl/art_loustal_fauvisme_2.htm [2 November 2012]

http://repository.upi.edu/operator/upload/t_seni_0808924_bibliography.pdf

[ 8 Juli 2013]

Figur

Gambar. 3. 1  Kuas Lukis Kasar dan Halus
Gambar 3 1 Kuas Lukis Kasar dan Halus . View in document p.23
Gambar. 3. 2 Spon cuci
Gambar 3 2 Spon cuci . View in document p.24
Gambar. 3. 4 Kanvas
Gambar 3 4 Kanvas . View in document p.25
Gambar. 3. 5 Cat akrilik
Gambar 3 5 Cat akrilik . View in document p.26
Gambar. 3. 6 Cat Bibit
Gambar 3 6 Cat Bibit . View in document p.28
Gambar. 3. 7 Figur Pahlawan Dunia
Gambar 3 7 Figur Pahlawan Dunia. View in document p.31
Gambar. 3. 8 Sketsa di atas Media Kertas
Gambar 3 8 Sketsa di atas Media Kertas. View in document p.32
Gambar. 3. 9  Pemasangan Bingkai dan Kanvas
Gambar 3 9 Pemasangan Bingkai dan Kanvas. View in document p.33
Gambar. 3. 10 Sketsa dengan Media Pensil Warna
Gambar 3 10 Sketsa dengan Media Pensil Warna. View in document p.34
Gambar. 3. 11 Pemberian Warna Dasar
Gambar 3 11 Pemberian Warna Dasar . View in document p.35
Gambar. 3. 12  Penguatan Warna Objek 1
Gambar 3 12 Penguatan Warna Objek 1. View in document p.37
Gambar. 3. 13  Penguatan Warna Objek 2
Gambar 3 13 Penguatan Warna Objek 2. View in document p.38
Gambar. 3. 14  Finishing Karya.
Gambar 3 14 Finishing Karya . View in document p.40

Referensi

Memperbarui...