ORANGUTAN SEBAGAI GAGASAN DALAM KARYA SENI LUKIS REALIS.

38 

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

ORANGUTAN SEBAGAI GAGASAN DALAM KARYA

SENI LUKIS REALIS

SKRIPSI

Diajukan untuk memenuhi sebagian syarat

untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan seni rupa

Oleh

SYAIFUL BAHRUL ‘ULUM

1002205

DEPARTEMEN PENDIDIKAN SENI RUPA

FAKULTAS PENDIDIKAN SENI DAN DESAIN

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

(2)

ORANGUTAN SEBAGAI GAGASAN DALAM KARYA SENI LUKIS REALIS

Oleh

Syaiful Bahrul ‘Ulum

Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi sebagian syarat

Untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Seni Rupa

di Fakultas Pendidikan Seni dan Desain

© Syaiful Bahrul ‘Ulum 2015

Universitas Pendidikan Indonesia

Mei 2015

Hak cipta dilindungi undang-undang.

Skripsi ini tidak boleh diperbanyak seluruhnya atau sebagian,

(3)

HALAMAN PENGESAHAN PEMBIMBING

SYAIFUL BAHRUL ‘ULUM

ORANGUTAN SEBAGAI GAGASAN DALAM KARYA SENI LUKIS REALIS

Disetujui dan disahkan oleh pembimbing :

Pembimbing I

Drs. Yaya Sukaya, M.Pd. NIP. 195403031991031001

Pembimbing II

Yulia Puspita, M.Pd. NIP. 198107012005012004

Mengetahui :

Ketua Departemen Pendidikan Seni Rupa Fakultas Pendidikan Seni dan Desain

Universitas Pendidikan Indonesia

(4)

HALAMAN PENGESAHAN PENGUJI

SYAIFUL BAHRUL ‘ULUM

ORANGUTAN SEBAGAI GAGASAN DALAM KARYA SENI LUKIS REALIS

Disetujui dan disahkan oleh penguji :

Penguji I

Dra. Tity Soegiarti, M.Pd. NIP. 195509131985032001

Penguji II

Drs. M. Oscar Sastra, M.Pd. NIP. 195810131987031001

Penguji III

(5)

DAFTAR ISI

B. Rumusan masalah penciptaan... 3

C. Tujuan penciptaan... 3

D. Manfaat Penciptaan... 3

E. Struktur Organisasi Penciptaan... 4

BAB II LANDASAN TEORETIS PENCIPTAAN... 6

A. Seni Rupa... 6

B. Seni Lukis... 6

1. Sejarah Seni Lukis... 7

2. Aliran Seni Lukis... 9

3. Teknis Melukis... 11

C. Unsur-Unsur Seni Rupa... 19

(6)

2. Shape (Bangun)... 19

E. Struktur Melukis... 28

1. A focus on the left and the right... 28

2. Outer and inner shape... 28

3. Bay formation... 29

4. Repetition extremum... 30

F. Hukum Penyusunan ... 30

1. Kesatuan (Unity)... 30

2. Komposisi (Composition)... 31

3. Keseimbangan (Balance)... 31

G. Orangutan... 32

BAB III METODE PENCIPTAAN... 34

A. Bagan Proses Penciptaan Karya... 35

1. Ide Berkarya... 36

2. Stimulasi... 36

3. Kontemplasi... 36

4. Berkarya Seni Lukis... 36

5. Karya Seni Lukis Realis... 37

6. Apresiasi... 37

B. Pengenalan Alat dan Bahan... 37

(7)

C. Proses Pembuatan Karya... 45

1. Mengumpulkan Referensi orangutan... 45

2. Pembuatan Sketsa... 46

3. Pemasangan Kanvas di Dinding... 47

4. Proses Melukis... 47

5. Pemasangan Spanram Lukis... 49

BAB IV PEMBAHASAN KARYA... 50

A. Karya 1... 51

B. Karya 2... 71

C. Karya 3... 81

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN REKOMENDASI... 100

A. Simpulan... 100

B. Implikasi dan Rekomendasi... 101

DAFTAR RUJUKAN ATAU REFERENSI... 103

DAFTAR ISTILAH…...………... 104

LAMPIRAN………...……….. 110

(8)

DAFTAR BAGAN

2.1. Bagan aliran seni lukis... 9

2.2. Bagan klasifikasi ilmiah orangutan... 33

3.1. Bagan proses penciptaan karya... 35

4.1. Macam-macam tekstur karya 1……….63

4.2. Macam-macam warna polikhromatik karya 2………... 78

4.3. Macam-macam garis lurus karya 3……….. 86

4.4. Macam-macam garis lengkung karya 3……….. 88

4.5. Macam-macam tekstur karya 3……… 94

(9)

DAFTAR GAMBAR

2.1. Lukisan perburan hewan di gua Lascaux... 8

2.2. Teknik glazing... 11

2.3. Teknik melukis dengan gaya impasto... 12

2.4. Contoh teknik stencil... 12

2.5. Contoh melukis dengan menggunkan teknik screching... 13

2.6. Contoh teknik dengan menggunakan teknik squeezing... 13

2.7. Contoh teknik sapuan datar... 15

2.8. Contoh teknik sapuan gradasi... 16

2.9. Contoh teknik sapuan kertas dan basah... 17

2.10. Contoh beberapa teknik sapuan kuas... 17

2.11. Contoh teknik eksperimen... 18

2.12. Contoh teknik Tromp I’oeil... 18

2.13. Garis... 19

2.14. Bangun... 20

2.15. Lingkaran warna Munsell... 21

2.16. Contoh sederhana sudut pandang mata burung... 23

2.17. Contoh sederhana sudut pandang normal... 24

2.18. Contoh sederhana sudut pandang mata kucing/katak... 24

2.19. paduan kontras……... 25

2.20. Paduan kontras karena ukuran... 25

2.21. Kontras karena bentuk... 26

2.22. Paduan repetisi (irama)... 26

2.23. Paduan gradasi... 27

2.24. A focus on the left and the right dalam lukisan Raphael... 28

2.25.Outer and inner shape pada lukisan Picasso... 29

2.26. Empat struktur bay formation... 29

(10)

2.28. Orangutan Jantan... 33

3.1. Berbagaiu kuran kuas... 38

3.2. Palet... 38

3.3. Paku beton... 39

3.4. Kursi kecil... 39

3.5. Wadah air... 40

3.6. Tisu... 40

3.7. Berbagai ukuran pensil... 41

3.8. Penghapus... 41

3.14. Gambar sketsa karya 1... 46

3.15. Gambar sketsa karya 2... 46

3.16. Gambar sketsa karya 3…... 46

3.17. Proses pemasangan kanvas lukis di dinding... 47

3.18. Proses pembuatankarya 1……... 47

3.19. Proses pembuatankarya 2... 48

3.20. Proses pembuatankarya 3... 48

3.21. Pemasangan spanram……….... 49

4.1. Karya 1 “Kembalikan Rumahku”……… 51

4.2. Sudut pandang objek utama………. 54

4.3. Sudut pandang latar………..……… ..… 55

4.4. (a) garis lurus pada rambut, (b) garis lurus pada kayu, (c) garis patah pada bongkahan kayu……….. 56

4.5. (a) garis lengkung pada rambut, (b) garis lengkung pada kayu………... 57

4.6. Keseimbangan formal karya 1………. 58

(11)

4.8. Repetisi karya 1………...………… 60

4.9. Warna analog………... 61

4.10. Warna polikhromatik………. 62

4.11. Kontras karya 1……….. 66

4.12. A focus on the left karya 1……….. 67

4.13. Outer and inner shape karya 1……….. 68

4.14. Repetition extremum karya 1………. 69

4.15. Bay formation karya 1………... 70

4.16. Karya 2 “Aku Ingin Pulang”……….. 71

4. 17. Sudut pandang objek utama……….………. 74

4.18. (a) Garis lengkung karya 1, (b) Garis lurus karya 1……….. 75

4.19. Repetisi karya 2………. 76

4.20. Warna analog karya 2……… 77

4.21. Tekstur karya 2……….. 78

4.22. Bay formation karya 2……….. 79

4.23. Repetition extremum karya 2………. 80

4.24. Karya 3 “Enyah Kau”……… 81

4.25. Alur pandang estetis karya 3………. 84

4.26. Sudut pandang objek utama………... 85

4.27 Keseimbangan formal karya 3……… 90

4.28. Keseimbangan informal karya 3……… 91

4.29. Repetisi karya 3………. 92

4.30. Warna analog karya 3……… 93

4.31. A focus on the right karya 3………………. 97

4.32. Outer and inner shape karya 3……….. 98

(12)

DAFTAR LAMPIRAN

Tahap pembuatan karya ke-1………...………..…... 110

Tahap pembuatan karya ke-2…………...…………..………... 124

Tahap pembuatan karya ke-3………..……...………... 129

(13)

34

BAB III. METODE PENCIPTAAN

Seni merupakan media yang tepat dalam menyampaikan apa yang hendak kita

ungkapkan, entah itu perasaan jiwa, isu sosial, juga termasuk kritik sosial.

Khususnya seni lukis realis, karena dengan melukis menggunakan gaya realis

pesan yang hendak penulis sampaikan akan lebih mudah tersampaikan dan lebih

mudah dipahami maksud dan tujuan penciptaanya.

Dalam proses penciptaan karya, penulis terinspirasi dengan begitu maraknya

penebangan hutan secara besar-besaran (deforestasi). Hutan merupakan paru-paru

dunia yang didalamnya dihuni oleh bermacam-macam flora dan fauna, namun

kini hutan telah beralih fungsi karena banyak pihak yang menyalah gunakan hutan dan merubahnya menjadi “hutan sawit”. Beribu-ribu hektare hutan telah dirusak oleh pihak-pihak yang hanya ingin mengambil keuntunganya saja tanpa

memikirkan bahwa didalam hutan terdapat siklus kehidupan juga.

Terkait dengan permasalahan diatas penulis mengambil objek orangutan dan

hutan yang rusak sebagai latar belakangnya. Penulis mengambil sosok orangutan

karena hewan berbulu lebat ini merupakan hewan yang paling merasakan dampak

buruk dari perusakan hutan. Dengan hilangnya hutan berarti hilang juga habitat

dari orangutan tersebut, dengan kata lain populasi orangutan kini kian terancam,

bahkan mereka tidak segan-segan untuk membunuh primata khas Indonesia itu.

Setelah melalui proses perenungan objek yang akan dilukis, kemudian penulis

berusaha meneliti dan memahami karakter dan kebiasaan dari orangutan dengan

mengunjungi kebun binatang. Disana penulis bisa lebih memahami apa saja yang

biasa orangutan lakukan. Begitu menggemaskan melihat tingkah laku dari

orangutan, mereka merupakan primata yang cerdas.

Setelah melalui tahap pengamatan objek lukisan, kemudian tahap selanjutnya

melakukan proses kontemplasi untuk menentukan strategi visual tentang

(14)

35

Sebelum memulai membuat lukisan, tak lupa penulis juga mengumpulkan

beberapa referensi berupa foto-foto, video dan artikel perihal kehidupan dan

isu-isu yang berkaitan dengan populasi orangutan yang kian terancam. Dari referensi

tersebut dapat memudahkan penulis dalam proses penciptaan karya lukis,

terutama dari video-video yang menceritakan tentang kehidupan orangutan yang

kian memprihatinkan. Dari situ hati penulis mulai tergerak dan berusaha untuk

mevisualisasikan orangutan sebagai objek lukis dengan sebaik-baiknya.

Karya yang penulis buat yaitu tiga buah lukisan, yaitu dengan ukuran 200 cm x

150 cm dua karya dan satu karya lagi dengan ukuran 150 cm x 100 cm.

A. Bagan Proses Penciptaan Karya

Bagan 3.1. Bagan proses penciptaan karya

(15)

36

1. Ide Berkarya

Menciptakan suatu karya seni, khususnya seni lukis tak luput dari sebuah

pencarian ide atau gagasan. Ide dalam penciptaan tugas akhir ini penulis dapat

ketika melihat bagaimana kehidupan orangutan yang kini semakin

memprihatinkan, pupulasi orangutan selalu mengalami penuruan, deforestasi yang

semakin marak dan beberapa kasus penyelundupan bayi orangutan . Itulah yang

menginspirasi penulis untuk menciptakan tugas akhir ini.

2. Stimulasi

Stimulus merupakan sebuah rangasangan dari luar jiwa penulis yang mendorong

motivasi dan kreasi penulis dalam menciptakan sebuah karya lukis. Rangsangan

itu penulis dapatkan dengan terjun langsung kelapangan melihat bagaimana

karakteristik orangutan sebagai objek dari karya lukis realis. Penulis juga

mencoba membaca berbagai artikel-artikel mengenai orangutan, video-video dan

foto-foto mengenai kehidupan orangutan. Setelah tahapan itu kemudian penulis

melakukan dokumentasi sebagai referensi dan selanjutnya merancang komposisi

karya hingga proses berkarya lukis.

3. Kontemplasi

Tahap ini merupakan kelanjutan dari tahap stimulasi dimana penulis merenungkan

bagaimana mengembangkan ide dari beberapa referensi mengenai orangutan baik

berupa foto-foto maupun video-video tentang deforestasi. Setelah ide dari

referensi ditentukan, penulis visualisasikan ide tersebut ke dalam beberapa bentuk

gambar sketsa.

4. Berkarya Seni Lukis

Setelah tahap stimulasi proses selanjutnya adalah berkarya seni lukis yang diawali

dengan pengumpulan referensi tentang orangutan dan deforestasi. Tahap

selanjutnya yaitu dengan membuat gambar rancangan atau sketsa awal yang

dibuat di kertas ukuran a4 dengan menggunakan pensil. Setelah gambar sketsa

ditentukan tahap selanjtunya adalah melukis di kanvas yang sebelumnya sudah

(16)

37

5. Karya Seni Lukis Realis

Setelah proses berkarya maka terciptalah tiga buah karya seni lukis realis dengan

ukuran, konsep dan judul yang berbeda. Karya pertama dengan ukuran 200 cm x 150 cm, dengan judul “Kembalikan Rumahku”, karya kedua dengan ukuran 200

cm x 150 cm dengan judul “Aku Ingin Pulang dan karya terakhir berukuran 160

cm x 150 cm dengan judul “Enyah Kau”.

6. Apresiasi

Dari semua rangkaian proses berkarya diatas maka proses berkarya diakhiri

dengan apresiasi. Apresiasi merupakan bentuk tindakan dari pengamatan,

penilaian, dan penghargaan terhadap sebuah karya seni. Dalam hal ini

masyarakatlah yang akan mengapresiasi, menerima dan merasakan pesan moral

yang terkandung dalam ketiga karya lukis ini.

B. Pengenalan Alat dan Bahan

1. Alat dan Bahan

Alat dan bahan dalam melukis merupakan komponen yang mutlak harus dipenuhi

oleh setiap kreator. Dalam proses melukis sudah pasti kita membutuhkan alat-alat

dan bahan yang akan kita gunakan seperti kuas, palet kanvas dan cat.

a. Alat

1) Kuas

Kuas merupakan alat untuk mengoleskan cat pada permukaan kanvas. Kuas

memiliki ukuran yang berbeda-beda, berbeda ukuran kuas berbeda pula cara

memperlakukanya. Kuas yang paling kecil merupakan kuas yang sangat penting

karena dengan kuas berukuran kecil penulis dapat membuat objek-objek yang

(17)

38

Gambar 3.1. Berbagai ukuran kuas

Sumber: (Dokumentasi Pribadi)

2) Palet

Palet merupakan wadah untuk menuangkan dan mencampur cat. Penulis biasanya

tidak menggunakan palet sebagai jaminan, namun biasanya menggunakan

benda-benda yang tak terpakai dijadikan sebagai palet.

Gambar 3.2. Palet

(18)

39

3) Paku

Disini penulis menggunakan paku sebagi alat untuk memasang kanvas yang

belum dipasang spanram (rangka kayu penyangga kanvas) pada dinding tembok.

Gambar 3.3. Paku Beton

Sumber: (Dokumentasi Pribadi)

4) Kursi Kecil

Kursi kecil digunakan sebagai alat bantu dalam proses pembuatan lukisan. Karena

lukisan yang dibuat memiliki tinggi 200 cm, jadi tidak memungkinkan untuk

melukis bagian yang berada paling atas.

Gambar 3.4. Kursi kecil

(19)

40

5) Wadah Air

Wadah merupakan alat untuk menampung air guna membersihkan kuas yang

berlumuran cat.

Gambar 3.5. Wadah air

Sumber: (Dokumentasi Pribadi)

6) Tisu

Tisu merupakan alat untuk membersihkan kuas yang sudah dicuci.

Gambar 3.6. Tisu

(20)

41

7) Pensil 2B – 8B

Pensil digunakan dalam proses pembuatan gambar sketsa.

Gambar 3.7. Berbagai ukuran pensil

Sumber: (Dokumentasi Pribadi)

8) Penghapus

Sebagai alat untuk menghapus gambar rancangan yang salah.

Gambar 3.8. Penghapus

(21)

42

b. Bahan

1) Kanvas

Kanvas merupakan kain khusus yang sudah dilapisi cat putih sebagai media dalam

melukis. Kanvas yang digunakan penulis merupakan kanvas berkualitas baik

dengan tekstur lembut sehingga tidak memboroskan cat dan lebih mudah dalam

proses melukis terutama dalam proses pendetailan.

Gambar 3.9. Kanvas Lukis

Sumber: (Dokumentasi Pribadi)

2) Cat Akrilik

Cat akrilik merupakan jenis cat untuk melukis yang bersifat mudah kering, apabila

sudah kering cat ini akan mengeras dan menjadi karet, jadi cat ini akan bertahan

lebih lama. Cat akrilik menggunakan air dalam proses pelarutannya. Penulis

(22)

43

Gambar 3.10. Cat akrilik

Sumber: (Dokumentasi Pribadi)

3) Kertas

Kertas digunakan sebagai media untuk pembuatan gambar rancangan.

Gambar 3.11. Kertas Gambar

(23)

44

4) Fixative

Fixative merupakan alat lukis yang biasanya berbentuk tabung dengan alat

semprot yang berfungsi untuk melapisi hasil lukisan yang sudah jadi agar tetap

terjaga dan awet.

Gambar 3.12. Fixative

(24)

45

C. Proses Pembuatan Karya

1. Mengumpulkan Referensi Orangutan

Gambar 3.13. (a), (b), (c), (d) Orangutan

Sumber: (Internet)

(a) (b)

(25)

46

2. Pembuatan Sketsa

Gambar 3.14. Gambar sketsa karya 1 Gambar 3.15. Gambar sketsa karya 2

Sumber: (Dokumentasi Pribadi) Sumber: (Dokumentasi Pribadi)

Gambar 3.16. Gambar sketsa karya 3

(26)

47

3. Pemasangan Kanvas di dinding

Gambar 3.17. Proses pemasangan kanvas lukis di dinding

Sumber: (Dokumentasi Pribadi)

4. Proses melukis

Gambar 3.18. Proses pembuatan karya 1

(27)

48

Gambar 3.19. Proses pembuatan karya 2

Sumber: (Dokumentasi Pribadi)

Gambar 3.20. Proses pembuatan karya 3

(28)

49

5. Pemasangan Spanram Lukis

Gambar 3.21. Pemasangan spanram

(29)

100

BAB V

SIMPULAN, IMPLIKASI DAN REKOMENDASI

A. Simpulan

Tugas akhir ini merupakan tiga buah karya lukis realis yang mengangkat tentang

isu dan kondisi orangutan yang populasinya kian terancam,dari sini bisa

disimpulkan bahwa dari ketiga karya ini memiliki pesan yang sama yaitu untuk

mengajak semua kalangan masyarakat agar lebih mencintai dan melestarikan

satwa langka yang ada di Indonesia khususnya orangutan. Penulis juga mengajak

masyarakat agar lebih peka terhadap situasi dan kondisi alam sekitar yang

semakin rusak karena kerakusan manusia itu sendiri.

Secara visual ketiga karya ini merupakan hasil stimulasi dari keadaan orangutan

yang kian memprihatinkan, dapat dilihat bahwa penulis cenderung membuat

ketiga karya ini dalam posisi center, mulai dari karya pertama hingga karya

terakhir. Dalam segi konsep semua karya ini mengambil orangutan sebagai objek

utama walaupun dalam karya ketiga alat berat lebih cenderung menjadi fokus

utamanya.Walaupun tidak direncanakan, dalam teori struktur melukis semua

karya ini memiliki struktur yang sama, seperti repetition extremum, bay

formation, outer and inner shape dan focus on the left and the right, semua

struktur tersebut dapat dilihat pada setiap masing-masing karya. Dalam

unsur-unsur rupa seperti garis dan warna, karya ini didominasi oleh garis lengkung,

sedangkan dalam unsur warna karya ini didominasi oleh warna polikhromatik.

Dari proses yang telah dilalui, tugas akhir ini telah diselesaikan dengan maksud

dan tujuan agar pesan moral yang terkandung dalam beberapa karya lukis ini

(30)

101

B. Implikasi dan Rekomendasi

Karya lukis bak seperti lagu yang di dalamnya terkandung sebuah makna dan

pesan, sepertihalnya seni lukis yang tidak hanya indah untuk dipandang namun

dibalik itu ada makna dan pesan moral yang terkandung di dalamnya.

Dengan adanya lukisan bertemakan orangutan ini diharapkan, masyarakat dapat

mengapresiasi dan dapat memahami pesan moral yang terkandung dalam lukisan

dengan mengaplikasikanya kedalam kehidupan nyata. Kepada pelaku seni rupa

khususnya mahasiswa yang akan mengambil isu-isu terkait kehidupan tentang

orangutan, diharapkan karya lukis ini bisa menginspirasi dalam memvisualisaikan

ide dan gagasannya. Oleh karena itu karya-karya yang dihasilkan dapat lebih baik

dan lebih inovatif.

Terkait gagasan dalam tugas akhir ini penulis mengajak kepada semua orang agar

dapat bersama-sama mencintai dan melestarikan alam Indonesia beserta isinya,

dalam hal ini khususnya orangutan yang populasinya semakin sedikit karena

deforestasi. Sebagai warga negara yang baik alangkah indahnya jika semuanya

dapat melestarikan dan menjaga orangutan dari kepunahan. Orangutan merupakan

satwa yang harus dilindungi. Salah satu caranya menjaga kelestarian tempat

tinggalnya. Kehidupan orangutan sangat tergantung pada habitatnya, karena

mereka setiap hari menghabiskan waktu untuk makan diatas pohon dan terus

berpindah dari satu pohon ke pohon yang lainnya. Selain itu sisa-sisa makanan

yang dijatuhkan berupa biji-bijian tersebut mampu menjaga ekosistem hutan.

Tugas akhir ini juga dibuat dengan maksud agar pihak pemerintah bisa mengatasi

permasalahan ini dengan lebih adil dan bijaksana. Terlebih kepada

perusahaan-perusahaan yang memiliki kekuatan secara ekonomi agar tidak semena-mena

mengeksploitasi hutan yang merupakan habitat asli dari orangutan. Pengalihan

fungsi hutan menjadi ladang kelapa sawit menyebabkan terancamnya habitat

orangutan. Semua permasalahan yang ditimbulkan diupayakan selalu ada

(31)

102

perkebunan sawit mampu menyeimbangkan antara kebutuhan pribadi dan

kelestarian alam sendiri.

Dalam penciptaan tugas akhir yang berupa lukisan ini penulis memiliki harapan

jika kedepannya lukisan-lukisan ini dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi

(32)

103

DAFTAR RUJUKAN ATAU REFERENSI

A. Sumber Buku

Apriyatno, V. (2004). Cara Mudah Menggambar Dengan Pensil. Jakarta. Kawan

Pustaka.

Berrill, P. (2008). Panduan Melukis Dengan Cat Air. Jakarta: Bintang Pustaka.

Darmaprawira, S. (2002). Warna.Edisi ke-2. Bandung: ITB.

Guhin, P. & Greenman, G. (2010). Creative Paintings. Minneapolis: Creative

Publishing International.

Kusrianto, A. & Arini, M. (2011). History of Art. Jakarta: Elex Media

Komputindo.

Rahman, R. H. (2005). Panduan Dasar Melukis Dengan Cat Minyak. Jakarta:

Kawan Pustaka.

Sony, K. S. (2004). Seni Rupa Modern. Bandung: ITB.

Sudira, M. B. O. (2010). Ilmu Seni, Teori dan Praktik. Jakarta: Inti Prima.

Leyton, K. (2006). The Structure of Paintings. New York: Springer.

Universitas Pendidikan Indonesia. (2014). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah.

Bandung: UPI Press.

Widyosiswoyo, S. (1993). Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: Ghalia Indonesia.

(33)

104

DAFTAR ISTILAH

A

Analisis : Penyelidikan terhadap suatu peristiwa (karangan, perbuatan, dsb)

untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya.

Analog : Sama, serupa

Close up : Dekatsekali

D

Deforestasi : Penebanganhutan

Dekoratif : Berkenaandengandekorasi

Dimensi : Ukuran (panjang, lebar, tinggi, luas, dsb); matra

Domain : Daerah; ranah

Dusel : Teknik menggosok dalam menggambar

E

Endemik : Hewanaslisuatudaerah

Ekspresi : Pengungkapan atau proses menyatakan (yaitu memperlihatkan

atau menyatakan maksud, gagasan, perasaan, dsb).

Estetika : 1Cabang filsafat yang menelaah dan membahas tentang seni dan

keindahan serta tanggapan manusia terhadapnya; 2 kepekaan

(34)

105

Glazing : Teknik sapuan kuas dalam melukis menggunakan cat akrilik

Grafis : 1 Bersifat graf; bersifat huruf; dilambangkan dengan huruf; 2 bersifat matematika, statistika, dsb dalam wujud titik-titik,

garis-garis, atau bidang-bidang yang secara visual dapat menjelaskan

hubungan yang ingin disajikan secara terbaik tentang penyajian

hasil perhitungan; bersifat grafik

H

Habitat : 1 Tempat tinggal khas bagi seseorang atau kelompok masyarakat;

2 Bio tempat hidup yang alami (bagi tumbuhan dan hewan);

lingkungan kehidupan asli; 3 Geo tempat kediaman atau

kehidupan tumbuhan, hewan, dan manusia dengan kondisi tertentu

pada permukaan bumi

Horizon : Geo langit bagian bawah yang berbatasan dengan permukaan bumi atau laut; kaki langit; cakrawala

I

Ilegal : Tidak legal; tidakmenurut hokum; tidaksah

Implikasi : 1 Keterlibatan atau keadaan terlibat; 2 yang termasuk atau

tersimpul; yang disugestikan, tetapi tidak dinyatakan

Impasto : Teknik melukis dengan menuangkan cat langsung dari tube ke

permukaan kanvas dan menggunakan pisau palet sebagai alat

(35)

106

Interpretasi : Pemberian kesan, pendapat, atau pandangan teoretis

terhadap sesuatu; tafsiran;

Interval : 1 Masa antara dua kejadian yang bertalian (dalam drama,

pertunjukan, dsb); 2 Mus perbedaan ketinggian antara dua

nada; jangka nada; 3 Mat jarak yang terletak antara dua nilai

yang diketahui; 4 jangka waktu untuk istirahat antara dua

latihan yang berkaitan

K

Kanopi : Tiraiataulangit-langitdariterpal, kain, logamdsb

Khazanah : 1 Barangmilik; hartabenda; kekayaan; 2 Kumpulan barang;

perbendaharaan3 tempatmenyimpanhartabenda (kitab-kitab,

barangberharga, dsb)

Kingdom : Kerajaan

Kohesi : Fisi gaya (kakas) tarik-menarik diantara molekul sejenis

dalam suatu benda; 2 Hubungan yang erat; perpaduan yang

kokoh 3 ing keterikatan antar unsur dalam struktur sintaksis

atau struktur wacana yang ditandai antara lain konjungsi,

pengulangan, penyuliahan, dan pelesapan

Komposisi : 1 Susunan; 2 tata susun; 3 Sen integrasi warna, garis, dan

bidang untuk mencapai kesatuan yang harmonis

Konservasi : Pemeliharaan dan perlindungan sesuatu secara teratur untuk

mencegah kerusakan dan kemusnahan dengan jalan

mengawetkan; pengawetan; pelestarian;

Konseptual : Berhubungan dengan (berciriseperti) konsep

Konsistensi : Ketetapan dan kemantapan

(36)

107

Kontra : Memperlihatkan perbedaan yang nyata apabila

diperbandingkan. Memperlihatkan perbedaan nyata (dalam hal

warna, rupa, ukuran, dsb)

Monokhromatik : Hanya mempunyai satu warna dengan satu panjang gelombang

Monoton : Berulang-ulang selalu sama nadanya (bunyinya, ragamnya);

mendatar sebagaimana yang terlihat oleh mata dengan tiga

dimensi (panjang, lebar, dan tingginya); 2 Sudut pandang;

pandangan

Phyllum : Filum (Golongan besar dalam klasifikasi hewan dan tumbuhan

yang mempunyai persamaan sifat dasar tertentu, yang masih

terbagi lagi menjadi subfilum, kelas, ordo, family, genus, dan

spesies)

(37)

108

Populasi : Jumlah penghuni, baik manusia maupun makhluk hidup

lainnya pada suatu satuan ruang tertentu

Portrait : Potret, gambar atau lukisan

Primer : Yang pertama; yang terutama; yang pokok

Proporsi : 1 Perbandingan 2 Bagian 3 Perimbangan

Proporsional : Sesuai dengan proporsi; sebanding; seimbang; berimbang

Psikologis : Bersifaat kejiwaan

jawaban suatu hal atau kegiatan yang dating dari luar

Rehabilitasi : Pemulihan kepada kedudukan (keadaan, nama baik) yang

dahulu (semula)

Regenerasi : 1 Pembaruan semangat dan tata susila; 2 Bio penggantian alat

yang rusak atau yang hilang dengan pembentukan jaringan sel

baru; 3 kipenggantian generasi tua kepada generasi muda;

peremajaan

Rekomendasi : Saran yang menganjurkan (membenarkan, menguatkan)

Renaissance : Kelahiran kembali

Repetisi : Pengulangan

S

Scratching : Teknik melukis dengan menggoreskan benda-benda runcing

kedalam cat yang masih basah

(38)

109

Shape : Bangun

Sketsa : 1 Lukis cepat (hanya garis-garis besarnya); 2 Gambar

rancangan; reng rengan; denah; bagan

Stencil : Teknik dalam melukis dengan cara melubangi motif atau

gambar yang sudah dibuat dan mengoleskanya dengan cat

kedalam motif tersebut

Stimulus : Perangsang organisme bagian tubuh atau reseptor lain untukmenjadiaktif

Subspesies : Tingkatan takson di bawah spesies

Sungging : Lukisan (perhiasan) diwarnai dengan cat (air mas dsb)

Squazing : Teknik melukis dengan cara memeras tube cat langsung

kepermukaan kanvas tanpa menggunakan kuas atau alat

lainya.

T

Tersier : Ketiga

Transparan : 1Tembus cahaya; tembus pandang; bening (tentangkaca) 2

nyata; jelas

Trompe I’oeil : Teknik lukisan realistik untuk membangun ilusi optik (menipu

pandangan) seolah-olah tiga dimensi

menggunakan bentuk gambar, tulisan, peta, grafik, dsb

W

Figur

Gambar 3.2. Palet
Gambar 3 2 Palet . View in document p.17
Gambar 3.1. Berbagai ukuran kuas
Gambar 3 1 Berbagai ukuran kuas . View in document p.17
Gambar 3.3. Paku Beton
Gambar 3 3 Paku Beton . View in document p.18
Gambar 3.13. (a), (b), (c), (d) Orangutan
Gambar 3 13 a b c d Orangutan . View in document p.24

Referensi

Memperbarui...