• Tidak ada hasil yang ditemukan

MENINGKATKAN KETERAMPILAN MOTORIK KASAR ANAK USIA DINI MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL BEBENTENGAN.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "MENINGKATKAN KETERAMPILAN MOTORIK KASAR ANAK USIA DINI MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL BEBENTENGAN."

Copied!
59
0
0

Teks penuh

(1)

MENINGKATKAN KETERAMPILAN MOTORIK KASAR ANAK USIA DINI MELALUI PERMAINAN

TRADISIONAL BEBENTENGAN

( PenelitianTindakan Kelas di Kelompok Bermain Al-Munawaroh Kabupaten Sumedang )

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini

Oleh

UTAMI PUSPA KARINA 100.7584

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI JURUSAN PEDAGOGIK

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

2012

(2)

KATA PENGANTAR

Alhamdulilallah segala puji dan syukur penulis panjatka kehadiran Allah

SWT yang telah melipahkan berkat rahmat dan hidayah-Nya. Serta kemudahan

dan kelancaran segala urusan, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi bab 1

sampai bab 5. Sholawat serta salam penulis sampaikan kepada Nabi Muhammad

SAW.

Penelitian ini berjudul “Meningkatkan Keterampilan Motorik Kasar Anak

Usia Dini Melalui Permainan Tradisional Bebentengan di Kelompok Bermain AL –Munawaroh , yang merupakan Skripsi untuk memenuhi salah satu syarat dalam menyelesaikan pendidikan pada Program Sarjana PAUD UPI Kampus Sumedang.

Bertitik tolak dari pengalaman tersebut maka penulisan skripsi ini penulis

mencoba memecahkan motorik kasar dengan menerapkan metode bermain dengan

permainan bebetangan sebagai solusi dalam meningkatkan keterampilan

kelincahan anak usia dini tentang motorik kasar.

Namun penulis menyadari dan yakin bahwa masih terdapat kekurangan

dan penulisan makalah ini, untuk mengharapkan saran dan kritik yang sifatnya

membangun demi perbaikan hasil skripsi ini.

Semoga skripsi ini bermanfaat bagi penulis khususnya dan pembaca pada

umumnya.

Sumedang, Nopember2012

Penulis

(3)

UCAPAN TERIMA KASIH

Di dalam menyusun skripsi ini penulis banyak sekali mendapat bantuan

dan bimbingan dari berbagai pihak, baik mengenai pembahasan maupun teknik

dan proses penyelesaian skripsi. Oleh karena itu , penulis menyampaikan banyak

terima kasih kepada :

1. Bapak Dr. Badruzaman,S.Pd., M.Pd sebagai pembimbing I yang telah banyak

meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan pada penulis. Atas

saran-saran dan masukan yang telah diberikan serta kesabaran yang tak terukur saat

membimbing penulis.

2. Bapak Drs .Respati Mulyanto,MPd . sebagai dosen pembimbing 2 yang telah

memberikan kelancaran dalam pembuatan skripsi.

3. Ketua Prodi PGPAUD, Dr. Ocih Setiasih, M.Pd.atas segala kemudahan yang

diberikan, pada penulis.

4. Para dosen PGPAUD yang telah memberikan banyak ilmu pada penulis

selama menempuh perkuliahan dengan ilmu ilmu tersebut penulis

mendapatkan petunjuk yang sangat membantu dalam penyusunan skripsi ini.

5. Kepala PAUD dan Guru-guru PAUD AL-MUNAWAROH

6. Ayahku Suhendra dan Bundaku Ipah Romlah tersayang yang telah

memberikan dorongan dan bantuannya baik berupa moril maupun materiil.

7. Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan skripsi ini yang tidak

(4)

Semoga Allah senantiasa memberikan rahmat dan hidayah-Nya sebagai

balasan apa yang telah diberikan. Amiin.

Bandung, Januari 2012

(5)

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Pedoman Observasi………. 40

Tabel 3.2 Pedoman Wawancara……….. 41

Tabel 3.3 Pedoman Studi Dokumentasi……….. 43

Tabel 3.3 Kisi-kisi Instrumen ... 44

Tabel 4.1 Data Anak Kelompok Bermain AL-Munawaroh ... 52

Tabel 4.2 Data Guru Anak Kelompok Bermain AL-Munawaroh ... 53

Tabel 4.4 Data Hasil Observasi Kemampuan Anak Motorik Kasar Sebelum Diberi Tindakan ... 55

Tabel 4.6 Jadwal Pelaksanaan Tindakan Pada Setiap Siklus ... 56

Tabel 4.7 Data Hasil Observasi Kemampuan Anak Kasar Siklus I .... 66

Tabel 5.0 Data Hasil Observasi Kemampuan Anak Motorik Kasar Siklus II ... 79

(6)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 3.1 Pola Permainan Tradisional Bebentengan ... 25

(7)

DAFTAR LAMPIRAN

Siklus I

A.1 Rencana Kegiatan Harian Siklus I ... 98

A.2 Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus I ... 101

A.3 Hasil Observasi Kemampuan Anak Siklus I ... 104

A.4 Hasil Wawancara bagi Anak Siklus I ... 116

A.5 Catatan Lapangan Siklus I ... 119

Siklus II B.1 Rencana Kegiatan Harian Siklus II... 112

B.2 Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus II ... 125

B.3 Hasil Observasi Kemampuan Anak Siklus II ... 128

B.4 Hasil Wawancara bagi Anak Siklus II ... 141

B.5 Catatan Lapangan Siklus II ... 142

C. Pedoman Studi Dokumentasi ... 145

D. Foto Kegiatan... 146

E. Surat-Surat E.1 Bimbingan ... 148

E.2 Surat Keterangan Pengangkatan Dosen Pembimbing ... 152

E.3 Surat Permohonan Ijin Penelitian ... 153

E.4 Surat Melakukan Penelitian ... 154

E.5 Surat Lembar validasi Instrumen ... 155

(8)

DAFTAR GRAFIK

Grafik1 Hasil Kemampuan Motorik Kasar Sebelum Tindakan ……….56

Grafik2 Hasil Penelitian Pada Kegiatan Siklus 1 ... 67

Grafik 3 Hasil Penelitian Pada Kegiatan Siklus II ... 80

(9)

RIWAYAT HIDUP

Nama Utami Puspa Karina biasa dipanggil Tami lahir di Sumedang pada

tanggal 4 Desember 1987 dari Bapak Suhendra dan Ibu Ipah Romlah. Alamat

sekarang di Jln. Mayor Abdulrachman Gang. Ita No.37 Rt.05 Rw.01 Kelurahan

Kotakaler Kecamatan Sumedang Kabupaten Sumedang. Anak pertama dari tiga

bersaudara yaitu Asifa Miftahul Gina dan Keisha Meidinatul Mokqudas.

Pendidikan formal yang ditempuh penulis adalah SDN Babankanhurif

lulus tahun 2000, melanjutkan ke SMP Negeri 1 Sumedang lulus 2003 dan

melanjutkan ke SMKN 2 dengan lulus 2006. Pendidikan Perguruan Tinggi

Sumedang yang ditempuh penulis di Universitas Pendidikan Indonesia Kampus

Jurusan PAUD Program S1 dan mengajar sebagai guru sukwan di Kelompok

(10)

MENINGKATKAN KETERAMPILAN MOTORIK KASAR ANAK USIA DINI MELALUI PERMAINAN TRADISONAL BEBENTENGAN

Oleh

Utami Puspa Karina

1007584

Penguji I

Dr. Ocih Setiasih, M.Pd NIP. 19600707 198601 2 001

Penguji II

Dr. H. Mubiar Agustin, M.Pd NIP. 1977082820013121002

Penguji III

Leli Kurniawati, M.Mus NIP. 132252248

Penguji IV

Hj. Cucu Eliyawati, M.Pd NIP. 1970102219980211001

Mengetahui,

Ketua Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Fakultas Ilmu Pendidikan

Universitas Indonesia

(11)

LEMBAR PENGESAHAN

UTAMI PUSPA KARINA NIM. 1007584

MENINGKATKAN KETERAMPILAN MOTORIK KASAR ANAK USIA DINI MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL BEBENTENGAN

Disetujui dan disahkan oleh:

Pembimbing I

Dr. Badruzaman, S.Pd., M.Pd. NIP. 19740806 200112 1 002

Pembimbing II

Drs. Respati Mulyanto, M.Pd. NIP. 19590520 198803 1 002

Mengetahui,

Ketua Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Jurusan Pedagogik

Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia

(12)

LEMBAR PERBAIKAN SKRIPSI

Nama : UTAMI PUSPA KARINA

NIM : 1007584

Prodi : PG PAUD

Judul : Meningkatkan Keterampilan Motorik Kasar Anak Usia Dini Melalui

Permainan Tradisional Bebentengan

Masukan Catatan Hasil

Perbaikan Keterangan

- Susunan Ucapan Terima Kasih

- Daftar Isi

Sudah diperbaiki

Sudah diperbaiki

Bandung, Januari 2012

Penguji I,

(13)

LEMBAR PERBAIKAN SKRIPSI

Nama : UTAMI PUSPA KARINA

NIM : 1007584

Prodi : PG PAUD

Judul : Meningkatkan Keterampilan Motorik Kasar Anak Usia Dini Melaui

Permainan Tradisional Bebentengan

Masukan Catatan Hasil

Perbaikan Keterangan

- Abstrak

- Bab I

- Bab III

- Bab IV tentang perbaikan grafik

Sudah diperbaiki

Sudah diperbaiki

Sudah diperbaiki

Sudah diperbaiki

Bandung, Januari 2012

Penguji II,

(14)

LEMBAR PERBAIKAN SKRIPSI

Nama : UTAMI PUSPA KARINA

NIM : 1007584

Prodi : PG PAUD

Judul : Meningkatkan Keterampilan Motorik Kasar Anak Usia Dini

Melalui Permainan Tradisional Bebentengan

Masukan Catatan Hasil

Perbaikan Keterangan

- Kesimpulan Sudah diperbaiki

Bandung, Januari 2012

Penguji III,

(15)

LEMBAR PERBAIKAN SKRIPSI

Nama : UTAMI PUSPA KARINA

NIM : 1007584

Prodi : PG PAUD

Judul : Meningkatkan Keterampilan Motorik Kasar Anak Usia Dini

Melalui Permainan Tradisional Bebentengan

Masukan Catatan Hasil

Perbaikan Keterangan

- BAB IV Ada kata yang menggantung

Sudah diperbaiki

Bandung, Januari 2013

Penguji IV,

(16)

MENINGKATKAN KETERAMPILAN MOTORIK KASAR ANAK USIA DINI MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL BEBENTENGAN

ABSTRAK

Keterampilan motorik kasar anak di Kelompok Bermain Al- Munawaroh masih rendah,sebagian besar yaitu sebanyak 12 orang anak belum berkembang optimal.Anak merasa bosan dan lelah pada saat mengikuti pembelajaran motorik kasar, oleh karena itu motivasi dan semangat anak pun tidak tercermin pada saat pembelajaran motorik kasar. Kemampuan lokomotor, anak masih kurang mampu mengangkat satu kaki dengan seimbang.Kemampuan nonlokomor, anak masih kurang mampu melakukan gerakan melompat . Sedangkan kemampuan manipulatif , penampilan anak yang tidak konsisten sehingga mereka dinyatakan belum berhasil pada pembelajaran tersebut. Salah satu penyebabnya adalah proses pembelajaran yang kurang kreatif, guru kurang mendukung terhadap keberhasilan pembelajaran secara optimal. Oleh sebab itu, permainan tradisional Bebentengan diharapkan dapat mempermudah anak dalam mengenal angka, serta dapat mengenalkan dan melestarikan kembali permainan-permainan tradisional yang ada di Indonesia.

Permainan tradisional Bebentengan merupakan permainan tradisional gdigemari oleh anak-anak baik laki-laki atau perempuan berumur 6 -12 tahun terutama di daerah pedesaan. Permainan ini mengunakan alat bantu bisa berupa batu bata / benda apa saja yang dijadikan bentengnya. Berkaitan dengan peraturan yang dipergunakan masing-masing daerah memiliki perbedaan , untuk memberikan hasil yang baik.

Adapun rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu melalui penelitian tindakan kelas dengan model spiral Kemmis dan Mc Taggart dengan metode penelitian yang mengacu pada pendekatan kualitatif. Sedangkan teknik pengumpulan datanya terdiri dari teknik tes dan obervasi yang dituangkan kembali ke dalam alat pengumpul data berupa format onservasi kinerja guru dan aktivitas anak serta format tes kemampuan anak.

Setelah melaksanakan tindakan sebanyak dua siklus, diperoleh data bahwa penerapan permainan tradisional Bebentengan dapat meningkatkan kinerja guru dan aktivitas anak sehingga kemampuan anak dalam pembelajaran motorikkasar meningkat. Jumlah anak yang dinyatakan berhasil berdasarkan data awal adalah 2 orang (16,66 %). Setelah siklus I diterapkan jumlahnya meningkat menjadi 6 orang (50 %) dan pada siklus II meningkat lagi menjadi 11 orang (98,3 %), namun 1 orang (3,33 %) tergolong berhasil dengan bantuan sehingga dapat ditarik kesimpulan anak yang berhasil mencapai ≥ 100 %.

(17)

DAFTAR ISI

ABSTRAK ... i

KATA PENGANTAR ... ii

UCAPAN TERIMA KASIH ... iii

DAFTAR ISI ... iv

DAFTAR TABEL ... v

DAFTAR GAMBAR ... vi

DAFTAR LAMPIRAN ... ..vii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Identifikasi dan Perumusan Masalah ... 6

C. Tujuan Penelitian ... 9

D. Manfaat Penelitian... 9

E. Stuktur Organisasi Skripsi ... 10

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Kajian Teoritis a. Pentingnya Kemampuan Motorik Kasar Pada Anak ... 12

1. Definisi Perkembangan Motorik Kasar ... 12

2. Pengendalian Gerakan Tubuh………...12

(18)

b. Perkembangan Motorik Kasar Pada Anak ... 14

c. Aspek-aspek Kemampuan Motorik Kasar Pada Anak...19

d. Pengertian Permainan... ... ... 20

e. FungsiPermainan……….. 21

f. Pengertian Permainan Tradisional………. 21

g. Pengertian Permainan Bebentengan ... 23

h. Manfaat Permainan Tradisional... .28

B. Kerangka Pemikiran ... 28

1. Masalah Pembelajaran ... …………....29

2. Bagan Metode Pembelajaran Sebelum dan Sesudah Tindakan... 29

C. Hipotesis Tindakan ... 30

1. Rumusan pembelajaran Permainan Tradisional Bebentemgan…...30

BAB III Metodologi Penelitian a. Lokasi dan Subjek Penelitian...31

b. Desain Penelitian... 31

c.Metode Penelitian... 35

d.Definisi Operasional... 36

e.Teknik dan Alat Pengumpulan Data... 38

f. Kisi-kisiPengembanganInstrumen... 36

g. Analisia Data... 47

(19)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian ...50

1. Profil Objektif Tempat Penelitian...50

2. Deskripsi Awal Proses Pembelajaran ...52

B. Pelaksanaan Pembelajaran Motorik Kasar...55

1. Paparan Siklus 1...57

2. Paparan Siklus 2...68

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI A. Kesimpulan ... 91

B.Rekomendasi...93

DAFTAR PUSTAKA………...96

LAMPIRAN-LAMPIRAN

(20)
(21)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Keterampilan motorik kasar sangat penting dilakukan untuk membantu

menunjang pertumbuhan dan perkembangan secara optimal khususnya bagi anak

usia dini, karena berada pada fase golden age atau masa keemasan, dengan alasan

pada masa itu keadaan fisik maupun segala kemampuan anak sedang berkembang

sangat pesat.

Pada anak usia dini proses tumbuh kembang kemampuan motorik anak

berhubungan erat dengan proses tumbuh kembang gerak anak, oleh sebab itu

peningkatan keterampilan fisik juga berhubungan erat dengan kegiatan bermain

yang merupakan aktivitas utama anak usia dini. Semakin kuat dan terampilnya

gerak seorang anak, membuat anak senang bermain dan tak lelah untuk

menggerakkan seluruh anggota tubuhnya saat bermain.

Pergerakan anggota tubuh anak saat bermain mempunyai banyak manfaat

untuk perkembangan aspek-aspek kemampuan anak lainnya, seperti aspek

perkembangan kognitif, aspek perkembangan sosialemosional, perkembangan

fisiologis dan untuk menjaga kesehatan tubuh anak.( Moeslihatoen,2004:12)

Adapun karakteristik perkembangan motorik kasar pada anak usia dini adalah

berupa peningkatan kualitas pola gerak yang telah dikuasai pada masa bayi, serta

(22)

2

berjalan dan memegang akan semakin baik dan dapat dilakukan dengan berbagai

macam variasi gerakan.

Peningkatan kemampuan gerak terjadi seiring dengan meningkatnya

kemampuan koordinasi mata, tangan dan kaki. Perkembangan gerak akan

berkembang lebih optimal apabila anak memiliki kesempatan yang cukup besar

untuk melakukan aktivitas fisik dalam bentuk gerakan-gerakan yang melibatkan

keseluruhan bagian anggota-anggota tubuh.

Namun, masih banyak permasalahan umum perkembangan keterampilan

motorik kasar pada anak yang terjadi pada saat ini penyebabnya, diantaranya

gangguan fisik baik karena bawaan sejak lahir, karena kecelakaan maupun karena

kurangnya kesempatan bergerak dalam bermain atau dengan kata lain mereka

lebih senang bermain pasif seperti melakukan permainan play station, menonton

film kartun kesayangannya dan lain sebagainya sebagai bukti dampak negativ dari

pengaruh modernisasi.

Adapula penyebabnya karena sejak kecil pada masa saatnya mulai belajar

melakukan aktivitas motorik kasar seperti berjalan, berlari, melompat dan lain

sebagainya oleh orang tua atau kerabatnya sebagai bukti rasa kasih sayangnya

anak malah lebih sering digendong daripada dibimbing untuk berlatih berjalan

perlahan-lahan. (Desmita ,2005:18)

Keterampilan gerak dasar motorik kasar sebaiknya mulai diajarkan kepada

anak pada tahun-tahun permulaan disekolah Kelompok Bermain, yaitu melalui

berbagai bentuk-bentuk gerakan berjalan, berlari, melompat, dan melempar.

(23)

3

tahun, yang kemudian keterampilan gerak untuk berlari,melompat, dan melempar

tersebut, lebih dikuasainya sebelum ia memasuki sekolah.

Tingkat Pencapaian Perkembangan fisik motorik diantaranya menggerakan

badan dan kaki dalam rangka keseimbangan,kekuatan,kelincahan dan melatih

keberanian. Permainan fisik dengan teratur, serta menggerakan lengannya untuk

kelenturan, kekuatan otot dan koordinasi.

Pada setiap permainan maupun bermain yang dilakukan anak-anak, secara

langsung ataupun tidak langsung akan mempengaruhi kondisi fisiknya.

Komponen motorik kasar secara langsung terlatih dengan melakukan aktivitas

bermain.

Pada umumnya manusia memiliki kecenderungan selalu ingin bergerak

sambil bersenang-senang untuk mengeluarkan segala potensi yang ada pada

dirinya.Biasanya bentuk-bentuk kegiatan disebut disalurkan melalui permainan.

Permainan tradisional dilihat dari segi kebudayaan merupakan kebudayaan

asli yang mendukung budaya nasional dan adat tradisi bangsa yang ikut

memperkaya unsur kebudayaan dan kepribadian bangsa Indonesia. Pada awalnya

permainan tradisional ini dimainkan dengan peraturan yang sederhana lambat laun

permainan ini berkembang menjurus kepada permainan yang dipertandingkan

atau diperlombakan.Lebih lanjut lagi beberapa macam bentuk permainan

tradisional beberapa macam dimasukan sebagai pokok bahasan yang harus

disampaikan dan dipraktekkan.( Kusmaedi Nurlan 2009: 144)

Bentuk permainan tradisional sangat sederhana dalam arti tidak begitu sulit

(24)

4

Adapun unsur-unsur yang berpengaruh positif terhadap para pelakunya antara lain

terhadap ketangkasan, kecepatan, kelincahan, kejujuran, kelenturan dan

kerjasama. Selajutnya dihadapkan dapat membina kesegaran jasmani dan rohani

bagi para pelakunya.

Ada macam-macam permainan tradisional yang sesuai dengan tingkat

perkembangan anak. Jenis permainan tradisional, ada permainan yang

memerlukan alat, ada permainan yang tidak memerlukan alat. Ada permainan

menggunakan energi yang lebih banyak namun ada pula permainan yang

memerlukan energi yang lebih sedikit . Oleh karena itu, permainan tradisional

suatu bentuk permainan yang tidak mempunyai peraturan tertentu, baik mengenai

peraturan permainannya, alat-alat yang digunakan , ukuran lapangan maupun

waktu untuk melakukannya, hal ini disesuaikan dengan daerahnya

masing-masing.

Berdasarkan pengamatan yang terjadi dilapangan khususnya di Kelompok

Bermain Al-Munawaroh. Kemampuan lokomotor,anak masih kurang mampu

mengangkat satu kaki dengan seimbang.Kemampuan nonlokomor,anak masih

kurang mampu melakukan gerakan melompat . Sedangkan kemampuan

manipulatif , penampilan anak yang tidak konsisten pada setiap kesempatan yang

berbeda.

Hal ini terlihat dari dua belas anak yang bisa dalam pembelajaran motorik

kasar ada dua orang anak (91,6%) dan sisanya (8,4%) anak yang mampu

melakukan pembelajaran motorik kasar. Sementara itu kinerja guru pada waktu

(25)

5

pembelajaran yang berpusat pada guru, terlalu mendominasi serta terlalu cepat

memberikan penjelasan mengenai apa yang harus dilakukan oleh anak dalam

kegiatan pembelajaran motorik kasar.

Berdasarkan kondisi tersebut melalui diskusi dan refleksi dengan guru

disepakati solusi tindakan untuk memecahkan masalah tersebut yaitu dengan

permainan tradisional bebentengan.

Melalui permainan bebentengan anak akan lincah dalam kegiatan

permainan tersebut. Melalui permainan bebentengan dengan cara praktek

langsung anak akan memperoleh kesan lebih bersemangat mengikuti permainan

bebentengan. permainan tradisional merupakan has daerah dengan tujuan

meningkatkan kualitas kinerja guru melalui penyusunan program pembelajaran

atau latihan yang selaras dengan usia anak. Ada permainan yang memerlukan alat

namun ada pula yang tidak menggunakan alat, dimainkan oleh anak laki-laki dan

perempuan.

Beranjak dari permasalahan yang telah dipaparkan di atas penulis merasa

tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang penerapan permainan tradisional

untuk meningkatkan kelincahan pada anak, oleh karena itu dalam penelitian ini

penulis merumuskan judul “Meningkatkan Keterampilan Motorik Kasar Anak

Usia Dini Melalui Permainan Tradisional Bebentengan Di Kelompok Bermain Al-

(26)

6

B. Identifikasi dan Perumusan Masalah

a. Identifikasi Masalah

Kemampuan fisik diperlukan dalam mempelajari gerak agar hasil

yang dicapai cukup efisien. Dalam kenyataannya, kemampuan fisik diperlukan

sebagai dasar untuk mengembangkan gerakan-gerakan ketangkasan. Kegiatan ini

dapat dilakukan guru pada minggu-minggu pertama anak memasuki kegiatan

pendidikan Anak Usia Dini. Melalui bantuan tradisional bebentengan.

Kemampuan-kemampuan tersebut dipilih dan dikelompokkan agar

memudahkan guru berbagai bentuk kemampuan yang mendasari kemampuan

fisik. Berbagai kemampuan fisik dapat disusun dan dikelompokkan dalam

permainan tradisional (Mahendra,2007 :39), antara lain :

a. Daya tahan (endurance)

Kemampuan tubuh mensuplai oksigen yang diperlukan untuk melakukan

suatu kegiatan. Apabila seseorang melakukan kegiatan latihan khusus

untuk memperbaiki daya tahannya maka akan terjadi peningkatan

kapiler-kepiler jaringan otot.

b. Kekuatan (Strength)

Kekuatan otot dapat dikembangkan melalui latihan-latihan otot melawan

tahanan yang ditingkatkan sedikit demi sedikit.

c. Kelentukan (Flexibility)

Kelentukan seseorang ditentukan oleh kemampuan gerak dari

sendi-sendi.Makin luas ruang gerak sendi-sendi makin baik flesibilitas

(27)

7

d. Kelincahan (agility)

Kemampuan seseorang untuk bergerak secar cepat.Komponen-komponen

agilitas adalah, malakukan gerak perubahan arah secara cepat.

Berdasarkan penjajakan kemampuan awal inilah guru dapat

mengindentifikasi dan mengelompokkan berbagai kemampuan yang relative

sejenis sehingga akan lebih memudahkan guru memberikan arah pengembangan

kegiatan pembelajaran pada anak tersebut.

Kemampuan motorik kasar anak di kelompok bermain Al-Munawaroh masih

rendah, terbukti dengan kurang antusiasnya anak-anak dalam melakukan gerakan

fisik/motorik kasar yang diberikan oleh guru.

Faktor-faktor yang mempengaruhi fisik/motorik kasar pada anak antara lain :

a. Faktor keluarga

Orang tua bersama para pendidik dan lingkungan memiliki peran yang

sangat penting dalam membantu anak mengembangkan potensi

kecerdasan yang memilikinya.

b. Faktor lingkungan

Anak yang tidak mempunyai kesempatan untuk belajar seperti sering

digendong atau diletakkan di baby walker dapat mengalami keterlambatan

motorik yang lambat dapat disebabkan oleh beberapa hal. Salah satu

penyebab gangguan perkembangan motorik adalah kelainan tonus otot

(28)

8

c. Faktor guru

Guru semestinya memberikan metode yang tepat dalam menyampaikan

pembelajaran motorik kasar kepada anak, oleh karena itu dipilihlah

metode praktek langsung oleh peneliti untuk menyampaikannya. Namun,

sebelumnya guru harus memberi pengarahan kepada anak mengenai

permainan yang digunakan tersebut, supaya anak menjadi antusias dalam

mengikutinya.

d. Media

Media edukatif dan sumber pembelajaran dapat berasal dari lingkungan

alam sekitar atau bahan-bahan yang sengaja disiapkan oleh pendidik/guru.

Menggunakan berbagaimedia edukatif dan sumber belajar . Pembelajaran

bagi anakmotorik kasar, serta mampu menerima rangsangan sensorik.

B. Perumusan Masalah

Dari uraian ini penulis merumuskan beberapa permasalahan penelitian

sebagai berikut.

1. Bagaimana kemampuan motorik kasar anak di Kelompok Bermain Al – Munawaroh sebelum diterapkannya permainan tradisional bebentengan ?

2. Bagaimana langkah-langkah permainan tradisional bebentengan untuk

meningkatkan kemampuan motorik kasar pada anak Kelompok Bermain

Al – Munawaroh ?

3. Bagaimana hasil peningkatkan kemampuan motorik kasar di Kelompok

Bermain Al-Munawaroh setelah dilaksanakan permainan tradisional

(29)

9

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan permasalahan yang dijelaskan, maka tujuan penelitian

tindakan kelas ini adalah :

1. Untuk mengetahui kemampuan motorik kasar pada anak di Kelompok

Bermain Al- Munawaroh sebelum dilaksanakan permainan tradisional

bebentengan.

2. Untuk mendeskripsikan langkah-langkah untuk meningkatkan kemampuan

motorik kasar pada anak di Kelompok Bermain Al- Munawaroh.

3. Untuk mengetahui peningkatan kemampuan motorik kasar di Kelompok

Bermain Al-Munawaroh setelah dilaksanakan permainan tradisional

bebentengan.

D. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian tindakan kelas ini akan memberikan manfaat yang berarti

bagi :

a. Manfaat Teoritis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pembinaan dan pelatihan

yang intensif terhadap pada guru juga perlu diadakan oleh pihak sekolah, ini

dimaksudkan agar dapat meningkatkan kemampuan mengajarnya dalam rangka

inovasi pembelajaran khususnya tentang permainan tradisional untuk

(30)

10

b. Manfaat Praktis

a. Bagi Siswa

Siswa dalam memahami pembelajaran motorik kasar dengan baik.

b. Bagi Guru

Meningkatkan kemampuan mengajar dalam membantu guru menyediakan

media yang lebih operatif.

c. Bagi Sekolah

Dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di

tingkat pendidikan, dapat menjadi rujukan sekolah dalam mengambil

kebijakan tentang peraturan sekolah, dan dapat membantu tercapainya tujuan

pembelajaran motorik kasar.

d. Bagi Lembaga

Dapat menjadi bahan bacaan dalam karya tulis ilmiah bagi para mahasiswa

atau pembaca yang ada dalam lembaga tersebut.

e. Bagi Peneliti

Dapat menambah pengalaman mengajar dengan menggunakan model dan

media pembelajaran dalam pendidikan.

E. Stuktur Organisasi Skripsi

Penulisan skripsi ini terdiri dari lima bagian (bab) , yaitu:

BAB I Pendahuluan

Dalam bab ini penulis membahas dan mengemukakan tentang latar belakang

masalah, perumusan masalah,tujuan penelitian dan manfaat penelitian.

(31)

11

Dalam bab ini mengemukakan teori-teori yang sesuai penelitian yang

berhubungan dengan yang masalah. Kerangka pemikiran dan hipotensis

penelitian.

BAB III Metode Penelitian

Dalam bab ini membahas tentang metode penelitian yang digunakan dalam

penelitian ,lokasi dan subjek penelitian, prosedur penelitian, teknik

pengumpulan data, teknik analisis data dan kisi-kisi instrumen.

BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan

Pada bab IV memuat dua hal utama yaitu pengolahan atau analisi data untuk

menghasilkan temuan dan pembahasan atau analisis temuan. Pengolahan

data dilakukan berdasarkan prosedur penelitian kualitatif yang diuraikan

dalam Bab III. Bagian ini pembahasan mendiskusikan temuan tersebut

dikaitkan dengan dasar teoritik yang telah dibahas dalam Bab II.

BAB V Kesimpulan dan Saran

Dalam Bab V disajikan penafsiran dan pemaknaan peneliti terhadap hasil

analisis temuan penelitian, yang disajikan dalam bentuk kesimpulan

penelitian. Saran berisikan harapan penulis kepada pembaca,baik itu

penelitian lain atau pihak-pihak yang berkepentingan dengan masalah yang

(32)

31

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Lokasi dan Subjek Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di Kelompok Bermain Al-Munawaroh yang

terletak di Bukit Nyampai Rt.01 Rw.02 Desa Mandaherang Kecamatan Cimalaka

Kabupaten Sumedang 45321.

Subjek dalam penelitian adalah anak Kelompok Bermain Al–Munawaroh

yang berjumlah 12orang siswa, yang terdiri dari 7 orang siswa laki-laki dan

5orang perempuan.

B. Desain Penelitian

Rancangan penelitian yang akan dilakukan dalam penelitian tindakan

kelas ini adalah berbentuk siklus, setiap siklus terdiri dari satu pertemuan.Pada

akhir pertemuan diharapkan tercapainya tujuan yang ingin dicapai yaitu

meningkatkan kemampuan siswa dalam pembelajaran motorik kasar dengan

memodifikasi suatu permainan.

Desain penelitian yang digunakan mengacu pada model yang

dikembangkan oleh Kemmis dan Mc Taggart yaitu model spiral, yang dalam

pelaksanaanya merupakan proses pengkajian berdaur melalui empat tahap

kegiatan yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan. observasi, dan reflektif.Hasil

refleksi pada siklus berikutnya merupakan bahan pertimbangan untuk perncanaan

tindakan pada sirklus berikutnya.

Desain tindakan merupakan kegiatan yang disusun sebelum meningkatkan

keterampilan motorik kasar melalui permainan bebetengan di Kelompok Bermain

Al – Munawaroh Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang. Didalamnya berisi

(33)

tindakan-32

tindakan untuk memperbaiki teknik, metode dan media yang digunakan, serta

rencana dan teknik pengolahan data.

Pelaksanaan tindakan dalam pembelajaran kemampuan motorik kasar

dengan menggunakan modifikasi permainan bebetengan di anak .

Observasi merupakan kegiatan mengamati proses dan hasil dari

pelaksanaan penerapan metode permainan bebetengan pada anak Kelompok

Bermain Al–Munawaroh Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang.

Pelaksanaan observasi waktunya bersamaan dengan dilaksanakannya tindakan ,

yang intinya diajukan untuk mengamati, merkam, dan mendokumenmtasikan

setiap indikator dari proses dan hasil pelaksanaaan tindakan maupun efek

sampingnya.

Refleksi merupakan kegiatan analisis, sintesis, interpretasi, dan eksplanasi

terhadap semua informasi yang diperoleh dari observasi selama tindakan metode

permainan bebetengan pada Kelompok Bermain Al-Munawaroh. Dalam

penelitian tindakan kelas ini, digunakan model spiral Kemmis dan Taggart, yaitu

model siklus yang dilakukan secara berulang, berkelajutan artinya semakin lama

diharapkan semakin lama diharapkan semakin meningkat perubahan atau

(34)

33

S. Saud (1988: 226)

Model Kemmis & Mc Tanggart (1988)

Membahas mengenai teori dan praktek permainan/olahraga tradisional

bebentengan, meliputi peraturan permainan dan pertandingan/perwasitan,

teknik dasar bebentengan, dan menerapkannya dalam praktek bermain dan

bertanding, kemudian disertai dengan latihan.

Langkah-langkah yang dilakukan dalam PTK sebagai berikut.

1. Perencanaan Tindakan

a. Mengurus perizinan dari lembaga terkait dan Kepala Sekolah

b. Observasi dengan tujuan untuk mendapatkan gambaran awal tentang

(35)

34

c. Menyusun rencana penelitian yaitu dengan membuat siklus-siklus

penelitian dengan prosedur, (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan,

(3) observasi, (4) refleksi.

1. Tahap Perencanaan

Tindakan dalam penelitian tindakan kelas disusun berdasarkan masalah

yang hendak dipecahkan dan hipotesis yang diajukan. Rencana tindakan disusun

untuk menguji secara empirik dari ketepatan hipotesis yang diajukan. Ini berarti,

suatu tindakan dilakukan untuk memperbaiki praktek pembelajaran motorik kasar

dengan menggunakan modifikasi permainan. Adapun langkah-langkah kegiatan

yang dilakukan dalam tahap perencanaan tindakan 1 adalah sebagai berikut :

a) Membuat skenario pembelajaran.

b) Penentuan metode mengajar.

c) Membuat alat evaluasi belajar untuk melihat peningkatan hasil belajar

siswa dalam belajar gerak.

d) Membuat lembar observasi maupun catatan lapangan untuk melihat

kinerja guru dan aktivitas siswa selama proses pembelajaran dengan

mengembangkan modifikasi permainan.

2. Tahap Pelaksanaan

Tahap pelaksanaan, peneliti berperan sebagai observer berkolaborasi

dengan guru sebagai prakisi. Guru sebagai prakisi dalam pelaksanaan tindakan

bertugas melaksanakan rencana tindakan kelas dalam pembelajaran motorik kasar

(36)

35

3. Tahap Pengamatan

Pengamatan dalam tindakan kelas ini bertujuan untuk mendapatkan

informasi atau keterangan mengenai proses pembelajaran menggunakan

modifikasi permainan. Pengamatan tersebut mengacu pada lembar pedoman

observasi kinerja guru dan aktivitas siswa yang telah disediakan. Informasi hasil

pengamatan yang terkumpul adalah data mengenai pelaksanaan tindakan dan

hal-hal yang perlu dioptimalkan berdasarkan data atau informasi tersebut.

4. Tahap Refleksi

Langkah ini merupakan kegiatan analisis-sintesis, interprestasi, dan

eksplanasi terhadap semua informasi yang diperoleh dari pelaksanaan tindakan,

setiap informasi yang didapatkan akan dikaji dan difahami bersama oleh praktisi

dan peneliti. Informasi yang terkumpul perlu diuraikan, dicari kaitannya antara

yang satu dengan yang lainnya, dibandingkan dengan pengalaman sebelumnya,

dikaitkan dengan dikaitkan dengan kategori yang relevan, melalui proses refleksi

yang mendalam dapat ditarik kesimpulan yang tajam untuk menentukan tindakan

berikutnya atau siklus kedua, kegiatan refleksi di bawah ini meliputi hal-hal yang

tercantum di bawah ini.

1. Mendiskusikan langkah selanjutnya dari hasil data yang diperoleh.

2. Mengecek dari data yang telah terkumpul dari pengamatan hasil

observasi yakni berdasarkan format hasil kinerja guru dan kemampuan

siswa.

3. Penyusunan kembali rencana pelaksanaan pembelajaran dengan

(37)

36

C. Metode Penelitian

Penelitian ini bercorak penelitian kelas (PTK).Penelitian tindakan kelas

menurut Wardhani (2009: 34) adalah “ Penelitian yang dilakukan oleh guru

didalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri, dengan tujuan memperbaiki

kinerjanya sebagai guru, sehingga hasil belajar siswa akan meningkat”. Secara

prosedur penelitian tindakan kelas ditentukan oleh suatu kajian reflektif diri

secara inovatif, partisipasi diri ,kolaboratif terhadap latar alamiah dan impikasi

dalam suatu tinadakan. Denagn demikian classroom action research (PTK) adalah

upaya untuk memecahkan masalah- masalah pendidikan yang dihadapi guru serta

dapat dipecahkan secara kolaboratif dengan teman sejawat untuk mencapai

peningkatkan kualitas pendidikan dan pembelajaran yang dihadapinya.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif

kualitatif sejalan dengan pendapat Bogdan dan Taylor (Moleong, 2007: 3)

mendefinisikan bahwa, “ Metodologi Kualitatif prosedur penelitian yang

menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang

dan perilaku yang dapat diamati ’’.

Penelitian ini peneliti memilih menggunakan pendekatan kualitatif, alasan

memilih pendekatan kualitatif adalah berdasarkan pendapat Moleong (2007:5),

yaitu sebagai berikut:

Pertama , menyesuaikan metode lebih mudah apabila berhadapan dengan kenyataan ganda: kedua metode ini menyajikan secara langsung hakikat berhubungan antara peneliti dengan respoden; dengan banyak penajaman pengaruh bersama dan terhadap pola-pola nilai yang dihadapi.

Selain itu, penelitian kualitatif mempunyai sejumlah ciri yang dapat

(38)

37

dari pendekatan untuk mengolah data sesuai dengan karakteristik pendekatan

kualitatif tersebut. Menurut pendapat Moleong (2007 : 4-8) karateristik

pendekatan kualitatif adalah:

Latar ilmiah, manusia sebagai instrumen,metode kualitatif, analisis secara induktif, teori dasar, deskriptif,lebih mementingkan proses daripada hasil, ada batas yang ditentukan oleh fokus, adanya kriteria khusus untuk keabsahan kata, desain yang bersifat sementara, hasil penelitian dirundingkan dan disepakati bersama.

Pendekatan kuatitatif menurut McMilan dan Schumacher

(Wardhani.2009:44) mengatakan bahwa

Pendekatan kualitatif adalah suatu pendekatan yang juga disebut pendekatan investigasi karena biasanya peneliti mengumpulkan data dengan cara bertatap muka langsung dan berinteraksi dengan orang-orang ditempat penelitian. Dengan penelitian kualitatif ini penelito akan menggambarkan dan menganalisis setiap individu dalam kehidupan dan pemikirannya.

D. Definisi Operasional

Dalam menghindari penafsiran yang salah mengenai pembelajaran dengan

permainan tradisional , penulis paparkan sebagai berikut :

1. Keterampilan motorik kasar adalah kemampuan anak dalam melakukan

gerakan-gerakan anak dapat berjalan dengan seimbang, anak dapat berjalan

maju pada garis lurus ,anak dapat berlaru seimbang tanpa jatuh, anak dapat

melakukan gerakan melompat ke depan, kebelakang dan kesamping,anak

dapat berlari sambil melompat, anak dapat melakukan gerakan merunduk dari

serangan lawan dan melakukan gerakan tangan untuk menghadang lawan.

2. Permainan tradisional bebentengan adalah permainan yang di suatu daerah

(39)

38

gerak,kelincahan, strategi, pesan moral, kejujuran,kompetisi lagu, kata-kata

dan hal-hal lain yang bersifat mendidik. Dalam permainan tradisional semua

pemain akan memerankan perananya dengan karakter permainan, dengan

langkah-langkah sebagai berikut :

a. Guru mendemonstrasikan cara bermain dalam permainan bebentangan.

b. Sebelum permainan dimulai diadakan diadakan undian , yang kalah

sebagai penjaga dan menang sebagai penyerang

c. Regu penjaga menempati garisnya masing-masing dengan kedua kaki

berada diatas garis, sedangkan regu penyerang siap untuk masuk

d. Permainan dimulai setelah wasit membunyikan peluit.

e. Penyerang berusaha melewati garis depan dengan menghindari tangakapan

atau sentuhan pihak penjaga.

f. Penjaga berusaha menyentuh penyerang dengan tangan dalam posisi

kedua kaki berpijak di atas garis atau salah satu kaki berpijak di atas garis ,

sedangkan kaki yang satu lagi melayang.

g. Permainan dinyatakan salah apabila penyerang disetuh penjaga.

h. Penggantian pemain diadakan pada saat permainan sedang berhenti (pada

saat pergantian).

i. Setiap pemain yang telah berhasil melewati seluruh garis dari garis depan

sampai dengan garis belakang dan dari garis belakang samapi dengan

(40)

39

j. Demikian seterusnya permainan berlari tanpa berhenti kecuali kalau

dihentikan oleh wasit karen tertangkap atau tersentuh, pemain membuat

kesalahan dan waktu istirahat.

k. Apabila permainan telah berjalan 20 menit , wasit membunyikan peluit

tanda istirahat dan posisi pemain dicatat.

l. Apabila permainan babak kedua dilanjutkan posisi pemain sama seperti

pada saat permainan dihentikan.

m. Nilai diperoleh apabila, pemain yang telah berhasil melewati garis depan

sampai dengan belakang diberi nilai 1.

n. Pemain yang berhasil melewati garis belakang sampai dengan garis depan

diberi nilai 1.

E.Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data

Teknik dan alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini

diantaranya:

1. Observasi

Observasi dalam penelitian ini merupakan cara pengumpulan data untuk

mendapatkan informasi dengan cara melakukan pengamatan langsung terhadap

proses pembelajaran penerapan permainan tradisional bebentengan dan

kemampuan anak dalam motorik kasar.Agar observasi yang dikembangkan oleh

guru dengan mengacu pada indikator yang telah diterapkan.

Teknik observasi dalam penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data

(41)

40

permainan tradisional bebentengan untuk mengatahui sejauhmana peningkatan

kemampuan motorik kasar pada anak.

[image:41.595.112.510.227.606.2]

Berikut adalah contoh pedoman observasi yang digunakan untuk anak.

Tabel 3.1

Pedoman Observasi

1. Nama anak : ……….

2. Kelas/Kelompok : ……….

3. Hari/Tanggal observasi : ……….

No Aspek yang diobservasi Hasil Observasi

2. Wawancara

Wawancara pada penelitian ini dilakukan kepada guru pengajar sebagai

mitra peneliti untuk mengetahui tentang pelaksanaan permainan tradisional

bebentengan yang telah dilakukan dengan mengadakan tanya jawab secara

langsung. Hasil dari wawancara dapat diketahui kendala-kendala yang dihadapi

oleh guru selama pelaksanaan permainan tradisional bebentengan untuk

meningkatkan kemampuan anak dalam kemampuan motorik kasar. Instrumen

(42)

41

[image:42.595.111.513.195.649.2]

Berikut adalah contoh pedoman wawancara yang digunakan untuk anak.

Tabel 3.2

Pedoman Wawancara

1. Nama anak : ……….

2. Usia : ……….

3. Jenis Kelamin : ……….

4. Tanggal Wawancara : ……….

5. Tempat Wawancara : ……….

6. Wawancara ke : ……….

Aspek Sosial No

Pertanyaan Senang Ragu-ragu

Tidak Senang

* Jawaban dapat diberi tanda cek (√)

* Pertanyaan dapat diperbanyak

Guru

(43)

42

3. Catatan Lapangan

Catatan lapangan dibuat oleh peneliti/mitra peneliti yang melakukan

pengamatan atau observasi, Berbagai aspek pembelajaran di kelas, suasana kelas,

pengelolaan kelas, hubungan interaksi guru dengan siswa, interaksi siswa,

mungkin juga hubungan orang tua siswa, iklim sekolah, leadership kepala

sekolah;demikian pula kegiatan lain dari penelitian ini seperti aspek orientasi,

perencanaan,diskusi, dan refleksi, semuannya dapat dibaca kembali dari catatan

lapangan ini( Rochiati, W.2008:125)

Catatan lapangan ini berisi rekaman perkembangan guru dalam

melaksanakan proses pembelajaran digunakan untuk menjaring data yang dilihat,

didengar dan diamati untuk menentukan hasil analisis. Catatan lapangan sama

halnya dengan pedoman observasi digunakan untuk mengumpulkan data sesuai

dengan tuntutan tujuan yang hendak dicapai yaitu kinerja guru dan aktivitas anak

selama proses pembelajaran permainan bebentengan. Catatan lapangan ini pun

dapat merefleksikan tindakan yang telah dilakukan peneliti, apabila tidak

mencapai target maka perlu dilakukan tindakan berikutnya.

4. Studi Dokumentasi

Studi dokumentasi dalam penelitian ini dilakukan untuk mempelajari dan

mendalami berbagai dokumen yang berkaitan dengan penerapan permainan

tradisional bebentengan dan kemampuan motorik kasar. Dolumentasi yang

digunakan dalam penelitian ini yaitu Rencana Kegiatan Harian (RKH) yang sudah

dilaksanakan, data kemampuan anak sebelum penerapan permainan tradisional

(44)

43

Berikut adalah contoh pedoman studi dokumentasi.

Tabel 3.3

PEDOMAN STUDI DOKUMENTASI

Nama TK : ………..

Sumber data : ………..

No. Data yang

Dibutuhkan Indikator

Keterangan

Deskripsi Ada Tidak

Ada

…………, ………

Responden

(……….) F. Kisi-kisi Pengembangan Instrumen

Kisi-kisi instrumen yang disusun oleh peneliti terdiri dari :

1. Berjalan dan berlari

2. Menghindar dari serangan lawan

3. Melewati benteng lawan

Berikut adalah tabel 3.3 yang merupakan desain kisi-kisi instrumen

penerapan permainan tradisional bebentengan untuk meningkatkan kemampuan

(45)
(46)
[image:46.842.76.770.95.525.2]

42

Tabel 3.4

Kisi-kisi Instrumen Peningkatan Motorik Kasar

Melalui Permainan Tradisional Bebentengan

Varibel Aspek Indikator Teknik

Pengumpulan Data Sumber Data Butir Item

A. Motorik Kasar

1. Berjalan dan berlari

2.Melewati benteng lawan

a. Berjalan maju pada garis lurus.

b. Berjalan ke samping pada garis lurus

c. Berlari seimbang tanpa jatuh.

d.Melakukan gerakan melompat ke depan

e. Melakukan gerakan melompat ke belakang

f. Berlari sambil melompat

a.Melakukan gerakan merunduk dari serangan lawan

Observasi

Observasi

Anak

Anak

1- 6

(47)

43 B. Permainan Tradisional Bebentengan 1. Perencanaan pembelajaran 2. Pelaksanaan kegiatan permainan bebentengan

untuk menghadang lawan Komponen-komponen pembelajaran ,meliputi : a. Tema pembelajaran b. Materi pembelajaran c. Metode pembelajaran d. Media pembelajaran e. Evaluasi pembelajaran

Dokumen perencanaan pembelajaran meliputi :

a. Kurikulum yang digunakan

b. Mengkomunikasikan tema dan kegiatan yang akan dilakukan anak-anak

c. Catatan penilaian anak d. Buku kegiatan anak

Kegiatan pembukaan yang terdiri :

a. Menyiapkan alat dan media yang diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan permainan bebentengan

b. Mengkomunikasikan tema dan kegiatan yang akan dilakukan

(48)

44

kegiatan pembelajaran. d. Mengkondisikan anak

untuk mengikuti kegiatan

Kegiatan pengembangan yang terdiri dari :

a. Membimbing anak belajar dalam kelompok agar dapat bekerjasama dengan temannya.

b. Untuk mengetahui manfaat dari tubuh dan memahami nama serta fungsi macam-macam bagian tubuh yang melekat pada diri anak Kelompok bermain seperti kaki, tangan, mata dan telinga.

c. Memberikan dorongan pada anak supaya bersemangat. d. Mengamati/ mengobservasi

anak dalam pengembangan kegiatan permainan tradisional.

Kegiatan penutup yang terdiri dari :

a. Mengadakan tanya jawab seputar kegiatan yang telah

(49)

45

pada anak untuk menjelaskan dan melaporkan hasil dari tiap kelompoknya.

c. Memberikan kesempatan

pada anak untuk

(50)

48

H. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data

kualilatif. Data yang diperoleh dari hasil observasi , wawancara, catatan lapangan,

dan dokumentasi dianalisi kedalam bentuk deskriftif. Tahapan analisi data pada

penelitian ini terdiri dari tiga tahap, yaitu:

1. Reduksi data

Dalam tahap ini peneliti melakukan pemilihan, dan perumusan perhatian

untuk penyederhanaan, abstraksi, transformasi data kasar yang diperoleh menjadi

informasi hasil tindakan. Reduksi data dimulai dari pembuatan rangkuman dari

setiap data dengan tujuan agar mudah dipahami. Keseluruhan rangkuman data

yang berupa hasil observasi, wawancara , tes dan catatan lapangan mengenai

meningkatkan kemampuan motorik kasar pada anak menggunakan permainan

tradisional bebentengan berdasarkan permasalahan yang diteliti.

2. Mendeksipsikan data

Peneliti mengembangkan sebuah deskripsi informasi untuk menarik

kesimpulan dan pengambilan tindakan. Penyajian data yang digunakan dalam

bentuk paparan naratif. Data yang sudah dibuat terorganisasi dideskripsikan

[image:50.595.112.514.240.599.2]

menjadi bermakna. Mendeskripsikan data dapat dilakukan dalam bentuk narasi,

grafik, maupun tabel. Pada penelitian permainan tradisional bebentengan ini data

yang telah direduksi disajikan dalam bentuk deskripsi yang menyeluruh pada

(51)

49

3. Penyimpulan

Peneliti berusaha menarik kesimpulan dan melakukan verifikasi dengan

materi makna setiap gejala yang diperolehnya yang mungkin ada, alur kausalitas

dari penomena dan proporsi. Selanjutnya data tersebut disusun dan

dikategorisasikan, kemudian disajikan, dimaknai, disimpulkan dan terakhir

diperiksa keabsahannya. Dalam bentuk pernyataan atau formula singkat

berdasarkan paparan atau deskripsi yang telah dibuat.Data yang telah terkumpul

dari penerapan permainan tradisional bebentengan diinterprentasi berdasarkan

teori pembelajaran motorik kasar dinterpretasikan berdasarkan teoori

pembelajaran fisik motorik dalam pengenalan motorik kasar yang disesuaikan

dengan hasil temuan dilapangan. Hasil dari interpretasi disajikan sebagai acuan

untuk melaksanakan siklus berikutnya.

I. Validasi Data

Keasahan data penelitian dapat dilihat dari kemampuan menilai data dari

aspek validasi data penelitian, untuk menguji reaksi penelitian dapat dilakukan

dengan teknik triangulasi, member chek, dan exper opinion, Wiriatmaja

(1993:163):

1. Member Check

Dilakukan untuk mengecek kebenaran dan kesalahan data dalam proses ini

data tentang seluruh pelaksanaan tindakan dikonfirmasikan kepada guru dan siswa

melalui kegiatan reflektif pada setiap akhir pembelajaran melalui diskusi.

Memeriksa kembali keterangan-keterangan atau infomasi data yang dipeoleh

(52)

50

Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk menguji konsistensi informasi yang

dituangkan. Data atau informasi dalam penelitian ini diperoleh dan

dikongfirmasikan dengan guru Kelompok Bermain yang berjumlah 3 orang

melalui diskusi.

2. Triangulasi

Memeriksa kebenaran data yang diperoleh peneliti dengan

membandingkan terhadap hasil yang diperoleh mitra peneliti secara kolaboratif.

Memeriksa kebenaran data yang diperoleh dari penelitian dengan cara

membandingkan dengan hasil orang lain yang ikut serta terlibat dalam

pelaksanaan permainan tradisional bebentengan. Sumber yang dapat digunakan

dalam penelitian ini yaitu guru lain sebagai mitra peneliti dan anak yang menjadi

subjek penelitian.

3. Audit trial

Mengecek kebenaran prosedur dan metode pengumpulan data dengan cara

mendiskusikan dengan pembimbing dan teman-teman mahasiswa. Penelitian ini

berarti memeriksa catatan yang telah dibuat peneliti dan memeriksaan kebenaran

dari hasil penelitian penerapan permainan tradisional bebentangan untuk

meningkatkan kemampuan anak dalam motorik kasar. Pemeriksaan yang

dilakukan dengan cara mendiskusikan dengan kawan sejawat yang memiliki

pengetahuan dan keterampilan yang sama atau lebih.

4.Expert opinion

Kegiatan validasi data dengan meminta nasihat kaepada pakar orang yang

ahli di bidang penelitian tindakan kelas. Peneliti meminta nasihat kepada para

pembimbing untuk memperoleh masukan dan arahan terhadap masalah-masalah

yang timbul dalam semua tahapan kegiatan penelitian penerapan permainan

tradisional bebentengan untuk meningkatkan kemampuan anak mengenal motorik

(53)
(54)

92

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

Berikut ini peneliti akan menyajikan kesimpulan dan saran yang diperoleh

dari temuan di lapangan selama pelaksanaan penelitian Meningkatkan

Keterampilan Motorik Kasar Anak Usia Dini Melalui Permainan Tradisional

Bebentengan . Kedua hal tersebut akan diuraikan sebagai berikut :

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian, pembahasan serta analisis dari permainan

tradisional bebentengan untuk meningkatkan kemampuan motorik kasar anak

yang dilakukan di Kelompok Bermain Al-Munawaroh Cimalaka, maka peneliti

membuat kesimpulan sebagai berikut :

Penerapan permainan tradisional bebentengan pada pembelajaran

motorikkasar anak di Kelompok Bermain dianggap telah berhasil dalam

meningkatkan proses pembelajaran, kinerja guru serta aktivitas dan hasil belajar

anak.

Setelah melaksanakan tindakan sebanyak dua siklus, diperoleh data bahwa

penerapan permainan tradisional dapat meningkatkan kinerja guru dan aktivitas

anak sehingga kemampuan anak dalam pembelajaran motorikkasar meningkat.

Jumlah anak yang dinyatakan berhasil berdasarkan data awal adalah 2 orang

(16,66 %). Setelah siklus I diterapkan jumlahnya meningkat menjadi 6 orang (50

%) dan pada siklus II meningkat lagi menjadi 11 orang (98,3 %), namun 1 orang

(3,33 %) tergolong berhasil dengan bantuan sehingga dapat ditarik kesimpulan

(55)

93

B. Rekomendasi

Permainan tradisional bebentengan merupakan suatu strategi

pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan motorik kasar. Dengan

memperhatikan hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan di

Kelompok Bermain AL-Munawaroh Kabupaten Sumedang, ada beberapa hal

yang dapat disarankan sebagai implikasi dari hasil penelitian ini, adalah

sebagai berikut :

l. Bagi Guru

a. Permainan bebentengan merupakan salah satu alternatif yang dapat

digunakan dan diterapkan oleh guru pendidikan jasmani dalam

pembelajaran motorik. Namun demikian, guru pendidikan jasmani

harus mampu memilih dan mengembangkan teknik-teknik

pembelajaran lainnya yang cocok untuk diterapkan pada

pembelajaran dengan memperhatikan karakteristik siswa, kedalaman

materi, dan hal-hal lainya yang masih perlu dipertimbangkan.

b. Guru hendaknya perlu memahami secara mendalam mengenai

modifikasi pembelajaran motorik kasar, sehingga dalam

penerapannya tidak menjadi salah persepsi.

c. Guru sebagai fasilitator harus mau dan mampu mengadakan

perubahan pada cara mengajar yang tadinya lebih banyak terpusat

pada guru, sekarang harus mulai merubahnya menjadi suatu

(56)

94

kreatifitas peserta didik sehingga pembelajaran itu akan lebih

menarik.

2. Bagi Siswa

a. Para siswa perlu dibina untuk melakukan pembelajaran motorik

kasar agar bermanfaat bagi dirinya, sehingga dengan pembelajaran

motorik kasar dapat berguna bagi kehidupannya kelak.

b. Diperlukan penggalian potensi masing-masing siswa dalam pelajaran

pendidikan jasmani. Ini dimaksudkan untuk meningkatkan bakat

yang dimiliki setiap anak.

3. Bagi Lembaga

Sebagai sumbangan pemikiran yang dapat memperkaya khasanah karya

ilmiah yang berkaitan dengan pembelajaran motorik kasar menggunakan

permainan tradisional bebentengan untuk meningkatkan ketangkasan

dan motivasi siswa.

4. Bagi Sekolah

a. Untuk menunjang pelaksanaan pembelajaran motorik kasar , maka

pihak sekolah diharapkan berupaya untuk memberikan kontribusi

yang maksimal agar pembelajaran ini berlangsung dengan tuntutan

peraturan pemerintah. Hal tersebut dapat dilakukan dengan sarana

dan prasarana penunjang pembelajaran baik untuk siswa maupun

(57)

95

b. Dalam meningkatkan bakat dan minat terhadap motorik kasar , maka

perlu diadakannya pertandingan baik pada tingkat gugus, kecamatan,

maupun tingkat kabupaten yang dilakukan secara berkala.

c. Pembinaan dan pelatihan yang intensif terhadap para guru juga perlu

diadakan oleh pihak sekolah, ini dimaksudkan agar dapat

meningkatkan kemampuan mengajamya dalam rangka inovasi

pembelajaran pendidikan jasmani.

5. Bagi peneliti lain

a. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bandingan sekaligus

landasan penelitian lanjut yang berhubungan dengan pengembangan

modifikasi pembelajaran.

b. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai referensi bagi peneliti

lain yang akan melakukan penelitian khususnya dengan

menjadikannya modifikasi dalam pembelajaran sebagai tindakan.

c. Bagi peneliti lain yang akan melakukan penelitian tindakan kelas

hendaknya menggunakan sumber yang lebih banyak lagi, sehingga

temuan-temuan dalam pelaksanaan pembelajaran motorik kasar ini

(58)

96

DAFTAR PUSTAKA

Darujannah.(2011). PengertianMotorik.[Online].Tersedia:http//pgtkdarujannah. Blogspot.com[10oktober2012].

Depdikbud.(1986). PermainandanMetodik. Jakarta: Percetakan Negara RI.

Departemen Pendidikan Nasional (1995).Pengembangan Kemampuan MotorikKasar di Taman Kanak-kanak [Online]: Tersedia : http//tunaspe deteksi dan intervensi dini gerakan motorik kasar. [4Mei2012]

Departemen Pendidikan Nasional (1998). Aspek-aspek Perkembangan Anak UsiaDini [Online] : Tersedia :http://belajar psikologi.com/aspek-aspek.perkembangan-anakusiadini/alus.html.[4Mei2012]

Desmita.(2005). PsikologiPerkembangan.Bandung: RemajaRosdakarya

Hurlock, E.B. (1999). PerkembanganAnak. Jakarta: Erlangga.

Ismail, Adang. (2007). Education Games. Jakarta: Pilar Media.

Judarwanto W. (1973) .Klinik Intervensi Motorik Kasar [Online]: Tersedia http:// children clinic.wordpress.com[4Mei2012]

Kasbolah, Kasihani, (1998). PenelitianTindakanKelas. Jakarta: Depdikbud

KusmaediNurlan. (2009). PermainanTradisional. UPI Sumedang.

Moeslihatoen.(2004). MetodePengajaran di Taman Kanak-Kanak. Jakarta: PT. RinekaCipta.

Mubarok,M .(2008). Plus BCM RahasiaCerdasBelajarBermain Surabaya.Bermain.PT. Java Pustaka Media Utama

Moleong,lexy.j(2007).Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: Remaja Rosdakarya

Setiawan,(2002). PengertianPermainan.[Online]: Tersedia: http:// 4loveandlife.blogspot.com

Soemitro. (1992). Permainan

Kecil.DepartemenPendidikandanKebudayaanDirektoratJendralPedidikanTi nggiProyekPembinaanTenagaKependidikan

Sukintaka (1983) TeoriBermainUntuk D2 PGSD Penjakes.Jakarta :Depdikbud

(59)

97

Sugiyono.(2005). Memahami Penelitian Kulitatif. Bandung: Alfabet

Wiriaatmadja, Rochiati. (2005). MetodePenelitianTindakanKelas. Bandung. RemajaRosda.

Wardhani.(2007 ). PenelitianTindakanKelas. Bandung.Universitas Terbuka

Gambar

Tabel 3.1
Gambar 4.1 Model Spiral Kemmis dan Mc. Taggart ...................................
Tabel 3.1
Tabel 3.2
+3

Referensi

Dokumen terkait

Secara sederhana menurut Robert Duron, berpikir kritis dapat didefinisikan sebagai ³ the ability to analyze and evaluate information ´ yaitu kemampuan untuk

Kedua, studi do- kumenter ( documenter study ), untuk mem- peroleh data sekunder yang berhubungan dengan masalah penelitian diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana pelaksaaan pengendalian persediaan bahan baku produk beton di perusahaan untuk mengetahui jumlah pemesanan dan

- Selanjutnya pada hari Senin tanggal 6 Mei 2013 dilaksanakan pertemuan kelompok Mujahidin Indonesia Barat (MIB), diantaranya Terdakwa BUDI SUPRIYANTORO alias

Pelayanan kesehatan yang ada pada waktu itu adalah klinik umum, klinik spesialis (bedah, kandungan, penyakit dalam dan kesehatan anak), klinik gigi, instalasi gawat darurat,

Tujuan pemantauan udara buang adalah untuk mengetahui konsentrasi radioaktivitas α dan β yang dilepaskan dari cerobong IRM, agar dapat diambil tindakan yang cepat untuk

Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian ini adalah untuk gaya kepemimpinan transformasional terhadap motivasi adalah bermakna bahwa gaya kepemimpinan yang visioner yang

Penelitian ini didasari oleh penelitian yang terdahulu yaitu penelitian yang dilakukan oleh Tri Lestari tentang pengaruh marketing mix dan kepuasan pelanggan