40
BAB IV
PEMBAHASAN MASALAH
4.1Perusahaan PT. Telkom Indonesia, Tbk1
Dalam situs resmi PT. Telkom Indonesia, Tbk, disebutkan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang jasa layanan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan jaringan telekomunikasi di Indonesia. Pemegang saham mayoritas Telkom adalah Pemerintah Republik Indonesia sebesar 52.09%, sedangkan 47.91% sisanya dikuasai oleh publik. Saham Telkom diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode “TLKM” dan New York Stock Exchange (NYSE) dengan kode “TLK”.
Dalam upaya bertransformasi menjadi digital telecommunication company, TelkomGroup mengimplementasikan strategi bisnis dan operasional perusahaan yang berorientasi kepada pelanggan (customer-oriented). Transformasi tersebut akan membuat organisasi TelkomGroup menjadi lebih lean (ramping) dan agile (lincah) dalam beradaptasi dengan perubahan industri telekomunikasi yang berlangsung sangat cepat. Organisasi yang baru juga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam menciptakan customer experience yang berkualitas. Kegiatan usaha TelkomGroup bertumbuh dan berubah seiring dengan perkembangan teknologi, informasi dan digitalisasi, namun masih dalam
koridor industri telekomunikasi dan informasi. Hal ini terlihat dari lini bisnis yang terus berkembang melengkapi legacy yang sudah ada sebelumnya.
Saat ini TelkomGroup mengelola 6 produk portofolio yang melayani empat segmen konsumen, yaitu korporat, perumahan, perorangan dan segmen konsumen lainnya. Berikut penjelasan portofolio bisnis TelkomGroup:
a. Mobile
Portofolio ini menawarkan produk mobile voice, SMS dan value added service, serta mobile broadband. Produk tersebut ditawarkan melalui entitas anak, Telkomsel, dengan merk Kartu Halo untuk pasca bayar dan simPATI, Kartu As dan Loop untuk pra bayar.
b. Fixed
Portofolio ini memberikan layanan fixed service, meliputi fixed voice, fixed broadband, termasuk Wi-Fi dengan brand IndiHome.
c. Wholesale & International
Produk yang ditawarkan antara lain layanan interkoneksi, network service, Wi-Fi, VAS, hubbing data center dan content platform, data dan internet, dan solution.
d. Network Infrastructure
Produk yang ditawarkan meliputi network service, satelit, infrastruktur dan tower.
e. Enterprise Digital
Terdiri dari layanan information and communication technology platform service dan smart enabler platform service.
f. Consumer Digital
Terdiri dari media dan edutainment service, seperti e-commerce (blanja.com), video/TV dan mobile based digital service. Selain itu, kami juga menawarkan digital life service seperti digital lifestyle (Langit Musik dan VideoMax), digital payment seperti TCASH, digital advertising and analytics seperti bisnis digital advertising dan solusi mobile banking serta enterprise digital service yang menawarkan layanan Internet of Things (IoT).
4.1.1 Visi, Misi, Logo, dan Tujuan PT. Telkom Indonesia, Tbk
Seiring dengan perkembangan teknologi digital dan transformasi perusahaan, Telkom memiliki visi dan misi baru yang diberlakukan sejak 2016, yaitu:
a. Visi
Be the King of Digital in the Region b. Misi
Lead Indonesian Digital Innovation and Globalization c. Logo
Gambar 4.1 Logo PT. Telkom Indonesia, Tbk
Sumber: https://www.telkom.co.id/servlet/tk/about/id_ID/stocklanding/profil-dan-riwayat-singkat.html
d. Strategic Objectives
Sebagai Indonesia powerhouse company yang telah memiliki footprint bisnis internasional, TelkomGroup memiliki strategic objectives sebagai berikut: “Top 10 Market Capitalization Telco in Asia-Pacific by 2020 and maintain its stronghold position”
e. Corporate Strategy
TelkomGroup juga telah menyusun strategi korporasi guna menciptakan sustainable competitive growth dan mendorong cita-cita Indonesia untuk menjadi kekuatan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.
a. Directional Strategy: Disruptive competitive growth
Di tengah perubahan lingkungan industri yang sangat menantang, TelkomGroup yakin bahwa kapitalisasi pasar akan tumbuh secara signifikan. Ini dilakukan dengan cara memberikan nilai lebih kepada pelanggan melalui inovasi produk dan layanan, mendorong sinergi serta membangun ekosistem digital yang kuat baik di pasar domestik maupun internasional.
b. Portfolio Strategy: Customer value through digital TIMES portfolio TelkomGroup berfokus pada portofolio digital TIMES (Telecommunication, Information, Media, Edutainment & Services) melalui penyediaan layanan yang nyaman dan konvergen sehingga memberikan nilai yang tinggi kepada pelanggan.
c. Parenting Strategy: Strategic Control
Untuk mendukung pertumbuhan bisnis secara efektif, TelkomGroup menerapkan pendekatan strategic control untuk menyelaraskan unit bisnis, unit fungsional dan anak perusahaan agar proses dapat berjalan lebih terarah, bersinergi, dan efektif dalam mencapai tujuan perusahaan.
d. Corporate Culture: The Telkom Way e. Basic Belief: Always the Best
f. Core Values: Solid, Speed, Smart
g. Key Behaviours: Imagine, Focus, Action
4.1.2 Struktur Organisasi PT. Telkom Indonesia, Tbk
Seiring dengan perkembangan bisnis dan menyesuaikan dengan visi, misi, tujuan dan strategi perusahaan, PT. Telkom Indonesia, Tbk menyusun format struktur organisasi yang terdiri dari 1 (satu) President Director dan 7 (tujuh) Direktur yang membantu tugas President Director. Secara detil bisa digambarkan sebagai berikut:
Gambar 4.2. Struktur Bisnis dan Organisasi Perusahaan PT. Telkom Indonesia, Tbk
Sumber: https://www.telkom.co.id/servlet/tk/about/id_ID/stocklanding/profil-dan-riwayat-singkat.html
4.2PKBL PT. Telkom Indonesia, Tbk
Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) merupakan pelaksanaan dari Peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Nomor : PER-05/ MBU/2007 tanggal 27 April 2007 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan, pada Bab II pasal 2 ayat (2) yang berbunyi : “Perseroan Terbuka dapat melaksanakan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan dengan berpedoman pada peraturan ini yang ditetapkan berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)”.
4.2.1 Visi, Misi, dan Tujuan PKBL PT. Telkom Indonesia, Tbk
Seiring dengan visi dan misi PT. Telkom Indonesia, Tbk, Unit PKBL menetapkan visi dan misi PKBL sebagai berikut:
a. Visi:
Menjadi Perusahaan terbaik di dunia dalam membangun komunitas demi keberlanjutan bisnis dan reputasi perusahaan.
b. Misi:
i. Membentuk atau memberdayakan komunitas Akses yang berhubungan dengan bisnis Telecomunication, Information, Media, Edutainment (TIME);
ii. Membentuk atau memberdayakan komunitas Konten yang berhubungan dengan bisnis Telecomunication, Information, Media, Edutainment (TIME);
iii. Membentuk atau memberdayakan komunitas Sosial, Ekonomi dan Lingkungan.
4.2.2 Organisasi Pengelola PKBL PT. Telkom Indonesia, Tbk
Selain berpedoman pada Permen No. 5 tahun 2007, PT. Telkom Indonesia juga memiliki peraturan tertulis mengenai Program Kemitraan yakni KD. 21/PR000/COP/-B00300000/2010 Tanggal 19 April 2010. Dalam peraturan internal tersebut dicantumkan struktur organisasi PKBL PT. Telkom Indonesia, Tbk sebagai berikut:
Gambar 4.3. Struktur Organisasi Community Development Centre PT. Telkom Indonesia, Tbk
Sumber: Peraturan Program Kemitraan yakni KD. 21/PR000/COP/-B00300000/2010 Tanggal 19 April 2010
4.2.3 Wilayah Operasional PKBL PT. Telkom Indonesia, Tbk
PT Telkom memiliki kantor pusat yang berlokasi di Bandung. Namun untuk jangkauan pelayanan PT Telkom tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan dibagi kedalam 7 Community Development (CD) area, antara lain:
1 CD area 1, meliputi wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Jambi, Lampung
2 CD area 2, meliputi wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, Bogor, Bekasi, Serang, Karawang
3 CD area 3, meliputi wilayah Bandung, Bandung Barat, Cirebon, Tasikmalaya, Purwakarta, Sukabumi
4 CD area 4, meliputi wilayah Semarang, Pekalongan, Purwokerto, Yogyakarta, Solo
5 CD area 5, meliputi wilayah Surabaya Barat, Surabaya Timur, Malang, Madiun Jember
6 CD area 6, meliputi wilayah Balikpapan, Samarinda, Pontianak, Banjarmasin, Palangkaraya, Tarakan
7 CD area 7, meliputi wilayah Makasar, Kendari, Palu, Pare-Pare, Luwuk, Poso, Manado, Gorontalo, Denpasar, Mataram, Kupang, Ambon, Ternate, Tual, Sorong, Papua, Fakfak, Merauke, Manokwari, Biak
4.2.4 Community Development Center Area 3 PT. Telkom Indonesia, Tbk
CDC Area 3 berdasarkan penjelasan sebelumnya merupakan kantor wilayah operasional pelaksanaan PKBL yang mengelola kegiatan tersebut di wilayah Bandung, Bandung Barat, Cirebon, Tasikmalaya, Purwakarta, Sukabumi. Program Kemitraan adalah program untuk meningkatkan kemampuan usaha kecil agar menjadi tangguh dan mandiri melalui pemanfaatan dana dari bagian laba BUMN. Disebutkan dalam Peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Nomor: PER-05/ MBU/2007 tanggal 27 April 2007 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan, Bab III
Pasal 9, disebutkan bahwa dana untuk program kemitraan ini bersumber dari: 1 Penyisihan laba setelah pajak maksimal sebesar 2 % (dua persen);
2 Jasa Administrasi Pinjaman, bunga deposito dan atau jasa giro dari dana Program Kemitraan; dan
3 Pelimpahan dana Program Kemitraan dari BUMN lain, jika ada.
4.3 Analisis Program Kemitraan UMKM Mitra Binaan Telkom Bandung
Barat
Pada bab pembahasan masalah ini akan diuraikan mengenai hal-hal yang berhasil dikumpulkan melalui metode wawancara dan observasi ke nara sumber penelitian. Hasil wawancara dan observasi ini nantinya yang akan menjadi temuan lapangan dan berkaitan dengan tujuan penelitian yaitu menjelaskan pelaksanaan pembinaan UMKM yang dilakukan oleh Telkom Bandung Barat dalam program kemitraannya sebagai wujud tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan dampak yang dirasakan para mitra binaannya serta mengidentifikasi hal-hal yang dapat meningkatkan kinerja pemasaran UMKM Mitra Binaan Telkom Bandung Barat.
Pada bagian ini dilakukan pembahasan atau analisa terhadap data yang ditemukan pada kondisi eksisting dari Program Kemitraan di lingkungan Telkom Bandung Barat, dilanjutkan dengan pembahasan mengenai bagaimana menemukan kekurangan atau kendala dan upaya perbaikan yang bisa diusulkan serta dukungan yang diharapkan agar ke depannya, Program Kemitraan di lingkungan Telkom Bandung Barat ini bisa lebih sukses bukan hanya untuk pihak Telkom tetapi juga untuk pihak UMKM Mitra Binaan.
Analisa kelayakan program kemitraan UMKM Mitra Binaan Telkom Bandung Barat dilakukan dengan menggunakan metode Internal Factor Evaluation (IFE) dan Eksternal Factor Evaluation (IFE). adalah alat strategi yang digunakan untuk mengevaluasi lingkungan internal perusahaan dan untuk mengungkapkan kekuatan dan kelemahannya. Sedangkan EFE adalah alat strategi yang digunakan untuk memeriksa lingkungan eksternal perusahaan dan untuk mengidentifikasi peluang dan ancaman yang tersedia. Hasilnya sebagai berikut:
Tabel 4.1 Analisis IFE dan EFE Program Kemitraan Telkom Bandung Barat
Sumber: Diolah oleh peneliti
No Strength Bobot Rating Score
1 Produk berkualitas 0,08 3,00 0,24
2 Sebaran teritory Telkom yang luas 0,10 4,00 0,40
3 Jumlah dana CSR berkelanjutan 0,09 4,00 0,36
4 Customer touchpoint yang lebih banyak 0,09 4,00 0,36
5 Market leader & cust based besar 0,11 4,00 0,44
No Weakness Bobot Rating Score
1 Pengelolaan teritory & resources belum maksimal 0,11 2,00 0,22
2 Kinerja mitra binaan masih belum merata 0,10 2,00 0,20
3 Proses administrasi masih manual 0,10 1,00 0,10
4 Promo BTL masih belum massive 0,10 2,00 0,20
5 Potensi pelanggan eksisting belum dikelola dg baik 0,12 2,00 0,24
1,00 2,76
No Opportunity Bobot Rating Score
1 Potensi pasar masih besar 0,20 4,00 0,80
2 Daya beli masyarakat tinggi 0,20 3,00 0,60
3 Perkembangan teknologi informasi 0,20 3,00 0,60
4 Demografi mayoritas usia produktif & well educated 0,10 2,00 0,20
No Threat Bobot Rating Score
1 Kompetitor dg harga, kualitas & layanan yg bersaing 0,10 1,00 0,10
2 Perkembangan teknologi Digital Marketing 0,10 2,00 0,20
3 Kebijakan yang Pro UMKM 0,10 1,00 0,10
1,00 2,60
MATRIX IFE
Final Score
MATRIX EFE
Gambar 4.4 Matriks Analisis IFE & EFE Program Kemitraan Telkom Bandung Barat
Sumber: Diolah oleh peneliti
Dari hasil perhitungan IFE dan EFE yang telah didapat di atas, maka dapat dihubungkan ke matriks IE (Internal-Eksternal) sebagai tahap pencocokan dari perumusan strategi. Dengan nilai IFE sebesar 2,76 dan nilai EFE sebesar 2,60 maka diketahui posisi Program Kemitraan UMKM Mitra Binaan Telkom Bandung Barat berada di sel ke lima yang berarti dalam keadaan cukup baik dan harus mempertahankan dan memelihara program kemitraan UMKM Mitra Binaan Telkom Bandung Barat. Matriks IE dapat dilihat pada gambar 4.5.
Analisa lebih lanjut dari hasil temuan di atas, diperkuat dengan menggunakan analisa SWOT untuk menemukenali peta Kekuatan, Kelemahan, Tantangan dan Ancaman dari kelangsungan bisnis UMKM Mitra Binaan Telkom Bandung Barat. Berikut hasil identifikasi SWOT:
Gambar 4.5 Analisis SWOT Program Kemitraan Telkom Bandung Barat
Kondisi eksisting Program Kemitraan yang dilaksanakan di Telkom Bandung Barat bisa digambarkan sebagai berikut :
Gambar 4.6. Alur Proses Program Kemitraan UMKM Telkom Bandung Barat Kondisi Eksisting
Sumber: Olahan Peneliti
Menindak-lanjuti kendala dan solusi yang telah diidentifikasi di Gambar 4.4 peneliti mengusulkan perubahan proses bisnis yang ada di kondisi eksisting. Secara konsep, peneliti melakukan perubahan konsep Program Kemitraan UMKM Mitra Binaan yang awalnya dominan manual dan tradisional, dengan menambahkan sebuah rancangan Inovasi Digital yang berupa Program Digitalisasi Sistem
Kemitraan UMKM Mitra Binaan dengan memanfaatkan website marketplace yang terintegrasi dengan marketplace yang sudah terkenal (Tokopedia, Bukalapak, Blanja, Shopee, dan sebagainya). Kedua menerapkan sistem komunikasi dua arah dengan memanfaatkan sosial media (Whatsapp, Telegram, Line, Facebook, Twitter dan sebagainya. Ketiga menerapkan website pembelajaran online untuk keperluan pembinaan dan pendampingan. Kondisi baru ini seperti yang digambarkan sebagai berikut :
Gambar 4.7. Alur Proses Program Kemitraan UMKM Telkom Bandung Barat Kondisi Baru
Sumber: Olahan Peneliti
Dari bagan alur proses sistem kemitraan UMKM Telkom Bandung Barat, terlihat bagaimana kondisi eksisting dari sistem kemitraan UMKM di lingkungan Telkom Bandung Barat. Berikut akan dijelaskan beberapa hasil temuan dan analisa lebih lanjut terkait perbaikan sistem pengelolaan Program Kemitraan UMKM Mitra Binaan Telkom Bandung Barat sebagai berikut:
1. Registrasi
• Kondisi saat ini: kurangnya personil CDC, pendampingan terkait digital marketing belum bisa dilakukan, sistem adminstrasi masih manual
• Kendala: jumlah personil CDC terbatas, kompetensi personil CDC masih belum cukup kompeten (Digital Marketing), belum ada sistem administrasi
digital.
• Solusi: penambahan personil CDC, peningkatan kompetensi personil CDC dengan pelatihan dan workshop, dan dibuatkan system administrasi yang digital.
• Dampak: kompetensi SDM CDC meningkat dan sistem registrasi menjadi lebih cepat dan tersistem dalam sebuah modul registrasi yang terintegrasi. 2. Permodalan
• Kondisi saat ini: proposal bisnis belum ada shg tdk jelas hitungan BEP atau prediksi pengembalian pinjaman, administrasi keuangan mitra binaan masih manual, mitra binaan belum terdaftar di web UMKM
• Kendala: unit CDC tidak bisa mendapatkan informasi yang pasti terkait prospektus mitra binaan, proses administrasi menjadi lama dan proses administrasi peserta kemitraan menjadi tidak terkonsep dalam satu sistem yang terintegrasi.
• Solusi: penerapan e-proposal, penerapan e-financial, registrasi ulang peserta pembinaan secara online.
• Dampak: dengan adanya modul keuangan akan sangat membantu unit CDC di dalam melakukan proses seleksi permodalan peserta. Dan juga bagi peserta akan sangat membantu di dalam melakukan kegiatan pembukuan administrasi bisnisnya.
3. Pembinaan
• Kondisi saat ini: baru mitra binaan yang status lancar yg masuk kategori pembinaan, belum ada jadual kegiatan tahunan, masih banyak mitra binaan yang belum terjangkau layanan pembinaan
• Kendala: belum adanya mekanisme seleksi kemitraan yang layak mendapatkan program pembinaan, karena tidak ada jadual yang baku, peserta mengalami kesulitan dalam mengajukan kepesertaan pembinaan.
• Solusi: penerapan system pembinaan yang terintegrasi secara online, penerapan sistem pembinaan yang selektif dan berjenjang sesuai dengan tipe UMKM peserta.
• Dampak: dengan dibuatnya modul pembinaan online akan lebih membantu para mitra binaan di dalam berinterksi terutama yang berhubungan dengan pelatihan atau belajar online.
4. Pemasaran
• Kondisi saat ini: masih banyak UMKM yang berjualan secara tradisional, UMKM berjualan sendiri-sendiri, belum ada program kemitraan pemasaran yang menarik konsumen.
• Kendala: peserta belum memahami sistem pemasaran modern yang menggunakan media online internet, belum adanya pola kerjasama Bisnis To Bisnis (B2B) dan belum adanya program promosi yang lebih menarik dikarenakan keterbatasan kompetensi di dunia marketing modern.
• Solusi: pembuatan website marketplace yang sifatnya local wisdom, pelatihan digital marketing baik online atau workshop, dan kerjasama antar
peserta untuk program loyalty.
• Dampak: dengan adanya marketplace lokal yang menampung semua informasi produk/ jasa dari para mitra binaan, diharapkan bisa membantu dalam proses pemasaran dan memudahkan konsumen untuk mencari rujukan informasi terkait produk/ jasa UMKM mitra binaan.
5. Pendampingan
• Kondisi saat ini: pendampingan masih bersifat kelompok, belum bersfiat personal, belum adanya channel komunikasi alternatif untuk proses pendampingan.
• Kendala: proses pendampingan menjadi tidak maksimal dikarenakan mitra binaan merasa kesulitan untuk berhubungan dengan pengelola, dan belum ada media alternatif untuk mensukseskan program pendampingan ini.
• Solusi: kerjasama dengan mitra untuk pendampingan online, penerapan channel komunikasi baru seperti: grup Whatsapp/Telegram, Call Center dan sebagainya.
• Dampak: dengan adanya media komunikasi alternatif yang bisa digunakan dalam proses pendampingan yang notabene bersifat online melalui media internet, sehingga lebih memudahkan mitra binaan untuk berhubungan dengan pengelola di saat memang membutuhkan pendampingan, tidak harus bertemu atau bertatap muka langsung.
Tabel 4.2 Mapping Identifikasi Analisis Program Kemitraan Telkom Bandung Barat
Dari 5 usulan perbaikan di Tabel 4.2 Mapping Identifikasi Analisa Program Kemitraan Telkom Bandung Barat, peneliti mencoba memberikan usulan solusi terintegrasi dalam sebuah inovasi digital yang tertuang dalam skema Business Canvas Model sebagai berikut:
Gambar 4.8 Business Canvas Model UMKM Telkom Bandung Barat
Sumber: Diolah oleh peneliti
Website tersebut terdiri dari beberapa modul sebagai berikut: 1 Modul Pemasaran
Modul ini merupakan modul yang digunakan sebagai media jual beli produk UMKM atau semacam marketplace produk UMKM. Ada beberapa kategori produk yang akan dimasukkan: Kuliner, Kerajinan, Jasa, Pertanian dan sebagainya. Transaksi jual-beli bisa dilakukan di modul ini.
2 Modul Keuangan: Modul yang digunakan untuk proses administrasi keuangan UMKM mitra binaan. Catatan uang masuk dan uang keluar bisa didokumentasikan di modul ini. Termasuk reporting rugi laba juga bisa ditampilkan.
3 Modul Pelatihan: Modul yang digunakan sebagai media informasi terkait pelatihan dan pembinaan mitra binaan. Jadual pelatihan/pembinaan, dokumentasi pelatihan/pembinaan, termasuk media pembelajaran online terutama yang menjadi materi silabus pelatihan/pembinaan UMKM.
4 Modul Pendampingan: Modul ini digunakan sebagai media komunikasi dua arah atau media konsultasi antara UMKM mitra binaan dan pihak Telkom.
Selanjutnya bagaimana inovasi digital yang akan diimplementasikan di program kemitraan ini, peneliti mengusulkan sebuah prototipe inovasi digital tersebut dapat ditampilkan sebagai berikut:
Gambar 4.9 Prototipe Marketplace UMKM Telkom Bandung Barat
Sumber: Diolah oleh peneliti
Website ini nantinya akan diintegrasikan dengan social media seperti Facebook, Instagram, Twitter, Whatsapp dan Telegram. Sehingga diharapkan benar-benar akan menjadi senjata buat UMKM mitra binaan.
Gambar 4.10 Prototipe Social Media UMKM Telkom Bandung Barat
Gambar 4.11 Prototipe Pembelajaran Online UMKM Telkom Bandung Barat
Sumber: Diolah oleh peneliti
Dari usulan perbaikan dengan menambahkan Inovasi Digital yang dikemas dalam sebuah website yang terdiri dari 5 modul, diharapkan dapat memberikan output atau hasil berupa peningkatan performansi kinerja bisnis UMKM Mitra Binaan. Peneliti menetapkan ada 4 (empat) key performansi indicator (KPI) sebagai berikut:
1. Jumlah Peserta
Indikator jumlah peserta menjelaskan seberapa besar peningkatan jumlah peserta dalam program kemitraan UMKM
2. Sales.
Indikator sales menentukan seberapa besar peningkatan angka penjualan dari produk atau jasa UMKM mitra binaan. Diukur menggunakan skala angka desimal dan prosentase.
3. Omzet
Indikator omzet menentukan seberapa besar peningkatan angka revenue omzet dari produk atau jasa UMKM mitra binaan. Diukur menggunakan skala angka desimal atau prosentase.
4. Modal
Indikator modal menentukan seberapa besar tingkat pengembalian modal yang bisa dipenuhi oleh UMKM mitra binaan. Apakah sesuai dengan tenggang waktu yang telah disepakati saat kontrak. Diukur menggunakan skala angka desimal dan prosentase.
Adapun indikator kesuksesan dari Program Kemitraan UMKM Mitra Binaan ada 4 (empat) yaitu jumlah peminat program kemitraan yang meningkat baik dalam skala angka atau prosentase, Kedua, nilai kinerja sales yang meningkat baik dalam angka sales atau prosentase growth pertumbuhan sales. Ketiga, diukur berdasarkan nilai kinerja omzet yang diperoleh sesuai dengan saat pengajuan proposal bisnis. Kapan BEP bisa dicapai. Dan seberapa besar nilai rupiah dari omzet UMKM tersbut. Keempat, diukur berdasarkan prosentase tingkat pengembalian modal dan juga dalam nilai desimal waktu berapa lama modal bisa dikembalikan. Dari kombinasi 4 indikator tersebut di atas, akan memberikan kesimpulan akhir program kemitraan dan mitra binaan berhasil atau tidak.