• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penjabaran Teori Pemikiran Gabriel Tarde

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Penjabaran Teori Pemikiran Gabriel Tarde"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Penjabaran Pemikiran Gabriel Tarde, Gustave Le Bon,

SigmundFreund, Emile Durkhem, William James &

Charles H. Cooley dan KurtLewin

Nama

: Evi Nidia Purnamasari

NIM

: 201610040311175

(2)

Gabriel Tarde

Merupakan Bapak Psikologi Sosilogi (Social interaction). Tarde mengatakan semua hubungan sosial selalu berkisar pada proses imitasi. Bahkan semua pergaulan antara manusia

itu hanyalah berdasarkan atas proses imitasi.

Kehidupan di masyarakat dibentuk oleh dua kejadian utama yaitu :

a. Munculnya gagasan atau penemuan baru yang biasanya dirumuskan oleh individu

berbakat.

b. Gagasan atau penemuan baru itu kemudian diimitasi dan disebarluaskan dalam

masyarakat.

Menurut Tarde secara tidak langsung masyarakat merupakan pengelompokan manusia,

dimana setiap individu yang ada saling mengimitasi satu sama lain, dan bahkan manusia

dianggap telah menjadi manusia sebenarnya jika ia mulai mengimitasi manusia lainnya.

 kritik dan relevansi

Seperti yang kita ketahui di era saat ini setiap individu sebelum mencoba untuk mengimitasi

sesuatu pastinya mereka haruslah mempunyai ketertarikan terlebih dahulu terhadap hal

tersebut, dan tidak semata-mata menirunya begitu saja. Bahkan tertarikpun tidaklah cukup,

mereka harus mengerti dengan betul tentang hal-hal yang ingin diimitasi dan ini juga

tergantung dari setiap individu yang mengimitasi hal tersebut, maka akan terciptanya suatu

imitasi dalam berbagai versi yang tidak harus sama persis dengan aslinya.

Gustave Le Bon

Ia terkenal karena sumbangannya dalam lapangan “psikologi massa”. Yang dimaksud

dengan massa ialah kumpulan orang dalam kurun waktu sementara karena minat atau

(3)

Terdapat dua macam jiwa yang masing-masing berlainan sifatnya yaitu :

a. Jiwa Masa ( individual, mudah tersinggung, sentimen, tidak rasional, muda

terpengaruh, dll )

b. Jiwa Individu ( individual, punya dorongan, dll )

Menurut Gustave seorang individu yang sudah ada di dalam massa akan bertingkah laku yang

biasanya berlainan dengan sifat aslinya dalam kehidupan sehari-hari, mereka melakukan itu

tanpa sadar karena pengaruh dari individu lain yang ada dalam massa itu dan jiwa masa

cenderung membawa perilaku negatif untuk individu.

 kritik dan relevansi

Pandangan ini sebenarnya tidaklah selalu benar, karena pada dasarnya tidaklah semua

tindakan massa membawa pengaruh negativ kepada jiwa individu, terkadang massa juga

membawa pengaruh untuk melakukan tindakan yang positif. Seperti halnya saat ini kita bisa

menemukan beberapa komunitas yang tujuannya untuk pengabdian masyarakat dan

lingkungan setempat atau sekelompok pejuang rakyat yang memperjuangkan hak-hak rakyat.

Hal itu tidak dapat dipungkiri bahwa massa juga bisa membangun kepekaan dan kepedulian

individu terhadap lingkungan dan masyarakat.

Sigmund Freund

Menurut teori psikoanalitik Sigmund Freud, kepribadian seseorang terdiri dari tiga

elemen yang kita kenal sebagai id, ego dan superego yang bekerja sama untuk menciptakan

perilaku manusia yang kompleks.

1. Id, merupakan kepribadian yang hadir sejak lahir yang merupakan sumber segala

(4)

didorong oleh kesenangan untuk memenuhi kepuasan sesegera mungkin dan bila tidak

dipenuhi biasanya menimbulkan kecemasan.

2. Ego, merupakan kepribadian yang menangani secara realitas dan memastikan bahwa

dorongan dari id dapat dinyatakan dalam cara yang dapat diterima di dunia nyata. 3. Superego, aspek kepribadian yang menampung semua standar internalisasi moral dan

cita-cita yang kita peroleh dari kedua orang tua dan masyarakat. Superego

memberikan pedoman untuk membuat penilaian.

Menurut Freud, kunci kepribadian yang sehat adalah keseimbangan antara id, ego, dan

superego.

 kritik dan relevansi

Saat ini disamping id, ego, dan superego ada beberapa hal yang mempengaruhi sifat dan

karakteristik seseorang. Seperti dengan perkembangan media di jaman sekarang yang kian

pesat juga turut serta dalam membantu membentuk karakteristik individu, contoh kecilnya

seperti penggunaaan internet pada telpon pintar yang mudah untuk mengakses berbagai

konten membuat gaya hidup masyarakat berubah dan saat ini mereka cenderung lebih sulit

untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan orang lain karena sibuk dengan telpon pintarnya

masing-masing.

Emile Durkhem

Ia berpendapat bahwa gejala-gejala sosial yang ada dalam masyarakat tidak dapat

dibahas oleh psikologi, melaikan oleh sosiologi. Masyarakat itu terdiri oleh

kelompok-kelompok manusia yang hidup secara kolektif yang mempunyai 2 macam jiwa seperti yang

dikemukakan Le Bon. Masyarakat ialah sistem yang mengikat kehidupan individu – individu

yang ada dan merupakan lingkungan yang menguasai segala kehidupan. Untuk mempelajari

(5)

cukup dengan sosiologi lingkungan masyarakat dimana ia hidup. Dengan kata lain psikologi

itu sebenarnya sosiologi.

 kritik dan relevansi

Teori ini terlalu menitik beratkan pada peranan jiwa kolektif dan pendapat mengenai jiwa

kolektif yang hanya pada suatu lamunan sehingga membuat hal ini menjadi khayalan yang

sukar untuk dibuktikan oleh kehidupan nyata.

William James & Charles H. Cooley

Mereka berpendapat bahwa perkembangan individu itu berhubungan erat dengan

perkembangan masyarakat sekitarnya. Keadaan lingkungan baik maka akan membawa

individu tersebut mengikuti arah masyarakat yang baik, namun hal tersebut bisa menjadi

kebalikanya saat lingkungan tersebut membawanya ke arah yang lebih buruk. Bahkan Cooley

menambahkan selfconsept seseorang individu merupakan refleksi pada konsep-konsep orang

lain.

 kritik dan relevansi

Teori ini sebenarnya tidaklah sepenuhnya benar, perkembangan individu memang bisa

terbentuk dari perkembangan masyarakat. Namun peranan orang tua dalam pengawasan

pergaulan anaknya juga memberikan banyak pengaruh. Saat ini orang tua jarang yang

memperhatikan perhatian lebih kepada anaknya, ada beberapa orang tua yang terlalu sibuk

dengan pekerjaannya sehingga membuat anak mereka jauh dari pengawasannya. Hal inilah

yang sebenarnya dapat membawa anak mereka menuju ke lingkungan yang kurang baik dan

membawanya ke jalan yang salah.

(6)

Hasil teorinya yang juga disebut ‘group dynamics and topological psychology’ . merupakan

kesimpulan eksperimental, sebab ditarik dari eksperimental yang dilakukan bersama sama

dengan Lippit dan White . hasil eksperimen tersebut adalah bahwa cara-cara kepemimpinan

yang berlainan akan berpengaruh berlainan pula terhadap suasana kerja dan cara-cara

bertingkah laku dalam kelompoknya. Psikologi sendiri mengikuti perkembangan ilmu

pengetahuan dan metode untuk menganalisis hubungan kasual dan membangun kontruksi

ilmiah. Konsep teori medan diterapkan lewin untuk perilaku sosiologis yang bisa di

contohkan dengan masalah kelompok minorita, perbedaan karakter dan dinamika kelompok.

 kritik dan relevansi

dinamika kelompok dan pembedaan karakter serta adanya kaum minorita seharunya tidaklah

menjadi sebuah permasalah, namun seharusnya bisa menjadi alat untuk mempererat interaksi

sosial yang ada. Contohnya di Indonesia kebhinekaan yang ada memang terkadang bisaa

memicu keretakan, namun sampai saat ini masih banyak orang yang masinh menjunjung

tinggi nilai nilai kebhinekaan. Dan suatu kepemimpinan yang berlawanan memang

memberikan dampak pada kelompoknya, namun tidak semua anggota kelompok yang dengan

begitu saja menerima hal itu begitu saja, ada dari mereka yang juga masih

mempertimbangkan dengan baik atas apa saja yang hendak akan diperbbuat.

Kesimpulan

Psikologi sosial memang perlu kita pahami lebih dalam, terlebih mengenai peranan dan

keterkaitan setiap tokh-tokoh psikologi yang ada dalam memberikan kontribusi terhadap

perkembangan psikologi sosial hingga saat ini. Psikologi sosial mengamati tingkah laku

(7)
(8)

Referensi

Dokumen terkait

Seperti yang dikemukakan diatas, untuk memajukan bangsa maka perlu adanya jiwa yang mempunyai rasa semangat kebangsaan. Namun, pendidikan sekarang belum bisa menjawab

Keempat fungsi jiwa yang pokok dan kedua sikap jiwa serta berbagai sistem yang membentuk keseluruhan kepribadian berinteraksi satu sama lain dalam 3 macam cara yaitu: (a)

Dengan pengalaman manusia memiliki kematan- gan judgement (penilaian). Rangkaian penilaian inilah yang memungkinkan ma- nusia mempunyai pengetahuan. Manusia hidup oleh art

Akhlak sesama makhluk masih dirinci lagi menjadi beberapa macam, seperti akhlak terhadap sesama manusia, akhlak terhadap makhluk hidup selain manusia seperi

Individu menurut konsep sosiologis artinya manusia yang hidup berdiri sendiri tidak mempunyai kawan (sendiri). Istilah individu digunakan untuk menyatakan suatu kesatuan yang

Kebanyakan orang tidak mengetahui bahwa petai mempunyai banyak sekali manfaat untuk tubuh manusia, contohnya untuk mengobati macam-macam penyakit seperti menghindari

Masyarakat adalah kumpulan manusia yang hidup dalam suatu daerah tertentu dalam waktu yang telah cukup lama dan mempunyai aturan-aturan yang mengatur mereka untuk

Seperti yang dikutip dalam situs resmi Kementrian Lingkungan Hidup www.menlh.go.id bahwa: Pengungkapan lingkungan adalah sebuah istilah yang biasanya digunakan oleh suatu inisituisi